MODUL AJAR Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 6 — Karunia Tian INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Karunia Tian |
|---|
| Alokasi Waktu | 20 JP (20 x 35 menit = 700 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.6.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
- TP 2.6.2 Menerapkan sikap toleransi dengan teman
- TP 2.6.3 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah yang menciptakan manusia dan seluruh alam semesta?
- Bagaimana kita bisa merasakan bahwa tubuh kita adalah karunia hidup dari Tian?
- Siapakah yang melahirkan dan merawat kita sejak masih bayi?
- Mengapa dalam ajaran Khonghucu dikatakan bahwa Tian menciptakan manusia melalui ayah dan ibu kita?
- Apakah ciri fisik atau kesukaan teman sebangkumu sama persis dengan dirimu?
- Bagaimana sikap kita saat melihat teman di kelas memiliki ciri fisik atau hobi yang berbeda dengan kita?
- Apa yang kamu lakukan jika melihat temanmu lupa membawa pensil saat kegiatan belajar di kelas?
- Bagaimana perasaanmu ketika dapat menyelesaikan tugas bersama teman dengan saling membantu?
- Apa yang biasanya kalian lakukan jika melihat pensil, penghapus, atau buku berserakan di atas meja belajar?
- Mengapa kita harus merapikan dan menyiapkan perlengkapan sekolah kita sendiri tanpa harus disuruh orang tua?
- Mengapa menjaga kebersihan tubuh dan makan teratur merupakan wujud syukur kita atas karunia hidup dari Tian?
- Apa yang terjadi pada tubuh kita jika kita malas mandi, malas mencuci tangan, atau menunda-nunda waktu makan?
- Siapakah yang menciptakan manusia dan melalui perantara siapa kita lahir ke dunia?
- Bagaimana sikap seorang Junzi ketika bekerja bersama teman yang berbeda kemampuan dan merapikan perlengkapannya sendiri?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Konsep Tian sebagai Pencipta Manusia — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', dilanjutkan dengan berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani 'Aku Ciptaan Tian' untuk menciptakan suasana belajar yang ceria dan penuh rasa syukur (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapakah Tian itu?' (acuan jawaban: Tian adalah Tuhan Yang Maha Pencipta) dan (2) 'Siapakah yang menciptakan diri kita dan seluruh manusia?' (acuan jawaban: Tian yang menciptakan manusia) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membimbing murid memegang dada sebelah kiri atau meraba pergelangan tangan untuk merasakan detak jantung dan denyut nadi sebagai tanda nyata karunia hidup dari Tian Yang Maha Kuasa (5 menit).
- Guru membacakan teks narasi sederhana dari Buku Siswa tentang Tian Maha Pencipta yang menciptakan alam semesta, matahari, bintang, dan manusia dengan anggota tubuh serta panca indera yang lengkap (8 menit).
- Murid mendengarkan penegasan guru bahwa Tian adalah Pencipta hidup manusia dan segala yang ada pada tubuh kita merupakan wujud kebesaran karunia Tian (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan interaktif 'Tebak Tanda Kuasa Tian': guru menyebutkan 4 pernyataan secara lisan dan murid mengangkat kartu bergambar Jempol Hijau (Benar ciptaan/kuasa Tian) atau Tanda Silang Merah (Bukan ciptaan Tian). Pernyataan: (1) 'Jantung berdetak dan napas pada tubuh manusia' (acuan: Jempol Hijau/Benar); (2) 'Mobil mainan berbahan plastik' (acuan: Tanda Silang/Bukan); (3) 'Mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar pada manusia' (acuan: Jempol Hijau/Benar); (4) 'Buku tulis dan pensil warna' (acuan: Tanda Silang/Bukan) (12 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Cek Mandiri berisikan 3 butir pernyataan untuk menguji penjelasan konsep Tian sebagai pencipta manusia: (1) 'Tuhan Yang Maha Pencipta dalam agama Khonghucu disebut ...' (pilihan: [a] Tian, [b] Bumi; acuan kunci: a. Tian); (2) 'Manusia dapat hidup, bernapas, dan memiliki detak jantung karena karunia ...' (pilihan: [a] Pabrik, [b] Tian; acuan kunci: b. Tian); (3) 'Anggota tubuh manusia seperti mata, tangan, dan kaki diciptakan oleh ...' (pilihan: [a] Tian, [b] Robot; acuan kunci: a. Tian) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak dengan meletakkan tangan di dada, meresapi rasa terima kasih kepada Tian yang telah menciptakan dirinya dengan anggota tubuh yang sempurna (5 menit).
- Perwakilan murid menyebutkan satu hal dari tubuhnya yang paling disyukuri sebagai bukti bahwa dirinya adalah ciptaan Tian (acuan kriteria: murid menyebutkan anggota tubuh/fungsi hidup seperti mata, tangan, napas, atau detak jantung sebagai ciptaan Tian) (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum pembelajaran bahwa Tian adalah Maha Pencipta yang menciptakan manusia dan memberi karunia kehidupan (3 menit).
- Guru menyampaikan asesmen akhir secara lisan untuk mengecek pemahaman: 'Sebutkan 1 alasan mengapa kita yakin manusia diciptakan oleh Tian!' (acuan jawaban: karena Tian memberi napas hidup/detak jantung/menciptakan tubuh manusia) (3 menit).
