Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Sembahyang kepada Leluhur sebagai Wujud Laku Bakti

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Sembahyang kepada Leluhur sebagai Wujud Laku Bakti". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Sembahyang kepada Leluhur sebagai Wujud Laku Bakti

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Sembahyang kepada Leluhur sebagai Wujud Laku Bakti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikSembahyang kepada Leluhur sebagai Wujud Laku Bakti
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memahami bahwa bersembahyang kepada leluhur merupakan salah satu wujud laku bakti dalam agama Khonghucu
  2. Murid dapat menentukan nama dan fungsi perlengkapan yang terdapat di altar meja sembahyang leluhur

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berkunjung ke makam kakek dan nenek? Apa yang kalian lakukan di sana?
  2. Bagaimana cara kita menghormati kakek dan nenek yang sudah meninggal dunia?
  3. Apa saja yang kalian lihat di altar meja sembahyang di rumah atau litang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan berdoa bersama (2 menit)
  • Guru mengabsen murid dan mengecek kesiapan belajar (3 menit)
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan: Siapa ayah dan ibu dari ayah kalian? Siapa ayah dan ibu dari ibu kalian? (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami sembahyang kepada leluhur sebagai wujud bakti dan mengenal perlengkapan altar (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan gambar atau foto altar meja sembahyang leluhur dan meminta murid mengamati dengan seksama (5 menit)
  • Guru menjelaskan bahwa leluhur adalah kakek, nenek, dan buyut kita yang sudah meninggal dunia (3 menit)
  • Guru menceritakan bahwa menghormati leluhur dengan bersembahyang adalah salah satu bentuk laku bakti dalam agama Khonghucu (5 menit)
  • Guru menjelaskan bahwa sembahyang leluhur dilakukan pada saat Chuyi shiwu, Qingming, dan Jingheping di depan altar atau di makam (4 menit)
  • Guru memperkenalkan perlengkapan altar: meja sembahyang (altar), foto/tablet leluhur, dupa (2 batang), tempat dupa, dan bunga (5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati gambar altar di buku siswa halaman 147 dan mengidentifikasi perlengkapan yang ada (5 menit)
  • Murid melengkapi lembar kerja 'Aku Bisa' dengan menulis nama-nama perlengkapan altar: meja sembahyang (altar), tempat menancapkan dupa, foto/tablet leluhur (7 menit)
  • Murid menggambar 2 batang dupa pada lembar kerja sebagai simbol sembahyang kepada leluhur (5 menit)
  • Guru membimbing murid yang kesulitan mengidentifikasi perlengkapan dengan menunjukkan langsung atau memberikan petunjuk visual tambahan (5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta beberapa murid menceritakan pengalaman mereka berkunjung ke makam leluhur atau melihat sembahyang leluhur di rumah (5 menit)
  • Guru membacakan ayat suci Kitab Mengzi IVA:19/1: 'Mengabdi kepada siapakah yang terbesar? Mengabdi kepada orangtua itulah yang terbesar' dan mengaitkannya dengan menghormati leluhur (3 menit)
  • Murid diajak merefleksi: Mengapa kita tetap menghormati kakek dan nenek meskipun mereka sudah meninggal? Apa wujud rasa terima kasih kita kepada leluhur? (4 menit)
  • Guru menegaskan bahwa bersembahyang kepada leluhur adalah bentuk bakti, rasa terima kasih, dan kasih sayang yang terus berlanjut (3 menit)

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: sembahyang kepada leluhur adalah wujud laku bakti, dan ada beberapa perlengkapan di altar seperti meja sembahyang, dupa, foto/tablet leluhur (3 menit)
  • Guru memberikan penguatan positif kepada murid atas partisipasi mereka (2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum pernah melihat altar diberi penjelasan visual tambahan melalui gambar atau video sederhana. Murid yang sudah familiar diberi kesempatan menjelaskan kepada teman sebaya
  • Proses: Murid yang cepat memahami diminta menghitung jumlah perlengkapan dan menyebutkan fungsinya dengan bahasa sendiri. Murid yang lambat dibimbing guru secara individual dengan pertanyaan terarah dan bantuan visual
  • Produk: Murid yang cepat diminta menggambar altar lengkap dengan semua perlengkapan. Murid yang lambat cukup melengkapi lembar kerja dengan bantuan contoh

