Modul AjarBab 7Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8 Bab 7: Sakramen Penyembuhan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 untuk Bab 7 "Sakramen Penyembuhan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8 Bab 7: Sakramen Penyembuhan

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 7 — Sakramen Penyembuhan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 7 — Sakramen Penyembuhan
Alokasi Waktu12 JP (12 x 40 menit = 480 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.7.1 Menjelaskan makna dan ajaran Gereja mengenai sakramen tobat dalam kehidupan beriman
  2. TP 8.7.2 Menguraikan tahapan tata perayaan penerimaan sakramen tobat sebagai sarana rekonsiliasi
  3. TP 8.7.3 Menjelaskan makna dan rahmat sakramen pengurapan orang sakit bagi umat yang menderita sakit
  4. TP 8.7.4 Merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi sesama yang sakit berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakit

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa arti bertobat dan mengapa manusia membutuhkan pengampunan dari Tuhan?
  2. Bagaimana ajaran Gereja menjelaskan hubungan antara pengakuan dosa dengan pemulihan relasi (rekonsiliasi) bersama Allah, Gereja, dan sesama?
  3. Apa saja langkah konkret yang harus dipersiapkan dan dijalani seorang Katolik saat merayakan Sakramen Tobat?
  4. Bagaimana tahapan perayaan tobat pribadi berbeda alurnya dengan ibadat tobat bersama atau komunal?
  5. Mengapa Gereja Katolik memberikan sakramen khusus bagi orang yang menderita sakit berat?
  6. Apa saja rahmat dan kekuatan rohani yang diterima oleh umat melalui Sakramen Pengurapan Orang Sakit?
  7. Bagaimana Gereja hadir dan mendampingi orang yang sedang menderita sakit berat melalui doa?
  8. Pernahkah kamu mendoakan orang sakit, dan wujud penghiburan apa yang kamu mohonkan kepada Tuhan untuknya?
  9. Bagaimana ajaran sakramen pengurapan orang sakit menginspirasi kita untuk mendampingi sesama yang sedang menderita sakit?
  10. Apa saja tindakan nyata yang dapat kita rencanakan dan lakukan bersama Gereja untuk menghibur dan menguatkan orang sakit di sekitar kita?
  11. Bagaimana Sakramen Tobat dan Sakramen Pengurapan Orang Sakit memulihkan kehidupan beriman kita di hadapan Allah dan sesama?
  12. Mengapa pertobatan batin dan kepedulian nyata kepada sesama yang menderita sakit menjadi bukti iman Kristiani yang hidup?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Makna Sakramen Tobat dan Ajaran Gereja tentang Rekonsiliasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.7.1 Menjelaskan makna dan ajaran Gereja mengenai sakramen tobat dalam kehidupan beriman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus untuk memahami kerahiman Allah (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan makna sakramen tobat dan 3 dimensi rekonsiliasi menurut ajaran Gereja (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah untuk mengecek kesiapan murid mengenai konsep dasar tobat: (1) 'Apa arti tobat secara harfiah?' (acuan: berbalik/kembali kepada Allah dari jalan dosa), dan (2) 'Mengapa dosa merusak relasi tidak hanya dengan Tuhan tetapi juga sesama/Gereja?' (acuan: karena Gereja adalah satu tubuh mistik Kristus, luka pada satu anggota merugikan persekutuan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca dan menyimak teks Kitab Suci perumpamaan Bapa yang Pemurah (Lukas 15:11-32) serta kutipan dokumen ajaran Gereja Lumen Gentium art. 11 yang menegaskan bahwa mereka yang menerima Sakramen Tobat memperoleh pengampunan dari Allah sekaligus didamaikan dengan Gereja (10 menit).
  • Guru memberikan penjelasan konsep esensial mengenai makna Sakramen Tobat sebagai sakramen penyembuhan rohani yang memulihkan rahmat baptis yang terputus oleh dosa, serta menjelaskan 3 buah rekonsiliasi: rekonsiliasi dengan Allah, rekonsiliasi dengan Gereja, dan rekonsiliasi dengan seluruh ciptaan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara menggembirakan melalui 'Tantangan Pasangan Konsep', murid secara berpasangan menerima 3 studi kasus singkat tentang keterpisahan akibat dosa untuk diidentifikasi dan dijelaskan dimensi rekonsiliasinya: Kasus 1: Seseorang merasa putus asa dan menjauh dari doa (dimensi: rekonsiliasi dengan Allah); Kasus 2: Seseorang menyebarkan fitnah yang memecah belah komunitas umat/lingkungan (dimensi: rekonsiliasi dengan Gereja); Kasus 3: Seseorang merusak fasilitas umum dan lingkungan sekitar tempat ibadah (dimensi: rekonsiliasi dengan sesama dan alam ciptaan) (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penjelasan