Modul AjarBab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 6: Aku Berterima Kasih

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 6 "Aku Berterima Kasih", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 6: Aku Berterima Kasih

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 6 — Aku Berterima Kasih

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 6 — Aku Berterima Kasih
Alokasi Waktu19 JP (19 x 35 menit = 665 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.6.1 Menerapkan sikap dalam berdoa kepada Tian sebagai wujud rasa terima kasih
  2. TP 1.6.2 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas
  3. TP 1.6.3 Menerapkan sikap sembahyang kepada Tian sebagai wujud terima kasih
  4. TP 1.6.4 Menerapkan sikap dalam menghormat dan sembahyang kepada Nabi Kongzi

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Sikap tangan seperti apa yang kita gunakan saat berdoa kepada Tian?
  2. Mengapa saat berdoa tangan kanan kita berada di dalam mendekap dada?
  3. Apa yang biasanya kita lakukan bersama-sama di kelas sebelum memulai belajar?
  4. Mengapa sebelum belajar di kelas kita perlu berdoa terlebih dahulu dengan tertib?
  5. Mengapa kita perlu berdoa sesudah selesai belajar di kelas?
  6. Bagaimana urutan doa syukur sesudah belajar yang biasa kita lafalkan bersama?
  7. Bagaimana posisi tubuh kita saat melakukan sembahyang kepada Tian sebagai ungkapan terima kasih?
  8. Mengapa tubuh kita harus tegak, tenang, dan tertib saat bersembahyang kepada Tian?
  9. Siapakah Nabi Kongzi yang kita hormati dalam agama Khonghucu?
  10. Bagaimanakah sikap tangan dan badan kita saat memberikan hormat kepada Nabi Kongzi?
  11. Bagaimanakah sikap tubuh yang benar saat kita bersembahyang di hadapan altar Nabi Kongzi?
  12. Apa perbedaan sikap tangan saat kita memegang dupa (hio) untuk sembahyang dibandingkan saat memberi hormat biasa?
  13. Bagaimana sikap tangan bao xin yang tepat saat kita berdoa kepada Tian?
  14. Bagaimana sikap tubuh kita saat sembahyang syukur kepada Tian dan menghormat kepada Nabi Kongzi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Sikap Tangan Bao Xin dalam Berdoa kepada Tian sebagai Wujud Rasa Terima Kasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.6.1 Menerapkan sikap dalam berdoa kepada Tian sebagai wujud rasa terima kasih

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu 'Wei De Dong Tian' dan murid menjawab 'Xian You Yi De' (2 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu rohani 'Mulialah Tuhan' untuk membangkitkan suasana gembira dan khidmat (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik kesiapan sikap doa: (1) 'Disebut apakah sikap tangan saat kita berdoa kepada Tian?' (acuan: sikap bao xin bade / bao xin); (2) 'Posisi tangan manakah yang berada di dalam saat mendekap hati?' (acuan: tangan kanan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati kartu peraga visual yang ditunjukkan guru mengenai 4 langkah sikap bao xin dalam berdoa: (1) Tangan kanan mengepal di dalam mendekap dada/ulu hati; (2) Tangan kiri terbuka merangkul/menutup kepalan tangan kanan di luar; (3) Kedua ibu jari dipertemukan tegak lurus membentuk karakter Ren (manusia); (4) Posisi tangan berada di depan dada setinggi ulu hati dengan tenang (10 menit).
  • Guru menjelaskan makna esensial sikap tangan bao xin (bade) sebagai lambang memeluk kebajikan dan mendekap hati nurani suci karunia Tian, lalu mendemonstrasikan langkah demi langkah di depan kelas (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain tantangan seru 'Tirukan Sikap Suci' secara bertahap bersama bimbingan guru, dimulai dari mengepalkan tangan kanan di ulu hati, merangkul dengan tangan kiri, hingga menyatukan kedua ibu jari (10 menit).
  • Murid berpasangan saling memeriksa sikap tangan temannya berdasarkan 4 kriteria langkah bao xin, kemudian bergantian melakukan peragaan sikap bao xin secara penuh (10 menit).
  • Setiap murid mempraktikkan sikap tangan bao xin secara mandiri di tempat duduk masing-masing dengan sikap tubuh tenang dan khidmat saat menghadap altar/arah Tian (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengecek ketepatan sikap tangannya sendiri dengan menjawab panduan refleksi diri dari guru: apakah tangan kanannya sudah di dalam dan kedua ibu jarinya sudah saling bersentuhan dengan benar (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan tentang 4 ketepatan sikap tangan bao xin dalam berdoa kepada Tian sebagai wujud rasa terima kasih (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan apresiatif dan menutup pertemuan dengan salam penutup serta mengingatkan pembiasaan sikap bao xin saat berdoa di rumah (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual peraga posisi tangan bernomor urut 1-4, sedangkan murid yang sudah mahir mengamati langsung peragaan guru.
  • Proses: Murid yang masih tertukar posisi tangannya didampingi guru dengan bimbingan fisik langsung (scaffolding), sedangkan murid yang sudah tepat berlatih mandiri memperagakan sikap bao xin dalam hitungan hening yang lebih lama.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan sikap tangan bao xin; murid yang mahir mempraktikkan sikap secara konsisten tanpa arahan aba-aba verbal.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: (1) 'Disebut apakah sikap tangan saat kita berdoa kepada Tian?' (acuan: sikap bao xin / bao xin bade); (2) 'Posisi tangan manakah yang berada di dalam saat mendekap hati?' (acuan: tangan kanan).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja saat murid memperagakan sikap tangan bao xin pada tahap Mengaplikasi dengan acuan 4 kriteria ketepatan: (1) Tangan kanan mengepal di dalam; (2) Tangan kiri merangkul tangan kanan dari luar; (3) Kedua ibu jari dipertemukan tegak membentuk karakter Ren; (4) Menempel di depan ulu hati/dada dengan tenang.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan peragaan kilat di penutup: Guru menginstruksikan 'Tunjukkan sikap bao xin!' dan memeriksa langsung seluruh murid (acuan ketercapaian: murid langsung membentuk kepalan tangan kanan di dalam dirangkul tangan kiri di luar dan kedua ibu jari bersentuhan di depan dada).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja peragaan sikap tangan bao xin menggunakan lembar ceklis 4 kriteria langkah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penerapan Sikap Tangan Bao Xin dalam BerdoaBelum mampu menerapkan sikap tangan bao xin sesuai acuan (posisi tangan kanan dan kiri masih tertukar, ibu jari belum bersentuhan walau dibimbing guru).Mampu menerapkan 1-2 kriteria langkah sikap tangan bao xin dengan benar dengan bantuan bimbingan penuh dari guru (acuan 4 kriteria: tangan kanan di dalam mengepal, tangan kiri di luar merangkul, kedua ibu jari bertemu tegak, posisi di ulu hati).Mampu menerapkan 3-4 kriteria langkah sikap tangan bao xin dengan tepat secara mandiri (acuan 4 kriteria: tangan kanan di dalam mengepal, tangan kiri di luar merangkul, kedua ibu jari bertemu tegak, posisi di ulu hati).Mampu menerapkan seluruh 4 kriteria langkah sikap tangan bao xin dengan sangat tepat, khidmat, dan konsisten secara mandiri tanpa perlu diingatkan atau dibimbing.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan posisi tangan kanan (dalam) dan tangan kiri (luar) saat mempraktikkan sikap bao xin?
  • Bagian mana dari langkah peragaan yang membutuhkan bimbingan fisik lebih banyak bagi murid kelas 1?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa membuat sikap tangan bao xin dengan benar saat berdoa?
  • Bagaimana perasaanku saat mempraktikkan sikap tangan bao xin di depan dada?

