Modul AjarBab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 1: Diriku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 3 untuk Bab 1 "Diriku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 1: Diriku

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 1 — Diriku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 1 — Diriku
Alokasi Waktu23 JP (23 x 35 menit = 805 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.1.1 Menjelaskan tentang watak sejati menurut pendapat Mengzi
  2. TP 3.1.2 Menerapkan perilaku menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari
  3. TP 3.1.3 Menerapkan sikap berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari
  4. TP 3.1.4 Menerapkan perilaku saling mengasihi sesama manusia dalam lingkungan pergaulan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari manakah asal watak sejati (xing) yang ada di dalam diri manusia?
  2. Menurut pendapat Mengzi, apakah pada dasarnya watak sejati manusia itu baik atau buruk?
  3. Apa saja empat benih kebajikan watak sejati yang dikaruniakan Tian kepada setiap manusia menurut Mengzi?
  4. Bagaimana rasa hati kita menunjukkan adanya benih Cinta Kasih (Ren), Kebenaran (Yi), Kesusilaan (Li), dan Kebijaksanaan (Zhi)?
  5. Mengapa seorang Junzi (insan berbudi luhur) wajib menghargai waktu setiap hari?
  6. Bagaimana cara mengatur kegiatan dari bangun tidur hingga malam agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia?
  7. Mengapa seorang Junzi harus berhenti bermain tepat waktu saat jam belajar tiba?
  8. Apa akibatnya bagi diri sendiri jika kita menunda waktu mengerjakan tugas sekolah?
  9. Mengapa seorang anak Junzi perlu memikirkan ucapannya sebelum berbicara kepada teman atau orang tua?
  10. Apa akibat yang bisa terjadi jika kita berbicara tanpa berhati-hati?
  11. Mengapa seorang Junzi harus berhati-hati sebelum melakukan suatu perbuatan?
  12. Apa bahaya atau akibat yang bisa terjadi jika kita bertindak ceroboh saat belajar atau bermain?
  13. Apa yang kamu lakukan jika melihat temanmu tersandung dan bekal makanannya jatuh di sekolah?
  14. Mengapa kita perlu bersikap ramah dan saling menolong kepada semua teman tanpa membeda-bedakan?
  15. Bagaimana watak sejati (xing) yang dianugerahkan Tian membimbing kita menjadi seorang Junzi?
  16. Mengapa seorang Junzi perlu menghargai waktu, berhati-hati dalam ucapan/perbuatan, dan mengasihi sesama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan hakikat watak sejati (xing) sebagai karunia Tian menurut pendapat Mengzi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Menjelaskan tentang watak sejati menurut pendapat Mengzi

Pendahuluan:

  • Guru bersama murid memberi salam keagamaan, berdoa pembuka bersama, dan melakukan hening sejenak / Jingzuo (Duduk Tenang) untuk memusatkan kesadaran batin (4 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan: (1) 'Siapakah tokoh penerus ajaran Nabi Kongzi yang menegaskan watak sejati manusia?' (acuan jawaban: Mengzi / Yasheng Mengzi); (2) 'Siapakah yang mengaruniakan watak sejati (xing) kepada manusia?' (acuan jawaban: Tian / Tuhan Yang Maha Esa); (3) 'Bagaimanakah keadaan watak sejati manusia saat dilahirkan menurut Mengzi?' (acuan jawaban: baik / fitrah suci) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan teks bacaan mengenai riwayat singkat Yasheng Mengzi serta ajaran dalam Kitab Mengzi VIA:2.1-2.3 bahwa watak sejati (xing) manusia adalah karunia suci dari Tian yang pada hakikatnya berwatak baik (12 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 3 butir intisari hakikat watak sejati menurut Mengzi: (1) Watak sejati adalah benih suci karunia Tian; (2) Watak sejati manusia pada dasarnya baik (ren zhi chu, xing ben shan); (3) Manusia berbuat tidak baik bukan karena watak sejatinya jahat, melainkan karena kehilangan atau tidak merawat watak sejatinya (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti kuis tantangan berpasangan 'Tebak Benar/Salah Watak Sejati' yang menggembirakan dengan mengangkat kartu hijau (Benar) atau kartu merah (Salah) untuk 4 pernyataan: (1) Watak sejati manusia adalah karunia dari sesama manusia (Salah, acuan: karunia Tian); (2) Yasheng Mengzi menegaskan bahwa hakikat watak sejati manusia pada dasarnya baik (Benar); (3) Bila seseorang berbuat jahat, itu membuktikan watak sejati aslinya memang jahat (Salah, acuan: bukan karena watak aslinya jahat, melainkan karena terpengaruh lingkungan/kehilangan watak sejatinya); (4) Menjaga hati dan merawat watak sejati merupakan bentuk pengabdian kepada Tian (Benar) (12 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar penjelasan untuk menjelaskan 3 konsep watak sejati menurut Mengzi berdasarkan pertanyaan terstruktur: (a) Siapa pemberi watak sejati manusia; (b) Bagaimana sifat dasar watak sejati manusia menurut Mengzi; (c) Mengapa manusia bisa berbuat salah jika watak sejatinya baik (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak duduk hening menyadari bahwa di dalam dirinya tersimpan watak sejati yang baik karunia Tian yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
  • Murid dan guru menyimpulkan bersama pemahaman tentang hakikat watak sejati manusia menurut ajaran Yasheng Mengzi (4 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid pada lembar penjelasan konsep watak sejati (4 menit).
  • Guru menyampaikan rencana kegiatan berikutnya mengenai empat benih kebajikan watak sejati dan menutup pembelajaran dengan doa syukur (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci (Tian, Mengzi, Baik, Merawat), sedangkan murid yang cepat membaca teks rujukan Kitab Mengzi VIA:2 secara mandiri.
  • Proses: Pada tahap mengaplikasi lembar kerja, murid dengan kesiapan belajar awal didampingi guru dengan panduan pertanyaan beruntun, sedangkan murid mahir langsung menuliskan penjelasannya secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menjelaskan dengan melengkapi kalimat terstruktur, sedangkan murid mahir menyusun kalimat penjelasan utuh dengan bahasanya sendiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan kesiapan materi watak sejati: (1) Siapakah tokoh yang menegaskan hakikat watak sejati manusia? (acuan: Mengzi / Yasheng Mengzi); (2) Dari manakah asal watak sejati manusia? (acuan: Tian / Tuhan); (3) Bagaimana hakikat watak sejati manusia menurut Mengzi? (acuan: baik / suci).

Proses:

  • Kuis Benar/Salah 4 butir: Butir 1 (Watak sejati karunia sesama manusia -> Kunci: Salah); Butir 2 (Hakikat watak sejati pada dasarnya baik -> Kunci: Benar); Butir 3 (Orang berbuat jahat membuktikan watak sejati aslinya jahat -> Kunci: Salah); Butir 4 (Menjaga watak sejati adalah mengabdi kepada Tian -> Kunci: Benar).
  • Lembar penjelasan tertulis 3 konsep: (1) Tian sebagai pemberi watak sejati manusia; (2) Watak sejati manusia pada dasarnya baik; (3) Perbuatan salah terjadi karena manusia kehilangan/tidak merawat watak sejatinya dan terpengaruh kebiasaan buruk (bukan karena watak asalnya jahat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan simpulan inti hakikat watak sejati menurut Mengzi: (1) Karunia Tian; (2) Pada dasarnya baik; (3) Wajib dijaga agar tidak hilang.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada pendahuluan
  • Kuis respon cepat kartu Benar/Salah (4 butir)
  • Tugas tertulis menjelaskan 3 konsep hakikat watak sejati menurut Mengzi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan tentang watak sejati menurut pendapat MengziBelum mampu menjelaskan konsep watak sejati menurut Mengzi atau hanya tepat menjelaskan 1 dari 3 konsep inti (Pemberi watak sejati: Tian; Sifat dasar: baik; Alasan perbuatan salah: tidak merawat/kehilangan watak sejati) walau dengan bimbingan penuh.Mampu menjelaskan 2 dari 3 konsep inti watak sejati menurut Mengzi (Tian sebagai pemberi, sifat dasar baik, dan manusia bersalah karena kehilangan/tidak menjaga watak sejati) dengan bantuan bimbingan guru.Mampu menjelaskan seluruh 3 konsep inti watak sejati menurut Mengzi (watak sejati karunia Tian, pada dasarnya baik, dan manusia bersalah karena tidak merawat/kehilangan watak sejati) secara tepat dan mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 3 konsep inti watak sejati menurut Mengzi (watak sejati karunia Tian, pada dasarnya baik, dan manusia bersalah karena tidak merawat/kehilangan watak sejati) secara tepat, lengkap, runtut, dan mengaitkannya dengan kutipan intisari Kitab Mengzi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas kuis kartu Benar/Salah efektif membantu murid memahami hakikat watak sejati menurut Mengzi?
  • Apakah penjelasan terbimbing sudah cukup memfasilitasi murid yang membutuhkan perancah pemahaman konsep?

