MODUL AJAR Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 2 — Baktiku Pada Leluhur INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Baktiku Pada Leluhur |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 35 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.2.1 Menjelaskan makna persembahyangan kepada leluhur
- TP 3.2.2 Menjelaskan peralatan dan perlengkapan sembahyang leluhur
- TP 3.2.3 Menjelaskan penataan altar leluhur
- TP 3.2.4 Menerapkan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah yang dimaksud dengan leluhur dalam ajaran agama Khonghucu?
- Mengapa kita bersembahyang kepada leluhur yang sudah tiada?
- Bagaimana sembahyang kepada leluhur menunjukkan rasa bakti (xiao) kita?
- Benda atau perlengkapan apa saja yang biasanya kalian lihat di atas meja sembahyang leluhur?
- Mengapa di altar sembahyang leluhur ada tempat dupa, tempat lilin, dan cangkir persembahan?
- Mengapa peralatan dan sajian di altar leluhur tidak boleh diletakkan secara sembarangan?
- Bagaimana pembagian tata letak antara meja utama (zhuzhuo) dan meja sajian (qizhuo) pada altar leluhur?
- Bagaimana posisi tangan dan badan yang benar saat kita bersikap hormat (bao xin bade) di hadapan altar leluhur di litang?
- Apa urutan langkah yang harus kita lakukan saat melaksanakan ibadah kepada leluhur di litang?
- Bagaimana urutan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur saat kita berada di litang bersama teman-teman?
- Mengapa kita perlu melakukan tata cara ibadah kepada leluhur secara tertib dan selaras dalam kelompok?
- Mengapa umat Khonghucu berbakti dan bersembahyang kepada para leluhur?
- Bagaimana urutan menata perlengkapan sembahyang pada altar leluhur dengan benar?
- Bagaimana sikap dan urutan ibadah yang hormat saat bersembahyang kepada leluhur di litang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Makna Persembahyangan kepada Leluhur — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Menjelaskan makna persembahyangan kepada leluhur
Pendahuluan:- Guru memberi salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De) dan mengajak murid melakukan Jingzuo (duduk tenang) dengan hening selama 3 menit untuk memusatkan kesadaran sebelum belajar (5 menit).
- Guru membacakan ayat suci Zhongyong XV:3 tentang kesungguhan dalam beribadah dan mengaitkannya dengan topik penghormatan kepada orang tua dan leluhur (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes lisan diagnostik singkat: murid menjawab pertanyaan 'Siapakah leluhur itu?' dan 'Mengapa kita perlu bersembahyang kepada mereka?' (acuan jawaban: leluhur adalah orang tua/kakek-nenek yang telah meninggal dunia; makna sembahyang adalah wujud bakti, tidak melupakan jasa dan budi baik mereka, serta menyambung rasa hormat) untuk memetakan kesiapan pemahaman awal (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati kisah pada buku ajar tentang bakti seorang anak kepada orang tua dan leluhur, bahwa orang tua adalah wakil Tian di dunia dan leluhur adalah perawat orang tua kita terdahulu yang tidak boleh dilupakan (15 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 makna utama persembahyangan kepada leluhur: (1) wujud bakti (xiao) dan rasa terima kasih atas budi pekerti serta jasa-jasa leluhur, (2) wujud mengingat asal-usul keluarga dan tidak melupakan akar keberadaan diri, (3) mendoakan ketenteraman arwah leluhur dengan hati tulus dan khidmat (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti kuis kartu tebak makna ceria 'Kartu Makna Bakti': murid berpasangan saling menguji kartu pernyataan untuk memilih apakah pernyataan tersebut mencerminkan makna sembahyang leluhur yang benar atau keliru (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Pemahaman Makna berisi 4 butir pernyataan untuk dijelaskan kebenaran maknanya: (1) Sembahyang leluhur dilakukan untuk pamer kekayaan dan pesta makanan mewah; (2) Sembahyang leluhur adalah bentuk rasa bakti dan terima kasih atas budi jasa orang tua serta kakek-nenek; (3) Sembahyang leluhur bertujuan agar kita selalu ingat asal-usul dan tidak melupakan leluhur; (4) Menghormati leluhur dilakukan dengan hati tulus, bersih, dan penuh rasa hormat sama seperti saat mereka masih hidup. Murid menuliskan alasan penjelasan tepat untuk masing-masing butir (acuan kunci: butir 1 salah karena sembahyang mengutamakan ketulusan bukan kemewahan; butir 2, 3, dan 4 benar sesuai makna pokok sembahyang leluhur dalam Kitab Zhongyong dan Dizigui) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak merenungkan bacaan Dizigui: 'Sang jin li, ji jin cheng; Shi si zhe, ru shi sheng' (Saat berkabung lakukan dengan upacara yang sempurna, saat bersembahyang lakukan dengan sepenuh ketulusan; melayani mereka yang telah tiada sama seperti saat melayani mereka selagi hidup) dan menghubungkannya dengan sikap hormat sehari-hari kepada orang tua di rumah (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan 3 makna pokok persembahyangan kepada leluhur: tanda bakti, mengingat budi/asal-usul, dan ketulusan hati (5 menit).
- Guru menyampaikan umpan balik hasil lembar kerja serta mengingatkan topik pertemuan berikutnya tentang peralatan dan perlengkapan sembahyang leluhur (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa syukur penutup dan salam keagamaan (Huang You Shi Ting) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan berupa rangkuman kata kunci makna (bakti, asal-usul, ketulusan budi). Bagi murid cepat disediakan lembaran teks kutipan Zhongyong untuk ditelaah maknanya lebih mendalam.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan bimbingan bertahap membaca tiap butir soal kuis makna. Murid yang cepat menyelesaikan secara mandiri dan menuliskan uraian penjelasan yang lebih rinci dengan bahasanya sendiri.
