MODUL AJAR Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 2 — Aku Ciptaan Tian INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Aku Ciptaan Tian |
|---|
| Alokasi Waktu | 20 JP (20 x 35 menit = 700 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.2.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
- TP 2.2.2 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri
- TP 2.2.3 Menerapkan sikap toleransi dengan teman
- TP 2.2.4 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah yang menciptakan alam semesta, bumi, matahari, dan diri kita?
- Bagaimana cara kita mengetahui dan merasakan bahwa diri kita adalah ciptaan Tian yang hidup?
- Siapakah yang melahirkan dan merawat kita sejak masih bayi?
- Mengapa dalam ajaran Khonghucu dikatakan bahwa manusia diciptakan Tian melalui ayah dan ibu kita?
- Kapan saja kita perlu berdoa kepada Tian dalam kegiatan sehari-hari?
- Mengapa kita membiasakan berdoa sebelum memulai dan setelah menyelesaikan suatu kegiatan?
- Apa saja perlengkapan sekolah yang harus kalian siapkan dan jaga sendiri setiap hari?
- Mengapa sebagai anak yang beriman kita harus bertanggung jawab merawat dan membereskan barang-barang kebutuhan kita sendiri di sekolah?
- Apakah semua teman di kelas memiliki ciri fisik, hobi, dan kesukaan yang sama?
- Bagaimana sikap kita sebagai seorang Junzi jika teman memiliki kesukaan atau agama yang berbeda dengan kita?
- Bagaimana perasaanmu ketika teman mau berbagi pensil warna atau bekerja sama merapikan meja belajar?
- Mengapa seorang Junzi harus mau bekerja sama dan berbagi walau teman kita berbeda agama, suku, atau kesukaannya?
- Bagaimana sikap hormat dan doa yang benar saat kita bersyukur kepada Tian?
- Mengapa kita harus merapikan perlengkapan sendiri dan saling menghargai teman di kelas?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Konsep Tian sebagai Pencipta Alam dan Manusia — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid membaca doa pembukaan belajar bersama (3 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu gubahan 'Kalau Kau S'mangat Belajar' untuk membangkitkan suasana gembira (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang siapa pencipta alam semesta dan manusia untuk memetakan kesiapan murid (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pengamatan gambar alam semesta (matahari, bumi, pepohonan) dan diarahkan menyadari bahwa Tian adalah Maha Pencipta segala sesuatu yang ada di bumi (10 menit).
- Murid diajak meletakkan tangan di dada sebelah kiri untuk merasakan detak jantung dan meraba denyut nadi di pergelangan tangan secara hening sebagai bukti nyata kuasa hidup yang diberikan Tian kepada manusia (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain kuis interaktif 'Tebak Ciptaan Tian' secara riang gembira: guru menyebutkan 4 benda berikut satu per satu: (1) Meja kayu, (2) Pohon apel, (3) Mobil mainan, (4) Manusia; murid berdiri jika benda tersebut ciptaan Tian langsung dan duduk jika buatan manusia (acuan jawaban: 1=duduk/buatan manusia; 2=berdiri/ciptaan Tian; 3=duduk/buatan manusia; 4=berdiri/ciptaan Tian) (12 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja klasifikasi 'Ciptaan Tian vs Buatan Manusia' yang memuat 4 gambar: (1) Matahari, (2) Sepatu, (3) Anak perempuan/manusia, (4) Rumah, dengan memberi tanda centang pada benda ciptaan Tian (acuan jawaban: 1 dan 3 dicentang; 2 dan 4 tidak dicentang) (12 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menceritakan kembali secara lisan dengan kalimat sederhana mengapa manusia dan alam disebut ciptaan Tian serta bagaimana perasaan mereka memiliki anggota tubuh yang lengkap dan hidup (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pelajaran bahwa Tian adalah Maha Pencipta yang menciptakan alam semesta dan menganugerahkan kehidupan kepada manusia (4 menit).
- Guru memandu doa penutup kegiatan belajar dan saling memberi salam penutup (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret (matahari, pohon, manusia, mobil, rumah) bagi murid yang membutuhkan penguatan visual.
- Proses: Murid yang sudah memahami dengan cepat diminta menjelaskan alasannya secara mandiri saat mengklasifikasi, sedangkan murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru merasakan denyut nadi dan mengamati anggota tubuhnya.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman melalui centang gambar pada lembar kerja atau menyebutkan secara lisan benda-benda ciptaan Tian di lingkungan kelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Anak-anak, siapa yang menciptakan bumi, matahari, dan diri kita?' (acuan jawaban: Tian / Tuhan Yang Maha Esa; manusia dan alam adalah ciptaan Tian).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam mendeteksi denyut jantung/nadi sebagai tanda kehidupan dari Tian.
- Pemeriksaan hasil lembar kerja klasifikasi 4 gambar ciptaan Tian vs buatan manusia: (1) Matahari, (2) Sepatu, (3) Anak perempuan/manusia, (4) Rumah (acuan jawaban tepat: item 1 dan 3 adalah ciptaan Tian; item 2 dan 4 adalah buatan manusia).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Sebutkan 2 contoh ciptaan Tian yang ada di sekitar kita dan di tubuh kita!' (acuan jawaban: contoh di sekitar: matahari/pohon/bumi/air; contoh di tubuh: jantung/denyut nadi/mata/tangan/manusia).