- Guru menginformasikan materi berikutnya (pertemuan 2: Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua) dan menutup kegiatan dengan doa syukur serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar anggota tubuh manusia dengan label kata sederhana; murid yang cepat memahami diberikan pertanyaan perluasan mengenai fungsi panca indera sebagai karunia Tian.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibacakan butir pernyataan soal oleh guru; murid yang sudah lancar membaca mengerjakan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menjelaskan konsep Tian sebagai pencipta secara lisan langsung atau dengan melingkari opsi jawaban pada lembar kerja bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Siapakah Tian itu?' (acuan: Tian adalah Tuhan Yang Maha Esa / Maha Pencipta); (2) 'Siapakah yang menciptakan diri kita dan seluruh manusia?' (acuan: Tian yang menciptakan manusia)
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam menjawab 4 butir permainan 'Tebak Tanda Kuasa Tian' (acuan kunci: butir 1 benar, butir 2 bukan, butir 3 benar, butir 4 bukan)
- Penilaian lembar kerja mandiri 3 butir (kunci jawaban: 1. a [Tian], 2. b [Tian], 3. a [Tian])
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: 'Sebutkan 1 bukti atau alasan bahwa manusia adalah ciptaan Tian!' (kriteria penerimaan: jawaban memuat konsep bahwa hidup, napas, detak jantung, atau anggota tubuh manusia berasal dari karunia Tian)
Formatif:- Asesmen Awal: Tanya jawab lisan diagnostik tentang konsep Tian dan Pencipta pada pembukaan
- Asesmen Proses: Observasi respon dalam permainan 'Tebak Tanda Kuasa Tian' dan penilaian lembar kerja 3 butir pilihan terpandu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan konsep Tian sebagai Pencipta manusia | Belum mampu menjelaskan bahwa Tian adalah Pencipta manusia walau diberi bimbingan langsung guru (menjawab 0-1 butir tepat dari 3 butir lembar kerja). | Mulai mampu menjelaskan konsep Tian sebagai Pencipta manusia dengan bantuan petunjuk guru (menjawab 2 butir tepat dari 3 butir lembar kerja: acuan 1. Tian, 2. Tian, 3. Tian). | Mampu menjelaskan konsep Tian sebagai Pencipta manusia secara mandiri dan tepat (menjawab seluruh 3 butir tepat pada lembar kerja: 1. Tian, 2. Tian, 3. Tian). | Mampu menjelaskan konsep Tian sebagai Pencipta manusia secara mandiri, tepat pada seluruh butir lembar kerja, serta mampu memberikan contoh tanda hidup karunia Tian (detak jantung/napas/anggota tubuh) dengan bahasa sendiri secara lugas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kegiatan merasakan detak jantung efektif membantu murid memahami kehadiran kuasa Tian dalam menciptakan kehidupan?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan 'Tebak Tanda Kuasa Tian'?
Murid:- Apakah kamu dapat merasakan detak jantungmu sendiri sebagai tanda hidup dari Tian?
- Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Konsep Tian Menciptakan Manusia Melalui Kedua Orang Tua — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam Wei De Dong Tian dan mengajak murid membaca doa pembukaan bersama (5 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani anak 'Bundaku' sambil bertepuk tangan berirama untuk membangkitkan suasana gembira (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan untuk mengecek pemahaman dasar: 'Siapa yang menciptakan manusia, dan perantara siapa yang Tian pilih untuk menghadirkan kita di dunia?' (acuan: manusia diciptakan oleh Tian melalui perantara ayah dan ibu / kedua orang tua) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru yang dibantu gambar seri di papan tulis tentang urutan karunia kehadiran anak: (1) Pernikahan ayah dan ibu memohon restu Tian; (2) Ibu mengandung janin selama sembilan bulan berkat berkah Tian; (3) Ibu melahirkan bayi dengan selamat; (4) Ayah dan ibu merawat anak dengan penuh kasih sayang (15 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah untuk menanamkan pemahaman esensial bahwa Tian adalah Pencipta Kehidupan yang Maha Besar, dan Tian memilih kedua orang tua (ayah dan ibu) sebagai wakil serta perantara-Nya dalam melahirkan dan merawat manusia di dunia (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid diajak bermain tebak peran berpasangan 'Sambung Cerita Karunia' secara menggembirakan: satu murid memegang kartu peran Ayah/Ibu dan pasangannya menjelaskan peran tersebut sebagai perantara Tian dalam menciptakan dan merawat anak (15 menit).
- Setiap murid menerima lembar aktivitas mandiri berupa 3 gambar berurutan tentang proses Tian menciptakan manusia melalui orang tua: Gambar 1 (Ibu hamil dengan berkah Tian), Gambar 2 (Kelahiran bayi), Gambar 3 (Ayah dan ibu merawat anak); murid menuliskan penjelasan singkat dengan memilih 1 dari 2 kalimat pilihan yang disediakan di bawah tiap gambar (15 menit). (Daftar kalimat pilihan dan kunci: Gambar 1 -> 'Tian menitipkan benih kehidupan di dalam kandungan ibu'; Gambar 2 -> 'Bayi lahir ke dunia atas izin Tian melalui ibu'; Gambar 3 -> 'Ayah dan ibu merawat anak sebagai wakil kasih Tian').
- Murid secara bergantian menjelaskan kembali konsep tersebut di hadapan guru atau teman sebangku menggunakan kalimat sendiri: 'Tian menciptakan aku melalui ayah dan ibu yang melahirkan serta merawatku' (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membimbing murid meletakkan tangan di dada untuk merasakan detak jantung dan merenungkan betapa besarnya cinta Tian yang menghadirkan diri mereka melalui pengorbanan ayah dan ibu (5 menit).
- Murid menyampaikan refleksi satu kalimat tentang perasaan bersyukur kepada Tian atas adanya kedua orang tua yang menghadirkan mereka di dunia (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran bahwa manusia ada di dunia karena karunia Tian yang bekerja melalui cinta kasih dan pengorbanan kedua orang tua (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa syukur serta salam penutup Xian You Yi De (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu bergambar dengan teks kalimat sederhana bagi murid yang masih tahap awal membaca, serta lembar gambar dengan kolom penjelasan mandiri bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terbimbing melalui pertanyaan penuntun oleh guru, sedangkan murid yang cepat dapat langsung menyusun penjelasan lisan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat memilih menyampaikan penjelasan konsep secara lisan langsung kepada guru atau melengkapi teks bertanda pada lembar kerja bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Siapakah yang menciptakan manusia, dan melalui siapakah Tian menghadirkan kita ke dunia?' (Acuan jawaban: Pencipta manusia adalah Tian; Tian menghadirkan manusia melalui perantara kedua orang tua / ayah dan ibu).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja 3 gambar berurutan: (1) Gambar ibu mengandung -> pasangan benar: 'Tian menitipkan benih kehidupan di dalam kandungan ibu'; (2) Gambar bayi lahir -> pasangan benar: 'Bayi lahir ke dunia atas izin Tian melalui ibu'; (3) Gambar orang tua merawat anak -> pasangan benar: 'Ayah dan ibu merawat anak sebagai wakil kasih Tian'. Seluruh 3 butir dinilai ketepatannya.