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid tentang kakek dan nenek mereka: Apakah kalian punya kakek dan nenek? Di mana mereka sekarang?
  • Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang cara menghormati orang yang sudah meninggal melalui tanya jawab singkat

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif murid saat mengamati dan mendengarkan penjelasan tentang altar sembahyang leluhur
  • Pengamatan kemampuan murid mengidentifikasi dan menyebutkan nama perlengkapan altar saat mengerjakan lembar kerja
  • Penilaian ketepatan murid menggambar 2 batang dupa dan memahami maknanya
  • Observasi kemampuan murid menceritakan pengalaman atau pemahaman mereka tentang sembahyang leluhur

Akhir:

  • Penilaian hasil lembar kerja 'Aku Bisa': kelengkapan dan ketepatan nama perlengkapan altar yang ditulis murid
  • Penilaian lisan: murid diminta menyebutkan minimal 3 perlengkapan altar dan fungsinya
  • Penilaian pemahaman konsep: murid dapat menjelaskan dengan kata-kata sederhana bahwa sembahyang kepada leluhur adalah bentuk bakti dan menghormati

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat mengamati gambar altar dan menjawab pertanyaan guru
  • Penilaian proses saat murid mengidentifikasi perlengkapan altar pada lembar kerja
  • Pengamatan kemampuan murid menggambar dupa dan menyebutkan fungsinya

Sumatif:

  • Penilaian hasil pengisian lembar kerja 'Aku Bisa' di buku siswa halaman 147
  • Penilaian kemampuan murid menyebutkan minimal 3 perlengkapan altar dan fungsinya
  • Penilaian pemahaman murid tentang sembahyang leluhur sebagai wujud bakti melalui refleksi lisan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep sembahyang leluhur sebagai wujud baktiMurid belum dapat menjelaskan bahwa sembahyang kepada leluhur adalah bentuk baktiMurid dapat menyebutkan bahwa kita perlu menghormati leluhur tetapi belum mengaitkannya dengan konsep baktiMurid dapat menjelaskan bahwa sembahyang kepada leluhur adalah salah satu bentuk menghormati dan berbaktiMurid dapat menjelaskan dengan jelas bahwa sembahyang kepada leluhur adalah wujud bakti, rasa terima kasih, dan kasih sayang dalam agama Khonghucu
Kemampuan mengidentifikasi nama dan fungsi perlengkapan altarMurid belum dapat menyebutkan nama perlengkapan altar dengan benar (0-1 perlengkapan)Murid dapat menyebutkan 2 nama perlengkapan altar tetapi belum dapat menjelaskan fungsinyaMurid dapat menyebutkan 3-4 nama perlengkapan altar dan menjelaskan fungsinya dengan bimbinganMurid dapat menyebutkan minimal 4 nama perlengkapan altar (meja sembahyang, dupa, tempat dupa, foto/tablet leluhur) dan menjelaskan fungsinya secara mandiri
Partisipasi dan keterlibatan dalam pembelajaranMurid pasif, tidak mengikuti instruksi, dan tidak menyelesaikan tugasMurid mengikuti pembelajaran tetapi perlu terus dimotivasi dan dibimbing untuk menyelesaikan tugasMurid aktif mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas dengan baik meskipun sesekali memerlukan bantuanMurid sangat aktif, antusias, mengajukan pertanyaan, menyelesaikan tugas secara mandiri, dan membantu teman yang kesulitan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Indikator apa yang menunjukkan murid memahami konsep sembahyang leluhur?
  • Apakah media dan metode yang digunakan (gambar altar, lembar kerja) sudah efektif untuk murid kelas 1?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik minat murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang sembahyang kepada leluhur?
  • Perlengkapan apa saja yang ada di altar meja sembahyang leluhur?
  • Mengapa kita perlu menghormati dan mendoakan kakek nenek yang sudah meninggal?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu suka?
  • Apa yang masih ingin kamu ketahui lebih banyak tentang sembahyang leluhur?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1, halaman 142-148
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1, halaman 137-139
  3. Gambar atau foto altar meja sembahyang leluhur
  4. Lembar kerja 'Aku Bisa' (buku siswa halaman 147)
  5. Kitab Mengzi IVA:19/1
  6. Alat tulis dan alat mewarnai untuk menggambar dupa
  7. Papan tulis dan spidol untuk menjelaskan perlengkapan altar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.