Modul AjarBab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 1: Semangat Berbakti

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 2 untuk Bab 1 "Semangat Berbakti", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 1: Semangat Berbakti

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 1 — Semangat Berbakti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 1 — Semangat Berbakti
Alokasi Waktu18 JP (18 x 35 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.1.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
  2. TP 2.1.2 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian
  3. TP 2.1.3 Menjelaskan ayat-ayat suci yang terdapat dalam kitab Bakti (Xiaojing) yang berkaitan dengan kisah anak berbakti
  4. TP 2.1.4 Menginterpretasikan Kisah Keteladanan Anak Berbakti Huang Xiang

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah yang menciptakan alam semesta dan diri kita?
  2. Melalui siapakah Tian menghadirkan dan merawat kita di dunia?
  3. Apa yang biasanya kalian lakukan ketika orang tua memanggil nama kalian di rumah?
  4. Mengapa menghormati dan mematuhi nasihat orang tua merupakan wujud bakti kita kepada Tian?
  5. Apa nama kitab suci yang khusus mengajarkan tentang sikap berbakti kepada orang tua?
  6. Menurut ayat Kitab Bakti, mengapa tubuh kita harus dijaga dan tidak boleh dirusak dengan sengaja?
  7. Bagaimana ajaran dalam Kitab Bakti menuntun tindakan kita saat merawat dan memperhatikan orang tua?
  8. Mengapa tindakan anak berbakti sehari-hari harus bersumber dari pesan ayat suci Kitab Bakti?
  9. Apa yang dilakukan Huang Xiang ketika ayahnya kepanasan di musim panas dan kedinginan di musim dingin?
  10. Mengapa tindakan Huang Xiang merawat ayahnya disebut sebagai wujud anak yang berbakti?
  11. Bagaimana cara kita membuktikan rasa bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wakil Tian di dunia?
  12. Apa teladan utama yang dilakukan tokoh Huang Xiang untuk merawat ayahnya yang patut kita tiru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Konsep Tian Bahwa Manusia Diciptakan Tian melalui Kedua Orang Tua — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua

Pendahuluan:

  • Guru bersama murid mengawali pertemuan dengan salam bernuansa Khonghucu (Wei De Dong Tian) dan melafalkan doa pembuka bersama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai konsep penciptaan manusia: 'Siapakah Pencipta manusia?' (acuan: Tian/Tuhan Yang Maha Esa) dan 'Lewat perantara siapa Tian menghadirkan diri kita di dunia?' (acuan: melalui kedua orang tua/ayah dan ibu) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan konsep Tian bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak meletakkan tangan di dada kiri untuk merasakan detak jantung dan bernapas perlahan, menyadari kuasa Tian Yang Maha Pencipta yang memberi kehidupan pada diri manusia (10 menit).
  • Murid menyimak gambar alur kehidupan (Tian mengaruniakan benih kehidupan -> ibu mengandung selama 9 bulan -> ayah dan ibu menyambut serta merawat anak dengan kasih sayang) yang ditunjukkan guru dari buku teks (10 menit).
  • Murid dipandu memahami 2 konsep pokok: (1) Tian adalah Maha Pencipta yang memberi hidup dan napas, (2) Tian menciptakan dan menghadirkan anak di dunia bukan turun langsung secara gaib melainkan dipercayakan melalui kedua orang tua (ayah dan ibu) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain kuis sambung cepat 'Kebenaran Kata Tian' secara ceria: guru menyebutkan 3 pernyataan dan murid mengangkat kartu Hijau jika 'Benar' atau kartu Merah jika 'Salah'. Pernyataan 1: 'Tian adalah Tuhan Yang Maha Pencipta' (acuan: Benar/Hijau); Pernyataan 2: 'Manusia hadir di bumi tanpa peran orang tua' (acuan: Salah/Merah); Pernyataan 3: 'Tian menghadirkan manusia di dunia melalui ayah dan ibu' (acuan: Benar/Hijau) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menjelaskan intisari konsep dengan panduan 2 pertanyaan terarah pada kartu kerja: (1) Siapa Pencipta kita? (acuan: Tian); (2) Lewat siapa Tian menciptakan dan melahirkan kita? (acuan: orang tua/ayah dan ibu) (15 menit).
  • Murid melengkapi 2 kalimat rumpang pada lembar kerja: (1) 'Yang Maha Menciptakan manusia dan alam semesta adalah ...' (acuan: Tian); (2) 'Tian menghadirkan diriku di dunia melalui perantara kedua ...' (acuan: orang tua / ayah dan ibu) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk hening merenungkan rasa syukur kepada Tian yang telah menciptakan dirinya dan rasa terima kasih kepada kedua orang tua yang menjadi perantara kehadiran dirinya di dunia (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pelajaran bahwa manusia adalah ciptaan Tian melalui perantara kasih kedua orang tua (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, mengajak bersyukur, melafalkan doa penutup, dan mengucap salam penutup Huang You Shi Tian (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca disediakan lembar kerja bergambar alur Tian dan orang tua; bagi murid yang sudah lancar disediakan teks narasi singkat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langsung saat melengkapi kalimat rumpang; murid yang cepat diminta menjelaskan kembali hubungan Tian, orang tua, dan anak dengan kalimat mandiri.
  • Produk: Jawaban lembar konsep dapat disampaikan secara lisan (untuk murid yang belum mahir menulis) maupun tulisan melengkapi isian rumpang.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan kesiapan kompetensi: (1) 'Siapakah Maha Pencipta yang menciptakan manusia dalam agama Khonghucu?' (acuan: Tian/Tuhan Yang Maha Esa); (2) 'Melalui siapakah Tian menghadirkan dan melahirkan kita ke dunia?' (acuan: melalui kedua orang tua / ayah dan ibu).