makna Sakramen Tobat yang memuat 3 butir soal uraian penjelasan: Butir 1: Menjelaskan pengertian Sakramen Tobat (acuan: sakramen yang memberikan berkat pengampunan dan penyembuhan rohani dari Allah atas dosa setelah baptis); Butir 2: Menjelaskan makna pertobatan berbalik kepada Allah berdasarkan Luk 15:11-32 (acuan: kesadaran akan dosa, penyesalan, dan keputusan berbalik pulang kepada kerahiman Bapa); Butir 3: Menjelaskan 3 buah rekonsiliasi Sakramen Tobat menurut Lumen Gentium 11 (acuan: berdamai dengan Allah, berdamai dengan Gereja, berdamai dengan sesama/ciptaan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk hening merenungkan Sabda Tuhan dalam Lukas 15:32 ('Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali'), lalu menuliskan 1 paragraf refleksi singkat mengenai kerahiman Allah yang tanpa syarat dalam hidup pribadi mereka (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali makna sakramen tobat dan 3 dimensi rekonsiliasi (berdamai dengan Allah, Gereja, dan ciptaan) (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil penjelasan murid pada lembar kerja serta menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai tahapan tata perayaan Sakramen Tobat pribadi dan komunal (1 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur atas kerahiman Allah yang selalu membuka pintu pengampunan bagi orang beriman (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks kutipan Lumen Gentium art. 11 dengan penandaan kata kunci, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan teks pembanding pengajaran Katekismus Gereja Katolik (KGK 1440-1445) mengenai pemulihan persekutuan dengan Gereja.
  • Proses: Murid yang masih ragu diberikan scaffolding berupa pertanyaan penuntun dalam mengurai dimensi rekonsiliasi pada studi kasus, sementara murid yang mahir langsung merumuskan penjelasan hubungan sebab-akibat dosa terhadap kerapuhan Gereja secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menjelaskan 3 butir materi yang sama, dengan keluasan uraian penjelasan disesuaikan dengan kedalaman analisis masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Apa arti kata tobat? (Acuan jawaban benar: Berbalik dari jalan dosa menuju kembali kepada Allah/perubahan hati yang terarah pada Allah); (2) Mengapa perbuatan dosa merugikan Gereja? (Acuan jawaban benar: Karena Gereja adalah satu tubuh mistik Kristus di mana dosa seorang anggota melukai dan menodai kesucian seluruh persekutuan Gereja).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan penjelasan tertulis pada lembar kerja mandiri yang memuat 3 butir acuan: (1) Pengertian Sakramen Tobat sebagai sakramen penyembuhan dan pengampunan Allah; (2) Makna pertobatan menurut Lukas 15:11-32 (menyadari kesalahan, menyesal, dan kembali ke pelukan Bapa yang Maharahim); (3) Tiga buah rekonsiliasi menurut ajaran Gereja Lumen Gentium art. 11 (rekonsiliasi dengan Allah, rekonsiliasi dengan Gereja, rekonsiliasi dengan sesama dan alam ciptaan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 perwakilan murid secara ringkas menjelaskan kembali mengapa pertobatan tidak hanya bersifat pribadi antara manusia dengan Tuhan melainkan juga melibatkan Gereja (Acuan kriteria: menyebutkan bahwa dosa melukai persekutuan umat beriman sehingga rekonsiliasi juga memulihkan persekutuan dengan Gereja sebagaimana diajarkan dalam Lumen Gentium 11).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan
  • Penilaian lembar kerja mandiri penjelasan makna Sakramen Tobat dan buah rekonsiliasi pada kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Makna Sakramen Tobat dan Ajaran Gereja tentang Buah RekonsiliasiBelum mampu menjelaskan makna Sakramen Tobat dan belum tepat menjelaskan 3 buah rekonsiliasi (0 dari 3 butir acuan tepat).Mampu menjelaskan makna Sakramen Tobat atau 1 buah rekonsiliasi dengan tepat sesuai acuan (hanya 1 dari 3 butir acuan tepat).Mampu menjelaskan makna Sakramen Tobat dan 2 buah rekonsiliasi dengan tepat sesuai acuan (2 dari 3 butir acuan tepat).Mampu menjelaskan secara lengkap dan tepat makna Sakramen Tobat serta seluruh 3 buah rekonsiliasi (dengan Allah, Gereja, dan sesama/ciptaan) sesuai ajaran Gereja Lumen Gentium 11 secara mandiri (seluruh 3 butir acuan tepat).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran dengan studi kasus efektif membantu murid memahami bahwa dosa merusak relasi dengan Gereja dan bukan sekadar urusan pribadi?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat berpasangan mendiskusikan tantangan kasus keterpisahan relasi?

