Modul AjarBab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 1: Aku Karunia Tian

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 1 "Aku Karunia Tian", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 1: Aku Karunia Tian

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 1 — Aku Karunia Tian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 1 — Aku Karunia Tian
Alokasi Waktu16 JP (16 x 35 menit = 560 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.1.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
  2. TP 1.1.2 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri
  3. TP 1.1.3 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah yang menciptakan diri kita dan seluruh alam semesta?
  2. Melalui perantara siapakah Tian menghadirkan kita ke dunia?
  3. Siapakah yang menjadi perantara Tian dalam melahirkan dan merawat kita di dunia?
  4. Mengapa ayah dan ibu disebut sebagai wakil Tian bagi anak-anaknya?
  5. Siapa yang merapikan alat tulis dan kotak pensilmu setelah selesai belajar di kelas?
  6. Mengapa kita harus menjaga dan merapikan barang-barang kebutuhan kita sendiri di meja belajar?
  7. Apa yang kalian lakukan sebelum melangkahkan kaki keluar rumah untuk pergi ke sekolah?
  8. Mengapa berpamitan dan bersalaman kepada orang tua merupakan wujud hormat kepada Tian?
  9. Bagaimana caramu membantu ayah dan ibu saat berada di rumah?
  10. Mengapa membantu pekerjaan orang tua di rumah merupakan wujud hormat kita kepada Tian?
  11. Siapakah yang menciptakan diri kita dan melalui siapa kita dilahirkan ke dunia?
  12. Apa yang sudah kalian lakukan sendiri untuk merapikan barang di sekolah dan berbakti kepada orang tua di rumah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Konsep Tian sebagai Pencipta Manusia Melalui Orang Tua Berdasarkan Gambar Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Khonghucu (Wei De Dong Tian - Xian You Yi De), mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal lisan dengan memperlihatkan gambar bayi yang digendong ibu dan ayah, lalu menanyakan: 'Siapa yang menciptakan kita dan lewat siapa kita dilahirkan?' (acuan jawaban benar: Pencipta adalah Tian Yang Maha Esa, dan kita dilahirkan melalui perantara kedua orang tua / ayah dan ibu) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati gambar ilustrasi keluarga sederhana (Tian melimpahkan berkah kehidupan, ayah dan ibu mendekap anak dengan kasih sayang) di buku siswa atau layar kelas, kemudian guru menjelaskan konsep bahwa manusia adalah ciptaan Tian yang lahir ke dunia melalui perantara kedua orang tua (15 menit).
  • Murid bermain tebak cepat menggembirakan 'Siapa Pencipta, Siapa Perantara': guru menyebutkan kata kunci, murid merespons dengan kartu simbol atau kata (pertanyaan 1: 'Maha Pencipta alam dan manusia?' -> acuan: Tian; pertanyaan 2: 'Perantara kehadiran anak di dunia?' -> acuan: Orang tua / Ayah dan Ibu; pertanyaan 3: 'Status diri kita di hadapan Tian?' -> acuan: Karunia/Ciptaan Tian) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima lembar bergambar sederhana berupa bagan silsilah karunia: [Simbol Tian di atas] -> tanda panah -> [Gambar Ayah dan Ibu] -> tanda panah -> [Gambar Diri Anak]. Murid menghubungkan garis alur penciptaan dari Tian menuju Orang Tua lalu ke Diri Sendiri (acuan alur benar: Tian -> Orang Tua -> Diri Anak) (15 menit).
  • Secara berpasangan di meja masing-masing, setiap murid menunjuk alur gambar tersebut dan menjelaskan secara lisan kepada teman sebangku dengan kalimat sederhana: 'Aku diciptakan oleh Tian melalui ayah dan ibuku' (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak duduk hening berkesadaran, menyadari bahwa napas, tubuh, dan keberadaan dirinya di dunia adalah karunia Tian yang amat berharga melalui cinta kasih ayah dan ibu (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali konsep inti bahwa Tian adalah Maha Pencipta manusia dan orang tua adalah perantara kehadiran kita di dunia (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menutup pembelajaran dengan doa syukur kepada Tian serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar alur berwarna dengan ukuran besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu mengungkapkan lisan secara mandiri, guru memberikan panduan kalimat rumpang ('Aku ciptaan ..., lahir lewat ...'); bagi murid cepat, murid diminta menjelaskan alur bagan secara mandiri dan utuh.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan pemahamannya baik melalui penuturan lisan berpasangan maupun dengan menunjuk urutan gambar secara tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Siapakah yang menciptakan manusia dan lewat siapakah kita lahir ke dunia?' (acuan: Tian Yang Maha Esa sebagai Pencipta, dan dilahirkan melalui perantara kedua orang tua / ayah dan ibu)

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menjelaskan konsep berdasarkan gambar alur: ketepatan menyebut Tian sebagai Pencipta dan Orang Tua sebagai perantara kelahiran manusia (acuan: konsep tepat jika menyebut Tian menciptakan manusia melalui orang tua)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: 'Berdasarkan gambar alur yang kalian pelajari hari ini, siapakah yang menciptakan dirimu dan melalui perantara siapa kamu berada di dunia?' (acuan: Tian adalah Pencipta manusia; orang tua adalah perantara yang melahirkan dan merawat)

