Modul AjarBab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 5: Aku Anak Berbakti

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 5 "Aku Anak Berbakti", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 5: Aku Anak Berbakti

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 5 — Aku Anak Berbakti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 5 — Aku Anak Berbakti
Alokasi Waktu18 JP (18 x 35 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.5.1 Menjelaskan konsep bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
  2. TP 1.5.2 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian
  3. TP 1.5.3 Menginterpretasikan kisah keteladanan anak berbakti Min Sun
  4. TP 1.5.4 Menerapkan sikap dalam sembahyang kepada leluhur
  5. TP 1.5.5 Menunjukkan perlengkapan sembahyang di altar leluhur

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah yang menciptakan alam semesta dan diri kita?
  2. Melalui perantara siapakah Tian menghadirkan kita ke dunia ini?
  3. Bagaimana caramu memberi salam hormat kepada ayah dan ibu saat hendak berangkat ke sekolah?
  4. Mengapa dengan menyayangi dan menaati nasihat orang tua berarti kita juga menghormati Tian?
  5. Apakah kalian pernah mendengar kisah tentang seorang anak bernama Min Sun?
  6. Bagaimana sikap Min Sun ketika ibu tirinya memperlakukannya dengan kurang baik?
  7. Sikap teladan apa dari Min Sun yang dapat kita tiru di rumah?
  8. Berapa batang dupa yang kita pegang saat sembahyang kepada leluhur?
  9. Bagaimana sikap tubuh dan tangan kita saat bersembahyang menghormati leluhur?
  10. Apa saja benda yang biasanya kalian lihat di atas meja altar sembahyang leluhur?
  11. Benda apa yang digunakan sebagai tempat untuk menancapkan dupa saat sembahyang leluhur?
  12. Bagaimana caramu menunjukkan rasa bakti kepada orang tua dan leluhur sebagai wujud hormat kepada Tian?
  13. Apa perlengkapan yang ada di altar leluhur dan bagaimana sikap kita saat bersembahyang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Konsep Manusia Diciptakan Tian Melalui Kedua Orang Tua — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.1 Menjelaskan konsep bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam pembuka (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan menggunakan 2 pertanyaan pemantik: 'Siapakah pencipta manusia?' (acuan: Tian / Tuhan) dan 'Melalui siapa Tian melahirkan kita ke dunia?' (acuan: orang tua / ayah dan ibu) untuk memetakan kesiapan konsep dasar penciptaan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan konsep bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua sebagai wakil Tian di dunia (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar ilustrasi keluarga (ayah, ibu, anak) dan menyimak penjelasan guru mengenai konsep penciptaan: Tian adalah Maha Pencipta, dan Tian menciptakan serta menghadirkan setiap manusia ke dunia melalui perantara kedua orang tua (ayah dan ibu) yang menjadi wakil Tian di dunia (15 menit).
  • Murid menyimak dan menirukan penegasan konsep inti bersama guru: 'Aku diciptakan oleh Tian', 'Aku lahir melalui perantara ayah dan ibu', serta 'Kedua orang tua adalah wakil Tian di dunia' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak bermain 'Tebak Kartu Benar-Salah' secara riang gembira: guru membacakan 4 kalimat pernyataan secara bergiliran, lalu murid merespons dengan mengangkat kartu jempol ke atas jika pernyataan benar atau jempol ke bawah jika keliru: (1) 'Manusia diciptakan oleh Tian' (acuan: Benar); (2) 'Kita lahir ke dunia tanpa melalui perantara orang tua' (acuan: Salah; acuan perbaikan: melalui perantara ayah dan ibu); (3) 'Orang tua kita adalah wakil Tian di dunia' (acuan: Benar); (4) 'Tian menghadirkan kita ke dunia melalui perantara ayah dan ibu' (acuan: Benar) (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Menjelaskan Konsep Hubungan Penciptaan dengan melengkapi 3 kalimat rumpang berpanduan kata kunci [Tian, ayah dan ibu, wakil]: (1) Manusia diciptakan oleh ... (acuan: Tian); (2) Kita hadir dan lahir ke dunia melalui perantara ... (acuan: ayah dan ibu); (3) Kedua orang tua kita di dunia bertindak sebagai ... Tian (acuan: wakil) (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid bergantian menjelaskan isi konsep penciptaan yang telah dilengkapi kepada pasangannya menggunakan bahasa sederhana: bahwa Tian menciptakan manusia dengan menghadirkan kita melalui ayah dan ibu sebagai wakil Tian (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dengan bimbingan guru merefleksikan makna pemahaman hari ini bahwa keberadaan diri kita di dunia adalah karunia Tian yang dihadirkan lewat kasih sayang kedua orang tua (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali konsep utama: Tian menciptakan manusia melalui perantara kedua orang tua sebagai wakil Tian di dunia (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas keberhasilan murid dalam memahami dan menjelaskan konsep penciptaan manusia hari ini (3 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur kepada Tian dan salam penutup Huang You Shi De (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kalimat rumpang bergambar bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual dalam memahami hubungan Tian, orang tua, dan anak.
  • Proses: Bagi murid yang masih mengeja/lambat membaca, guru membacakan butir kalimat dan menyediakan kartu pilihan kata bergambar; bagi murid yang sudah lancar, murid mandiri melengkapi dan menjelaskan kembali kalimat lengkap secara lisan.
  • Produk: Penjelasan konsep dapat disampaikan secara tertulis melengkapi kata rumpang maupun secara lisan langsung bagi murid yang belum lancar menulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapakah yang menciptakan diri kita dan alam semesta?' (acuan jawaban: Tian / Tuhan); (2) 'Melalui siapakah Tian melahirkan dan menghadirkan kita di dunia?' (acuan jawaban: orang tua / ayah dan ibu).