Murid:

  • Apa hal baru yang saya pahami tentang mengapa Gereja Katolik mengajarkan perlunya pengakuan dosa untuk berdamai dengan Gereja?
  • Bagaimana perasaan saya setelah menyadari betapa besarnya kerahiman Allah yang selalu siap menyambut orang yang bertobat?

Pertemuan 2 — Menguraikan Tahapan Tata Perayaan Sakramen Tobat Pribadi dan Komunal — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.7.2 Menguraikan tahapan tata perayaan penerimaan sakramen tobat sebagai sarana rekonsiliasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pertemuan dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat memahami tata perayaan tobat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguraikan tahapan tata perayaan penerimaan sakramen tobat pribadi dan komunal sebagai sarana rekonsiliasi (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) Sebutkan 3 urutan ruang lingkup saat menerima pengakuan dosa pribadi! (acuan jawaban benar: di luar kamar pengakuan/pemeriksaan batin, di dalam kamar pengakuan, setelah keluar/penitensi); (2) Apakah dalam tobat komunal pengakuan dosa tetap dilakukan pribadi kepada imam? (acuan jawaban benar: ya, pengakuan dan absolusi tetap pribadi kepada imam) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati bagan mengenai tahapan tata perayaan Sakramen Tobat pribadi: (1) Di luar kamar pengakuan: pemeriksaan batin dalam doa hening dan menumbuhkan sesal tobat; (2) Di dalam kamar pengakuan: menyapa imam, mengaku dosa secara jujur, mendengarkan nasihat dan menerima penitensi, mendoakan Doa Tobat, serta menerima absolusi (pengampunan) dari imam; (3) Keluar kamar pengakuan: mendoakan atau melaksanakan doa/amal silih (penitensi) dan berniat hidup baru (10 menit).
  • Murid mencermati perbedaan alur perayaan tobat pribadi dan perayaan tobat komunal melalui teks panduan: Perayaan komunal diawali ibadat sabda bersama (nyanyian tobat, bacaan Kitab Suci, homili/pemeriksaan batin bersama), dilanjutkan pengakuan pribadi dan absolusi individu kepada imam-imam yang bertugas, lalu diakhiri doa syukur dan berkat penutup bersama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu urutan cepat 'Alur Rekonsiliasi' secara berpasangan dengan mengurutkan 6 potongan kartu langkah tobat pribadi yang diacak: Kartu A 'Pemeriksaan batin', Kartu B 'Mengaku dosa di hadapan imam', Kartu C 'Mendengar nasihat dan menerima penitensi', Kartu D 'Mendoakan Doa Tobat', Kartu E 'Menerima absolusi dari imam', Kartu F 'Melaksanakan silih/penitensi di luar ruangan' (acuan urutan benar: A - B - C - D - E - F) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja untuk menguraikan tahapan tata perayaan Sakramen Tobat pribadi (tahap di luar ruangan, di dalam ruangan, dan setelah keluar) serta tahapan tobat komunal (tahap pembuka/ibadat sabda bersama, tahap pengakuan pribadi, dan tahap syukur penutup) secara terstruktur (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil uraian tahapan Sakramen Tobat yang telah ditulisnya dan menyadari pentingnya setiap tahapan sebagai proses pemulihan relasi dengan Allah dan sesama (5 menit).
  • Guru memfasilitasi refleksi terbimbing mengenai makna batiniah dari tata perayaan tobat agar murid tidak memandang tata cara tobat sekadar rutinitas lahiriah melainkan perjumpaan kerahiman Ilahi (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari tahapan tata perayaan Sakramen Tobat pribadi dan komunal (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat untuk menguji ketepatan penguraian tahapan tobat (4 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (Makna dan Rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit) dan menutup pembelajaran dengan doa syukur serta berkat (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar panduan visual berskema alur perayaan tobat, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks liturgi tata perayaan tobat lengkap.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan bertahap saat menguraikan alur, sedangkan murid yang mahir menguraikan tahapan tobat secara mandiri dan rinci.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menguraikan tahapan dengan format bagan terpandu berisi kata kunci, sedangkan murid mahir menuliskan uraian deskriptif per tahapan secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Sebutkan 3 ruang lingkup pelaksanaan Sakramen Tobat pribadi! (acuan: sebelum masuk/pemeriksaan batin di luar, di dalam kamar pengakuan, sesudah keluar/melaksanakan penitensi); (2) Bagaimana pelaksanaan pengakuan dosa dalam ibadat tobat komunal? (acuan: pengakuan dosa dan penerimaan absolusi tetap dilakukan secara pribadi satu per satu kepada imam).

Proses:

  • Observasi ketepatan mengurutkan 6 kartu alur Sakramen Tobat pribadi: (1) Pemeriksaan batin, (2) Mengaku dosa kepada imam, (3) Menerima nasihat dan penitensi, (4) Mengucapkan Doa Tobat, (5) Menerima doa absolusi, (6) Melaksanakan penitensi dan silih (acuan: urutan 1-2-3-4-5-6 tepat).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Uraian Tahapan: ketepatan menguraikan tahapan tobat pribadi (luar ruang pengakuan: pemeriksaan batin & penyesalan; dalam ruang pengakuan: pengakuan dosa, penitensi, doa tobat, absolusi; luar ruang pengakuan: pelaksanaan silih/penitensi) dan tobat komunal (bagian pembuka & ibadat sabda bersama, bagian pengakuan pribadi dan absolusi individu, bagian penutup dan doa syukur bersama).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan di akhir: Murid menyebutkan 2 tahapan inti yang wajib berlangsung di dalam kamar pengakuan pribadi (acuan: pengakuan dosa secara jujur dan penerimaan absolusi dari imam) serta 1 ciri khas ibadat tobat komunal (acuan: diawali ibadat sabda dan pemeriksaan batin bersama sebelum pengakuan pribadi).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
  • Pengamatan kinerja pengurutan kartu tahapan perayaan tobat
  • Penilaian lembar kerja penguraian tahapan tata perayaan Sakramen Tobat pribadi dan komunal
  • Cek pemahaman lisan di akhir pertemuan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menguraikan tahapan tata perayaan Sakramen Tobat pribadiBelum mampu menguraikan tahapan Sakramen Tobat pribadi atau hanya menyebutkan 1 tahap dengan tepat.Menguraikan 2 dari 3 tahap Sakramen Tobat pribadi (luar ruang, dalam ruang, atau sesudah keluar) dengan tepat.Menguraikan seluruh 3 tahap Sakramen Tobat pribadi (di luar ruang: pemeriksaan batin; di dalam ruang: mengaku dosa, menerima penitensi, doa tobat, absolusi; sesudah keluar: doa silih/penitensi) secara runtut dan tepat.Menguraikan seluruh 3 tahap Sakramen Tobat pribadi secara runtut, lengkap dengan tindakan spesifik peniten dan imam di setiap tahap secara mandiri tanpa bantuan.
Menguraikan tahapan tata perayaan Sakramen Tobat komunalBelum mampu menguraikan alur perayaan tobat komunal atau keliru membedakannya dengan tobat pribadi.Menguraikan 1 dari 3 bagian perayaan tobat komunal (ibadat sabda bersama, pengakuan pribadi, atau syukur penutup) secara tepat.Menguraikan seluruh 3 bagian perayaan tobat komunal (ibadat sabda/pemeriksaan batin bersama, pengakuan dosa dan absolusi secara pribadi kepada imam, serta doa syukur/berkat penutup bersama) secara tepat.Menguraikan seluruh 3 bagian perayaan tobat komunal secara tepat, rinci, dan mampu membedakan dengan jelas letak unsur komunal dan unsur pribadi dalam perayaan tersebut secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu urutan efektif mempermudah murid memahami alur tata perayaan Sakramen Tobat?
  • Bagian tahapan mana dari perayaan tobat pribadi atau komunal yang masih membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Tahapan apa dalam penerimaan Sakramen Tobat yang paling berkesan dan perlu saya persiapkan dengan sungguh-sungguh?
  • Apakah saya sudah mengerti perbedaan antara tata perayaan Sakramen Tobat pribadi dan ibadat tobat komunal?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Makna dan Rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.7.3 Menjelaskan makna dan rahmat sakramen pengurapan orang sakit bagi umat yang menderita sakit

