MODUL AJAR Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 4 — Aku Beribadah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Aku Beribadah |
|---|
| Alokasi Waktu | 19 JP (19 x 35 menit = 665 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.4.1 Menerapkan sikap dalam berdoa dan menghormat sesuai tata ibadah agama Khonghucu
- TP 2.4.2 Menerapkan sembahyang kepada Tian dan Nabi Kongzi dengan tata cara yang benar
- TP 2.4.3 Menerapkan sembahyang kepada leluhur dengan tata cara yang khidmat
- TP 2.4.4 Menerapkan perlengkapan sembahyang di altar dengan tertib dan benar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana posisi tangan kita saat berdoa kepada Tian?
- Bagaimana cara kita memberi hormat dengan sikap Bai dan Jugong kepada teman atau guru?
- Bagaimanakah posisi tangan dan tubuh kita saat bersujud (gui) di hadapan Tian?
- Mengapa sikap sujud (gui) dilakukan dengan sangat khidmat dan rendah hati?
- Benda apa saja yang biasa kalian lihat tersusun rapi di atas meja altar sembahyang?
- Mengapa perlengkapan sembahyang harus diletakkan pada posisi yang tertib dan benar?
- Berapa batang dupa yang kita gunakan saat sembahyang kehadirat Tian?
- Bagaimana urutan tata cara bersujud dan menancapkan dupa di hadapan Tian?
- Berapa batang dupa yang kita gunakan saat bersembahyang di hadapan altar Nabi Kongzi?
- Bagaimana urutan gerakan tangan dan tubuh kita saat sembahyang menghormat kepada Nabi Kongzi?
- Berapa batang dupa yang kita gunakan saat sembahyang kepada leluhur?
- Bagaimana sikap tubuh kita saat sembahyang di hadapan altar leluhur agar terasa khidmat?
- Bagaimanakah urutan yang benar saat kita menata perlengkapan sembahyang di atas meja altar?
- Bagaimanakah sikap tubuh yang benar dan khidmat saat kita berdoa, bai, jugong, serta gui ke hadapan Tian, Nabi Kongzi, dan leluhur?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Sikap Berdoa dan Menghormat (Bai dan Jugong) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menerapkan sikap dalam berdoa dan menghormat sesuai tata ibadah agama Khonghucu
Pendahuluan:- Guru bersama murid memberi salam Wei De Dong Tian dan membaca doa pembukaan belajar bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes peragaan diagnostik cepat: meminta setiap murid menunjukkan posisi tangan saat berdoa 'Bao Xin Ba De' dan membedakan gerak hormat Bai (tangan didekap di dada digerakkan) serta Jugong (membungkukkan badan) (acuan ketepatan diagnostik: (1) Bao Xin Ba De: ibu jari kanan dan kiri dipertemukan membentuk huruf Ren lalu didekapkan di dada; (2) Bai: merapatkan tangan di depan dada lalu mengayunkannya dengan sopan; (3) Jugong: berdiri tegak lalu membungkukkan badan sekitar 45 derajat) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru dan gambar di buku teks mengenai 3 sikap tata ibadah: sikap berdoa Bao Xin Ba De, sikap hormat Bai, dan sikap hormat Jugong (10 menit).
- Murid mengidentifikasi ciri dan aturan ketiga sikap tersebut: sikap Bao Xin Ba De (ibu jari tangan kiri melambangkan ayah, ibu jari tangan kanan melambangkan ibu, kedua ibu jari bertemu membentuk huruf Ren 人, didekapkan di dada); sikap Bai (merapatkan kedua telapak tangan di dada untuk menghormat sesama seumuran); serta sikap Jugong (berdiri tegak dan membungkukkan badan sekitar 45 derajat, dilakukan 1 kali untuk sesama manusia) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Tiru dan Praktikkan': secara bergantian murid memeragakan dan mencocokkan kartu aba-aba: (1) Kartu A: 'Berdoa Bao Xin Ba De' -> murid membentuk sikap ibu jari bersilang membentuk Ren dan mendekap di dada; (2) Kartu B: 'Hormat Bai kepada Teman' -> murid merapatkan tangan di dada lalu memberi hormat Bai 1 kali; (3) Kartu C: 'Hormat Jugong kepada Guru' -> murid berdiri tegak dan membungkukkan badan 45 derajat 1 kali (acuan: kesesuaian gerakan tubuh dengan ketiga skenario tersebut) (15 menit).
- Murid secara mandiri mempraktikkan satu per satu di hadapan guru rangkaian: (1) Sikap Bao Xin Ba De dengan benar, (2) Sikap hormat Bai, dan (3) Sikap hormat Jugong membungkuk 45 derajat dengan tertib (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan pengalaman mempraktikkan gerakan doa dan hormat: bagian gerakan mana yang terasa paling mudah dan mana yang masih memerlukan latihan keseimbangan atau ketepatan posisi jari (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan posisi tangan Bao Xin Ba De dan kemiringan badan saat Jugong (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam Xian You Yi De (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar langkah peragaan visual posisi tangan Bao Xin Ba De bagi murid yang memerlukan panduan visual konkret.
- Proses: Murid yang sudah mahir mempraktikkan secara mandiri tanpa aba-aba guru, sedangkan murid yang masih ragu diberi bimbingan langsung dengan pembetulan posisi jari satu per satu.
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan ketiga sikap gerak (Bao Xin Ba De, Bai, Jugong) sesuai acuan tata ibadah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Praktik diagnostik singkat perorangan: Guru meminta murid memperagakan sikap berdoa dan dua cara menghormat (acuan kunci: (1) Sikap doa: Bao Xin Ba De dengan kedua ibu jari bertemu membentuk huruf Ren didekapkan di dada; (2) Sikap hormat Bai: kedua tangan terkatup di depan dada diayunkan ke depan; (3) Sikap hormat Jugong: berdiri tegak lalu membungkukkan badan sekitar 45 derajat).
Proses:- Pengamatan formatif saat aktivitas 'Tiru dan Praktikkan' dan demonstrasi mandiri: memeriksa ketepatan posisi jari pada sikap Bao Xin Ba De, kehalusan gerakan Bai, dan ketepatan sudut bungkuk badan pada Jugong sesuai acuan tata ibadah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: murid memperagakan secara runtut 3 sikap yang dipelajari (acuan: (1) Posisi tangan Bao Xin Ba De benar menempel di dada membentuk huruf Ren; (2) Gerakan Bai dilakukan dengan merapatkan tangan di dada; (3) Gerakan Jugong dilakukan dengan membungkukkan badan 45 derajat).