Proses:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan respons murid pada permainan 'Tebak Kartu Benar-Salah' terhadap 4 butir pernyataan konsep penciptaan (acuan: butir 1 Benar, butir 2 Salah, butir 3 Benar, butir 4 Benar).
  • Penilaian lembar kerja pengisian 3 kalimat rumpang konsep penciptaan: (1) Pencipta manusia (acuan: Tian); (2) Perantara kelahiran manusia (acuan: ayah dan ibu); (3) Kedudukan orang tua di dunia (acuan: wakil Tian).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid secara mandiri menjelaskan kembali intisari konsep dengan menjawab pertanyaan: 'Jelaskan bagaimana konsep manusia diciptakan menurut ajaran agama Khonghucu!' (kriteria penerimaan: penjelasan memuat minimal dua unsur inti, yaitu manusia diciptakan oleh Tian dan dihadirkan melalui perantara orang tua/ayah-ibu sebagai wakil Tian).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran
  • Observasi respon saat permainan Tebak Kartu Benar-Salah
  • Pemeriksaan lembar kerja melengkapi 3 kalimat rumpang konsep penciptaan manusia

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan konsep manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tuaBelum mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui perantara kedua orang tua walau telah diberikan bimbingan langsung oleh guru.Mampu menjelaskan konsep penciptaan secara parsial (hanya menyebut Tian sebagai pencipta atau hanya menyebut lahir dari orang tua) dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan konsep bahwa manusia diciptakan Tian melalui perantara kedua orang tua sebagai wakil Tian secara tepat sesuai acuan 3 butir konsep.Mampu menjelaskan konsep bahwa manusia diciptakan Tian melalui perantara kedua orang tua sebagai wakil Tian secara tepat, lengkap, runtut, dan mandiri tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan tebak kartu dan lembar rumpang efektif membantu murid Fase A memahami konsep Tian dan peran orang tua?
  • Bagian mana dari konsep yang masih memerlukan penjelasan lebih konkret bagi murid kelas 1?

Murid:

  • Siapakah yang menciptakan dirimu?
  • Melalui perantara siapa Tian menghadirkanmu ke dunia?

Pertemuan 2 — Menerapkan Sikap Bakti dan Hormat kepada Orang Tua sebagai Wujud Hormat kepada Tian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.2 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', dilanjutkan berdoa bersama dengan penuh takzim (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai contoh perbuatan hormat kepada orang tua di rumah (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua di rumah sebagai wujud hormat kepada Tian, serta mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang orang tua sebagai wakil Tian (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar peraga tentang 4 wujud perilaku bakti dan hormat kepada orang tua: (1) memberi salam bersikap hormat (kedua tangan merangkap membungkuk) saat berangkat sekolah, (2) mendengarkan nasihat ayah/ibu tanpa membantah, (3) berbicara dengan santun dan ramah, serta (4) membantu tugas sederhana di rumah seperti merapikan mainan sendiri (15 menit).
  • Guru memberikan penjelasan terbimbing bahwa orang tua adalah wakil Tian di dunia, sehingga berbakti dan patuh kepada orang tua merupakan wujud nyata memuliakan dan menghormati Tian dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan menyenangkan 'Aksi Anak Berbakti': guru menyebutkan 4 situasi dan murid serentak memperagakan sikap bakti yang tepat: (1) Situasi pamit ke sekolah -> murid merangkapkan tangan membungkuk memberi hormat; (2) Situasi dipanggil ibu -> murid menjawab 'Ya, Ibu' dengan lembut; (3) Situasi selesai bermain -> murid memperagakan gerakan merapikan mainan; (4) Situasi orang tua menasihati -> murid berdiri tegak dan mendengarkan dengan tenang (15 menit).
  • Murid secara berpasangan bergantian memeragakan 2 skenario sikap bakti kepada orang tua secara langsung: Skenario A (memberi salam hormat dan berpamitan kepada orang tua saat hendak berangkat sekolah) dan Skenario B (menerima nasihat orang tua untuk tidur tepat waktu dengan sikap sopan dan santun) (15 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja aplikatif 'Pilih Sikap Bakti' dengan memberi tanda centang (V) pada gambar sikap berbakti dan tanda silang (X) pada gambar yang tidak berbakti untuk 4 gambar situasi: (1) Gambar anak pamit bersalaman kepada ibu [Kunci: V], (2) Gambar anak berteriak membantah ayah [Kunci: X], (3) Gambar anak merapikan sepatu sendiri untuk meringankan orang tua [Kunci: V], (4) Gambar anak membuang mainan sembarangan saat dinasihati [Kunci: X] (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk dengan tenang dan merefleksikan perbuatan bakti yang sudah dilakukan di rumah serta merencanakan 1 sikap hormat konkret yang akan diterapkan kepada orang tua hari ini (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menghormati dan menaati ayah serta ibu adalah wujud bakti paling utama kepada Tian (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas latihan peragaan sikap hormat yang dilakukan murid, lalu menutup kelas dengan doa syukur dan salam penutup 'Huang Tian Zhi Ming' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu gambar tahapan sikap memberi salam yang jelas, sedangkan murid yang sudah mahir mengamati kartu situasi bergambar yang memuat pilihan tindakan sehari-hari.
  • Proses: Murid yang belum percaya diri dibimbing langsung oleh guru dalam memperagakan sikap membungkuk hormat, sedangkan murid yang mandiri mempraktikkan skenario berpasangan bersama rekan.
  • Produk: Pada lembar kerja aplikatif, murid yang memerlukan bimbingan cukup menandai centang/silang pada 2 gambar utama, sedangkan murid yang cepat menyelesaikan 4 gambar sekaligus.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 contoh sikap menghormati ayah atau ibu di rumah!' (Acuan jawaban yang diterima: memberi salam/pamitan saat pergi, mendengarkan nasihat, menyapa dengan kata santun, membantu orang tua, atau tidak membantah).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid memperagakan Skenario A (berpamitan dan memberi salam dengan sikap hormat) dan Skenario B (mendengarkan nasihat dengan santun tanpa membantah).
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja 'Pilih Sikap Bakti' 4 butir: (1) berpamitan santun = V, (2) membantah ayah = X, (3) merapikan sepatu = V, (4) membuang mainan saat dinasihati = X (Acuan: minimal 3 dari 4 butir tepat dicentang/disilang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan situasi 'Ibu memanggilmu untuk makan siang, bagaimana sikap baktimu yang benar?' (Acuan jawaban yang diterima: segera menjawab dengan sopan seperti 'Ya, Ibu', menghampiri ibu, dan tidak mengabaikan panggilan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja peragaan sikap bakti dan hormat kepada orang tua (berpamitan memberi salam dan mendengarkan nasihat).
  • Pemeriksaan lembar kerja aplikatif 'Pilih Sikap Bakti' (4 butir gambar situasi perilaku bakti).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Sikap Bakti dan Hormat kepada Orang TuaBelum mampu memperagakan sikap hormat dan bakti kepada orang tua (masih menolak atau belum menunjukkan sikap tubuh yang sopan dan santun).Mampu memperagakan sikap hormat kepada orang tua (memberi salam dan mendengarkan nasihat) namun masih memerlukan panduan dan dorongan penuh dari guru.Mampu memperagakan sikap hormat kepada orang tua (memberi salam dengan membungkuk sopan dan mendengarkan nasihat santun) secara tepat dengan sedikit arahan guru.Mampu menerapkan dan memperagakan seluruh sikap hormat dan bakti kepada orang tua secara konsisten, santun, dan mandiri tanpa bimbingan guru.
Ketepatan Membedakan Sikap Berbakti pada Situasi KeseharianTepat menandai 0-1 dari 4 gambar situasi perilaku bakti kepada orang tua.Tepat menandai 2 dari 4 gambar situasi perilaku bakti kepada orang tua sesuai kunci acuan.Tepat menandai 3 dari 4 gambar situasi perilaku bakti kepada orang tua sesuai kunci acuan.Tepat menandai seluruh 4 gambar situasi perilaku bakti kepada orang tua sesuai kunci acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu mempraktikkan gerakan sikap memberi hormat kepada orang tua dengan benar?
  • Apakah kegiatan permainan simulasi peran efektif menumbuhkan pemahaman murid bahwa berbakti kepada orang tua adalah wujud hormat kepada Tian?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar mempraktikkan cara memberi hormat kepada ayah dan ibu?
  • Sikap bakti apa yang ingin segera kamu tunjukkan kepada ayah dan ibu setibanya di rumah hari ini?