Formatif:

  • Penilaian kinerja lisan berpasangan saat menjelaskan alur bagan penciptaan manusia oleh Tian melalui orang tua berdasarkan gambar
  • Pemeriksaan lembar kerja bagan alur penciptaan Tian -> Orang Tua -> Diri Anak

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan konsep Tian menciptakan manusia melalui orang tua berdasarkan gambar sederhanaBelum mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua meskipun telah dibimbing dengan bantuan gambar.Mampu menjelaskan konsep bahwa manusia diciptakan Tian atau lahir melalui orang tua, namun masih membutuhkan bimbingan penuh dari guru untuk merangkaikannya menjadi penjelasan utuh.Mampu menjelaskan konsep Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua berdasarkan bagan alur gambar sederhana dengan tepat dan runtut.Mampu menjelaskan konsep Tian menciptakan manusia melalui kedua orang tua berdasarkan gambar secara mandiri, lancar, dan tepat tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan gambar sederhana dan permainan tebak simbol efektif membantu murid kelas 1 memahami konsep abstrak Tian sebagai Pencipta melalui orang tua?
  • Apakah seluruh murid sudah terlibat aktif dan percaya diri saat menjelaskan konsep berpasangan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa dirimu adalah karunia istimewa yang diciptakan Tian melalui ayah dan ibu?
  • Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan bagimu hari ini?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Peran Orang Tua sebagai Ciptaan dan Wakil Tian dalam Kehidupan Anak — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, mengajak murid memberi hormat salam kebajikan (Wei De Dong Tian), dan berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai konsep penciptaan manusia: 'Siapa pencipta kita?' dan 'Melalui siapakah Tian menghadirkan kita ke dunia?' (acuan: Tian adalah Sang Pencipta; Tian menciptakan kita melalui perantara kedua orang tua/ayah dan ibu) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan peran orang tua sebagai ciptaan sekaligus wakil Tian dalam merawat dan membesarkan anak (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui buku siswa dan gambar ilustrasi kasih sayang keluarga bahwa Tian menciptakan manusia tidak secara langsung turun ke bumi, melainkan melalui perantara ayah dan ibu (15 menit).
  • Murid mendengarkan penjelasan bahwa karena orang tua merawat, melindungi, dan mendidik anak atas karunia Tian, maka di dunia ini orang tua bertindak sebagai wakil Tian bagi anak-anaknya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak Kartu Peran': murid mengambil kartu bertuliskan peran dan menjelaskan apakah itu bentuk peran orang tua sebagai wakil Tian. Tersedia 3 kartu situasi: (1) Kartu A: 'Ibu memberi makan dan merawat saat sakit', (2) Kartu B: 'Ayah mengantar dan melindungi anak ke sekolah', (3) Kartu C: 'Orang tua mengajarkan doa kepada Tian'. Setiap pasangan menjelaskan makna peran tersebut (acuan: ketiganya merupakan bukti nyata orang tua menjalankan amanah Tian memelihara kehidupan anak) (20 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja berpasangan/mandiri menghubungkan 3 kalimat pernyataan tentang orang tua wakil Tian: (1) 'Tian menciptakan manusia melalui...' -> 'kedua orang tua (ayah dan ibu)'; (2) 'Di dunia, wakil Tian bagi anak adalah...' -> 'orang tua'; (3) 'Orang tua merawat anak sebagai wujud menjalankan karunia...' -> 'Tian' (acuan kunci jawaban: 1-kedua orang tua, 2-orang tua, 3-Tian) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan makna peran orang tua: murid mengungkapkan secara lisan satu alasan mengapa mereka harus menyayangi orang tua yang telah menjadi wakil Tian di dunia (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pelajaran bahwa manusia adalah ciptaan Tian dan orang tua adalah perantara serta wakil Tian di dunia (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan cek pemahaman singkat lisan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam kebajikan (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan gambar ilustrasi konkret hubungan kasih sayang orang tua dan Tian bagi murid yang memerlukan scaffolding visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih mengeja/lambat membaca, lembar kerja dibacakan langsung oleh guru; bagi murid cepat, diminta menjelaskan dengan kalimat sendiri secara lengkap mengapa orang tua disebut wakil Tian.
  • Produk: Penjelasan peran orang tua dapat disampaikan lewat lisan langsung secara terbimbing atau lisan mandiri dengan kalimat lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Siapa pencipta kita dan melalui siapa kita dilahirkan?' (acuan: Pencipta adalah Tian; dilahirkan melalui perantara kedua orang tua/ayah dan ibu).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan penjelasan lisan saat permainan 'Tebak Kartu Peran' pada 3 kartu situasi (Kartu 1: Ibu merawat saat sakit; Kartu 2: Ayah mengantar dan melindungi; Kartu 3: Orang tua mengajarkan doa; acuan: murid mampu menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan perwujudan peran orang tua sebagai wakil Tian di dunia).
  • Penilaian lembar kerja menjodohkan 3 pernyataan konsep ciptaan dan wakil Tian: (1) Perantara penciptaan -> ayah dan ibu; (2) Wakil Tian di dunia bagi anak -> orang tua; (3) Orang tua menjalankan karunia -> Tian (acuan: ketiga pasangan tepat terhubung).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan 'Mengapa orang tua disebut sebagai wakil Tian di dunia?' (acuan: karena orang tua yang dititipi Tian untuk melahirkan, merawat, menjaga, dan membesarkan anak di dunia).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai asal perantara manusia diciptakan
  • Observasi unjuk kerja dan lembar kerja menjodohkan konsep orang tua sebagai wakil Tian pada tahap Mengaplikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan konsep Tian menciptakan manusia melalui orang tua dan kedudukan orang tua sebagai wakil TianBelum mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui orang tua serta belum mampu menyebutkan peran orang tua sebagai wakil Tian meski telah dibimbing penuh.Mampu menjelaskan bahwa manusia diciptakan Tian melalui orang tua, namun masih memerlukan bantuan guru untuk menjelaskan peran orang tua sebagai wakil Tian.Mampu menjelaskan secara mandiri bahwa manusia diciptakan Tian melalui orang tua dan orang tua adalah wakil Tian di dunia yang merawat anak sesuai acuan.Mampu menjelaskan secara mandiri, lengkap, dan runtut konsep Tian menciptakan manusia melalui orang tua serta menguraikan peran orang tua sebagai wakil Tian dengan tepat tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid kelas 1 sudah dapat menangkap konsep abstrak bahwa orang tua adalah wakil Tian di dunia melalui analogi dan gambar nyata?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif membuat murid memahami bahwa manusia lahir atas karunia Tian melalui ayah dan ibu?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang belajar tentang ayah dan ibu sebagai wakil Tian hari ini?
  • Siapakah yang menciptakan kita dan siapakah wakil-Nya yang merawat kita di rumah?