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) Siapa pelayan tertahbis yang berwenang melayani Sakramen Pengurapan Orang Sakit? [acuan: Uskup dan Imam/Pastor], dan (2) Apa teks Kitab Suci dasar perayaan sakramen ini? [acuan: Yakobus 5:14-16 atau Markus 6:12-13] (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu menjelaskan makna dan rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit bagi orang yang menderita sakit (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara hening membaca teks Kitab Suci Yakobus 5:14-16 tentang doa dan pengurapan orang sakit dengan minyak dalam nama Tuhan (5 menit).
  • Guru memberikan penjelasan mendalam tentang 4 makna pokok Sakramen Pengurapan Orang Sakit: (1) Menganugerahkan rahmat Roh Kudus yang memberi kekuatan, ketenangan, dan kebesaran hati menghadapi derita sakit, (2) Mempersatukan penderitaan si sakit dengan sengsara Kristus, (3) Menganugerahkan rahmat gerejani yang menyucikan diri si sakit, (4) Mempersiapkan si sakit layak menghadap Bapa bila saatnya meninggal (10 menit).
  • Murid mencatat dan mengidentifikasi 4 buah/rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit: (1) Kekuatan, ketenangan, dan ketabahan hati, (2) Pembaruan iman dan harapan kepada Allah melawan godaan putus asa, (3) Pemulihan/kesembuhan fisik jika berkenan bagi keselamatan jiwa, (4) Pengampunan dosa jika ia tidak dapat menerimanya lewat sakramen tobat (Yak 5:15) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpartisipasi dalam kuis tantangan berpasangan 'Tebak Makna & Rahmat' untuk menjodohkan 4 situasi penderitaan dengan rahmat sakramen yang sesuai secara menyenangkan (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penjelasan untuk menjelaskan 4 makna dan 4 rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit berdasarkan pemahaman ajaran Gereja (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penjelasannya dengan bimbingan klarifikasi dari guru untuk memastikan keutuhan 4 makna dan 4 rahmat (5 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi pribadi berkesadaran tentang bagaimana kehadiran Allah memberi kekuatan bagi orang yang sakit (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali makna dan rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit dalam kehidupan beriman Katolik (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan lisan cek pemahaman: sebutkan 2 makna dan 2 rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks rangkuman intisari Yak 5:14-16 dan daftar kata kunci makna serta rahmat; murid yang cepat belajar menelaah kaitan tambahan dengan teks Markus 6:12-13.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan pertanyaan pemandu bertahap saat menyusun penjelasan, sedangkan murid yang telah paham merumuskan penjelasan secara mandiri dan komprehensif.
  • Produk: Format penjelasan dapat berupa poin terstruktur terurai atau paragraf analitis komprehensif sesuai tingkat pemahaman murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: (1) Siapa pelayan tertahbis yang berwenang melayani Sakramen Pengurapan Orang Sakit? [acuan: Uskup dan Imam/Pastor], (2) Apa teks Kitab Suci dasar sakramen ini? [acuan: Yakobus 5:14-16 atau Markus 6:12-13].

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid saat kuis berpasangan menjodohkan situasi dengan rahmat sakramen.
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri penjelasan 4 makna pokok dan 4 rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: sebutkan 2 makna [acuan: menganugerahkan rahmat Roh Kudus/kekuatan batin, mempersatukan derita dengan sengsara Kristus, rahmat gerejani yang menyucikan, persiapan menghadap Bapa] dan 2 rahmat [acuan: kekuatan/ketenangan hati, pembaruan iman/harapan melawan godaan, bantuan Tuhan untuk kesembuhan fisik, pengampunan dosa].

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
  • Kuis tantangan berpasangan tebak makna dan rahmat
  • Penugasan tertulis menjelaskan makna dan rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Makna Sakramen Pengurapan Orang Sakit (Daftar acuan: 1. Menganugerahkan rahmat Roh Kudus yang memberi kekuatan dan ketenangan batin; 2. Mempersatukan penderitaan si sakit dengan sengsara Kristus; 3. Menganugerahkan rahmat gerejani yang menyucikan diri; 4. Mempersiapkan si sakit menghadap Bapa bila meninggal)Belum mampu menjelaskan makna atau hanya menjelaskan 1 makna dengan bantuan penuh guru.Menjelaskan 2 dari 4 makna sakramen secara tepat sesuai daftar acuan dengan sedikit bimbingan guru.Menjelaskan 3 dari 4 makna sakramen secara tepat sesuai daftar acuan secara mandiri.Menjelaskan seluruh 4 makna sakramen secara tepat, lengkap, dan mendalam sesuai daftar acuan secara mandiri.
Penjelasan Rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit (Daftar acuan: 1. Kekuatan, ketenangan, dan ketabahan hati; 2. Pembaruan iman dan harapan kepada Allah melawan godaan; 3. Pemulihan/kesembuhan fisik jika berkenan bagi keselamatan jiwa; 4. Pengampunan dosa)Belum mampu menjelaskan rahmat atau hanya menyebutkan 1 rahmat dengan bantuan penuh guru.Menjelaskan 2 dari 4 rahmat sakramen secara tepat sesuai daftar acuan dengan sedikit bimbingan guru.Menjelaskan 3 dari 4 rahmat sakramen secara tepat sesuai daftar acuan secara mandiri.Menjelaskan seluruh 4 rahmat sakramen secara tepat, lengkap, dan mendalam sesuai daftar acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit cukup memfasilitasi murid memahami makna dan rahmat sakramen secara mendalam?
  • Bagian penjelasan mana yang masih sulit dipahami murid mengenai kaitan penderitaan manusia dengan salib Kristus?

