Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Mempraktikkan Doa kepada Tian dengan Khusyuk

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mempraktikkan Doa kepada Tian dengan Khusyuk". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Mempraktikkan Doa kepada Tian dengan Khusyuk

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mempraktikkan Doa kepada Tian dengan Khusyuk

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMempraktikkan Doa kepada Tian dengan Khusyuk
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan satu doa kepada Tian dengan sikap bao xin bade yang tepat dan penuh kekhusyukan sebagai ungkapan terima kasih
  2. Murid dapat menghayati kegiatan berdoa sebagai bentuk rasa terima kasih dan syukur kepada Tian yang telah menciptakan dirinya melalui kedua orang tua

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bu guru, sikap berdoa seperti ini disebut apa?
  2. Mengapa kita perlu berdoa kepada Tian?
  3. Kapan saja kita dapat berdoa kepada Tian?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang masih ingat siapa yang menciptakan kita? Apakah kalian pernah berdoa di rumah?
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu tentang rasa syukur atau lagu yang berkaitan dengan Tian
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar cara berdoa kepada Tian dengan sikap yang benar dan khusyuk
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Bu guru, sikap berdoa seperti ini disebut apa? Mengapa kita perlu berdoa kepada Tian?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan bahwa Tian telah menciptakan kita melalui kedua orang tua, sehingga kita harus berterima kasih kepada Tian
  • Guru menjelaskan bahwa sikap tangan bao xin bade adalah sikap tangan yang digunakan ketika umat Khonghucu hendak berdoa
  • Guru mengajak murid mengamati gambar cara-cara melakukan sikap bao xin bade yang ditampilkan di buku siswa atau media visual
  • Guru mendemonstrasikan secara perlahan langkah demi langkah cara melakukan sikap bao xin bade sesuai petunjuk gambar
  • Guru menjelaskan makna dari sikap bade sebagai bentuk penghormatan dan kekhusyukan kepada Tian
  • Guru membacakan teks doa pagi hari saat bangun tidur: Terima kasih Tian selalu besertaku. Bimbinglah aku pada hari ini, agar hari ini dapat berjalan baik. Shanzai
  • Guru menjelaskan makna doa tersebut: bahwa bangun pagi adalah anugerah Tian dan kita memohon bimbingan untuk hari yang baik

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak seluruh murid untuk berdiri dan mempraktikkan sikap bao xin bade bersama-sama dengan dipandu langkah demi langkah
  • Guru meminta setiap baris tempat duduk untuk membaca teks doa pagi hari secara bergantian dan berulang
  • Guru membimbing murid melafalkan doa dengan suara yang jelas dan penuh penghayatan
  • Guru meminta masing-masing murid untuk menghafalkan teks doa tersebut dengan didampingi teman sebangku
  • Murid yang sudah berhasil menghafalkan boleh maju ke depan untuk mempraktikkan sikap bao xin bade sambil membacakan doa dengan khusyuk
  • Guru memberikan apresiasi dan pujian kepada murid yang telah berani mempraktikkan
  • Guru mengajak murid mempraktikkan doa lain yang ada di buku siswa: doa sebelum belajar dan doa sebelum tidur

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk kembali dan bertanya: Bagaimana perasaan kalian setelah berdoa kepada Tian?
  • Guru membimbing murid merefleksikan bahwa berdoa adalah cara kita berkomunikasi dengan Tian dan mengucap syukur atas semua karunia-Nya
  • Guru menanyakan: Kapan saja kalian bisa berdoa kepada Tian? (pagi, siang, malam, sebelum makan, sebelum belajar, dll)
  • Murid diminta menyebutkan hal-hal yang ingin mereka ucapkan terima kasih kepada Tian
  • Guru mengajak murid membaca ayat suci dari Kitab Mengzi VIIA:1/2: Menjaga hati merawat watak sejati demikianlah mengabdi kepada Tian Yang Maha Esa
  • Guru menjelaskan bahwa dengan berdoa penuh kekhusyukan, kita menjaga hati dan merawat watak sejati kita

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid secara acak mempraktikkan sikap bao xin bade dan membacakan salah satu doa
  • Guru memberikan penguatan: Hari ini kalian sudah belajar cara berdoa kepada Tian dengan sikap bao xin bade yang benar. Mulai sekarang, latihlah berdoa setiap hari di rumah
  • Guru memberikan tugas: Berdoa bersama keluarga di rumah dan menuliskan teks doa yang dipanjatkan di buku tugas
  • Guru mengajak murid merefleksikan pembelajaran: Apa yang paling berkesan hari ini? Apa yang masih sulit?
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama menggunakan sikap bao xin bade dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, diberikan tambahan doa lain (doa sebelum makan, doa bepergian). Untuk murid yang lambat, fokus pada satu doa pagi saja dengan pengulangan lebih banyak
  • Proses: Murid yang cepat dapat menjadi tutor sebaya membantu teman yang kesulitan menghafalkan. Murid yang lambat diberikan pendampingan lebih intensif oleh guru dengan latihan berulang dalam kelompok kecil
  • Produk: Murid yang cepat diminta membuat kartu doa bergambar dengan kreasi sendiri. Murid yang lambat cukup menuliskan teks doa di buku tugas dengan rapi