Formatif:- Observasi partisipasi dan keaktifan murid saat memeriksa denyut nadi dan permainan 'Tebak Ciptaan Tian'
- Pemeriksaan lembar kerja pengelompokan 4 gambar ciptaan Tian dan buatan manusia
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan konsep Tian sebagai pencipta alam dan manusia | Belum mampu mengidentifikasi ciptaan Tian; belum tepat membedakan ciptaan Tian dan buatan manusia dari 4 benda target. | Mampu mengidentifikasi ciptaan Tian pada 1–2 dari 4 benda target (Matahari, Sepatu, Manusia, Rumah) dengan bimbingan guru. | Mampu menjelaskan konsep Tian sebagai pencipta dengan tepat mengklasifikasikan 3–4 benda target (Matahari dan Manusia sebagai ciptaan Tian; Sepatu dan Rumah sebagai buatan manusia). | Mampu menjelaskan konsep Tian sebagai pencipta secara tepat pada seluruh 4 benda target secara mandiri serta menguraikan bukti denyut nadi/kehidupan sebagai karunia Tian. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas merasakan denyut nadi berhasil membantu murid menghayati konsep Tian sebagai pemberi hidup?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan tebak ciptaan Tian berlangsung?
Murid:- Apa yang kamu rasakan saat memegang dada dan merasakan detak jantung ciptaan Tian?
- Ciptaan Tian apa saja yang paling kamu sukai di alam ini?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Konsep Manusia Diciptakan Tian Melalui Kedua Orang Tua — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
Pendahuluan:- Guru bersama murid mengawali pembelajaran dengan bersikap Wei De Dong Tian dan berdoa bersama (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyapa kelas dengan salam ramah (3 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Bundaku' atau lagu rohani anak Khonghucu tentang orang tua untuk membangkitkan rasa syukur (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan: 'Siapa yang menciptakan hidup kita?' dan 'Lewat perantara siapa Tian menghadirkan kita ke dunia?' (acuan: Tian sebagai Maha Pencipta, dan melalui perantara kedua orang tua / ayah dan ibu) untuk memetakan pemahaman awal (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan alur bergambar di papan tulis: Tian (Maha Pencipta) -> Tanda Panah -> Kedua Orang Tua (Ayah & Ibu merawat dan melahirkan) -> Tanda Panah -> Anak (Murid) (10 menit).
- Guru menjelaskan konsep Keimanan Khonghucu bahwa Tian adalah sumber kehidupan (Maha Pencipta), dan Tian menitipkan kehidupan manusia di bumi melalui rahim ibu serta perlindungan ayah sebagai perantara suci Tian (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan kartu 'Silsilah Kehidupan Tian' secara berpasangan, di mana mereka mengurutkan 3 kartu bertuliskan: Kartu 1 (Tian Sang Pencipta Hidup), Kartu 2 (Kedua Orang Tua: Ayah dan Ibu), Kartu 3 (Aku/Anak Ciptaan Tian) (acuan urutan benar: 1 -> 2 -> 3) (15 menit).
- Murid menyelesaikan Lembar Kerja menjelaskan konsep: melengkapi bagan rumpang hubungan ciptaan dan menjawab 3 pertanyaan konsep: (1) Siapa pencipta awal kehidupan manusia? [Acuan: Tian], (2) Melalui siapa Tian menciptakan manusia ke dunia? [Acuan: Kedua orang tua / ayah dan ibu], (3) Mengapa orang tua disebut perantara Tian? [Acuan: karena orang tua yang melahirkan, merawat, dan membesarkan kita atas kuasa Tian] (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara bergiliran dalam kelompok kecil menceritakan kembali pemahamannya dengan kalimat sendiri: 'Aku adalah ciptaan Tian yang lahir ke dunia melalui ayah dan ibuku' (10 menit).
- Guru membimbing murid menyadari pentingnya memuliakan Tian dengan menghormati peran kedua orang tua sebagai wakil Tian di dunia nyata (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan intisari materi bahwa hidup manusia berasal dari Tian dan dihadirkan melalui kedua orang tua (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung atas hasil lembar kerja serta mengingatkan tugas pertemuan berikutnya untuk membawa foto keluarga (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa syukur kepada Tian atas karunia orang tua dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu bergambar figur simbolik Tian, ayah-ibu, dan anak; bagi murid yang cepat disediakan teks bacaan sederhana tentang peran ayah dan ibu sebagai wakil Tian.
- Proses: Murid yang masih mengeja dibimbing guru membacakan pertanyaan lembar kerja secara lisan; murid yang mahir diminta menjelaskan alasan hubungan ketiganya kepada teman pasangannya.
- Produk: Murid dapat menjelaskan konsep secara tertulis pada lembar kerja bergaris atau secara lisan langsung kepada guru bila belum lancar menulis kalimat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Siapakah yang menciptakan seluruh kehidupan kita?' (acuan: Tian), (2) 'Melalui perantara siapakah Tian melahirkan dan menghadirkan kita ke dunia ini?' (acuan: kedua orang tua / ayah dan ibu).
Proses:- Pengamatan keterlibatan saat mengurutkan 3 kartu urutan penciptaan (Kartu 1: Tian Sang Pencipta Hidup; Kartu 2: Kedua Orang Tua: Ayah dan Ibu; Kartu 3: Aku/Anak Ciptaan Tian).
- Pemeriksaan ketepatan jawaban tertulis pada Lembar Kerja Formatif (3 butir pertanyaan: (1) Tian, (2) Kedua orang tua / ayah dan ibu, (3) Merawat, melahirkan, atau membesarkan atas izin/kuasa Tian).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Menjelaskan satu kalimat rangkuman konsep: 'Mengapa kita disebut ciptaan Tian yang lahir melalui orang tua?' (Kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan bahwa Tian adalah pencipta hidup dan orang tua adalah perantara yang melahirkan/membesarkan di bumi).
