Modul AjarPertemuan 8Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Keteladanan Nabi Kongzi: Lima Laku Rendah Hati Nabi Kongzi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Keteladanan Nabi Kongzi: Lima Laku Rendah Hati Nabi Kongzi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Keteladanan Nabi Kongzi: Lima Laku Rendah Hati Nabi Kongzi

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Keteladanan Nabi Kongzi: Lima Laku Rendah Hati Nabi Kongzi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikKeteladanan Nabi Kongzi: Lima Laku Rendah Hati Nabi Kongzi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan lima laku rendah hati yang diteladankan Nabi Kongzi melalui kegiatan bernyanyi lagu gubahan 'Lima Laku Rendah Hati' dan penjelasan guru.
  2. Murid dapat mencoba menerapkan minimal satu laku rendah hati dari keteladanan Nabi Kongzi dalam perilaku sehari-hari melalui refleksi dan kegiatan 'Aku Bisa'.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian menghormati Nabi Kongzi? Mengapa?
  2. Tahukah kalian contoh teladan Nabi Kongzi yang bisa kita tiru?
  3. Pernahkah kalian menolong teman? Bagaimana perasaan kalian saat itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru menyapa murid dengan ramah dan menanyakan kabar mereka.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang ingat nama Nabi kita?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang kebaikan Nabi Kongzi?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar tentang lima laku rendah hati Nabi Kongzi yang bisa kita tiru.
  • Guru menampilkan gambar Nabi Kongzi dan mengajak murid mengamati.
  • Guru menyanyikan lagu 'Mars Kongzi' bersama murid untuk membangun suasana belajar yang menggembirakan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid membaca teks dalam buku siswa halaman 110 tentang 'Nabi Kongzi pantas kita hormati' secara bersama-sama atau bergantian.
  • Guru menjelaskan: Nabi Kongzi adalah teladan kita karena memiliki sifat-sifat mulia. Salah satunya adalah rendah hati.
  • Guru memperkenalkan konsep lima laku rendah hati dengan bahasa sederhana: ramah tamah, penuh hormat, baik hati, sederhana, dan suka mengalah.
  • Guru memberikan contoh konkret setiap laku rendah hati yang mudah dipahami murid kelas 1: ramah tamah (tersenyum dan menyapa), penuh hormat (membungkuk saat bertemu guru), baik hati (menolong teman), sederhana (tidak sombong dengan mainan baru), suka mengalah (berbagi mainan).
  • Guru mengajak murid bernyanyi lagu gubahan 'Lima Laku Rendah Hati' sambil melakukan gerakan sederhana untuk setiap laku.
  • Guru mengulang lagu 2-3 kali agar murid hafal dan memahami isi lagu dengan gembira.
  • Guru bertanya kepada murid: 'Dari kelima laku rendah hati itu, mana yang sudah pernah kalian lakukan?' untuk mengaktifkan pengetahuan awal.

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Aku Bisa' (halaman 114 buku siswa).
  • Guru membacakan pertanyaan satu per satu: 'Ketika teman terjatuh kalian akan...', 'Ketika bertemu guru kalian akan...', 'Ketika adik meminjam mainan kalian akan...'
  • Murid menjawab pertanyaan dengan menuliskan atau menggambarkan tindakan mereka (disesuaikan kemampuan menulis murid kelas 1).
  • Guru berkeliling membantu murid yang memerlukan bimbingan.
  • Murid diminta mengisi tabel checklist lima laku rendah hati (halaman 115): mencentang laku mana yang sudah mereka lakukan dan mana yang belum.
  • Guru meminta beberapa murid menceritakan pengalaman mereka menerapkan salah satu laku rendah hati.
  • Guru memberikan pujian dan penguatan positif kepada murid yang sudah mencoba menerapkan laku rendah hati.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan membuat suasana tenang.
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Dari lima laku rendah hati tadi, mana yang paling mudah kalian lakukan? Mana yang paling sulit?'
  • Guru bertanya: 'Laku rendah hati mana yang ingin kalian coba lakukan mulai hari ini?'
  • Murid berbagi refleksi mereka secara sukarela (tidak dipaksakan).
  • Guru membantu murid membuat komitmen sederhana: 'Minggu ini aku akan mencoba...' (pilih satu laku rendah hati).
  • Guru membacakan ayat suci dari Kitab Mengzi VB:1/7 tentang Nabi Kongzi sebagai Nabi segala masa dengan bahasa sederhana.
  • Guru menjelaskan bahwa dengan meniru teladan Nabi Kongzi, kita menjadi anak yang baik dan disukai banyak orang.
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi mereka dalam pembelajaran hari ini.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan kembali lima laku rendah hati (secara lisan bersama-sama atau individu).
  • Guru memberikan tugas 'Keluarga Junzi' (halaman 116): murid menceritakan tentang lima laku rendah hati kepada keluarga dan meminta bantuan keluarga mengisi tabel.
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid menyanyikan lagu 'Lima Laku Rendah Hati' sekali lagi.
  • Guru mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberi bantuan guru/teman untuk membaca teks. Murid yang sudah lancar diminta membaca dengan suara keras dan membantu teman.
  • Proses: Murid yang cepat memahami diminta membantu teman yang memerlukan bimbingan saat mengisi lembar kerja. Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberi contoh konkret lebih banyak dan bimbingan individual.
  • Produk: Murid yang belum bisa menulis boleh menggambar atau menjawab secara lisan. Murid yang sudah bisa menulis diminta menulis kalimat lengkap. Murid yang sangat lancar diminta menceritakan pengalaman lengkap dengan detail.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang Nabi Kongzi dan kebaikan-kebaikan beliau
  • Mengamati pengetahuan awal murid tentang sikap rendah hati