Murid:

  • Apakah aku sudah memahami bahwa watak sejatiku berasal dari Tian dan pada dasarnya baik?
  • Apa yang harus kulakukan agar watak sejati yang baik di dalam diriku tidak hilang?

Pertemuan 2 — Menjelaskan empat benih kebajikan watak sejati menurut pendapat Mengzi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Menjelaskan tentang watak sejati menurut pendapat Mengzi

Pendahuluan:

  • Guru bersama murid mengawali pembelajaran dengan memberi salam hormat Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De) dan melantunkan doa pembuka, dilanjutkan presensi (5 menit).
  • Guru membimbing murid melakukan Jingzuo (Duduk Tenang) selama 3 menit untuk mengheningkan hati dan memusatkan pikiran pada karunia Tian dalam diri (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan 4 nama benih kebajikan watak sejati manusia menurut ajaran Mengzi!' (acuan: Ren/Cinta Kasih, Yi/Kebenaran, Li/Kesusilaan, Zhi/Kebijaksanaan) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks Kitab Mengzi VIA:6.7 pada buku materi tentang 4 benih kebajikan watak sejati beserta makna rasa hatinya: (1) Ren (Cinta Kasih) yaitu rasa hati berbelaskasihan/ingin menolong; (2) Yi (Kebenaran) yaitu rasa hati malu dan tidak suka berbuat jahat; (3) Li (Kesusilaan) yaitu rasa hati hormat dan mengindahkan aturan/orang lain; (4) Zhi (Kebijaksanaan) yaitu rasa hati membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah (15 menit).
  • Murid bersama guru melakukan tanya jawab mendalam untuk menjelaskan kembali kaitan antara masing-masing benih kebajikan dengan rasa hati asalnya berdasarkan ajaran Mengzi (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Tepat 4 Benih Kebajikan': satu murid menyebutkan rasa hati/artinya dan pasangannya menyebutkan nama benih kebajikan Mengzi yang sesuai secara bergantian dengan ceria (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Menjelaskan 4 Benih Kebajikan Watak Sejati Mengzi' yang memuat 4 butir soal menjodohkan dan menjelaskan: Butir 1: 'Rasa hati berbelaskasihan dan ingin menolong' -> Ren (Cinta Kasih); Butir 2: 'Rasa hati malu dan membenci perbuatan jahat' -> Yi (Kebenaran); Butir 3: 'Rasa hati hormat dan mengindahkan orang lain' -> Li (Kesusilaan); Butir 4: 'Rasa hati membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah' -> Zhi (Kebijaksanaan) (acuan: kunci pasangan di atas) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi hasil lembar kerja dengan mengonfirmasi ketepatan penjelasan dari keempat benih kebajikan watak sejati Mengzi (10 menit).
  • Murid mengungkapkan secara berkesadaran benih kebajikan mana yang paling mudah mereka kenali di dalam perasaan mereka saat menghadapi peristiwa sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik penegasan atas ketercapaian seluruh murid dalam menjelaskan empat benih kebajikan watak sejati menurut Mengzi (5 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pengantar pertemuan berikutnya mengenai penerapan perilaku menghargai waktu, kemudian menutup pembelajaran dengan doa syukur dan salam penutup Khonghucu (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu ringkasan visual bergambar simbol Ren, Yi, Li, Zhi beserta artinya untuk murid yang memerlukan bantuan visual.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan bertahap mencocokkan kata kunci rasa hati, sedangkan murid yang cepat diminta menjelaskan secara lisan contoh situasi rasa hati dari keempat benih kebajikan tersebut.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan 4 benih kebajikan Mengzi melalui tulisan berstruktur pada lembar kerja atau penjelasan lisan terarah langsung kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal sesi: 'Sebutkan 4 nama benih kebajikan watak sejati manusia menurut ajaran Mengzi!' (Acuan jawaban benar: Ren / Cinta Kasih, Yi / Kebenaran, Li / Kesusilaan, Zhi / Kebijaksanaan; pemetaan: menguasai bila menyebut 4 benar, cukup bila menyebut 2-3 benar, butuh bimbingan bila menyebut 0-1 benar).

Proses:

  • Formatif proses melalui Lembar Kerja 'Menjelaskan 4 Benih Kebajikan Watak Sejati Mengzi' berisi 4 butir: (1) Menjelaskan Ren beserta artinya rasa hati belas kasihan/ingin menolong; (2) Menjelaskan Yi beserta artinya rasa hati malu/membenci kejahatan; (3) Menjelaskan Li beserta artinya rasa hati hormat/mengindahkan aturan; (4) Menjelaskan Zhi beserta artinya rasa hati membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah (Acuan jawaban: ketepatan menjelaskan 4 pasangan benih dan makna rasa hatinya sesuai ajaran Kitab Mengzi VIA:6.7).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru menunjuk acak 4 murid untuk masing-masing menjelaskan satu benih kebajikan Mengzi dan rasa hatinya secara berurutan (Acuan: Murid 1 = Ren: rasa hati berbelas kasihan; Murid 2 = Yi: rasa hati malu berbuat jahat; Murid 3 = Li: rasa hati hormat dan mengindahkan; Murid 4 = Zhi: rasa hati membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal menyebutkan nama 4 benih kebajikan watak sejati Mengzi
  • Observasi unjuk kerja kuis berpasangan 'Tebak Tepat 4 Benih Kebajikan'
  • Penilaian lembar kerja tertulis menjelaskan 4 benih kebajikan watak sejati dan rasa hati pembentuknya menurut Mengzi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan empat benih kebajikan watak sejati menurut MengziMampu menjelaskan paling banyak 1 dari 4 benih kebajikan watak sejati Mengzi beserta makna rasa hatinya secara tepat dengan bimbingan penuh guru (Acuan 4 benih: Ren = rasa hati belas kasihan; Yi = rasa hati malu/tidak suka jahat; Li = rasa hati hormat/mengindahkan; Zhi = rasa hati membenarkan/menyalahkan).Mampu menjelaskan 2 sampai 3 dari 4 benih kebajikan watak sejati Mengzi beserta makna rasa hatinya secara tepat dengan sedikit bimbingan guru (Acuan: Ren, Yi, Li, Zhi beserta makna rasa hati masing-masing).Mampu menjelaskan seluruh 4 benih kebajikan watak sejati Mengzi (Ren = belas kasihan, Yi = malu berbuat jahat, Li = hormat/mengindahkan, Zhi = tahu benar dan salah) secara tepat dan mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 4 benih kebajikan watak sejati Mengzi (Ren, Yi, Li, Zhi) secara tepat, lengkap beserta makna rasa hatinya, serta mampu menguraikan perbedaannya secara runtut dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan metode kuis tantangan berpasangan efektif meningkatkan pemahaman murid mengenai empat benih kebajikan Mengzi?
  • Bagian mana dari penjelasan empat benih kebajikan (Ren, Yi, Li, Zhi) yang masih membingungkan bagi murid?