Pertemuan 2 — Menerapkan Pembiasaan Berdoa Tertib Sebelum Beraktivitas Belajar di Kelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.6.2 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam peneguhan iman 'Wei De Dong Tian' dan murid menjawab 'Xian You Yi De', dilanjutkan mengecek kehadiran murid di kelas (5 menit).
  • Guru mengajak murid bernyanyi bersama lagu rohani 'Mulialah Tuhan' untuk membangun suasana ceria dan pemusatan perhatian (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Kapan waktu kita berdoa di kelas?' (acuan: sebelum mulai belajar); (2) 'Bagaimana keadaan tubuh kita saat berdoa sebelum belajar?' (acuan: duduk tegak, tenang/tertib, dan tidak bercanda) untuk memetakan kesiapan pembiasaan berdoa murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang pentingnya pembiasaan berdoa secara tertib sebelum beraktivitas belajar sebagai wujud terima kasih memohon bimbingan Tian (10 menit).
  • Murid bersama guru membaca teks doa sebelum belajar: 'Terima kasih Tian atas kesempatan ini. Bimbing aku untuk tekun belajar. Shanzai.' secara berulang dan teratur (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain permainan simulasi menggembirakan 'Lampu Hijau Doa': saat guru mengangkat kartu hijau bertuliskan 'Siap Belajar', murid segera duduk tenang di bangku masing-masing, mengambil sikap doa bao xin di depan dada, dan bersama-sama melafalkan doa sebelum belajar secara serempak dan tertib (20 menit).
  • Secara bergantian per baris meja (baris 1, baris 2, baris 3), murid menerapkan pembiasaan berdoa sebelum aktivitas belajar dengan duduk tertib di kursi, bersiap hening, dan melafalkan doa belajar dengan lancar tanpa bercanda (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan suasana hati dan ketertiban diri ketika membiasakan berdoa sebelum memulai belajar di kelas melalui tanya jawab sederhana (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya pembiasaan berdoa dengan tertib setiap kali hendak memulai kegiatan belajar (10 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban seluruh murid, mengingatkan pembiasaan doa sebelum belajar di pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar panduan tahapan duduk tertib dan kartu teks doa sebelum belajar bertulisan besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih sering bercanda atau belum tertib, guru memberikan bimbingan langsung di samping mejanya; bagi murid yang sudah mandiri tertib, diberikan kesempatan memimpin kesiapan teman sebarisnya untuk duduk tertib sebelum doa.
  • Produk: Semua murid menunjukkan unjuk pembiasaan doa sebelum belajar; murid yang belum lancar membaca dibimbing melafalkan secara lisan, sedangkan murid yang lancar melafalkan doa secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tanya jawab lisan kesiapan pembiasaan berdoa: (1) 'Kapan waktu kita berdoa di kelas?' (acuan jawaban: sebelum mulai belajar/sebelum aktivitas belajar); (2) 'Bagaimana keadaan tubuh kita saat berdoa sebelum belajar?' (acuan jawaban: duduk tegak, tenang/tertib, dan tidak bercanda/tidak jalan-jalan).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat simulasi 'Lampu Hijau Doa' dan latihan per baris meja dalam menerapkan pembiasaan berdoa sebelum belajar (acuan pengamatan: (1) duduk di bangku dengan tertib, (2) tidak bercanda/mengganggu kawan, (3) ikut melafalkan doa sebelum belajar 'Terima kasih Tian atas kesempatan ini. Bimbing aku untuk tekun belajar. Shanzai').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan pembiasaan lisan di akhir kegiatan: Murid diminta memperagakan langsung 1 kali sikap duduk tertib dan melafalkan doa sebelum belajar: 'Terima kasih Tian atas kesempatan ini. Bimbing aku untuk tekun belajar. Shanzai.' (kriteria: duduk tertib di tempat, tenang tanpa bercanda, dan melafalkan kalimat doa secara lengkap).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pembiasaan berdoa tertib sebelum aktivitas belajar menggunakan lembar observasi perilaku tertib.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan pembiasaan berdoa tertib sebelum beraktivitas belajar di kelasBelum menunjukkan pembiasaan duduk tenang dan belum melafalkan doa sebelum belajar walau telah dibimbing guru.Mulai duduk tertib di bangku namun masih perlu diingatkan guru agar tidak bercanda, serta melafalkan sebagian kalimat doa sebelum belajar.Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum beraktivitas belajar dengan duduk tertib, tenang tanpa bercanda, dan melafalkan teks doa sebelum belajar secara lengkap dengan bimbingan minimal.Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum beraktivitas belajar secara konsisten, duduk tertib dan tenang dengan inisiatif mandiri tanpa perlu diingatkan, serta melafalkan doa sebelum belajar dengan lancar dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan simulasi 'Lampu Hijau Doa' efektif mendorong murid kelas 1 untuk duduk tertib sebelum berdoa?
  • Bagian mana dari langkah pembiasaan doa belajar yang masih memerlukan bimbingan ekstra bagi murid tertentu?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu ketika dapat berdoa bersama teman-teman dengan tertib sebelum belajar?
  • Apakah kamu sudah bisa duduk tenang dan tidak bercanda saat berdoa sebelum mulai belajar?

