Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 2: Aku Seorang Junzi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 2 "Aku Seorang Junzi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 2: Aku Seorang Junzi

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Aku Seorang Junzi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 2 — Aku Seorang Junzi
Alokasi Waktu15 JP (15 x 35 menit = 525 menit)
Jumlah Pertemuan5
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.2.1 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian di lingkungan rumah
  2. TP 1.2.2 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas saat belajar dan berkegiatan
  3. TP 1.2.3 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari
  4. TP 1.2.4 Menerapkan sikap toleransi dengan teman di lingkungan sekolah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah wakil Tian (Tuhan) yang merawat dan mengasihi kita di rumah?
  2. Apa yang kamu lakukan saat ayah dan ibu memanggil namamu atau memberikan nasihat?
  3. Kapan saja kita membiasakan diri untuk berdoa kepada Tian setiap hari?
  4. Bagaimana posisi tangan bao xin ba de yang benar saat kita berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas?
  5. Apa saja kebutuhan diri sendiri yang sudah bisa kalian lakukan tanpa bantuan orang tua?
  6. Mengapa seorang Junzi cilik harus bertanggung jawab merawat dan menyiapkan kebutuhannya sendiri?
  7. Bagaimana sikap kita saat melihat teman di kelas memiliki perbedaan dengan kita?
  8. Apa yang kita lakukan agar selalu rukun dan tidak bertengkar dengan teman di sekolah?
  9. Bagaimana sikap kita saat berdoa kepada Tian dan Nabi Kongzi di kelas?
  10. Apa yang kita lakukan agar alat belajar kita tetap rapi dan rukun saat berbagi bersama teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Sikap Bakti dan Hormat kepada Orang Tua sebagai Wujud Hormat kepada Tian di Lingkungan Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian di lingkungan rumah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam berbudi luhur 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', dilanjutkan dengan pembacaan doa pembuka belajar bersama (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran serta mengajak murid menyanyikan lagu anak Khonghucu 'Bundaku' untuk membangkitkan suasana gembira dan fokus (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 3 pertanyaan pemetaan tentang sikap anak berbakti di rumah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan bergambar dari guru mengenai orang tua sebagai wakil Tian di dunia, sehingga bersikap bakti kepada orang tua di rumah merupakan wujud nyata bakti dan hormat kepada Tian (10 menit).
  • Murid mengamati dan mengidentifikasi 4 gambar situasi tindakan anak di rumah yang ditunjukkan guru: (1) mendengarkan nasihat ayah dan ibu dengan tenang, (2) membantah saat dipanggil orang tua, (3) menyapa dan berpamitan dengan membungkukkan badan saat hendak berangkat, (4) mengabaikan perintah ibu (acuan tindakan bakti: gambar 1 dan 3; bukan bakti: gambar 2 dan 4) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan simulasi peran 'Aku Anak Berbakti Menghormati Tian' secara berpasangan di depan kelas untuk menerapkan 3 tindakan konkret: (1) bersikap hormat saat berpamitan kepada orang tua, (2) menjawab dengan santun 'Ya, Ayah/Ibu' saat dipanggil, dan (3) membantu merapikan perlengkapan rumah sederhana (25 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Bergambar 'Pilihan Anak Berbakti', yaitu memberi tanda centang (√) pada 4 gambar perilaku bakti di rumah dan tanda silang (X) pada perilaku tidak berbakti: Butir 1: Anak memberi salam dan membungkuk hormat kepada ibu (Kunci: √); Butir 2: Anak cemberut dan menolak nasihat ayah (Kunci: X); Butir 3: Anak segera menghampiri saat dipanggil orang tua (Kunci: √); Butir 4: Anak membantu ibu membereskan mainan sendiri (Kunci: √) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara bergiliran menyatakan satu perbuatan hormat kepada orang tua yang akan langsung dipraktikkan setibanya di rumah hari ini sebagai wujud hormat kepada Tian (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil penerapan sikap bakti murid serta membagikan tabel kartu kendali pembiasaan laku bakti di rumah untuk diparaf orang tua (5 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam peneguhan 'Huang Tian Si De' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret dengan teks sederhana bagi murid yang masih tahap awal membaca, serta lembar narasi bergambar bagi murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) pada murid yang masih ragu memeragakan salam hormat, dan memberikan kesempatan memimpin simulasi bagi murid yang sudah percaya diri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan penerapan sikap bakti melalui demonstrasi ragawi salam hormat langsung atau penandaan tepat pada lembar kerja bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan awal (3 pertanyaan): (1) 'Siapa wakil Tian di dunia bagi anak-anak?' (acuan jawaban: orang tua / ayah dan ibu); (2) 'Bagaimana sikap tubuhmu saat berpamitan kepada orang tua?' (acuan jawaban: membungkukkan badan / memberi salam / mencium tangan / berpamitan santun); (3) 'Apa yang kamu lakukan jika ayah atau ibu memanggil namamu?' (acuan jawaban: segera menjawab ya / segera menghampiri, tidak membantah).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja simulasi peran: mengamati ketepatan gestur hormat (membungkuk santun), ketepatan kata panggilan santun kepada orang tua, dan kesediaan mematuhi nasihat tanpa membantah.
  • Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Bergambar 'Pilihan Anak Berbakti' 4 butir (Kunci: Butir 1 = √, Butir 2 = X, Butir 3 = √, Butir 4 = √).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir (2 butir): (1) 'Mengapa kita wajib berbakti dan hormat kepada orang tua?' (kriteria penerimaan: karena orang tua merawat/mengasihi kita atau sebagai wakil Tian); (2) 'Sebutkan 2 contoh tindakan bakti di rumah hari ini!' (kriteria penerimaan: menyebutkan 2 tindakan nyata seperti memberi salam, mendengarkan nasihat, atau membantu pekerjaan rumah).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi penerapan sikap hormat dan patuh kepada orang tua di rumah
  • Pemeriksaan lembar kerja penandaan tindakan berbakti (4 butir)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Sikap Bakti dan Hormat kepada Orang Tua di RumahBelum mampu menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua baik dalam simulasi maupun lembar kerja (benar 0-1 butir lembar kerja).Mampu menerapkan 1 sikap bakti dan hormat kepada orang tua dalam simulasi dengan bimbingan penuh guru, atau menjawab benar 2 butir pada lembar kerja.Mampu menerapkan 2-3 sikap bakti dan hormat kepada orang tua (memberi salam hormat, merespons panggilan dengan santun, membantu orang tua) secara mandiri dalam simulasi, serta menjawab benar minimal 3 dari 4 butir lembar kerja (acuan: Butir 1 = √, Butir 2 = X, Butir 3 = √, Butir 4 = √).Mampu menerapkan seluruh sikap bakti dan hormat kepada orang tua secara konsisten dan mandiri dalam seluruh skenario simulasi tanpa ragu, serta menjawab benar seluruh 4 butir lembar kerja (acuan: Butir 1 = √, Butir 2 = X, Butir 3 = √, Butir 4 = √).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah peragaan peran membantu murid Fase A memahami penerapan nyata sikap bakti sebagai wujud hormat kepada Tian?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama simulasi dan apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi tindakan anak berbakti?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar mempraktikkan sikap hormat kepada orang tua hari ini?
  • Sikap bakti apa yang paling ingin kamu tunjukkan kepada ayah dan ibu setibanya di rumah nanti?