Murid:

  • Apa saja empat benih kebajikan yang sudah kamu pelajari hari ini?
  • Rasa hati mana dari empat benih kebajikan Mengzi yang paling sering kamu rasakan saat bersama teman-temanmu?

Pertemuan 3 — Menerapkan perilaku menghargai waktu melalui penyusunan jadwal kegiatan harian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.2 Menerapkan perilaku menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam pembuka Wei De Dong Tian, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan Jingzuo (duduk tenang berkesadaran) selama 3 menit untuk memusatkan perhatian dan menyadari nikmat waktu pemberian Tian (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan kepada murid: meminta murid menentukan apakah perilaku menghargai waktu atau menyia-nyiakan waktu dari 3 situasi berikut: (1) Bangun pagi tepat waktu sebelum jam 06.00 agar tidak terlambat, (2) Bermain game berjam-jam hingga lupa mengerjakan tugas sekolah, (3) Menyiapkan perlengkapan belajar di malam hari sebelum tidur (acuan: perilaku 1 dan 3 = menghargai waktu; perilaku 2 = menyia-nyiakan waktu) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membaca kutipan Dizigui: 'Zhao qi zao, ye mian chi. Lao yi zhi, xi ci shi' (Pagi hari bangunlah lebih pagi, malam hari tidurlah tepat waktu; masa tua lekas datang, hargailah waktu sekarang ini) serta maknanya dalam mengembangkan watak sejati sebagai seorang Junzi (15 menit).
  • Murid secara mandiri mencermati 4 kartu aktivitas harian yang dibagikan guru, lalu mengelompokkannya ke dalam tabel 'Menghargai Waktu' atau 'Menyia-nyiakan Waktu'. Empat kartu tersebut adalah: (1) Menunda-nunda tugas PR hingga larut malam, (2) Merapikan tempat tidur segera setelah bangun pagi, (3) Menonton TV melewati jam tidur malam, (4) Mengatur waktu belajar dan bermain secara seimbang (acuan: kartu 2 dan 4 = Menghargai Waktu; kartu 1 dan 3 = Menyia-nyiakan Waktu) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan permainan tantangan berpasangan 'Tangkas Waktu': secara bergantian murid mengambil satu kartu waktu acak (Pukul 06.00, Pukul 13.00, Pukul 16.00, Pukul 19.00) lalu pasangannya menyebutkan kegiatan tepat yang mencerminkan sikap menghargai waktu (acuan: 06.00 = sarapan/siap ke sekolah; 13.00 = makan siang/istirahat; 16.00 = mandi sore/bermain secukupnya; 19.00 = belajar/mengerjakan PR) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun Lembar Rencana Jadwal Harian Junzi yang memuat 4 alokasi waktu wajib: (1) Pagi hari (05.30-06.30), (2) Siang hari (12.30-14.00), (3) Sore hari (16.00-17.30), dan (4) Malam hari (19.00-20.30) dengan menuliskan kegiatan bermanfaat nyata yang mencerminkan penghargaan terhadap waktu (acuan: memuat kegiatan bangun pagi/bersiap sekolah, pulang sekolah/istirahat, aktivitas sore/bermain berbatas waktu, belajar/tidur tepat waktu) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali jadwal harian yang telah disusun, membandingkannya dengan rutinitas aslinya sehari-hari, dan menandai satu kegiatan yang selama ini paling sering ditunda agar mulai diperbaiki tepat waktu (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa menghargai waktu melalui jadwal harian yang teratur adalah wujud nyata merawat Watak Sejati pemberian Tian (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat: (1) Apa manfaat menyusun jadwal kegiatan harian? (kriteria: murid menyebutkan agar waktu teratur / tidak lupa waktu / tidak terlambat), (2) Sebutkan 2 contoh kegiatan menghargai waktu di pagi dan malam hari! (acuan: pagi = bangun pagi/siap sekolah tepat waktu; malam = belajar/tidur tidak larut malam) (5 menit).
  • Guru memberikan arahan tindak lanjut untuk mempraktikkan jadwal tersebut di rumah, lalu menutup pelajaran dengan doa syukur dan salam Huang You Shi De (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar jadwal bergambar dengan ikon kegiatan bagi murid yang masih membutuhkan bantuan visual, dan lembar tabel rincian berbasis teks bagi murid yang sudah lancar menulis mandiri.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung kepada murid yang kesulitan menentukan pembagian jam kegiatan, sementara murid yang lebih cepat diarahkan melengkapi jadwal dengan target durasi menit di setiap aktivitas.
  • Produk: Murid dapat menyusun jadwal harian dalam bentuk tabel daftar waktu atau bagan jam lingkaran bergambar sesuai kenyamanan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan menentukan perilaku menghargai waktu vs menyia-nyiakan waktu dari 3 situasi konkret: (1) Bangun pagi tepat waktu sebelum 06.00 (menghargai waktu), (2) Bermain game berjam-jam hingga lupa PR (menyia-nyiakan waktu), (3) Menyiapkan perlengkapan belajar sebelum tidur (menghargai waktu).

Proses:

  • Pengelompokan 4 kartu aktivitas harian: (1) Menunda PR (menyia-nyiakan), (2) Merapikan kasur pagi (menghargai), (3) Nonton TV larut (menyia-nyiakan), (4) Mengatur waktu belajar dan main secara seimbang (menghargai).
  • Penyusunan Lembar Jadwal Harian Junzi yang mencakup 4 pembagian waktu (pagi, siang, sore, malam) dengan perilaku menghargai waktu yang logis dan runtut.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: (1) Menjelaskan 1 manfaat jadwal harian (kriteria: agar hidup tertib/tidak membuang waktu/tidak terlambat), (2) Menyebutkan 2 contoh perilaku menghargai waktu di pagi dan malam hari (acuan: pagi bangun lebih awal/tidak telat sekolah; malam belajar dan tidur tepat waktu).

Formatif:

  • Penilaian kinerja penyusunan jadwal kegiatan harian menggunakan rubrik
  • Tes lisan/tulis cek pemahaman identifikasi perilaku menghargai waktu

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan perilaku menghargai waktu melalui jadwal harianBelum mampu menyusun jadwal harian yang memuat kegiatan menghargai waktu (kurang dari 2 pembagian waktu yang diisi secara tepat).Menyusun jadwal harian yang memuat 2 dari 4 pembagian waktu (pagi, siang, sore, malam) dengan kegiatan menghargai waktu yang tepat.Menyusun jadwal harian yang memuat 3 dari 4 pembagian waktu (pagi, siang, sore, malam) dengan kegiatan menghargai waktu yang tepat.Menyusun jadwal harian secara mandiri dan lengkap mencakup seluruh 4 pembagian waktu (pagi, siang, sore, malam) dengan kegiatan menghargai waktu yang tepat, runtut, dan realistis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan Tangkas Waktu efektif membantu murid memahami cara mengatur kegiatan sehari-hari?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam menyusun jadwal kegiatan harian yang realistis untuk dipraktikkan di rumah?

Murid:

  • Kegiatan mana dalam jadwal harian yang paling mudah kamu lakukan tepat waktu setiap hari?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika tergoda bermain terlalu lama hingga lupa waktu belajar?