Formatif:- Unjuk kerja demonstrasi sikap berdoa Bao Xin Ba De serta hormat Bai dan Jugong
- Lembar observasi ketercapaian peragaan gerak tata ibadah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Sikap Berdoa (Bao Xin Ba De) | Belum mampu membentuk posisi jari tangan Bao Xin Ba De meski telah dicontohkan. | Mampu membentuk posisi jari tangan Bao Xin Ba De tetapi posisi ibu jari belum membentuk huruf Ren atau belum didekapkan di dada. | Mampu menerapkan sikap berdoa Bao Xin Ba De secara tepat (ibu jari membentuk huruf Ren dan didekapkan di dada) dengan sedikit arahan. | Mampu menerapkan sikap berdoa Bao Xin Ba De secara tepat, tertib, dan mandiri tanpa bimbingan. | | Penerapan Sikap Menghormat (Bai dan Jugong) | Belum mampu membedakan dan memperagakan gerakan hormat Bai maupun Jugong. | Mampu memperagakan salah satu sikap (Bai atau Jugong) dengan benar, namun sikap lainnya masih keliru. | Mampu memperagakan kedua sikap hormat Bai (tangan dirapatkan di dada) dan Jugong (membungkukkan badan 45 derajat) dengan tepat sesuai acuan. | Mampu memperagakan kedua sikap hormat Bai dan Jugong secara tepat, luwes, khidmat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mampu membentuk posisi tangan Bao Xin Ba De dengan tepat?
- Bagian langkah manakah yang membutuhkan latihan pengulangan gerak lebih banyak bagi murid Fase A?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan sikap Bao Xin Ba De, Bai, dan Jugong hari ini?
- Gerakan mana yang menurutmu paling mudah dilakukan?
Pertemuan 2 — Menerapkan Sikap Berdoa dan Menghormat dengan Sujud (Gui) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menerapkan sikap dalam berdoa dan menghormat sesuai tata ibadah agama Khonghucu
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam peneguhan iman 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', dilanjutkan melafalkan doa pembukaan bersama dengan sikap bao xin bade (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai bentuk sikap menghormat yang telah dipelajari sebelumnya, menanyakan perbedaan membungkuk (jugong) dan berlutut/sujud (gui) dengan acuan: jugong = membungkukkan badan 45 derajat, gui = berlutut/bersujud menyentuh matras/lantai (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan tata cara bersikap doa bao xin bade serta tata cara bersujud (gui) dengan posisi tubuh dan tangan yang benar sesuai tata ibadah Khonghucu (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru dan gambar tentang sikap sujud (gui): dimulai dari berdiri tegak menghadap altar, merangkapkan tangan di dada, berlutut perlahan dengan kedua lutut di atas matras, lalu merendahkan badan hingga dahi dan kedua telapak tangan menyentuh alas sujud secara khidmat (15 menit).
- Guru mendemonstrasikan perincian urutan gerakan gui: (1) posisi awal berdiri tegak siap bersujud, (2) menurunkan lutut kanan lalu kiri ke matras, (3) merebahkan tubuh ke depan hingga dahi menunduk khidmat, dan (4) bangkit kembali ke posisi berdiri tegak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid melakukan permainan simulasi 'Langkah Suci Khidmat': murid secara bergiliran dalam kelompok kecil maju ke area matras untuk mempraktikkan 3 urutan tata gerak sujud (gui) secara utuh: (1) sikap bao xin bade di dada, (2) gerakan berlutut perlahan menempelkan dahi dan tangan ke matras, (3) bangkit berdiri tegak kembali dengan tenang (20 menit).
- Guru memberikan bimbingan individual dan umpan balik langsung pada ketepatan posisi lutut, tangan, dan keheningan saat dahi menyentuh alas sujud sesuai panduan tata cara sembahyang (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dengan tertib dan mengungkapkan rasa hormat serta ketenangan batin yang dirasakan saat tubuh merendah dalam sikap sujud (gui) di hadapan Tian (10 menit).
- Guru menegaskan bahwa sikap gui melambangkan kerendahan hati terdalam dan rasa bakti manusia kepada Tian, Nabi Kongzi, serta leluhur (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 3 poin utama pelaksanaan sujud (gui): posisi berlutut yang seimbang, dahi dan tangan yang menyentuh alas dengan tenang, serta hati yang tulus bersyukur (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup bersama dalam sikap bao xin bade dan saling menyampaikan salam penghormatan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan matras bergambar telapak kaki, lutut, dan tangan untuk membantu murid yang membutuhkan panduan visual posisi anggota tubuh.
- Proses: Bagi murid yang masih kaku/ragu dalam gerakan berlutut, guru membimbing langkah demi langkah dengan memegang bahu secara perlahan; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan mempraktikkan pengulangan 3 kali sujud berturut-turut secara mandiri dan khidmat.
- Produk: Demonstrasi unjuk kerja gerak sujud (gui) dilakukan secara mandiri penuh atau dengan panduan hitungan ketukan ritme dari guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan 2 perbedaan antara hormat membungkuk (jugong) dan hormat bersujud (gui)!' (Acuan jawaban: Jugong dilakukan dengan posisi berdiri lalu membungkukkan badan sekitar 45 derajat; sedangkan Gui dilakukan dengan berlutut hingga menyentuh lantai/matras untuk menyatakan kerendahan hati).
Proses:- Observasi formatif saat murid mempraktikkan 3 komponen gerak sujud (gui): (1) Posisi awal bao xin bade di dada, (2) Gerakan berlutut dan menundukkan dahi serta meletakkan tangan di matras secara tertib, (3) Gerakan bangkit kembali berdiri tegak dengan tenang tanpa terburu-buru (Acuan ketepatan: seluruh 3 tahapan dilakukan secara berurutan dan tidak terjatuh/goyah).