Pertemuan 2 — Menerapkan Pembiasaan Berdoa sebelum Maupun Sesudah Beraktivitas saat Belajar dan Berkegiatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas saat belajar dan berkegiatan

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam pembuka, menyapa murid, serta mengajak bernyanyi bersama lagu rohani 'Sinar Pancaran' untuk menciptakan suasana kelas yang ceria dan siap belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai kebiasaan waktu berdoa: guru mengajukan pertanyaan kapan saja doa dipanjatkan dalam kegiatan sehari-hari (acuan jawaban: sebelum dan sesudah belajar, sebelum makan, sebelum tidur/bangun tidur) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan demonstrasi peragaan sikap tangan berdoa 'bao xin ba de' (tangan kanan di dalam mengepal didekap tangan kiri di luar membentuk karakter Ren di depan dada/ulu hati) serta membaca lafal doa syukur singkat: 'Kehadirat Tian Yang Maha Esa, terpujilah bimbingan-Nya, Shanzai' (15 menit).
  • Murid mengamati 4 kartu ilustrasi kegiatan sehari-hari yang ditunjukkan guru: Kartu 1 (anak duduk siap membuka buku pelajaran di kelas), Kartu 2 (anak merapikan buku setelah selesai belajar), Kartu 3 (anak bersiap sarapan di meja makan), dan Kartu 4 (anak bersiap tidur malam di kasur), lalu menandai waktu pelaksanaan doa pada setiap kartu (acuan: Kartu 1 = berdoa sebelum belajar, Kartu 2 = berdoa sesudah belajar, Kartu 3 = berdoa sebelum makan, Kartu 4 = berdoa sebelum tidur) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid melakukan permainan simulasi 'Lonceng Doa Junzi': saat guru membunyikan lonceng dan memperlihatkan Kartu 1 atau Kartu 3, murid serentak berdiri tenang mempraktikkan sikap tangan bao xin ba de dan melafalkan doa pembuka kegiatan secara khidmat; saat diperlihatkan Kartu 2 atau Kartu 4, murid mempraktikkan sikap doa penutup kegiatan (25 menit).
  • Murid secara mandiri atau berpasangan bergantian mempraktikkan 2 rutinitas langsung di kelas, yaitu: (1) berdoa sebelum memulai aktivitas belajar di kelas, dan (2) berdoa sesudah menyelesaikan aktivitas belajar di kelas dengan posisi tangan bao xin ba de yang tepat dan khusyuk (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengisi lembar refleksi visual pembiasaan berdoa mandiri dengan memberi tanda centang pada 3 gambar aktivitas yang sudah biasa mereka doakan: berdoa sebelum/sesudah belajar, berdoa sebelum makan, dan berdoa sebelum tidur (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali pentingnya membiasakan berdoa sebelum dan sesudah berkegiatan sebagai wujud syukur seorang Junzi kepada Tian (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan perilaku, menginformasikan bahwa pembiasaan berdoa ini akan terus diamati dalam kegiatan kelas berikutnya, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama sesudah belajar dengan sikap tangan bao xin ba de yang tertib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar langkah posisi jari tangan bao xin ba de bagi murid yang masih membutuhkan bantuan visual konkret.
  • Proses: Murid yang sudah lancar melafalkan doa secara mandiri memimpin doa di kelompok kecil, sedangkan murid yang masih ragu didampingi guru dengan menirukan lafal frasa per frasa.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pembiasaan berdoa melalui unjuk peragaan langsung bersikap bao xin ba de atau memilih kartu waktu berdoa yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Kapan saja anak Junzi membiasakan diri berdoa kepada Tian?' (Acuan jawaban benar: murid menyebutkan minimal 2 waktu berkegiatan, seperti: sebelum/sesudah belajar, sebelum makan, atau sebelum tidur).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja selama simulasi dan latihan kelas yang mengamati 2 indikator: (1) ketepatan mempraktikkan sikap tangan bao xin ba de (tangan kanan mengepal di dalam, didekap tangan kiri di luar di depan dada), dan (2) konsistensi menerapkan doa sebelum serta sesudah aktivitas belajar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pembiasaan di akhir pertemuan melalui unjuk sikap doa penutup: murid mempraktikkan sikap doa sesudah belajar secara serentak dan khusyuk sesuai acuan peragaan bao xin ba de.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja sikap tangan bao xin ba de dan ketepatan membiasakan doa sebelum maupun sesudah belajar/berkegiatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Pembiasaan Berdoa Sebelum dan Sesudah BeraktivitasBelum mampu mempraktikkan sikap tangan bao xin ba de dan belum membiasakan doa sebelum maupun sesudah aktivitas belajar tanpa bimbingan penuh guru.Mampu mempraktikkan sikap tangan bao xin ba de namun posisi jari/tangan masih terbalik atau hanya berdoa pada 1 waktu (sebelum atau sesudah aktivitas saja) dengan arahan guru.Mampu mempraktikkan sikap tangan bao xin ba de dengan posisi tepat serta tertib membiasakan berdoa sebelum DAN sesudah aktivitas belajar dengan sedikit arahan.Mampu mempraktikkan sikap tangan bao xin ba de dengan tepat, khusyuk, serta konsisten menerapkan pembiasaan berdoa sebelum DAN sesudah aktivitas belajar secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode simulasi permainan 'Lonceng Doa Junzi' efektif membantu murid Fase A memahami saat yang tepat untuk berdoa?
  • Bagaimana tingkat kekhusyukan dan kemandirian murid saat melakukan sikap tangan bao xin ba de?