- Produk: Pada lembar kerja, murid berkemampuan dasar cukup menandai benar/salah disertai 1 kalimat alasan pokok per butir, sedangkan murid mahir menuliskan penjelasan lengkap dengan mengaitkan contoh sikap bakti konkret.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Siapakah yang disebut sebagai leluhur dalam keluarga kita?' (acuan: orang tua, kakek, nenek, dan nenek moyang yang sudah meninggal dunia), (2) 'Mengapa kita perlu bersembahyang kepada leluhur?' (acuan: wujud berbakti/xiao, membalas budi, dan tidak melupakan jasa-jasa mereka).
Proses:- Pemeriksaan hasil kerja mandiri Lembar Pemahaman Makna 4 butir: (1) Sembahyang untuk pamer kekayaan dan kemewahan sajian (acuan: Salah, makna persembahyangan mengutamakan ketulusan hati dan kesungguhan, bukan pamer kekayaan materi); (2) Sembahyang sebagai wujud bakti dan terima kasih atas budi jasa orang tua serta kakek-nenek (acuan: Benar, merupakan bukti nyata laku bakti/xiao); (3) Sembahyang agar kita mengingat asal-usul dan tidak melupakan leluhur (acuan: Benar, manusia berakar dari leluhur sebagaimana pohon memiliki akar dan air memiliki sumber); (4) Menghormati leluhur dilakukan dengan hati tulus dan penuh hormat seperti saat masih hidup (acuan: Benar, sesuai ajaran Dizigui bahwa melayani yang tiada sama seperti saat mereka masih hidup).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2-3 murid merangkum intisari makna sembahyang kepada leluhur berdasarkan 3 kata kunci: Bakti (Xiao), Budi/Asal-usul, dan Ketulusan Hati (Cheng).
Formatif:- Tes lisan diagnostik kesiapan awal di bagian pendahuluan
- Observasi partisipasi aktif saat permainan kuis kartu makna bakti
- Pemeriksaan Lembar Pemahaman Makna berisi 4 butir analisis makna sembahyang leluhur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan makna persembahyangan kepada leluhur | Belum mampu menjelaskan makna persembahyangan kepada leluhur; hanya mampu menjelaskan 1 dari 4 butir pernyataan pada lembar tugas secara tepat dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menjelaskan makna persembahyangan kepada leluhur pada 2 dari 4 butir pernyataan lembar tugas secara tepat (mencakup makna bakti dan mengingat budi) dengan bantuan arahan guru. | Mampu menjelaskan makna persembahyangan kepada leluhur pada minimal 3 dari 4 butir pernyataan lembar tugas secara tepat dan mandiri (memuat makna bakti, mengingat asal-usul, dan ketulusan hati). | Mampu menjelaskan makna persembahyangan kepada leluhur pada seluruh 4 butir pernyataan lembar tugas secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa kekeliruan (menjelaskan penolakan terhadap pamer kemewahan, perwujudan bakti, kesadaran asal-usul, dan ketulusan laku hormat). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas Jingzuo di awal pembelajaran efektif mengondisikan murid untuk hening dan siap memaknai ajaran tentang leluhur?
- Apakah kuis kartu makna bakti berhasil membantu murid membedakan persembahyangan sejati (tulus) dengan tindakan yang keliru (pamer kemewahan)?
- Bagian mana dari penjelasan makna sembahyang leluhur yang masih membutuhkan penguatan pada pertemuan mendatang?
Murid:- Apa arti penting bersembahyang kepada leluhur yang paling kamu ingat hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah memahami bahwa sembahyang leluhur adalah wujud kasih sayang dan terima kasih kepada kakek, nenek, dan orang tua?
- Sikap apa yang ingin kamu lakukan di rumah untuk menunjukkan rasa bakti kepada orang tua dan leluhur?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Peralatan dan Perlengkapan Sembahyang Leluhur — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Menjelaskan peralatan dan perlengkapan sembahyang leluhur
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan Wei De Dong Tian, membimbing doa pembuka, dan mengajak murid melakukan Jingzuo (duduk hening) selama beberapa saat untuk memusatkan kesadaran (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai nama 3 benda dasar di altar sembahyang: (1) wadah menancapkan dupa, (2) wadah tempat menaruh batang lilin, (3) wadah minuman persembahan (acuan: xianglu/tempat dupa, zhutai/tempat lilin, chaliao/cangkir teh-arak) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan peralatan dan perlengkapan sembahyang leluhur beserta fungsinya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar poster dan benda konkret tiruan peralatan sembahyang leluhur yang ditunjukkan guru: shenzhu (papan arwah/foto leluhur), xianglu (tempat dupa), zhutai (tempat lilin), chaliao (cangkir teh/arak), dan zhuowei (taplak/kain penutup meja sembahyang) (15 menit).
