Modul AjarBab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 4: Tian Yang Maha Esa

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 4 "Tian Yang Maha Esa", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 4: Tian Yang Maha Esa

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 4 — Tian Yang Maha Esa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 4 — Tian Yang Maha Esa
Alokasi Waktu17 JP (17 x 35 menit = 595 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.4.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu sebagai Maha Pencipta
  2. TP 1.4.2 Menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
  3. TP 1.4.3 Menerapkan sikap dalam berdoa kepada Tian
  4. TP 1.4.4 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas sebagai wujud hormat kepada Tian

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah yang menciptakan matahari, bulan, bintang, dan bumi seisinya?
  2. Dalam agama Khonghucu, sebutan apakah yang kita gunakan untuk Tuhan Yang Maha Pencipta?
  3. Siapakah yang melahirkan dan merawat kita di rumah sejak bayi?
  4. Mengapa dalam agama Khonghucu orang tua disebut sebagai perantara atau wakil Tian di dunia?
  5. Siapakah yang melahirkan, merawat, dan menyayangi kita sejak bayi di rumah?
  6. Mengapa kasih sayang ayah dan ibu disebut sebagai wujud karunia Tian bagi kita?
  7. Bagaimana sikap tangan kita saat hendak berdoa kepada Tian?
  8. Mengapa tangan kanan berada di dalam dan tangan kiri mendekap di luar saat bersikap doa?
  9. Kapan saja biasanya kita berdoa kepada Tian dalam kegiatan sehari-hari?
  10. Mengapa sebelum dan sesudah belajar atau tidur kita perlu membiasakan diri berdoa kepada Tian?
  11. Bagaimana sikap tangan dan hati kita saat menghadap dan berdoa kepada Tian?
  12. Siapakah yang menciptakan alam semesta beserta diri kita melalui perantara ayah dan ibu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Konsep Tian dalam Agama Khonghucu sebagai Maha Pencipta Alam Semesta — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu sebagai Maha Pencipta

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam Wei De Dong Tian dan mengajak murid bersikap tenang untuk memulai pembelajaran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terarah: (1) 'Siapakah sebutan Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Khonghucu?' dan (2) 'Siapakah yang menciptakan alam semesta beserta isinya?' (acuan jawaban: Tian / Tian Yang Maha Esa; Tian menciptakan alam semesta) untuk memetakan kesiapan murid (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu sebagai Maha Pencipta alam semesta (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar dan menguraikan konsep bahwa dalam agama Khonghucu Tuhan Yang Maha Esa disebut Tian (天), yaitu Maha Pencipta yang menjadikan langit, bumi, matahari, bulan, bintang, manusia, hewan, dan tumbuhan (10 menit).
  • Guru membacakan makna kutipan Kitab Zhongyong XV:2 bahwa Tian hadir merawat seluruh alam semesta dan membimbing murid menyimak penjelasan sifat Tian sebagai Maha Pencipta (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja pemilahan 4 kartu gambar objek: (1) Matahari, (2) Meja kayu buatan manusia, (3) Burung, dan (4) Mobil mainan, lalu murid secara mandiri menempelkan tanda lingkaran pada 2 gambar benda yang merupakan ciptaan langsung Tian (acuan jawaban benar: Matahari dan Burung adalah ciptaan Tian; Meja dan Mobil mainan adalah buatan manusia) (15 menit).
  • Murid mengikuti kuis permainan interaktif 'Tebak Asal Usul': guru membacakan 4 butir pernyataan cepat dan murid mengangkat kartu bertuliskan 'TIAN' jika ciptaan Tian atau 'MANUSIA' jika buatan manusia, yaitu: (1) Bintang di langit malam, (2) Pensil warna, (3) Pohon mangga, (4) Sepatu sekolah (acuan jawaban benar: 1=TIAN, 2=MANUSIA, 3=TIAN, 4=MANUSIA) (15 menit).
  • Murid secara bergiliran menjelaskan secara lisan dengan kalimat sederhana konsep Tian sebagai Maha Pencipta berdasarkan panduan 2 pertanyaan guru: 'Siapakah Tian?' dan 'Apa saja contoh ciptaan Tian?' (acuan jawaban: Tian adalah Tuhan Yang Maha Esa / Maha Pencipta; contohnya langit, matahari, bumi, hewan, atau tumbuhan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak merenungkan kebesaran Tian yang menciptakan alam semesta untuk kehidupan seluruh makhluk (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan bahwa Tian adalah sebutan bagi Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Khonghucu yang menciptakan seluruh alam semesta (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menutup kegiatan pembelajaran dengan salam penutup Xian You Yi De (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan kartu gambar dengan warna kontras antara benda ciptaan Tian (benda alam) dan benda buatan manusia; bagi murid yang cepat belajar, guru menyediakan gambar bentang alam semesta yang lebih kaya (sungai, awan, gunung).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan pemodelan langsung satu per satu saat mengidentifikasi ciptaan Tian; murid yang cepat belajar diberi kesempatan menjelaskan langsung alasan mengapa suatu benda merupakan ciptaan Tian.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan konsep Tian sebagai Maha Pencipta baik secara lisan dengan kalimat mandiri maupun dengan bantuan kartu bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Siapakah sebutan Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Khonghucu?' (acuan jawaban: Tian); (2) 'Siapakah yang menciptakan alam semesta dan seisinya?' (acuan jawaban: Tian / Tian Yang Maha Esa).