Formatif:- Tes Lisan Awal: Tanya jawab pemantik konsep Tian dan orang tua
- Kinerja Pasangan: Permainan mengurutkan 3 kartu 'Silsilah Kehidupan Tian'
- Tes Tertulis Formatif: Lembar kerja 3 pertanyaan konsep ciptaan Tian melalui orang tua
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan konsep Tian bahwa manusia diciptakan melalui orang tua | Belum mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua walaupun telah dibimbing penuh oleh guru. | Mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian, tetapi belum mampu menyebutkan peran kedua orang tua sebagai perantara Tian tanpa diarahkan panduan guru. | Mampu menjelaskan dengan tepat bahwa manusia adalah ciptaan Tian yang hadir melalui perantara kedua orang tua (ayah dan ibu) secara mandiri sesuai acuan materi. | Mampu menjelaskan dengan tepat, lengkap, dan runtut bahwa Tian adalah Maha Pencipta kehidupan dan kedua orang tua adalah perantara suci Tian yang melahirkan serta merawat manusia di dunia secara mandiri dan meyakinkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan bagan alur bergambar efektif membantu murid kelas 2 memahami bahwa orang tua adalah perantara Tian?
- Bagian kegiatan mana yang paling aktif diikuti oleh murid dan bagian mana yang membutuhkan penyederhanaan bahasa?
Murid:- Siapakah yang memberikan kehidupan kepada diriku melalui ayah dan ibu?
- Bagaimana perasaanku setelah mengetahui bahwa Tian menitipkan aku kepada orang tuaku yang tercinta?
Pertemuan 3 — Menerapkan Pembiasaan Berdoa Sebelum dan Sesudah Beraktivitas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.4 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu dan memimpin pembiasaan doa pembuka belajar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai pembiasaan berdoa harian murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan tentang pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas sehari-hari seperti belajar, makan, bepergian, dan tidur (15 menit).
- Murid bersama pasangan mengidentifikasi 4 situasi kegiatan harian yang memerlukan doa dari kartu situasi: (1) sebelum makan, (2) sesudah makan, (3) sebelum belajar, (4) sesudah belajar (acuan: keempat situasi tersebut merupakan aktivitas yang dibiasakan diawali dan diakhiri dengan doa) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan interaktif 'Tebak Waktu Doa': guru membacakan skenario aktivitas dan murid mengangkat tanda 'Sebelum' atau 'Sesudah' untuk 4 butir skenario: (1) hendak menyantap bekal -> Sebelum; (2) selesai merapikan meja belajar -> Sesudah; (3) hendak melangkahkan kaki berangkat ke sekolah -> Sebelum; (4) tiba di rumah setelah bepergian -> Sesudah (20 menit).
- Murid secara berpasangan mempraktikkan langsung penerapan doa sebelum dan sesudah salah satu aktivitas belajar di kelas sesuai kartu panduan doa harian (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menandai lembar komitmen pembiasaan berdoa mandiri berisi 4 ceklis aktivitas harian (bangun tidur, sebelum makan, sebelum belajar di rumah, sebelum tidur malam) (10 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan pentingnya pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah setiap aktivitas (5 menit).
- Guru menutup sesi dengan doa penutup belajar dan salam penegasan Junzi (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan doa bergambar untuk murid yang membutuhkan scaffolding visual.
- Proses: Murid yang sudah mandiri mempraktikkan pembiasaan doa secara berurutan untuk sebelum dan sesudah aktivitas tanpa jeda bimbingan guru; murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan arahan langkah demi langkah.
- Produk: Format pengisian komitmen pembiasaan berdoa dapat berupa tanda centang bergambar atau penulisan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 2 waktu pembiasaan berdoa yang kalian lakukan di rumah!' (acuan jawaban: sebelum tidur/setelah bangun tidur, sebelum makan/sesudah makan, atau sebelum belajar/sesudah belajar).
Proses:- Pengamatan performa saat murid merespons 4 butir permainan 'Tebak Waktu Doa' (acuan kunci: (1) hendak menyantap bekal = Sebelum, (2) selesai merapikan meja = Sesudah, (3) hendak berangkat sekolah = Sebelum, (4) tiba di rumah = Sesudah).
- Pengamatan praktik penerapan pembiasaan doa sebelum dan sesudah beraktivitas menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembiasaan doa.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar komitmen pembiasaan berdoa harian: murid menandai kesiapan menerapkan doa pada 4 aktivitas harian (acuan: terlengkapinya penandaan pada 4 aktivitas yaitu bangun tidur, sebelum makan, sebelum belajar di rumah, dan sebelum tidur malam).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas
- Kuis interaktif 'Tebak Waktu Doa' (sebelum/sesudah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas | Menerapkan pembiasaan berdoa pada kurang dari 2 situasi aktivitas dengan bimbingan penuh guru. | Menerapkan pembiasaan berdoa pada 2 dari 4 situasi aktivitas (sebelum makan, sesudah makan, sebelum belajar, sesudah belajar) dengan arahan guru. | Menerapkan pembiasaan berdoa pada 3-4 situasi aktivitas (sebelum makan, sesudah makan, sebelum belajar, sesudah belajar) secara mandiri. | Menerapkan pembiasaan berdoa pada seluruh (4) situasi aktivitas (sebelum makan, sesudah makan, sebelum belajar, sesudah belajar) secara konsisten dan mandiri tanpa diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah memahami kapan waktu berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas?
- Bagaimana efektivitas permainan 'Tebak Waktu Doa' dalam memotivasi penerapan pembiasaan berdoa murid?
Murid:- Aktivitas apa saja yang mulai hari ini akan selalu aku awali dan akhiri dengan doa?
- Bagaimana perasaanku setelah membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas?
