Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Junzi di Rumah: Melatih Kemandirian sebagai Wujud Bakti

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Junzi di Rumah: Melatih Kemandirian sebagai Wujud Bakti". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1: Junzi di Rumah: Melatih Kemandirian sebagai Wujud Bakti

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Junzi di Rumah: Melatih Kemandirian sebagai Wujud Bakti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikJunzi di Rumah: Melatih Kemandirian sebagai Wujud Bakti
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan sikap hidup mandiri (mandi, berpakaian, memakai sepatu sendiri) sebagai salah satu wujud tanggung jawab diri seorang Junzi di rumah.
  2. Murid dapat memahami pentingnya peranan orang tua dalam kehidupan anak sebagai dasar sikap bakti seorang Junzi kepada orang tua.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian sudah bisa mandi sendiri di pagi hari sebelum berangkat sekolah?
  2. Siapa yang membantu kalian setiap hari di rumah? Apa yang ayah dan ibu lakukan untuk kalian?
  3. Bagaimana perasaan kalian jika bisa melakukan sesuatu sendiri tanpa dibantu orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan doa dan salam, menciptakan suasana tenang dan penuh kesadaran.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang tadi pagi mandi sendiri?' 'Siapa yang memakai sepatu sendiri?' sambil mengamati respons dan antusiasme murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar menjadi anak mandiri seperti Junzi dan memahami betapa pentingnya ayah dan ibu dalam hidup kita.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang kemandirian dan peran orang tua.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep Junzi sebagai anak baik yang mandiri dan berbakti, menggunakan bahasa sederhana dan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari.
  • Guru menampilkan gambar atau poster kegiatan mandiri di rumah: mandi sendiri, memakai pakaian sendiri, memakai sepatu sendiri, merapikan mainan.
  • Murid mengamati gambar-gambar tersebut dan guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Apa yang dilakukan anak di gambar ini?' 'Apakah kalian juga melakukannya?'
  • Guru menceritakan secara singkat pentingnya peran ayah dan ibu dalam mengurus anak setiap hari (memberi makan, menjaga, mengajarkan) sebagai dasar sikap bakti.
  • Guru mengajak murid merenungkan: 'Kalau kita bisa mandiri, apakah ayah dan ibu akan senang? Kenapa?'
  • Guru memperkenalkan kosakata Hanyu: 妈妈 (māma - ibu) dan 爸爸 (bàba - ayah), murid melafalkan bersama-sama dengan penuh semangat.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) untuk bermain peran sederhana tentang kegiatan mandiri di rumah.
  • Setiap kelompok memilih satu aktivitas mandiri (mandi, berpakaian, memakai sepatu, merapikan mainan) untuk diperagakan di depan kelas.
  • Murid mempraktikkan gerakan-gerakan kemandirian tersebut dengan penuh semangat dan kegembiraan.
  • Guru membagikan lembar kerja bergambar: murid memberi tanda centang (√) pada kegiatan mandiri yang sudah mereka lakukan di rumah.
  • Murid menggambar atau mewarnai gambar anak berbakti yang sedang membantu orang tua atau melakukan kegiatan mandiri.
  • Guru memfasilitasi murid untuk bercerita singkat (1-2 kalimat) tentang pengalaman mereka membantu orang tua atau melakukan kegiatan mandiri di rumah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dalam lingkaran dan merefleksikan kegiatan hari ini dengan pertanyaan terbuka: 'Apa yang kalian rasakan saat bisa melakukan sesuatu sendiri?'
  • Murid menyebutkan satu kegiatan mandiri yang akan mereka lakukan besok pagi di rumah sebagai komitmen pribadi.
  • Guru memandu murid mengucapkan terima kasih kepada ayah dan ibu dalam hati (momen hening sejenak) sebagai wujud kesadaran akan bakti.
  • Murid menuliskan atau menggambar satu perbuatan bakti di rumah yang akan dilakukan minggu ini pada lembar 'Perilaku Bakti Junzi di Rumah'.
  • Guru memberikan apresiasi positif kepada setiap murid atas partisipasi dan komitmen mereka.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyebutkan satu kegiatan mandiri yang akan mereka lakukan dan alasannya.
  • Guru memberikan penguatan: 'Menjadi mandiri adalah salah satu cara kita berbakti kepada ayah dan ibu. Seorang Junzi adalah anak yang mandiri dan menghargai orang tuanya.'
  • Guru memberikan tugas rumah: Murid membuat daftar perilaku bakti di rumah selama satu minggu dan meminta orang tua menandatanganinya sebagai bentuk komunikasi guru-orang tua.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam, serta mengingatkan murid untuk mempraktikkan kemandirian di rumah.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum bisa membaca, guru menggunakan lebih banyak gambar dan simbol visual. Untuk murid yang sudah lancar, guru menambahkan bacaan singkat tentang kisah anak berbakti.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan lebih mendapat pendampingan intensif saat bermain peran dan mengisi lembar kerja. Murid yang cepat memahami diminta membantu teman atau membuat gerakan kreativitas tambahan dalam peran.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk ekspresi: menggambar, mewarnai, atau bercerita lisan tentang kegiatan mandiri mereka. Murid yang sudah mampu menulis boleh menuliskan kalimat sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pembelajaran untuk mengukur pengalaman awal murid tentang kemandirian: 'Siapa yang tadi pagi mandi sendiri?' 'Siapa yang memakai sepatu sendiri?' dan mengamati respons murid.
  • Guru mencatat jumlah murid yang sudah terbiasa melakukan kegiatan mandiri sebagai data awal kemampuan.