Murid:

  • Apakah kamu merasa tenang dan gembira saat berdoa dengan sikap bao xin ba de sebelum belajar?
  • Kapan kamu akan berdoa lagi di rumah setelah pulang sekolah nanti?

Pertemuan 3 — Menerapkan Sikap Tanggung Jawab terhadap Kebutuhan Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam pembuka khas Khonghucu 'Wei De Dong Tian' dan murid membalas 'Xian You Yi De', dilanjutkan dengan berdoa bersama (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid serta kesiapan fisik dan kerapian perlengkapan belajar di atas meja (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan tentang 4 tindakan mandiri merawat kebutuhan diri: (1) mandi sendiri, (2) memakai seragam sendiri, (3) memakai sepatu sendiri, dan (4) merapikan tempat tidur sendiri, dengan meminta murid mengacungkan jempol ke atas jika sudah mandiri dan jempol ke samping jika masih dibantu (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan karakter Junzi (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 4 kartu bergambar aktivitas pemenuhan kebutuhan diri sendiri: (1) anak mandi dan menggosok gigi sendiri, (2) anak memakai pakaian dan sepatu sendiri, (3) anak makan sendiri dengan tertib, dan (4) anak merapikan mainan serta alat tulisnya sendiri (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai pentingnya seorang Junzi bertanggung jawab atas tubuh dan kebutuhannya sendiri sebagai wujud menjaga karunia Tian dan meringankan tugas orang tua di rumah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan simulasi interaktif 'Tantangan Junzi Mandiri', di mana setiap murid diberi tantangan fisik di kelas untuk mempraktikkan langsung 2 tindakan nyata kemandirian: (1) melipat jaket/rompi seragam secara rapi dan meletakkannya di atas meja, serta (2) membuka dan memasang kembali sepatu/kaus kaki mereka sendiri secara mandiri tanpa bantuan guru atau teman (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri bergambar dengan memberi tanda centang (√) pada tindakan tanggung jawab mandiri dan tanda silang (X) pada tindakan yang masih bergantung/manja pada 4 butir situasi berikut: Butir 1: 'Mandi dan menggosok gigi sendiri tanpa disuruh' (Acuan: Centang √); Butir 2: 'Menangis meminta disuapi makan saat sudah besar' (Acuan: Silang X); Butir 3: 'Memakai sepatu dan menalikan sendiri' (Acuan: Centang √); Butir 4: 'Meninggalkan mainan berserakan di lantai kamar agar dirapikan ibu' (Acuan: Silang X) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dan guru memeriksa bersama hasil lembar kerja dan peragaan, kemudian murid menyadari tindakan mana yang sudah berhasil mereka lakukan secara mandiri dan mana yang masih membutuhkan latihan di rumah (15 menit).
  • Murid diajak mengungkapkan tekad sederhana untuk membiasakan satu tindakan mandiri baru di rumah mulai hari ini (misalnya menyiapkan tas sekolah sendiri) demi menjadi Junzi yang bertanggung jawab (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali makna tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri sebagai ciri anak Junzi (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha mandiri murid selama kegiatan simulasi, menginformasikan topik pertemuan berikutnya (sikap toleransi di sekolah), dan menutup pembelajaran dengan doa penutup serta salam 'Huang Yi Shang Di, Shan Zai' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna berukuran besar untuk murid visual dan kartu kata bantu bagi murid yang sudah mulai lancar membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan bertahap (scaffolding) pada peragaan melipat atau memakai sepatu bagi murid dengan motorik halus yang masih berkembang; bagi murid yang sudah terampil, diberikan tantangan tambahan menata isi tas sekolah secara mandiri.
  • Produk: Murid menuangkan pemahaman melalui respons visual/tanda centang-silang pada gambar situasi dan unjuk kerja praktik langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan mandiri secara lisan terhadap 4 aktivitas kebutuhan diri: (1) mandi sendiri, (2) memakai pakaian sendiri, (3) memakai sepatu sendiri, dan (4) merapikan tempat tidur sendiri. Kriteria penerimaan: Murid merespons secara jujur pengalamannya dengan bahasa tubuh jempol atas (mandiri) atau jempol samping (belum mandiri) untuk memetakan kesiapan awal.