Pertemuan 4 — Menerapkan Sikap Tanggung Jawab terhadap Kebutuhan Diri Sendiri di Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri
Pendahuluan:- Guru bersama murid memberi salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' dan berdoa pembuka bersama (5 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Kalau Kau S'mangat Belajar' dengan gerakan ceria untuk membangkitkan semangat belajar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan terarah: 'Sebutkan 2 contoh tindakan tanggung jawab terhadap perlengkapan sekolahmu!' (acuan jawaban yang diterima: merapikan alat tulis/buku ke dalam tas sendiri, menjaga tempat pensil agar tidak hilang, atau membuang sampah sisa bekal sendiri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menuntun murid mengamati gambar aktivitas harian murid (Zhenhui) di sekolah pada buku teks yang memperlihatkan sikap mandiri menyiapkan buku dan merapikan meja belajar (10 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi 4 bentuk tindakan tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri di sekolah berdasarkan gambar: (1) Menyiapkan alat tulis sendiri di atas meja, (2) Memasukkan kembali buku ke dalam tas setelah belajar, (3) Membuka dan merapikan kotak bekal sendiri saat makan, (4) Menaruh kembali sepatu/jaket pada tempatnya (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan simulasi menyenangkan 'Tantangan Meja Rapi Junzi': guru membunyikan lonceng kecil dan murid secara mandiri mempraktikkan langsung penataan perlengkapan kebutuhan belajarnya di atas meja kelas (mengeluarkan buku pelajaran, menaruh tempat pensil di sudut kanan atas meja, dan menyimpan botol minum dengan aman) tanpa meminta bantuan orang lain (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Praktik Pemilahan yang memuat 4 pernyataan situasi perilaku tanggung jawab kebutuhan diri sendiri dengan memberi tanda centang (V) untuk sikap bertanggung jawab atau tanda silang (X) untuk sikap tidak bertanggung jawab: (1) Menyuruh teman mengambilkan penghapus milik sendiri [kunci: X], (2) Merapikan kembali pensil warna ke dalam kotak sendiri setelah dipakai [kunci: V], (3) Membiarkan sampah rautan pensil berserakan di bawah meja sendiri [kunci: X], (4) Memasukkan buku pelajaran agama ke dalam tas sendiri saat selesai belajar [kunci: V] (15 menit).
- Murid secara berpasangan saling memeriksa kesesuaian penataan tas dan meja belajar masing-masing serta memeriksa lembar latihan berdasarkan panduan kunci yang telah dibahas bersama guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan kutipan Dizigui: 'Hargai waktu dan rawat barang kebutuhanmu', lalu menyebutkan satu komitmen pribadi tentang tanggung jawab menjaga perlengkapan belajarnya sendiri di sekolah untuk hari esok (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa merawat dan menyiapkan kebutuhan sendiri di sekolah merupakan wujud perilaku Junzi (anak berbudi luhur) yang mandiri (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan atas ketertiban murid dalam merapikan perlengkapan belajarnya dan menutup pembelajaran dengan doa syukur serta salam kebajikan 'Huang Tian Yu You' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar alur visual langkah merapikan tas bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Murid yang sudah mahir dan mandiri diberi tantangan merapikan seluruh isi tas dan mejanya dalam waktu kurang dari 2 menit secara mandiri penuh; murid yang masih kesulitan didampingi dengan arahan bertahap langkah demi langkah.
- Produk: Murid dapat menunjukkan penerapan tanggung jawab melalui praktik langsung penataan meja belajar atau melalui tanda centang lengkap pada lembar situasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 2 contoh tindakan tanggung jawab terhadap kebutuhan dan perlengkapan sekolahmu!' (acuan jawaban: merapikan alat tulis/buku sendiri ke tas, menjaga barang pribadi agar tidak hilang, membuka/menutup kotak bekal sendiri, atau membuang sampah sendiri).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat simulasi 'Tantangan Meja Rapi Junzi' (indikator: mengeluarkan, menata, dan menyimpan kembali perlengkapan belajar sendiri tanpa bantuan).
- Pemeriksaan hasil lembar latihan 4 situasi tanggung jawab diri sendiri: Butir 1 (Menyuruh teman mengambilkan penghapus -> X), Butir 2 (Merapikan pensil warna ke kotak sendiri -> V), Butir 3 (Membiarkan sampah rautan berserakan di meja sendiri -> X), Butir 4 (Memasukkan buku agama ke tas sendiri -> V).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Apa yang harus segera kamu lakukan jika selesai menulis menggunakan pensil dan penghapusmu di kelas?' (acuan jawaban tepat: langsung memasukkan dan merapikannya kembali ke dalam tempat pensil/tas sendiri).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja simulasi penataan perlengkapan kebutuhan diri sendiri di meja kelas
- Penilaian lembar latihan 4 pernyataan situasi tanggung jawab kebutuhan diri sendiri di sekolah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri di sekolah | Belum mampu menerapkan tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri di sekolah (masih membiarkan perlengkapan berantakan dan membutuhkan bantuan penuh guru untuk 4 butir situasi). | Mulai mampu menerapkan tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri di sekolah, tepat menentukan 1-2 butir situasi dan perlengkapan belajar masih perlu diingatkan berulang kali. | Mampu menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri di sekolah secara mandiri, tepat menentukan 3 butir situasi serta mampu menata perlengkapan belajarnya sendiri. | Sangat konsisten menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri di sekolah secara mandiri tanpa diingatkan, serta tepat menentukan seluruh (4) butir situasi pada lembar latihan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mampu secara mandiri mengurus dan merapikan barang kebutuhan belajarnya sendiri di meja kelas?
- Bagaimana respons murid saat permainan simulasi 'Tantangan Meja Rapi Junzi' berlangsung?
Murid:- Apakah hari ini aku sudah berhasil membereskan dan merapikan buku serta pensilku sendiri?
- Bagaimana perasaanku saat berhasil menjaga barang-barang kebutuhanku sendiri dengan rapi?