Proses:

  • Lembar pemilahan 4 kartu objek: menentukan benda ciptaan Tian vs buatan manusia (acuan jawaban benar: Matahari = ciptaan Tian; Burung = ciptaan Tian; Meja kayu = buatan manusia; Mobil mainan = buatan manusia).
  • Kuis respon cepat 4 butir: (1) Bintang di langit = TIAN; (2) Pensil warna = MANUSIA; (3) Pohon mangga = TIAN; (4) Sepatu sekolah = MANUSIA.
  • Tanya jawab lisan terstruktur menjelaskan konsep Tian sebagai Maha Pencipta alam semesta.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid melengkapi kalimat lisan: 'Dalam agama Khonghucu, Tuhan Yang Maha Pencipta disebut ... dan contoh ciptaan-Nya adalah ...' (acuan jawaban: Tian; contoh benda alam seperti matahari, bintang, hewan, atau pohon).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal mengenai sebutan Tuhan dalam agama Khonghucu dan pencipta alam
  • Unjuk kerja lembar pemilahan 4 kartu ciptaan Tian vs buatan manusia
  • Kuis respon cepat 'Tebak Asal Usul' (4 butir)
  • Penjelasan lisan konsep Tian sebagai Maha Pencipta

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan konsep Tian sebagai Maha PenciptaBelum mampu menyebutkan Tian sebagai sebutan Tuhan Maha Pencipta dan belum mampu menyebutkan contoh ciptaan Tian meskipun telah dibimbing.Mampu menyebutkan Tian sebagai sebutan Tuhan namun belum mampu menjelaskan peran-Nya sebagai Maha Pencipta alam semesta tanpa bantuan guru.Mampu menjelaskan dengan bahasa sederhana bahwa Tian adalah Tuhan Maha Pencipta yang menciptakan alam semesta beserta contoh ciptaan-Nya secara tepat.Mampu menjelaskan secara runtut dan mandiri bahwa Tian adalah Tuhan Maha Pencipta alam semesta serta membedakan ciptaan Tian dengan buatan manusia secara tepat tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid kelas 1 sudah mampu mengenali nama Tian sebagai sebutan Tuhan Yang Maha Esa?
  • Apakah aktivitas permainan tebak gambar efektif membantu murid membedakan ciptaan Tian dengan buatan manusia?

Murid:

  • Siapakah yang menciptakan matahari, bintang, dan bumi tempat kita tinggal?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa Tian merawat alam semesta yang indah ini?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Peran Kedua Orang Tua sebagai Perantara Tian dalam Kehadiran Diri Manusia — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', dilanjutkan berdoa bersama (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terarah: (1) 'Siapa yang menciptakan kita?' (acuan jawaban: Tian / Tian Yang Maha Esa); (2) 'Melalui perantara siapa Tian melahirkan kita ke dunia?' (acuan jawaban: kedua orang tua / ayah dan ibu) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua sebagai perantara-Nya (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar keluarga di buku siswa (ayah, ibu, dan anak yang digendong sejak bayi) yang ditunjukkan guru di depan kelas (10 menit).
  • Guru membimbing pemahaman konsep bahwa Tian Yang Maha Esa menciptakan manusia bukan secara tiba-tiba jatuh dari langit, melainkan mengaruniakan kehidupan melalui perantara ayah dan ibu sebagai wakil Tian di dunia (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu cepat 'Silsilah Karunia Tian' secara berpasangan: murid menyusun 3 kartu urutan logis penciptaan manusia: Kartu 1: 'Tian Maha Pencipta Memberi Karunia Jiwa' -> Kartu 2: 'Ayah dan Ibu sebagai Perantara Tian' -> Kartu 3: 'Kelahiran Anak ke Dunia' (acuan urutan benar: 1 - 2 - 3) (15 menit).
  • Murid mengerjakan lembar latihan pemahaman yang berisi 3 butir pernyataan benar/salah mengenai asal-usul manusia: Butir 1: 'Manusia diciptakan oleh Tian' (acuan: Benar); Butir 2: 'Tian menghadirkan kita ke dunia melalui bantuan kedua orang tua' (acuan: Benar); Butir 3: 'Manusia muncul tiba-tiba tanpa ayah dan ibu' (acuan: Salah) (15 menit).
  • Setiap murid secara bergantian menjelaskan secara lisan dengan kalimat sederhana di mejanya: 'Siapakah yang menciptakan diriku dan melalui siapa Tian menghadirkan diriku?' (acuan penjelasan: Murid menyatakan bahwa dirinya diciptakan oleh Tian melalui perantara kedua orang tua / ayah dan ibu) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak merenungkan peran orang tua sebagai wakil Tian dengan menjawab pertanyaan reflektif: 'Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa Tian menitipkan hidupmu kepada ayah dan ibu?' (acuan kriteria: murid mengungkapkan rasa syukur kepada Tian dan berterima kasih kepada orang tua) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari materi bahwa manusia adalah ciptaan Tian Yang Maha Esa yang dilahirkan dan dirawat melalui kedua orang tua sebagai wakil Tian di dunia (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan lisan terhadap penjelasan murid selama pembelajaran (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan visualisasi bagan gambar alur penciptaan dari Tian menuju orang tua hingga anak bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkrit.
  • Proses: Bagi murid yang masih mengeja/lambat membaca, guru membacakan butir soal pada lembar kerja; bagi murid cepat, murid diminta menjelaskan secara lisan hubungan antara Tian, orang tua, dan anak dengan kalimat mandiri.
  • Produk: Penjelasan keterkaitan penciptaan Tian melalui orang tua dapat disajikan secara lisan langsung atau melalui penandaan tanda centang pada gambar alur berurutan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan kesiapan konsep awal: Pertanyaan 1: 'Siapakah yang menciptakan manusia?' (acuan: Tian / Tian Yang Maha Esa); Pertanyaan 2: 'Melalui perantara siapa Tian menghadirkan manusia di dunia?' (acuan: kedua orang tua / ayah dan ibu).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja permainan kartu 'Silsilah Karunia Tian' dengan 3 kartu: (1) Tian Maha Pencipta, (2) Ayah dan Ibu perantara Tian, (3) Kelahiran anak (acuan urutan: 1-2-3).
  • Pemeriksaan lembar pemahaman 3 butir benar/salah: Butir 1: 'Manusia diciptakan oleh Tian' (kunci: Benar); Butir 2: 'Tian menghadirkan kita ke dunia melalui bantuan kedua orang tua' (kunci: Benar); Butir 3: 'Manusia muncul tiba-tiba tanpa ayah dan ibu' (kunci: Salah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek penjelasan lisan individu: Murid menjelaskan bahwa dirinya diciptakan Tian melalui kedua orang tua (kriteria ketercapaian: menyebut Tian sebagai Pencipta dan kedua orang tua/ayah-ibu sebagai perantara/wakil Tian dalam menghadirkannya ke dunia).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Kinerja menyusun kartu urutan perantara penciptaan
  • Tes tertulis cek pemahaman 3 butir benar/salah
  • Penjelasan lisan konsep manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tuaBelum mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua dengan bantuan arahan dan pancingan pertanyaan dari guru.Mampu menjelaskan secara tepat dan mandiri bahwa manusia diciptakan oleh Tian melalui perantara kedua orang tua (ayah dan ibu).Mampu menjelaskan secara runtut, tepat, dan mandiri bahwa Tian adalah Maha Pencipta yang menghadirkan manusia ke dunia melalui perantara kedua orang tua sebagai wakil Tian, serta mampu menjawab 3 butir latihan benar/salah secara tepat tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah memahami bahwa orang tua berperan sebagai perantara Tian dalam kehadiran diri mereka?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid kelas 1 memahami hubungan antara Tian, orang tua, dan anak?