Pertemuan 3 — Menerapkan Pembiasaan Berdoa Khidmat Sesudah Beraktivitas Belajar di Kelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.6.2 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam 'Wei De Dong Tian' dan memeriksa kesiapan fisik serta tempat duduk murid (5 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu rohani pembuka 'Sinar Pancaran' untuk menciptakan suasana belajar yang hening dan menyenangkan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 momen berdoa: (1) 'Kapan kita berdoa saat kegiatan sekolah?' dan (2) 'Mengapa kita perlu berdoa setelah belajar selesai?' (acuan jawaban: [1] sebelum mulai belajar dan sesudah selesai belajar; [2] sebagai wujud terima kasih/syukur kepada Tian karena telah selesai belajar dengan baik) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan dan membaca teks doa sesudah belajar dari Buku Siswa: 'Terima kasih Tian atas kesempatan ini. Bimbing aku untuk tekun belajar. Shanzai.' dan kalimat penutup 'Xie Tian zhi en, shanzai' (15 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang makna pembiasaan doa sesudah beraktivitas sebagai wujud syukur atas pendampingan Tian selama belajar (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tepuk Khidmat dan Sambung Kata Doa': murid bersama pasangannya saling bergantian melafalkan kalimat doa sesudah belajar baris demi baris secara tertib dan menyenangkan (15 menit).
  • Secara bergantian per baris, murid menerapkan pembiasaan berdoa sesudah belajar dengan melafalkan teks doa secara runtut dan khidmat: 'Terima kasih Tian atas kesempatan ini. Bimbing aku untuk tekun belajar. Shanzai' (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencentang lembar pembiasaan diri berisi 3 butir situasi berdoa sesudah beraktivitas: (1) Berdoa setelah selesai pelajaran di kelas; (2) Berdoa setelah mengerjakan tugas mandiri; (3) Menutup doa dengan ucapan 'Shanzai' (acuan ketercapaian: murid menandai kolom 'Sudah Dilakukan' pada ketiga butir situasi tersebut) (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya pembiasaan berdoa secara rutin sesudah menyelesaikan kegiatan belajar di kelas (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung atas kesungguhan dan ketertiban pembiasaan doa murid hari ini, serta menutup pertemuan dengan salam 'Xian You Yi De' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar urutan doa sesudah belajar, sedangkan murid yang sudah lancar membaca teks doa lengkap tanpa bantuan kartu visual.
  • Proses: Murid yang belum hafal lafal doa berlatih secara berpasangan dengan bimbingan teman sebaya (peer tutoring), sedangkan murid yang sudah lancar memimpin pelafalan doa sesudah belajar secara mandiri.
  • Produk: Murid melafalkan doa sesudah belajar secara mandiri atau dengan bantuan panduan visual lembar teks doa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan menanyakan waktu dan tujuan berdoa sesudah belajar: (1) 'Kapan saja kita wajib berdoa di sekolah?' (acuan: sebelum mulai belajar dan sesudah selesai belajar); (2) 'Mengapa kita berdoa setelah belajar selesai?' (acuan: wujud syukur/terima kasih kepada Tian telah selesai belajar dengan baik).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid menerapkan pembiasaan doa sesudah belajar di kelas (ketepatan lafal teks doa sesudah belajar: 'Terima kasih Tian atas kesempatan ini. Bimbing aku untuk tekun belajar. Shanzai' serta ketertiban sikap khidmat selama doa berlangsung).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan pembiasaan diri melalui pengisian lembar ceklis 3 butir situasi sesudah beraktivitas: (1) Berdoa sesudah belajar di kelas, (2) Berdoa sesudah menyelesaikan tugas, (3) Menutup doa dengan melafalkan Shanzai (acuan: seluruh 3 butir tercentang 'Sudah Dilakukan' secara konsisten).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pembiasaan berdoa khidmat sesudah belajar menggunakan rubrik ketercapaian pembiasaan berdoa
  • Pemeriksaan lembar pembiasaan diri siswa (3 butir situasi doa sesudah beraktivitas)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Pembiasaan Berdoa Sesudah Beraktivitas BelajarBelum mampu menerapkan pembiasaan berdoa sesudah belajar; tidak melafalkan teks doa sesudah belajar meski telah dibimbing penuh oleh guru.Mulai menerapkan pembiasaan berdoa sesudah belajar dengan melafalkan sebagian kalimat doa sesudah belajar dengan bimbingan dan arahan guru.Menerapkan pembiasaan berdoa sesudah belajar dengan melafalkan seluruh kalimat teks doa sesudah belajar ('Terima kasih Tian atas kesempatan ini. Bimbing aku untuk tekun belajar. Shanzai') secara runtut dan tertib dengan sedikit arahan.Menerapkan pembiasaan berdoa sesudah belajar dengan melafalkan seluruh kalimat teks doa sesudah belajar secara runtut, khidmat, dan mandiri tanpa perlu diingatkan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit cukup untuk memberi giliran seluruh murid mempraktikkan pembiasaan berdoa sesudah belajar?
  • Bagaimana tingkat kekhidmatan dan ketertiban murid saat membiasakan diri berdoa sesudah kegiatan belajar berlangsung?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berdoa bersyukur kepada Tian sesudah selesai belajar?
  • Apakah kamu selalu ingat untuk berdoa sesudah selesai belajar di kelas maupun di rumah?