Proses:

  • Observasi ketepatan respons murid pada kuis sambung cepat 3 pernyataan: (1) 'Tian adalah Tuhan Yang Maha Pencipta' (kunci: Benar); (2) 'Manusia hadir di bumi tanpa peran orang tua' (kunci: Salah); (3) 'Tian menghadirkan manusia di dunia melalui ayah dan ibu' (kunci: Benar).
  • Pemeriksaan lembar kerja 2 kalimat rumpang: (1) 'Yang Maha Menciptakan manusia dan alam semesta adalah ...' (kunci: Tian); (2) 'Tian menghadirkan diriku di dunia melalui perantara kedua ...' (kunci: orang tua / ayah dan ibu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid diminta menjelaskan intisari konsep dengan menjawab pertanyaan tunggal: 'Mengapa kita disebut diciptakan Tian melalui kedua orang tua?' (acuan kriteria: menyebutkan bahwa Tian adalah Maha Pencipta yang memberi kehidupan dan ayah-ibu adalah perantara yang mengandung, melahirkan, serta merawat kita).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Kuis sambung cepat kartu hijau-merah (3 butir pernyataan)
  • Pemeriksaan lembar kerja 2 kalimat rumpang konsep penciptaan manusia oleh Tian melalui orang tua

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan konsep Tian bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tuaBelum mampu menjelaskan bahwa Tian adalah Pencipta dan belum menyebutkan peran orang tua sebagai perantara (kedua butir acuan salah/belum terjawab).Mampu menjelaskan bahwa Tian adalah Pencipta, namun belum mampu menjelaskan bahwa manusia dihadirkan melalui kedua orang tua (hanya 1 butir acuan tepat).Mampu menjelaskan dengan tepat bahwa Tian adalah Pencipta manusia dan manusia diciptakan/dihadirkan melalui perantara kedua orang tua secara tepat dengan sedikit bimbingan guru (kedua butir acuan tepat).Mampu menjelaskan secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa bimbingan bahwa Tian adalah Pencipta yang mengaruniakan kehidupan dan menghadirkannya ke dunia melalui perantara kasih kedua orang tua.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat memahami bahwa hidup mereka bersumber dari Tian melalui ayah dan ibu?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami peran perantara kedua orang tua dalam penciptaan Tian?

Murid:

  • Apakah kamu merasakan bahwa hidup dan napasmu adalah karunia Tian?
  • Siapakah yang dipilih Tian untuk melahirkan dan merawatmu di dunia?

Pertemuan 2 — Menerapkan Sikap Bakti dan Hormat kepada Orang Tua dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.2 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian

Pendahuluan:

  • Guru bersama murid memberi salam dan membaca doa pembukaan belajar agama Khonghucu bersama-sama dengan tertib (5 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Bundaku' untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menumbuhkan rasa kasih kepada orang tua (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat dengan meminta murid memilih tindakan berbakti dari 2 situasi harian yang dibacakan guru (acuan: situasi 1 'saat dipanggil orang tua segera menjawab dan datang', situasi 2 'mendengarkan nasihat orang tua dengan tenang tanpa membantah') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang penerapan sikap bakti dan hormat kepada orang tua di rumah sebagai wujud hormat kepada Tian, seperti mendengarkan nasihat, berpamitan dengan sopan, dan berbicara santun sesuai pedoman Dizigui (10 menit).
  • Murid mengamati 4 gambar situasi interaksi di rumah: (1) Anak berpamitan bersalaman saat hendak berangkat sekolah, (2) Anak membantah dan cemberut saat dinasihati ibu, (3) Anak segera menyahut dan menghampiri ayah saat dipanggil, (4) Anak asyik bermain gim dan pura-pura tidak mendengar panggilan ibu (10 menit).
  • Murid bersama guru mengelompokkan 4 situasi tersebut ke dalam kategori 'Wujud Sikap Berbakti' (situasi 1 dan 3) dan 'Bukan Sikap Berbakti' (situasi 2 dan 4) secara klasikal dengan penuh kesadaran diri (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan simulasi peran 'Praktik Anak Berbakti' secara riang gembira sesuai skenario kartu peran yang disediakan (15 menit).
  • Setiap pasangan secara bergantian mempraktikkan 3 adegan berbakti: Adegan A 'Meminta izin dan berpamitan saat keluar rumah dengan sopan', Adegan B 'Menjawab santun "Ya, Ayah/Ibu" dan mendekat saat dipanggil', dan Adegan C 'Mendengarkan teguran orang tua dengan sikap tenang dan mengangguk patuh' (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja 'Pilihan Perilaku Junzi' secara mandiri, yaitu memberi tanda centang (V) pada tindakan yang menerapkan sikap bakti kepada orang tua dari 4 butir pernyataan tertulis: (1) Mengucapkan salam saat keluar dan masuk rumah [V], (2) Membantah nasihat ibu dengan suara keras [X], (3) Segera merapikan mainan saat diminta ayah [V], (4) Mengabaikan panggilan orang tua karena menonton televisi [X] (acuan: butir 1 dan 3 dicentang, butir 2 dan 4 disilang) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menuliskan 1 komitmen nyata sikap hormat kepada orang tua yang akan diterapkan di rumah pada lembar 'Janji Anak Berbakti', misalnya: 'Saya berjanji akan langsung menyahut dan menghampiri saat Ibu memanggil' (10 menit).
  • Beberapa murid membacakan komitmen pribadinya di hadapan guru dan teman sekelas sebagai pengingat pembiasaan perilaku Junzi di rumah (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan bahwa menghormati dan berbakti kepada orang tua setiap hari adalah wujud nyata pelaksanaan laku bakti kepada Tian (3 menit).
  • Guru bersama murid menutup pembelajaran dengan membaca doa penutup dan mengucapkan salam Khonghucu bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar ilustrasi konkret untuk setiap adegan bakti; murid berkemampuan cepat diberikan skenario variasi situasi tantangan seperti saat asyik bermain dan dipanggil orang tua.
  • Proses: Murid yang masih ragu mendapatkan bimbingan contoh langsung (scaffolding) dari guru saat simulasi peran; murid yang sudah lancar melakukan simulasi secara mandiri berpasangan.
  • Produk: Pada lembar komitmen, murid yang belum lancar menulis dapat menyatakan komitmennya dengan memilih kartu gambar perilaku bakti yang ingin dibiasakan dan memberi cap jempol/tanda tangan, sedangkan murid yang lancar menuliskan kalimat komitmennya secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan perilaku pada pendahuluan: Guru memberikan 2 pilihan situasi dan murid memilih respons berbakti yang tepat (acuan: situasi 1 memilih langsung menjawab dan menghampiri saat dipanggil orang tua; situasi 2 memilih mendengarkan nasihat dengan tenang tanpa membantah).