Pertemuan 3 — Menginterpretasikan Kisah Keteladanan Anak Berbakti Min Sun — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.3 Menginterpretasikan kisah keteladanan anak berbakti Min Sun

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), mengajak murid berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan membangun suasana siap belajar (5 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan permainan pembuka 'Tepuk Anak Berbakti' secara riang untuk membangkitkan semangat dan kegembiraan sebelum memulai pelajaran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait Min Sun: (1) 'Siapakah Min Sun itu?' (acuan jawaban: anak yang berbakti/murid Nabi Kongzi) dan (2) 'Bagaimana perasaan Min Sun kepada ibu tirinya meski diperlakukan kurang adil?' (acuan jawaban: tetap sayang/memaafkan/tidak benci) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita bergambar 'Teladan Bakti Min Sun' dari Buku Siswa secara interaktif, menceritakan bagaimana Min Sun diberi pakaian dari ilalang tipis pada musim dingin sementara adik tirinya diberi kapas tebal, namun ia tetap menghormati ibu tirinya (15 menit).
  • Murid mengamati 4 gambar rangkaian cerita Min Sun yang dipajang di papan tulis (Gambar 1: Min Sun kedinginan; Gambar 2: Ayah mengetahui dan marah; Gambar 3: Min Sun berlutut membela ibu tirinya; Gambar 4: Ibu tiri memeluk Min Sun dengan penuh sesal), lalu guru memfasilitasi tanya jawab untuk menginterpretasikan makna tindakan Min Sun (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan edukatif 'Kartu Sikap Min Sun' di mana murid berpasangan memilih dan mengelompokkan 4 kartu pernyataan sikap: Kartu 1 'Membalas kejahatan dengan amarah', Kartu 2 'Suka memaafkan kesalahan orang lain', Kartu 3 'Menyayangi seluruh anggota keluarga', Kartu 4 'Membenci ibu tiri' ke dalam kolom 'Teladan Min Sun' atau 'Bukan Teladan Min Sun' (acuan benar: Kartu 2 dan 3 = Teladan Min Sun; Kartu 1 dan 4 = Bukan Teladan Min Sun) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Interpretasi Kisah Min Sun yang berisi 5 butir pernyataan Benar/Salah: (1) Min Sun bukanlah anak yang pendendam (Kunci: Benar); (2) Min Sun selalu berbohong kepada ayah (Kunci: Salah); (3) Min Sun menyayangi ibu dan saudara tirinya (Kunci: Benar); (4) Min Sun adalah anak yang berbakti (Kunci: Benar); (5) Min Sun memaafkan perbuatan buruk ibu tirinya (Kunci: Benar) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dipandu guru menghubungkan tindakan Min Sun dengan makna berbakti dan pemaaf dalam kehidupan sehari-hari melalui perenungan singkat berkesadaran (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 4 nilai teladan bakti Min Sun: patuh kepada orang tua, suka memaafkan, baik hatinya, dan menyayangi keluarga (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat serta menutup pembelajaran dengan doa syukur bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar yang memperjelas ekspresi sikap Min Sun, sedangkan murid cepat diberikan kartu dengan teks narasi pendek.
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca dibimbing guru secara terbimbing dalam membaca butir pernyataan lembar kerja, sementara murid yang sudah mandiri langsung menginterpretasi lembar kerja secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman interpretasi kisah Min Sun melalui tanda centang/jawaban Benar-Salah pada lembar kerja atau dengan menunjukkan kartu pilihan jawaban.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Siapakah Min Sun?' (acuan: anak yang berbakti/murid Nabi Kongzi); (2) 'Bagaimana sikap Min Sun kepada ibu tirinya saat diperlakukan tidak adil?' (acuan: tetap menyayangi/suka memaafkan/tidak dendam).

