MODUL AJAR Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Junzi di Rumah: Hormat dan Bakti kepada Orang Tua INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Junzi di Rumah: Hormat dan Bakti kepada Orang Tua |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menunjukkan sikap hormat dan santun kepada orang tua sebagai wujud perilaku bakti seorang Junzi di rumah sesuai tuntunan Lunyu XII:1
- Murid dapat membedakan contoh tindakan anak yang berbakti dan tidak berbakti kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari di rumah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa yang paling kalian sayangi di rumah?
- Apa yang kalian lakukan untuk membuat ayah dan ibu senang?
- Menurutmu, anak yang baik itu seperti apa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama dan mengucap salam 'Wéi Dé Dòng Tiān'
- Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: belajar tentang sikap hormat dan bakti kepada orang tua sebagai seorang Junzi di rumah
- Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang tadi pagi membantu ibu atau ayah di rumah? Apa yang kalian lakukan?'
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Menurutmu, apa yang membuat ayah dan ibu senang dengan kita?'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep Junzi sebagai anak yang baik dan menghormati orang tua, dengan bahasa sederhana sesuai usia kelas 1
- Guru membacakan dan menjelaskan ayat Lunyu XII:1 tentang empat pantangan (jangan melihat, mendengar, berkata, dan melakukan yang tidak susila) sebagai pedoman perilaku Junzi
- Guru menunjukkan gambar atau poster anak yang sedang membantu orang tua (merapikan mainan, mandi sendiri, memakai sepatu sendiri) dan anak yang tidak membantu orang tua
- Murid mengamati gambar-gambar tersebut dengan penuh perhatian dan kesadaran (berkesadaran)
- Guru mengajak murid menyebutkan contoh perbuatan berbakti: hormat pada orang tua, membantu pekerjaan rumah, berlaku mandiri, menaati nasihat orang tua
- Murid mendengarkan cerita sederhana tentang anak yang berbakti kepada orang tua di rumah dan mengaitkan dengan pengalaman mereka sendiri (bermakna)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan lembar kerja bergambar yang menampilkan berbagai tindakan anak di rumah (berbakti dan tidak berbakti)
- Murid diminta memberi tanda centang (√) pada gambar anak yang berbakti dan tanda silang (X) pada gambar anak yang tidak berbakti
- Murid melakukan permainan peran berpasangan: satu menjadi anak dan satu menjadi orang tua, memeragakan sikap hormat dan membantu orang tua di rumah (menggembirakan)
- Guru membimbing murid mempraktikkan gerakan empat pantangan dari Lunyu XII:4 sambil mengucapkan 'yang tidak susila jangan dilihat, jangan didengar, jangan diucapkan, jangan dilakukan'
- Murid menuliskan atau menggambar satu kegiatan mandiri yang bisa mereka lakukan di rumah sebagai wujud bakti (mandi sendiri, merapikan mainan, memakai sepatu sendiri)
- Murid belajar melafalkan kata Mandarin: 爸爸 (bàba/ayah) dan 妈妈 (māma/ibu) dengan menggembirakan
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi bersama
- Murid diminta menceritakan satu hal yang sudah mereka lakukan untuk membantu orang tua di rumah dan bagaimana perasaan mereka saat melakukannya
- Guru memberikan umpan balik positif dan menghargai setiap cerita murid (menggembirakan)
- Murid mengisi tabel sederhana 'Perilaku Bakti Junzi di Rumah' dengan mencentang kegiatan mandiri yang sudah dan belum mereka lakukan
- Guru membimbing murid menetapkan satu target tindakan berbakti yang akan mereka lakukan minggu ini di rumah (berkesadaran)
- Murid diminta merefleksi: 'Apa yang aku pelajari hari ini? Apa yang akan aku lakukan untuk membuat ayah dan ibu senang?'