- Pengamatan penjelasan lisan murid tentang konsep manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua menggunakan rubrik ketercapaian.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Jelaskan dengan bahasamu sendiri, mengapa kita dikatakan diciptakan Tian melalui orang tua?' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan bahwa Tian adalah Maha Pencipta yang memberi kehidupan, dan ayah serta ibu adalah perantara yang mengandung, melahirkan, atau merawat manusia).
Formatif:- Tanya jawab pemantik diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja saat memasangkan penjelasan gambar proses kehadiran manusia
- Penilaian lisan saat murid menjelaskan konsep Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan konsep Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua | Belum mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan oleh Tian dan belum mampu menyebutkan peran orang tua sebagai perantara, meski telah dibimbing. | Mampu menyebutkan bahwa Tian menciptakan manusia atau menyebutkan peran orang tua melahirkan, tetapi belum dapat mengaitkan keduanya secara tepat tanpa bantuan guru. | Mampu menjelaskan secara tepat bahwa manusia diciptakan oleh Tian melalui perantara kedua orang tua (ibu mengandung/melahirkan dan ayah-ibu merawat) secara mandiri sesuai acuan materi. | Mampu menjelaskan secara tepat, runtut, dan terperinci bahwa manusia diciptakan oleh Tian melalui perantara kedua orang tua mulai dari masa kandungan hingga perawatan dengan kalimat sendiri secara lancar dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar seri tahapan kelahiran membantu murid memahami peran orang tua sebagai perantara Tian?
- Apakah alokasi waktu 105 menit efektif memfasilitasi seluruh murid untuk mengutarakan penjelasan pemahamannya?
Murid:- Apa hal paling berharga yang kamu pelajari hari ini tentang cara Tian menghadirkanmu ke dunia?
- Bagaimana perasaanmu ketika menyadari bahwa ayah dan ibumu dipilih oleh Tian untuk melahirkan dan merawatmu?
Pertemuan 3 — Menerapkan Sikap Toleransi dengan Menghargai Perbedaan Teman di Kelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.2 Menerapkan sikap toleransi dengan teman
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam 'Wei De Dong Tian' dan berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran serta melakukan asesmen awal lisan mengenai respon toleransi terhadap perbedaan teman: guru menanyakan, 'Jika temanmu menyukai makanan atau hobi yang berbeda denganmu, apa yang harus kamu lakukan?' (acuan jawaban: menghargai, tidak mengejek, atau tetap berteman baik) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan sikap toleransi dengan menghargai perbedaan teman di kelas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak gambar komik pada buku pelajaran tentang keragaman teman (perbedaan bentuk rambut, suku, dan kegemaran) yang dibacakan oleh guru secara bersama-sama (10 menit).
- Murid mendengarkan penjelasan guru mengenai sabda Nabi Kongzi dalam Kitab Lunyu XIII:23 bahwa seorang Junzi hidup rukun meski ada perbedaan (Bermakna: memahami bahwa perbedaan diciptakan Tian agar manusia saling melengkapi dan rukun) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan dengan teman sebangku dan memainkan 'Permainan Detektif Sahabat': saling bertanya dan mengisi lembar kerja tabel perbedaan 'Aku dan Temanku' yang mencakup 3 hal: bentuk rambut, hobi, dan makanan kesukaan (Menggembirakan: aktivitas berpasangan interaktif yang menyenangkan) (15 menit).
- Setiap pasangan murid mempraktikkan sikap toleransi secara langsung dengan memperagakan respons menghargai pada 3 situasi nyata di kelas: (1) Situasi teman berbeda suku/bahasa daerah diucapkan dengan ramah; (2) Situasi teman berbeda hobi dihargai tanpa mencela; (3) Situasi teman memiliki bentuk rambut berbeda dipuji dengan sopan (acuan tindakan: berbicara santun, tidak mengejek, tersenyum, dan menerima ajakan bermain bersama) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berkesadaran duduk hening dan mengevaluasi bagaimana perasaannya setelah saling mengenal dan menghargai perbedaan bersama teman sebangku (Berkesadaran: refleksi diri tentang rasa damai saat rukun) (15 menit).
- Murid menyebutkan 1 wujud tindakan toleransi nyata yang berkomitmen ia terapkan kepada seluruh teman sekelas mulai hari ini (acuan: tidak mengejek perbedaan fisik/kesukaan, atau mengajak teman yang berbeda untuk bermain bersama) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara bersikap toleransi terhadap perbedaan teman di kelas (5 menit).
- Guru menutup sesi dengan doa penutup dan salam 'Xian You Yi De' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar perbedaan bergambar simbol bagi murid yang masih berlatih membaca lancar, dan lembar isian teks bagi yang sudah lancar.
- Proses: Bagi murid yang masih canggung berinteraksi, guru memberikan panduan kalimat sapaan ramah; bagi murid yang mandiri, dipersilakan saling bertukar cerita hobi secara langsung.