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja penutup: Setiap murid memperagakan 1 kali rangkaian sikap doa bao xin bade yang dilanjutkan dengan 1 kali gerakan sujud (gui) sempurna di atas matras (Acuan ketercapaian: posisi tangan bersilangan tepat di ulu hati membentuk huruf Ren, kedua lutut menapak matras, dahi merunduk menyentuh alas, lalu bangkit tegak kembali).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja praktik sikap doa (bao xin bade) dan sikap sujud (gui)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Sikap Berdoa (Bao Xin Bade) | Belum mampu memperagakan posisi jari tangan bao xin bade di dada meskipun telah dibimbing guru. | Mampu memperagakan posisi bao xin bade di dada namun posisi ibu jari tangan kiri dan kanan belum tepat membentuk lambang kebajikan. | Mampu menerapkan posisi bao xin bade dengan posisi kedua ibu jari saling mengunci di depan dada secara tepat sesuai tata ibadah. | Mampu menerapkan sikap doa bao xin bade secara tepat, tegak, tenang, dan mandiri dengan penuh kekhidmatan. | | Penerapan Sikap Sujud (Gui) | Belum mampu melakukan gerakan berlutut sujud (gui), gerakan masih terputus dan tidak seimbang. | Mampu berlutut namun dahi dan tangan belum menyentuh alas sujud secara tertib dan masih terburu-buru. | Mampu menerapkan urutan gerakan sujud (gui) dari berdiri, menurunkan lutut, menempelkan dahi dan tangan ke matras, hingga bangkit berdiri tegak dengan benar. | Mampu menerapkan seluruh tata cara bersujud (gui) secara runtut, sangat khidmat, seimbang, dan mandiri tanpa ragu-ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik gerakan sujud (gui) pada matras mencukupi bagi seluruh murid kelas 2?
- Bagian tahapan gerak sujud manakah yang paling banyak membutuhkan bimbingan fisik dan penyesuaian keseimbangan murid?
Murid:- Bagian gerakan sujud (gui) mana yang paling mudah kamu lakukan hari ini?
- Bagaimana perasaan hatimu saat bersujud dengan tenang di hadapan Tian?
Pertemuan 3 — Menerapkan Perlengkapan Sembahyang di Altar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.4 Menerapkan perlengkapan sembahyang di altar dengan tertib dan benar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' dan mengajak seluruh murid bersikap hormat (2 menit).
- Guru memeriksa kesiapan murid serta memandu pembiasaan mencuci tangan simbolis sebelum beribadah sebagai tanda kesungguhan hati (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 4 kartu gambar perlengkapan sembahyang (xianglu/tempat dupa, sepasang zhutai/tempat lilin, cangkir persembahan, piring buah sajian) dan meminta murid menyebutkan serta menunjukkan fungsinya (acuan: xianglu = tempat menancapkan dupa, zhutai = tempat menaruh lilin di kiri-kanan, cangkir = wadah air teh/persembahan, piring buah = wadah buah persembahan di depan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan dan menata perlengkapan sembahyang di altar dengan tertib dan benar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan dan mengenalkan susunan 5 perlengkapan utama sembahyang pada meja altar tiruan di depan kelas: (1) Xianglu diletakkan persis di bagian tengah depan, (2) Sepasang zhutai beserta lilin diletakkan di sisi kiri dan kanan mengapit xianglu, (3) Cangkir persembahan (teh/air jernih) diletakkan di deretan depan/samping xianglu, (4) Piring sajian (buah/kue) diletakkan rapi di belakang atau sejajar samping, dan (5) Zhuowei (kain penutup meja altar) dipasang rapi menutupi bagian depan meja (15 menit).
- Murid secara berkelompok mengamati posisi masing-masing perlengkapan sembahyang dan membaca penanda posisi perlengkapan pada denah altar yang disediakan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan permainan tantangan seru 'Tata Altar Junzi': setiap pasangan mengambil 5 miniatur/replika perlengkapan sembahyang (1 miniatur xianglu, 2 miniatur zhutai dengan lilin, 2 miniatur cangkir persembahan, 1 miniatur piring sajian buah, 1 lembar zhuowei mini) lalu bersama-sama menata replika tersebut pada papan alas meja sembahyang sesuai letak yang tertib dan benar (acuan tata letak: zhuowei terpasang di depan meja, xianglu di tengah, sepasang zhutai di kiri dan kanan, cangkir persembahan dan piring sajian diletakkan simetris dan rapi) (20 menit).
- Setiap pasangan secara bergantian mempraktikkan unjuk kerja menata langsung 5 perlengkapan sembahyang fisik di meja praktik kelas dengan tertib, teratur, dan tidak terbalik urutannya sembari diobservasi langsung oleh guru (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil susunan meja altar milik pasangannya dengan mencocokkan pada denah acuan di papan tulis untuk memastikan keteraturan dan ketertiban penataannya (10 menit).
- Murid menjawab pertanyaan reflektif guru mengenai bagaimana perasaan mereka saat berhasil menata perlengkapan sembahyang dengan rapi dan apa makna sikap tertib dalam menyiapkan ibadah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan tata letak 5 perlengkapan sembahyang di altar agar selalu tertib dan benar (xianglu di tengah, zhutai di sisi kiri dan kanan, cangkir dan sajian tertata rapi di posisinya, meja tertutup zhuowei) (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa lembar cek mandiri menempelkan 4 stiker perlengkapan sembahyang ke posisi kotak yang benar pada gambar altar (acuan posisi: stiker xianglu di kotak tengah, stiker sepasang zhutai di kotak kanan dan kiri, stiker piring sajian di kotak meja) (3 menit).
- Guru memberi umpan balik apresiatif atas ketertiban kerja seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa syukur serta salam kebajikan 'Huang You Shi De' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa denah meja bergaris batas posisi; murid yang lebih cepat diberikan gambar tata letak meja sembahyang yang lebih lengkap mencakup penempatan sajian yin dan yang.
- Proses: Murid yang belum terbiasa menata diarahkan dengan pendampingan bertahap (menata xianglu dan zhutai terlebih dahulu), sedangkan murid mandiri langsung menata kelima perlengkapan secara utuh.