Proses:

  • Observasi ketercapaian penerapan sikap bakti dalam simulasi berpasangan (Adegan A: salam pamit sopan; Adegan B: menjawab panggilan dengan santun; Adegan C: menyimak teguran dengan tenang).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja 'Pilihan Perilaku Junzi' berisi 4 pernyataan: (1) Mengucapkan salam saat keluar dan masuk rumah [V], (2) Membantah nasihat ibu dengan suara keras [X], (3) Segera merapikan mainan saat diminta ayah [V], (4) Mengabaikan panggilan orang tua karena menonton televisi [X] (acuan: butir 1 dan 3 benar [V], butir 2 dan 4 salah [X]).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan komitmen pada tahap penutup: Guru memeriksa lembar 'Janji Anak Berbakti' murid (kriteria penerimaan: memuat minimal 1 tindakan konkret sikap bakti dan hormat kepada orang tua di rumah yang dapat diamati sehari-hari, seperti menjawab panggilan orang tua, berpamitan saat pergi, atau mematuhi nasihat orang tua).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi peran praktik sikap bakti dan hormat kepada orang tua (Adegan A, B, C)
  • Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja 'Pilihan Perilaku Junzi' (4 butir pernyataan pilihan sikap bakti)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua dalam simulasi perilaku harianBelum mampu mempraktikkan adegan penerapan sikap bakti dan hormat kepada orang tua dalam simulasi meskipun telah diarahkan guru.Mampu mempraktikkan 1 dari 3 adegan sikap bakti dan hormat kepada orang tua (Adegan A: berpamitan sopan, Adegan B: merespons panggilan orang tua, atau Adegan C: mendengarkan teguran) dengan bantuan dan bimbingan guru.Mampu mempraktikkan minimal 2 dari 3 adegan sikap bakti dan hormat kepada orang tua secara tepat dan runtut dengan arahan minimal.Mampu mempraktikkan seluruh (3 dari 3) adegan sikap bakti dan hormat kepada orang tua (Adegan A, B, dan C) secara tepat, luwes, dan mandiri.
Menentukan perilaku berbakti kepada orang tua pada lembar kerja pilihan perilaku JunziTepat menentukan paling banyak 1 dari 4 butir pernyataan perilaku berbakti sesuai acuan kunci jawaban.Tepat menentukan 2 dari 4 butir pernyataan perilaku berbakti sesuai acuan kunci jawaban (acuan: butir 1 dan 3 bertanda V; butir 2 dan 4 bertanda X).Tepat menentukan 3 dari 4 butir pernyataan perilaku berbakti sesuai acuan kunci jawaban (acuan: butir 1 dan 3 bertanda V; butir 2 dan 4 bertanda X).Tepat menentukan seluruh 4 butir pernyataan perilaku berbakti sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri (acuan: butir 1 [V], butir 2 [X], butir 3 [V], butir 4 [X]).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dan bergembira saat mempraktikkan simulasi peran adegan berbakti kepada orang tua?
  • Bagaimana efektivitas media gambar situasi dan kartu peran dalam membantu murid memahami penerapan laku bakti dalam kehidupan sehari-hari?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan bermain peran adegan berbakti tadi yang paling kamu sukai?
  • Sikap hormat apa yang akan langsung kamu praktikkan kepada ayah dan ibu setibanya di rumah hari ini?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Pesan Dasar Ayat Kitab Bakti (Xiaojing) tentang Sikap Berbakti — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.3 Menjelaskan ayat-ayat suci yang terdapat dalam kitab Bakti (Xiaojing) yang berkaitan dengan kisah anak berbakti