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Siapa yang menciptakan kita? Apakah kalian pernah berdoa di rumah? Bagaimana caranya?
  • Observasi pengetahuan awal murid tentang sikap berdoa

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati demonstrasi guru tentang sikap bao xin bade
  • Pengamatan partisipasi murid saat mempraktikkan sikap bao xin bade bersama-sama
  • Penilaian saat murid membaca dan menghafalkan doa secara bergantian
  • Catatan anekdot untuk murid yang menunjukkan kekhusyukan atau kesulitan tertentu

Akhir:

  • Praktik individu: 3-5 murid secara acak diminta mempraktikkan sikap bao xin bade dan membacakan salah satu doa
  • Penilaian menggunakan rubrik: ketepatan sikap, kekhusyukan, dan hafalan doa
  • Refleksi tertulis atau lisan: Apa yang paling berkesan? Apa yang masih sulit?

Formatif:

  • Observasi sikap murid saat mempraktikkan bao xin bade: kerapian, kekhusyukan, dan ketepatan gerakan
  • Pengamatan pelafalan doa: kejelasan, kelancaran, dan penghayatan
  • Tanya jawab lisan tentang makna berdoa dan waktu-waktu berdoa

Sumatif:

  • Praktik individu: murid mempraktikkan sikap bao xin bade dan membacakan satu doa dengan khusyuk
  • Hafalan doa pagi hari saat bangun tidur

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Sikap Bao Xin BadeMurid belum dapat melakukan sikap bao xin bade dengan benar meskipun sudah dibimbing berulang kaliMurid dapat melakukan sikap bao xin bade tetapi masih sering keliru dan memerlukan bimbingan guruMurid dapat melakukan sikap bao xin bade dengan benar namun sesekali masih memerlukan arahan guruMurid dapat melakukan sikap bao xin bade dengan benar, rapi, dan mandiri tanpa bimbingan guru
Kekhusyukan dalam BerdoaMurid belum menunjukkan sikap khusyuk saat berdoa, sering terganggu dan tidak fokusMurid mulai menunjukkan sikap khusyuk tetapi masih mudah terganggu dan belum konsistenMurid menunjukkan sikap khusyuk saat berdoa dengan fokus dan tenang meskipun sesekali tergangguMurid menunjukkan sikap sangat khusyuk saat berdoa dengan fokus penuh, tenang, dan penuh penghayatan
Hafalan dan Pelafalan DoaMurid belum dapat menghafalkan dan melafalkan doa meskipun sudah dilatih berulang kaliMurid dapat melafalkan sebagian doa dengan bantuan guru tetapi belum lancar dan masih terbata-bataMurid dapat menghafalkan dan melafalkan doa dengan lancar namun sesekali masih memerlukan bantuanMurid dapat menghafalkan dan melafalkan doa dengan lancar, jelas, dan penuh penghayatan secara mandiri
Penghayatan Makna BerdoaMurid belum memahami makna berdoa sebagai ungkapan terima kasih kepada TianMurid mulai memahami makna berdoa tetapi belum dapat menjelaskannya dengan baikMurid memahami makna berdoa sebagai ungkapan terima kasih kepada Tian dan dapat menjelaskan dengan sederhanaMurid memahami secara mendalam makna berdoa sebagai ungkapan terima kasih kepada Tian dan dapat menceritakan pengalamannya dengan baik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti pembelajaran dengan baik? Siapa yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah metode demonstrasi dan praktik langsung efektif untuk mengajarkan sikap bao xin bade?
  • Bagaimana tingkat kekhusyukan murid saat berdoa? Apa yang dapat ditingkatkan?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah memenuhi kebutuhan murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara berdoa kepada Tian?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berdoa dengan sikap bao xin bade?
  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang masih sulit bagimu? Apa yang ingin kamu tanyakan lagi?
  • Kapan kamu akan mencoba berdoa sendiri di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas I (halaman 175-179)
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas I (halaman 160-161)
  3. Gambar atau poster cara melakukan sikap bao xin bade
  4. Kartu teks doa (doa pagi, doa sebelum belajar, doa sebelum tidur)
  5. Kitab Mengzi VIIA:1/2
  6. Media visual (proyektor/gambar besar) untuk menampilkan langkah-langkah sikap bao xin bade
  7. Altar sederhana atau gambar altar sebagai media pembelajaran (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.