Proses:

  • Penilaian performa simulasi unjuk kerja kemandirian: Murid mempraktikkan (1) melipat seragam/pakaian rapi dan (2) memakai sepatu sendiri tanpa bantuan orang lain.
  • Penilaian lembar kerja mandiri 4 butir: (1) Mandi sendiri tanpa disuruh (Kunci: Centang √); (2) Menangis minta disuapi (Kunci: Silang X); (3) Memakai sepatu sendiri (Kunci: Centang √); (4) Membiarkan mainan berserakan (Kunci: Silang X). Skor ketepatan dinilai dari jumlah jawaban yang cocok dengan kunci.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan 2 contoh tanggung jawab kebutuhan diri sendiri yang akan dipraktikkan murid setibanya di rumah (Kriteria penerimaan: Jawaban memuat aktivitas konkret seperti merapikan sepatu di rak, mengganti pakaian sendiri, makan sendiri, atau mandi sendiri tanpa disuruh).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi kemandirian merapikan seragam dan memakai sepatu secara mandiri di kelas
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja pilihan sikap tanggung jawab kebutuhan diri sendiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiriBelum mampu menerapkan tindakan pemenuhan kebutuhan diri sendiri dan masih bergantung penuh pada bantuan orang lain dalam simulasi/tugas lembar kerja (hanya 0-1 butir tepat).Mulai mampu menerapkan tindakan pemenuhan kebutuhan diri sendiri dalam simulasi dan lembar kerja namun masih memerlukan bimbingan guru secara intensif (2 butir tepat).Mampu menerapkan tindakan pemenuhan kebutuhan diri sendiri secara mandiri dalam simulasi melipat/memakai sepatu serta menyelesaikan lembar kerja dengan tepat (3 butir tepat sesuai acuan).Mampu menerapkan tindakan pemenuhan kebutuhan diri sendiri secara sangat mandiri, rapi, sigap tanpa ragu pada simulasi, dan seluruh butir lembar kerja tepat sempurna (4 butir tepat sesuai acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk praktik simulasi kemandirian cukup efektif bagi seluruh murid kelas 1?
  • Bagaimana respons murid yang motorik halusnya belum matang saat diminta melipat pakaian dan memakai sepatu sendiri?

Murid:

  • Kegiatan mandiri apa yang paling mudah dan paling menantang yang sudah kamu lakukan sendiri hari ini?
  • Apakah kamu merasa senang bisa merawat kebutuhan dirimu sendiri tanpa merepotkan orang tua?

Pertemuan 4 — Menerapkan Sikap Toleransi dengan Teman di Lingkungan Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.4 Menerapkan sikap toleransi dengan teman di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam ramah, memeriksa kesiapan belajar murid, dan mengajak menyanyikan lagu riang penyemangat belajar bersama (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menunjukkan 2 gambar perilaku di sekolah dan meminta murid memilih gambar sikap berteman yang baik: Gambar A (berbagi mainan dengan teman) dan Gambar B (berebut mainan hingga menangis) (acuan: Gambar A menunjukkan sikap toleransi dan rukun berteman; Gambar B bukan sikap toleransi) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan bergambar mengenai makna laku seorang Junzi di sekolah, yaitu hidup rukun, menyayangi teman, dan menghargai teman tanpa membeda-bedakan (15 menit).
  • Murid bersama guru membaca kutipan nilai budi pekerti dari Kitab Lunyu I:6 bahwa seorang Junzi di luar rumah senantiasa bersikap rendah hati dan mengasihi sesama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain permainan interaktif 'Kartu Sahabat Junzi': guru memberikan 4 kartu situasi dan murid mengangkat bendera hijau jika termasuk sikap toleransi dengan teman di sekolah, atau bendera merah jika bukan. Kartu situasi: (1) Menghormati teman yang sedang beribadah saat istirahat (acuan: Hijau/Toleransi), (2) Mengejek bekal makan siang teman yang berbeda (acuan: Merah/Bukan toleransi), (3) Mau bermain bersama semua teman di kelas tanpa memilih-milih (acuan: Hijau/Toleransi), (4) Memaksa teman mengikuti aturan permainan sendiri (acuan: Merah/Bukan toleransi) (20 menit).
  • Murid berpasangan melakukan simulasi penerapan sikap toleransi di sekolah berdasarkan 2 skenario konkret: Skenario 1: Meminjamkan pensil warna secara bergantian tanpa berebut; Skenario 2: Menyapa dan mengajak teman baru yang duduk sendiri untuk bermain bersama secara rukun (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan tindakan toleransi yang telah dilatih dan menyatakan komitmen sederhana untuk selalu bersikap rukun dengan teman sekelas di lingkungan sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa seorang Junzi di sekolah selalu rukun, suka menolong, dan bersikap toleran kepada semua teman (10 menit).
  • Guru melaksanakan cek pemahaman akhir dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret tindakan rukun dan toleran untuk murid yang membutuhkan visual, serta kartu teks pendek bagi yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada simulasi berpasangan bagi murid yang masih malu, serta memberi kesempatan murid yang cepat untuk mensimulasikan kedua skenario secara mandiri.
  • Produk: Menunjukkan penerapan toleransi melalui respons kartu bendera dan peragaan simulasi langsung bersama rekan sebaya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik memilih gambar sikap berteman yang baik di sekolah antara Gambar A (berbagi mainan) dan Gambar B (berebut mainan) (acuan: Gambar A menunjukkan sikap toleransi dan rukun berteman; Gambar B bukan sikap toleransi).