Pertemuan 4 — Menerapkan Sikap Tubuh Sembahyang kepada Tian sebagai Wujud Terima Kasih — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.6.3 Menerapkan sikap sembahyang kepada Tian sebagai wujud terima kasih

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam Wei De Dong Tian, mengajak murid bersiap, dan menyanyikan bersama lagu rohani 'Mulialah Tuhan' (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang rasa syukur dan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai sikap tubuh saat bersembahyang kepada Tian (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara klasikal menunjukkan gestur berdiri tegak siap sembahyang untuk memetakan kesiapan gerak dasar sikap tubuh sembahyang (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 3 kartu gambar runtutan sikap tubuh sembahyang kepada Tian: Gambar 1 (Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan pandangan lurus ke depan menghadap altar Tian), Gambar 2 (Kedua tangan merangkap di depan dada membentuk sikap hormat/sembahyang), dan Gambar 3 (Membungkukkan badan dengan tertib dan khidmat sebagai wujud hormat kepada Tian) (10 menit).
  • Guru mendemonstrasikan secara perlahan ketiga urutan sikap tubuh tersebut sambil menjelaskan bahwa sikap tubuh yang tertib, tenang, dan tegak adalah wujud rasa terima kasih kita kepada Tian (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan peragaan 'Cermin Tian': secara berpasangan, satu murid menjadi model yang mempraktikkan 3 urutan sikap tubuh sembahyang kepada Tian (berdiri tegak kaki rapat, tangan merangkap di dada, membungkukkan badan tertib), dan pasangannya menirukan gerakannya dengan gembira dan khidmat (20 menit).
  • Secara bergantian, setiap murid menerapkan 3 urutan sikap tubuh sembahyang kepada Tian di depan kelas secara mandiri atau terbimbing (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid memeriksa kembali perasaan dan ketenangan tubuh mereka setelah mempraktikkan sikap tubuh sembahyang kepada Tian (10 menit).
  • Murid menyatakan secara lisan rasa terima kasihnya kepada Tian melalui sikap tubuh yang telah dipelajari dengan panduan pertanyaan guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 3 urutan sikap tubuh sembahyang kepada Tian (berdiri tegak kaki rapat, tangan merangkap di dada, dan membungkukkan badan dengan khidmat) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas ketertiban seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa syukur serta salam penutup Xian You Yi De (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan mengamati poster panduan bergambar visual langkah per langkah di samping cermin/altar peragaan, sedangkan murid yang siap dapat langsung mengamati peragaan guru.
  • Proses: Murid yang masih ragu mempraktikkan gerakan dengan bimbingan isyarat fisik guru, sedangkan murid yang mandiri mempraktikkan seluruh urutan 3 sikap tubuh tanpa aba-aba pengingat.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan sikap tubuh sembahyang kepada Tian; murid yang mahir mempraktikkan 3 urutan gerakan secara mandiri dan mantap, sedangkan murid yang berkembang mempraktikkan dengan aba-aba hitungan langkah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru meminta murid memperagakan posisi awal berdiri siap sembahyang (acuan: tubuh berdiri tegak, kedua tumit/kaki merapat lurus, pandangan fokus ke depan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan 3 urutan sikap tubuh sembahyang kepada Tian (acuan: 1. Posisi kaki merapat dan badan berdiri tegak; 2. Tangan merangkap di depan dada; 3. Membungkukkan badan dengan khidmat dan tertib).

Akhir Pertemuan:

  • Cek peragaan singkat satu per satu di akhir sesi: murid memperagakan sikap membungkuk sembahyang kepada Tian sebagai tanda hormat dan terima kasih (acuan: badan membungkuk sekitar 45-90 derajat dengan kedua tangan tetap merangkap di dada dan pandangan menunduk tertib).