Proses:

  • Observasi ketepatan mengelompokkan 4 kartu sikap: Kartu 1 'Membalas kejahatan dengan amarah' (Bukan), Kartu 2 'Suka memaafkan kesalahan orang lain' (Teladan), Kartu 3 'Menyayangi seluruh anggota keluarga' (Teladan), Kartu 4 'Membenci ibu tiri' (Bukan).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Siswa 5 butir pernyataan Benar/Salah tentang interpretasi keteladanan Min Sun: Butir 1 (Benar), Butir 2 (Salah), Butir 3 (Benar), Butir 4 (Benar), Butir 5 (Benar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan satu situasi 'Ketika adik tidak sengaja merusak mainanmu, teladan Min Sun apa yang kamu ingat?' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan memaafkan/tidak membalas marah/tetap menyayangi adik).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman awal tentang sosok Min Sun.
  • Asesmen proses melalui pengamatan aktivitas permainan Kartu Sikap Min Sun dan hasil pengerjaan lembar kerja 5 butir Benar/Salah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menginterpretasikan kisah keteladanan anak berbakti Min SunTepat menginterpretasikan 1 dari 5 pernyataan kisah keteladanan Min Sun pada lembar kerja (acuan kunci: 1-Benar, 2-Salah, 3-Benar, 4-Benar, 5-Benar) dengan bimbingan penuh guru.Tepat menginterpretasikan 2-3 dari 5 pernyataan kisah keteladanan Min Sun pada lembar kerja (acuan kunci: 1-Benar, 2-Salah, 3-Benar, 4-Benar, 5-Benar) dengan arahan guru.Tepat menginterpretasikan 4 dari 5 pernyataan kisah keteladanan Min Sun pada lembar kerja (acuan kunci: 1-Benar, 2-Salah, 3-Benar, 4-Benar, 5-Benar) secara mandiri.Tepat menginterpretasikan seluruh (5 dari 5) pernyataan kisah keteladanan Min Sun pada lembar kerja (acuan kunci: 1-Benar, 2-Salah, 3-Benar, 4-Benar, 5-Benar) secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar berseri dan permainan kartu efektif membantu murid kelas 1 menginterpretasikan nilai keteladanan Min Sun?
  • Bagaimana keterlibatan aktif dan antusiasme murid saat mengidentifikasi sikap pemaaf dan berbakti dari kisah Min Sun?

Murid:

  • Apa sikap Min Sun yang paling kalian sukai dan ingin kalian tiru di rumah?
  • Apakah kalian merasa senang mendengarkan cerita Min Sun hari ini?

Pertemuan 4 — Menerapkan Sikap dalam Sembahyang kepada Leluhur — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.4 Menerapkan sikap dalam sembahyang kepada leluhur

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan memberi salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De) dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan sikap dalam sembahyang kepada leluhur (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 2 kartu gambar jumlah dupa untuk sembahyang leluhur: Kartu A (2 batang dupa) dan Kartu B (3 batang dupa) (acuan benar: Kartu A, yaitu 2 batang dupa) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan gambar peragaan tentang 3 unsur sikap sembahyang kepada leluhur: (1) jumlah dupa yang digunakan yaitu 2 batang dupa, (2) posisi tangan memegang dupa di depan dada setinggi ulu hati dengan sikap hormat tegak/bersujud khidmat, dan (3) sikap membungkuk hormat (Ju Gong) menghadap altar/makam leluhur (15 menit).
  • Guru mendemonstrasikan secara langsung urutan sikap sembahyang leluhur dari berdiri tegak, merangkapkan tangan memegang 2 batang dupa tiruan di depan dada, hingga membungkuk hormat dengan tenang dan khidmat (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara bergiliran dalam kelompok kecil melakukan permainan simulasi 'Langkah Bakti': murid mengambil tepat 2 batang dupa dupa-dupaan (lidi bergagang merah), memposisikan tangan memegang dupa di depan dada, lalu memperagakan sikap membungkuk hormat (Ju Gong) menghadap altar tiruan (25 menit).
  • Setiap murid mempraktikkan sikap sembahyang leluhur secara mandiri di depan kelas: (1) mengambil tepat 2 batang dupa tiruan, (2) memegang kedua dupa dengan kedua tangan di depan dada posisi tegak, dan (3) melakukan gerakan membungkuk hormat sembahyang leluhur (acuan: terpenuhinya ketiga unsur sikap tersebut) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan perasaan saat melakukan sikap sembahyang kepada leluhur dan menegaskan bahwa sembahyang dengan sikap yang benar merupakan wujud bakti anak kepada leluhur (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 3 unsur sikap sembahyang kepada leluhur: memakai 2 batang dupa, posisi tangan di dada, dan membungkuk hormat (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas ketepatan praktik yang telah dilakukan murid dan mengakhiri sesi dengan doa penutup serta salam keagamaan Khonghucu (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar langkah peragaan memegang 2 dupa; murid yang telah mahir langsung mempraktikkan tanpa kartu panduan.
  • Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru saat memegang dupa dan melatih gerakan membungkuk hormat secara bertahap; murid yang mandiri mempraktikkan secara langsung di depan altar tiruan.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan sikap sembahyang leluhur; murid yang berkembang mempraktikkan 3 unsur secara mandiri, sedangkan murid yang memerlukan bimbingan mempraktikkan dengan arahan verbal satu per satu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik memilih kartu gambar jumlah dupa untuk sembahyang leluhur antara Kartu A (2 batang dupa) dan Kartu B (3 batang dupa) (acuan jawaban: Kartu A, sembahyang leluhur menggunakan 2 batang dupa).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan sikap sembahyang leluhur di depan altar tiruan berdasarkan 3 unsur: (1) ketepatan mengambil 2 batang dupa tiruan, (2) ketepatan memegang dupa di depan dada dengan kedua tangan posisi tegak, (3) ketepatan melakukan gerakan membungkuk hormat sembahyang (acuan: ketiga unsur sikap diterapkan dengan tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/peragaan singkat pada akhir sesi: Murid diminta memperagakan langsung posisi tangan saat memegang 2 dupa sembahyang leluhur dan menyebutkan jumlah dupa yang benar (acuan: memegang di depan dada setinggi ulu hati dengan 2 batang dupa).