Pertemuan 5 — Menerapkan Sikap Toleransi dan Menghargai Perbedaan dengan Teman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.3 Menerapkan sikap toleransi dengan teman
Pendahuluan:- Guru bersama murid mengawali pelajaran dengan salam hormat dan berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan presensi dan mengajak murid menyanyikan lagu gubahan pembakar semangat belajar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya-jawab lisan menggunakan 2 gambar situasi: situasi A (dua anak berbeda hobi bermain berdampingan rukun) dan situasi B (anak mengejek gambar teman yang berbeda). Murid diminta menunjukkan situasi mana yang mencerminkan toleransi (acuan jawaban: situasi A adalah perilaku toleran/rukun, situasi B adalah perilaku tidak toleran) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui teks 'Aku Bersahabat' bahwa Tian menciptakan manusia berbeda-beda agar saling melengkapi dan hidup rukun (Kitab Lunyu XIII:23: 'Seorang Junzi dapat rukun meski tidak dapat sama') (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 contoh perbedaan nyata antar-teman (bentuk fisik/rambut, hobi, dan agama/tempat ibadah) melalui gambar panduan di buku teks (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid melakukan aktivitas berpasangan 'Tabel Perbedaan Aku dan Temanku' (menanyakan dan mencatat 4 aspek: bentuk rambut, suku/asal, hobi, dan pelajaran kesukaan teman) dengan sikap santun dan saling menghargai (15 menit).
- Murid bermain tantangan berpasangan 'Kartu Sikap Toleran': setiap pasangan memilah 4 kartu skenario ke dalam kotak 'Toleransi' atau 'Bukan Toleransi'. Kartu 1: 'Menunggu teman yang sedang sholat sebelum mulai main bersama'; Kartu 2: 'Memaksa teman menyukai hobi menggambar'; Kartu 3: 'Tetap bermain bersama teman yang berbeda bentuk rambut'; Kartu 4: 'Mengejek teman yang membawa bekal berbeda' (acuan kunci: Kartu 1 dan Kartu 3 masuk kotak 'Toleransi'; Kartu 2 dan Kartu 4 masuk kotak 'Bukan Toleransi') (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menentukan sikap toleransi pada 3 situasi: (1) Teman beribadah saat jam bermain; (2) Teman memiliki kesukaan olahraga berbeda; (3) Teman memiliki warna kulit berbeda (acuan kunci: (1) memberi kesempatan/menunggu dengan tenang; (2) menghargai dan bergantian bermain; (3) tetap berteman rukun tanpa membeda-bedakan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memaknai bahwa perbedaan adalah ciptaan Tian yang indah dan sikap toleran membuat hubungan pertemanan damai (5 menit).
- Murid memeriksa lembar latihannya dan menyatakan satu komitmen sederhana untuk selalu rukun dengan teman yang berbeda (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik terhadap hasil penerapan sikap toleransi yang ditunjukkan murid selama pembelajaran (5 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan bersyukur kepada Tian dan saling memberi salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar visual bagi murid yang membutuhkan scaffolding membaca, serta kartu teks deskriptif bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam mencatat perbedaan teman, sedangkan murid yang mandiri memilah kartu skenario secara langsung.
- Produk: Murid dapat menunjukkan respon penerapan toleransi secara lisan terbimbing atau dengan memberi tanda centang/tulisan singkat pada lembar skenario.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dengan 2 gambar situasi: mengidentifikasi gambar yang mencerminkan sikap toleran antar-teman (acuan: gambar A menunjukkan bermain rukun meski berbeda hobi; gambar B menunjukkan mengejek perbedaan).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas berpasangan menanyakan perbedaan teman tanpa mencela.
- Pemeriksaan ketepatan pemilahan 4 kartu skenario toleransi (acuan: Kartu 1 [menunggu teman sholat] = Toleransi, Kartu 2 [memaksa hobi] = Bukan Toleransi, Kartu 3 [bermain dengan teman beda rambut] = Toleransi, Kartu 4 [mengejek bekal] = Bukan Toleransi).
Akhir Pertemuan:- Lembar latihan penerapan sikap toleransi pada 3 situasi: (1) Teman beribadah saat jam bermain; (2) Teman memiliki kesukaan olahraga berbeda; (3) Teman memiliki warna kulit berbeda (kriteria penerimaan: respon memuat tindakan menghargai, memberi kesempatan, atau mengajak bermain rukun tanpa mengejek/memaksa).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian tabel perbedaan dan pemilahan kartu skenario sikap toleransi
- Lembar cek pemahaman penerapan sikap toleran pada 3 situasi konkret
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan sikap toleransi dengan teman | Belum mampu menerapkan sikap toleransi; memilah kurang dari 2 kartu skenario dengan tepat dan bersikap membeda-bedakan teman. | Mulai menerapkan sikap toleransi dengan bantuan guru; memilah 2 dari 4 kartu skenario toleransi dengan tepat (acuan: Kartu 1 dan 3 = Toleransi; Kartu 2 dan 4 = Bukan). | Mampu menerapkan sikap toleransi secara konsisten; memilah 3-4 kartu skenario dengan tepat dan menunjukkan sikap menerima perbedaan saat beraktivitas berpasangan. | Mampu menerapkan sikap toleransi secara mandiri dan konsisten; memilah seluruh 4 kartu skenario dengan tepat serta secara spontan menunjukkan sikap ramah dan rukun pada seluruh situasi perbedaan teman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan merasa nyaman saat saling bertukar informasi perbedaan diri dengan teman?
- Apakah aktivitas pemilahan kartu skenario efektif melatih murid membedakan tindakan toleran dan tidak toleran?