Pertemuan 3 — Menerapkan Sikap Tanggung Jawab Merapikan Kebutuhan Diri Sendiri di Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.2 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan memberi salam Wei De Dong Tian (Hanya Kebajikan Tian Berkenan) yang dijawab murid dengan Xian You Yi De (Satukan Hati Menegakkan Kebajikan), lalu memimpin doa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri dengan menunjukkan 3 gambar situasi barang sekolah: (1) buku dan pensil berserakan di lantai kelas; (2) kotak pensil tertutup rapi di atas meja; (3) botol minum tergeletak terbuka di dekat tas. Murid diminta mengacungkan jempol ke atas jika menunjukkan sikap tanggung jawab yang benar atau jempol ke bawah jika belum bertanggung jawab (acuan jawaban: situasi 1 = jempol ke bawah/salah; situasi 2 = jempol ke atas/benar; situasi 3 = jempol ke bawah/salah) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru dan gambar tentang 4 contoh tindakan tanggung jawab terhadap kebutuhan perlengkapan sekolah: (1) memasukkan pensil dan penghapus ke dalam kotak pensil; (2) menutup resleting tas sekolah; (3) merapikan buku ke dalam laci/meja; (4) menutup rapat botol minum dan memasukkannya ke kantong samping tas (15 menit).
  • Murid bersama guru mengidentifikasi 4 perlengkapan diri sendiri di sekolah yang wajib dijaga kerapiannya: buku pelajaran, pensil/penghapus, tas, dan botol minum (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain permainan simulasi menggembirakan 'Tantangan Meja Rapi Junzi': guru membunyikan lonceng kecil dan murid secara antusias mempraktikkan langsung merapikan 3 perlengkapan diri yang ada di mejanya (memasukkan alat tulis ke kotak pensil, menumpuk buku dengan rapi di sudut meja, dan menutup botol minum) secara tertib (25 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja unjuk kerja memilih tindakan tanggung jawab dengan memberi tanda centang (V) pada 4 gambar tindakan tanggung jawab merapikan kebutuhan diri: (1) memasukkan buku ke tas; (2) membiarkan krayon tercecer di lantai; (3) menutup kotak pensil sendiri; (4) meninggalkan sampah rautan di kolong meja (acuan centang benar: gambar 1 centang, gambar 2 silang/tidak dicentang, gambar 3 centang, gambar 4 silang/tidak dicentang) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kondisi meja, laci, dan tas masing-masing untuk memastikan seluruh barang milik diri sendiri telah tersimpan rapi tanpa ada yang tercecer di lantai kelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan bahwa anak yang bertanggung jawab merapikan barang kebutuhan dirinya sendiri mencerminkan perilaku berbudi luhur (Junzi) yang menghargai karunia Tian (5 menit).
  • Guru bersama murid menutup pembelajaran dengan doa syukur sesudah belajar dan saling memberi salam hormat (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual berupa kartu gambar urutan merapikan perlengkapan sekolah bagi murid yang memerlukan bantuan konkret.
  • Proses: Murid yang masih ragu merapikan barangnya mendapat bimbingan langsung dari guru langkah demi langkah, sedangkan murid yang sudah mandiri langsung merapikan seluruh isi meja dan lacinya secara mandiri.
  • Produk: Murid yang sudah mahir merapikan 4 jenis perlengkapan (buku, alat tulis, tas, botol minum), sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan difokuskan merapikan minimal 2 jenis perlengkapan (buku dan kotak pensil).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik respon gerak isyarat jempol terhadap 3 gambar situasi barang sekolah: (1) buku dan pensil berserakan di lantai kelas; (2) kotak pensil tertutup rapi di atas meja; (3) botol minum tergeletak terbuka di dekat tas. Acuan jawaban benar: situasi 1 = jempol ke bawah; situasi 2 = jempol ke atas; situasi 3 = jempol ke bawah.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat 'Tantangan Meja Rapi Junzi' menggunakan lembar observasi pemenuhan perapian 3 kebutuhan diri: memasukkan pensil ke kotak pensil, menumpuk buku di meja/laci, dan menutup botol minum sendiri.
  • Pemeriksaan lembar kerja 4 butir gambar tanggung jawab: (1) memasukkan buku ke tas [tanda centang], (2) krayon tercecer di lantai [bukan centang], (3) menutup kotak pensil sendiri [tanda centang], (4) meninggalkan sampah di kolong meja [bukan centang]. Acuan kelulusan formatif: tepat memberi tanda pada minimal 3 dari 4 gambar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan pembiasaan di akhir sesi: pemeriksaan langsung kondisi fisik meja murid sebelum pulang. Kriteria penerimaan: tidak ada alat tulis tercecer di atas meja atau lantai dan tas tertutup rapat.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik merapikan perlengkapan diri sendiri di meja kelas
  • Pemeriksaan lembar kerja identifikasi tindakan tanggung jawab terhadap perlengkapan sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Sikap Tanggung Jawab Merapikan Kebutuhan Diri Sendiri di SekolahBelum mampu merapikan perlengkapan diri sendiri di sekolah (alat tulis dan buku masih berserakan) meskipun telah dibimbing guru.Mampu merapikan 1-2 perlengkapan diri sendiri di sekolah dengan arahan dan bimbingan langsung dari guru.Mampu merapikan 3 perlengkapan diri sendiri di sekolah (alat tulis, buku, dan tas/botol minum) secara tepat dan mandiri.Mampu merapikan seluruh perlengkapan kebutuhan diri sendiri di sekolah secara tertib, konsisten, dan mandiri tanpa perlu diingatkan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas simulasi tantangan meja rapi efektif menumbuhkan kemandirian murid dalam merapikan barangnya?
  • Bagaimana respons dan kesadaran murid saat diajak memeriksa kerapian barang milik sendiri di sekolah?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang ketika meja dan tas sekolahmu rapi dan bersih?
  • Barang apa yang hari ini sudah berhasil kamu rapikan sendiri di dalam kelas?