Formatif:

  • Unjuk kerja demonstrasi sikap sembahyang kepada leluhur menggunakan rubrik observasi 3 indikator (jumlah dupa, posisi tangan di dada, gerakan membungkuk hormat).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan sikap dalam sembahyang kepada leluhurBelum dapat menerapkan unsur sikap sembahyang leluhur (salah mengambil jumlah dupa, posisi tangan dan sikap tubuh belum sesuai acuan meski dibimbing).Menerapkan 1 dari 3 unsur sikap sembahyang leluhur (acuan 3 unsur: mengambil tepat 2 batang dupa, memegang dupa di depan dada, membungkuk hormat) dengan bimbingan guru.Menerapkan 2 sampai 3 unsur sikap sembahyang leluhur (mengambil tepat 2 batang dupa, memegang dupa di depan dada, membungkuk hormat) secara tepat dengan sedikit arahan.Menerapkan seluruh 3 unsur sikap sembahyang leluhur (mengambil tepat 2 batang dupa, memegang dupa di depan dada, membungkuk hormat) secara tepat, khidmat, dan mandiri tanpa diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu membedakan dan menerapkan sikap sembahyang leluhur dengan menggunakan tepat 2 batang dupa?
  • Bagian mana dari langkah peragaan sikap tubuh dan tangan yang masih memerlukan bimbingan intensif bagi murid kelas 1?

Murid:

  • Apakah kamu senang memperagakan sikap sembahyang kepada leluhur hari ini?
  • Berapa batang dupa yang kamu pegang saat bersembahyang menghormati kakek dan nenek leluhur?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Perlengkapan Sembahyang di Altar Leluhur — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.5 Menunjukkan perlengkapan sembahyang di altar leluhur

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' dan berdoa bersama (5 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu rohani 'Jiwaku Tersedar' untuk membangkitkan suasana gembira dan khidmat (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan satu gambar perlengkapan sembahyang (dupa) dan menanyakan: 'Benda apakah ini dan digunakan saat apa?' (acuan jawaban: dupa/hio, perlengkapan sembahyang untuk sembahyang leluhur) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperlihatkan gambar poster meja altar sembahyang leluhur yang memuat 4 perlengkapan sembahyang: (1) Hio/Dupa, (2) Hiolo (tempat abu/tempat menancapkan dupa), (3) Lilin sembahyang, dan (4) Cangkir teh sembahyang (10 menit).
  • Murid menyimak dan mengamati penjelasan guru mengenai wujud dan nama keempat perlengkapan sembahyang di altar leluhur tersebut satu per satu (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengadakan permainan interaktif menggembirakan 'Tunjuk Cepat Altar': guru menyebutkan nama benda sembahyang, lalu murid berlomba menunjuk gambar perlengkapan yang sesuai pada poster besar di papan tulis (15 menit).
  • Guru membagikan Lembar Aktivitas 'Menunjukkan Perlengkapan Sembahyang di Altar Leluhur' yang memuat 4 butir latihan mencocokkan gambar dan nama benda secara mandiri: (1) Gambar Hio/Dupa -> nama 'Dupa/Hio', (2) Gambar Hiolo -> nama 'Hiolo (tempat dupa)', (3) Gambar Lilin -> nama 'Lilin sembahyang', (4) Gambar Cangkir teh -> nama 'Cangkir persembahan teh' (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan menunjuk kembali benda nyata/replika perlengkapan sembahyang di meja altar peraga kelas (15 menit).
  • Murid menyimpulkan fungsi masing-masing benda sebagai perlengkapan bakti sembahyang kepada leluhur (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung atas hasil kerja murid dan mengonfirmasi ketepatan murid dalam menunjukkan 4 perlengkapan altar leluhur (5 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam kebajikan 'Xian You Yi De' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan petunjuk visual warna tepi yang sama antara gambar perlengkapan dan namanya, sedangkan murid yang cepat langsung menggunakan kartu gambar tanpa kode warna.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru menunjuk perlengkapan satu per satu secara konkret pada meja peraga, sedangkan murid yang mandiri menunjuk langsung pada lembar kerja bergambar.
  • Produk: Murid menunjukkan perlengkapan altar dengan menarik garis jodoh gambar-nama untuk 4 butir lengkap, atau menunjuk langsung benda nyata pada meja altar peraga kelas bagi murid yang belum lancar membaca lambang teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 1 gambar dupa: 'Benda apakah ini dan digunakan untuk apa?' (Acuan jawaban: Dupa/hio, untuk sembahyang/berbakti kepada leluhur).