- Produk: Tindakan toleransi dapat ditunjukkan melalui peragaan ucapan langsung atau penandaan centang pada lembar komitmen sikap rukun bersama teman.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Jika teman sebangkumu memiliki kesukaan permainan yang berbeda denganmu, sikap apa yang kamu tunjukkan?' (acuan: menghargai perbedaannya, tidak memaksakan kehendak, dan tetap bermain rukun).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan simulasi pada 3 situasi perbedaan: (1) Beda suku/asal, (2) Beda hobi, (3) Beda ciri fisik rambut. Acuan tindakan: (1) Menyapa ramah tanpa mengejek suku; (2) Menghargai hobi teman tanpa mencela; (3) Memuji atau menerima penampilan teman secara sopan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: murid diminta menyebutkan 1 tindakan nyata menghargai teman di kelas (acuan jawaban: tidak memilih-milih teman, tidak mengejek perbedaan fisik/suku/hobi, menyapa teman yang berbeda).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid berinteraksi berpasangan mempraktikkan sikap toleransi menghargai perbedaan teman di kelas
- Pemeriksaan lembar kerja pengisian tabel 'Aku dan Temanku'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan sikap toleransi terhadap perbedaan teman di kelas | Belum menunjukkan sikap menghargai perbedaan teman; masih mengejek atau menolak berinteraksi dengan teman yang berbeda ciri fisik/kesukaan. | Mampu menunjukkan sikap toleransi menghargai perbedaan pada 1 dari 3 situasi perbedaan dengan bimbingan dan dorongan penuh dari guru. | Mampu menerapkan sikap toleransi menghargai perbedaan pada 2 atau 3 situasi perbedaan secara mandiri tanpa mengejek teman. | Mampu menerapkan sikap toleransi menghargai perbedaan pada seluruh situasi secara konsisten, bertutur kata sopan, dan berinisiatif mengajak teman yang berbeda untuk berinteraksi bersama secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan merasa aman saat saling berbagi perbedaan dengan teman pasangannya?
- Apakah instruksi peragaan sikap toleransi cukup jelas dan dapat dipraktikkan langsung oleh murid kelas 2?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika temanmu menghargai dan tidak mengejek kesukaanmu?
- Sikap rukun apa yang akan kamu lakukan jika ada teman baru yang berbeda asal atau bahasanya?
Pertemuan 4 — Menerapkan Sikap Toleransi Berbagi dan Bekerja Sama dengan Teman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.2 Menerapkan sikap toleransi dengan teman
Pendahuluan:- Guru bersama murid mengucapkan salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De) dan berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (5 menit).
- Guru mengecek kesiapan fisik dan kehadiran murid di ruang kelas (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang tindakan toleransi berbagi dan bekerja sama (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru membacakan komik bergambar tentang Zhenhui yang meminjamkan pensil dan mengajak belajar kelompok bersama teman-temannya (Buku Siswa hlm. 68-69) (10 menit).
- Murid bersama teman sebangku mengamati 4 kartu situasi perilaku: Kartu 1: Meminjamkan penghapus kepada teman yang tidak membawa; Kartu 2: Menyembunyikan krayon saat teman ingin mewarnai bersama; Kartu 3: Bersama-sama merapikan meja belajar kelompok; Kartu 4: Menolak satu kelompok dengan teman yang berbeda suku. Murid mengidentifikasi kartu yang mencerminkan sikap toleransi berbagi dan bekerja sama (acuan: Kartu 1 dan Kartu 3 adalah sikap toleransi; Kartu 2 dan Kartu 4 bukan toleransi) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan simulasi peran 'Pojok Berbagi dan Bekerja Sama' berdasarkan 2 skenario konkret: Skenario A (Teman tidak memiliki pensil warna hijau saat menggambar pohon, pasangannya berbagi dan meminjamkan pensil warnanya); Skenario B (Dua anak merangkai kartu puzzle bergambar rumah ibadah bersama-sama tanpa berebut) (25 menit).
- Murid secara berpasangan mempraktikkan langsung sikap berbagi alat belajar dan bekerja sama menyusun puzzle gambar rumah ibadah di meja masing-masing (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi murid mengungkapkan secara lisan apa yang dirasakan saat berbagi dan bekerja sama dengan teman selama simulasi (10 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa seorang Junzi senantiasa hidup rukun, gemar berbagi, dan mampu bekerja sama dengan sesama (sesuai Kitab Lunyu XIII:23) (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya menerapkan sikap toleransi melalui tindakan nyata berbagi dan bekerja sama di kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran pertemuan berikutnya yaitu menerapkan sikap tanggung jawab menjaga kerapian dan perlengkapan diri sendiri, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan media kartu situasi visual bergambar bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual, serta teks cerita sederhana bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada pasangan yang masih canggung berbagi alat tulis, sementara pasangan yang mandiri langsung menjalankan skenario simulasi peran.
- Produk: Praktik penerapan toleransi dilakukan melalui bermain peran langsung (skenario berbagi perlengkapan atau menyusun gambar bersama).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan dengan 2 pertanyaan pemantik kesiapan: (1) 'Jika teman sebangkumu tidak membawa pensil, apa yang kamu lakukan?' (acuan jawaban: meminjamkan pensil/berbagi); (2) 'Jika bu guru meminta membuat gambar berpasangan, apa yang kamu lakukan bersama temanmu?' (acuan jawaban: mengerjakan bersama/bekerja sama).
Proses:- Pengamatan formatif saat simulasi berpasangan: Keterlibatan murid dalam meminjamkan/berbagi alat belajar dan kesediaan menyusun kartu bersama teman pasangannya tanpa berebut (acuan indikator: meminjamkan perlengkapan belajar dengan ramah dan menyelesaikan tugas bersama tanpa memaksakan kehendak sendiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan refleksi: Guru menanyakan kepada setiap pasangan apakah mereka berhasil berbagi dan bekerja sama menyelesaikan puzzle, serta menanyakan manfaat saling menolong (acuan respon: merasa senang, rukun, tugas cepat selesai karena dikerjakan bersama).
Formatif:- Observasi unjuk kerja bermain peran penerapan sikap toleransi berbagi dan bekerja sama menggunakan lembar ceklis amatan perilaku.
- Tanya jawab diagnostik lisan pada tahap pendahuluan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan sikap toleransi berbagi dengan teman | Belum mau meminjamkan atau berbagi perlengkapan belajar kepada teman meskipun telah diarahkan guru. | Mau berbagi perlengkapan belajar kepada teman hanya setelah diingatkan atau diarahkan oleh guru. | Mampu berbagi atau meminjamkan perlengkapan belajar kepada teman secara spontan dan mandiri. | Konsisten menunjukkan sikap berbagi perlengkapan belajar kepada teman secara sukarela dan bersikap ramah tanpa diminta. | | Menerapkan sikap toleransi bekerja sama dengan teman | Menolak bekerja sama dengan teman dan memilih beraktivitas sendiri saat penugasan kelompok. | Mau bekerja sama dengan teman dalam tugas kelompok namun masih perlu didampingi guru agar tidak berebut. | Mampu bekerja sama dengan teman pasangannya secara rukun dalam menyelesaikan penugasan kelompok. | Konsisten bekerja sama secara aktif dan rukun dengan pasangan kelompok tanpa membeda-bedakan teman pada setiap kesempatan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain peran dan menyusun puzzle berpasangan efektif menumbuhkan perilaku toleransi berbagi dan bekerja sama antarpeserta didik?