Pertemuan 4 — Menerapkan Sikap Bakti dan Hormat kepada Orang Tua Melalui Kebiasaan Berpamitan Serta Bersalaman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.3 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian

Pendahuluan:

  • Guru bersama murid mengawali pembelajaran dengan salam pembuka bersikap Songxu (sikap hormat/berdoa) dan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tian (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menata kesiapan ruang kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: (1) Gambar anak langsung lari keluar pintu rumah tanpa menyapa orang tua, dan (2) Gambar anak membungkuk bersalaman mencium tangan/menangkupkan tangan berpamitan kepada orang tua. Guru meminta murid memilih gambar mana yang menunjukkan sikap bakti yang benar kepada orang tua (acuan jawaban: gambar 2) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan kebiasaan berpamitan dan bersalaman kepada orang tua saat hendak berangkat dan pulang sekolah sebagai wujud bakti kepada orang tua dan hormat kepada Tian (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar pada buku siswa yang memperlihatkan anak sedang berpamitan dan bersalaman dengan ayah dan ibu saat berangkat sekolah (10 menit).
  • Guru membimbing murid mendiskusikan bahwa orang tua adalah wakil Tian di dunia, sehingga berbakti dan menghormati orang tua melalui ucapan salam dan jabat tangan yang santun merupakan wujud nyata hormat kepada Tian (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memperagakan tata cara berpamitan dan bersalaman yang santun: mendekati orang tua, mengucapkan salam ('Bunda/Ayah, saya pamit ke sekolah'), lalu bersalaman dengan menangkupkan tangan/mencium tangan secara khidmat (10 menit).
  • Secara bergantian melalui simulasi berpasangan (satu murid menjadi orang tua dan satu murid menjadi anak), murid mempraktikkan langsung kebiasaan berpamitan serta bersalaman sebelum berangkat dan setelah pulang (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru merefleksikan perasaan mereka saat mempraktikkan sikap hormat berpamitan dan bersalaman kepada orang tua (10 menit).
  • Murid membuat komitmen sederhana dalam hati untuk membiasakan berpamitan serta bersalaman kepada orang tua setiap hari di rumah sebagai wujud anak berbakti dan hormat kepada Tian (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap peragaan berpamitan dan bersalaman yang telah dilakukan seluruh murid (5 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur bersama bersikap Songxu memuliakan Tian dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar alur pamit-salam bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih canggung/ragu, guru mendampingi secara langsung sebagai model peran orang tua; bagi murid yang sudah lancar, murid mempraktikkan dua situasi sekaligus (pamit berangkat sekolah dan salam pulang sekolah secara mandiri).
  • Produk: Praktik langsung penerapan sikap berpamitan dan bersalaman dinilai berdasarkan ketepatan urutan tindakan (ucapan pamit dan gerakan salam).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Identifikasi gambar pilihan: Guru menyajikan 2 gambar perilaku (Gambar A: anak lari keluar rumah tanpa pamit; Gambar B: anak mencium tangan dan berpamitan kepada orang tua). Murid diminta menunjuk gambar perilaku anak berbakti. (Acuan jawaban benar: Gambar B, karena anak menunjukkan sikap bakti dan hormat dengan berpamitan serta bersalaman kepada orang tua).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja simulasi berpamitan dan bersalaman mencakup dua indikator: (1) Mengucapkan kalimat pamit/salam dengan santun ('Ayah/Ibu, saya pamit ke sekolah'), dan (2) Melakukan gerakan bersalaman (mencium tangan/menangkupkan tangan dengan takzim). Acuan: kedua indikator dilakukan runtut dan sungguh-sungguh.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru menanyakan kepada murid, 'Kepada siapakah kita menunjukkan rasa hormat kepada Tian saat kita berpamitan dan bersalaman di rumah?' (Acuan jawaban: kepada kedua orang tua/ayah dan ibu).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik di awal pembelajaran melalui identifikasi gambar sikap bakti berpamitan.
  • Asesmen unjuk kerja/performa selama kegiatan inti mengamati ketepatan praktik berpamitan dan bersalaman.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Sikap Berpamitan dan Bersalaman kepada Orang TuaBelum mampu mempraktikkan ucapan pamit maupun gerakan bersalaman meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu mempraktikkan salah satu tindakan (hanya mengucapkan pamit atau hanya bersalaman) dengan bimbingan guru.Mampu mempraktikkan ucapan pamit dan gerakan bersalaman secara runtut dan tepat dengan sedikit arahan.Mampu mempraktikkan ucapan pamit dan gerakan bersalaman secara runtut, khidmat, dan mandiri tanpa diarahkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode simulasi bermain peran efektif membantu murid kelas 1 memahami dan mempraktikkan sikap hormat berpamitan dan bersalaman?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu selama latihan berpamitan dan bersalaman di kelas?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang saat belajar cara berpamitan dan bersalaman kepada orang tua tadi?