- Guru menjelaskan nama dan fungsi masing-masing dari 5 peralatan tersebut secara terperinci sambil meminta murid menyimak lembar panduan bergambar (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan kuis kartu berpasangan 'Tebak Tepat Sarana Altar' yang menggembirakan secara berpasangan, dengan menjodohkan 5 kartu nama peralatan dan 5 kartu deskripsi fungsinya: (1) Shenzhu - Papan arwah atau foto leluhur sarana mengenang leluhur, (2) Xianglu - Wadah menancapkan dupa/hio saat sembahyang, (3) Zhutai - Tempat menaruh lilin sebagai penerang sembahyang, (4) Chaliao - Cangkir kecil untuk menyajikan teh atau arak, (5) Zhuowei - Kain tirai penghias penutup meja sembahyang (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Latihan 'Menjelaskan Peralatan Sembahyang Leluhur' yang berisi 5 butir isian untuk menjelaskan nama dan fungsi dari 5 peralatan tersebut berdasarkan gambar yang disediakan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid memeriksa bersama jawaban lembar latihan dan murid mengecek pemahaman mereka mengenai kelima peralatan sembahyang leluhur yang sudah dipelajari (10 menit).
- Murid diajak merenungkan pentingnya merawat dan mengenali peralatan sembahyang leluhur sebagai bentuk rasa hormat dan bakti yang tulus (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap penjelasan murid mengenai 5 fungsi peralatan sembahyang leluhur (Shenzhu, Xianglu, Zhutai, Chaliao, Zhuowei) dan menyampaikan topik pertemuan berikutnya (penataan altar leluhur) (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan petunjuk kata kunci fungsi, sedangkan murid cepat diberikan gambar altar lengkap untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kelima peralatan secara mandiri.
- Proses: Murid dengan kesulitan membaca istilah Hanyu dibantu dengan padanan bahasa Indonesia secara langsung oleh guru saat mencocokkan kartu.
- Produk: Murid dapat menjelaskan peralatan sembahyang leluhur secara tertulis pada lembar kerja atau secara lisan langsung kepada guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan: Guru menunjukkan gambar 3 sarana dasar altar dan menanyakan namanya: (1) wadah menancapkan dupa, (2) tempat menaruh lilin, (3) cangkir kecil persembahan minuman. (Kunci/acuan jawaban: 1 = xianglu/tempat abu dupa; 2 = zhutai/tempat lilin; 3 = chaliao/cangkir teh atau arak).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan 5 pasangan kartu peralatan dan fungsinya pada permainan 'Tebak Tepat Sarana Altar': (1) Shenzhu -> Papan arwah/foto leluhur; (2) Xianglu -> Wadah menancapkan dupa; (3) Zhutai -> Tempat lilin; (4) Chaliao -> Cangkir teh/arak; (5) Zhuowei -> Kain tirai meja sembahyang.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis/lisan menjelaskan 5 peralatan sembahyang leluhur beserta fungsinya pada lembar kerja: (1) Shenzhu (papan arwah/foto penghormatan), (2) Xianglu (tempat dupa), (3) Zhutai (tempat lilin), (4) Chaliao (cangkir persembahan teh/arak), (5) Zhuowei (kain penutup/tirai meja sembahyang). (Acuan ketepatan: murid tepat menjelaskan nama dan fungsi kelima benda tersebut sesuai daftar acuan).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang 3 benda dasar altar
- Observasi unjuk kerja permainan mencocokkan kartu peralatan dan fungsinya
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri menjelaskan 5 peralatan dan perlengkapan sembahyang leluhur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan peralatan dan perlengkapan sembahyang leluhur (Shenzhu, Xianglu, Zhutai, Chaliao, Zhuowei) | Mampu menjelaskan fungsi 1 dari 5 peralatan sembahyang leluhur dengan tepat sesuai acuan, memerlukan bimbingan penuh guru. | Mampu menjelaskan fungsi 2 sampai 3 dari 5 peralatan sembahyang leluhur dengan tepat sesuai acuan. | Mampu menjelaskan fungsi 4 dari 5 peralatan sembahyang leluhur dengan tepat sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menjelaskan fungsi seluruh 5 peralatan sembahyang leluhur (Shenzhu, Xianglu, Zhutai, Chaliao, Zhuowei) dengan tepat dan lengkap sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media gambar konkret dan permainan kartu membantu murid memahami nama serta fungsi peralatan sembahyang leluhur?
- Bagian peralatan mana yang paling sering tertukar atau sulit dijelaskan oleh murid?
Murid:- Peralatan sembahyang leluhur apa saja yang sudah kamu ketahui nama dan fungsinya hari ini?
- Apakah kamu merasa senang saat belajar mencocokkan kartu peralatan sembahyang leluhur bersama teman?
Pertemuan 3 — Menjelaskan Penataan Altar Leluhur — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Menjelaskan penataan altar leluhur
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan, mengajak murid melakukan Jingzuo (duduk hening) selama 3 menit untuk memusatkan kesadaran, dilanjutkan dengan doa pembuka belajar bersama (7 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan gambar skema altar kosong dan meminta murid menebak nama dua jenis meja sembahyang: meja utama yang menempel dinding di bagian belakang dan meja persembahan di bagian depan (acuan: meja utama = Zhuzhuo; meja persembahan/sajian = Qizhuo) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar bagan denah altar leluhur yang ditampilkan guru di papan tulis, mencakup posisi Meja Utama (Zhuzhuo) dan Meja Sajian/Depan (Qizhuo) beserta perlengkapan dan sajiannya (10 menit).