- Bagaimana respons murid yang semula enggan berbagi saat diajak mempraktikkan skenario simulasi bersama pasangannya?
Murid:- Apakah kamu merasa senang ketika meminjamkan barang atau berbagi dengan temanmu hari ini?
- Bagian mana dari kegiatan bekerja sama tadi yang paling kamu sukai?
Pertemuan 5 — Menerapkan Sikap Tanggung Jawab Menjaga Kerapian dan Perlengkapan Diri Sendiri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.3 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' dan membimbing murid berdoa bersama dengan sikap hormat (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengecek kesiapan fisik serta perlengkapan belajar di atas meja (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (anak merapikan tas sendiri) dan Gambar B (anak membiarkan buku berantakan dan meminta ibu merapikannya), lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas untuk perilaku tanggung jawab diri sendiri (acuan: Gambar A adalah perilaku tanggung jawab merapikan perlengkapan diri sendiri; Gambar B bukan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui buku teks mengenai pentingnya merawat karunia Tian dengan membiasakan sikap mandiri dan tanggung jawab menyiapkan perlengkapan belajar sendiri sesuai teladan Junzi (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 4 tindakan tanggung jawab terhadap perlengkapan diri sendiri yang tertulis di papan: (1) Menyusun buku pelajaran sesuai jadwal, (2) Memasukkan alat tulis ke tempat pensil, (3) Memakai seragam dan merapikannya sendiri, (4) Menata tas sekolah sebelum berangkat (acuan: keempat tindakan merupakan wujud nyata tanggung jawab terhadap kebutuhan perlengkapan diri) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan menggembirakan 'Misi Cepat & Rapi Junzi' secara berpasangan, di mana masing-masing murid mempraktikkan langsung menata dan merapikan isi tas serta alat tulis di atas mejanya dengan rapi dan teratur (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Praktik Mandiri berupa checklist 4 tindakan tanggung jawab diri: [1] Memasukkan buku secara teratur, [2] Mengancingkan/merapikan tempat pensil, [3] Memeriksa kerapian seragam sendiri di cermin kelas, [4] Meletakkan tas pada gantungan/tempat yang benar (acuan: murid mencentang dan mempraktikkan langsung seluruh 4 tindakan tanggung jawab tersebut) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kerapian meja dan tasnya secara mandiri, merasakan rasa bangga karena telah bertanggung jawab menjaga perlengkapan belajarnya sendiri (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kerapian perlengkapan dan kemandirian yang ditunjukkan setiap murid dalam merawat perlengkapan dirinya (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa merapikan perlengkapan diri sendiri adalah wujud rasa syukur atas karunia Tian dan cerminan perilaku Junzi yang mandiri (5 menit).
- Guru mengajak murid membiasakan merapikan tas dan buku sendiri di rumah setiap malam sebelum tidur (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa syukur dan salam penutup Khonghucu 'Xian You Yi De' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kartu visual urutan merapikan perlengkapan (buku besar dulu, lalu buku kecil, lalu tempat pensil); murid yang lebih cepat diberikan daftar inventaris mandiri untuk memeriksa 5 jenis perlengkapan belajar.
- Proses: Murid yang belum terbiasa merapikan perlengkapan didampingi guru saat simulasi menata tas; murid yang sudah terampil langsung mempraktikkan secara mandiri penuh.
- Produk: Tingkat kemandirian dalam merapikan meja dan tas (dengan bimbingan arahan langkah per langkah atau mandiri penuh tanpa diingatkan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik memilih gambar perilaku bertanggung jawab: Guru menunjukkan Gambar A (anak merapikan tas sendiri) dan Gambar B (anak membiarkan buku berantakan dan menyuruh orang lain merapikan) (acuan: Gambar A = perilaku tanggung jawab merapikan perlengkapan diri; Gambar B = belum bertanggung jawab).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan 4 tindakan merapikan perlengkapan diri: (1) Menyusun buku di tas, (2) Memasukkan alat tulis ke kotak pensil, (3) Memeriksa kerapian seragam sendiri, (4) Menata tas di tempatnya (acuan: terpenuhinya keempat tindakan tersebut secara tertata dan mandiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi: Pemeriksaan kondisi meja dan tas murid setelah kegiatan praktik (acuan: meja bersih dan rapi, seluruh alat tulis tersimpan di tempatnya, dan tas tertata rapi tanpa barang tertinggal atau berserakan).
Formatif:- Unjuk kerja praktik langsung merapikan perlengkapan belajar (tas dan alat tulis)
- Observasi lembar checklist 4 tindakan tanggung jawab terhadap kebutuhan perlengkapan diri sendiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan sikap tanggung jawab menjaga kerapian dan perlengkapan diri sendiri | Belum mampu merapikan perlengkapan diri sendiri (tas dan alat tulis masih berserakan) meskipun telah diarahkan guru. | Mampu merapikan 1-2 perlengkapan diri sendiri (misal: hanya memasukkan pensil) dengan bimbingan intensif dari guru. | Mampu menerapkan sikap tanggung jawab dengan merapikan 3-4 perlengkapan diri sendiri (buku, tempat pensil, seragam, dan tas) secara teratur dengan sedikit arahan. | Mampu menerapkan sikap tanggung jawab menjaga seluruh kerapian dan perlengkapan diri sendiri secara mandiri, rapi, teratur, dan konsisten tanpa perlu diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas praktik langsung dan permainan tantangan berhasil menumbuhkan kemandirian murid dalam merawat perlengkapan belajarnya?