  • Apakah besok pagi kamu akan berpamitan dan bersalaman kepada ayah dan ibu sebelum berangkat ke sekolah?

Pertemuan 5 — Menerapkan Sikap Bakti Membantu Orang Tua di Rumah sebagai Wujud Hormat kepada Tian — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.3 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam keimanan Wei De Dong Tian dan berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
  • Guru melakukan presensi dan mengondisikan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar perilaku di rumah: Gambar A (anak merapikan mainan ke kotak bersama ibu) dan Gambar B (anak membiarkan piring kotor berserakan di meja makan), lalu meminta murid mengidentifikasi mana tindakan membantu orang tua (acuan: Gambar A adalah tindakan membantu orang tua; Gambar B bukan tindakan membantu orang tua) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 4 kartu gambar contoh laku bakti membantu orang tua di rumah: Kartu 1 (menyapu lantai ruang tamu), Kartu 2 (merapikan mainan sendiri ke dalam keranjang), Kartu 3 (membantu ibu membawakan belanjaan ringan), dan Kartu 4 (menaruh pakaian kotor ke keranjang cucian) sambil menyimak penjelasan guru bahwa orang tua adalah wakil Tian di dunia, sehingga membantu mereka di rumah merupakan wujud hormat kepada Tian (10 menit).
  • Murid secara bergantian menunjuk kartu perbuatan membantu orang tua yang sesuai saat guru menyebutkan jenis bantuan ringan di rumah (acuan ketepatan: membersihkan lantai -> Kartu 1; membereskan mainan -> Kartu 2; membawakan barang ringan -> Kartu 3; merapikan pakaian kotor -> Kartu 4) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan simulasi gembira 'Aksi Cilik Anak Berbakti', di mana murid dibagi berpasangan dan mengambil 1 dari 3 skenario peran sederhana untuk dipraktikkan langsung di depan kelas: Skenario 1 (memeragakan gerakan menyapu dan mengumpulkan sampah mainan bersama ibu), Skenario 2 (memeragakan mengambil piring plastik bekas makan sendiri dan meletakkannya di bak cuci), dan Skenario 3 (memeragakan merapikan kembali bantal sofa dan melipat selimut kecil) (15 menit).
  • Setiap murid mengerjakan Lembar Kerja Bergambar 'Baktiku di Rumah', yaitu memberi tanda centang (V) pada 3 gambar perbuatan membantu orang tua yang benar dari 4 pilihan gambar yang disediakan: (1) Gambar anak menyapu lantai [V], (2) Gambar anak membanting mainan [X], (3) Gambar anak meletakkan piring di bak cuci [V], (4) Gambar anak merapikan sepatu di rak [V] (acuan: tanda centang tepat pada gambar nomor 1, 3, dan 4) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan perasaan setelah mempraktikkan simulasi membantu orang tua dan mengaitkannya dengan kesadaran membahagiakan orang tua sebagai wakil Tian (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa membantu orang tua dengan ikhlas dalam pekerjaan rumah tangga ringan adalah wujud nyata sikap bakti dan hormat kepada Tian (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan cek pemahaman lisan, menyampaikan rencana tindak lanjut pembiasaan bakti di rumah, serta menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam pembawa damai Xian You Yi De (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar berukuran besar dengan simbol visual yang sangat kontras, sedangkan murid yang mandiri mengamati lembar aktivitas bergambar penuh.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan mempraktikkan simulasi dengan panduan arahan fisik guru langkah demi langkah, sedangkan murid yang cepat mempraktikkan simulasi skenario secara mandiri bersama pasangannya.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan memberi tanda centang pada 2 gambar perilaku membantu orang tua yang paling konkret (merapikan mainan dan menyapu), sedangkan murid yang cepat mencentang seluruh 3 gambar tindakan membantu orang tua secara lengkap dan tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan dan identifikasi gambar pada pendahuluan: Murid diminta menentukan gambar tindakan membantu orang tua di rumah dari 2 gambar yang disajikan (Gambar A: anak merapikan mainan bersama ibu; Gambar B: anak membiarkan piring kotor berserakan; acuan: Gambar A adalah tindakan membantu orang tua).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam memperagakan salah satu dari 3 skenario simulasi 'Aksi Cilik Anak Berbakti' (merapikan mainan/menyapu, mengembalikan piring plastik, merapikan bantal/selimut).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Bergambar 'Baktiku di Rumah' yang memuat 4 butir gambar (acuan kunci: nomor 1 centang, nomor 2 silang/kosong, nomor 3 centang, nomor 4 centang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menjawab 1 contoh tindakan nyata membantu ayah atau ibu yang akan dilakukan di rumah hari ini sebagai wujud hormat kepada Tian (kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan minimal 1 tindakan riil membantu pekerjaan rumah tangga seperti merapikan mainan, menyapu, menaruh piring kotor, atau merapikan tempat tidur).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi bermain peran tindakan membantu orang tua di rumah
  • Penilaian kinerja lembar kerja bergambar pemilihan tindakan membantu orang tua