Murid:

  • Apa makna penting Sakramen Pengurapan Orang Sakit yang paling menyentuh hati saya hari ini?
  • Rahmat apa dari sakramen ini yang paling dibutuhkan oleh orang yang sedang menderita sakit berat?

Pertemuan 4 — Merumuskan Bentuk Pendampingan Doa Berlandaskan Ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.7.4 Merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi sesama yang sakit berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakit

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama mohon ketajaman hati dalam merawat sesama yang menderita sakit (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merumuskan bentuk pendampingan Gereja berupa doa bagi orang sakit berlandaskan ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan 2 pertanyaan diagnostik lisan mengenai wujud pendampingan doa berdasarkan Yakobus 5:14-15: (1) Siapa yang dipanggil oleh jemaat untuk mendoakan orang sakit? (Acuan jawaban: penatua jemaat / imam); (2) Apa wujud doa yang dilakukan dan buah yang dijanjikan dalam teks tersebut? (Acuan jawaban: mendoakan dan mengoleskan minyak dalam nama Tuhan; buahnya doa yang lahir dari iman menyelamatkan/menyembuhkan orang sakit dan dosa-dosanya diampuni) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai teks Kitab Suci Yakobus 5:13-16 dan ajaran Gereja tentang rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit: memberi kekuatan batin, ketenangan hati, penghiburan, pembaruan iman melawan keputusasaan, serta pengampunan dosa (10 menit).
  • Permainan Tebak Unsur Doa Berpasangan: Murid secara berpasangan memainkan kuis cepat mencocokkan 4 kartu potongan teks doa dengan 4 unsur pokok doa pendampingan orang sakit. Kartu 1: 'Tuhan, kuatkanlah saudari kami dalam menghadapi rasa lemah di ranjang rumah sakit' dipasangkan dengan unsur Ketabahan/Kekuatan Fisik & Jiwa; Kartu 2: 'Semoga ia tetap percaya bahwa Engkau tidak pernah meninggalkannya' dipasangkan dengan unsur Keteguhan Iman/Harapan; Kartu 3: 'Ampunilah segala salah dan khilafnya agar jiwanya beroleh damai' dipasangkan dengan unsur Pengampunan Dosa/Damai Batin; Kartu 4: 'Kami memohon jamahan kasih-Mu agar bilur dan sakitnya beroleh kesembuhan seturut kehendak-Mu' dipasangkan dengan unsur Permohonan Kesembuhan (acuan: pasangan kartu 1-4 di atas) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Kerja Perumusan Doa Pendampingan Orang Sakit yang memuat instruksi menyusun rumusan doa tertulis dengan memenuhi 4 unsur ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit (permohonan kekuatan/ketabahan, peneguhan iman/harapan, pengampunan dosa/damai batin, dan permohonan kesembuhan) (5 menit).
  • Murid secara mandiri merumuskan 1 teks doa pendampingan orang sakit (panjang minimal 4 kalimat) yang memuat lengkap keempat unsur ajaran sakramen tersebut (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk hening, membaca dalam hati rumusan doa yang telah dibuatnya sebagai latihan rohani batin untuk merasakan kehadiran Kristus yang menyembuhkan dan menghibur sesama yang sakit (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan bahwa doa pendampingan yang mereka rumuskan merupakan perwujudan konkret keterlibatan umat dalam karya penyembuhan Gereja berlandaskan rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 unsur utama pendampingan doa bagi orang sakit menurut ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit: kekuatan/ketabahan batin, pembaruan iman/harapan, pengampunan dosa, dan permohonan kesembuhan (5 menit).
  • Asesmen Akhir: Guru memeriksa keterpenuhan unsur rumusan doa murid dan mengumpulkan lembar kerja; murid dan guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mendoakan salah satu rumusan doa karya murid serta membuat tanda salib penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan scaffolding disediakan templat panduan struktur doa rumpang yang memuat penuntun 4 unsur (pembuka, permohonan kekuatan & iman, permohonan ampun & kesembuhan, penutup); bagi murid yang mahir diberikan instruksi merumuskan doa dengan situasi spesifik (misalnya mendampingi pasien yang sedang cemas menjelang operasi).
  • Proses: Guru memberikan bimbingan individual bagi murid yang kesulitan menghubungkan ajaran sakramen dengan kalimat doa.
  • Produk: Murid dapat menyusun rumusan doa dalam bentuk teks tertulis naratif maupun bait puisi doa pribadi dengan tetap memuat 4 unsur pokok ajaran sakramen.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik teks Yakobus 5:14-15: (1) Siapa yang dipanggil untuk mendoakan orang sakit? (acuan: penatua jemaat / imam); (2) Apa wujud doa dan buah yang dijanjikan? (acuan: mendoakan dan mengoleskan minyak demi nama Tuhan; buahnya doa yang lahir dari iman menyelamatkan/menyembuhkan orang sakit dan dosanya diampuni).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid menjodohkan 4 kartu kutipan doa dengan unsur pokok doa (acuan: Kartu 1 - Kekuatan Jiwa/Ketabahan; Kartu 2 - Keteguhan Iman/Harapan; Kartu 3 - Pengampunan Dosa/Damai; Kartu 4 - Permohonan Kesembuhan).
  • Pemeriksaan draf rumusan doa murid selama tahap Mengaplikasi untuk memastikan kalimat yang disusun memuat unsur ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk teks tertulis rumusan doa pendampingan orang sakit berdasarkan pemenuhan 4 unsur acuan: (1) permohonan kekuatan/ketabahan dalam derita, (2) pembaruan/peneguhan iman dan harapan kepada Allah, (3) pengampunan dosa / kedamaian batin, (4) permohonan kesembuhan seturut kehendak Allah.