Pertemuan 4 — Menerapkan perilaku menepati waktu dalam kegiatan belajar dan bermain sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.2 Menerapkan perilaku menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru bersama murid membuka pembelajaran dengan salam kebajikan Wei De Dong Tian dan doa pembuka (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih satu tindakan tepat pada situasi: 'Bel masuk kelas berbunyi saat kamu sedang asyik bermain bola di halaman.' Opsi: A. Terus bermain sampai bola masuk gawang; B. Langsung berhenti bermain dan segera masuk ke kelas (kunci: B) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai kutipan naskah Dizigui terkait disiplin waktu: 'Zhao qi zao, ye mian chi, lao yi zhi, xi ci shi' yang bermakna menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakannya dalam belajar maupun berkegiatan (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi 4 kartu skenario perilaku berikut ke dalam kelompok 'Menepati Waktu' atau 'Menyia-nyiakan Waktu': (1) Menghentikan permainan gim saat alarm belajar berbunyi; (2) Menunda belajar karena menonton video daring; (3) Menyiapkan perlengkapan sekolah malam hari sebelum tidur; (4) Terlambat masuk kelas karena mengobrol di koridor (acuan: Kartu 1 dan 3 = Menepati Waktu; Kartu 2 dan 4 = Menyia-nyiakan Waktu) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Tantangan Detektif Waktu': setiap pasangan menerima 4 lembar kasus harian kegiatan belajar dan bermain, lalu menentukan tindakan penerapan tepat waktu untuk masing-masing kasus: Kasus 1: Sedang seru main lego bersama adik pukul 16.00 padahal jadwal belajar sore dimulai pukul 16.00 (tindakan tepat: merapikan lego dan mulai belajar); Kasus 2: PR matematika harus dikumpulkan besok pagi tetapi teman mengajak main sepeda di sore hari (tindakan tepat: menyelesaikan PR dulu baru bermain sepeda bila masih ada sisa waktu luang); Kasus 3: Waktu istirahat sekolah tersisa 2 menit (tindakan tepat: segera mencuci tangan dan kembali duduk di kelas); Kasus 4: Malam hari pukul 20.30 jadwal tidur malam (tindakan tepat: mematikan lampu kamar/alat elektronik dan tidur tanpa menunda) (25 menit).
  • Secara mandiri, murid mengisi Lembar Komitmen Tindakan Nyata berupa penentuan batas durasi dan tindakan disiplin diri pada dua kegiatan harian: (1) Sesi belajar mandiri di rumah (menentukan jam mulai, jam selesai, dan komitmen menyingkirkan mainan selama belajar); (2) Sesi bermain di rumah (menentukan jam mulai, jam selesai, dan komitmen menghentikan permainan saat alarm berdering) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan memeriksa diri: perilaku mana di antara belajar dan bermain selama seminggu terakhir yang paling sering tidak tepat waktu serta menuliskan 1 langkah perbaikannya (acuan kriteria: menyebutkan nama kegiatan dan 1 tindakan konkret perbaikan ketepatan waktu) (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan manfaat membiasakan perilaku menepati waktu dalam belajar dan bermain sebagai cermin pribadi Junzi yang merawat watak sejatinya (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan rencana penerapan di rumah, memandu doa penutup kebajikan, dan salam penutup Xian You Yi De (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar jam analog dengan penanda batas jelas waktu belajar dan bermain; murid yang lebih cepat diberikan skenario studi kasus benturan waktu kegiatan belajar kelompok dan waktu bermain.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan didampingi guru dengan bimbingan membaca skenario kasus secara terbimbing; murid mandiri menyelesaikan analisis skenario secara berpasangan.
  • Produk: Murid dapat menyatakan rencana penerapan waktu belajar dan bermain dalam bentuk tabel jam kegiatan sederhana bergambar atau daftar ceklis komitmen jam harian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik cepat pemahaman dasar menepati waktu melalui soal pilihan tunggal: 'Bel masuk kelas berbunyi saat kamu sedang asyik bermain bola di halaman.' Murid diminta memilih: A. Terus bermain sampai bola masuk gawang; B. Langsung berhenti bermain dan segera masuk ke kelas (Kunci: B).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dan ketepatan menentukan tindakan menepati waktu pada 4 kasus permainan 'Tantangan Detektif Waktu' (Kasus 1: merapikan lego dan mulai belajar; Kasus 2: menyelesaikan PR dulu; Kasus 3: segera kembali ke kelas; Kasus 4: mematikan alat elektronik dan segera tidur).
  • Pemeriksaan Lembar Komitmen Tindakan Nyata murid mengenai kejelasan jam mulai, jam selesai, dan tindakan disiplin menepati waktu belajar serta bermain.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman reflektif di akhir pembelajaran: murid menuliskan 1 situasi belajar atau bermain di rumah dan 1 komitmen tindakan konkret menepati waktu pada situasi tersebut (Kriteria penerimaan: memuat nama aktivitas dan batas jam/isyarat penghentian secara jelas tanpa menunda).

Formatif:

  • Penilaian performa analisis kasus berpasangan 'Tantangan Detektif Waktu' menggunakan lembar ceklis ketepatan solusi.
  • Penilaian Lembar Komitmen Tindakan Nyata penerapan waktu belajar dan bermain secara mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan perilaku menepati waktu dalam kegiatan belajar dan bermainBelum mampu menentukan tindakan menepati waktu pada 4 skenario kasus kegiatan belajar dan bermain meski dengan bimbingan penuh guru.Mampu menentukan tindakan menepati waktu pada 1-2 skenario kasus kegiatan belajar dan bermain dengan tepat.Mampu menentukan tindakan menepati waktu pada 3 skenario kasus kegiatan belajar dan bermain dengan tepat secara mandiri.Mampu menentukan tindakan menepati waktu pada seluruh (4) skenario kasus kegiatan belajar dan bermain dengan tepat serta menyusun komitmen tindakan nyata belajar dan bermain secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan 'Tantangan Detektif Waktu' efektif membantu murid menyadari pentingnya menepati waktu belajar dan bermain?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam menyusun komitmen tindakan nyata menepati waktu secara mandiri?

Murid:

  • Kegiatan mana yang masih sering membuat saya lupa waktu: belajar atau bermain?
  • Apa yang akan saya lakukan ketika alarm waktu belajar berbunyi saat saya sedang asyik bermain?