- Produk: Hasil penataan altar dapat berupa demonstrasi langsung pada meja peraga tiruan atau penataan replika miniatur perlengkapan secara tepat posisi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan 4 kartu gambar perlengkapan sembahyang (1. Xianglu, 2. Sepasang Zhutai/tempat lilin, 3. Cangkir persembahan, 4. Piring sajian buah) di mana murid diminta menyebutkan nama benda dan posisinya di altar (acuan: Xianglu di bagian tengah, Zhutai di sisi kiri-kanan, Cangkir di deretan tengah/depan, Piring sajian di samping/belakang xianglu secara rapi).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menata 5 replika/perlengkapan sembahyang di atas meja altar tiruan (acuan ketepatan: xianglu diletakkan di tengah, sepasang zhutai di kiri dan kanan, cangkir persembahan diletakkan tertib berpasangan/rapi di depan xianglu, piring sajian diletakkan tidak menutupi xianglu, zhuowei terpasang rapi di muka meja).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lembar mencocokkan/menempel 4 stiker simbol alat ibadah pada denah altar kosong (acuan kunci jawaban: Stiker 1 Xianglu dipasang pada kotak nomor 1 tengah; Stiker 2 Sepasang Zhutai dipasang pada kotak nomor 2 kiri dan kanan; Stiker 3 Cangkir persembahan dipasang pada kotak nomor 3 di depan xianglu; Stiker 4 Piring sajian buah dipasang pada kotak nomor 4 sisi samping/belakang xianglu).
Formatif:- Unjuk kerja praktik menata perlengkapan sembahyang di altar tiruan kelas dengan lembar observasi ketertiban dan ketepatan posisi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketertiban dan Ketepatan Menata Perlengkapan Sembahyang di Altar | Murid belum mampu menempatkan perlengkapan sembahyang pada posisinya yang benar di atas meja altar walau telah dibimbing guru. | Murid mampu menempatkan 1-2 perlengkapan sembahyang (misal: xianglu di tengah) pada posisi yang benar di atas meja altar dengan bimbingan guru. | Murid mampu menata 3-4 perlengkapan sembahyang (xianglu di tengah, zhutai di sisi kanan-kiri, cangkir/piring sajian) pada posisi yang benar dan tertib secara mandiri. | Murid mampu menata seluruh (5) perlengkapan sembahyang di meja altar (xianglu di tengah, sepasang zhutai di kiri-kanan, cangkir persembahan, piring sajian, dan zhuowei) secara lengkap, presisi, rapi, dan tertib tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media manipulatif/replika perlengkapan sembahyang membantu murid memahami tata letak altar dengan mudah dan gembira?
- Bagian mana dari urutan penataan altar yang masih sering tertukar oleh murid?
Murid:- Apakah kamu sudah tahu posisi tempat dupa (xianglu) dan tempat lilin (zhutai) di atas meja sembahyang?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyusun meja sembahyang dengan rapi dan tertib bersama temanmu?
Pertemuan 4 — Menerapkan Sembahyang kepada Tian dengan Tata Cara yang Benar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Menerapkan sembahyang kepada Tian dan Nabi Kongzi dengan tata cara yang benar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam Wei De Dong Tian dan mengajak murid bersikap bao xin ba de melafalkan doa pembukaan belajar bersama (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik peragaan: meminta setiap murid menunjukkan jumlah dupa untuk Tian (acuan: mengambil/menunjukkan tepat 3 batang dupa) dan memperagakan cara memegang dupa di depan dada setinggi ulu hati (acuan: tangan kiri di dalam menggenggam dupa, tangan kanan menutup di luar) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan urutan sembahyang kepada Tian menggunakan 3 batang dupa dengan tata cara yang benar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan peragaan guru mengenai 4 langkah urutan tata cara sembahyang kepada Tian: (1) Menyalakan dan memegang 3 batang dupa bergagang merah di depan dada dengan sikap hormat, (2) Melakukan penghormatan sujud (gui/dingli) sebanyak 3 kali ke hadirat Tian dengan khidmat, (3) Memanjatkan doa syukur/pujian kehadirat Tian, (4) Menancapkan ketiga dupa ke dalam hiolo (tempat abu) dengan urutan dupa pertama di tengah, dupa kedua di kanan, dan dupa ketiga di kiri (15 menit).
- Murid mengamati gambar urutan tata cara sembahyang kepada Tian yang ditunjukkan guru, lalu secara bersama-sama mengurutkan 4 kartu urutan sembahyang Tian: Kartu A 'Menyiapkan 3 batang dupa', Kartu B 'Bersujud 3 kali (dingli)', Kartu C 'Berdoa mengucap syukur', Kartu D 'Menancapkan dupa tengah, kanan, lalu kiri' (acuan urutan benar: A - B - C - D) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Dupa Suci Tian': berpasangan saling mengamati dan mempraktikkan simulasi memegang 3 batang dupa model (tanpa api) dengan posisi tangan yang tepat (tangan kiri di dalam memegang pangkal dupa, tangan kanan menutup di luar), jika teman sudah tepat mengangkat kartu senyum (15 menit).
- Setiap murid secara bergantian maju ke miniatur altar Tian di depan kelas untuk menerapkan tata cara sembahyang kepada Tian secara lengkap: mengambil 3 dupa model, melakukan sikap hormat dan sujud dingli 3 kali, berdoa mengucap syukur dalam hati, serta menancapkan ketiga dupa ke hiolo tiruan dengan urutan tepat (tengah, kanan, kiri) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk dengan tenang, memeriksa diri apakah sudah menancapkan dupa dengan urutan tengah-kanan-kiri dan bersujud dengan hitungan tepat 3 kali saat giliran praktik tadi (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap praktik sembahyang murid, menegaskan kembali pentingnya ketertiban jumlah 3 dupa dan urutan menancapkannya (5 menit).
- Guru bersama murid menutup pelajaran dengan doa syukur dan salam penutup Huang Yi Shang Di (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar langkah 1-4 tata cara sembahyang Tian bagi murid yang membutuhkan penguatan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu urutan menancapkan dupa diberikan bimbingan langsung di samping miniatur hiolo; bagi murid yang sudah lancar diminta melakukan seluruh urutan secara mandiri tanpa aba-aba guru.
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan praktik sembahyang kepada Tian dengan tolok ukur ketepatan gerak yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan singkat: Murid diminta mengambil dupa tiruan sesuai jumlah untuk sembahyang kehadirat Tian dan memegangnya di depan dada (acuan: murid mengambil tepat 3 batang dupa dan memegang dengan posisi tangan kiri di dalam menggenggam dupa serta tangan kanan menutup di luar setinggi ulu hati).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat praktik sembahyang di miniatur altar Tian: Guru memeriksa 4 indikator ketepatan: (1) Menggunakan tepat 3 batang dupa, (2) Memegang dupa dengan posisi tangan kiri di dalam dan kanan di luar di depan dada, (3) Melakukan sujud dingli tepat 3 kali, (4) Menancapkan dupa ke hiolo berurutan tengah, kanan, lalu kiri (acuan: keempat langkah dilakukan lengkap dan berurutan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tindakan di akhir sesi: Murid secara acak ditanya atau diminta menunjuk urutan menancapkan 3 dupa di hiolo (acuan jawaban: dupa ke-1 di tengah, dupa ke-2 di kanan, dupa ke-3 di kiri).