Proses:

  • Observasi keaktifan murid saat bernyanyi lagu 'Lima Laku Rendah Hati'
  • Pengamatan pemahaman murid saat guru menjelaskan setiap laku rendah hati
  • Penilaian proses saat murid mengisi lembar kerja dan checklist
  • Mendengarkan cerita pengalaman murid menerapkan laku rendah hati

Akhir:

  • Tes lisan: murid menyebutkan lima laku rendah hati Nabi Kongzi
  • Penilaian hasil lembar kerja 'Aku Bisa'
  • Penilaian komitmen murid untuk menerapkan minimal satu laku rendah hati

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat bernyanyi dan berdiskusi
  • Tanya jawab lisan tentang lima laku rendah hati
  • Pengamatan saat murid mengisi lembar kerja 'Aku Bisa'
  • Penilaian diri murid melalui checklist lima laku rendah hati

Sumatif:

  • Kemampuan menyebutkan lima laku rendah hati (lisan)
  • Hasil lembar kerja 'Aku Bisa'
  • Refleksi tertulis/lisan tentang laku rendah hati yang akan diterapkan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengetahuan tentang lima laku rendah hatiMurid belum dapat menyebutkan laku rendah hati Nabi Kongzi sama sekaliMurid dapat menyebutkan 1-2 laku rendah hati dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 3-4 laku rendah hati secara mandiriMurid dapat menyebutkan semua (5) laku rendah hati dan memberikan contohnya
Kemauan menerapkan laku rendah hatiMurid belum menunjukkan kemauan untuk menerapkan laku rendah hatiMurid mulai tertarik untuk mencoba satu laku rendah hati dengan bimbinganMurid berkomitmen mencoba menerapkan minimal satu laku rendah hati dalam kehidupan sehari-hariMurid antusias dan berkomitmen menerapkan beberapa laku rendah hati serta dapat menceritakan pengalamannya
Partisipasi dalam pembelajaranMurid tidak terlibat dalam kegiatan bernyanyi dan diskusiMurid mengikuti kegiatan tetapi masih pasifMurid aktif bernyanyi, menjawab pertanyaan, dan mengisi lembar kerjaMurid sangat aktif, berinisiatif berbagi pengalaman, dan membantu teman
Kemampuan refleksi diriMurid belum mampu merefleksikan perilaku dirinyaMurid mulai menyadari perilaku dirinya dengan banyak bantuan guruMurid dapat merefleksikan perilaku dirinya dan mengidentifikasi laku rendah hati yang sudah/belum dilakukanMurid dapat merefleksikan diri secara mendalam dan membuat rencana perbaikan konkret

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep lima laku rendah hati dengan jelas?
  • Kegiatan mana yang paling efektif untuk membantu murid memahami materi?
  • Apakah metode bernyanyi berhasil membuat pembelajaran menggembirakan?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang Nabi Kongzi?
  • Laku rendah hati mana yang paling mudah kamu lakukan?
  • Laku rendah hati mana yang ingin kamu coba mulai hari ini?
  • Apa yang kamu rasakan saat belajar tentang teladan Nabi Kongzi?
  • Apakah kamu senang belajar hari ini? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 110-116)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1
  3. Gambar Nabi Kongzi
  4. Kitab Sishu (Mengzi VB:1/7)
  5. Lagu gubahan 'Lima Laku Rendah Hati'
  6. Lagu 'Mars Kongzi'
  7. Peralatan pemutar suara/speaker
  8. Lembar kerja 'Aku Bisa'
  9. Tabel checklist lima laku rendah hati
  10. Spidol/krayon untuk murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.