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De) dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan menciptakan suasana kelas yang tenang serta penuh kesadaran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) 'Siapa yang tahu nama kitab suci Khonghucu yang mengajarkan laku bakti?' (acuan: Kitab Bakti / Xiaojing); (2) 'Mengapa kita harus menyayangi tubuh kita sendiri menurut ajaran bakti?' (acuan: karena tubuh dan jiwa berasal dari orang tua yang merupakan karunia Tian). Guru mencatat kesiapan awal murid (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan dan mengenalkan ayat dasar Kitab Bakti (Xiaojing Bab 1): 'Tubuh, anggota badan, rambut, dan kulit diterima dari orang tua, tidak berani membiarkannya rusak atau binasa, itulah permulaan laku bakti.' Murid menyimak dengan khidmat (10 menit).
  • Guru menjelaskan makna esensial dari ayat tersebut: wujud awal berbakti bukan hal sulit, melainkan menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri agar tidak membuat orang tua cemas dan sedih (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan interaktif 'Kartu Pesan Ayat Xiaojing' secara berpasangan: murid mencocokkan 3 kartu kutipan ayat/pesan dengan kartu penjelasannya: (1) Kartu 'Tubuh dan kulit diterima dari orang tua' -> pasangan penjelasan: 'Menyadari asal mula diri dari orang tua'; (2) Kartu 'Tidak berani membiarkannya rusak atau terluka' -> pasangan penjelasan: 'Menjaga tubuh dan tidak bermain hal yang berbahaya'; (3) Kartu 'Itulah permulaan laku bakti' -> pasangan penjelasan: 'Langkah paling awal menjadi anak yang berbakti' (15 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja mandiri untuk menjelaskan pesan ayat Kitab Bakti dengan melengkapi 3 kalimat rumpang beracuan: (1) 'Menurut Kitab Bakti (Xiaojing), tubuh dan raga kita diterima dari ...' (acuan: orang tua); (2) 'Tidak merusak tubuh dan menjaga kesehatan adalah permulaan dari laku ...' (acuan: bakti / berbakti); (3) 'Alasan kita tidak boleh mencelakai diri sendiri adalah agar orang tua tidak merasa ...' (acuan: sedih / cemas / khawatir) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid hening sejenak merenungkan bagaimana mereka telah merawat tubuh yang diberikan orang tua sebagai wujud laku bakti sesuai ayat Xiaojing (10 menit).
  • Dua perwakilan murid secara bergantian menjelaskan pesan ayat yang paling mereka ingat dengan bimbingan guru (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pesan utama ayat Kitab Bakti (Xiaojing Bab 1) bahwa menjaga keselamatan dan kesehatan diri adalah wujud awal berbakti kepada orang tua (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketertiban murid dan mengakhiri sesi pembelajaran dengan doa penutup serta salam kebajikan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ayat Kitab Bakti dengan tulisan berukuran besar dan kata kunci yang ditebalkan; murid yang cepat membaca ayat secara utuh beserta artinya.
  • Proses: Murid dengan pemahaman berkembang dibimbing secara bertahap saat melengkapi kalimat rumpang; murid mandiri menyelesaikan lembar kerja secara individual.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan pesan ayat secara lisan terpandu atau melalui tulisan isian rumpang sesuai kesiapan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Kitab apa yang secara khusus mengajarkan tentang sikap laku bakti dalam agama Khonghucu? (acuan: Kitab Bakti / Xiaojing); (2) Mengapa kita harus merawat tubuh kita menurut ajaran bakti? (acuan: karena tubuh diterima dari orang tua / agar orang tua tidak sedih).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid memasangkan 3 kartu kutipan ayat Xiaojing dengan kartu penjelasannya: (1) Kartu 'Tubuh dan kulit diterima dari orang tua' -> 'Menyadari asal mula diri dari orang tua'; (2) Kartu 'Tidak berani membiarkannya rusak atau terluka' -> 'Menjaga tubuh dan tidak bermain hal yang berbahaya'; (3) Kartu 'Itulah permulaan laku bakti' -> 'Langkah paling awal menjadi anak yang berbakti'. (acuan: 3 pasang tepat).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri melengkapi 3 kalimat rumpang penjelasan pesan ayat Xiaojing Bab 1: Butir 1 (acuan: orang tua), Butir 2 (acuan: bakti / berbakti), Butir 3 (acuan: sedih / cemas / khawatir).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menjelaskan secara singkat pesan dasar ayat Xiaojing Bab 1 tentang permulaan laku bakti (kriteria penerimaan: murid mampu menyebutkan bahwa permulaan bakti adalah menjaga dan merawat tubuh agar tidak terluka/rusak demi membahagiakan orang tua).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja permainan Kartu Pesan Ayat Xiaojing
  • Penilaian lembar kerja penjelasan pesan ayat Kitab Bakti (Xiaojing)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Pesan Dasar Ayat Kitab Bakti (Xiaojing)Belum mampu menjelaskan pesan dasar ayat Kitab Bakti (Xiaojing) meskipun telah diberikan bimbingan langsung (0-1 butir tepat pada lembar kerja/permainan kartu).Mulai mampu menjelaskan pesan dasar ayat Kitab Bakti (Xiaojing) dengan bantuan guru (mampu mencocokkan/melengkapi 2 dari 3 butir acuan secara tepat).Mampu menjelaskan pesan dasar ayat Kitab Bakti (Xiaojing) tentang menjaga tubuh sebagai permulaan laku bakti secara tepat dan mandiri (mampu menjawab seluruh 3 butir acuan dengan tepat).Mampu menjelaskan pesan dasar ayat Kitab Bakti (Xiaojing) secara tepat, lengkap (seluruh 3 butir benar), serta mampu menguraikan alasannya dengan bahasa sendiri secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu ayat Xiaojing efektif membantu murid kelas 2 memahami pesan ayat suci?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama proses refleksi menjaga tubuh sebagai wujud bakti?

Murid:

  • Pesan apa yang paling kamu ingat dari ayat Kitab Bakti (Xiaojing) hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa menjaga tubuh sendiri adalah cara berbakti kepada orang tua?

Pertemuan 4 — Menjelaskan Kaitan Isi Ayat Kitab Bakti (Xiaojing) dengan Perilaku Anak Berbakti — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.3 Menjelaskan ayat-ayat suci yang terdapat dalam kitab Bakti (Xiaojing) yang berkaitan dengan kisah anak berbakti