Pertemuan 5 — Menerapkan sikap berhati-hati dalam perkataan sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Menerapkan sikap berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru bersama murid mengawali pembelajaran dengan salam kebajikan Wei De Dong Tian, salam pembuka, dan berdoa bersama (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran, mengondisikan kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menerapkan sikap berhati-hati dalam perkataan sehari-hari (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang pemilahan 3 contoh perkataan: (1) 'Boleh aku pinjam pensilmu sebentar?' [kategori: berhati-hati], (2) 'Kamu payah sekali begitu saja tidak bisa!' [kategori: tidak berhati-hati], (3) 'Terima kasih sudah membantuku' [kategori: berhati-hati] untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati dan menyimak penjelasan guru tentang prinsip seorang Junzi dalam bertutur kata berdasarkan ajaran agama Khonghucu, yaitu berpikir sebelum berucap, berbicara jujur, sopan, dan tidak menyakiti perasaan orang lain (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengidentifikasi 4 kalimat ucapan pada papan tulis apakah tergolong 'Perkataan Berhati-hati' atau 'Perkataan Tidak Berhati-hati': Kalimat 1: 'Maaf, aku tidak sengaja menyenggolmu' (acuan: Berhati-hati); Kalimat 2: 'Baju barumu jelek sekali' (acuan: Tidak Berhati-hati); Kalimat 3: 'Permisi Bu Guru, bolehkah saya izin ke belakang?' (acuan: Berhati-hati); Kalimat 4: 'Jangan ajak dia main, dia lambat!' (acuan: Tidak Berhati-hati) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Filter Kata Junzi': satu murid membacakan situasi dan pasangannya menerapkan sikap berhati-hati dengan memilih perkataan yang tepat dan santun secara langsung dalam suasana yang menyenangkan (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Penerapan Perkataan Berhati-hati yang memuat 4 situasi nyata: Situasi 1: Teman tidak sengaja menumpahkan air di dekat mejamu (opsi perkataan terpilih: 'Tidak apa-apa, mari kita lap bersama' [benar] vs 'Kamu ceroboh sekali!' [salah/pengalih]); Situasi 2: Kamu ingin meminjam penghapus milik teman (opsi perkataan terpilih: 'Bolehkah aku meminjam penghapusmu sebentar?' [benar] vs 'Sini penghapusmu aku minta!' [salah/pengalih]); Situasi 3: Kamu diajak teman membicarakan keburukan kawan lain (opsi perkataan terpilih: 'Sebaiknya kita tidak membicarakan kawan kita' [benar] vs 'Ayo ceritakan lagi keburukannya' [salah/pengalih]); Situasi 4: Guru memberikan teguran karena tugas belum selesai (opsi perkataan terpilih: 'Maaf Bu/Pak Guru, saya akan segera menyelesaikannya' [benar] vs 'Ini bukan salah saya!' [salah/pengalih]) (5 menit).
  • Guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik langsung terhadap pilihan respon kalimat murid untuk memastikan sikap kehati-hatian dalam perkataan tercermin jelas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk hening sejenak merenungkan ucapan yang telah mereka sampaikan sepanjang hari ini kepada teman, guru, dan keluarga, serta memikirkan apakah ada kata yang perlu diperbaiki (10 menit).
  • Dua perwakilan murid menceritakan komitmen tindakan nyata mereka untuk selalu menjaga ucapan saat berbicara dengan orang lain di sekolah maupun di rumah (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa perkataan seorang Junzi senantiasa dijaga dengan hati-hati agar membawa damai dan kebajikan (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut untuk membiasakan perkataan santun di rumah, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam kebajikan Xian You Yi De (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar bagi murid yang memerlukan dukungan visual, serta teks skenario kalimat lengkap bagi murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang membutuhkan panduan memilih kata santun, sementara murid yang mahir diberikan tantangan merumuskan langsung kalimat perkataan berhati-hati tanpa opsi bantuan.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan penerapan perkataan berhati-hati melalui pemilihan respon tertulis pada lembar kerja atau secara lisan langsung saat simulasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan mengidentifikasi 3 pernyataan: (1) 'Boleh aku pinjam pensilmu sebentar?' (acuan: Berhati-hati), (2) 'Kamu payah sekali begitu saja tidak bisa!' (acuan: Tidak berhati-hati), (3) 'Terima kasih sudah membantuku' (acuan: Berhati-hati). Murid dikelompokkan siap jika tepat mengidentifikasi minimal 2 dari 3 pernyataan.

Proses:

  • Pengamatan formatif saat pengerjaan lembar kerja penerapan perkataan berhati-hati pada 4 situasi: Situasi 1 (acuan: 'Tidak apa-apa, mari kita lap bersama'), Situasi 2 (acuan: 'Bolehkah aku meminjam penghapusmu sebentar?'), Situasi 3 (acuan: 'Sebaiknya kita tidak membicarakan kawan kita'), Situasi 4 (acuan: 'Maaf Bu/Pak Guru, saya akan segera menyelesaikannya'). Kriteria: memilih perkataan yang tepat dan tidak memilih kalimat pengalih yang kasar/ceroboh.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan 1 contoh perkataan berhati-hati saat meminta tolong kepada teman (kriteria penerimaan operasional: memuat kata santun seperti 'tolong', 'permisi', atau 'bolehkah' dan tidak bernada memerintah dengan kasar).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik klasifikasi perkataan pada pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja permainan peran berpasangan 'Filter Kata Junzi'
  • Penilaian tugas tertulis penerapan perkataan berhati-hati pada 4 situasi kontekstual

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan sikap berhati-hati dalam perkataan sehari-hariMemilih tepat 1 dari 4 respon perkataan berhati-hati pada situasi yang diberikan, serta masih memilih opsi perkataan pengalih yang tidak berhati-hati dengan bimbingan penuh guru.Memilih tepat 2 dari 4 respon perkataan berhati-hati pada situasi yang diberikan dan masih memilih 2 opsi perkataan pengalih dengan sedikit arahan guru.Memilih tepat 3 dari 4 respon perkataan berhati-hati pada situasi yang diberikan dan hanya memilih 1 opsi pengalih secara mandiri.Memilih seluruh 4 respon perkataan berhati-hati pada situasi yang diberikan secara tepat tanpa memilih satupun opsi perkataan pengalih secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah permainan 'Filter Kata Junzi' efektif membantu murid membedakan dan menerapkan perkataan yang berhati-hati?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam merespons latihan perkataan santun?

Murid:

  • Perkataan baik apa yang paling sering aku ucapkan hari ini kepada temanku?
  • Apa yang akan aku lakukan jika aku hampir mengucapkan kata-kata yang kasar atau mengejek?

Pertemuan 6 — Menerapkan sikap berhati-hati dalam perbuatan sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Menerapkan sikap berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Wei De Dong Tian, mengajak murid bersikap doa (Bao Xin Ba De), dan memeriksa kehadiran (5 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya (berhati-hati dalam perkataan) dengan materi hari ini yaitu berhati-hati dalam perbuatan sehari-hari (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: murid diberikan 2 studi kasus perbuatan konkret: (1) Berlari kencang di lorong kelas yang licin membawa mangkuk sup panas; (2) Membawa gunting kertas dengan ujung menghadap ke bawah saat berjalan pelan. Murid mengidentifikasi mana tindakan yang berhati-hati dan mana yang ceroboh beserta alasannya (acuan: kasus 1 = ceroboh karena membahayakan diri dan orang lain jika tersandung/tumpah; kasus 2 = berhati-hati karena mencegah ujung gunting melukai tubuh atau teman) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid menelaah ajaran moral tentang kehati-hatian dalam perbuatan Junzi sesuai bimbingan Dizigui dan nilai kesusilaan (Li), bahwa setiap gerak-gerik perbuatan fisik harus dipikirkan keselamatannya bagi diri sendiri dan orang lain (15 menit).
  • Murid menyimak dan menganalisis 4 contoh kartu situasi perbuatan: (1) Berjalan tenang dan tertib menuruni tangga sekolah; (2) Melempar penghapus papan tulis ke arah teman yang duduk di kejauhan; (3) Mengembalikan pisau rautan ke kotak pensil setelah selesai meraut; (4) Menarik kursi teman saat teman hendak duduk (acuan: situasi 1 dan 3 = berhati-hati; situasi 2 dan 4 = ceroboh/tidak berhati-hati) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Permainan interaktif 'Langkah Junzi': Guru membagikan lembar skenario berisi 4 situasi perbuatan di sekolah dan rumah. Murid secara berpasangan mensimulasikan tindakan hati-hati nyata: (1) Situasi membawa tumpukan buku di kelas (tindakan hati-hati: memegang dengan kedua tangan di dada dan berjalan pelan); (2) Situasi membuang kulit pisang atau sampah basah (tindakan hati-hati: langsung memasukkan ke tempat sampah agar lantai tidak licin); (3) Situasi meminjam barang milik teman (tindakan hati-hati: meminta izin dahulu, memakai secara cermat tanpa merusak, dan mengembalikan utuh); (4) Situasi bermain ayunan di halaman (tindakan hati-hati: menunggu ayunan berhenti sebelum turun, tidak mendorong terlalu tinggi) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Penerapan Sikap Berhati-hati: menentukan tindakan berhati-hati yang tepat pada 4 butir soal tindakan harian: Butir 1: 'Saat kamu melihat kabel listrik terkelupas di sudut kelas' -> tindakan hati-hati: 'Tidak menyentuhnya dan segera melapor kepada guru'; Butir 2: 'Saat kamu memegang gelas kaca berisi air minum' -> tindakan hati-hati: 'Memegang badan gelas dengan erat memakai dua tangan dan tidak berlari'; Butir 3: 'Saat kamu membuka pintu kelas yang tertutup' -> tindakan hati-hati: 'Memutar gagang pintu perlahan dan mendorong pelan agar tidak menabrak orang di balik pintu'; Butir 4: 'Saat menaruh tas sekolah' -> tindakan hati-hati: 'Menaruh rapi di gantungan atau kolong meja, tidak melempar di lorong jalan' (acuan kunci: tindakan harus memuat langkah pencegahan bahaya atau kerusakan fisik) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengidentifikasi 1 perbuatan ceroboh yang pernah dilakukan di masa lalu dan merumuskan 1 tindakan berhati-hati konkret sebagai perbaikannya sesuai watak sejati (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan umpan balik terhadap hasil pengerjaan lembar kerja dan pelaksanaan simulasi tindakan berhati-hati (5 menit).
  • Guru dan murid menutup sesi pembelajaran dengan doa syukur dan salam penutup Huang You Shi De (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan teks deskripsi narasi pendek bagi murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing langsung dalam memperagakan tindakan hati-hati bagi murid yang masih ragu, serta memberikan tantangan skenario situasi lingkungan luar sekolah (pasar/jalan raya) bagi murid yang cepat.
  • Produk: Murid cepat menuliskan 4 tindakan pencegahan bahaya secara mandiri dan rinci, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan cukup melengkapi pilihan tindakan hati-hati yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan mengidentifikasi kehati-hatian perbuatan melalui 2 kasus: Kasus (1) berlari di lorong licin membawa mangkuk sup panas; Kasus (2) membawa gunting kertas mengarah ke bawah sambil berjalan pelan. Acuan jawaban benar: Kasus 1 dinilai ceroboh/tidak berhati-hati karena berisiko tumpah dan mencederai; Kasus 2 dinilai berhati-hati karena mencegah cedera tusuk.