- Guru menjelaskan aturan penataan altar leluhur: Meja Zhuzhuo (meja utama di belakang) memuat Papan Arwah/Shenzhu di paling belakang tengah, Dupa/Xianglu di depannya, serta Cangkir Teh/Arak (Chaliao); Meja Qizhuo (meja persembahan di depan) dihiasi Kain Altar (Zhuowei) di depan, Tempat Lilin (Zhutai) di kanan-kiri tepi depan, Sajian Makanan Utama (nasi, sayur, lauk) di tengah, serta Kue-kue (kue mangkuk, kue ku, wajik) dan Buah-buahan (jeruk, pisang) yang ditata rapi di bagian depan meja sajian (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan edukatif berkelompok 'Tantangan Susun Altar' di mana setiap kelompok menerima papan denah altar rumpang dan 8 kartu penataan berikut: (1) Shenzhu, (2) Xianglu, (3) Chaliao, (4) Zhutai, (5) Zhuowei, (6) Nasi dan sayur, (7) Aneka kue (kue ku/mangkuk/wajik), (8) Buah (jeruk/pisang); kelompok bertanding menempelkan kartu pada posisi meja yang benar (Zhuzhuo atau Qizhuo) dengan cepat dan tepat (15 menit).
- Secara mandiri pada lembar kerja, murid mengerjakan tugas menjelaskan penataan altar leluhur dengan mengelompokkan 6 benda ke dalam tabel meja yang tepat serta menjelaskan letak posisinya: (1) Shenzhu (posisi: Meja Zhuzhuo bagian paling belakang tengah), (2) Xianglu (posisi: Meja Zhuzhuo di depan Shenzhu), (3) Chaliao (posisi: Meja Zhuzhuo di depan Xianglu), (4) Zhutai (posisi: Meja Qizhuo tepi kanan dan kiri), (5) Makanan utama nasi dan sayur (posisi: Meja Qizhuo bagian tengah), (6) Buah dan kue (posisi: Meja Qizhuo bagian depan) (acuan: tepat mengelompokkan meja dan menjelaskan letak posisinya sesuai kunci) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa kebenaran penataan altar secara interaktif; murid mengecek hasil lembar kerjanya secara mandiri dan menyadari pentingnya kerapian penataan altar sebagai wujud bakti yang bersungguh-sungguh (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan tata letak penataan altar leluhur bahwa altar terbagi menjadi meja utama (Zhuzhuo) untuk penempatan shenzhu, xianglu, dan chaliao, serta meja depan (Qizhuo) untuk zhutai, zhuowei, dan aneka sajian (makanan, buah, kue) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan atas ketelitian murid, menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan belajar tata cara beribadah di litang, lalu menutup pembelajaran dengan doa syukur dan salam penutup 'Huang Tian Shang Di, Huang Yi Shang Di, Shan Zai' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa gambar denah bersimbol huruf yang memetakan Zhuzhuo dan Qizhuo; murid yang cepat diberikan denah kosong tanpa garis bantu pemisah.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu guru secara langsung menempatkan kartu benda satu per satu; murid yang cepat diminta mandiri menjelaskan alasan posisi benda (misal: lilin di tepi agar menerangi dan tidak menghalangi sajian).
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menjelaskan penataan 4 benda utama (Shenzhu, Xianglu, Zhutai, Sajian Buah/Makanan); murid yang cepat menjelaskan penataan lengkap 6 benda beserta rincian posisinya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Sebutkan nama meja utama di bagian belakang yang menempel dinding dan nama meja persembahan di bagian depan pada altar leluhur!' (Kunci/Acuan: Meja utama = Zhuzhuo; Meja persembahan = Qizhuo).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid saat permainan kelompok 'Tantangan Susun Altar' dalam menentukan posisi 8 kartu: Shenzhu, Xianglu, Chaliao (Meja Zhuzhuo) dan Zhutai, Zhuowei, Nasi sayur, Kue, Buah (Meja Qizhuo).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri murid dalam menjelaskan penataan 6 benda pada altar leluhur (Shenzhu, Xianglu, Chaliao pada Zhuzhuo; Zhutai, Sajian makanan, Buah/Kue pada Qizhuo).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk dua posisi acak pada denah altar di papan tulis dan meminta murid menjelaskan benda apa yang ditata di posisi tersebut (Acuan 1: posisi belakang tengah Zhuzhuo = Shenzhu; Acuan 2: tepi kanan-kiri meja Qizhuo = Zhutai/tempat lilin).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di pendahuluan mengenai identifikasi dua meja sembahyang leluhur (Zhuzhuo dan Qizhuo)
- Observasi unjuk kerja permainan klasifikasi kartu penataan altar dalam kelompok
- Tes tertulis objektif mandiri menjelaskan penataan 6 perlengkapan dan sajian pada denah altar leluhur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Penataan Altar Leluhur (Meja Zhuzhuo dan Qizhuo) | Menjelaskan penataan altar leluhur dengan benar kurang dari 3 benda dari 6 benda acuan (Shenzhu, Xianglu, Chaliao pada Zhuzhuo; Zhutai, Sajian makanan utama, Buah/Kue pada Qizhuo). | Menjelaskan penataan altar leluhur dengan benar 3 sampai 4 benda dari 6 benda acuan (Shenzhu, Xianglu, Chaliao pada Zhuzhuo; Zhutai, Sajian makanan utama, Buah/Kue pada Qizhuo). | Menjelaskan penataan altar leluhur dengan benar 5 benda dari 6 benda acuan (Shenzhu, Xianglu, Chaliao pada Zhuzhuo; Zhutai, Sajian makanan utama, Buah/Kue pada Qizhuo). | Menjelaskan penataan altar leluhur dengan tepat dan lengkap untuk seluruh 6 benda acuan (Shenzhu, Xianglu, Chaliao pada Zhuzhuo; Zhutai, Sajian makanan utama, Buah/Kue pada Qizhuo) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media denah visual altar leluhur dan kartu sajian efektif membantu murid memahami posisi penataan meja Zhuzhuo dan Qizhuo?
- Bagian penataan altar mana yang paling sering membuat murid tertukar posisinya dan bagaimana strategi memperbaikinya?