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam hormat Keimanan Khonghucu: 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid dengan 'Xian You Yi De', dilanjutkan dengan berdoa bersama dengan khidmat (5 menit).
  • Guru memeriksa kesiapan belajar dan kehadiran murid di kelas (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan sebaris pesan ayat Kitab Bakti yang dipelajari pada sesi sebelumnya: 'Saat orang tua memanggil, jangan lambat menjawab' lalu meminta murid menyebutkan perilaku nyata yang sesuai (acuan: anak segera menghampiri saat dipanggil orang tua dan tidak menunda/membantah) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan kaitan 3 isi kutipan ayat Kitab Bakti (Xiaojing) dengan perilaku nyata seorang anak berbakti (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai 3 isi kutipan Kitab Bakti (Xiaojing) beserta arti harfiahnya di papan tulis: Kutipan 1: 'Tubuh, anggota badan, rambut, dan kulit diterima dari orang tua, tidak berani membiarkannya rusak atau terluka adalah permulaan bakti' (Xiaojing I); Kutipan 2: 'Melayani orang tua pada waktu hidup, hendaklah merawat dengan penuh hormat' (Xiaojing X); Kutipan 3: 'Ketika orang tua sakit, rawatlah dengan penuh kesungguhan hati' (Xiaojing X) (15 menit).
  • Murid menelaah makna dari ketiga kutipan ayat tersebut dengan bimbingan guru secara berkesadaran agar memahami hubungan ayat suci dengan kewajiban memelihara diri dan menghormati orang tua (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan mengikuti kegiatan permainan menggembirakan 'Jodoh Ayat Bakti', di mana murid mencocokkan kartu kutipan ayat Kitab Bakti dengan kartu perilaku anak berbakti yang tepat (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Pasangan Kaitan Ayat yang berisi 3 butir kaitan perilaku nyata dengan kutipan ayat Kitab Bakti: (1) Menjaga kesehatan diri dan berhati-hati saat bermain agar tubuh tidak terluka -> berkaitan dengan Kutipan 1 (Xiaojing I); (2) Berbicara santun, mendengarkan nasihat, dan membungkuk hormat memberi salam kepada orang tua -> berkaitan dengan Kutipan 2 (Xiaojing X); (3) Mengambilkan obat, menyelimuti, dan menemani ibu/ayah yang sedang terbaring sakit -> berkaitan dengan Kutipan 3 (Xiaojing X) (15 menit).
  • Guru berkeliling memeriksa lembar pengerjaan murid dan meminta murid menjelaskan secara lisan kaitan antara kartu perilaku yang dipilih dengan ayat suci pendukungnya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi pemahamannya sendiri dengan menyebutkan kembali kaitan perilaku mana yang paling sering mereka terapkan di rumah berdasarkan salah satu ayat Kitab Bakti tersebut (acuan: murid menyebutkan contoh menjaga tubuh tidak luka atau merawat/menghormati orang tua sesuai ayat) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang kaitan erat antara pesan ayat-ayat suci Kitab Bakti (Xiaojing) dengan perilaku laku bakti sehari-hari (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat untuk memastikan penguasaan murid atas 3 kaitan ayat dan perilaku (acuan: ketiga pasangan ayat-perilaku terjawab tepat) (3 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur kepada Tian atas bimbingan kebajikan dan diakhiri salam 'Shan Zai' (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks kutipan ayat yang dilengkapi simbol visual/gambar pendukung (gambar anak minum obat, gambar membungkuk hormat, gambar bermain hati-hati); murid yang cepat diarahkan membaca langsung teks ayat sederhana.
  • Proses: Murid dengan hambatan belajar dibimbing secara terbimbing langsung oleh guru pada 1 butir kaitan ayat; murid yang mahir diminta menjelaskan secara mandiri alasan mengapa perilaku tersebut sesuai dengan ayat suci yang dimaksud.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan kaitan ayat dengan menarik garis pasangan pada lembar kerja bergambar atau menjelaskan secara lisan langsung kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika Kitab Bakti berpesan agar kita tidak merusak tubuh yang diberikan orang tua, perilaku apa yang harus kita lakukan saat bersepeda atau bermain?' (acuan: bermain dengan hati-hati, memakai pengaman/helm, dan menjaga tubuh agar tidak terluka/celaka).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 3 butir kaitan pada Lembar Pasangan Kaitan Ayat: (1) Menjaga kesehatan dan keselamatan tubuh -> Kutipan 1 (Xiaojing I: tubuh diterima dari orang tua tidak dibiarkan rusak); (2) Berbicara santun dan memberi salam hormat -> Kutipan 2 (Xiaojing X: melayani orang tua dengan penuh hormat); (3) Membantu mengompres dan menyelimuti saat orang tua sakit -> Kutipan 3 (Xiaojing X: merawat orang tua sakit dengan penuh kesungguhan hati). Seluruh 3 butir dinilai berdasarkan ketepatan pasangan ayat-perilaku.

Akhir Pertemuan:

  • Tanya jawab lisan singkat: 'Sebutkan 1 contoh tindakan merawat orang tua yang sedang sakit dan sebutkan bunyi pesan ayat Kitab Bakti yang mendasarinya!' (acuan: tindakan merawat/mengambilkan minum/menemani saat orang tua sakit sesuai dengan ayat Kitab Bakti Xiaojing X: 'Ketika orang tua sakit, rawatlah dengan penuh kesungguhan hati').

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan mengenai kaitan pesan ayat dasar dengan perilaku sehari-hari
  • Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Pasangan Kaitan Ayat dan penjelasan lisan kaitan ayat suci Kitab Bakti dengan perilaku anak berbakti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menjelaskan kaitan isi ayat Kitab Bakti (Xiaojing) dengan perilaku anak berbakti (Acuan 3 ayat: Kutipan 1 Xiaojing I tentang menjaga tubuh; Kutipan 2 Xiaojing X tentang merawat dengan penuh hormat; Kutipan 3 Xiaojing X tentang merawat orang tua yang sakit)Belum mampu mengaitkan ketiga isi kutipan ayat Kitab Bakti dengan perilaku anak berbakti yang tepat walaupun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu menjelaskan kaitan 1 dari 3 isi kutipan ayat Kitab Bakti dengan perilaku anak berbakti secara tepat sesuai acuan dengan bantuan/bimbingan guru.Mampu menjelaskan kaitan 2 dari 3 isi kutipan ayat Kitab Bakti dengan perilaku anak berbakti secara tepat sesuai acuan secara mandiri.Mampu menjelaskan kaitan seluruh (3 dari 3) isi kutipan ayat Kitab Bakti dengan perilaku anak berbakti secara tepat dan lengkap sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan 'Jodoh Ayat Bakti' efektif membantu murid kelas 2 mengaitkan bunyi ayat suci dengan perilaku sehari-hari?
  • Bagian mana dari kaitan ayat suci Xiaojing yang masih memerlukan penguatan bagi murid?

Murid:

  • Kutipan ayat Kitab Bakti mana yang paling mudah kamu pahami kaitannya dengan perilaku di rumah?
  • Perilaku berbakti apa yang ingin segera kamu tunjukkan kepada ayah dan ibu hari ini sesuai pesan ayat Kitab Bakti?