Proses:

  • Pengamatan simulasi peragaan kehati-hatian dalam 4 situasi (membawa tumpukan buku, membuang kulit pisang, meminjam barang teman, bermain ayunan). Kriteria: tindakan memperlihatkan kendali gerak fisik yang aman dan tidak mencelakakan.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Mandiri berisi 4 butir tindakan berhati-hati: Butir 1 kabel listrik (acuan: tidak menyentuh & lapor guru); Butir 2 gelas kaca (acuan: pegang erat dua tangan & jalan hati-hati); Butir 3 pintu kelas (acuan: buka perlahan & dorong pelan); Butir 4 menaruh tas (acuan: letakkan rapi pada tempatnya, tidak menghalangi jalan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman reflektif akhir: murid menuliskan 1 perbuatan berhati-hati yang akan dibiasakan mulai hari ini di rumah. Kriteria penerimaan operasional: jawaban menyebutkan tindakan fisik spesifik dan memuat alasan pencegahan celaka/kerusakan secara logis.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja simulasi 'Langkah Junzi' (penerapan kehati-hatian dalam gerak dan perbuatan)
  • Tes tertulis formatif berupa lembar kerja penentuan 4 tindakan berhati-hati dalam perbuatan sehari-hari

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan sikap berhati-hati dalam perbuatan sehari-hariMenerapkan tindakan berhati-hati pada 1 dari 4 butir situasi perbuatan yang diberikan, masih membutuhkan bimbingan penuh guru.Menerapkan tindakan berhati-hati pada 2 dari 4 butir situasi perbuatan dengan tepat sesuai acuan pencegahan celaka.Menerapkan tindakan berhati-hati pada 3 dari 4 butir situasi perbuatan dengan tepat sesuai acuan pencegahan celaka secara mandiri.Menerapkan tindakan berhati-hati pada seluruh 4 butir situasi perbuatan dengan tepat sesuai acuan pencegahan celaka secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas simulasi 'Langkah Junzi' efektif membantu murid menyadari dampak keselamatan dari setiap perbuatan fisiknya?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang masih cenderung ceroboh dalam menerapkan langkah kehati-hatian selama pembelajaran?

Murid:

  • Apa tindakan berhati-hati yang paling mudah dan paling sulit aku lakukan saat berada di sekolah?
  • Bagaimana caraku mengingatkan diri sendiri agar tidak ceroboh saat sedang bermain bersama teman?

Pertemuan 7 — Menerapkan perilaku saling mengasihi sesama manusia dalam lingkungan pergaulan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.4 Menerapkan perilaku saling mengasihi sesama manusia dalam lingkungan pergaulan

Pendahuluan:

  • Guru bersama murid melakukan Jingzuo (duduk tenang) dengan hening selama 3 menit untuk memusatkan perhatian (5 menit).
  • Guru mengucapkan salam keagamaan Khonghucu 'Wei De Dong Tian' dan murid merespons 'Xian You Yi De' (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang tindakan saling mengasihi dalam 2 situasi: (1) Situasi teman lupa membawa pensil saat ujian lisan, respon mengasihi: meminjamkan pensil; (2) Situasi teman diejek saat bermain, respon mengasihi: membela/menghibur teman dan melarang yang mengejek (acuan respon: tindakan berpihak pada pertolongan/kebajikan) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pembacaan ayat suci Kitab Dizigui: 'Fan shi ren, jie xu ai; Tian tong fu, di tong zai' (Semua manusia di dunia saling mengasihi, langit menaungi bumi memelihara tanpa pilih kasih) yang dijelaskan maknanya secara kontekstual dalam pergaulan (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi 3 wujud perilaku saling mengasihi dalam lingkungan pergaulan berdasarkan lembar panduan: (1) Berbagi makanan/alat tulis kepada teman yang membutuhkan; (2) Menghibur teman yang sedang bersedih; (3) Mengajak teman yang menyendiri untuk ikut bermain bersama (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan mengikuti permainan kartu tantangan interaktif 'Misi Sahabat Kasih' yang menggembirakan: setiap pasangan mengambil 1 dari 3 kartu skenario pergaulan dan memeragakan secara langsung tindakan saling mengasihi yang tepat (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Penerapan Kasih yang memuat 4 butir skenario pergaulan dengan menuliskan tindakan kasih yang nyata: Butir 1: 'Teman sekelas terjatuh saat lari di halaman' (Acuan tindakan: Menolong berdiri/mengantar ke UKS); Butir 2: 'Teman baru pindahan merasa malu dan duduk sendirian di pojok' (Acuan tindakan: Menyapa dan mengajak bermain/mengobrol); Butir 3: 'Teman tidak membawa bekal makan siang' (Acuan tindakan: Berbagi makanan atau bekal yang dibawa); Butir 4: 'Teman kesulitan merapikan buku perpustakaan yang berserakan' (Acuan tindakan: Ikut membantu menata buku bersama-sama) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan hening sejenak merenungkan apakah hari ini sudah memperlakukan kawan-kawan dengan kasih tanpa pamrih (10 menit).
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi sederhana pada selembar kertas kecil berbentuk hati: satu tindakan mengasihi yang akan langsung diterapkan kepada teman di kelas hari ini (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap komitmen penerapan perilaku saling mengasihi sesama kawan dalam pergaulan sehari-hari (5 menit).
  • Guru bersama murid menutup pelajaran dengan doa syukur dan salam penutup 'Huang Yi Shang Di, Huang Tian Shang Di' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar ilustrasi konkret tindakan tolong-menolong, sedangkan murid yang cepat diberikan teks skenario naratif pergaulan yang lebih variatif.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara terbimbing saat menentukan tindakan kasih, sedangkan murid yang mandiri langsung menyelesaikan 4 skenario secara mandiri.
  • Produk: Tindakan kasih pada lembar kerja dapat diwujudkan dalam bentuk tulisan kalimat sederhana atau gambar tindakan pertolongan bagi yang membutuhkan bimbingan menulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: Guru menanyakan respons terhadap 2 situasi pergaulan: (1) Teman tidak membawa pensil (acuan jawaban: meminjamkan alat tulis miliknya); (2) Teman diejek teman lain (acuan jawaban: menghibur dan mendampingi teman yang diejek).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat bermain peran simulasi 'Misi Sahabat Kasih' pada 3 skenario kartu pergaulan: kesesuaian tindakan empati dan kepedulian yang diperagakan murid.
  • Pemeriksaan ketepatan tindakan kasih pada Lembar Kerja Penerapan Kasih yang memuat 4 butir skenario (Kunci acuan: Butir 1 menolong teman jatuh/ke UKS; Butir 2 menyapa/mengajak teman baru bermain; Butir 3 berbagi bekal makan siang; Butir 4 membantu menata buku yang berserakan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan respon atas 1 skenario cepat: 'Ketika temanmu kalah dalam permainan dan menangis di halaman sekolah, apa tindakan kasih yang kamu terapkan?' (Kriteria penerimaan: Tindakan nyata berupa menghibur, menemani, atau memberi semangat, bukan mengejek atau meninggalkan).