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan sikap bakti membantu orang tua di rumah sebagai wujud hormat kepada TianBelum mampu mempraktikkan gerakan simulasi membantu orang tua dan belum tepat mencentang gambar tindakan membantu orang tua pada lembar kerja (0 gambar tepat dari 3 acuan: menyapu, meletakkan piring, merapikan rak sepatu).Mampu mempraktikkan simulasi membantu orang tua dengan bimbingan penuh guru dan tepat mencentang 1 dari 3 acuan gambar tindakan membantu orang tua pada lembar kerja.Mampu mempraktikkan simulasi membantu orang tua secara terbimbing serta tepat mencentang 2 dari 3 acuan gambar tindakan membantu orang tua pada lembar kerja.Mampu mempraktikkan simulasi membantu orang tua secara mandiri dan tepat mencentang seluruh 3 acuan gambar tindakan membantu orang tua pada lembar kerja (gambar menyapu, meletakkan piring, dan merapikan rak sepatu).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif dan antusias saat mengikuti simulasi bermain peran membantu orang tua di rumah?
  • Apakah instruksi dan visualisasi media gambar cukup memudahkan murid kelas 1 memahami bahwa membantu orang tua adalah wujud hormat kepada Tian?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan cara membantu ayah dan ibu tadi?
  • Pekerjaan rumah apa yang paling ingin kamu bantu untuk ayah dan ibu nanti sore?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Menjelaskan konsep Tian dalam agama Khonghucu bahwa manusia diciptakan Tian melalui kedua orang tua
  • TP 1.1.2 Menerapkan sikap tanggung jawab terhadap kebutuhan diri sendiri
  • TP 1.1.3 Menerapkan sikap bakti dan hormat kepada orang tua sebagai wujud hormat kepada Tian