Pertemuan 5 — Menginterpretasikan Kisah Keteladanan Anak Berbakti Huang Xiang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.4 Menginterpretasikan Kisah Keteladanan Anak Berbakti Huang Xiang

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan memberi salam Wei De Dong Tian (唯德动天), mengajak murid bersikap hormat (Bao De), dan berdoa bersama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan untuk memeriksa kesiapan pengetahuan awal murid tentang tokoh berbakti: 'Siapa nama anak berbakti yang merawat ayahnya yang sakit-sakitan?' (acuan jawaban: Huang Xiang) dan 'Bagaimana perasaan seorang anak jika orang tuanya sedang sakit?' (kriteria penerimaan: mengungkapkan rasa sedih, khawatir, atau peduli) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penuturan guru berbantukan gambar seri tentang kisah Huang Xiang pada zaman Dinasti Han yang merawat ayahnya yang lemah dan sakit-sakitan setelah ibunya meninggal dunia saat ia berusia 9 tahun (15 menit).
  • Murid mengidentifikasi 3 fakta peristiwa penting dalam kisah Huang Xiang melalui tanya jawab terbimbing: (1) Musim panas: mengipasi ranjang ayah agar sejuk; (2) Musim dingin: menghangatkan tempat tidur ayah dengan menidurinya terlebih dahulu; (3) Sikap utama: bakti dan perhatian tulus kepada orang tua (acuan: ketiga fakta tersebut sesuai buku teks pelajaran 1D) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tebak situasi bergambar 'Musim Panas atau Musim Dingin' di mana murid mencocokkan tindakan Huang Xiang secara ceria dan tepat (acuan: kartu kipas = musim panas; kartu selimut tebal = musim dingin) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Menginterpretasikan Kisah Huang Xiang dengan mengidentifikasi makna dari 4 pernyataan situasi berikut: (1) 'Mengipasi ranjang ayah' berarti memberi kenyamanan saat musim panas; (2) 'Meniduri ranjang sebelum ayah tidur' berarti menghangatkan ranjang saat musim dingin; (3) 'Membantu ayah yang sakit' berarti wujud sikap anak berbakti; (4) 'Menjaga ketenangan malam hari' berarti sikap peduli dan hormat anak (acuan jawaban: murid memberi tanda centang pada 4 makna sikap yang tepat sesuai lembar kerja) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan makna nilai bakti Huang Xiang dengan mengaitkannya pada sikap hormat kepada orang tua di rumah melalui pembacaan renungan Dizigui: 'Berikan kehangatan di musim dingin, berikan kesejukan di musim panas, berikan salam di pagi hari, berikan ketenangan di malam hari' (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari kisah keteladanan Huang Xiang bahwa wujud berbakti ditunjukkan melalui tindakan nyata peduli terhadap kondisi orang tua (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil interpretasi kisah yang dilakukan murid, mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan salam penutup dan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berseri kisah Huang Xiang dengan teks sederhana bagi murid yang memerlukan dukungan visual membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menghubungkan tindakan Huang Xiang dengan musimnya, serta memberikan tantangan lanjutan bagi murid yang cepat untuk mengidentifikasi alasan di balik setiap tindakan Huang Xiang.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan interpretasi keteladanan melalui centang lembar kerja bergambar atau penjelasan lisan singkat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik kesiapan: Guru bertanya 'Siapa tokoh anak berbakti yang merawat ayahnya yang sakit dalam cerita Khonghucu?' (acuan: Huang Xiang) dan 'Apa yang kamu rasakan bila melihat orang tua lelah?' (kriteria penerimaan: rasa kasihan, peduli, ingin menolong).

Proses:

  • Observasi ketepatan menginterpretasikan tindakan Huang Xiang pada lembar kerja pengerjaan mandiri: (1) Tindakan mengipasi ranjang -> diinterpretasikan sebagai memberi kesejukan musim panas; (2) Tindakan meniduri ranjang -> diinterpretasikan sebagai menghangatkan musim dingin; (3) Sikap rajin merawat ayah -> diinterpretasikan sebagai wujud anak berbakti; (4) Memberi ketenangan malam hari -> diinterpretasikan sebagai sikap peduli/hormat (acuan penskoran: dinilai dari jumlah interpretasi yang tepat dari 4 butir).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menjawab pertanyaan lisan guru: 'Mengapa warga sekitar memuji dan menyayangi Huang Xiang?' (acuan jawaban: karena Huang Xiang anak yang berbakti, sangat pengertian, dan merawat ayahnya dengan tulus).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang tokoh Huang Xiang
  • Penilaian kinerja pengerjaan lembar interpretasi makna kisah Huang Xiang (4 pernyataan situasi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menginterpretasikan Kisah Keteladanan Huang XiangBelum mampu menginterpretasikan makna tindakan keteladanan Huang Xiang (hanya 0-1 dari 4 pernyataan diinterpretasikan secara tepat) walaupun dibimbing.Mampu menginterpretasikan 2 dari 4 tindakan keteladanan Huang Xiang secara tepat dengan bantuan/bimbingan guru.Mampu menginterpretasikan 3 sampai 4 tindakan keteladanan Huang Xiang secara tepat dan mandiri sesuai kisah.Mampu menginterpretasikan seluruh (4) tindakan keteladanan Huang Xiang secara tepat, mandiri, serta mampu menjelaskan alasan di balik tindakan tersebut secara runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan gambar seri dan permainan tebak situasi membantu murid kelas 2 menginterpretasikan kisah keteladanan Huang Xiang secara mudah dan menyenangkan?
  • Bagian mana dari langkah menginterpretasikan kisah yang memerlukan bimbingan lebih intensif bagi murid?