Murid:

  • Siapakah yang menjadi perantara Tian sehingga kita bisa lahir ke dunia?
  • Apakah kamu merasa senang belajar tentang karunia Tian melalui ayah dan ibu hari ini?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Kasih Sayang dan Pengorbanan Kedua Orang Tua sebagai Wujud Karunia Tian — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu Wei De Dong Tian, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan murid serta melakukan asesmen awal lisan mengenai pemahaman bahwa orang tua adalah wakil Tian yang merawat manusia: 'Siapa yang melahirkan dan membesarkan kita?' dan 'Mengapa Tian menitipkan kita kepada ayah dan ibu?' (acuan: manusia dilahirkan dan dirawat oleh ayah dan ibu sebagai wakil/perantara Tian di dunia) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan kasih sayang dan pengorbanan kedua orang tua sebagai wujud karunia Tian dalam penciptaan dan pemeliharaan diri kita (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru berbantu media gambar seri mengenai wujud kasih sayang dan pengorbanan orang tua (gambar ibu menyuapi anak saat sakit, ayah bekerja mencari nafkah, dan orang tua memeluk anak dengan penuh kasih) yang menegaskan bahwa pemeliharaan orang tua merupakan cara Tian mencurahkan berkah hidup kepada manusia (10 menit).
  • Guru memandu tanya jawab terarah tentang makna orang tua sebagai wakil Tian di dunia, di mana murid dibimbing mengaitkan kasih sayang orang tua yang dirasakan sehari-hari dengan karunia dan kehendak Tian Maha Pencipta (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tebak Kartu Kasih Tian': murid secara bergiliran mengambil 1 dari 3 kartu bergambar situasi kasih sayang orang tua, lalu menyebutkan bentuk kasih sayangnya dan menjelaskan hubungannya dengan karunia Tian menggunakan kartu berikut: (1) Kartu A: 'Ibu memasak dan menyuapi makanan bergizi' -> wujud Tian memberi rezeki dan pertumbuhan lewat ibu; (2) Kartu B: 'Ayah memayungi dan mengantar anak ke sekolah saat hujan' -> wujud perlindungan Tian lewat ayah; (3) Kartu C: 'Ayah dan ibu merawat serta mengompres anak yang sedang demam' -> wujud pemeliharaan dan kasih sayang Tian saat anak sakit (17 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan bergambar untuk menjelaskan bahwa diri mereka diciptakan dan dipelihara Tian melalui kasih sayang kedua orang tua dengan memilih 3 pernyataan benar dari 3 butir soal tertulis: Butir 1: 'Tian menciptakan dan membesarkan kita di dunia melalui perantara...' (Pilihan: a. Teman bermain, b. Ayah dan ibu; acuan benar: b); Butir 2: 'Orang tua yang merawat kita dengan penuh kasih sayang adalah wakil...' (Pilihan: a. Tian di dunia, b. Orang asing; acuan benar: a); Butir 3: 'Kasih sayang dan pengorbanan ayah ibu merawat kita adalah wujud...' (Pilihan: a. Karunia Tian, b. Kebetulan belaka; acuan benar: a) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan perasaan bersyukur atas kehadiran ayah dan ibu yang telah merawat dengan penuh kasih sayang sebagai bukti nyata cinta Tian Maha Pencipta (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa manusia diciptakan Tian dan dipelihara melalui kasih sayang serta pengorbanan kedua orang tua sebagai wakil-Nya (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan atas penjelasan murid, mengingatkan untuk selalu menyayangi orang tua di rumah, dan menutup pembelajaran dengan doa penutup serta salam keagamaan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan simbol visual yang lebih konkret; murid yang siap diberikan kartu situasi yang menuntut penjelasan hubungan sebab-akibat yang lebih mendalam.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibacakan teks pertanyaannya secara lisan satu per satu oleh guru; murid yang sudah lancar membaca dapat langsung mengerjakan lembar latihan mandiri.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan penjelasan keterkaitan kasih sayang orang tua sebagai karunia Tian secara lisan langsung atau dengan memilih jawaban bergambar pada lembar latihan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Siapa yang melahirkan dan merawat kita sejak kecil?' dan 'Mengapa kasih sayang orang tua disebut karunia Tian?' (acuan: manusia dilahirkan dan dirawat oleh ayah dan ibu; ayah dan ibu adalah wakil Tian di dunia yang menyalurkan karunia pemeliharaan hidup dari Tian).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan kartu: mengamati ketepatan murid dalam menjelaskan bentuk kasih sayang orang tua serta mengaitkannya sebagai wujud pemeliharaan Tian (acuan: Kartu A = Tian memberi rezeki makanan lewat ibu; Kartu B = perlindungan Tian lewat ayah; Kartu C = pemeliharaan kasih Tian saat sakit).
  • Pemeriksaan hasil lembar latihan 3 butir (acuan kunci: Butir 1 = b. Ayah dan ibu; Butir 2 = a. Tian di dunia; Butir 3 = a. Karunia Tian).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Jelaskan mengapa kita harus bersyukur kepada Tian atas kasih sayang ayah dan ibu?' (kriteria penerimaan: murid mampu menyatakan bahwa ayah dan ibu adalah wakil Tian yang merawat dan mengasihi kita atas karunia Tian).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan pada asesmen awal dan tahap Memahami
  • Unjuk kerja penjelasan kartu situasi dalam permainan 'Tebak Kartu Kasih Tian'
  • Tes tertulis objektif pilihan ganda sederhana (3 butir) pada lembar kerja murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan manusia diciptakan dan dipelihara Tian melalui kedua orang tuaBelum mampu menjelaskan bahwa kasih sayang dan pengorbanan orang tua merupakan wujud karunia Tian dalam menciptakan dan memelihara manusia, meski telah diberikan panduan langsung.Mampu menjelaskan bahwa manusia dirawat orang tua, namun belum tepat mengaitkan kasih sayang orang tua sebagai perantara karunia Tian (tepat menjawab 1 dari 3 acuan tugas).Mampu menjelaskan dengan tepat bahwa manusia diciptakan dan dipelihara Tian melalui kasih sayang serta pengorbanan kedua orang tua sebagai wakil Tian (tepat menjawab 2 dari 3 acuan tugas secara mandiri).Mampu menjelaskan secara tepat, runtut, dan mandiri bahwa manusia diciptakan dan dipelihara Tian melalui kasih sayang dan pengorbanan kedua orang tua sebagai wakil Tian di dunia pada seluruh 3 acuan tugas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu bergambar konkret efektif membantu murid kelas 1 memahami konsep abstrak 'orang tua sebagai perantara dan karunia Tian'?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membuat murid antusias dan berkesadaran dalam memahami materi?