Formatif:

  • Kuis tebak pasangan kartu unsur doa pendampingan orang sakit pada tahap Memahami
  • Pemeriksaan teks rumusan doa pendampingan orang sakit pada lembar kerja murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perumusan Unsur Ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit dalam Doa Pendampingan (Acuan 4 Unsur: 1. Permohonan kekuatan/ketabahan; 2. Peneguhan iman/harapan; 3. Pengampunan dosa; 4. Permohonan kesembuhan)Merumuskan doa pendampingan yang hanya memuat 1 dari 4 unsur acuan ajaran sakramen.Merumuskan doa pendampingan yang memuat 2 dari 4 unsur acuan ajaran sakramen.Merumuskan doa pendampingan yang memuat 3 dari 4 unsur acuan ajaran sakramen.Merumuskan doa pendampingan secara lengkap yang memuat seluruh 4 unsur acuan ajaran sakramen secara tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran telah memfasilitasi murid merumuskan doa yang sungguh berakar pada ajaran dan buah Sakramen Pengurapan Orang Sakit?
  • Bagaimana keterlibatan batin murid saat merenungkan dan menyusun doa untuk sesama yang sakit?

Murid:

  • Unsur ajaran sakramen mana yang paling menyentuh hatimu saat merumuskan doa untuk orang sakit hari ini?
  • Apakah kamu merasa siap menggunakan rumusan doamu untuk mendoakan keluarga atau sahabat yang sedang sakit?

Pertemuan 5 — Merumuskan Rencana Tindakan Nyata Pendampingan Orang Sakit Berlandaskan Ajaran Gereja — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.7.4 Merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi sesama yang sakit berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakit

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama pembuka pelajaran memohon bimbingan Roh Kudus, serta memeriksa kehadiran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa kuis cepat diagnostik pemahaman bentuk pendampingan orang sakit dengan menampilkan 3 pernyataan berikut: (1) Menghubungi pastor paroki/lingkungan saat ada umat sakit berat (acuan: benar/bentuk pendampingan rohani); (2) Menjauhkan orang sakit agar tidak merepotkan lingkungan (acuan: salah/bukan pendampingan); (3) Mendoakan dan membawakan penghiburan bagi yang menderita (acuan: benar/bentuk pendampingan jasmani-rohani), lalu murid mengangkat kartu hijau (benar) atau merah (salah) untuk memetakan kesiapan belajar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai landasan ajaran Gereja dalam sakramen pengurapan orang sakit yang memanggil setiap anggota Gereja terlibat dalam pendampingan holistik (perhatian jasmani, penguatan moral, dan pendampingan sakramental) (10 menit).
  • Murid dalam kelompok memainkan 'Kartu Cocok Aksi': mencocokkan 4 kartu kebutuhan orang sakit dengan 4 kartu bentuk tindakan pendampingan Gereja berikut: (1) Kebutuhan penguatan sakramen -> Tindakan: memfasilitasi pelayanan Sakramen Pengurapan Orang Sakit oleh imam; (2) Kebutuhan dukungan doa -> Tindakan: menyelenggarakan doa bersama keluarga/lingkungan; (3) Kebutuhan penghiburan emosional -> Tindakan: menjenguk dan mendengarkan keluh kesah si sakit; (4) Kebutuhan bantuan praktis -> Tindakan: gotong royong membantu kebutuhan fisik/makanan (acuan: 4 pasangan cocok tersebut) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Secara berpasangan/berkelompok, murid merumuskan rencana tindakan nyata pendampingan orang sakit pada lembar matriks yang mencakup 3 aspek wajib: (a) pendampingan sakramental/rohani, (b) pendampingan sosial/kunjungan, dan (c) langkah operasional bersama persekutuan umat/lingkungan (20 menit).
  • Setiap kelompok saling menukarkan draf rancangan tindakan nyata untuk saling mencermati kelengkapan rumusan pendampingan berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakit (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengambil sikap hening untuk merenungkan panggilan pribadi sebagai anggota Gereja dalam mewujudkan belas kasih Kristus bagi mereka yang lemah dan menderita sakit (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap rumusan rencana tindakan nyata yang telah disusun, mengingatkan persiapan untuk asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, dan menutup pertemuan dengan doa bersama bagi orang-orang sakit (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan kerangka matriks rencana tindakan nyata terstruktur bagi murid yang membutuhkan bimbingan bertahap.
  • Proses: Murid yang lebih cepat merumuskan tindakan pendampingan untuk skenario kasus yang lebih kompleks (pasien lanjut usia yang tinggal sendiri tanpa keluarga dekat), sedangkan murid yang butuh bimbingan fokus pada kasus orang sakit di lingkungan keluarga atau teman sebaya.
  • Produk: Format perumusan tindakan nyata dapat dituangkan dalam bentuk matriks tabel atau bagan alur tindakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis diagnostik cepat 3 butir pernyataan bentuk pendampingan: (1) Menghubungi pastor paroki/lingkungan saat ada umat sakit berat (acuan: benar); (2) Menjauhkan orang sakit agar tidak merepotkan lingkungan (acuan: salah); (3) Mendoakan dan membawakan penghiburan bagi yang menderita (acuan: benar).