- Bagian langkah pembelajaran mana yang memerlukan bimbingan lebih intensif bagi murid yang belum terbiasa mandiri di rumah?
Murid:- Apakah kamu merasa senang ketika meja belajar dan tas sekolahmu menjadi rapi karena hasil usahamu sendiri?
- Perlengkapan apa yang akan mulai kamu rapikan sendiri di rumah setiap hari tanpa bantuan orang tua?
Pertemuan 6 — Menerapkan Sikap Tanggung Jawab terhadap Kebersihan dan Kebutuhan Diri Sendiri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.3 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam Wei De Dong Tian dan mengajak murid membaca doa pembukaan bersama dengan sikap hormat (3 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu riang 'Kalau Kau S'mangat Belajar' untuk membangkitkan suasana gembira di kelas (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang rutinitas kebersihan dan makan diri sendiri: Guru menyebutkan 3 rutinitas berikut dan murid mengacungkan jempol ke atas jika mandiri atau jempol ke samping jika masih diingatkan: (1) Mandi 2 kali sehari secara mandiri (acuan: ya/sudah mandiri); (2) Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan (acuan: ya/sudah mandiri); (3) Menghabiskan sarapan/makan tepat waktu tanpa disuapi (acuan: ya/sudah mandiri) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan gambar kisah tokoh Zhenhui yang merawat tubuh karunia Tian melalui hidup bersih dan teratur sesuai panduan Buku Siswa Khonghucu Kelas 2 (10 menit).
- Guru membacakan ayat Renungan Junzi dari Kitab Dizigui: 'Sekejap waktu kita akan menjadi tua, hargai waktu mulai dari saat ini' serta menegaskan bahwa merawat tubuh sehat (mandi bersih, makan bergizi dan tepat waktu, tidur cukup) adalah bentuk tanggung jawab diri menghargai karunia Tian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan interaktif 'Pilah Tindakan Junzi Bersih & Teratur': Murid secara bergiliran maju mengambil kartu lalu menempelkan 4 kartu tindakan ke papan kolom 'Tindakan Bertanggung Jawab' atau 'Tindakan Tidak Bertanggung Jawab'. Daftar kartu: (1) Kartu 'Mandi 2 kali sehari memakai sabun' (acuan: Bertanggung Jawab); (2) Kartu 'Menunda makan hingga perut sakit karena asyik main gawai' (acuan: Tidak Bertanggung Jawab); (3) Kartu 'Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan' (acuan: Bertanggung Jawab); (4) Kartu 'Tidur larut malam sehingga mengantuk saat sekolah' (acuan: Tidak Bertanggung Jawab) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Penerapan Tanggung Jawab Diri berisi 4 butir menjodohkan sebab-akibat kebersihan dan kebutuhan tubuh dari Buku Siswa: (1) 'Zhenhui mandi 2 kali sehari' dipasangkan dengan 'Badan terasa segar dan bersih'; (2) 'Makan tepat waktu' dipasangkan dengan 'Perut sehat dan bermain dengan semangat'; (3) 'Malas mandi dan tidak ganti baju kotor' dipasangkan dengan 'Badan terasa gatal'; (4) 'Tidur tepat waktu' dipasangkan dengan 'Bangun bersemangat berangkat sekolah'. Seluruh murid mengerjakan lembar kerja secara tertulis mandiri (acuan kunci: pasangan di atas) (15 menit).
- Murid melakukan simulasi praktik langsung penerapan kebersihan diri di kelas, yaitu mempraktikkan langkah mencuci tangan 6 langkah bersih dengan air/hand sanitizer dan merapikan tempat bekal makan sendiri secara bersih dan mandiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyusun komitmen mandiri berupa 'Jadwal Merawat Tubuh Harian' berisi 3 tindakan pokok kebutuhan diri yang siap dipatuhi setiap hari: (1) Mandi bersih pagi dan sore, (2) Sarapan tepat waktu, (3) Merapikan sisa makan sendiri (10 menit).
- Murid menyampaikan satu komitmen yang dipilih di hadapan guru dan teman sebangku sebagai wujud tekad membiasakan perilaku Junzi yang bertanggung jawab menjaga karunia raga dari Tian (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa merawat kebersihan dan memenuhi kebutuhan tubuh secara teratur adalah wujud nyata laku bakti dan tanggung jawab atas karunia Tian (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas komitmen yang dibuat murid dan mengingatkan untuk melaksanakannya secara konsisten di rumah (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa syukur bersama dan salam penutup Huang You Tian Di (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu bergambar konkret alur mandi dan mencuci tangan; bagi murid yang sudah cepat diberikan teks bacaan singkat berisi jadwal harian teratur tokoh Zhenhui.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara bertahap saat memasangkan kartu sebab-akibat; murid yang sudah mahir langsung menyusun tabel jadwal kebutuhan diri harian.
- Produk: Murid dapat menunjukkan komitmen tanggung jawab diri melalui penandaan gambar jadwal visual atau penulisan jadwal kegiatan harian mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan diagnostik awal melalui 3 pertanyaan respon isyarat gerak: (1) 'Siapa yang sudah mandi sendiri 2 kali sehari?' (acuan: ya/mandiri); (2) 'Siapa yang selalu mencuci tangan sebelum makan tanpa disuruh?' (acuan: ya/mandiri); (3) 'Siapa yang makan teratur dan menghabiskan makanannya sendiri?' (acuan: ya/mandiri).