Formatif:

  • Unjuk kerja peragaan sikap tubuh sembahyang kepada Tian menggunakan lembar observasi pengamatan 3 urutan gerak.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan sikap tubuh sembahyang kepada TianBelum mampu menerapkan sikap tubuh sembahyang kepada Tian (belum memenuhi ketiga posisi: berdiri tegak kaki rapat, tangan di dada, membungkuk khidmat) meski telah dibimbing guru.Mampu menerapkan 1 dari 3 urutan sikap tubuh sembahyang kepada Tian (acuan: berdiri tegak kaki rapat, tangan merangkap di depan dada, atau membungkuk khidmat) dengan bimbingan penuh guru.Mampu menerapkan 2 dari 3 urutan sikap tubuh sembahyang kepada Tian (acuan: 1. Berdiri tegak kaki rapat; 2. Tangan merangkap di dada; 3. Membungkuk khidmat) secara runtut dan tertib.Mampu menerapkan seluruh 3 urutan sikap tubuh sembahyang kepada Tian (acuan: 1. Berdiri tegak kaki rapat; 2. Tangan merangkap di dada; 3. Membungkuk khidmat) secara runtut, khidmat, dan mandiri tanpa diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi langkah-langkah sikap tubuh sembahyang dapat dipahami dan ditirukan dengan mudah oleh murid kelas 1?
  • Bagaimana keterlibatan dan antusiasme murid saat bermain peran 'Cermin Tian'?

Murid:

  • Apakah kamu merasa tenang dan tertib saat mempraktikkan sikap tubuh sembahyang kepada Tian?
  • Gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan saat bersembahyang kepada Tian?

Pertemuan 5 — Menerapkan Sikap dalam Menghormat kepada Nabi Kongzi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.6.4 Menerapkan sikap dalam menghormat dan sembahyang kepada Nabi Kongzi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', lalu mengajak murid bersikap tertib (5 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu rohani pembuka atau lagu pujian 'Mulialah Tuhan' secara bersama-sama untuk membangkitkan suasana gembira (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja awal dengan meminta murid berdiri tegak dan menunjukkan posisi tangan saat menghormat di depan gambar Nabi Kongzi (acuan: sikap hormat membungkuk Ju Gong dengan posisi tangan mengepal di depan dada) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan langsung dari guru dan gambar panduan tentang tata cara sikap menghormat (Ju Gong) kepada Nabi Kongzi: posisi berdiri tegak, kedua tangan saling merangkap/mengepal rapi di depan dada setinggi ulu hati, pandangan mata lurus tertib ke depan gambar Nabi Kongzi (15 menit).
  • Murid mencermati penjelasan guru mengenai urutan gerakan membungkukkan badan sekitar 30-45 derajat secara khidmat seraya menundukkan kepala, lalu menegakkan badan kembali dengan tenang sebagai wujud rasa bakti dan hormat kepada Nabi Kongzi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan peragaan 'Tirukan Sikap Khidmat': saat guru membunyikan ketukan genta kecil Rohani satu kali murid berdiri tegak merapatkan tangan di dada, saat ketukan dua kali murid membungkuk hormat (Ju Gong), dan saat ketukan tiga kali murid kembali tegak dengan rapi (15 menit).
  • Secara berpasangan bergantian, murid saling mengamati peragaan sikap hormat Ju Gong temannya untuk memastikan posisi kepalan tangan berada tepat di depan dada dan punggung membungkuk lurus tertib (15 menit).
  • Setiap murid satu per satu maju ke depan kelas untuk menerapkan peragaan sikap berdiri dan membungkuk hormat kepada gambar Nabi Kongzi secara mandiri sesuai urutan gerakan (15 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid mengungkapkan perasaan mereka setelah berhasil mempraktikkan sikap membungkuk hormat Ju Gong kepada Nabi Kongzi secara tertib (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kesungguhan murid dalam melatih gerak tubuh yang santun dan khidmat saat bersikap hormat kepada Nabi Kongzi (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bersama gerakan inti menghormat kepada Nabi Kongzi, yaitu posisi tangan rapi di dada dan membungkuk khidmat (Ju Gong) (5 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan melanjutkan latihan sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi (tidak membahas rangkuman akhir bab) (2 menit).
  • Kelas ditutup dengan pembiasaan sikap hormat bersama kepada Nabi Kongzi dipimpin guru dan doa penutup belajar (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan poster visual tahapan gerak sikap Ju Gong di dinding kelas untuk memudahkan murid yang membutuhkan pengingat visual konkret.
  • Proses: Murid yang masih canggung memposisikan tangan didampingi guru dengan bimbingan gerak langsung (hands-on scaffolding), sedangkan murid yang sudah lancar diminta mempraktikkan variasi gerakan menghormat dengan jeda bungkuk 3 detik secara mandiri.
  • Produk: Tingkat kemandirian peragaan: murid berlatih mandiri penuh tanpa aba-aba guru atau dengan aba-aba ketukan ritmis perlahan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik unjuk kerja singkat: Guru meminta murid memperagakan gerakan tubuh saat memberi hormat kepada gambar Nabi Kongzi. Acuan penilaian awal: (1) Murid sudah tahu merapatkan tangan di depan dada; (2) Murid membungkukkan badan tanpa bercanda.

Proses:

  • Observasi formatif saat latihan 'Tirukan Sikap Khidmat' dan latihan berpasangan. Acuan penilaian proses: (1) Kerapian posisi tangan di depan dada; (2) Kelurusan punggung saat membungkuk Ju Gong; (3) Ketenangan dan kesungguhan gerak.

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja mandiri di depan kelas: Murid memperagakan satu kali rangkaian sikap menghormat kepada Nabi Kongzi. Kriteria ketuntasan: Murid berdiri tegak, merapatkan tangan di depan dada, membungkukkan badan 30-45 derajat secara khidmat, dan kembali tegak secara tertib.