Murid:

  • Apa hal paling membahagiakan yang ayah dan ibu lakukan untukmu di rumah?
  • Mengapa kamu bersyukur kepada Tian karena memiliki ayah dan ibu yang menyayangimu?

Pertemuan 4 — Menerapkan Sikap Sempurna Bao Xin Ba De dalam Berdoa kepada Tian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menerapkan sikap dalam berdoa kepada Tian

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Wei De Dong Tian, menyapa murid, dan mengajak bernyanyi lagu rohani 'Sinar Pancaran' untuk membangun suasana ceria (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan sikap sempurna Bao Xin Ba De saat berdoa kepada Tian (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja peragaan awal dengan meminta setiap murid menunjukkan sikap tangan saat berdoa di depan bangkunya (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati kartu gambar peraga langkah sikap tangan Bao Xin Ba De yang ditunjukkan guru: posisi tangan kanan menggenggam di dalam dengan ibu jari tegak lurus, tangan kiri mendekap di luar, kedua ibu jari bertemu membentuk huruf Ren (人) tegak lurus, serta posisi tangan di depan dada/ulu hati (15 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai 4 aturan posisi fisik Bao Xin Ba De: (1) posisi berdiri tegak dan tenang, (2) tangan kanan menggenggam di dalam dan tangan kiri mendekap di luar, (3) kedua ibu jari saling menempel membentuk huruf Ren (人), dan (4) posisi kepalan tangan diletakkan di depan dada/ulu hati (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti permainan peragaan menyenangkan 'Tirukan Gerak Sempurna Bao Xin': guru memandu peragaan bertahap (berdiri tegak -> tangan kanan genggam -> tangan kiri dekap -> temukan ibu jari bentuk Ren -> letakkan di ulu hati), lalu murid saling memeriksa ketepatan sikap teman sebangkunya secara bergantian (15 menit).
  • Murid secara mandiri menerapkan 4 aturan posisi fisik sikap Bao Xin Ba De dalam hening doa selama 1 menit sambil dinilai langsung oleh guru menggunakan lembar observasi ketepatan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan pengalaman melakukan sikap Bao Xin Ba De dan merasakan ketenangan batin saat tangan bersikap sempurna di depan dada menghadap Tian (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan langsung terhadap praktik penerapan sikap Bao Xin Ba De yang telah diperagakan seluruh murid (10 menit).
  • Kelas diakhiri dengan melafalkan doa penutup bersama dalam sikap sempurna Bao Xin Ba De dan salam Xie Tian Zhi En (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kartu bergambar per langkah posisi jari tangan, sedangkan murid yang cepat mempraktikkan langsung tanpa kartu panduan.
  • Proses: Bimbingan fisik langsung (hand-over-hand) diberikan kepada murid yang masih keliru memposisikan tangan kanan di dalam, sedangkan murid mandiri mempraktikkan secara langsung di depan kelas.
  • Produk: Seluruh murid dinilai dari penerapan 4 aturan posisi fisik sikap doa Bao Xin Ba De (berdiri tegak, tangan kanan di dalam didekap tangan kiri di luar, kedua ibu jari membentuk Ren, dan posisi tangan di ulu hati).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Unjuk kerja peragaan awal: Guru meminta murid memperagakan sikap tangan saat berdoa. Kriteria diagnostik berpatokan pada acuan posisi dasar: posisi kedua tangan di depan dada dengan tangan kanan di dalam dan tangan kiri mendekap di luar. Murid dikelompokkan menjadi: (1) Siap/mahir bila tangan kanan sudah di dalam dan didekap tangan kiri; (2) Perlu bimbingan bila tangan masih terbalik, belum mendekap, atau belum tahu sikap Bao Xin Ba De.