Murid:- Perlengkapan atau sajian apa saja yang sekarang sudah kamu ketahui letaknya di altar leluhur?
- Apakah kamu dapat membedakan benda-benda yang harus ditaruh di Meja Utama (Zhuzhuo) dan Meja Depan (Qizhuo)?
Pertemuan 4 — Menerapkan Sikap dan Urutan Tata Cara Pelaksanaan Ibadah kepada Leluhur di Litang secara Terbimbing — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Menerapkan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), memimpin doa pembuka, dan mengajak murid melakukan Jingzuo (duduk hening) selama 3 menit untuk memusatkan perhatian (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara lisan memilih urutan benar dari 2 pilihan prosedur ibadah di litang (acuan pilihan benar: merapikan pakaian -> bersikap bao xin bade -> membakar dupa -> berniat hormat/berdoa -> menancapkan dupa di dupa altar/xianglu) untuk mengecek kesiapan awal tata cara ibadah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mengamati peragaan guru dan panduan visual tentang sikap tubuh bao xin bade (merangkapkan tangan di dada dengan posisi tangan kiri mendekap tangan kanan) serta 4 urutan baku tata cara ibadah kepada leluhur di litang: (1) Menyiapkan diri dan pakaian rapi di depan altar, (2) Memegang dupa/xiang dengan sikap hormat di depan dada, (3) Melakukan penghormatan/sujud membungkuk (juli/gui) dengan penuh kekhidmatan, (4) Menancapkan dupa tegak lurus pada hiolo/xianglu dengan tertib (12 menit).
- Murid bermain kuis peragaan kilat 'Cek Sikap Dupa' di mana guru menyebutkan salah satu urutan dan murid bersama-sama menunjukkan gestur tubuh yang tepat sesuai tahapan urutan tersebut secara berkesadaran dan ceria (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berpasangan atau mandiri dengan bimbingan langsung guru berlatih menerapkan 4 langkah urutan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang simulasi kelas menggunakan tiruan perlengkapan altar/dupa sesuai panduan langkah: (1) berdiri tegak dan rapi di depan altar, (2) memegang dupa tiruan di depan dada dengan sikap bao xin bade, (3) melakukan penghormatan sujud membungkuk ke arah altar leluhur, (4) menancapkan dupa tiruan secara tegak lurus di xianglu (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan hening sejenak untuk merefleksikan pengalaman mempraktikkan tata cara ibadah kepada leluhur di litang secara terbimbing, mengungkapkan langkah mana yang terasa paling khidmat dan langkah mana yang membutuhkan latihan perbaikan (7 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 urutan inti tata cara ibadah leluhur di litang yang telah dipraktikkan (8 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap latihan hari ini, menyampaikan bahwa latihan berikutnya akan dilakukan secara kelompok mandiri (Pertemuan 5), dan menutup pembelajaran dengan doa penutup serta salam keagamaan Khonghucu (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah tata cara ibadah bagi murid yang membutuhkan pengingat visual urutan ibadah.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu urutan atau posisi tangan bao xin bade, guru mendampingi langkah demi langkah secara terbimbing; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan mempraktikkan rangkaian 4 urutan penuh secara mandiri tanpa jeda aba-aba guru.
- Produk: Unjuk kerja langsung penerapan 4 urutan tata cara ibadah kepada leluhur di litang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik memilih urutan tata cara ibadah: Guru memberikan 2 opsi skenario urutan: Opsi A (Menancapkan dupa dahulu -> baru merapikan pakaian -> berdoa) vs Opsi B (Merapikan pakaian -> bersikap bao xin bade -> berdoa/berniat hormat -> menancapkan dupa di xianglu). Murid diminta menentukan opsi yang tepat (acuan jawaban benar: Opsi B).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja praktik terbimbing penerapan 4 urutan tata cara ibadah kepada leluhur di litang: (1) Berdiri rapi di depan altar, (2) Memegang dupa dengan posisi bao xin bade di depan dada, (3) Melakukan sujud hormat/membungkuk khidmat, (4) Menancapkan dupa secara tegak lurus di xianglu. Kriteria: keteraturan urutan dan ketepatan sikap tubuh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/peragaan singkat pada akhir sesi: Meminta murid memperagakan kembali posisi tangan bao xin bade saat memegang dupa dan menyebutkan urutan tepat sebelum dupa ditancapkan ke xianglu (acuan jawaban: posisi tangan kiri mendekap tangan kanan di depan dada; urutan sebelumnya adalah melakukan sujud hormat/membungkuk ke arah altar).
Formatif:- Unjuk kerja praktik terbimbing: observasi keterlaksanaan sikap bao xin bade dan 4 urutan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang | Belum mampu menerapkan urutan tata cara ibadah (hanya melakukan 1 dari 4 urutan: berdiri rapi, sikap bao xin bade memegang dupa, sujud hormat membungkuk, menancapkan dupa tegak lurus) dan masih membutuhkan bimbingan penuh pada setiap langkah. | Mampu menerapkan 2 dari 4 urutan tata cara ibadah kepada leluhur di litang dengan bimbingan intensif guru. | Mampu menerapkan 3 hingga 4 urutan tata cara ibadah kepada leluhur di litang secara berurutan dan tepat dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu menerapkan seluruh 4 urutan tata cara ibadah kepada leluhur di litang (berdiri rapi, sikap bao xin bade memegang dupa, sujud hormat membungkuk, menancapkan dupa tegak lurus) secara runtut, tepat, dan khidmat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik terbimbing cukup memberikan kesempatan bagi setiap murid untuk mencoba tata cara ibadah?