Proses:- Formatif Latihan Lembar Kerja 4 Butir Sebab-Akibat Kebersihan & Kebutuhan Diri: (1) 'Zhenhui mandi 2 kali sehari' -> 'Badan terasa segar dan bersih'; (2) 'Makan tepat waktu' -> 'Perut sehat dan bermain dengan semangat'; (3) 'Malas mandi dan tidak ganti baju kotor' -> 'Badan terasa gatal'; (4) 'Tidur tepat waktu' -> 'Bangun bersemangat berangkat sekolah' (Kriteria ketercapaian: Tepat menjodohkan minimal 3 dari 4 butir sesuai kunci acuan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman komitmen refleksi akhir: Murid menyebutkan atau menuliskan 3 tindakan nyata merawat kebutuhan diri sendiri di rumah: (1) Mandi 2 kali sehari dengan sabun; (2) Makan makanan sehat tepat waktu; (3) Mencuci tangan bersih sebelum dan sesudah makan (Kriteria: menyebutkan/memilih minimal 2 tindakan kebersihan/kebutuhan diri secara tepat).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja saat permainan memasangkan kartu kebiasaan bertanggung jawab vs tidak bertanggung jawab
- Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 4 butir sebab-akibat kebersihan dan kebutuhan diri
- Observasi praktik simulasi cuci tangan bersih dan kerapian merawat bekal diri sendiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebersihan dan kebutuhan diri sendiri | Belum mampu menerapkan perilaku kebersihan dan pemenuhan kebutuhan diri; lembar kerja menjodohkan hanya tepat 0-1 butir dari 4 butir acuan serta membutuhkan pendampingan penuh dalam simulasi kebersihan. | Mulai mampu menerapkan perilaku kebersihan dan kebutuhan diri dengan bantuan guru; lembar kerja menjodohkan tepat 2 butir dari 4 butir acuan. | Mampu menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebersihan dan kebutuhan diri secara tepat dan mandiri; lembar kerja menjodohkan tepat 3-4 butir dari 4 butir acuan serta mampu mempraktikkan simulasi kebersihan diri. | Sangat konsisten menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebersihan dan kebutuhan diri secara mandiri; lembar kerja menjodohkan tepat 4 dari 4 butir acuan, mempraktikkan simulasi kebersihan diri dengan runtut, serta secara mandiri merumuskan jadwal harian kebutuhan dirinya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas simulasi praktik kebersihan dan permainan kartu memfasilitasi murid memahami tanggung jawab merawat tubuh sebagai karunia Tian?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid kelas 2 dalam menyelesaikan lembar kerja sebab-akibat kebersihan diri?
Murid:- Kegiatan merawat diri apa yang sudah bisa kulakukan sendiri setiap hari di rumah?
- Mengapa aku harus bersyukur kepada Tian dengan menjaga tubuhku agar tetap bersih dan sehat?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
- TP 2.6.2 Menerapkan sikap toleransi dengan teman
- TP 2.6.3 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan memberi salam peneguhan iman 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', dilanjutkan dengan pembacaan doa pembuka bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu menunjukkan pemahaman konsep Tian menciptakan manusia melalui orang tua serta mempraktikkan sikap toleransi dan tanggung jawab diri (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan tata cara pelaksanaan tugas unjuk kerja kelompok menyusun kolase simbol karunia Tian serta aturan pelaksanaan tes lisan bergiliran di meja guru (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid bekerja dalam kelompok kecil (3-4 orang) menyusun kolase simbol karunia Tian (gambar matahari, alam, dan keluarga bersyukur), di mana guru mengamati 4 indikator perilaku: (1) mau bergiliran menggunakan alat gambar/tempel, (2) tidak mengejek hasil atau kemampuan teman sekelompok, (3) merapikan kembali alat belajar milik sendiri setelah selesai, dan (4) menjaga kebersihan area meja sendiri secara mandiri (50 menit).
- Secara paralel saat aktivitas kelompok dan penataan karya berlangsung, guru memanggil setiap murid secara bergantian ke meja guru untuk tes lisan terstruktur berdurasi 1,5 menit per anak dengan 2 butir pertanyaan: (1) 'Siapakah yang menciptakan manusia menurut ajaran agama Khonghucu?' (acuan jawaban benar: Tian / Tuhan Yang Maha Esa) dan (2) 'Melalui perantara siapakah Tian menghadirkan manusia di dunia?' (acuan jawaban benar: melalui kedua orang tua / ayah dan ibu) (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap murid memeriksa kembali kebersihan meja serta kelengkapan alat tulisnya masing-masing, kemudian memberi tanda centang pada lembar cek mandiri perilaku: 'Saya sudah berbagi alat dengan teman' dan 'Saya sudah merapikan meja sendiri' (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, sikap toleransi, dan kemandirian murid selama sesi asesmen sumatif berlangsung (1 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dengan melafalkan doa syukur atas karunia Tian dan salam penutup 'Huang Tian Zhi You' (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan kartu pertanyaan dengan bantuan tulisan berhuruf besar bagi murid yang memerlukan kejelasan visual tambahan saat tes lisan tanpa mengubah substansi pertanyaan.
- Proses: Memfasilitasi giliran tes lisan lebih awal bagi murid yang membutuhkan jeda konsentrasi lebih sering, serta pendampingan akses fisik pada penataan bahan kolase.
- Produk: Format respons lisan diterima secara langsung melalui ungkapan lisan sederhana sesuai acuan jawaban yang telah ditetapkan tanpa menuntut kalimat berbelit-belit.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan diri dan kelengkapan alat belajar murid sebelum pengerjaan kolase dimulai (acuan: murid membawa krayon/alat warna dan lem milik sendiri di mejanya).
Proses:- Pengamatan langsung perilaku keteraturan, toleransi dalam berbagi alat tempel, serta kepedulian terhadap kebersihan meja kerja kelompok.