Formatif:- Unjuk kerja demonstrasi praktik tata cara sembahyang kepada Tian menggunakan lembar observasi ketepatan 4 langkah urutan ibadah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Tata Cara Sembahyang kepada Tian | Menerapkan kurang dari 2 indikator tata cara sembahyang kepada Tian dengan benar (acuan 4 indikator: menggunakan 3 dupa, posisi tangan memegang dupa tepat, sujud dingli 3 kali, menancapkan dupa urutan tengah-kanan-kiri) dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Menerapkan 2 dari 4 indikator tata cara sembahyang kepada Tian dengan benar (acuan: menggunakan 3 dupa, posisi tangan memegang dupa tepat, sujud dingli 3 kali, menancapkan dupa urutan tengah-kanan-kiri) dengan arahan guru. | Menerapkan 3 dari 4 indikator tata cara sembahyang kepada Tian dengan benar (acuan: menggunakan 3 dupa, posisi tangan memegang dupa tepat, sujud dingli 3 kali, menancapkan dupa urutan tengah-kanan-kiri) secara mandiri. | Menerapkan seluruh 4 indikator tata cara sembahyang kepada Tian dengan benar (acuan: menggunakan 3 dupa, posisi tangan memegang dupa tepat, sujud dingli 3 kali, menancapkan dupa urutan tengah-kanan-kiri) secara runtut dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah memahami bahwa sembahyang kepada Tian wajib menggunakan 3 batang dupa?
- Bagian tata cara manakah yang paling sering terbalik dilakukan murid (sikap tangan, jumlah sujud, atau urutan menancapkan dupa)?
Murid:- Berapa batang dupa yang kamu tancapkan saat sembahyang kepada Tian tadi?
- Apakah kamu ingat urutan menancapkan dupa di hiolo: tengah, kanan, atau kiri dulu?
Pertemuan 5 — Menerapkan Sembahyang kepada Nabi Kongzi dengan Tata Cara yang Benar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Menerapkan sembahyang kepada Tian dan Nabi Kongzi dengan tata cara yang benar
Pendahuluan:- Guru bersama murid mengawali pelajaran dengan memberi salam Wei De Dong Tian dan membaca doa pembukaan bersama di depan kelas (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara lisan menjawab 2 pertanyaan pemantik mengenai jumlah dupa untuk Nabi Kongzi dan tata cara penghormatan (acuan jawaban: 3 batang dupa; tata cara menghormat dengan membungkuk/jugong atau sujud/gui) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi dengan benar dan tertib (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai urutan tata ibadah sembahyang di hadapan altar Nabi Kongzi: (1) mencuci tangan dan merapikan pakaian, (2) memegang 3 batang dupa bergagang merah di depan dada dengan kedua tangan posisi hormat, (3) melakukan penghormatan jugong 3 kali atau sujud gui 3 kali berlutut di hadapan altar Nabi Kongzi, (4) menancapkan 3 dupa tegak lurus secara tertib di hulu (tempat dupa) (acuan: urutan 1-4 harus runtut dan tepat) (15 menit).
- Murid berpasangan memainkan permainan kartu urutan ibadah 'Susun Kartu Sembahyang Nabi Kongzi' yang terdiri atas 4 kartu langkah bergambar: Kartu A (Mencuci tangan bersih), Kartu B (Memegang 3 dupa di depan dada), Kartu C (Menghormat jugong/gui 3 kali), Kartu D (Menancapkan 3 dupa tegak lurus di hio-lo). Setiap pasangan menyusun kartu sesuai urutan yang tepat: urutan benar adalah A - B - C - D (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara bergiliran menerapkan simulasi peragaan sembahyang kepada Nabi Kongzi di depan miniatur altar kelas dengan menggunakan replika/alat peraga 3 batang dupa bergagang merah, mengikuti tata cara yang runtut: berdiri tenang, memegang 3 dupa dengan hormat di depan dada, membungkuk jugong 3 kali secara khidmat, lalu menancapkan ketiga dupa ke wadah secara tegak lurus dan rapi (20 menit).
- Guru memberikan penguatan dan bimbingan langsung kepada murid dalam mempraktikkan tata cara gerakan tangan saat memegang dupa dan ketepatan posisi tubuh saat membungkuk menghadap altar Nabi Kongzi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan refleksi diri sederhana dipandu guru dengan mengecek gerakan yang telah dipraktikkan: apakah posisi 3 dupa sudah benar di depan dada dan apakah gerakan menghormat telah dilakukan secara tenang dan tertib (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merangkum 4 langkah penting tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi (cuci tangan, pegang 3 dupa di dada, hormat jugong/gui 3 kali, tancapkan dupa tegak lurus) (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut pembiasaan ibadah di rumah bersama orang tua, lalu menutup pelajaran dengan doa penutup dan salam pembina iman Huang You (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah demi langkah sembahyang Nabi Kongzi bagi murid yang memerlukan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang sudah lancar mempraktikkan simulasi secara mandiri dari awal hingga akhir, sedangkan murid yang masih ragu diberi pendampingan langsung dengan aba-aba gerakan langkah demi langkah oleh guru.
- Produk: Unjuk kerja sembahyang dilakukan dengan membungkuk (jugong) atau berlutut sujud (gui) sesuai kesiapan fisik murid tanpa mengubah esensi tata cara sembahyang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang perlengkapan dan sikap dasar sembahyang kepada Nabi Kongzi: Murid diminta menyebutkan (1) jumlah dupa bergagang merah untuk altar Nabi Kongzi (acuan: 3 batang dupa), dan (2) sikap hormat yang dilakukan (acuan: jugong/membungkuk atau gui/sujud berlutut).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja saat murid memperagakan simulasi sembahyang kepada Nabi Kongzi di depan miniatur altar kelas dengan 4 kriteria: (1) persiapan cuci tangan/sikap tertib, (2) memegang 3 dupa di dada dengan kedua tangan hormat, (3) melakukan 3 kali jugong/gui secara khidmat, (4) menancapkan 3 dupa tegak lurus di tempat dupa (acuan: seluruh 4 kriteria dipenuhi secara runtut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tindakan di akhir sesi: Guru menguji 3 murid secara acak untuk menunjukkan cara memegang 3 dupa di depan dada dan menyebutkan jumlah hormat sembahyang kepada Nabi Kongzi (acuan: dupa dipegang tegak di depan dada dengan kedua tangan bersatu; jumlah penghormatan adalah 3 kali).