Murid:- Apa yang kamu rasakan ketika mengetahui temanmu memiliki hobi atau kesukaan yang berbeda?
- Tindakan baik apa yang akan kamu lakukan jika temanmu beribadah atau memiliki ciri berbeda denganmu?
Pertemuan 6 — Menerapkan Sikap Toleransi melalui Bekerja Sama dan Berbagi dengan Teman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.3 Menerapkan sikap toleransi dengan teman
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', dilanjutkan pembiasaan berdoa bersama dengan sikap hormat (5 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu riang 'Peng You (Sahabat)' sambil bertepuk tangan berpasangan untuk membangun suasana ceria dan kebersamaan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik cepat: guru membacakan 2 situasi tindakan teman di kelas, lalu murid mengangkat jempol ke atas untuk sikap toleransi/rukun dan jempol ke bawah untuk sikap tidak toleran. Situasi 1: 'Mau meminjamkan penghapus kepada teman semeja yang ketinggalan' (acuan: jempol ke atas/toleransi). Situasi 2: 'Hanya mau membersihkan kelas bersama teman yang satu suku saja' (acuan: jempol ke bawah/tidak toleran) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membacakan komik toleransi dari buku teks pelajaran 2C yang menceritakan Zhenhui bekerja sama belajar matematika dan meminjamkan alat tulis kepada temannya yang berbeda agama (Rizky dan Ketut) (10 menit).
- Murid menyimak dan menelaah makna sabda Nabi Kongzi dalam Kitab Lunyu XIII:23: 'Seorang Junzi dapat rukun meski tidak sama', bahwa manusia diciptakan Tian berbeda-beda agar saling menolong, berbagi, dan bekerja sama tanpa membeda-bedakan latar belakang (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan atau berkelompok kecil secara acak dan memfasilitasi permainan 'Tantangan Kotak Crayon Junzi': setiap kelompok menerima satu set kartu gambar kosong dan satu kotak krayon bersama di tengah meja, di mana murid langsung mempraktikkan sikap toleransi dengan berbagi giliran warna dan bekerja sama menyelesaikan gambar tanpa berebut (20 menit).
- Murid secara berpasangan mengerjakan simulasi 'Aku Sahabat Junzi' pada lembar praktik berpasangan, dengan mempraktikkan langsung respons berbagi dan bekerja sama pada 3 skenario nyata: (1) Skenario: Pensil teman patah saat menggambar (tindakan: meminjamkan rautan atau pensil cadangan); (2) Skenario: Meja kelompok berantakan setelah mewarnai (tindakan: bersama-sama merapikan meja tanpa menyuruh salah satu saja); (3) Skenario: Teman yang berbeda agama ingin ikut bermain bersama (tindakan: menyambut dan mengajak bermain tanpa membeda-bedakan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar dalam suasana hening dan berkesadaran, memeriksa pengalamannya sendiri saat tadi berbagi alat dan bekerja sama: apakah merasa senang ketika bisa menolong dan berbagi secara adil dengan teman (10 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa seorang Junzi sejati senantiasa mewujudkan cinta kasih Tian melalui kerukunan, kerelaan berbagi alat tulis/bekal, dan kesediaan bekerja sama dengan siapa saja di sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pelajaran bahwa toleransi seorang Junzi diwujudkan secara nyata melalui kerelaan berbagi dan kesiapan bekerja sama dengan teman yang berbeda (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas sikap rukun seluruh murid hari ini, menginformasikan bahwa pertemuan ke-7 berikutnya adalah asesmen sumatif bab, lalu menutup pelajaran dengan doa syukur dan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian - Xian You Yi De' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah berbagi alat tulis untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang sudah terbiasa berbagi langsung menjadi mitra kolaboratif aktif yang mempraktikkan kerja sama mandiri, sementara murid yang masih ragu didampingi guru melalui pemodelan langsung berbagi giliran memakai krayon.
- Produk: Respons penerapan kerja sama dan berbagi dapat ditunjukkan melalui peragaan langsung di meja kelompok maupun melalui centang tindakan pada lembar simulasi skenario.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik respons cepat: guru membacakan 2 situasi perilaku pertemanan, murid merespons dengan isyarat jempol ke atas (toleransi) atau jempol ke bawah (tidak toleran). Situasi 1: 'Mau meminjamkan penghapus kepada teman semeja yang ketinggalan' (acuan jawaban: jempol ke atas/toleran). Situasi 2: 'Hanya mau membersihkan kelas bersama teman yang satu suku saja' (acuan jawaban: jempol ke bawah/tidak toleran).
Proses:- Pengamatan langsung saat 'Tantangan Kotak Crayon Junzi': mencatat keterlibatan murid dalam berbagi giliran alat warna dan bekerja sama menyelesaikan gambar tanpa berebut atau menolak teman.
