MODUL AJAR Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Sembahyang kepada Leluhur sebagai Wujud Laku Bakti INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Sembahyang kepada Leluhur sebagai Wujud Laku Bakti |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat memahami bahwa bersembahyang kepada leluhur merupakan salah satu wujud laku bakti dalam agama Khonghucu
- Murid dapat menentukan nama dan fungsi perlengkapan yang terdapat di altar meja sembahyang leluhur
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian berkunjung ke makam kakek dan nenek? Apa yang kalian lakukan di sana?
- Bagaimana cara kita menghormati kakek dan nenek yang sudah meninggal dunia?
- Apa saja yang kalian lihat di altar meja sembahyang di rumah atau litang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan berdoa bersama (2 menit)
- Guru mengabsen murid dan mengecek kesiapan belajar (3 menit)
- Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan: Siapa ayah dan ibu dari ayah kalian? Siapa ayah dan ibu dari ibu kalian? (3 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami sembahyang kepada leluhur sebagai wujud bakti dan mengenal perlengkapan altar (2 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan gambar atau foto altar meja sembahyang leluhur dan meminta murid mengamati dengan seksama (5 menit)
- Guru menjelaskan bahwa leluhur adalah kakek, nenek, dan buyut kita yang sudah meninggal dunia (3 menit)
- Guru menceritakan bahwa menghormati leluhur dengan bersembahyang adalah salah satu bentuk laku bakti dalam agama Khonghucu (5 menit)
- Guru menjelaskan bahwa sembahyang leluhur dilakukan pada saat Chuyi shiwu, Qingming, dan Jingheping di depan altar atau di makam (4 menit)
- Guru memperkenalkan perlengkapan altar: meja sembahyang (altar), foto/tablet leluhur, dupa (2 batang), tempat dupa, dan bunga (5 menit)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati gambar altar di buku siswa halaman 147 dan mengidentifikasi perlengkapan yang ada (5 menit)
- Murid melengkapi lembar kerja 'Aku Bisa' dengan menulis nama-nama perlengkapan altar: meja sembahyang (altar), tempat menancapkan dupa, foto/tablet leluhur (7 menit)
- Murid menggambar 2 batang dupa pada lembar kerja sebagai simbol sembahyang kepada leluhur (5 menit)
- Guru membimbing murid yang kesulitan mengidentifikasi perlengkapan dengan menunjukkan langsung atau memberikan petunjuk visual tambahan (5 menit)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta beberapa murid menceritakan pengalaman mereka berkunjung ke makam leluhur atau melihat sembahyang leluhur di rumah (5 menit)
- Guru membacakan ayat suci Kitab Mengzi IVA:19/1: 'Mengabdi kepada siapakah yang terbesar? Mengabdi kepada orangtua itulah yang terbesar' dan mengaitkannya dengan menghormati leluhur (3 menit)
- Murid diajak merefleksi: Mengapa kita tetap menghormati kakek dan nenek meskipun mereka sudah meninggal? Apa wujud rasa terima kasih kita kepada leluhur? (4 menit)
- Guru menegaskan bahwa bersembahyang kepada leluhur adalah bentuk bakti, rasa terima kasih, dan kasih sayang yang terus berlanjut (3 menit)
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: sembahyang kepada leluhur adalah wujud laku bakti, dan ada beberapa perlengkapan di altar seperti meja sembahyang, dupa, foto/tablet leluhur (3 menit)
- Guru memberikan penguatan positif kepada murid atas partisipasi mereka (2 menit)
- Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama (2 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum pernah melihat altar diberi penjelasan visual tambahan melalui gambar atau video sederhana. Murid yang sudah familiar diberi kesempatan menjelaskan kepada teman sebaya
- Proses: Murid yang cepat memahami diminta menghitung jumlah perlengkapan dan menyebutkan fungsinya dengan bahasa sendiri. Murid yang lambat dibimbing guru secara individual dengan pertanyaan terarah dan bantuan visual
- Produk: Murid yang cepat diminta menggambar altar lengkap dengan semua perlengkapan. Murid yang lambat cukup melengkapi lembar kerja dengan bantuan contoh
ASESMENAwal:- Guru menanyakan pengalaman murid tentang kakek dan nenek mereka: Apakah kalian punya kakek dan nenek? Di mana mereka sekarang?
- Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang cara menghormati orang yang sudah meninggal melalui tanya jawab singkat
Proses:- Observasi partisipasi aktif murid saat mengamati dan mendengarkan penjelasan tentang altar sembahyang leluhur
- Pengamatan kemampuan murid mengidentifikasi dan menyebutkan nama perlengkapan altar saat mengerjakan lembar kerja
- Penilaian ketepatan murid menggambar 2 batang dupa dan memahami maknanya
- Observasi kemampuan murid menceritakan pengalaman atau pemahaman mereka tentang sembahyang leluhur
Akhir:- Penilaian hasil lembar kerja 'Aku Bisa': kelengkapan dan ketepatan nama perlengkapan altar yang ditulis murid
- Penilaian lisan: murid diminta menyebutkan minimal 3 perlengkapan altar dan fungsinya
- Penilaian pemahaman konsep: murid dapat menjelaskan dengan kata-kata sederhana bahwa sembahyang kepada leluhur adalah bentuk bakti dan menghormati
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat mengamati gambar altar dan menjawab pertanyaan guru
- Penilaian proses saat murid mengidentifikasi perlengkapan altar pada lembar kerja
- Pengamatan kemampuan murid menggambar dupa dan menyebutkan fungsinya
Sumatif:- Penilaian hasil pengisian lembar kerja 'Aku Bisa' di buku siswa halaman 147
- Penilaian kemampuan murid menyebutkan minimal 3 perlengkapan altar dan fungsinya
- Penilaian pemahaman murid tentang sembahyang leluhur sebagai wujud bakti melalui refleksi lisan
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman konsep sembahyang leluhur sebagai wujud bakti | Murid belum dapat menjelaskan bahwa sembahyang kepada leluhur adalah bentuk bakti | Murid dapat menyebutkan bahwa kita perlu menghormati leluhur tetapi belum mengaitkannya dengan konsep bakti | Murid dapat menjelaskan bahwa sembahyang kepada leluhur adalah salah satu bentuk menghormati dan berbakti | Murid dapat menjelaskan dengan jelas bahwa sembahyang kepada leluhur adalah wujud bakti, rasa terima kasih, dan kasih sayang dalam agama Khonghucu | | Kemampuan mengidentifikasi nama dan fungsi perlengkapan altar | Murid belum dapat menyebutkan nama perlengkapan altar dengan benar (0-1 perlengkapan) | Murid dapat menyebutkan 2 nama perlengkapan altar tetapi belum dapat menjelaskan fungsinya | Murid dapat menyebutkan 3-4 nama perlengkapan altar dan menjelaskan fungsinya dengan bimbingan | Murid dapat menyebutkan minimal 4 nama perlengkapan altar (meja sembahyang, dupa, tempat dupa, foto/tablet leluhur) dan menjelaskan fungsinya secara mandiri | | Partisipasi dan keterlibatan dalam pembelajaran | Murid pasif, tidak mengikuti instruksi, dan tidak menyelesaikan tugas | Murid mengikuti pembelajaran tetapi perlu terus dimotivasi dan dibimbing untuk menyelesaikan tugas | Murid aktif mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan baik meskipun sesekali memerlukan bantuan | Murid sangat aktif, antusias, mengajukan pertanyaan, menyelesaikan tugas secara mandiri, dan membantu teman yang kesulitan |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Indikator apa yang menunjukkan murid memahami konsep sembahyang leluhur?
- Apakah media dan metode yang digunakan (gambar altar, lembar kerja) sudah efektif untuk murid kelas 1?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik minat murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?
- Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran?
Refleksi Murid:- Apa yang kamu pelajari hari ini tentang sembahyang kepada leluhur?
- Perlengkapan apa saja yang ada di altar meja sembahyang leluhur?
- Mengapa kita perlu menghormati dan mendoakan kakek nenek yang sudah meninggal?
- Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu suka?
- Apa yang masih ingin kamu ketahui lebih banyak tentang sembahyang leluhur?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1, halaman 142-148
- Buku Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1, halaman 137-139
- Gambar atau foto altar meja sembahyang leluhur
- Lembar kerja 'Aku Bisa' (buku siswa halaman 147)
- Kitab Mengzi IVA:19/1
- Alat tulis dan alat mewarnai untuk menggambar dupa
- Papan tulis dan spidol untuk menjelaskan perlengkapan altar
|