Formatif:- Unjuk kerja praktik peragaan tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi menggunakan instrumen lembar ceklis peragaan urutan dan ketepatan sikap.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi (urutan dan sikap) | Belum mampu menerapkan urutan sembahyang kepada Nabi Kongzi; posisi memegang dupa dan gerakan hormat belum tepat meski telah dibimbing penuh oleh guru. | Mampu menerapkan 1-2 langkah dari urutan sembahyang kepada Nabi Kongzi (acuan: memegang 3 dupa, menghormat 3 kali, menancapkan dupa tegak lurus) namun masih memerlukan arahan dan bimbingan guru pada urutan gerakan. | Mampu menerapkan seluruh 4 urutan sembahyang kepada Nabi Kongzi (cuci tangan/tertib, memegang 3 dupa di depan dada, menghormat 3 kali secara benar, dan menancapkan dupa tegak lurus) secara runtut dengan bimbingan minimal. | Mampu menerapkan seluruh 4 urutan sembahyang kepada Nabi Kongzi (cuci tangan/tertib, memegang 3 dupa di depan dada, menghormat 3 kali secara benar, dan menancapkan dupa tegak lurus) secara mandiri, runtut, khidmat, dan tepat tanpa perlu diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu memegang 3 batang dupa dan melakukan gerakan hormat 3 kali di depan altar Nabi Kongzi dengan benar?
- Bagaimana efektivitas media miniatur altar dan kartu urutan dalam membantu murid memahami tata cara ibadah secara kontekstual?
Murid:- Bagian mana dari gerakan sembahyang kepada Nabi Kongzi yang paling mudah dan paling sulit kamu lakukan?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil mempraktikkan sembahyang di hadapan altar Nabi Kongzi dengan tertib?
Pertemuan 6 — Menerapkan Sembahyang kepada Leluhur dengan Tata Cara yang Khidmat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Menerapkan sembahyang kepada leluhur dengan tata cara yang khidmat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa pembukaan bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan: 'Berapa batang dupa merah yang dipakai saat sembahyang kepada leluhur dan bagaimana tata cara memegang dupanya?' (acuan jawaban: 2 batang dupa merah; dipegang di depan dada dengan sikap hormat dan khidmat) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan tata cara sembahyang kepada leluhur secara khidmat dan tertib (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperagakan urutan tata cara sembahyang kepada leluhur: (1) mencuci tangan hingga bersih, (2) berdiri tegak dan tenang di hadapan altar, (3) memegang 2 batang dupa merah di depan dada, (4) membungkuk hormat (bai/jugong) dengan khidmat, dan (5) menancapkan dupa tegak lurus di tengah hio-lo (12 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati kartu bergambar alur tata cara sembahyang leluhur yang disiapkan guru dan menyebutkan kembali urutannya secara runtut (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Melalui simulasi 'Ibadah Khidmat di Altar Leluhur', murid secara bergantian mempraktikkan langsung tata cara sembahyang di miniatur/meja altar kelas: mengambil 2 batang dupa tiruan, memegang dupa di depan dada dengan sikap khidmat, melakukan penghormatan bai, dan menancapkan dupa pada tempatnya secara tertib (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk tenang dalam lingkaran untuk merasakan suasana hening dan mengungkapkan perasaan hatinya saat mempraktikkan sembahyang yang khidmat (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan urutan sembahyang kepada leluhur menggunakan 2 dupa merah secara khidmat (5 menit).
- Guru memberikan penguatan nilai bakti, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya (asesmen sumatif unjuk kerja ibadah), dan menutup dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu petunjuk urutan bergambar langkah demi langkah di samping altar, sedangkan murid yang sudah mahir langsung mempraktikkan tanpa kartu panduan visual.
- Proses: Guru memberikan pendampingan langsung dan peragaan ulang bagi murid yang masih ragu memegang dupa atau membungkuk, sedangkan murid yang mandiri mempraktikkan secara bergiliran.
- Produk: Seluruh murid mendemonstrasikan unjuk kerja sembahyang kepada leluhur sesuai kriteria ketuntasan tata ibadah yang khidmat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Berapa batang dupa yang digunakan saat sembahyang kepada leluhur dan bagaimana sikap tangan kita saat berdoa?' (acuan: menggunakan 2 batang dupa merah; posisi tangan memegang dupa di depan dada dengan tenang dan hormat).
Proses:- Observasi unjuk kerja simulasi sembahyang kepada leluhur dengan 3 kriteria: (1) ketepatan jumlah dupa yaitu 2 batang dupa merah, (2) ketepatan sikap tubuh saat menghormat/bai secara khidmat dan tenang, (3) ketepatan menancapkan dupa tegak di hio-lo (acuan: terpenuhinya ketiga langkah peragaan secara berurutan dan khidmat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid memperagakan sikap tangan memegang dupa saat menghormat leluhur (acuan: kedua tangan memegang 2 batang dupa di depan dada, tubuh membungkuk hormat/bai dengan tenang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik sembahyang kepada leluhur menggunakan lembar ceklis ketercapaian urutan ibadah yang khidmat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan tata cara sembahyang kepada leluhur yang khidmat | Belum mampu mempraktikkan urutan sembahyang kepada leluhur (jumlah dupa keliru, gerakan terburu-buru/bercanda) walau telah dibimbing guru. | Mampu mempraktikkan sembahyang kepada leluhur dengan 2 dupa merah, namun sikap tubuh masih belum tenang dan memerlukan bimbingan penuh dari guru. | Mampu mempraktikkan sembahyang kepada leluhur dengan 2 dupa merah, melakukan penghormatan bai, dan menancapkan dupa secara runtut serta khidmat dengan sedikit arahan. | Mampu mempraktikkan seluruh urutan sembahyang kepada leluhur (2 dupa merah, posisi tangan tegak di dada, membungkuk bai dengan tenang dan khidmat, menancapkan dupa rapi) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media miniatur altar dan dupa tiruan efektif membantu murid Fase A memahami tata cara sembahyang leluhur yang khidmat?