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam kebajikan 'Wei De Dong Tian' dan memandu murid berdoa pembuka bersama dengan sikap hormat (2 menit).
  • Guru mengumpulkan jurnal pembiasaan rumah murid, menginformasikan agenda asesmen sumatif Bab 1, serta menenangkan murid bahwa kegiatan ini adalah kesempatan menunjukkan apa yang sudah dipelajari dengan mandiri dan percaya diri (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Visual Aktivitas Sumatif dan membacakan petunjuk pengerjaan Bagian A (menandai ciptaan Tian melalui orang tua) dan Bagian B (memasangkan kebutuhan perlengkapan diri mandiri) secara jelas di depan kelas (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas Visual (30 menit): Bagian A terdiri atas 3 butir menandai gambar: (1) Gambar bayi dilahirkan ibu diberi tanda centang [V] / gambar boneka buatan pabrik [X]; (2) Gambar ayah dan ibu menggendong anak diberi tanda centang [V] / gambar robot buatan mesin [X]; (3) Menjodohkan huruf Hanzi rén (人) dengan gambar 'orang/manusia' [acuan: pasangan tepat ke kartu gambar manusia, bukan hewan atau pohon]. Bagian B terdiri atas 2 butir memasangkan benda kebutuhan diri: (4) Gambar buku pelajaran dipasangkan ke dalam tas sekolah [acuan: garis lurus menuju tas]; (5) Gambar alat tulis pensil dan penghapus dipasangkan ke kotak pensil [acuan: garis lurus menuju tempat pensil].
  • Diselingi secara paralel selama pengerjaan serentak, guru memanggil murid bergiliran satu per satu ke meja guru (rotasi 2 menit per anak x 28 anak = 56 menit; sisa waktu 4 menit untuk jeda perpindahan giliran, total 60 menit): Guru mengonfirmasi lisan: 'Siapa yang menciptakan kita?' (acuan: Tian) dan 'Melalui perantara siapa Tian melahirkan kita?' (acuan: orang tua / ayah dan ibu), lalu meminta murid mempraktikkan langsung satu tindakan tanggung jawab merapikan perlengkapan diri (memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tas sendiri dengan rapi tanpa dibantu) (55 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memvalidasi dan memeriksa keterisian lembar ceklis jurnal pembiasaan harian anak di rumah yang telah ditandatangani orang tua, mencakup 3 indikator: (1) berpamitan dan bersalaman saat berangkat/pulang sekolah, (2) menghormati orang tua dengan tutur kata santun, dan (3) membantu pekerjaan ringan di rumah (misal: merapikan tempat tidur atau membereskan piring makan) sebagai wujud hormat kepada Tian (3 menit).
  • Murid bersama guru memaknai proses pengerjaan asesmen hari ini dengan mengungkapkan perasaan secara singkat mengenai kebiasaan baik merawat diri dan berbakti kepada orang tua yang sudah dipraktikkan (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha mandiri, kejujuran, dan kesungguhan dalam menyelesaikan asesmen sumatif Bab 1 (2 menit).
  • Guru merangkum inti Bab 1 'Aku Karunia Tian' (manusia ciptaan Tian melalui orang tua, menjaga kemandirian diri, dan selalu berbakti) serta menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format visual: Gambar pada lembar aktivitas dicetak berukuran besar dan jelas dengan simbol kontras untuk memudahkan murid membaca visual secara mandiri.
  • Proses: Akomodasi akses: Pembacaan butir soal secara lisan per nomor dipandu langsung oleh guru bagi murid yang belum lancar membaca teks petunjuk, tanpa mengubah substansi pertanyaan maupun kriteria ketercapaian.
  • Produk: Akomodasi respons: Pada konfirmasi lisan rotasi, murid diperbolehkan merespons dengan kalimat lisan sederhana atau menunjuk kartu jawaban bergambar yang sesuai dengan acuan kunci.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Portofolio unjuk kerja berbasis lembar aktivitas gambar, wawancara lisan singkat rotasi, dan catatan pembiasaan rumah: Lembar kerja visual menandai gambar dan penjelasan lisan terpandu tentang manusia diciptakan Tian melalui orang tua serta kemandirian merawat diri di sekolah, dilengkapi lembar ceklis pembiasaan bakti di rumah
  • Lembar aktivitas visual terpandu serentak dan wawancara lisan rotasi: Hasil mencontreng/memasangkan gambar wujud ciptaan Tian melalui orang tua dan kebutuhan diri secara mandiri dikerjakan serentak seluruh kelas (35 menit), diselingi pemanggilan bergiliran 2 menit per murid ke meja guru untuk konfirmasi lisan penjelasan konsep Tian dan praktik merapikan perlengkapan diri (60 menit / 2 menit per murid = 30 murid, mencukupi 28 murid) (95 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar observasi tanya jawab lisan)
  • Jurnal pembiasaan perilaku di rumah: Lembar ceklis harian bergambar yang ditandai orang tua mengenai tindakan hormat, berpamitan, dan membantu orang tua di rumah sebagai wujud hormat kepada Tian yang dikumpulkan dan divalidasi guru di kelas (10 menit; individual; instrumen: Lembar ceklis perilaku harian anak di rumah dengan tanda tangan orang tua)

Sumatif:

  • Portofolio unjuk kerja berbasis lembar aktivitas gambar, wawancara lisan singkat rotasi, dan catatan pembiasaan rumah: Lembar kerja visual menandai gambar dan penjelasan lisan terpandu tentang manusia diciptakan Tian melalui orang tua serta kemandirian merawat diri di sekolah, dilengkapi lembar ceklis pembiasaan bakti di rumah
  • Lembar aktivitas visual terpandu serentak dan wawancara lisan rotasi: Hasil mencontreng/memasangkan gambar wujud ciptaan Tian melalui orang tua dan kebutuhan diri secara mandiri dikerjakan serentak seluruh kelas (35 menit), diselingi pemanggilan bergiliran 2 menit per murid ke meja guru untuk konfirmasi lisan penjelasan konsep Tian dan praktik merapikan perlengkapan diri (60 menit / 2 menit per murid = 30 murid, mencukupi 28 murid) (95 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar observasi tanya jawab lisan)
  • Jurnal pembiasaan perilaku di rumah: Lembar ceklis harian bergambar yang ditandai orang tua mengenai tindakan hormat, berpamitan, dan membantu orang tua di rumah sebagai wujud hormat kepada Tian yang dikumpulkan dan divalidasi guru di kelas (10 menit; individual; instrumen: Lembar ceklis perilaku harian anak di rumah dengan tanda tangan orang tua)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Konsep Tian sebagai Pencipta Melalui Orang Tua (TP 1.1.1)Belum mampu menjelaskan konsep Tian; salah menjawab kedua pertanyaan konfirmasi lisan dan butir lembar visual 1-3 belum tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan konsep secara parsial: menjawab 1 pertanyaan lisan dengan tepat (hanya menyebut Tian atau orang tua) dan tepat pada 1-2 butir visual Bagian A.Mampu menjelaskan dengan tepat bahwa manusia diciptakan Tian melalui perantara kedua orang tua pada wawancara lisan serta tepat pada 3 butir lembar visual Bagian A.Mampu menjelaskan dengan tepat, runtut, dan mantap bahwa manusia diciptakan Tian melalui orang tua sebagai wakil Tian di dunia pada wawancara lisan serta tepat sempurna pada seluruh butir visual Bagian A secara mandiri.
Penerapan Sikap Tanggung Jawab terhadap Kebutuhan Diri Sendiri (TP 1.1.2)Belum mampu menerapkan tanggung jawab merapikan perlengkapan diri; butir visual Bagian B (butir 4-5) salah dan tidak mampu merapikan alat tulis/tas saat unjuk kerja.Mampu menerapkan tanggung jawab dengan bantuan/arahan guru: 1 butir visual Bagian B tepat dan dapat merapikan tas sekolah setelah diberi petunjuk langkah demi langkah.Mampu menerapkan tanggung jawab secara mandiri: kedua butir visual Bagian B tepat sesuai acuan (buku ke tas, alat tulis ke kotak pensil) dan lancar merapikan tas sekolah sendiri tanpa bantuan.Mampu menerapkan tanggung jawab secara mandiri, rapi, dan cekatan: kedua butir visual Bagian B tepat sempurna dan unjuk kerja merapikan seluruh perlengkapan tas dilakukan dengan sangat tertib.
Penerapan Sikap Bakti dan Hormat kepada Orang Tua (TP 1.1.3)Lembar ceklis pembiasaan rumah tidak terisi atau belum memuat satupun catatan pelaksanaan sikap bakti di rumah.Menerapkan sikap bakti secara terbatas di rumah, hanya 1 dari 3 indikator pada ceklis yang terlaksana secara rutin.Menerapkan sikap bakti di rumah secara konsisten, minimal 2 dari 3 indikator (berpamitan/salam, tutur kata santun, membantu orang tua) terlaksana dan tervalidasi orang tua.Menerapkan sikap bakti di rumah secara konsisten dan membudaya pada seluruh (3) indikator (berpamitan/salam, tutur kata santun, membantu pekerjaan ringan) disertai catatan apresiasi positif orang tua.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2 menit per murid pada sesi wawancara lisan rotasi dan unjuk kerja merapikan perlengkapan diri cukup efektif untuk mengamati seluruh 28 murid?
  • Bagaimana tingkat pemahaman murid kelas 1 mengenai kedudukan orang tua sebagai wakil Tian berdasarkan hasil pengerjaan lembar kerja dan jawaban lisan?
  • Apakah data jurnal pembiasaan dari rumah menunjukkan keselarasan dengan perilaku disiplin dan santun murid saat berada di sekolah?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas hari ini yang paling mudah dan paling kalian sukai?
  • Apakah kalian sudah terbiasa merapikan perlengkapan sekolah dan berpamitan kepada orang tua setiap hari tanpa disuruh?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021) Halaman 6-7
  3. Bagan gambar sederhana alur penciptaan: Simbol Tian, Orang Tua, dan Anak
  4. Kartu tebak cepat kata/simbol (Tian, Orang Tua, Anak)
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  6. Gambar ilustrasi keluarga dan kasih sayang orang tua terhadap anak
  7. Buku Siswa: Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  8. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  9. Perlengkapan sekolah riil milik murid (kotak pensil, buku, tas, botol minum)
  10. Kartu gambar situasi perlengkapan rapi dan berserakan
  11. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  12. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  13. Gambar peraga sikap hormat berpamitan dan bersalaman kepada orang tua
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  15. Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  16. Kartu bergambar perbuatan bakti anak di rumah (menyapu, merapikan mainan, membawa barang belanjaan ringan, menaruh pakaian kotor)
  17. Properti simulasi kelas (sapu mini, keranjang mainan, piring plastik)
  18. Lembar Kerja Visual Aktivitas Sumatif Bab 1
  19. Lembar Jurnal Ceklis Pembiasaan Bakti di Rumah
  20. Perlengkapan sekolah konkret (tas, buku, pensil, kotak pensil)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.