Proses:

  • Formatif ketepatan merespons 4 kartu situasi sikap toleransi: (1) Menghormati teman yang sedang beribadah (acuan: Hijau/Toleransi), (2) Mengejek bekal teman (acuan: Merah/Bukan toleransi), (3) Mau bermain bersama semua teman (acuan: Hijau/Toleransi), (4) Memaksa teman mengikuti aturan sendiri (acuan: Merah/Bukan toleransi).
  • Formatif pengamatan unjuk kerja simulasi menerapkan sikap toleransi pada 2 skenario: Skenario 1 (bergantian meminjamkan pensil) dan Skenario 2 (mengajak teman baru bermain) (kriteria: murid mempraktikkan sikap rukun, tidak memaksakan kehendak, dan berbagi dengan teman).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan 1 contoh tindakan nyata bersikap toleran kepada teman di sekolah (acuan kriteria penerimaan: jawaban memuat tindakan konkret menghargai teman, mau berbagi mainan/alat tulis, atau bermain bersama tanpa bertengkar).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid memilih kartu situasi sikap toleransi dan melakukan simulasi berteman secara rukun di kelas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan sikap toleransi dengan teman di lingkungan sekolahBelum mampu menerapkan sikap toleransi pada kartu situasi dan simulasi berteman walau dengan bimbingan penuh guru.Menerapkan sikap toleransi dengan teman pada kartu situasi (tepat 1-2 kartu) dan membutuhkan bantuan guru dalam simulasi.Menerapkan sikap toleransi dengan teman pada kartu situasi (tepat 3 kartu) dan mampu melakukan simulasi berteman rukun dengan sedikit arahan.Menerapkan sikap toleransi dengan teman pada seluruh kartu situasi (tepat 4 kartu) dan melakukan simulasi berteman rukun secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu situasi dan simulasi efektif membantu murid kelas 1 memahami penerapan toleransi terhadap sesama teman?
  • Bagaimana keterlibatan setiap murid selama kegiatan berpasangan dalam menunjukkan sikap rukun?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang bermain dan belajar bersama teman-teman hari ini?
  • Sikap rukun apa yang akan kamu lakukan kepada temanmu besok di sekolah?

Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian di lingkungan rumah
  • TP 1.2.2 Menerapkan pembiasaan berdoa sebelum maupun sesudah beraktivitas saat belajar dan berkegiatan
  • TP 1.2.3 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 1.2.4 Menerapkan sikap toleransi dengan teman di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' yang dijawab murid 'Xian You Yi De', lalu mengondisikan kelas agar tenang dan siap mengikuti asesmen sumatif (5 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan pertemuan asesmen sumatif bab untuk menunjukkan perilaku seorang Junzi melalui portofolio ceklis di rumah serta unjuk kerja sikap di kelas (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan petunjuk pengumpulan lembar ceklis pembiasaan bakti di rumah serta mendemonstrasikan singkat ekspektasi posisi unjuk kerja berdoa Baode dan cara kerja kelompok (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (TP 1): Murid secara individual mengumpulkan lembar ceklis verifikasi rumah yang telah diisi tanda centang (ya/tidak) dan paraf orang tua mengenai perilaku santun berbicara, mendengarkan nasihat, dan membantu pekerjaan rumah; guru memverifikasi kelengkapan ceklis (15 menit).
  • Tugas 2 (TP 2): Murid secara serentak bersama-sama mempraktikkan sikap hormat berdoa Baode (tangan kanan mengepal di depan dada kiri didekap tangan kiri, badan tegak, tenang, dan hening) saat melafalkan doa sebelum belajar, sementara guru mengamati dan mencatat ketertiban serta ketepatan sikap tubuh pada lembar observasi (25 menit).
  • Tugas 3 (TP 3 & TP 4): Murid bekerja dalam kelompok meja untuk menyelesaikan lembar unjuk kerja memasangkan 4 kartu gambar perilaku Junzi dengan deskripsinya: (1) Gambar anak memakai sepatu sendiri -> dipasangkan dengan teks 'Mandiri memakai perlengkapan'; (2) Gambar anak merapikan kotak pensil dan tas -> dipasangkan dengan teks 'Tanggung jawab alat sendiri'; (3) Gambar anak meminjamkan krayon bergantian -> dipasangkan dengan teks 'Toleransi berbagi alat mewarnai'; (4) Gambar anak tersenyum bermain bersama teman berbeda latar belakang -> dipasangkan dengan teks 'Rukun dan menghargai giliran'. Selama aktivitas 40 menit pengerjaan dan 5 menit merapikan mandiri, guru mengamati kemandirian merapikan alat tulis serta sikap toleransi berbagi krayon tanpa berebut (40 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan jalannya asesmen, mengungkapkan pengalaman melakukan pembiasaan Junzi di rumah dan di sekolah secara jujur (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengapresiasi kesungguhan seluruh murid dalam menampilkan perilaku Junzi dan mengumpulkan seluruh lembar kerja serta catatan observasi (3 menit).
  • Guru menutup sesi dengan doa penutup belajar (sikap Baode) dan salam kebajikan bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar perilaku Junzi dengan simbol visual yang jelas bagi murid yang masih tahap awal membaca teks rincian tugas.
  • Proses: Pemberian bimbingan verbal berulang bagi murid yang membutuhkan penegasan instruksi tanpa mengubah standar lembar observasi unjuk kerja.
  • Produk: Format penandaan ceklis dan pemasangan kartu yang ramah motorik halus anak kelas 1 SD.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kelengkapan fisik lembar ceklis rumah yang dibawa murid sebelum sesi dimulai (acuan kelengkapan: tertera tanda centang dan paraf orang tua).

Proses:

  • Pencatatan keterlaksanaan observasi serentak sikap Baode dan keaktifan interaksi berbagi dalam kelompok meja.

Sumatif Bab:

  • Penilaian portofolio laporan pembiasaan rumah dan unjuk kerja simulasi perilaku Junzi di kelas: Lembar ceklis verifikasi orang tua tentang bakti anak di rumah serta lembar observasi guru atas praktik berdoa, kemandirian merapikan perlengkapan, dan interaksi berbagi dengan teman di kelas
  • Penilaian pembiasaan diri di rumah: Lembar ceklis terisi berisi konfirmasi dan paraf orang tua mengenai perilaku santun berbicara, mendengarkan nasihat, dan membantu orang tua yang dikumpulkan serentak di awal sesi (15 menit; individual; instrumen: Lembar ceklis pembiasaan bakti di rumah dengan skala ya/tidak dan catatan orang tua)
  • Unjuk kerja serentak: Praktik sikap hormat berdoa (posisi Baode/sikap tangan bersujud tegak dan ketenangan) sebelum dan sesudah kegiatan belajar yang diamati guru pada seluruh murid secara bersamaan (25 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi ketertiban dan ketepatan sikap berdoa)
  • Unjuk kerja aktivitas terpandu: Perilaku merapikan alat tulis/tas sendiri secara mandiri serta sikap ramah berbagi krayon dan menghargai giliran saat aktivitas memasangkan gambar perilaku Junzi dalam kelompok meja (65 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi tanggung jawab diri dan toleransi berteman)

Sumatif:

  • Penilaian portofolio laporan pembiasaan rumah dan unjuk kerja simulasi perilaku Junzi di kelas: Lembar ceklis verifikasi orang tua tentang bakti anak di rumah serta lembar observasi guru atas praktik berdoa, kemandirian merapikan perlengkapan, dan interaksi berbagi dengan teman di kelas
  • Penilaian pembiasaan diri di rumah: Lembar ceklis terisi berisi konfirmasi dan paraf orang tua mengenai perilaku santun berbicara, mendengarkan nasihat, dan membantu orang tua yang dikumpulkan serentak di awal sesi (15 menit; individual; instrumen: Lembar ceklis pembiasaan bakti di rumah dengan skala ya/tidak dan catatan orang tua)
  • Unjuk kerja serentak: Praktik sikap hormat berdoa (posisi Baode/sikap tangan bersujud tegak dan ketenangan) sebelum dan sesudah kegiatan belajar yang diamati guru pada seluruh murid secara bersamaan (25 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi ketertiban dan ketepatan sikap berdoa)
  • Unjuk kerja aktivitas terpandu: Perilaku merapikan alat tulis/tas sendiri secara mandiri serta sikap ramah berbagi krayon dan menghargai giliran saat aktivitas memasangkan gambar perilaku Junzi dalam kelompok meja (65 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi tanggung jawab diri dan toleransi berteman)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Bakti dan Hormat di Rumah (TP 1)Lembar ceklis terisi kurang dari 2 indikator pembiasaan bakti di rumah tanpa catatan orang tua.Lembar ceklis terisi 2 indikator pembiasaan bakti (santun berbicara, mendengarkan nasihat, atau membantu pekerjaan) dengan paraf orang tua.Lembar ceklis terisi lengkap 3 indikator pembiasaan bakti di rumah (santun berbicara, mendengarkan nasihat, dan membantu pekerjaan) dengan paraf orang tua.Lembar ceklis terisi lengkap 3 indikator pembiasaan bakti disertai catatan apresiasi positif orang tua mengenai kebiasaan bakti harian.
Pembiasaan Sikap Berdoa (TP 2)Posisi Baode belum tepat dan masih bercanda atau bergerak aktif saat doa berlangsung.Mampu membentuk posisi Baode namun belum tenang atau masih membutuhkan arahan guru agar hening.Memperagakan sikap Baode dengan tepat (tangan bersujud di dada, posisi tegak) dan tenang selama doa berlangsung secara mandiri.Memperagakan sikap Baode dengan sempurna, sangat tenang, khidmat, dan konsisten dari awal hingga doa selesai tanpa diingatkan.
Tanggung Jawab Diri Sendiri (TP 3)Alat tulis dan lembar kerja berserakan serta belum merapikan tas sendiri meski telah diinstruksikan.Merapikan alat tulis dan tas sendiri setelah diingatkan atau dibantu guru.Merapikan alat tulis, krayon, dan tas sendiri secara mandiri hingga bersih dan rapi setelah kegiatan selesai.Merapikan seluruh perlengkapan diri sendiri secara mandiri, cepat, rapi, serta menjaga barang miliknya tetap tertata tertib sepanjang sesi.
Toleransi dengan Teman di Sekolah (TP 4)Berebut krayon atau enggan bergantian kartu dengan teman satu kelompok.Mau berbagi krayon dan menunggu giliran setelah diarahkan atau ditengahi oleh guru.Menunjukkan sikap ramah berbagi krayon dan menghargai giliran kerja kelompok secara langsung tanpa perselisihan.Secara konsisten bersikap ramah, mempersilakan teman menggunakan krayon bergantian terlebih dahulu, dan rukun tanpa memerlukan teguran.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instrumen lembar ceklis dan observasi unjuk kerja mampu memetakan perilaku Junzi murid secara autentik?
  • Bagaimana keterlibatan orang tua dalam mendukung pembiasaan bakti anak di lingkungan rumah?

Murid:

  • Bagian mana dari sikap Junzi (berdoa, merapikan alat sendiri, rukun dengan teman) yang paling mudah kulakukan hari ini?
  • Apa kebaikan yang ingin kulakukan untuk orang tua di rumah nanti sore?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Kartu bergambar situasi perilaku bakti anak di rumah
  4. Lembar Kerja Bergambar 'Pilihan Anak Berbakti'
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
  7. Set 4 kartu bergambar aktivitas anak (belajar di kelas, selesai belajar, makan, tidur).
  8. Lonceng penanda aktivitas kelas.
  9. Kartu gambar tindakan mandiri anak Junzi
  10. Lembar kerja latihan centang-silang sikap tanggung jawab
  11. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  12. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  13. Kartu situasi bergambar dan bendera dua warna (merah dan hijau)
  14. Lembar ceklis pembiasaan bakti di rumah terverifikasi orang tua
  15. Lembar unjuk kerja 4 kartu gambar perilaku Junzi dan krayon mewarnai

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.