Murid:

  • Sikap teladan apa dari Huang Xiang yang paling ingin kamu tiru untuk membahagiakan ayah dan ibu di rumah?
  • Apakah kamu merasa senang belajar tentang kisah anak berbakti Huang Xiang hari ini?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
  • TP 2.1.2 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian
  • TP 2.1.3 Menjelaskan ayat-ayat suci yang terdapat dalam kitab Bakti (Xiaojing) yang berkaitan dengan kisah anak berbakti
  • TP 2.1.4 Menginterpretasikan Kisah Keteladanan Anak Berbakti Huang Xiang

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Wei De Dong Tian, mengajak murid bersikap hormat (Juxing), dan memimpin doa pembuka sebelum belajar dengan khidmat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-6 yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 1 'Semangat Berbakti' yang mencakup tiga bagian: tes tertulis visual serentak, verifikasi portofolio pembiasaan bakti di rumah, serta tes lisan bercerita bergiliran (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Asesmen Tertulis Bergambar dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 4 butir soal menjodohkan simbol/gambar dan pilihan bergambar mengenai pesan ayat Kitab Suci Xiaojing secara jelas tanpa membocorkan jawaban (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Bergambar) selama 32 menit. Lembar kerja berisi 4 butir soal: (1) Menjodohkan gambar anak memberi salam hormat kepada orang tua dengan potongan pesan ayat Xiaojing tentang 'hormat di pagi hari' (acuan kunci: garis menghubungkan gambar anak bersalam dengan teks 'memberi salam'); (2) Menjodohkan gambar merawat orang tua yang sakit dengan pesan ayat Xiaojing tentang 'merawat saat sakit' (acuan kunci: garis menghubungkan gambar anak memberi obat/minum dengan teks 'merawat orang tua'); (3) Memilih gambar perilaku anak berbakti yang sesuai ayat Xiaojing antara opsi A (mendengarkan nasihat ibu) vs opsi B (membantah saat dinasihati) (acuan kunci: opsi A); (4) Menjodohkan gambar anak menjaga kebersihan tubuh sendiri sebagai wujud menjaga pemberian orang tua sesuai ayat Xiaojing (acuan kunci: garis menghubungkan gambar mandi/mencuci tangan dengan teks 'menjaga tubuh pemberian orang tua') (32 menit).
  • Guru mengumpulkan Tugas 1, lalu memverifikasi Tugas 2 berupa Lembar Ceklis Pembiasaan Nyata Sikap Bakti di Rumah yang telah dibawa murid dan ditandatangani orang tua (memuat 3 indikator: mengucapkan salam saat pergi/pulang, mendengarkan nasihat orang tua tanpa membantah, dan membantu merapikan tempat tidur sendiri) (14 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 3 (Tes Lisan dan Bercerita Bergiliran): Guru memanggil murid secara bergiliran ke meja guru (durasi 2 menit per murid x 24 murid = 48 menit), sementara murid lain melakukan kegiatan mandiri mewarnai gambar keteladanan Huang Xiang di bangku masing-masing tanpa bersuara. Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan: '1. Mengapa kita wajib berbakti kepada ayah dan ibu menurut konsep Tian?' (acuan kunci: karena manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua, orang tua adalah wakil Tian di dunia); '2. Ceritakan apa yang dilakukan Huang Xiang pada musim panas dan musim dingin untuk merawat ayahnya!' (acuan kunci: pada musim panas ia mengipasi bantal dan tempat tidur ayah agar sejuk; pada musim dingin ia menghangatkan tempat tidur ayah dengan tubuhnya sendiri) (44 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid merefleksikan seluruh proses asesmen sumatif bab yang telah dijalani dengan menanyakan perasaan mereka saat mengerjakan tugas mandiri dan mengingat kembali tekad untuk terus berbakti kepada orang tua setiap hari (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, ketertiban, dan kemandirian murid selama mengikuti rangkaian asesmen sumatif Bab 1 (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa syukur bersama dan salam penutup Huang Yi Shang Di, Shan Zai (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid dengan hambatan membaca permulaan, guru membacakan teks soal pada tes tertulis secara netral tanpa mengubah makna maupun membocorkan kunci jawaban.
  • Proses: Pemberian waktu ekstra terpandu saat rotasi wawancara lisan bagi murid yang membutuhkan waktu lebih lama dalam menyusun kalimat tuturan, dengan tetap menjaga kesamaan indikator penilaian.
  • Produk: Format respons tetap seragam sesuai ketentuan ACUAN SUMATIF ATP (lembar tes tertulis bergambar, verifikasi lembar ceklis orang tua, dan tuturan lisan langsung).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan fisik dan kelengkapan dokumen asesmen: memeriksa kesiapan lembar portofolio pembiasaan rumah yang sudah ditandatangani orang tua dan alat tulis murid sebelum asesmen dimulai (acuan: dokumen ceklis pembiasaan lengkap dan alat tulis siap di meja).

Proses:

  • Pengamatan ketertiban, kemandirian, dan kepatuhan murid selama mengerjakan tes tertulis bergambar serta ketenangan saat menunggu giliran tes lisan.

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi: tes tertulis visual serentak, verifikasi portofolio lembar pembiasaan bakti di rumah, dan wawancara lisan singkat individual: Lembar kerja bergambar berisi pilihan ganda sederhana/menjodohkan tentang ayat Xiaojing dan konsep Tian; lembar ceklis pembiasaan sikap bakti anak di rumah bertanda tangan orang tua; serta rekaman penilaian lisan menceritakan kembali keteladanan tokoh Huang Xiang dan konsep Tian
  • tes tertulis serentak (lembar bergambar): Lembar jawaban tertulis murid yang dikerjakan serentak berupa menjodohkan simbol/gambar dan memilih pernyataan benar mengenai isi pesan ayat Kitab Suci Xiaojing tentang anak berbakti (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
  • penilaian portofolio pembiasaan nyata: Lembar ceklis pembiasaan tindakan nyata sikap bakti dan hormat kepada orang tua di rumah (seperti memberi salam, membantu pekerjaan ringan, mendengarkan nasihat) yang divalidasi dan ditandatangani orang tua (14 menit; individual; instrumen: lembar ceklis pembiasaan perilaku bakti di rumah disertai catatan orang tua)
  • tes lisan dan bercerita bergiliran: Penjelasan lisan singkat mengenai manusia diciptakan Tian melalui orang tua dan penceritaan kembali keteladanan bakti tokoh Huang Xiang dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar keteladanan (56 menit / 2 menit = 28 murid, muat satu kelas) (56 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan berbasis kriteria pemahaman konsep Tian dan keteladanan Huang Xiang)