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan menanyakan kembali contoh sikap berbakti dan tidak berbakti kepada orang tua
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya hormat dan bakti kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian (天)
- Murid bersama guru menyimpulkan pembelajaran: Junzi adalah anak yang hormat, santun, dan berbakti kepada orang tua dengan membantu dan bersikap mandiri di rumah
- Guru memberikan tugas rumah: membuat daftar perbuatan bakti yang akan dilakukan selama satu minggu di rumah (Lembar 'Perilaku Bakti Junzi di Rumah')
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan ucapan 'Xiè xiè lǎoshī' (terima kasih guru)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat dapat membaca sendiri cerita tentang anak berbakti dari buku siswa, sedangkan murid yang lambat dibimbing guru membaca dengan menunjuk gambar
- Proses: Murid yang lambat mendapat bimbingan individual saat mengisi lembar kerja dan diberi contoh konkret lebih banyak. Murid yang cepat diminta menyebutkan lebih banyak contoh perilaku bakti dari pengalaman mereka sendiri
- Produk: Murid yang cepat diminta menggambar dan menulis 3-5 kegiatan bakti, sedangkan murid yang lambat cukup menggambar 1-2 kegiatan atau menempel stiker gambar yang sudah disediakan
ASESMENAwal:- Guru bertanya kepada murid: 'Siapa yang tadi pagi membantu ibu atau ayah di rumah? Apa yang kalian lakukan?' untuk mengetahui pemahaman awal dan pengalaman murid tentang membantu orang tua
- Guru menanyakan: 'Apa yang membuat ayah dan ibu senang dengan kita?' untuk mengidentifikasi persepsi awal murid tentang sikap bakti
Proses:- Observasi saat murid mengamati dan membedakan gambar anak berbakti dan tidak berbakti
- Penilaian kinerja saat murid melakukan permainan peran menunjukkan sikap hormat kepada orang tua
- Penilaian hasil kerja murid saat mengisi lembar kerja dengan memberi tanda centang dan silang pada gambar
- Umpan balik langsung dari guru selama murid mempraktikkan gerakan empat pantangan
Akhir:- Guru menanyakan kembali: 'Coba sebutkan contoh anak yang berbakti dan tidak berbakti kepada orang tua!' untuk mengukur pemahaman akhir
- Penilaian produk gambar atau tulisan kegiatan mandiri yang akan dilakukan murid sebagai wujud bakti
- Penilaian refleksi diri murid saat menceritakan hal yang sudah dilakukan untuk membantu orang tua dan target tindakan ke depan
- Penilaian sikap melalui pengisian tabel 'Perilaku Bakti Junzi di Rumah' dengan jujur
Formatif:- Observasi sikap dan partisipasi murid saat mengamati gambar dan mendengarkan penjelasan
- Penilaian kinerja saat murid melakukan permainan peran dan mempraktikkan gerakan empat pantangan
- Penilaian hasil lembar kerja membedakan gambar anak berbakti dan tidak berbakti
Sumatif:- Penilaian produk: gambar atau tulisan kegiatan mandiri sebagai wujud bakti
- Penilaian lisan: murid menceritakan contoh sikap berbakti dan tidak berbakti kepada orang tua
- Penilaian sikap melalui pengisian tabel 'Perilaku Bakti Junzi di Rumah' dan komitmen target tindakan
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman konsep bakti dan hormat kepada orang tua | Belum dapat menyebutkan contoh sikap hormat atau bakti kepada orang tua | Dapat menyebutkan 1 contoh sikap hormat atau bakti kepada orang tua dengan bantuan guru | Dapat menyebutkan 2-3 contoh sikap hormat dan bakti kepada orang tua secara mandiri | Dapat menyebutkan lebih dari 3 contoh sikap hormat dan bakti kepada orang tua serta menjelaskan alasannya | | Kemampuan membedakan tindakan berbakti dan tidak berbakti | Belum dapat membedakan tindakan anak yang berbakti dan tidak berbakti | Dapat membedakan 1-2 tindakan berbakti dan tidak berbakti dengan bantuan guru | Dapat membedakan 3-4 tindakan berbakti dan tidak berbakti secara mandiri dengan tepat | Dapat membedakan semua tindakan berbakti dan tidak berbakti dengan tepat serta memberikan alasan | | Sikap dan keterampilan menunjukkan hormat dan bakti | Belum dapat menunjukkan sikap hormat dan santun dalam permainan peran atau praktik | Dapat menunjukkan 1 sikap hormat atau santun dalam permainan peran dengan bimbingan | Dapat menunjukkan 2-3 sikap hormat dan santun dalam permainan peran secara mandiri | Dapat menunjukkan sikap hormat dan santun secara konsisten dan ekspresif dalam permainan peran serta memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari | | Kemandirian dalam melakukan kegiatan di rumah | Belum dapat menyebutkan atau menggambarkan kegiatan mandiri yang bisa dilakukan | Dapat menyebutkan atau menggambar 1 kegiatan mandiri sebagai wujud bakti dengan bantuan | Dapat menggambar atau menuliskan 2-3 kegiatan mandiri yang sudah atau akan dilakukan sebagai wujud bakti | Dapat menggambar atau menuliskan lebih dari 3 kegiatan mandiri dan berkomitmen melaksanakannya dengan penuh kesadaran |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid dapat memahami konsep bakti dan hormat kepada orang tua sesuai tuntunan Lunyu XII:1?
- Apakah metode pembelajaran (cerita, gambar, permainan peran) efektif membantu murid membedakan tindakan berbakti dan tidak berbakti?
- Apakah prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sudah diterapkan dalam setiap tahap pembelajaran?
- Bagaimana cara meningkatkan diferensiasi agar semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran?
- Apakah asesmen yang dilakukan sudah cukup mengukur pemahaman dan sikap murid?
Refleksi Murid:- Apa yang aku pelajari hari ini tentang menjadi anak Junzi di rumah?
- Apa contoh perbuatan bakti yang sudah aku lakukan di rumah?
- Apa yang akan aku lakukan minggu ini untuk membuat ayah dan ibu senang?
- Bagaimana perasaanku saat belajar hari ini? Apa yang paling menyenangkan?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021), Pelajaran 2 halaman 40-47
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021), Pelajaran 2 halaman 71-72
- Kitab Lunyu XII:1 dan XII:4 (empat pantangan)
- Gambar atau poster anak melakukan kegiatan di rumah (merapikan mainan, mandi sendiri, membantu orang tua, memakai sepatu sendiri)
- Lembar kerja bergambar untuk membedakan tindakan berbakti dan tidak berbakti
- Kartu lafal Mandarin: 爸爸 (bàba) dan 妈妈 (māma)
- Lembar 'Perilaku Bakti Junzi di Rumah' untuk refleksi dan target tindakan mingguan
|