Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Menghormati Nabi Kongzi: Sikap dan Tata Cara Menghormat kepada Nabi Kongzi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Menghormati Nabi Kongzi: Sikap dan Tata Cara Menghormat kepada Nabi Kongzi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Menghormati Nabi Kongzi: Sikap dan Tata Cara Menghormat kepada Nabi Kongzi

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menghormati Nabi Kongzi: Sikap dan Tata Cara Menghormat kepada Nabi Kongzi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenghormati Nabi Kongzi: Sikap dan Tata Cara Menghormat kepada Nabi Kongzi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan alasan umat Khonghucu menghormati Nabi Kongzi sebagai guru rohani dan Tiān Zhī Mùduó melalui tanya jawab dan kegiatan 'Aku Ingin Tahu'
  2. Murid dapat mempraktikkan sikap menghormat kepada Nabi Kongzi (sikap bade/bao xin bade) secara sederhana sesuai tata ibadah Khonghucu dengan bimbingan guru

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah yang menjadi idola kalian dan mengapa kalian mengidolakan mereka?
  2. Mengapa banyak orang menghormati Nabi Kongzi?
  3. Bagaimana cara kita menunjukkan rasa hormat kepada Nabi Kongzi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Nabi Kongzi' untuk membangun suasana menggembirakan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat siapa Nabi Kongzi?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang kebaikan Nabi Kongzi?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengetahui alasan menghormati Nabi Kongzi dan belajar cara menghormat yang benar
  • Guru menghubungkan dengan pengalaman murid: 'Ketika bertemu orang yang kalian kagumi, bagaimana sikap kalian?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan gambar atau patung Nabi Kongzi dan mengajak murid mengamati dengan penuh perhatian (berkesadaran)
  • Guru membacakan kisah singkat tentang Nabi Kongzi sebagai Tiān Zhī Mùduó (Corong Suara Tian) dan guru rohani umat Khonghucu
  • Guru memfasilitasi kegiatan 'Aku Ingin Tahu' dengan tanya jawab: 'Mengapa Nabi Kongzi disebut guru rohani?', 'Apa artinya Tiān Zhī Mùduó?', 'Mengapa kita perlu menghormati Nabi Kongzi?'
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang keteladanan Nabi Kongzi: rajin belajar, suka menolong, menghormati orang tua, tidak sombong, rajin sembahyang
  • Guru membacakan ayat suci dari Kitab Mengzi VB:1/7: 'Kongzi ialah Nabi segala masa' dan menjelaskan maknanya dengan bahasa sederhana
  • Guru menjelaskan bahwa karena Nabi Kongzi adalah teladan dan guru rohani, umat Khonghucu menghormatinya dengan sikap khusus saat bersembahyang

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mendemonstrasikan sikap menghormat kepada Nabi Kongzi (sikap bade/bao xin bade): berdiri tegak, tangan kanan mengepal ditutup telapak tangan kiri di depan dada, kepala menunduk hormat
  • Guru menjelaskan makna setiap gerakan: 'Tangan mengepal artinya kita bersungguh-sungguh, ditutup tangan kiri artinya kita rendah hati, kepala menunduk artinya kita hormat'
  • Murid mengikuti gerakan guru secara bersama-sama dengan bimbingan langkah demi langkah
  • Guru memberikan kesempatan murid berlatih secara individu sambil guru berkeliling membimbing dan memberikan koreksi lembut
  • Murid mempraktikkan sikap menghormat sambil mengucapkan salam sederhana: 'Salam hormat kepada Nabi Kongzi'
  • Guru mengajak murid bermain peran: beberapa murid maju ke depan kelas dan berpura-pura berada di depan altar Nabi Kongzi, lalu mempraktikkan sikap menghormat

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: 'Bagaimana perasaan kalian setelah belajar cara menghormat kepada Nabi Kongzi?'
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang paling sulit dari gerakan tadi?', 'Mengapa kita perlu bersikap hormat saat berdoa kepada Nabi Kongzi?'
  • Murid diajak menyebutkan sikap Nabi Kongzi yang ingin mereka tiru dalam kehidupan sehari-hari (rajin belajar, menolong teman, menghormati guru dan orang tua)
  • Guru membimbing murid menuliskan atau menggambar satu sikap Nabi Kongzi yang akan mereka praktikkan minggu ini di lembar kerja
  • Beberapa murid diminta menceritakan gambar atau tulisan mereka kepada teman-teman
  • Guru memberikan penguatan: 'Dengan menghormati Nabi Kongzi dan meneladani sifat-sifatnya, kita menjadi anak yang berbudi luhur'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid mempraktikkan kembali sikap menghormat kepada Nabi Kongzi
  • Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa Nabi Kongzi adalah guru rohani dan Tiān Zhī Mùduó yang patut kita hormati, dan kita sudah belajar cara menghormat dengan sikap bade'
  • Guru memberikan penguatan positif kepada semua murid atas partisipasi mereka
  • Guru memberikan tugas rumah: berlatih sikap menghormat di rumah dan menceritakan kepada orang tua tentang Nabi Kongzi
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menggunakan lebih banyak gambar dan cerita lisan. Untuk murid yang sudah lancar, guru memberikan bacaan sederhana tentang riwayat Nabi Kongzi dari buku siswa.
  • Proses: Murid yang cepat memahami gerakan menghormat dapat membantu teman yang masih kesulitan (tutor sebaya). Murid yang lambat mendapat bimbingan individual lebih intensif dari guru dan waktu latihan lebih banyak.
  • Produk: Murid yang sudah lancar menulis dapat menuliskan 2-3 kalimat tentang alasan menghormati Nabi Kongzi. Murid yang belum lancar menulis dapat menggambar Nabi Kongzi atau diri mereka sedang melakukan sikap hormat, atau menceritakan secara lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang masih ingat siapa Nabi Kongzi?'
  • Observasi pengetahuan awal murid tentang kebaikan Nabi Kongzi melalui pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi selama kegiatan 'Aku Ingin Tahu': kemampuan murid menjawab pertanyaan tentang alasan menghormati Nabi Kongzi
  • Observasi selama praktik sikap menghormat: ketepatan posisi tangan, kepala, dan sikap tubuh
  • Catatan anekdot tentang kesungguhan dan sikap hormat murid selama pembelajaran