Formatif:

  • Unjuk kerja dan lembar observasi penerapan sikap menghormat (Ju Gong) kepada Nabi Kongzi (posisi tangan di depan dada, postur membungkuk badan, dan ketenangan sikap).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Posisi Tangan Menghormat Nabi KongziBelum mampu memposisikan tangan mengepal/merapat di depan dada walau telah dibimbing guru.Mampu memposisikan tangan merapat di depan dada namun masih perlu diarahkan dan dibantu posisi tingginya.Mampu menempatkan kedua tangan merapat rapi di depan dada setinggi ulu hati secara mandiri dan tepat.Mampu menempatkan kedua tangan merapat rapi di depan dada secara mandiri, stabil, dan konsisten sepanjang peragaan.
Penerapan Sikap Tubuh Membungkuk Hormat (Ju Gong)Belum mampu membungkukkan badan menghormat, gerakan tubuh masih kaku atau sambil bercanda.Mampu membungkukkan badan menghormat namun sudut bungkukan terlalu sedikit/berlebihan dan masih terburu-buru.Mampu membungkukkan badan menghormat sekitar 30-45 derajat dengan tenang lalu tegak kembali secara tertib sesuai panduan.Mampu membungkukkan badan menghormat secara khidmat, luwes, dan berdiri tegak kembali dengan kestabilan tubuh yang sangat baik tanpa diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid kelas 1 sudah dapat menempatkan tangan di depan dada dan membungkuk khidmat dengan benar?
  • Bagaimana respons keceriaan murid saat memainkan permainan ritme ketukan peragaan menghormat?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah bisa melakukan sikap membungkuk hormat kepada Nabi Kongzi?
  • Bagian mana dari sikap menghormat Ju Gong yang paling kamu sukai?

Pertemuan 6 — Menerapkan Sikap Sembahyang kepada Nabi Kongzi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.6.4 Menerapkan sikap dalam menghormat dan sembahyang kepada Nabi Kongzi

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' yang dijawab 'Xian You Yi De', lalu mengajak berdoa bersama dengan sikap Bao Xin (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan postur berdiri tegak dan posisi tangan bersiap di depan dada untuk sembahyang kepada Nabi Kongzi (acuan: tubuh tegak, kedua kaki rapat sejajar lurus, tangan merapat di depan dada setinggi ulu hati) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi secara tertib dan khidmat (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati peragaan guru dan gambar tentang urutan sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi: berdiri tegak lurus (Li Rong), memegang dupa tiruan dengan kedua tangan di depan dada setinggi ulu hati/dada, lalu membungkukkan badan (Zheng Rong) dengan khidmat (8 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai makna gerak membungkuk hormat saat sembahyang sebagai ungkapan terima kasih dan pemuliaan atas ajaran kebajikan Nabi Kongzi (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain tantangan peragaan menggembirakan 'Cermin Junzi Bersembahyang', berpasangan saling mencocokkan peragaan gerak sembahyang kepada Nabi Kongzi langkah demi langkah mengikuti ketukan aba-aba guru (10 menit).
  • Setiap murid secara mandiri menerapkan 3 tahapan sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi di depan replika altar/gambar Nabi Kongzi: (1) berdiri tegak dan tertib (Li Rong), (2) tangan memegang dupa tiruan di depan ulu hati/dada, (3) membungkukkan badan secara khidmat dan kembali tegak (acuan: ketiga tahapan dilakukan berurutan dengan posisi tubuh stabil dan khidmat) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk hening merenungkan perasaan mereka saat meragakan sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi dengan menjawab panduan guru secara lisan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid mengenai ketepatan posisi tubuh dan ketenangan sikap saat meragakan sembahyang kepada Nabi Kongzi (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 3 urutan penting sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi (berdiri tegak, tangan membawa dupa di depan dada, dan membungkuk khidmat) (3 menit).
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam penutup kebajikan dan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah sikap sembahyang bagi murid yang memerlukan panduan visual konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung pada posisi tangan dan sudut membungkuk; bagi murid yang sudah mahir, mereka meragakan seluruh tahapan secara mandiri tanpa aba-aba per langkah.
  • Produk: Semua murid meragakan 3 tahapan sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi sesuai kemampuan koordinasi fisiknya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan diagnostik sikap awal: Guru meminta murid memperagakan postur berdiri bersiap sembahyang di depan kelas (acuan: tubuh berdiri tegak, kedua kaki rapat sejajar lurus menghadap ke depan, kedua tangan berada di depan ulu hati/dada).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja saat aktivitas 'Cermin Junzi Bersembahyang' dan peragaan mandiri sembahyang kepada Nabi Kongzi, mencakup 3 aspek: (1) sikap berdiri tegak (Li Rong), (2) posisi tangan memegang dupa di depan dada, (3) gerakan membungkuk khidmat (Zheng Rong) (acuan: seluruh 3 aspek dilakukan secara runtut dan stabil).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman peragaan singkat pada tahap penutup: Murid memperagakan kembali satu kali gerakan membungkuk sembahyang secara khidmat di tempat duduknya masing-masing (acuan kriteria: punggung membungkuk teratur tanpa tergesa-gesa dan kembali ke posisi tegak sempurna).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja peragaan sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi menggunakan lembar ceklis pengamatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Sikap Berdiri dan Posisi Tangan Sembahyang kepada Nabi KongziBelum mampu berdiri tegak dan posisi tangan masih di bawah atau belum terangkat di depan dada saat bersiap sembahyang.Mampu berdiri tegak tetapi posisi tangan memegang dupa di depan dada masih memerlukan bantuan/arahan langsung dari guru.Mampu menerapkan sikap berdiri tegak dan memegang dupa di depan dada setinggi ulu hati secara tepat dan mandiri.Menerapkan sikap berdiri tegak lurus sempurna dan memegang dupa di depan dada secara konsisten, stabil, dan mandiri.
Penerapan Sikap Gerak Membungkuk Sembahyang kepada Nabi KongziBelum mampu melakukan gerakan membungkuk sembahyang secara runtut atau tergesa-gesa tanpa membungkukkan badan.Mampu membungkukkan badan untuk sembahyang tetapi gerakan belum stabil atau masih memerlukan contoh panduan guru.Mampu menerapkan gerakan membungkuk sembahyang dengan sudut yang tepat serta kembali tegak secara runtut dan mandiri.Menerapkan gerakan membungkuk sembahyang secara runtut, tenang, penuh rasa hormat, dan konsisten dari awal hingga kembali tegak.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu melakukan urutan sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi secara tertib?
  • Bagian gerak manakah yang paling membutuhkan bimbingan fisik intensif bagi murid kelas 1?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar memperagakan sikap sembahyang kepada Nabi Kongzi?
  • Apakah kamu sudah bisa berdiri tegak dan membungkuk dengan khidmat saat bersembahyang?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.6.1 Menerapkan sikap dalam berdoa kepada Tian sebagai wujud rasa terima kasih
  • TP 1.6.2 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas
  • TP 1.6.3 Menerapkan sikap sembahyang kepada Tian sebagai wujud terima kasih
  • TP 1.6.4 Menerapkan sikap dalam menghormat dan sembahyang kepada Nabi Kongzi