Proses:

  • Cek ketepatan murid menunjukkan perlengkapan altar leluhur saat permainan 'Tunjuk Cepat Altar' dan pengerjaan lembar kerja 4 butir gambar perlengkapan sembahyang (Acuan: [1] Gambar Hio berpasangan dengan label 'Dupa/Hio'; [2] Gambar wadah abu berpasangan dengan label 'Hiolo'; [3] Gambar lilin berpasangan dengan label 'Lilin sembahyang'; [4] Gambar cangkir berpasangan dengan label 'Cangkir teh').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi berupa tes menunjuk cepat: Guru memperlihatkan acak 4 gambar perlengkapan sembahyang altar leluhur ((1) dupa, (2) hiolo, (3) lilin sembahyang, (4) cangkir teh), murid menunjuk nama atau pasangan bendanya secara tepat (Acuan: (1) dupa/hio, (2) hiolo/tempat dupa, (3) lilin sembahyang, (4) cangkir persembahan teh).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menunjuk gambar perlengkapan sembahyang altar leluhur pada permainan 'Tunjuk Cepat Altar'
  • Penilaian lembar kerja menjodohkan/menunjukkan 4 gambar perlengkapan sembahyang altar leluhur

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perlengkapan sembahyang di altar leluhurHanya mampu menunjukkan 1 dari 4 perlengkapan sembahyang di altar leluhur dengan bantuan penuh guru (Daftar acuan: [1] Dupa/hio, [2] Hiolo/tempat dupa, [3] Lilin sembahyang, [4] Cangkir teh).Mampu menunjukkan 2 dari 4 perlengkapan sembahyang di altar leluhur sesuai acuan dengan sedikit bimbingan guru (Daftar acuan: [1] Dupa/hio, [2] Hiolo/tempat dupa, [3] Lilin sembahyang, [4] Cangkir teh).Mampu menunjukkan minimal 3 dari 4 perlengkapan sembahyang di altar leluhur sesuai acuan secara tepat dan mandiri (Daftar acuan: [1] Dupa/hio, [2] Hiolo/tempat dupa, [3] Lilin sembahyang, [4] Cangkir teh).Mampu menunjukkan seluruh 4 perlengkapan sembahyang di altar leluhur sesuai acuan secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa keraguan (Daftar acuan: [1] Dupa/hio, [2] Hiolo/tempat dupa, [3] Lilin sembahyang, [4] Cangkir teh).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar dan benda peraga altar leluhur efektif membantu murid kelas 1 mengenali dan menunjukkan perlengkapan sembahyang?
  • Bagian mana dari kegiatan permainan 'Tunjuk Cepat Altar' yang paling menarik minat belajar murid?

Murid:

  • Perlengkapan sembahyang di altar leluhur mana yang paling mudah kamu tunjukkan?
  • Apakah kamu merasa senang saat bermain menunjuk perlengkapan altar di depan kelas?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.1 Menjelaskan konsep bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
  • TP 1.5.2 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian
  • TP 1.5.3 Menginterpretasikan kisah keteladanan anak berbakti Min Sun
  • TP 1.5.4 Menerapkan sikap dalam sembahyang kepada leluhur
  • TP 1.5.5 Menunjukkan perlengkapan sembahyang di altar leluhur

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam kebajikan Wei De Dong Tian, mengajak murid bersujud/berdoa pembuka belajar, serta memeriksa kehadiran dan kesiapan fisik murid (3 menit).
  • Guru menjelaskan secara tenang dan berkesadaran bahwa hari ini murid akan melaksanakan Asesmen Sumatif Bab 5 'Aku Anak Berbakti' melalui 3 aktivitas: mengumpulkan lembar ceklis pembiasaan bakti dari rumah, mengerjakan lembar menjodohkan perlengkapan sembahyang altar leluhur, serta unjuk kerja sikap sembahyang dan tanya jawab lisan bergiliran di altar simulasi (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja menjodohkan gambar perlengkapan sembahyang leluhur dan membacakan petunjuk pengerjaan secara jelas agar murid memahami tugasnya secara mandiri (3 menit).
  • Guru memverifikasi dan mengumpulkan lembar ceklis pembiasaan bakti di rumah yang telah diisi bersama dan ditandatangani orang tua selama 1 pekan (16 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar kerja menjodohkan 5 gambar perlengkapan sembahyang di altar leluhur dengan label namanya: (1) Gambar seikat dupa lidi -> label 'Dupa (Hio)', (2) Gambar tempat menancapkan dupa -> label 'Hiolo', (3) Gambar sepasang lilin merah menyala -> label 'Lilin', (4) Gambar cangkir kecil berisi teh -> label 'Cangkir Teh', (5) Gambar piring berisi buah-buahan -> label 'Buah Persembahan' (skor tiap pasangan benar 20, total 100) (25 menit).
  • Sambil murid lain menyelesaikan lembar kerja mandiri dan mewarnai gambar perlengkapan altar dengan tenang, guru memanggil murid secara bergiliran satu per satu (2 menit per murid x 28 murid = 56 menit) ke altar simulasi di depan kelas untuk: (a) Memeragakan sikap sembahyang leluhur: berdiri tegak, memegang 2 batang dupa di depan dada, dan membungkuk hormat dengan khidmat; (b) Menjawab lisan pertanyaan 1: 'Siapa yang menciptakan kita melalui kedua orang tua?' (kunci acuan lisan: Tian / Tuhan Yang Maha Esa); (c) Menjawab lisan pertanyaan 2: 'Apa teladan sikap bakti Min Sun kepada ibu tirinya saat kedinginan?' (kunci acuan lisan: Min Sun tetap berbakti, menyayangi, tidak mendendam, dan membela/mencegah ayahnya mengusir ibu tiri demi kedua adiknya) (47 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja menjodohkan, kemudian mengajak murid merefleksikan proses pengerjaan tugas sumatif secara jujur dan berkesadaran tentang kemudahan maupun kendala yang dirasakan selama peragaan dan tes (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan positif atas kejujuran, ketertiban, dan kemandirian seluruh murid dalam menuntaskan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 5 (2 menit).
  • Guru bersama murid menutup pertemuan dengan doa syukur bersama dan salam peneguhan kebajikan Xian You Yi De (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami kesulitan membaca tulisan teks pada label lembar kerja, guru membantu membacakan pilihan label kata perlengkapan altar tanpa memberi tahu jawaban benar.
  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan waktu lebih dalam koordinasi gerak fisik diberi kesempatan menata postur sembahyang leluhur dengan aba-aba tenang tanpa mengubah kriteria penilaian.
  • Produk: Standar bukti tetap seragam untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif: artefak lembar kerja 5 pasangan gambar, lembar ceklis rumah terverifikasi orang tua, dan peragaan performa sikap sembahyang leluhur beserta jawaban lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan lembar ceklis pembiasaan bakti yang dibawa dari rumah oleh murid sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Pemantauan ketertiban, ketenangan, dan kemandirian murid saat menyelesaikan lembar tes menjodohkan gambar perlengkapan altar.