- Bagaimana mengkondisikan murid kelas 2 agar tetap menjaga keheningan dan kekhidmatan saat menunggu giliran praktik?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan sembahyang dengan tenang di depan meja altar leluhur?
- Apakah kamu sudah bisa memegang 2 dupa merah dan membungkuk hormat dengan benar?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menerapkan sikap dalam berdoa dan menghormat sesuai tata ibadah agama Khonghucu
- TP 2.4.2 Menerapkan sembahyang kepada Tian dan Nabi Kongzi dengan tata cara yang benar
- TP 2.4.3 Menerapkan sembahyang kepada leluhur dengan tata cara yang khidmat
- TP 2.4.4 Menerapkan perlengkapan sembahyang di altar dengan tertib dan benar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu (Shanzai) dan mengajak murid membacakan doa pembukaan bersama secara tenang dan tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan mekanisme Asesmen Sumatif Bab 4, yaitu unjuk kerja penataan miniatur perlengkapan altar di meja kelompok masing-masing (Tugas 1) dilanjutkan demonstrasi individual tata ibadah sembahyang di depan altar kelas (Tugas 2) (4 menit).
- Guru membagikan miniatur/replika perlengkapan sembahyang dan lembar kerja mewarnai urutan ibadah yang akan dikerjakan secara tenang bergantian saat demonstrasi individu berlangsung (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mendengarkan petunjuk teknis pelaksanaan Tugas 1: penataan miniatur perlengkapan meja altar di meja masing-masing dengan 4 posisi acuan baku: (1) hio-lo (xianglu) di tengah depan, (2) sepasang lilin (zhutai) di sisi kanan dan kiri sejajar, (3) piring persembahan buah/kue di belakang hio-lo, dan (4) vas bunga di samping luar lilin (4 menit).
- Murid menyimak arahan teknis Tugas 2: peragaan urutan demonstrasi individual di depan altar kelas meliputi: (a) sikap doa bao xin bade (ibu jari kiri bertemu ibu jari kanan membentuk huruf ren didekapkan di dada), (b) sikap hormat bai dan jugong membungkuk hormat, (c) sikap sujud gui (berlutut khidmat), serta (d) urutan sembahyang Tian (memegang dupa dupa tegak setinggi dahi/alis, sujud), sembahyang Nabi Kongzi (memegang dupa setinggi dada, sujud), dan sembahyang leluhur (2 batang dupa dipegang khidmat di dada lalu menancapkan dupa dan sujud) (4 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara serentak di meja masing-masing melaksanakan Tugas 1 Sumatif (unjuk kerja penataan serentak): menata 4 replika perlengkapan altar (hio-lo, sepasang lilin, piring buah, dan vas bunga) dengan tepat sesuai acuan baku, guru memeriksa dan mencatat hasil penataan dengan lembar ceklis (35 menit).
- Murid secara bergantian maju ke area altar kelas melaksanakan Tugas 2 Sumatif (unjuk kerja demonstrasi individual bergiliran: 2,5 menit x 28 murid): memperagakan sikap doa bao xin bade, menghormat bai dan jugong, sikap sujud gui, serta tata cara sembahyang Tian, Nabi Kongzi, dan sembahyang leluhur sesuai tata cara yang benar dan khidmat, sementara murid lain yang menunggu giliran duduk tenang mewarnai gambar perlengkapan ibadah (43 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid setelah menyelesaikan unjuk kerja demonstrasi mengevaluasi secara mandiri apakah seluruh gerakan doa, penghormatan bai, jugong, gui, dan penataan altar sudah dilakukan secara runtut, benar, dan penuh rasa khidmat (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi menyeluruh atas ketertiban dan kekhidmatan seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif penataan altar dan demonstrasi ibadah (3 menit).
- Guru merangkum capaian seluruh Bab 4 'Aku Beribadah', mengapresiasi kemandirian murid, memimpin doa penutup syukur, dan mengucapkan salam penutup keagamaan Khonghucu (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Replika perlengkapan sembahyang berukuran pas genggaman tangan anak Fase A dengan penanda visual simbolik yang jelas untuk memudahkan pengenalan posisi.
- Proses: Akomodasi akses tempo giliran yang tenang bagi murid yang memerlukan penyesuaian motorik saat melakukan sujud (gui), tanpa mengubah kriteria maupun tata urutan ibadah yang diuji.
- Produk: Seluruh murid menghasilkan bukti yang setara sesuai rubrik sumatif: artefak penataan altar dan observasi kinerja demonstrasi tata ibadah sembahyang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat peraga sumatif: Guru meminta murid meletakkan 4 benda replika di atas meja dan memastikan murid mengenali nama masing-masing benda (acuan: hio-lo tempat dupa, lilin penerang, piring buah sajian, vas bunga).
Proses:- Observasi keteraturan murid saat menyiapkan miniatur altar serta ketenangan murid saat menunggu giliran peragaan demonstrasi individu.