- Langkah mana dari urutan tata cara ibadah kepada leluhur di litang yang paling banyak memerlukan perbaikan pada murid?
Murid:- Bagian mana dari tata cara ibadah di litang yang sudah bisa aku lakukan dengan benar?
- Apakah aku sudah bisa memegang dupa dengan sikap bao xin bade yang tepat?
Pertemuan 5 — Menerapkan Tata Cara Pelaksanaan Ibadah kepada Leluhur di Litang secara Berkelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Menerapkan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' yang dijawab 'Xian You Yi De', lalu mengajak murid berdoa pembuka bersama dengan sikap hormat (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara lisan mengurutkan 4 tahapan ibadah kepada leluhur di litang (acuan urutan benar: 1. Masuk altar dan Jingzuo/duduk hening; 2. Bersujud/Guibai dan Bai; 3. Mempersembahkan dupa/Xiang; 4. Doa penutup dan penghormatan akhir) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang secara berkelompok dengan tertib (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan bagan alur 4 tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang yang dipasang di papan tulis: (1) Jingzuo (duduk hening mempersiapkan hati), (2) Tata cara bersujud/Guibai dan Bai dengan hormat, (3) Mempersembahkan dupa (Xiang) ke hadapan dupa/xianglu leluhur, (4) Doa syukur dan penghormatan akhir (5 menit).
- Murid bersama kelompoknya memainkan tantangan interaktif 'Susun Urutan Ibadah': setiap kelompok menerima 4 kartu bertuliskan (A) 'Duduk hening (Jingzuo)', (B) 'Bersujud dan memberi hormat (Guibai & Bai)', (C) 'Mempersembahkan dupa (Xiang)', (D) 'Doa syukur dan hormat penutup' untuk diurutkan dengan tepat di meja kelompok (acuan urutan benar: A - B - C - D) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 murid) untuk melakukan simulasi terstruktur penerapan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di setting litang kelas, mempraktikkan 4 urutan: (1) Jingzuo, (2) Guibai dan Bai, (3) Mempersembahkan dupa tiruan, (4) Doa penutup (acuan: urutan runtut dari 1 sampai 4 sesuai panduan litang) (15 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran menerapkan simulasi 4 tahapan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di depan altar litang kelas, sementara kelompok lain mengamati kesesuaian urutan gerak dan tata ibadahnya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok mendiskusikan perasaan dan ketertiban mereka saat mempraktikkan 4 urutan tata cara ibadah bersama teman sekelompok di litang (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan 4 urutan tata cara pelaksanaan ibadah yang telah dipraktikkan seluruh kelompok (5 menit).
- Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup dan salam kebajikan bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar visual 4 urutan tata ibadah, sedangkan kelompok mahir langsung mempraktikkan tanpa kartu visual.
- Proses: Pada kelompok yang masih ragu, guru memberikan aba-aba penuntun transisi tiap tahapan ibadah; pada kelompok mahir, transisi tahapan dipimpin secara mandiri oleh salah satu anggota kelompok.
- Produk: Kelompok menunjukkan penerapan tata cara ibadah dengan 4 urutan lengkap, dengan scaffolding aba-aba verbal bagi yang memerlukan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 4 urutan tata cara saat kita beribadah kepada leluhur di litang!' (Acuan jawaban benar: 1. Jingzuo/duduk hening, 2. Guibai dan Bai/bersujud dan hormat, 3. Mempersembahkan dupa/Xiang, 4. Doa penutup/penghormatan akhir).
Proses:- Lembar observasi praktik simulasi kelompok menerapkan 4 tahapan tata cara ibadah kepada leluhur di litang (indikator: ketepatan urutan gerak dari tahap 1 hingga 4 dan ketertiban pelaksanaan dalam kelompok).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: meminta perwakilan kelompok mengonfirmasi kembali urutan pelaksanaan ibadah leluhur yang benar mulai dari awal hingga penutup (acuan: 1. Jingzuo, 2. Guibai & Bai, 3. Persembahan dupa, 4. Doa penutup).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja simulasi kelompok dalam menerapkan 4 tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang (urutan: Jingzuo, Guibai & Bai, persembahan dupa, doa penutup).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang | Menerapkan 1 dari 4 tata cara ibadah kepada leluhur di litang dengan benar (acuan 4 tata cara: 1. Jingzuo; 2. Guibai dan Bai; 3. Mempersembahkan dupa; 4. Doa penutup). | Menerapkan 2 dari 4 tata cara ibadah kepada leluhur di litang dengan urutan yang benar sesuai acuan. | Menerapkan 3 dari 4 tata cara ibadah kepada leluhur di litang dengan urutan yang benar sesuai acuan. | Menerapkan seluruh 4 tata cara ibadah kepada leluhur di litang dengan urutan yang tepat dan runtut sesuai acuan secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur simulasi berkelompok membantu seluruh murid mempraktikkan tata cara ibadah kepada leluhur di litang secara runtut?
- Bagian tahapan ibadah mana yang masih sering terlewatkan atau keliru urutannya oleh kelompok murid?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil mempraktikkan tata cara sembahyang kepada leluhur di litang bersama teman sekelompok?