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif murid saat diskusi tentang gambar kegiatan mandiri dan peran orang tua.
  • Pengamatan saat murid bermain peran: apakah murid dapat mempraktikkan gerakan kemandirian dengan tepat dan percaya diri.
  • Tanya jawab individu atau kelompok kecil saat murid mengisi lembar kerja untuk memastikan pemahaman konsep.
  • Pengamatan ekspresi dan antusiasme murid saat bercerita tentang pengalaman mereka membantu orang tua.

Akhir:

  • Penilaian lisan: murid diminta menyebutkan minimal satu kegiatan mandiri yang akan dilakukan besok dan menjelaskan mengapa itu penting (mengukur pemahaman dan komitmen).
  • Penilaian produk: lembar kerja checklist kegiatan mandiri dan gambar anak berbakti dinilai berdasarkan kelengkapan dan kesesuaian.
  • Penilaian sikap: pengamatan keseluruhan partisipasi, kesungguhan, dan sikap hormat murid selama pembelajaran.
  • Tugas rumah sebagai asesmen lanjutan: daftar perilaku bakti selama satu minggu untuk mengukur penerapan konsep di kehidupan nyata.

Formatif:

  • Observasi sikap dan partisipasi murid saat diskusi dan bermain peran
  • Tanya jawab lisan tentang kegiatan mandiri dan peran orang tua
  • Pengamatan saat murid mengisi lembar kerja checklist kegiatan mandiri

Sumatif:

  • Penilaian produk: lembar kerja bergambar dan daftar perilaku bakti
  • Penilaian kinerja: praktik bermain peran kegiatan mandiri
  • Penilaian diri: murid menyebutkan komitmen kegiatan mandiri yang akan dilakukan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep kemandirian sebagai wujud baktiMurid belum dapat menyebutkan kegiatan mandiri dan belum memahami hubungannya dengan sikap bakti kepada orang tuaMurid dapat menyebutkan 1 kegiatan mandiri tetapi belum memahami hubungannya dengan sikap bakti kepada orang tuaMurid dapat menyebutkan 2-3 kegiatan mandiri dan mulai memahami bahwa kemandirian membuat orang tua senangMurid dapat menyebutkan 3 atau lebih kegiatan mandiri dan menjelaskan dengan baik bahwa kemandirian adalah wujud bakti dan tanggung jawab Junzi
Pemahaman pentingnya peran orang tuaMurid belum dapat menjelaskan peran orang tua dalam kehidupannyaMurid dapat menyebutkan 1 peran orang tua (misalnya memberi makan) tetapi belum menunjukkan apresiasiMurid dapat menyebutkan 2-3 peran orang tua dan mulai menunjukkan apresiasi secara verbalMurid dapat menjelaskan berbagai peran orang tua dengan detail dan menunjukkan apresiasi melalui ucapan dan sikap hormat
Keterampilan mempraktikkan kemandirian (bermain peran)Murid belum dapat memeragakan kegiatan mandiri dengan benar dan memerlukan bantuan penuhMurid dapat memeragakan kegiatan mandiri dengan bimbingan guru dan masih ragu-raguMurid dapat memeragakan kegiatan mandiri dengan cukup baik dan mulai percaya diriMurid dapat memeragakan kegiatan mandiri dengan lancar, percaya diri, dan menunjukkan antusiasme
Sikap dan partisipasi dalam pembelajaranMurid pasif, tidak mengikuti kegiatan, dan tidak menunjukkan minatMurid mengikuti kegiatan dengan bimbingan tetapi partisipasinya masih minimalMurid aktif mengikuti sebagian besar kegiatan dan menunjukkan minatMurid sangat aktif, antusias, dan menunjukkan inisiatif dalam seluruh kegiatan pembelajaran

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep kemandirian sebagai wujud bakti kepada orang tua?
  • Kegiatan mana yang paling efektif membangkitkan antusiasme dan pemahaman murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam fasilitasi bermain peran agar lebih bermakna?
  • Bagaimana cara saya meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pembiasaan kemandirian di rumah?

Refleksi Murid:

  • Kegiatan mandiri apa yang sudah bisa kamu lakukan sendiri hari ini?
  • Apa yang kamu rasakan saat bisa melakukan sesuatu sendiri tanpa dibantu?
  • Bagaimana kamu bisa menunjukkan terima kasih kepada ayah dan ibu?
  • Kegiatan apa yang paling kamu sukai hari ini? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021), halaman 41-48
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021), halaman 71-79
  3. Gambar atau poster kegiatan mandiri anak di rumah (mandi, berpakaian, memakai sepatu, merapikan mainan)
  4. Lembar kerja bergambar checklist kegiatan mandiri
  5. Lembar 'Perilaku Bakti Junzi di Rumah' untuk catatan mingguan
  6. Kartu kata Hanyu: 妈妈 (māma) dan 爸爸 (bàba)
  7. Alat peraga sederhana untuk bermain peran (baju, sepatu, handuk mainan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.