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja penerapan sikap doa Bao Xin Ba De. Guru mengamati ketepatan murid menerapkan 4 aturan posisi fisik: (1) berdiri tegak dan tenang, (2) tangan kanan menggenggam di dalam dan tangan kiri mendekap di luar, (3) kedua ibu jari saling menempel membentuk huruf Ren (人), dan (4) posisi kepalan tangan diletakkan tepat di depan dada/ulu hati. Acuan skor: 4 posisi tepat = sangat baik; 3 posisi tepat = baik; 2 posisi tepat = cukup; 1 posisi tepat = perlu bimbingan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/refleksi akhir peragaan: Guru menunjuk murid secara acak untuk memperagakan kembali sikap sempurna Bao Xin Ba De secara mandiri selama 30 detik. Kriteria penerimaan operasional: murid mampu berdiri tegak dengan tenang, posisi tangan kanan di dalam didekap tangan kiri di luar membentuk huruf Ren (人) tepat di depan ulu hati tanpa bantuan fisik guru.

Formatif:

  • Asesmen Awal diagnostik: unjuk kerja peragaan awal sikap tangan berdoa.
  • Asesmen Proses: lembar observasi unjuk kerja penerapan 4 aturan posisi fisik sikap Bao Xin Ba De.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Sikap Berdoa Bao Xin Ba DeMampu menerapkan 1 dari 4 aturan posisi fisik sikap Bao Xin Ba De (acuan 4 aturan: berdiri tegak tenang, tangan kanan di dalam didekap tangan kiri di luar, kedua ibu jari membentuk huruf Ren, posisi tangan di ulu hati) dengan bimbingan penuh guru.Mampu menerapkan 2 dari 4 aturan posisi fisik sikap Bao Xin Ba De (acuan: berdiri tegak tenang, tangan kanan di dalam didekap tangan kiri di luar, kedua ibu jari membentuk huruf Ren, posisi tangan di ulu hati) dengan arahan guru.Mampu menerapkan 3 dari 4 aturan posisi fisik sikap Bao Xin Ba De (acuan: berdiri tegak tenang, tangan kanan di dalam didekap tangan kiri di luar, kedua ibu jari membentuk huruf Ren, posisi tangan di ulu hati) secara mandiri.Mampu menerapkan seluruh (4 dari 4) aturan posisi fisik sikap Bao Xin Ba De (acuan: berdiri tegak tenang, tangan kanan di dalam didekap tangan kiri di luar, kedua ibu jari membentuk huruf Ren, posisi tangan di ulu hati) secara tepat, mantap, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu membedakan posisi tangan kanan di dalam dan tangan kiri di luar?
  • Bagian mana dari 4 aturan posisi fisik sikap Bao Xin Ba De yang paling banyak memerlukan perbaikan pada murid?

Murid:

  • Apakah tangan kananku sudah berada di dalam dan didekap tangan kiri saat bersikap Bao Xin Ba De?
  • Bagaimana perasaanku saat berdiri tegak dan memegang tangan di dada dengan tenang menghadap Tian?

Pertemuan 5 — Menerapkan Pembiasaan Berdoa Sebelum dan Sesudah Beraktivitas sebagai Wujud Hormat kepada Tian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas sebagai wujud hormat kepada Tian