Akhir:

  • Unjuk kerja individu: murid mempraktikkan sikap menghormat kepada Nabi Kongzi (dinilai dengan rubrik)
  • Penilaian produk refleksi: gambar atau tulisan murid tentang sikap Nabi Kongzi yang akan diteladani
  • Penilaian diri: murid menjawab pertanyaan 'Apakah aku sudah bisa melakukan sikap menghormat dengan benar?'

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam tanya jawab 'Aku Ingin Tahu'
  • Observasi kemampuan murid mempraktikkan sikap menghormat (bade/bao xin bade) selama proses pembelajaran
  • Penilaian sejawat saat bermain peran di depan kelas

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid mempraktikkan sikap menghormat kepada Nabi Kongzi secara individu di akhir pembelajaran
  • Penilaian produk: lembar kerja murid (gambar atau tulisan tentang sikap Nabi Kongzi yang akan diteladani)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan alasan menghormati Nabi KongziMurid belum dapat menyebutkan alasan menghormati Nabi KongziMurid dapat menyebutkan 1 alasan menghormati Nabi Kongzi dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2 alasan menghormati Nabi Kongzi (sebagai guru rohani atau Tiān Zhī Mùduó) dengan sedikit bantuanMurid dapat menjelaskan dengan jelas alasan menghormati Nabi Kongzi sebagai guru rohani dan Tiān Zhī Mùduó tanpa bantuan
Mempraktikkan sikap menghormat (bade/bao xin bade)Murid belum dapat melakukan sikap menghormat dengan benar (posisi tangan dan kepala tidak tepat)Murid dapat melakukan sikap menghormat dengan 1-2 gerakan benar (misal: posisi tangan benar tetapi kepala belum menunduk)Murid dapat melakukan sikap menghormat dengan hampir semua gerakan benar (posisi tangan, kepala, dan sikap tubuh tepat dengan sedikit koreksi)Murid dapat melakukan sikap menghormat dengan sempurna (posisi tangan kanan mengepal ditutup telapak kiri, kepala menunduk, sikap tubuh tegak dan khusyuk) tanpa bantuan
Sikap hormat dan kesungguhanMurid belum menunjukkan sikap hormat dan kesungguhan selama pembelajaranMurid menunjukkan sikap hormat dan kesungguhan dengan bimbingan dan pengingat guruMurid menunjukkan sikap hormat dan kesungguhan saat mempraktikkan sikap menghormatMurid secara konsisten menunjukkan sikap hormat, kesungguhan, dan khusyuk selama pembelajaran dan saat mempraktikkan sikap menghormat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami alasan menghormati Nabi Kongzi sebagai guru rohani dan Tiān Zhī Mùduó?
  • Apakah demonstrasi dan bimbingan yang saya berikan cukup jelas sehingga murid dapat mempraktikkan sikap menghormat dengan benar?
  • Diferensiasi apa yang perlu saya tambahkan untuk murid yang masih kesulitan dalam praktik sikap menghormat?
  • Bagaimana cara saya memfasilitasi suasana berkesadaran dan menggembirakan agar murid lebih khusyuk dalam belajar tata ibadah?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang Nabi Kongzi?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar cara menghormat kepada Nabi Kongzi?
  • Sikap Nabi Kongzi apa yang ingin kamu tiru?
  • Apakah kamu sudah bisa melakukan sikap menghormat dengan benar?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021), halaman 109-114
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Gambar atau patung Nabi Kongzi
  4. Kitab Mengzi (kutipan ayat suci VB:1/7)
  5. Lembar kerja siswa (kertas gambar/tulis)
  6. Spidol warna atau pensil warna
  7. Video atau ilustrasi sikap menghormat (bade/bao xin bade) jika tersedia

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.