Sumatif Bab:

  • Asesmen campuran mencakup tes bergambar serentak, unjuk kerja praktik peragaan sikap sembahyang leluhur secara rotasi singkat bersamaan dengan konfirmasi lisan pemahaman bakti dan kisah Min Sun, serta verifikasi laporan pembiasaan bakti di rumah.: Lembar kerja menjodohkan gambar perlengkapan sembahyang leluhur, lembar catatan observasi unjuk kerja sikap sembahyang dan penjelasan lisan konsep Tian serta teladan Min Sun (dinilai 2 menit per murid x 28 murid = 56 menit), dan lembar ceklis pembiasaan bakti harian yang telah diverifikasi orang tua.
  • tes tertulis objektif bergambar serentak: lembar kerja murid menjodohkan 5 gambar perlengkapan sembahyang di altar leluhur (dupa, hiolo, lilin, cangkir teh, dan buah persembahan) dengan simbol/label namanya yang dikerjakan bersamaan oleh seluruh murid kelas 1 (30 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban pencocokan gambar dengan kriteria penskoran tiap pasangan bernilai 20 poin (total skor 0-100))
  • unjuk kerja dan tanya jawab lisan bergiliran: kinerja peragaan sikap berdiri tegak, memegang dupa, dan membungkuk hormat sembahyang leluhur dipadukan jawaban lisan singkat tentang manusia diciptakan Tian lewat orang tua serta pesan bakti Min Sun kepada ibu tirinya (dinilai 2 menit per murid secara bergiliran ke altar simulasi di depan kelas sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja mandiri; 56 menit / 2 menit = 28 murid, tuntas satu kelas) (56 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian performa 3 kriteria: (1) ketepatan postur sembahyang leluhur, (2) ketepatan penjelasan lisan peran Tian dan orang tua, (3) ketepatan penjelasan keteladanan Min Sun)
  • penilaian diri berbasis pembiasaan keluarga: lembar ceklis pembiasaan 5 tindakan bakti harian murid (memberi salam hormat, mendengarkan nasihat, membantu merapikan mainan/alat makan, dan berterima kasih kepada orang tua) yang diisi murid bersama orang tua di rumah selama 1 minggu dan dikumpulkan saat asesmen sumatif (19 menit; individual; instrumen: lembar ceklis tindakan bakti harian berkriteria frekuensi pembiasaan (selalu, sering, kadang-kadang) disertai tanda tangan dan catatan verifikasi orang tua)

Sumatif:

  • Asesmen campuran mencakup tes bergambar serentak, unjuk kerja praktik peragaan sikap sembahyang leluhur secara rotasi singkat bersamaan dengan konfirmasi lisan pemahaman bakti dan kisah Min Sun, serta verifikasi laporan pembiasaan bakti di rumah.: Lembar kerja menjodohkan gambar perlengkapan sembahyang leluhur, lembar catatan observasi unjuk kerja sikap sembahyang dan penjelasan lisan konsep Tian serta teladan Min Sun (dinilai 2 menit per murid x 28 murid = 56 menit), dan lembar ceklis pembiasaan bakti harian yang telah diverifikasi orang tua.
  • tes tertulis objektif bergambar serentak: lembar kerja murid menjodohkan 5 gambar perlengkapan sembahyang di altar leluhur (dupa, hiolo, lilin, cangkir teh, dan buah persembahan) dengan simbol/label namanya yang dikerjakan bersamaan oleh seluruh murid kelas 1 (30 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban pencocokan gambar dengan kriteria penskoran tiap pasangan bernilai 20 poin (total skor 0-100))
  • unjuk kerja dan tanya jawab lisan bergiliran: kinerja peragaan sikap berdiri tegak, memegang dupa, dan membungkuk hormat sembahyang leluhur dipadukan jawaban lisan singkat tentang manusia diciptakan Tian lewat orang tua serta pesan bakti Min Sun kepada ibu tirinya (dinilai 2 menit per murid secara bergiliran ke altar simulasi di depan kelas sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja mandiri; 56 menit / 2 menit = 28 murid, tuntas satu kelas) (56 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian performa 3 kriteria: (1) ketepatan postur sembahyang leluhur, (2) ketepatan penjelasan lisan peran Tian dan orang tua, (3) ketepatan penjelasan keteladanan Min Sun)
  • penilaian diri berbasis pembiasaan keluarga: lembar ceklis pembiasaan 5 tindakan bakti harian murid (memberi salam hormat, mendengarkan nasihat, membantu merapikan mainan/alat makan, dan berterima kasih kepada orang tua) yang diisi murid bersama orang tua di rumah selama 1 minggu dan dikumpulkan saat asesmen sumatif (19 menit; individual; instrumen: lembar ceklis tindakan bakti harian berkriteria frekuensi pembiasaan (selalu, sering, kadang-kadang) disertai tanda tangan dan catatan verifikasi orang tua)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perlengkapan sembahyang di altar leluhur (TP 1.5.5)Menjodohkan dengan tepat 0-1 dari 5 gambar perlengkapan altar (Acuan: Dupa, Hiolo, Lilin, Cangkir Teh, Buah Persembahan).Menjodohkan dengan tepat 2-3 dari 5 gambar perlengkapan altar (Acuan: Dupa, Hiolo, Lilin, Cangkir Teh, Buah Persembahan).Menjodohkan dengan tepat 4 dari 5 gambar perlengkapan altar (Acuan: Dupa, Hiolo, Lilin, Cangkir Teh, Buah Persembahan).Menjodohkan dengan tepat seluruh 5 gambar perlengkapan altar (Acuan: Dupa, Hiolo, Lilin, Cangkir Teh, Buah Persembahan) secara mandiri.
Menerapkan sikap dalam sembahyang kepada leluhur (TP 1.5.4)Belum mampu menerapkan sikap sembahyang leluhur (berdiri belum tegak, posisi dupa salah, dan belum membungkuk hormat).Menerapkan 1 dari 3 ketentuan sikap sembahyang leluhur: (1) posisi tubuh berdiri tegak, (2) memegang 2 batang dupa di depan dada, (3) membungkuk hormat dengan khidmat.Menerapkan 2 dari 3 ketentuan sikap sembahyang leluhur: (1) posisi tubuh berdiri tegak, (2) memegang 2 batang dupa di depan dada, (3) membungkuk hormat dengan khidmat.Menerapkan secara runtut dan sempurna ketiga ketentuan sikap sembahyang leluhur: (1) posisi tubuh berdiri tegak, (2) memegang 2 batang dupa di depan dada, (3) membungkuk hormat dengan khidmat.
Menjelaskan konsep manusia diciptakan Tian melalui orang tua (TP 1.5.1)Belum dapat menyebutkan siapa pencipta manusia maupun peran orang tua.Menyebutkan orang tua sebagai yang melahirkan tetapi belum mengaitkan dengan Tian.Menjelaskan secara lisan bahwa Tian menciptakan manusia dengan menyebut orang tua sebagai perantara/wakil-Nya namun masih dibimbing.Menjelaskan secara lisan dengan tepat dan mandiri bahwa manusia diciptakan Tian melalui perantara kedua orang tua (ayah dan ibu sebagai wakil Tian di dunia).
Menginterpretasikan kisah keteladanan Min Sun (TP 1.5.3)Belum dapat menceritakan tindakan bakti Min Sun kepada ibu tirinya.Menyebutkan bahwa Min Sun kedinginan memakai baju alang-alang tetapi belum mampu menjelaskan sikap baktinya.Menjelaskan pesan keteladanan bakti Min Sun yang tidak membenci ibu tirinya namun belum mengaitkan alasan membela ibu tirinya.Menginterpretasikan dengan tepat kisah keteladanan bakti Min Sun: tetap berbakti dan menyayangi ibu tirinya, serta memohon ayah tidak mengusir ibu tiri demi menjaga adik-adiknya.
Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua (TP 1.5.2)Melaksanakan pembiasaan 1 dari 5 tindakan bakti harian di rumah (Acuan tindakan: memberi salam hormat, mendengarkan nasihat, membantu merapikan mainan, merapikan alat makan, berterima kasih kepada orang tua).Melaksanakan pembiasaan 2-3 dari 5 tindakan bakti harian di rumah terverifikasi orang tua.Melaksanakan pembiasaan 4 dari 5 tindakan bakti harian di rumah terverifikasi orang tua dengan frekuensi sering/selalu.Melaksanakan pembiasaan seluruh 5 tindakan bakti harian di rumah terverifikasi orang tua dengan frekuensi selalu secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan alokasi waktu 2 menit per murid efektif untuk mengamati unjuk kerja 28 murid sembari menjaga kelas tetap tertib mengerjakan lembar kerja?
  • Bagaimana tingkat ketuntasan murid kelas 1 dalam memahami konsep penciptaan manusia oleh Tian dan keteladanan Min Sun pada asesmen sumatif ini?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas asesmen hari ini yang paling mudah kalian lakukan?
  • Apakah kalian sudah membiasakan diri bersikap bakti dan hormat kepada ayah dan ibu setiap hari di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Gambar ilustrasi kasih sayang keluarga (ayah, ibu, anak)
  4. Kartu respons jempol (Benar-Salah)
  5. Lembar Kerja Siswa kalimat rumpang konsep penciptaan
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek 2021, Bab 5).
  7. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021).
  8. Kartu bergambar situasi perilaku hormat dan berbakti kepada orang tua di rumah.
  9. Lembar kerja siswa 'Pilih Sikap Bakti'.
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 5)
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 5 Halaman 153-162)
  12. Gambar berseri kisah Min Sun dan set Kartu Sikap Min Sun
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek, 2021)
  14. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek, 2021, Bab 5 hlm. 143-150)
  15. Dupa tiruan bergagang merah (lidi dupa-dupaan)
  16. Miniatur/meja peragaan altar sembahyang leluhur
  17. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  18. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  19. Poster/Gambar altar leluhur beserta perlengkapannya (dupa/hio, hiolo, lilin, cangkir teh)
  20. Benda konkret/replika perlengkapan sembahyang leluhur (dupa dan hiolo)
  21. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  22. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  23. Meja altar simulasi sederhana kelas (meja, tiruan dupa, hiolo, sepasang lilin merah, cangkir teh, piring buah)
  24. Lembar kerja tes menjodohkan gambar perlengkapan altar
  25. Lembar ceklis pembiasaan bakti harian di rumah terverifikasi orang tua

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.