Formatif:

  • Penilaian kinerja peragaan permainan 'Misi Sahabat Kasih'
  • Penilaian tertulis lembar kerja skenario perilaku saling mengasihi dalam pergaulan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan perilaku saling mengasihi sesama manusia dalam lingkungan pergaulanMenerapkan perilaku saling mengasihi pada kurang dari 2 butir skenario pergaulan dengan bimbingan penuh guru (acuan 4 skenario: Butir 1 menolong teman jatuh; Butir 2 mengajak teman baru bermain; Butir 3 berbagi bekal; Butir 4 membantu menata buku).Menerapkan perilaku saling mengasihi secara tepat pada 2 dari 4 butir skenario pergaulan sesuai kunci acuan dengan sesekali diarahkan.Menerapkan perilaku saling mengasihi secara tepat pada 3 dari 4 butir skenario pergaulan sesuai kunci acuan secara mandiri.Menerapkan perilaku saling mengasihi secara tepat pada seluruh 4 butir skenario pergaulan sesuai kunci acuan secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan peran simulasi mampu memotivasi seluruh murid menunjukkan rasa saling mengasihi kepada teman?
  • Apakah murid mengalami kesulitan dalam menentukan tindakan kasih yang tepat untuk skenario pergaulan yang dihadirkan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar menolong dan mengasihi teman sekelas hari ini?
  • Sikap saling mengasihi apa yang paling ingin kamu lakukan kepada temanmu saat bermain nanti?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Menjelaskan tentang watak sejati menurut pendapat Mengzi
  • TP 3.1.2 Menerapkan perilaku menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 3.1.3 Menerapkan sikap berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari
  • TP 3.1.4 Menerapkan perilaku saling mengasihi sesama manusia dalam lingkungan pergaulan

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen dengan salam kebajikan (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), memimpin doa pembuka, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan sesi sumatif bab serta alur pengerjaan dua bagian asesmen: Tugas 1 (refleksi diri penerapan jadwal harian dan penilaian antarteman saling mengasihi secara serentak) serta Tugas 2 (tes lisan watak sejati Mengzi dan respons kehati-hatian berdasarkan kartu skenario secara bergantian di meja guru sementara kelas merapikan portofolio bab) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar instrumen Tugas 1 kepada seluruh murid dan membacakan petunjuk pengisian lembar refleksi diri penerapan jadwal harian (4 butir pernyataan: 1. Bangun pagi tepat waktu sebelum orang tua; 2. Berangkat sekolah tanpa terlambat; 3. Membatasi waktu bermain agar tidak melalaikan tugas; 4. Tidur malam tepat waktu dan tidak larut malam) serta lembar penilaian antarteman (3 indikator perilaku saling mengasihi: 1. Menyapa teman dengan ramah saat bertemu; 2. Bersedia meminjamkan alat tulis/membantu teman yang kesulitan; 3. Tidak mengejek atau memusuhi teman) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengisi lembar cek refleksi diri penerapan jadwal harian (menghargai waktu, TP 2) dan lembar penilaian antarteman skala biner Ya/Tidak berilustrasi (saling mengasihi, TP 4), lalu guru mengumpulkan seluruh lembar tugas yang telah selesai (30 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2: Guru memanggil murid secara individual bergiliran ke meja guru (durasi 2,5 menit per murid untuk 28 murid) untuk tes lisan watak sejati (TP 1) dan unjuk respons situasi kehati-hatian perkataan/perbuatan (TP 3). Pertanyaan konsep Mengzi: 'Jelaskan apa itu watak sejati (xing) menurut Mengzi dan sebutkan 4 benih kebajikannya!' (Acuan: watak sejati adalah benih kebaikan/fitrah luhur karunia Tian sejak lahir; 4 benih kebajikan: Ren/Cinta Kasih, Yi/Kebenaran, Li/Kesusilaan, Zhi/Kebijaksanaan). Respons situasi kehati-hatian diundi dari salah satu dari 2 Kartu Skenario: Kartu A (Perkataan): 'Temanmu salah memakai seragam hari ini, bagaimana perkataanmu yang berhati-hati?' (Acuan: mengingatkan secara sopan dan pribadi tanpa menertawakan/mengejek); Kartu B (Perbuatan): 'Ketika berjalan di lorong kelas yang ramai, kamu tidak sengaja menabrak teman hingga bukunya jatuh, bagaimana perbuatanmu yang berhati-hati?' (Acuan: segera meminta maaf, membantu merapikan buku, dan berhati-hati saat berjalan tanpa menyalahkan teman). Sementara menunggu giliran, murid lain di bangku masing-masing merapikan lembar kerja portofolio Bab 1 Diriku (50 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setelah seluruh murid selesai dinilai, guru memfasilitasi refleksi menyeluruh mengenai pengalaman menyelesaikan rangkaian pembelajaran Bab 1 Diriku serta menegaskan komitmen membina watak sejati dalam keseharian (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kejujuran murid selama asesmen berlangsung, memberikan rangkuman penguatan tentang identitas diri seorang Junzi, lalu menutup sesi dengan doa penutup dan salam kebajikan (Huang Yi Shang Di, Wei Tian You De) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Instrumen penilaian disajikan dengan teks berilustrasi visual yang jelas untuk mendukung keterbacaan murid fase B.
  • Proses: Pemberian waktu ekstra membaca kartu skenario situasi lisan secara tenang bagi murid yang membutuhkan jeda pemrosesan, tanpa mengubah kriteria penilaian dan acuan jawaban.
  • Produk: Respons murid disampaikan melalui unjuk lisan terstruktur sesuai acuan rubrik analitik sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen sumatif melalui tanya jawab singkat mengenai kelengkapan lembar jadwal harian yang telah dipraktikkan murid di rumah selama bab berjalan.

Proses:

  • Pemantauan ketertiban murid saat pengerjaan serentak lembar refleksi mandiri dan antarteman serta observasi langsung saat wawancara lisan terstruktur di meja guru.