- Urutan ibadah mana yang paling mudah kamu terapkan bersama kelompokmu?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Menjelaskan makna persembahyangan kepada leluhur
- TP 3.2.2 Menjelaskan peralatan dan perlengkapan sembahyang leluhur
- TP 3.2.3 Menjelaskan penataan altar leluhur
- TP 3.2.4 Menerapkan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam pembuka (Wei De Dong Tian - De Pei Tian Di) dan memimpin doa pembuka bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 2, yaitu mengukur pemahaman tentang makna sembahyang leluhur, peralatan dan penataan altar leluhur, serta penerapan tata cara ibadah kepada leluhur di litang (2 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis kepada seluruh kelompok dan menjelaskan tata tertib asesmen mandiri dan tertib (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis pengerjaan Lembar Kerja tertulis-visual (Bagian I: identifikasi 5 nama dan fungsi perlengkapan; Bagian II: penataan 10 elemen pada bagan altar) serta petunjuk teknis simulasi unjuk kerja ibadah berkelompok di miniatur altar litang (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara serentak dalam kelompok (7 kelompok @ 4 murid) mengerjakan Tugas 1: Lembar Kerja Tertulis-Visual tentang peralatan dan penataan altar leluhur selama 42 menit (42 menit). Soal Bagian I mengidentifikasi 5 perlengkapan: (1) Shenzhu (papan arwah/foto leluhur), (2) Xianglu (tempat abu/menancapkan dupa), (3) Zhutai (sepasang tempat lilin), (4) Chaliao (tempat persembahan cangkir teh dan arak), (5) Zhuowei (kain tabir penutup meja altar). Soal Bagian II menata 10 elemen pada bagan bertingkat: Meja Utama Atas [Zhuzhuo]: posisi A = Shenzhu, B = Xianglu, C = Chaliao, D = Nasi dan sayur mayur lauk-pauk, J = Zhutai (kiri dan kanan); Meja Depan Bawah [Qizhuo]: E = Jeruk, F = Pisang, G = Kue ku, H = Kue mangkuk, I = Wajik, serta K = Zhuowei (terpasang di depan meja). Pilihan pengalih yang tidak boleh dipilih: mangkuk dupa kelenteng Tian (Tianlu bertelinga naga), dupa merah besar berkepala naga, kertas emas kimzua.
- Murid melaksanakan Tugas 2: Unjuk Kerja Simulasi Ibadah kepada Leluhur di Litang secara bergantian per kelompok (7 kelompok @ 4 murid, masing-masing tampil 7 menit, total 49 menit) (44 menit). Setiap kelompok memeragakan 4 urutan langkah tata cara ibadah litang: (1) Merapikan pakaian dan mengambil sikap hormat Bao Xin Ba De di depan altar, (2) Memegang dupa/berdiri hening dengan sikap hormat di hadapan Shenzhu, (3) Melakukan penghormatan Runduk/Juxing (3 kali runduk dengan khidmat), (4) Menancapkan dupa tegak lurus di Xianglu dengan tenang dan melangkah mundur tertib. Bersamaan dengan simulasi, juru bicara kelompok menyampaikan penjelasan lisan singkat makna persembahyangan leluhur (acuan: wujud bakti/Xiao kepada orang tua dan leluhur, mengingat budi jasa leluhur, menyambung tali persaudaraan keluarga, dan tidak melupakan asal-usul kehidupan).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru melakukan hening sejenak (Jingzuo) untuk merenungkan makna bakti kepada orang tua dan leluhur setelah menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan mencatat rekapitulasi penilaian observasi simulasi ibadah (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kekhidmatan, dan kesungguhan murid selama menjalani asesmen sumatif Bab 2 (2 menit).
- Sesi ditutup dengan doa penutup dan salam peneguhan kebajikan Huang Yi Shang Di, Wei Tian You De (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bagan altar dengan kontras visual tinggi dan ukuran huruf/gambar jelas tanpa mengubah isi dan daftar perlengkapan yang diujikan.
- Proses: Memberikan pembacaan petunjuk tugas secara lisan bagi kelompok yang membutuhkan penegasan instruksi tanpa mengubah rubrik penilaian.
- Produk: Format bukti sumatif tetap seragam: lembar kerja tertulis-visual bagan altar dan peragaan unjuk kerja simulasi ibadah litang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis asesmen: guru memastikan kesiapan fisik murid dan meja simulasi altar litang telah steril dari kunci jawaban sebelum asesmen dimulai (acuan kesiapan: seluruh murid duduk tertib sesuai kelompok masing-masing).