Sumatif Bab:- penilaian kinerja terpadu (kegiatan kelompok kolaboratif dengan pengamatan perilaku toleransi dan kemandirian) dipadukan dengan tes lisan terstruktur singkat: lembar observasi kinerja dengan kriteria terukur atas sikap toleransi (bergantian peran, tidak mengejek perbedaan) dan tanggung jawab diri (merapikan alat dan kebersihan sendiri), serta rekaman respons lisan singkat tentang konsep Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua
- observasi unjuk kerja aktivitas kelompok: lembar amatan perilaku selama aktivitas menyusun kolase simbol karunia Tian secara berkelompok yang memuat 4 indikator ketercapaian: (1) mau bergiliran menggunakan alat gambar/tempel, (2) tidak mengejek hasil atau kemampuan teman sekelompok, (3) merapikan kembali alat belajar milik sendiri setelah selesai, dan (4) menjaga kebersihan area meja sendiri secara mandiri (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi skala peringkat perilaku (1-4) dengan deskriptor operasional tiap indikator)
- tes lisan terstruktur bergiliran: respons lisan murid terhadap 2 pertanyaan pemantik bertema Karunia Tian yang dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain melanjutkan merapikan hasil karya dan refleksi diri bergambar (45 menit / 1,5 menit = 30 slot murid, muat untuk 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan dengan indikator ketepatan menjelaskan bahwa Tian adalah pencipta manusia dan orang tua adalah perantara kehadiran manusia di dunia)
Sumatif:- penilaian kinerja terpadu (kegiatan kelompok kolaboratif dengan pengamatan perilaku toleransi dan kemandirian) dipadukan dengan tes lisan terstruktur singkat: lembar observasi kinerja dengan kriteria terukur atas sikap toleransi (bergantian peran, tidak mengejek perbedaan) dan tanggung jawab diri (merapikan alat dan kebersihan sendiri), serta rekaman respons lisan singkat tentang konsep Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua
- observasi unjuk kerja aktivitas kelompok: lembar amatan perilaku selama aktivitas menyusun kolase simbol karunia Tian secara berkelompok yang memuat 4 indikator ketercapaian: (1) mau bergiliran menggunakan alat gambar/tempel, (2) tidak mengejek hasil atau kemampuan teman sekelompok, (3) merapikan kembali alat belajar milik sendiri setelah selesai, dan (4) menjaga kebersihan area meja sendiri secara mandiri (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi skala peringkat perilaku (1-4) dengan deskriptor operasional tiap indikator)
- tes lisan terstruktur bergiliran: respons lisan murid terhadap 2 pertanyaan pemantik bertema Karunia Tian yang dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain melanjutkan merapikan hasil karya dan refleksi diri bergambar (45 menit / 1,5 menit = 30 slot murid, muat untuk 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan dengan indikator ketepatan menjelaskan bahwa Tian adalah pencipta manusia dan orang tua adalah perantara kehadiran manusia di dunia)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Konsep Tian sebagai Pencipta Manusia Melalui Orang Tua (TP 2.6.1) | Belum mampu menjawab dengan tepat kedua pertanyaan lisan (tidak menyebutkan Tian maupun kedua orang tua). | Menjawab tepat 1 dari 2 pertanyaan lisan (hanya menyebutkan Tian sebagai pencipta ATAU hanya menyebutkan orang tua sebagai perantara). | Menjawab tepat kedua pertanyaan lisan dengan bantuan arahan pemantik ulang dari guru: (1) Tian sebagai pencipta manusia, (2) kedua orang tua sebagai perantara. | Menjawab tepat dan lugas kedua pertanyaan lisan secara mandiri: (1) Tian adalah pencipta manusia, dan (2) Tian menghadirkan manusia melalui kedua orang tua. | | Penerapan Sikap Toleransi dengan Teman (TP 2.6.2) | Belum bersedia bergantian menggunakan alat kerja serta mengejek hasil kerja atau kekurangan teman dalam kelompok. | Mau bergantian menggunakan alat kerja hanya jika ditegur guru, sesekali masih mencela karya teman sekelompok. | Mau bergiliran menggunakan alat kerja secara tertib dan tidak mengejek hasil atau kemampuan teman sekelompok. | Konsisten berinisiatif bergantian alat kerja secara santun dan konsisten menghargai perbedaan hasil kerja teman sepanjang kegiatan tanpa perlu diingatkan guru. | | Penerapan Sikap Tanggung Jawab terhadap Kebutuhan Diri Sendiri (TP 2.6.3) | Meninggalkan alat tulis/tempel berserakan dan mengabaikan sampah/kebersihan area mejanya sendiri. | Merapikan alat milik sendiri dan membersihkan area meja setelah mendapat instruksi berulang dari guru. | Merapikan kembali alat belajar milik sendiri serta membersihkan sisa sampah di area mejanya secara mandiri setelah selesai berkarya. | Merapikan alat belajar milik sendiri dengan sangat teratur dan memastikan kebersihan area meja serta sekitarnya benar-benar bersih tanpa diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu tes lisan 1,5 menit per murid berjalan efektif berdampingan dengan aktivitas kelompok?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam mempraktikkan sikap toleransi dan kemandirian tanggung jawab diri selama berkarya bersama?
Murid:- Apakah aku sudah mau bergantian memakai alat gambar bersama teman dengan sabar?
- Apakah aku sudah membersihkan dan merapikan semua peralatanku sendiri setelah selesai?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 2)
- Kartu tanda respon warna hijau (Jempol) dan merah (Silang)
- Lembar Cek Mandiri Konsep Tian Pencipta Manusia
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 1 & Pelajaran 2)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Gambar seri proses karunia kelahiran anak (pernikahan, ibu mengandung, kelahiran bayi, pengasuhan orang tua)
- Kartu teks pilihan kalimat penjelasan konsep Tian dan orang tua
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas II (Pelajaran 2: Karunia Tian / Aku Bersahabat)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas II
- Lembar kerja 'Detektif Sahabat' (Tabel Perbedaan Aku dan Temanku)
- Kitab Lunyu XIII:23
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Buku Teks Utama Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021 (hlm. 68-73)
- Kartu gambar situasi perilaku toleransi berbagi dan kartu puzzle rumah ibadah
- Perlengkapan alat tulis dan krayon mewarnai kelas
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Perlengkapan belajar konkret milik murid (tas sekolah, buku tulis, tempat pensil, dan seragam sekolah)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 2: Aku Ciptaan Tian)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021, Halaman 55-63)
- Kitab Suci Sishu dan Buku Dizigui (Kutipan Renungan Junzi tentang Menghargai Waktu dan Merawat Diri)
- Set kartu gambar tindakan kebersihan dan kartu sebab-akibat
- Perlengkapan praktik kebersihan diri (sabun/hand sanitizer dan lap bersih)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Kertas gambar pola kolase Karunia Tian, potongan kertas warna, lem kertas, krayon/pensil warna, dan lembar observasi penilaian guru.
|