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi: tes tertulis visual serentak, verifikasi portofolio lembar pembiasaan bakti di rumah, dan wawancara lisan singkat individual: Lembar kerja bergambar berisi pilihan ganda sederhana/menjodohkan tentang ayat Xiaojing dan konsep Tian; lembar ceklis pembiasaan sikap bakti anak di rumah bertanda tangan orang tua; serta rekaman penilaian lisan menceritakan kembali keteladanan tokoh Huang Xiang dan konsep Tian
  • tes tertulis serentak (lembar bergambar): Lembar jawaban tertulis murid yang dikerjakan serentak berupa menjodohkan simbol/gambar dan memilih pernyataan benar mengenai isi pesan ayat Kitab Suci Xiaojing tentang anak berbakti (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
  • penilaian portofolio pembiasaan nyata: Lembar ceklis pembiasaan tindakan nyata sikap bakti dan hormat kepada orang tua di rumah (seperti memberi salam, membantu pekerjaan ringan, mendengarkan nasihat) yang divalidasi dan ditandatangani orang tua (14 menit; individual; instrumen: lembar ceklis pembiasaan perilaku bakti di rumah disertai catatan orang tua)
  • tes lisan dan bercerita bergiliran: Penjelasan lisan singkat mengenai manusia diciptakan Tian melalui orang tua dan penceritaan kembali keteladanan bakti tokoh Huang Xiang dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar keteladanan (56 menit / 2 menit = 28 murid, muat satu kelas) (56 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan berbasis kriteria pemahaman konsep Tian dan keteladanan Huang Xiang)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Pesan Ayat Xiaojing (Tes Tertulis Bergambar)Menjawab dengan tepat 1 dari 4 butir soal tes tertulis pesan ayat Xiaojing (acuan kunci butir 1-4).Menjawab dengan tepat 2 dari 4 butir soal tes tertulis pesan ayat Xiaojing (acuan kunci butir 1-4).Menjawab dengan tepat 3 dari 4 butir soal tes tertulis pesan ayat Xiaojing (acuan kunci butir 1-4).Menjawab dengan tepat seluruh 4 butir soal tes tertulis pesan ayat Xiaojing (acuan kunci butir 1-4) secara mandiri.
Penerapan Sikap Bakti di Rumah (Portofolio Ceklis Orang Tua)Memenuhi keterlaksanaan pembiasaan bakti di rumah pada 0-1 dari 3 indikator (salam, dengar nasihat, rapikan tempat tidur) pada catatan orang tua.Memenuhi keterlaksanaan pembiasaan bakti di rumah pada 2 dari 3 indikator (salam, dengar nasihat, rapikan tempat tidur) dengan catatan pendampingan penuh orang tua.Memenuhi keterlaksanaan pembiasaan bakti di rumah pada seluruh 3 indikator (salam, dengar nasihat, rapikan tempat tidur) disertai validasi tanda tangan orang tua.Memenuhi keterlaksanaan pembiasaan bakti di rumah pada seluruh 3 indikator secara konsisten dan mandiri disertai catatan apresiasi positif orang tua.
Penjelasan Konsep Tian dan Interpretasi Keteladanan Huang Xiang (Tes Lisan)Belum mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui orang tua dan belum mampu menyebutkan tindakan Huang Xiang saat musim panas maupun musim dingin.Mampu menjelaskan konsep Tian melalui orang tua secara terbimbing ATAU hanya menyebutkan 1 tindakan Huang Xiang (hanya musim panas mengipasi ATAU hanya musim dingin menghangatkan tempat tidur).Mampu menjelaskan konsep Tian bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua DAN menyebutkan kedua tindakan Huang Xiang (mengipasi di musim panas dan menghangatkan tempat tidur di musim dingin) sesuai acuan.Mampu menjelaskan konsep Tian bahwa kedua orang tua adalah wakil Tian di dunia DAN menginterpretasikan kedua tindakan keteladanan Huang Xiang secara runtut dan jelas tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu tes lisan individual berjalan efektif dan tertib bagi seluruh murid di kelas?
  • Bagaimana tingkat pemahaman murid terhadap konsep penciptaan manusia oleh Tian melalui orang tua berdasarkan hasil asesmen tertulis dan lisan?

Murid:

  • Bagian tugas mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kukerjakan hari ini?
  • Tindakan berbakti apa yang akan terus aku lakukan untuk ayah dan ibu di rumah setiap hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  3. Kartu respons Hijau-Merah
  4. Lembar kerja konsep bergambar alur ciptaan Tian
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021)
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021)
  7. Kartu gambar situasi interaksi keluarga dan kartu skenario bermain peran
  8. Lembar kerja murid 'Pilihan Perilaku Junzi' dan lembar 'Janji Anak Berbakti'
  9. Buku Teks Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  10. Kitab Suci Xiaojing (Kitab Bakti) Bab 1
  11. Set kartu berpasangan ayat dan pesan Kitab Bakti
  12. Kitab Bakti (Xiaojing)
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021
  14. Set kartu kutipan ayat Kitab Bakti dan kartu gambar perilaku anak berbakti
  15. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  16. Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  17. Gambar seri cerita 'Huang Xiang Menghangatkan Tempat Tidur'
  18. Kartu situasi bergambar musim panas dan musim dingin
  19. Lembar Asesmen Tertulis Bergambar Bab 1
  20. Lembar Portofolio Ceklis Pembiasaan Sikap Bakti di Rumah
  21. Lembar Mewarnai Keteladanan Tokoh Huang Xiang

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.