Proses:- Observasi keterlibatan dan kemandirian pengerjaan lembar kerja serentak oleh setiap kelompok tanpa melihat buku catatan atau bantuan kelompok lain.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis-visual serentak dan unjuk kerja simulasi ibadah berkelompok: lembar kerja identifikasi perlengkapan dan bagan penataan altar leluhur serta peragaan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang bersama penjelasan lisan maknanya
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid berisi isian nama dan fungsi perlengkapan sembahyang leluhur serta penataan letak perlengkapan pada bagan altar leluhur yang dikerjakan seluruh kelas bersamaan (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran bagan altar)
- unjuk kerja simulasi kelompok: peragaan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di miniatur/altar litang kelas secara berkelompok (7 kelompok @ 4 murid, tampil 8 menit per kelompok) disertai penjelasan lisan singkat tentang makna persembahyangan kepada leluhur (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja tata cara ibadah dan penjelasan lisan makna sembahyang)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis-visual serentak dan unjuk kerja simulasi ibadah berkelompok: lembar kerja identifikasi perlengkapan dan bagan penataan altar leluhur serta peragaan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di litang bersama penjelasan lisan maknanya
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid berisi isian nama dan fungsi perlengkapan sembahyang leluhur serta penataan letak perlengkapan pada bagan altar leluhur yang dikerjakan seluruh kelas bersamaan (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran bagan altar)
- unjuk kerja simulasi kelompok: peragaan tata cara pelaksanaan ibadah kepada leluhur di miniatur/altar litang kelas secara berkelompok (7 kelompok @ 4 murid, tampil 8 menit per kelompok) disertai penjelasan lisan singkat tentang makna persembahyangan kepada leluhur (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja tata cara ibadah dan penjelasan lisan makna sembahyang)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Peralatan dan Perlengkapan Sembahyang Leluhur (TP 3.2.2) | Menjelaskan nama dan fungsi 1-2 perlengkapan sembahyang leluhur dengan tepat dari daftar acuan (Shenzhu, Xianglu, Zhutai, Chaliao, Zhuowei). | Menjelaskan nama dan fungsi 3 perlengkapan sembahyang leluhur dengan tepat dari daftar acuan (Shenzhu, Xianglu, Zhutai, Chaliao, Zhuowei). | Menjelaskan nama dan fungsi 4 perlengkapan sembahyang leluhur dengan tepat dari daftar acuan (Shenzhu, Xianglu, Zhutai, Chaliao, Zhuowei). | Menjelaskan nama dan fungsi seluruh 5 perlengkapan sembahyang leluhur dengan tepat sesuai daftar acuan (Shenzhu, Xianglu, Zhutai, Chaliao, Zhuowei). | | Menjelaskan Penataan Altar Leluhur (TP 3.2.3) | Menempatkan 1-4 elemen sajian/perlengkapan pada bagan altar dengan tepat, atau memilih 2-3 gambar pengalih (Tianlu naga, dupa naga, kimzua). | Menempatkan 5-7 elemen sajian/perlengkapan pada bagan altar dengan tepat (dari 10 elemen acuan: A-Shenzhu, B-Xianglu, C-Chaliao, D-Nasi lauk, E-Jeruk, F-Pisang, G-Kue ku, H-Kue mangkuk, I-Wajik, J-Zhutai, K-Zhuowei) dan memilih 1 gambar pengalih. | Menempatkan 8-9 elemen sajian/perlengkapan pada bagan altar dengan tepat dari 10 elemen acuan tanpa memilih gambar pengalih. | Menempatkan seluruh 10 elemen sajian/perlengkapan pada bagan altar secara tepat (A-Shenzhu, B-Xianglu, C-Chaliao, D-Nasi lauk, E-Jeruk, F-Pisang, G-Kue ku, H-Kue mangkuk, I-Wajik, J-Zhutai, K-Zhuowei) tanpa memilih gambar pengalih sama sekali. | | Menerapkan Tata Cara Ibadah Leluhur di Litang (TP 3.2.4) | Menerapkan 1 dari 4 urutan ibadah di litang (acuan: sikap Bao Xin Ba De, pegang dupa hening, runduk/juxing 3 kali, tancap dupa dan mundur tertib) dengan benar. | Menerapkan 2 dari 4 urutan ibadah di litang dengan benar dan runtut. | Menerapkan 3 dari 4 urutan ibadah di litang dengan benar dan runtut. | Menerapkan seluruh 4 urutan ibadah kepada leluhur di litang (sikap Bao Xin Ba De, dupa hening, runduk 3 kali juxing, tancap dupa tegak lurus dan mundur tertib) secara benar, runtut, dan khidmat. | | Menjelaskan Makna Persembahyangan kepada Leluhur (TP 3.2.1) | Menjelaskan 1 butir makna sembahyang leluhur dari daftar acuan (wujud bakti Xiao, mengenang budi jasa, menyambung tali persaudaraan keluarga, tidak melupakan asal-usul). | Menjelaskan 2 butir makna sembahyang leluhur dari daftar acuan secara lisan. | Menjelaskan 3 butir makna sembahyang leluhur dari daftar acuan secara lisan. | Menjelaskan seluruh 4 butir makna sembahyang leluhur (wujud bakti Xiao, mengenang budi jasa, menyambung tali persaudaraan keluarga, tidak melupakan asal-usul) secara lisan dengan jelas dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit tes tertulis dan 60 menit simulasi unjuk kerja kelompok berjalan tepat waktu dan kondusif?
- Bagian penataan altar atau urutan ibadah litang mana yang masih memerlukan penguatan tambahan bagi murid?
Murid:- Bagian mana dari tata cara sembahyang kepada leluhur yang paling aku kuasai dengan baik?
- Mengapa aku harus selalu bersikap hormat dan berbakti kepada orang tua dan leluhurku?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022) Bab 2
- Kitab Suci Si Shu (Zhongyong XV:3 dan XVIII:3)
- Buku Pedoman Perilaku Anak Dizigui
- Set Kartu Makna Bakti (media kuis berpasangan)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
- Poster/gambar peralatan sembahyang leluhur (Shenzhu, Xianglu, Zhutai, Chaliao, Zhuowei)
- Kartu permainan nama dan fungsi peralatan sembahyang leluhur
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022, Halaman 63-69)
- Gambar/Poster Skema Bagan Denah Altar Leluhur (Zhuzhuo dan Qizhuo)
- Set kartu gambar perlengkapan dan sajian sembahyang leluhur
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
- Set simulasi altar litang mini (meja altar, dupa tiruan, xianglu/tempat dupa tiruan)
- Kartu panduan urutan tata cara ibadah berbergambar
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022.
- Bagan alur tata cara ibadah leluhur, kartu susun urutan ibadah, dupa peraga (tiruan), dan perlengkapan simulasi litang kelas.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022
- Lembar Kerja Sumatif Bagan Penataan Altar Leluhur
- Miniatur Altar Litang (Shenzhu simulasi, Xianglu, Zhutai, tiruan sajian buah dan kue)
- Hio/dupa peraga
|