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam pembuka, menyapa murid, dan mengajak murid mempraktikkan doa pembuka pembelajaran bersama-sama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu aktivitas: kartu 1 (gambar anak belajar di meja) dan kartu 2 (gambar anak tidur di kasur), lalu meminta murid menentukan kapan waktu berdoa dilakukan (acuan diagnostik: pada kedua aktivitas tersebut, doa diterapkan sebelum memulai dan sesudah mengakhiri aktivitas) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang pembiasaan berdoa kepada Tian dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebelum dan sesudah 2 aktivitas utama: (1) belajar dan (2) tidur, sebagai wujud syukur dan hormat kepada Tian (15 menit).
  • Murid melafalkan secara bergantian 2 teks doa harian sesuai Buku Siswa: Doa Sebelum Belajar ("Terima kasih Tian atas kesempatan ini. Bimbing aku untuk tekun belajar. Shanzai.") dan Doa Sebelum Tidur ("Terima kasih Tian atas perlindungan-Mu. Jagalah aku malam ini, agar dapat tidur dengan nyenyak. Shanzai.") (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Ronda Doa Harian': guru menyebutkan salah satu dari 4 situasi aktivitas secara acak: (1) 'Sebelum Membuka Buku Pelajaran', (2) 'Setelah Selesai Belajar di Kelas', (3) 'Saat Bersiap Naik ke Tempat Tidur', dan (4) 'Saat Bangun Pagi dari Tidur', kemudian murid secara berpasangan mempraktikkan pembiasaan melafalkan doa atau ucapan syukur yang tepat sesuai situasi tersebut (acuan: situasi 1 melafalkan doa sebelum belajar; situasi 2 melafalkan ungkapan syukur sesudah belajar/Xie Tian zhi en; situasi 3 melafalkan doa sebelum tidur; situasi 4 melafalkan syukur bangun tidur/Xie Tian zhi en) (20 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid mengerjakan lembar kerja pembiasaan doa dengan memberi tanda centang (V) pada 4 butir situasi pembiasaan doa sebelum dan sesudah beraktivitas: (1) Berdoa sebelum mulai belajar, (2) Mengucap syukur sesudah selesai belajar, (3) Berdoa sebelum tidur di malam hari, dan (4) Mengucap syukur sesudah bangun dari tidur di pagi hari (acuan: keempat pernyataan merupakan pembiasaan doa yang tepat dan wajib dicentang semuanya) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan pembiasaan berdoa harian yang telah dipraktikkan di rumah dan di sekolah, memeriksa apakah mereka sudah konsisten melaksanakannya secara sadar sebelum dan sesudah beraktivitas (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap hasil lembar kerja dan peragaan pembiasaan doa murid, serta membagikan kartu jurnal pembiasaan doa harian untuk dipraktikkan di rumah (5 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama sesudah belajar ('Xie Tian zhi en, shanzai') dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang masih belajar membaca lancar, teks doa sebelum/sesudah aktivitas disediakan dengan bantuan simbol visual aktivitas (buku dan bantal/tempat tidur); bagi murid yang sudah lancar membaca, disediakan teks doa lengkap.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dalam mengingat urutan kapan doa dilafalkan (sebelum dan sesudah beraktivitas); murid yang mahir diberi kesempatan memimpin peragaan doa di kelompok kecil.
  • Produk: Semua murid memenuhi target kompetensi yang sama yaitu menerapkan pembiasaan doa; murid yang memerlukan bimbingan menunjukkan bukti pembiasaan dengan mencentang lembar bergambar, sedangkan murid yang mahir dapat melafalkan doa secara mandiri tanpa bantuan teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik penentuan waktu berdoa berdasarkan 2 kartu aktivitas: Kartu 1 (anak belajar) dan Kartu 2 (anak tidur). Kriteria penilaian: Murid tepat menentukan bahwa doa diterapkan sebelum dan sesudah aktivitas untuk kedua kartu tersebut (acuan: aktivitas belajar = sebelum belajar dan sesudah belajar; aktivitas tidur = sebelum tidur dan sesudah bangun tidur).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat permainan 'Ronda Doa Harian' dalam menerapkan doa sesuai 4 situasi: (1) Sebelum belajar -> melafalkan doa belajar; (2) Sesudah belajar -> melafalkan syukur belajar; (3) Sebelum tidur -> melafalkan doa tidur; (4) Bangun tidur -> melafalkan syukur tidur.
  • Pemeriksaan lembar kerja 4 butir pernyataan pembiasaan doa: (1) Berdoa sebelum belajar, (2) Mengucap syukur sesudah belajar, (3) Berdoa sebelum tidur, (4) Mengucap syukur sesudah bangun tidur (acuan: tepat memberi tanda centang pada seluruh 4 butir).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan 'Kapan saja kamu harus berdoa saat belajar dan saat tidur?' (acuan jawaban: sebelum belajar, sesudah belajar, sebelum tidur, dan sesudah bangun tidur).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pelafalan doa sebelum dan sesudah aktivitas pada permainan 'Ronda Doa Harian'
  • Penilaian lembar kerja pembiasaan doa harian (4 butir situasi aktivitas)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Pembiasaan Berdoa Sebelum dan Sesudah BeraktivitasBelum mampu menentukan dan menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas (tepat pada kurang dari 2 dari 4 situasi aktivitas target).Mulai mampu menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas pada 2 dari 4 situasi aktivitas target dengan bimbingan penuh guru.Mampu menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas secara tepat pada minimal 3 dari 4 situasi aktivitas target secara mandiri.Mampu menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas secara tepat pada seluruh 4 situasi aktivitas target (sebelum belajar, sesudah belajar, sebelum tidur, sesudah tidur) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu memahami dan menerapkan waktu pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas secara tepat?
  • Apakah metode simulasi dan permainan 'Ronda Doa Harian' efektif membuat murid bersemangat membiasakan doa dalam keseharian?