- Pemeriksaan lembar simulasi skenario 'Aku Sahabat Junzi' berpasangan yang berisi 3 skenario: (1) Pensil teman patah (acuan tindakan: meminjamkan rautan/pensil); (2) Meja berantakan (acuan tindakan: bekerja sama merapikan meja); (3) Teman berbeda agama ingin ikut bermain (acuan tindakan: mengajak bermain bersama tanpa membeda-bedakan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: guru menanyakan kepada 3 murid secara acak: 'Sebutkan satu contoh tindakan berbagi atau bekerja sama dengan teman yang sudah kamu terapkan hari ini!' (Kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan konkret berbagi benda/alat tulis atau bekerja sama membersihkan/mewarnai bersama teman tanpa membeda-bedakan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja langsung saat murid mempraktikkan kerja sama dan berbagi alat mewarnai dalam kelompok
- Penilaian lembar simulasi skenario penerapan toleransi (bekerja sama dan berbagi) berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan sikap toleransi melalui berbagi dengan teman | Belum mau berbagi alat tulis atau bergantian perlengkapan dengan teman saat beraktivitas bersama meski telah dibimbing guru. | Mau berbagi perlengkapan atau bergantian alat mewarnai dengan teman setelah diarahkan atau diingatkan oleh guru. | Secara mandiri mempraktikkan sikap berbagi alat tulis atau perlengkapan dengan teman yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan. | Secara konsisten dan spontan menawarkan bantuan serta berbagi perlengkapan kepada teman yang kekurangan tanpa membeda-bedakan latar belakangnya. | | Penerapan sikap toleransi melalui bekerja sama dengan teman | Menolak bekerja sama dalam satu kelompok atau hanya mau bekerja sama dengan teman yang berlatar belakang sama meski telah dibimbing. | Bersedia bekerja sama dalam kelompok setelah diarahkan guru, namun masih memilih-milih tugas atau teman tertentu. | Secara aktif bekerja sama menyelesaikan tugas kelompok secara rukun bersama teman yang beragam tanpa mempermasalahkan perbedaan. | Secara konsisten menunjukkan inisiatif bekerja sama secara rukun, saling melengkapi, dan menjaga kekompakan kelompok dalam setiap aktivitas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah terlibat aktif dan tidak ada yang terisolasi atau menolak berbagi krayon saat aktivitas kelompok?
- Bagaimana efektivitas pembiasaan nilai sabda Nabi Kongzi Lunyu XIII:23 dalam menumbuhkan kerukunan nyata di antara murid yang beragam latar belakang?
Murid:- Apakah aku merasa senang saat mau meminjamkan alat tulis dan bekerja sama dengan teman baruku tadi?
- Tindakan berbagi apa yang ingin aku lakukan lagi besok kepada temanku di kelas?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
- TP 2.2.2 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri
- TP 2.2.3 Menerapkan sikap toleransi dengan teman
- TP 2.2.4 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (5 menit).
- Guru menjelaskan tujuan pertemuan asesmen sumatif Bab 2 dan alur pengerjaan tugas secara terarah dan tenang (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan penjelasan petunjuk teknis mengenai pelaksanaan Tugas 1 (praktik doa dan simulasi toleransi berbagi meja/alat) serta Tugas 2 (tes lisan konsep penciptaan manusia dan unjuk kerja merapikan perlengkapan sekolah) agar murid memahami giliran dan aturan asesmen secara berkesadaran (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid serentak mempraktikkan sikap pembiasaan doa sebelum kegiatan belajar dengan sikap hormat/sembahyang Khonghucu (tangan Bai/Baode) yang khidmat, kemudian melanjutkan aktivitas simulasi di meja masing-masing sambil diobservasi guru dalam hal sikap toleransi (berbagi ruang meja dan alat tanpa berebut/bertengkar) hingga doa penutup bersama, sesuai alokasi Tugas 1 (40 menit).
- Secara bergiliran ke meja guru (durasi 2 menit per murid), murid menjawab pertanyaan tes lisan: 'Siapa yang menciptakan manusia dan melalui siapa Tian menghadirkanmu di dunia?' (acuan jawaban benar: Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua/ayah dan ibu) dan langsung memperagakan unjuk kerja merapikan alat tulis serta tas sekolah sendiri secara mandiri di hadapan guru, sementara murid lain yang menunggu giliran tetap merapikan perlengkapan belajarnya di meja masing-masing, sesuai alokasi Tugas 2 (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak seluruh murid duduk dengan tenang untuk merefleksikan pengalaman selama melaksanakan tugas pembiasaan doa, kemandirian merapikan barang, toleransi berbagi dengan teman, serta mengingat kasih Tian melalui orang tua (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kemandirian, dan kekhidmatan seluruh murid selama rangkaian asesmen sumatif Bab 2 berlangsung (3 menit).
- Guru menutup pertemuan asesmen sumatif dengan salam penutup keagamaan Khonghucu (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: pertanyaan tes lisan dibacakan guru dengan intonasi jelas dan tenang tanpa mengubah rumusan konsep kompetensi.
- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan jeda artikulasi diberikan waktu hening sejenak sebelum menjawab dan memperagakan kemandirian merapikan barang tanpa mengurangi standar penilaian.