Sumatif Bab:- unjuk kerja penataan altar dan demonstrasi tata ibadah sembahyang: hasil penataan replika perlengkapan sembahyang di altar meja secara tepat serta peragaan sikap berdoa, menghormat (bai, jugong, gui), dan urutan sembahyang kepada Tian, Nabi Kongzi, dan leluhur dengan tertib dan khidmat
- unjuk kerja penataan serentak: hasil penataan miniatur/replika perlengkapan sembahyang di miniatur meja altar (hio-lo, vas bunga, piring buah, lilin) dengan letak yang tepat, rapi, dan tertib yang dikerjakan murid secara serentak di meja masing-masing (35 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis penataan perlengkapan altar (posisi hio-lo di tengah depan, lilin di kanan-kiri, vas bunga dan persembahan tertata rapi))
- unjuk kerja demonstrasi bergiliran: kinerja peragaan sikap bai, jugong, gui, urutan memegang dupa/dupa peraga, serta sujud sembahyang kepada Tian, Nabi Kongzi, dan leluhur dinilai 2,5 menit per murid secara bergiliran di area altar kelas sementara murid lain menyelesaikan lembar mewarnai perlengkapan ibadah (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tata ibadah (kriteria: ketepatan posisi tangan bai/jugong/gui, urutan tata cara sembahyang Tian dan Nabi Kongzi, kekhidmatan tata cara sembahyang leluhur))
Sumatif:- unjuk kerja penataan altar dan demonstrasi tata ibadah sembahyang: hasil penataan replika perlengkapan sembahyang di altar meja secara tepat serta peragaan sikap berdoa, menghormat (bai, jugong, gui), dan urutan sembahyang kepada Tian, Nabi Kongzi, dan leluhur dengan tertib dan khidmat
- unjuk kerja penataan serentak: hasil penataan miniatur/replika perlengkapan sembahyang di miniatur meja altar (hio-lo, vas bunga, piring buah, lilin) dengan letak yang tepat, rapi, dan tertib yang dikerjakan murid secara serentak di meja masing-masing (35 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis penataan perlengkapan altar (posisi hio-lo di tengah depan, lilin di kanan-kiri, vas bunga dan persembahan tertata rapi))
- unjuk kerja demonstrasi bergiliran: kinerja peragaan sikap bai, jugong, gui, urutan memegang dupa/dupa peraga, serta sujud sembahyang kepada Tian, Nabi Kongzi, dan leluhur dinilai 2,5 menit per murid secara bergiliran di area altar kelas sementara murid lain menyelesaikan lembar mewarnai perlengkapan ibadah (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tata ibadah (kriteria: ketepatan posisi tangan bai/jugong/gui, urutan tata cara sembahyang Tian dan Nabi Kongzi, kekhidmatan tata cara sembahyang leluhur))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penataan Perlengkapan Altar (TP 2.4.4) | Menempatkan 1 posisi perlengkapan altar secara tepat dari 4 perlengkapan acuan (hio-lo di tengah depan, sepasang lilin di kiri-kanan, piring buah di belakang hio-lo, vas bunga di samping luar lilin). | Menempatkan 2 posisi perlengkapan altar secara tepat dari 4 perlengkapan acuan. | Menempatkan 3 posisi perlengkapan altar secara tepat dari 4 perlengkapan acuan secara tertib dan mandiri. | Menempatkan seluruh 4 posisi perlengkapan altar secara tepat, rapi, dan tertib sesuai acuan penataan meja sembahyang. | | Sikap Berdoa dan Menghormat (Bai, Jugong, Gui) (TP 2.4.1) | Menerapkan 1 sikap dengan tepat dari 3 sikap acuan: bao xin bade (tangan bertaut di dada), bai dan jugong (membungkuk hormat), atau gui (berlutut sujud). | Menerapkan 2 sikap dengan tepat dari 3 sikap acuan: bao xin bade, bai dan jugong, atau gui. | Menerapkan seluruh 3 sikap acuan (bao xin bade, bai dan jugong, gui) dengan posisi tangan dan tubuh yang tepat. | Menerapkan seluruh 3 sikap acuan (bao xin bade, bai dan jugong, gui) dengan posisi tangan dan tubuh yang tepat secara mantap, tenang, dan mandiri. | | Sembahyang kepada Tian dan Nabi Kongzi (TP 2.4.2) | Menerapkan tata cara sembahyang Tian atau Nabi Kongzi dengan posisi dupa yang belum tepat (belum membedakan tinggi dupa setinggi dahi untuk Tian dan setinggi dada untuk Nabi Kongzi). | Menerapkan salah satu tata sembahyang dengan benar: sembahyang Tian (dupa setinggi dahi lalu sujud) ATAU sembahyang Nabi Kongzi (dupa setinggi dada lalu sujud). | Menerapkan kedua tata sembahyang dengan benar: sembahyang Tian (dupa setinggi dahi lalu sujud) DAN sembahyang Nabi Kongzi (dupa setinggi dada lalu sujud). | Menerapkan kedua tata sembahyang kepada Tian dan Nabi Kongzi dengan urutan, posisi dupa, dan sujud yang benar secara tertib dan mandiri. | | Sembahyang kepada Leluhur (TP 2.4.3) | Menerapkan tata sembahyang leluhur dengan memegang dupa secara kurang tepat dan tergesa-gesa tanpa sikap sujud yang runtut. | Menerapkan tata sembahyang leluhur menggunakan 2 dupa peraga namun urutan menancapkan dupa dan sujud belum runtut. | Menerapkan tata sembahyang leluhur menggunakan 2 dupa peraga didekap di dada lalu menancapkan dupa dan sujud dengan tata cara yang khidmat. | Menerapkan sembahyang kepada leluhur dengan tata cara yang benar, runtut (memegang 2 dupa di dada, menancapkan, bersujud), serta menunjukkan sikap yang sangat khidmat dan tertib. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit untuk penataan altar serentak dan 43 menit untuk demonstrasi individu mencukupi bagi seluruh murid?
- Apakah instrumen lembar ceklis dan rubrik unjuk kerja memudahkan pencatatan bukti capaian kompetensi siswa secara objektif?
Murid:- Bagian mana dari penataan perlengkapan sembahyang atau peragaan sembahyang yang paling lancar kulakukan hari ini?
- Apakah aku sudah bersikap tenang dan sungguh-sungguh saat berlutut sujud di hadapan altar?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SD Kelas II (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021, Bab 4)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Kartu peraga gambar sikap Bao Xin Ba De, Bai, dan Jugong
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Puskurbuk, 2021)
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Puskurbuk, 2021)
- Matras/alas sujud peragaan ibadah
- Gambar peraga tata gerak bersikap doa (bao xin bade) dan tata gerak sujud (gui)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021), Bab 4: Aku Beribadah.
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021), Pelajaran 4.
- Set replika perlengkapan sembahyang: xianglu tiruan, sepasang zhutai (tempat lilin), cangkir teh persembahan, piring kue/buah tiruan, dan kain zhuowei mini.
- Lembar denah meja altar sembahyang berstiker.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021 (Pelajaran 4)
- Dupa tiruan bergagang merah (model latihan)
- Miniatur hiolo (tempat abu dupa tiruan) dan kartu bergambar urutan sembahyang Tian
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Pelajaran 4
- Miniatur altar Nabi Kongzi lengkap dengan hiolo (tempat dupa) dan replika 3 dupa bergagang merah
- Set kartu gambar langkah ibadah sembahyang Nabi Kongzi
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Miniatur meja altar leluhur kelas, dupa dupa tiruan/merah, hio-lo (tempat dupa), dan kartu bergambar alur sembahyang
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Meja altar peraga kelas, replika perlengkapan ibadah (hio-lo/xianglu, sepasang lilin replika, vas bunga, piring buah), dupa peraga latihan, matras sembahyang.
|