Murid:

  • Apakah aku sudah membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudah belajar di sekolah dan di rumah?
  • Bagian doa mana yang paling aku ingat dan ingin selalu kuucapkan sebelum tidur?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu sebagai Maha Pencipta
  • TP 1.4.2 Menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
  • TP 1.4.3 Menerapkan sikap dalam berdoa kepada Tian
  • TP 1.4.4 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas sebagai wujud hormat kepada Tian

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' yang dijawab 'Xian You Yi De' dan mengondisikan kelas agar tertib dan hening (3 menit).
  • Guru memandu pelaksanaan asesmen pembiasaan doa pembuka: murid diamati secara serentak dalam ketertiban, kesungguhan, dan kemandirian mengambil sikap hening serta melafalkan doa pembuka belajar (acuan: sikap duduk tegak, tangan Bao Xin Ba De di depan dada, melafalkan doa pembuka dengan tertib tanpa bersenda gurau) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan alur dan tata tertib asesmen sumatif unjuk kerja individual: tiap murid akan dipanggil bergiliran ke meja guru selama 3 menit untuk memperagakan sikap doa dan menjawab 2 pertanyaan lisan terstruktur, sementara murid lain duduk tertib mewarnai gambar simbol kebajikan secara mandiri di mejanya masing-masing (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru membagikan lembar mewarnai simbol kebajikan kepada seluruh murid agar dikerjakan dengan tenang dan mandiri selama proses giliran berlangsung (2 menit).
  • Guru melaksanakan unjuk kerja dan tanya jawab lisan individual di meja guru secara bergiliran untuk 28 murid dengan durasi tepat 3 menit per anak (total 84 menit). Pada tiap giliran, guru menguji 3 kriteria: (1) Murid memperagakan sikap tangan Bao Xin Ba De (ibu jari kiri memegang ibu jari kanan, empat jari lain saling mendekap di depan ulu hati/dada) dengan tubuh tenang; (2) Guru mengajukan Pertanyaan 1: 'Siapakah yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya?' (acuan jawaban benar: 'Tian' atau 'Tian Yang Maha Esa'); (3) Guru mengajukan Pertanyaan 2: 'Melalui siapakah Tian menghadirkan dan melahirkan dirimu ke dunia?' (acuan jawaban benar: 'Kedua orang tua' atau 'Ayah dan ibu') (84 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak seluruh murid merapikan lembar mewarnai dan bersama-sama merefleksikan pengalaman melakukan doa dengan sikap Bao Xin Ba De yang sungguh-sungguh serta mengingat kembali bahwa diri mereka adalah karunia Tian melalui orang tua (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban dan kemandirian selama mengikuti seluruh rangkaian asesmen sumatif bab (1 menit).
  • Guru memandu pelaksanaan asesmen pembiasaan doa penutup: murid diamati secara serentak dalam ketertiban, kesungguhan, dan kemandirian mengambil sikap hening serta melafalkan doa penutup belajar (acuan: sikap duduk tegak, tangan Bao Xin Ba De di depan dada, melafalkan doa penutup dengan tertib) (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format pertanyaan lisan disederhanakan dengan intonasi jelas dan jeda kalimat yang runtut bagi murid yang membutuhkan waktu memproses instruksi tanpa mengubah substansi pertanyaan.
  • Proses: Pemberian kesempatan menarik napas hening sejenak di meja guru sebelum murid memulai peragaan sikap doa dan menjawab pertanyaan lisan.
  • Produk: Standar unjuk kerja dan jawaban lisan seragam untuk seluruh murid sesuai acuan jawaban TP 1, 2, dan 3.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan fisik dan ketenangan sikap duduk murid sebelum doa pembuka dimulai (acuan: murid duduk tenang, tangan tidak memainkan benda lain, dan pandangan mengarah ke depan saat guru memberi aba-aba hening).

Proses:

  • Catatan observasi guru terhadap ketenangan dan kemandirian murid saat menyelesaikan lembar mewarnai mandiri selagi menunggu giliran unjuk kerja di meja guru.

Sumatif Bab:

  • kombinasi observasi pembiasaan doa kelas dan unjuk kerja terpadu (tata cara doa serta tanya jawab lisan): catatan ceklis keteraturan doa pembuka dan penutup kegiatan kelas serta performa peragaan sikap doa bao xin ba de yang disertai penjelasan lisan singkat tentang Tian Maha Pencipta dan kehadiran diri melalui orang tua
  • observasi pembiasaan serentak: seluruh murid diamati secara serentak dalam ketertiban, kesungguhan, dan kemandirian mengambil sikap hening saat mengawali dan mengakhiri sesi pembelajaran asesmen (21 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi pembiasaan doa dengan kriteria: (1) kesiapan bersikap tenang tanpa dorongan berlebih, (2) ketertiban melafalkan doa pembuka dan penutup)
  • unjuk kerja dan tanya jawab lisan bergiliran: kinerja tiap murid dinilai selama tepat 3 menit per anak di meja guru secara bergiliran (84 menit / 3 menit = 28 murid, muat penuh satu kelas) mencakup peragaan sikap tangan bao xin ba de serta menjawab 2 pertanyaan lisan terstruktur mengenai Tian Maha Pencipta dan kehadiran diri melalui ayah-ibu, sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar simbol kebajikan secara mandiri (84 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian analitik dengan 3 kriteria: (1) ketepatan posisi bao xin ba de dan ketenangan tubuh saat berdoa, (2) ketepatan menyebutkan Tian sebagai Sang Maha Pencipta segala sesuatu, (3) ketepatan menjelaskan bahwa dirinya hadir dan dilahirkan ke dunia oleh Tian melalui ayah dan ibu)

Sumatif:

  • kombinasi observasi pembiasaan doa kelas dan unjuk kerja terpadu (tata cara doa serta tanya jawab lisan): catatan ceklis keteraturan doa pembuka dan penutup kegiatan kelas serta performa peragaan sikap doa bao xin ba de yang disertai penjelasan lisan singkat tentang Tian Maha Pencipta dan kehadiran diri melalui orang tua
  • observasi pembiasaan serentak: seluruh murid diamati secara serentak dalam ketertiban, kesungguhan, dan kemandirian mengambil sikap hening saat mengawali dan mengakhiri sesi pembelajaran asesmen (21 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi pembiasaan doa dengan kriteria: (1) kesiapan bersikap tenang tanpa dorongan berlebih, (2) ketertiban melafalkan doa pembuka dan penutup)
  • unjuk kerja dan tanya jawab lisan bergiliran: kinerja tiap murid dinilai selama tepat 3 menit per anak di meja guru secara bergiliran (84 menit / 3 menit = 28 murid, muat penuh satu kelas) mencakup peragaan sikap tangan bao xin ba de serta menjawab 2 pertanyaan lisan terstruktur mengenai Tian Maha Pencipta dan kehadiran diri melalui ayah-ibu, sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar simbol kebajikan secara mandiri (84 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian analitik dengan 3 kriteria: (1) ketepatan posisi bao xin ba de dan ketenangan tubuh saat berdoa, (2) ketepatan menyebutkan Tian sebagai Sang Maha Pencipta segala sesuatu, (3) ketepatan menjelaskan bahwa dirinya hadir dan dilahirkan ke dunia oleh Tian melalui ayah dan ibu)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembiasaan Doa Pembuka dan Penutup (TP 1.4.4)Belum menunjukkan kesiapan bersikap tenang dan belum tertib melafalkan doa pembuka maupun penutup meski telah diarahkan berulang kali.Mulai bersikap tenang dan melafalkan doa pembuka serta penutup, namun masih memerlukan dorongan atau pengingatan guru.Tertib bersikap tenang dan melafalkan doa pembuka serta penutup secara mandiri dengan bimbingan minimal.Sangat tertib, mandiri, dan berkesadaran penuh mengambil sikap hening serta melafalkan doa pembuka dan penutup secara sempurna tanpa perlu diingatkan.
Peragaan Sikap Berdoa Bao Xin Ba De (TP 1.4.3)Belum tepat membentuk posisi tangan Bao Xin Ba De (ibu jari belum saling mendekap atau posisi tangan jauh di luar ulu hati/dada) dan tubuh masih gelisah.Membentuk posisi tangan Bao Xin Ba De dengan bimbingan/contoh guru, posisi tangan sudah mendekati depan dada namun tubuh masih kurang tenang.Membentuk posisi tangan Bao Xin Ba De secara tepat (ibu jari kiri mendekap ibu jari kanan di depan dada/ulu hati) dan tubuh tenang secara mandiri.Membentuk posisi tangan Bao Xin Ba De dengan sangat sempurna, mantap, khidmat, dan tubuh tenang seketika saat diminta.
Penjelasan Lisan Tian Maha Pencipta (TP 1.4.1) [Acuan: Tian / Tian Yang Maha Esa]Belum dapat menyebutkan Tian sebagai Sang Maha Pencipta alam semesta ketika diajukan pertanyaan.Menyebutkan Tian sebagai Maha Pencipta setelah diberi petunjuk awal atau pancingan kata oleh guru.Menjawab dengan tepat secara mandiri bahwa yang menciptakan alam semesta adalah Tian / Tian Yang Maha Esa.Menjawab dengan sangat lugas, tepat, dan yakin secara mandiri bahwa Tian Yang Maha Esa adalah Maha Pencipta alam semesta dan seisinya.
Penjelasan Lisan Kehadiran Diri melalui Orang Tua (TP 1.4.2) [Acuan: Kedua orang tua / Ayah dan Ibu]Belum dapat menjelaskan bahwa dirinya hadir dan dilahirkan ke dunia melalui ayah dan ibu.Menjelaskan bahwa kehadirannya melalui orang tua setelah diarahkan atau dibimbing pertanyaan pancingan oleh guru.Menjawab dengan tepat secara mandiri bahwa dirinya diciptakan Tian melalui kedua orang tua (ayah dan ibu).Menjawab dengan sangat jelas dan yakin secara mandiri bahwa Tian menghadirkannya ke dunia melalui karunia perantara kedua orang tua (ayah dan ibu).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu 3 menit per anak untuk 28 murid berjalan efektif dan tertib di dalam kelas?
  • Bagaimana tingkat penguasaan sikap doa Bao Xin Ba De dan pemahaman keimanan murid terhadap Tian serta peran kedua orang tua pada akhir Bab 4 ini?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil melakukan sikap doa Bao Xin Ba De di depan guru?
  • Apakah kamu ingat untuk selalu berdoa kepada Tian sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 4: Tian Yang Maha Esa, hlm. 121-124)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021, Pelajaran 4, hlm. 119-124)
  3. Kitab Zhongyong (Tengah Harmonis) pasal XV:2
  4. Kartu gambar benda-benda alam ciptaan Tian dan benda-benda buatan manusia
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021).
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I.
  7. Set kartu alur 'Silsilah Karunia Tian' (gambar simbolik Tian, gambar ayah-ibu, gambar bayi/anak).
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  10. Kartu bergambar seri kasih sayang keluarga (Tebak Kartu Kasih Tian)
  11. Lembar kerja murid bergambar
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek).
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek).
  14. Kartu gambar peraga langkah sikap tangan Bao Xin Ba De.
  15. Audio lagu rohani Khonghucu 'Sinar Pancaran'.
  16. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021, hlm. 161-163)
  17. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021, hlm. 175-178)
  18. Kartu gambar situasi beraktivitas (belajar di kelas, belajar di rumah, bersiap tidur, bangun pagi)
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021).
  20. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2021).
  21. Lembar observasi pembiasaan doa dan rubrik unjuk kerja guru.
  22. Lembar kegiatan mewarnai gambar kebajikan untuk murid.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.