Proses:

  • Observasi keterlibatan kolaborasi kelompok saat mencocokkan Kartu Cocok Aksi dan merumuskan matriks tindakan nyata pendampingan orang sakit berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakit.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil rumusan lembar kerja rencana tindakan nyata pendampingan orang sakit berdasarkan kriteria kelengkapan 3 aspek (pendampingan sakramental/rohani, sosial/kunjungan, dan langkah operasional bersama lingkungan).

Formatif:

  • Penilaian proses perumusan rencana tindakan nyata pendampingan orang sakit melalui lembar kerja kelompok dengan rubrik penilaian unjuk kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi sesama yang sakit berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakitBelum mampu merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi orang sakit atau rumusan belum memuat satupun dari 3 aspek (sakramental, sosial, operasional lingkungan) secara tepat.Merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi orang sakit dengan memuat 1 dari 3 aspek (sakramental, sosial, operasional lingkungan) secara tepat.Merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi orang sakit dengan memuat 2 dari 3 aspek (sakramental, sosial, operasional lingkungan) secara tepat.Merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi orang sakit secara lengkap memuat seluruh 3 aspek (sakramental/rohani, sosial/kunjungan, dan langkah operasional bersama lingkungan) secara tepat dan aplikatif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat merumuskan tindakan nyata pendampingan yang berakar pada ajaran sakramen pengurapan orang sakit secara kontekstual?
  • Apakah aktivitas kelompok berhasil menumbuhkan rasa empati dan semangat kepedulian murid terhadap orang yang sakit?

Murid:

  • Hal konkret apa yang dapat saya lakukan minggu ini untuk menghibur atau mendoakan orang di sekitar saya yang sedang sakit?
  • Bagaimana perasaan saya ketika menyadari bahwa Yesus hadir menghibur orang sakit melalui tindakan peduli kita?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.7.1 Menjelaskan makna dan ajaran Gereja mengenai sakramen tobat dalam kehidupan beriman
  • TP 8.7.2 Menguraikan tahapan tata perayaan penerimaan sakramen tobat sebagai sarana rekonsiliasi
  • TP 8.7.3 Menjelaskan makna dan rahmat sakramen pengurapan orang sakit bagi umat yang menderita sakit
  • TP 8.7.4 Merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi sesama yang sakit berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakit

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen dengan salam pembuka, mengajak murid mengheningkan cipta dan berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat melaksanakan asesmen dengan jujur, tenang, dan bertanggung jawab (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan sesi sumatif bab serta menjelaskan tata tertib dan 3 rincian tugas asesmen sumatif: Tugas 1 Tes Tertulis dan Bagan Alur (TP 1 & 2), Tugas 2 Produk Doa Syafaat dan Rencana Aksi (TP 4), serta mekanisme Tugas 3 Wawancara Lisan Terstruktur bergiliran ke meja guru (TP 3) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan berkas lembar kerja asesmen sumatif kepada seluruh murid, lalu membimbing murid memeriksa kejelasan petunjuk pengerjaan dan kelengkapan lembar tugas (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara individual mengerjakan Tugas 1 (TP 8.7.1 & TP 8.7.2): menjawab 2 soal uraian tertulis mengenai makna dan ajaran Gereja tentang Sakramen Tobat serta melengkapi bagan 5 tahapan tata perayaan Sakramen Tobat beserta penjelasannya. Soal 1: Jelaskan makna sakramen tobat dan ajaran Gereja mengenai rekonsiliasi (Acuan jawaban: Sakramen tobat adalah sarana pemulihan rahmat dan pengampunan dosa dari Allah melalui perantaraan Gereja/imam yang mendamaikan manusia dengan Allah dan sesama; ajaran Gereja menegaskan bahwa dosa merusak relasi dengan Allah dan jemaat, sehingga pertobatan menuntut pembalikan hati secara tulus kembali kepada Allah). Soal 2: Tuliskan dan uraikan 5 tahapan tata perayaan Sakramen Tobat pribadi secara runtut beserta penjelasannya (Acuan bagan dan uraian: Tahap 1 Pemeriksaan Batin/menyadari dan mengingat dosa; Tahap 2 Menyesali Dosa/sikap tobat batin dan berniat tidak mengulangi; Tahap 3 Mengaku Dosa/mengungkapkan dosa di hadapan imam; Tahap 4 Menerima Absolusi/doa pengampunan dari imam atas nama Kristus; Tahap 5 Melakukan Denda Dosa atau Penitensi/tindakan nyata doa atau silih untuk memperbaiki akibat dosa) (35 menit).
  • Secara simultan dengan pengerjaan Tugas 1 dan 2, guru memanggil murid secara bergiliran satu per satu ke meja guru untuk melaksanakan Tugas 3 Asesmen Lisan Terstruktur (TP 8.7.3) dengan alokasi waktu sekitar 0,85 menit per murid (mencakup 28 murid). Guru mengajukan 3 pertanyaan lisan terstruktur: (a) Jelaskan makna Sakramen Pengurapan Orang Sakit (Acuan: Sakramen penyembuhan dan penguatan rohani yang diberikan Gereja kepada orang sakit berat, lanjut usia, atau menghadapi sakratul maut); (b) Sebutkan simbol atau sarana utama yang digunakan dalam perayaannya (Acuan: Minyak suci/Minyak orang sakit dan penumpangan tangan imam); (c) Sebutkan rahmat utama yang diterima si sakit (Acuan: Peneguhan iman/ketabahan dalam derita, pemulihan batin/kesembuhan rohani dan jasmani bila dikehendaki Allah, pengampunan dosa, dan persiapan menuju kehidupan kekal) (25 menit).
  • Seluruh murid melanjutkan pengerjaan Tugas 2 Produk Tertulis (TP 8.7.4): menuliskan satu teks doa syafaat pribadi bagi orang yang menderita sakit (memuat unsur pujian/syukur dan permohonan kekuatan/kesembuhan) serta merumuskan satu rencana tindakan nyata pendampingan orang sakit berlandaskan ajaran Gereja (memuat bentuk aksi nyata kunjungan/penghiburan/bantuan konkret) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali seluruh lembaran tugas tertulis dan produk, mengumpulkan seluruh berkas ke meja guru secara tertib dan mandiri (1 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi refleksi singkat dan konfirmasi keterlaksanaan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab Sakramen Penyembuhan, memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian murid selama asesmen (1 menit).
  • Guru menutup seluruh kegiatan bab dengan doa syukur bersama berterima kasih atas penyertaan Tuhan selama pembelajaran Bab Sakramen Penyembuhan (Luk 15:32 dan Yak 5:15) serta menyampaikan berkah penutup (0 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi konten materi karena merupakan asesmen sumatif terstandar untuk mengukur ketercapaian TP yang sama bagi seluruh murid.
  • Proses: Akomodasi akses waktu membaca soal dan posisi duduk tenang bagi murid dengan hambatan konsentrasi tanpa mengubah standar kompetensi, durasi total, maupun kriteria penilaian.
  • Produk: Format penyajian tertulis pada lembar jawaban terstruktur disediakan secara jelas dan rapi dengan panduan kolom bagan untuk memudahkan pengisian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis dan instruksional murid sebelum asesmen: guru memverifikasi pemahaman murid terhadap 3 bentuk instrumen yang akan dikerjakan secara mandiri.