- Produk: Standar bukti belajar tetap sama untuk seluruh murid, yaitu unjuk kerja doa, observasi toleransi, tes lisan konsep Tian, dan peragaan merapikan perlengkapan sendiri.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja terpadu (doa dan kemandirian) serta observasi kolaboratif dan tes lisan terbimbing: praktik sikap berdoa khidmat (sebelum dan sesudah kegiatan), penyelesaian simulasi merapikan perlengkapan diri sendiri secara mandiri, interaksi toleran saat berbagi giliran/alat dengan teman, serta penjelasan lisan singkat tentang konsep Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua
- unjuk kerja dan observasi perilaku serentak: seluruh kelas secara serentak mempraktikkan sikap pembiasaan doa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran dengan posisi hormat/berdoa yang benar, serta lembar observasi perilaku toleransi antarteman saat saling menghargai ruang dan berbagi alat mewarnai/simulasi tanpa bertengkar (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan dan rubrik sikap berdoa)
- tes lisan dan peragaan unjuk kerja bergiliran: penjelasan lisan singkat konsep manusia diciptakan Tian melalui ayah-ibu (1 menit) dilanjutkan peragaan merapikan alat tulis/tas sekolah sendiri secara mandiri (1 menit) bergiliran ke meja guru berdurasi 2 menit per murid (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat 28 murid kelas penuh) saat murid lain merapikan perlengkapan di meja masing-masing (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja tanggung jawab diri dan pedoman penskoran tes lisan)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja terpadu (doa dan kemandirian) serta observasi kolaboratif dan tes lisan terbimbing: praktik sikap berdoa khidmat (sebelum dan sesudah kegiatan), penyelesaian simulasi merapikan perlengkapan diri sendiri secara mandiri, interaksi toleran saat berbagi giliran/alat dengan teman, serta penjelasan lisan singkat tentang konsep Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua
- unjuk kerja dan observasi perilaku serentak: seluruh kelas secara serentak mempraktikkan sikap pembiasaan doa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran dengan posisi hormat/berdoa yang benar, serta lembar observasi perilaku toleransi antarteman saat saling menghargai ruang dan berbagi alat mewarnai/simulasi tanpa bertengkar (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan dan rubrik sikap berdoa)
- tes lisan dan peragaan unjuk kerja bergiliran: penjelasan lisan singkat konsep manusia diciptakan Tian melalui ayah-ibu (1 menit) dilanjutkan peragaan merapikan alat tulis/tas sekolah sendiri secara mandiri (1 menit) bergiliran ke meja guru berdurasi 2 menit per murid (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat 28 murid kelas penuh) saat murid lain merapikan perlengkapan di meja masing-masing (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja tanggung jawab diri dan pedoman penskoran tes lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembiasaan Berdoa Sebelum dan Sesudah Beraktivitas (TP 2.2.4) | Belum mampu mengambil sikap hormat/berdoa (posisi tangan Bai/Baode) dan tidak fokus saat doa sebelum maupun sesudah kegiatan. | Mampu bersikap doa tetapi posisi tangan/tubuh belum tegak dan masih memerlukan teguran/arahan guru. | Mampu mempraktikkan sikap hormat berdoa (posisi tangan Bai/Baode) secara khidmat dan tertib pada doa sebelum dan sesudah kegiatan secara mandiri. | Mampu mempraktikkan sikap hormat berdoa (posisi tangan Bai/Baode) secara sangat khidmat, tenang, dan konsisten memimpin/menjadi teladan kekhidmatan bagi teman. | | Sikap Toleransi dengan Teman (TP 2.2.3) | Menunjukkan perilaku enggan berbagi ruang/alat dan memicu perselisihan dengan teman saat kegiatan bersama. | Mampu berbagi ruang meja atau alat tetapi masih membutuhkan dorongan atau pengingat langsung dari guru. | Menerapkan sikap toleransi dengan saling menghargai ruang meja dan bersedia berbagi giliran alat tanpa bertengkar secara konsisten. | Menerapkan sikap toleransi secara konsisten, menunjukkan kerelaan penuh berbagi alat dan menghargai teman dengan penuh kehangatan. | | Menjelaskan Konsep Manusia Diciptakan Tian melalui Orang Tua (TP 2.2.1) | Belum mampu menyebutkan bahwa manusia diciptakan Tian dan peran orang tua (jawaban tidak sesuai acuan). | Menyebutkan Tian sebagai pencipta tetapi belum menyebutkan perantara kedua orang tua (ayah dan ibu). | Menjelaskan secara lisan dengan tepat bahwa manusia diciptakan oleh Tian melalui kedua orang tua (ayah dan ibu) sesuai acuan. | Menjelaskan secara lisan dengan sangat jelas dan runtut bahwa manusia diciptakan oleh Tian melalui kedua orang tua serta menyadari wujud baktinya. | | Sikap Tanggung Jawab terhadap Kebutuhan Diri Sendiri (TP 2.2.2) | Belum mampu merapikan alat tulis dan tas sendiri, membiarkan barang tercecer, dan bergantung sepenuhnya pada orang lain. | Mampu merapikan sebagian alat tulis sendiri namun tas masih berantakan atau masih memerlukan bantuan guru. | Mampu merapikan seluruh perlengkapan alat tulis dan tas sekolah sendiri secara rapi, tertib, dan mandiri. | Mampu merapikan seluruh perlengkapan alat tulis dan tas sekolah dengan sangat cepat, rapi, teratur, serta memastikan kebersihan area meja belajarnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 2 menit per murid untuk tes lisan dan peragaan kemandirian berjalan efektif dan kondusif?
- Bagaimana tingkat ketercapaian murid kelas 2 dalam membiasakan doa khidmat dan perilaku toleransi antarteman?
Murid:- Bagian mana dari tugas hari ini (berdoa, merapikan barang, atau menjelaskan tentang Tian dan orang tua) yang paling aku sukai?
- Apakah aku sudah bisa merapikan tasku sendiri dan rukun bersama teman-teman?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI 2021 (Pelajaran 2: Aku Ciptaan Tian)
- Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI 2021
- Gambar alam semesta (matahari, bumi, pohon) dan gambar manusia
- Lembar kerja klasifikasi gambar ciptaan Tian
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021), Pelajaran 2
- Bagan ilustrasi alur ciptaan Tian dan peran orang tua
- Set kartu urutan konsep 'Silsilah Kehidupan Tian'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Kartu panduan situasi aktivitas harian dan kartu pilihan waktu doa (Sebelum/Sesudah)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 2B)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Halaman 55-59)
- Lonceng kecil/alat musik penanda waktu simulasi
- Lembar aktivitas murid (lembar situasi tanggung jawab)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Kitab Suci Si Shu (Kitab Lunyu XIII:23)
- Set kartu skenario toleransi bergambar dan lembar kerja tabel perbedaan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 2 Pelajaran 2C)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 2 Pelajaran 2C)
- Kitab Suci Si Shu (Lunyu XIII:23)
- Set kartu gambar mewarnai dan kotak krayon bersama untuk aktivitas kelompok
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Perlengkapan sekolah murid (tas, buku, kotak alat tulis, dan krayon/alat gambar).
|