Sumatif Bab:

  • penilaian kinerja terpadu melalui wawancara lisan terstruktur berbasis kartu situasi dan pengisian lembar refleksi diri serta antarteman: penjelasan lisan konsep watak sejati menurut Mengzi, lembar refleksi pelaksanaan jadwal harian (menghargai waktu), catatan observasi sikap kehati-hatian, serta lembar penilaian antarteman mengenai sikap saling mengasihi dalam kelompok pergaulan
  • penilaian diri dan penilaian antarteman serentak: lembar cek refleksi diri penerapan jadwal harian untuk menghargai waktu dan lembar penilaian antarteman berisi 3 indikator perilaku saling mengasihi yang diisi seluruh murid serentak di kelas (35 menit; kelompok; instrumen: lembar cek refleksi diri dan lembar penilaian antarteman skala biner (Ya/Tidak) berilustrasi)
  • tes lisan dan unjuk respons situasi bergiliran: penjelasan lisan singkat konsep watak sejati (xing) menurut Mengzi dan respons lisan tindakan berhati-hati dalam perkataan/perbuatan berdasarkan kartu skenario situasi pergaulan, dinilai 2,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas beraktivitas mandiri merapikan portofolio (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan analitik (kriteria ketepatan konsep Mengzi dan kriteria kehati-hatian perkataan/perbuatan) beserta kartu situasi)

Sumatif:

  • penilaian kinerja terpadu melalui wawancara lisan terstruktur berbasis kartu situasi dan pengisian lembar refleksi diri serta antarteman: penjelasan lisan konsep watak sejati menurut Mengzi, lembar refleksi pelaksanaan jadwal harian (menghargai waktu), catatan observasi sikap kehati-hatian, serta lembar penilaian antarteman mengenai sikap saling mengasihi dalam kelompok pergaulan
  • penilaian diri dan penilaian antarteman serentak: lembar cek refleksi diri penerapan jadwal harian untuk menghargai waktu dan lembar penilaian antarteman berisi 3 indikator perilaku saling mengasihi yang diisi seluruh murid serentak di kelas (35 menit; kelompok; instrumen: lembar cek refleksi diri dan lembar penilaian antarteman skala biner (Ya/Tidak) berilustrasi)
  • tes lisan dan unjuk respons situasi bergiliran: penjelasan lisan singkat konsep watak sejati (xing) menurut Mengzi dan respons lisan tindakan berhati-hati dalam perkataan/perbuatan berdasarkan kartu skenario situasi pergaulan, dinilai 2,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas beraktivitas mandiri merapikan portofolio (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan analitik (kriteria ketepatan konsep Mengzi dan kriteria kehati-hatian perkataan/perbuatan) beserta kartu situasi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Watak Sejati Menurut Mengzi (TP 1)Belum mampu menjelaskan konsep watak sejati dan belum dapat menyebutkan 4 benih kebajikan Mengzi (0-1 benih disebutkan dengan benar).Mampu menjelaskan watak sejati sebagai karunia Tian namun baru menyebutkan 2 dari 4 benih kebajikan Mengzi (Acuan: Ren, Yi, Li, Zhi) dengan benar.Mampu menjelaskan watak sejati sebagai fitrah/kebaikan karunia Tian dan menyebutkan 3 dari 4 benih kebajikan Mengzi (Acuan: Ren, Yi, Li, Zhi) dengan benar.Mampu menjelaskan watak sejati sebagai fitrah kebaikan karunia Tian sejak lahir secara tepat dan lengkap menyebutkan seluruh 4 benih kebajikan Mengzi (Ren/Cinta Kasih, Yi/Kebenaran, Li/Kesusilaan, Zhi/Kebijaksanaan).
Menerapkan Perilaku Menghargai Waktu (TP 2)Hanya memenuhi 1 dari 4 butir jadwal harian pada lembar cek refleksi (Acuan butir: 1. Bangun pagi tepat waktu; 2. Berangkat sekolah tanpa terlambat; 3. Membatasi bermain; 4. Tidur malam tepat waktu).Memenuhi 2 dari 4 butir jadwal harian pada lembar cek refleksi (Acuan butir: 1. Bangun pagi tepat waktu; 2. Berangkat sekolah tanpa terlambat; 3. Membatasi bermain; 4. Tidur malam tepat waktu).Memenuhi 3 dari 4 butir jadwal harian pada lembar cek refleksi (Acuan butir: 1. Bangun pagi tepat waktu; 2. Berangkat sekolah tanpa terlambat; 3. Membatasi bermain; 4. Tidur malam tepat waktu).Memenuhi seluruh 4 butir jadwal harian pada lembar cek refleksi (Acuan butir: 1. Bangun pagi tepat waktu; 2. Berangkat sekolah tanpa terlambat; 3. Membatasi bermain; 4. Tidur malam tepat waktu) secara konsisten dan mandiri.
Menerapkan Sikap Berhati-hati dalam Perkataan dan Perbuatan (TP 3)Belum mampu memberikan respons lisan yang menunjukkan kehati-hatian perkataan atau perbuatan sesuai konteks kartu skenario yang diperoleh.Memberikan respons perkataan atau perbuatan namun masih mengandung unsur menyalahkan atau kurang sopan saat menanggapi skenario kartu (Kartu A atau Kartu B).Memberikan respons perkataan yang sopan atau perbuatan yang berhati-hati sesuai skenario (Acuan Kartu A: mengingatkan pribadi tanpa mengejek; Acuan Kartu B: minta maaf dan bantu buku jatuh) namun masih memerlukan arahan pemantik dari guru.Memberikan respons perkataan yang sopan dan santun serta tindakan nyata yang bertanggung jawab secara tepat dan mandiri sesuai skenario kartu situasi yang dihadapi tanpa keraguan.
Menerapkan Perilaku Saling Mengasihi Sesama Manusia (TP 4)Mendapatkan konfirmasi 'Ya' hanya pada 0-1 indikator perilaku mengasihi pada lembar penilaian antarteman (Acuan: 1. Menyapa ramah; 2. Membantu/meminjamkan alat tulis; 3. Tidak mengejek).Mendapatkan konfirmasi 'Ya' pada 2 dari 3 indikator perilaku mengasihi pada lembar penilaian antarteman (Acuan: 1. Menyapa ramah; 2. Membantu/meminjamkan alat tulis; 3. Tidak mengejek).Mendapatkan konfirmasi 'Ya' pada seluruh 3 indikator perilaku mengasihi pada lembar penilaian antarteman (Acuan: 1. Menyapa ramah; 2. Membantu/meminjamkan alat tulis; 3. Tidak mengejek) dengan catatan sesekali masih diingatkan.Mendapatkan konfirmasi 'Ya' pada seluruh 3 indikator perilaku mengasihi pada lembar penilaian antarteman (Acuan: 1. Menyapa ramah; 2. Membantu/meminjamkan alat tulis; 3. Tidak mengejek) yang terbukti konsisten dalam pergaulan sehari-hari di kelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2,5 menit per murid efektif untuk mengukur pemahaman lisan watak sejati dan respons kehati-hatian secara objektif?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada empat tujuan pembelajaran di Bab 1 Diriku ini sebagai dasar tindak lanjut pembelajaran bab berikutnya?

Murid:

  • Bagian mana dari sikap menghargai waktu dan saling mengasihi yang sudah berhasil aku laksanakan dengan baik setiap hari?
  • Apa tekadku untuk terus menjaga watak sejati karunia Tian dalam perkataan dan perbuatanku sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Kitab Mengzi (Sishu) bagian VIA:2 dan VIA:6
  4. Kartu respon hijau (Benar) dan merah (Salah) untuk kuis interaktif
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek, 2022
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek, 2022 (Bab 1: Diriku, Kitab Mengzi VIA:6.7)
  7. Kitab Suci Si Shu (Kitab Mengzi)
  8. Kartu peraga 4 Benih Kebajikan (Ren, Yi, Li, Zhi)
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021)
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021)
  11. Teks kutipan Kitab Dizigui tentang menghargai waktu
  12. Kartu aktivitas harian dan lembar format jadwal kegiatan harian
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Halaman 28-34).
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
  15. Teks kutipan Dizigui tentang menghargai waktu.
  16. Kartu skenario 'Tantangan Detektif Waktu' dan Lembar Komitmen Tindakan Nyata.
  17. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
  18. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
  19. Kartu situasi dan lembar kerja penerapan 'Filter Kata Junzi'
  20. Kartu skenario perbuatan Junzi (situasi tertib dan ceroboh)
  21. Benda peraga simulasi (buku, rautan, tempat sampah kelas)
  22. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021
  23. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021
  24. Kitab Suci Sishu dan Kitab Dizigui
  25. Kartu Skenario Kasih dan Lembar Kerja Siswa
  26. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
  27. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
  28. Lembar Cek Refleksi Diri Jadwal Harian dan Lembar Penilaian Antarteman Skala Biner
  29. Set Kartu Skenario Situasi Kehati-hatian Perkataan dan Perbuatan (Kartu A dan Kartu B)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.