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen dengan salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), menyapa murid, dan menata posisi duduk kelas agar tertib dan tenang (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-7 sebagai sesi asesmen sumatif unjuk kerja untuk mempraktikkan doa dan sembahyang yang telah dipelajari sepanjang Bab 6 (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan penjelasan alur asesmen sumatif yang terdiri atas 2 bagian: tugas kelompok serentak berupa pembiasaan doa belajar di kelas, dilanjutkan tugas unjuk kerja peragaan individual maju ke depan kelas secara bergiliran (3 menit).
  • Guru membacakan dan memperjelas kriteria unjuk kerja yang dinilai: ketenangan dan ketertiban doa pembiasaan kelas, ketepatan sikap tangan bao xin saat doa syukur, tata cara sikap tubuh sembahyang syukur kepada Tian, serta sikap menghormat bernilai hormat dan tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara bersama-sama dalam satu kelas mempraktikkan pembiasaan doa sebelum dan sesudah aktivitas belajar dengan sikap tertib, tenang, dan khidmat; guru mengamati dan mencatat ketercapaian pada lembar ceklis observasi ketertiban pembiasaan doa dengan 3 indikator: ketenangan sikap tubuh, kesiapan sebelum berdoa, dan ketertiban penutupan doa (durasi pengerjaan tugas: 21 menit).
  • Setiap murid secara bergantian maju ke depan kelas (3 menit per murid untuk 28 murid) memperagakan secara mandiri: (a) sikap tangan bao xin saat doa syukur kepada Tian, (b) tata cara dan sikap tubuh saat sembahyang syukur kepada Tian, dan (c) sikap menghormat bernilai hormat serta tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi; guru menilai langsung menggunakan rubrik unjuk kerja 3 kriteria skala 1-4 (durasi pengerjaan tugas: 70 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengapresiasi ketertiban dan kesungguhan seluruh murid selama unjuk kerja berlangsung seraya mengajak murid menyadari pentingnya sikap tulus dan khidmat dalam ibadah setiap hari (2 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran satu bab tentang rasa terima kasih kepada Tian dan Nabi Kongzi melalui sikap doa dan sembahyang yang benar (1 menit).
  • Guru menutup seluruh rangkaian sesi Bab 6 dengan doa penutup dan salam keagamaan (Huang Yi Shang Di, Wei Tian You De - Shanzai) (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan pengingat urutan gerak diberi arahan verbal singkat posisi berdiri/menghadap altar sebelum peragaan dimulai tanpa mengubah kriteria penilaian unjuk kerja.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja peragaan doa dan sembahyang bergiliran serta pengamatan pembiasaan doa terpadu: rekaman lembar observasi ketertiban pembiasaan doa sebelum dan sesudah beraktivitas secara serentak di kelas, serta peragaan individual sikap tangan bao xin dalam doa syukur kepada Tian, tata cara sembahyang syukur kepada Tian, dan sikap menghormat bernilai hormat kepada Nabi Kongzi
  • pengamatan unjuk kerja serentak: seluruh murid secara bersama-sama dalam satu kelas mempraktikkan pembiasaan doa sebelum dan sesudah aktivitas belajar dengan sikap tertib, tenang, dan khidmat (21 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi ketertiban pembiasaan doa (indikator: ketenangan sikap tubuh, kesiapan sebelum berdoa, dan ketertiban penutupan doa))
  • unjuk kerja bergiliran: setiap murid secara bergantian maju ke depan kelas (3 menit per murid) memperagakan: (a) sikap tangan bao xin saat doa syukur kepada Tian, (b) tata cara dan sikap tubuh saat sembahyang syukur kepada Tian, dan (c) sikap menghormat bernilai hormat serta tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi (84 menit / 3 menit = 28 murid, tepat muat satu kelas) (84 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja 3 kriteria (kriteria 1: ketepatan posisi tangan bao xin dan kekhidmatan doa kepada Tian; kriteria 2: kesempurnaan tata cara dan gerak tubuh sembahyang syukur kepada Tian; kriteria 3: ketepatan sikap menghormat dan tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi dengan skala 1-4))

Sumatif:

  • unjuk kerja peragaan doa dan sembahyang bergiliran serta pengamatan pembiasaan doa terpadu: rekaman lembar observasi ketertiban pembiasaan doa sebelum dan sesudah beraktivitas secara serentak di kelas, serta peragaan individual sikap tangan bao xin dalam doa syukur kepada Tian, tata cara sembahyang syukur kepada Tian, dan sikap menghormat bernilai hormat kepada Nabi Kongzi
  • pengamatan unjuk kerja serentak: seluruh murid secara bersama-sama dalam satu kelas mempraktikkan pembiasaan doa sebelum dan sesudah aktivitas belajar dengan sikap tertib, tenang, dan khidmat (21 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi ketertiban pembiasaan doa (indikator: ketenangan sikap tubuh, kesiapan sebelum berdoa, dan ketertiban penutupan doa))
  • unjuk kerja bergiliran: setiap murid secara bergantian maju ke depan kelas (3 menit per murid) memperagakan: (a) sikap tangan bao xin saat doa syukur kepada Tian, (b) tata cara dan sikap tubuh saat sembahyang syukur kepada Tian, dan (c) sikap menghormat bernilai hormat serta tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi (84 menit / 3 menit = 28 murid, tepat muat satu kelas) (84 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja 3 kriteria (kriteria 1: ketepatan posisi tangan bao xin dan kekhidmatan doa kepada Tian; kriteria 2: kesempurnaan tata cara dan gerak tubuh sembahyang syukur kepada Tian; kriteria 3: ketepatan sikap menghormat dan tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi dengan skala 1-4))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembiasaan Doa Sebelum dan Sesudah Beraktivitas di Kelas (TP 1.6.2)Belum menunjukkan ketenangan sikap tubuh, kesiapan sebelum berdoa, maupun ketertiban saat penutupan doa di kelas (0 indikator terpenuhi).Menunjukkan 1 dari 3 indikator: ketenangan sikap tubuh, kesiapan sebelum berdoa, atau ketertiban penutupan doa di kelas.Menunjukkan 2 dari 3 indikator: ketenangan sikap tubuh, kesiapan sebelum berdoa, dan ketertiban penutupan doa di kelas secara tertib.Menunjukkan seluruh 3 indikator acuan (ketenangan sikap tubuh, kesiapan sebelum berdoa, dan ketertiban penutupan doa) secara konsisten, khidmat, dan mandiri.
Sikap Tangan Bao Xin dan Doa Syukur kepada Tian (TP 1.6.1)Belum mampu membentuk posisi tangan bao xin (tangan kiri mendekap tangan kanan di depan dada) dan belum khidmat dalam bersikap doa.Mampu membentuk posisi tangan bao xin namun posisi tangan belum tepat di depan dada dan masih memerlukan bimbingan guru.Mampu memperagakan posisi tangan bao xin tepat di depan dada dan bersikap tenang saat memanjatkan doa syukur kepada Tian.Mampu memperagakan posisi tangan bao xin dengan sempurna, tegak, khidmat, serta melafalkan doa syukur kepada Tian dengan sangat tertib secara mandiri.
Sikap Tubuh Sembahyang Syukur kepada Tian (TP 1.6.3)Belum mampu mempraktikkan gerak tubuh sembahyang syukur (berdiri tegak, merangkapkan tangan bao xin, membungkukkan badan) kepada Tian.Mampu mempraktikkan sikap tubuh sembahyang kepada Tian tetapi urutan gerakan membungkuk masih keliru atau kaku.Mampu mempraktikkan gerak tubuh sembahyang syukur kepada Tian (posisi berdiri tegak, merangkapkan tangan, dan membungkuk hormat) secara runtut dan benar.Mampu mempraktikkan seluruh tata cara dan gerak tubuh sembahyang syukur kepada Tian secara sempurna, runtut, tenang, dan penuh rasa hormat secara mandiri.
Sikap Menghormat dan Sembahyang kepada Nabi Kongzi (TP 1.6.4)Belum mampu menunjukkan sikap tangan dan gerak tubuh menghormat bernilai hormat maupun sembahyang kepada Nabi Kongzi.Mampu menunjukkan sikap menghormat kepada Nabi Kongzi namun posisi tangan dan gerak membungkuk belum sempurna.Mampu memperagakan sikap tangan bao xin dan membungkuk hormat bernilai hormat serta tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi dengan tepat.Mampu memperagakan sikap menghormat bernilai hormat dan tata cara sembahyang kepada Nabi Kongzi secara sempurna, khidmat, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 3 menit per murid mencukupi untuk mengamati ketiga peragaan unjuk kerja individual secara menyeluruh?
  • Bagaimana tingkat penguasaan sikap tangan bao xin dan kekhidmatan sembahyang murid kelas 1 secara umum pada bab ini?

Murid:

  • Bagian mana dari sikap doa atau sembahyang tadi yang paling mudah aku lakukan?
  • Apakah aku sudah bersikap tenang dan sungguh-sungguh saat berdoa dan sembahyang tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Gambar peraga langkah-langkah sikap tangan bao xin bade
  4. Audio lagu rohani Khonghucu 'Mulialah Tuhan'
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021, Bab 6).
  7. Kartu peraga 'Lampu Hijau Doa' dan teks doa sebelum belajar.
  8. Lembar refleksi pembiasaan diri berdoa sesudah belajar
  9. Audio lagu rohani 'Sinar Pancaran'
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
  11. Kartu gambar urutan sikap tubuh sembahyang kepada Tian.
  12. Pemutar audio lagu rohani 'Mulialah Tuhan'.
  13. Gambar/Poster Nabi Kongzi
  14. Genta rohani / bel kecil pembuat ritme
  15. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek 2021, Bab 6: Aku Berterima Kasih, hlm. 189-195)
  16. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 6, hlm. 152-170)
  17. Dupa tiruan (hio dupa latihan) dari stik kayu/kertas
  18. Gambar/poster altar Nabi Kongzi dan peragaan tata cara ibadah
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  20. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  21. Gambar/foto peragaan sikap tangan bao xin bade dan tata cara sembahyang kehadirat Tian dan Nabi Kongzi
  22. Lembar Ceklis Observasi dan Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Asesmen Sumatif Bab 6

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.