Proses:

  • Pemantauan kemandirian, ketertiban, dan kejujuran murid selama pengerjaan lembar kerja tertulis serta pencatatan respons lisan terstruktur pada lembar observasi analitik guru.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis terpadu, penyusunan produk rencana aksi liturgis-sosial, dan wawancara lisan terstruktur: berkas lembar kerja tertulis yang memuat uraian ajaran sakramen tobat beserta bagan alur perayaannya, lembar produk doa syafaat dan rencana pendampingan orang sakit, serta catatan respons lisan terstruktur murid mengenai sakramen pengurapan orang sakit
  • tes tertulis uraian dan penugasan bagan alur: lembar jawaban tertulis berisi penjelasan makna dan ajaran Gereja mengenai sakramen tobat serta bagan alur proses perayaan sakramen tobat beserta penjelasan reflektif setiap tahapnya yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • penilaian produk tertulis: lembar karya murid yang memuat teks doa syafaat tertulis dan rancangan tindakan nyata pendampingan bagi sesama yang menderita sakit berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakit dikerjakan serentak di kelas (20 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk)
  • tes lisan terstruktur bergiliran: jawaban lisan langsung murid mengenai makna, simbol utama, dan rahmat sakramen pengurapan orang sakit dinilai bergantian 1 menit per murid melalui pemanggilan terstruktur ke meja guru saat murid lain menyelesaikan atau membaca mandiri (25 menit / 0,85 menit per murid mencakup 28 murid) (25 menit; individual; instrumen: rubrik asesmen lisan analitik)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis terpadu, penyusunan produk rencana aksi liturgis-sosial, dan wawancara lisan terstruktur: berkas lembar kerja tertulis yang memuat uraian ajaran sakramen tobat beserta bagan alur perayaannya, lembar produk doa syafaat dan rencana pendampingan orang sakit, serta catatan respons lisan terstruktur murid mengenai sakramen pengurapan orang sakit
  • tes tertulis uraian dan penugasan bagan alur: lembar jawaban tertulis berisi penjelasan makna dan ajaran Gereja mengenai sakramen tobat serta bagan alur proses perayaan sakramen tobat beserta penjelasan reflektif setiap tahapnya yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • penilaian produk tertulis: lembar karya murid yang memuat teks doa syafaat tertulis dan rancangan tindakan nyata pendampingan bagi sesama yang menderita sakit berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakit dikerjakan serentak di kelas (20 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk)
  • tes lisan terstruktur bergiliran: jawaban lisan langsung murid mengenai makna, simbol utama, dan rahmat sakramen pengurapan orang sakit dinilai bergantian 1 menit per murid melalui pemanggilan terstruktur ke meja guru saat murid lain menyelesaikan atau membaca mandiri (25 menit / 0,85 menit per murid mencakup 28 murid) (25 menit; individual; instrumen: rubrik asesmen lisan analitik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Makna dan Ajaran Gereja tentang Sakramen Tobat (TP 8.7.1)Belum mampu menjelaskan makna Sakramen Tobat dan ajaran Gereja mengenai rekonsiliasi sesuai acuan materi.Menjelaskan makna Sakramen Tobat secara parsial (hanya menyebutkan pengampunan dosa tanpa mengaitkan dengan ajaran pemulihan relasi/rekonsiliasi dengan Allah dan sesama).Menjelaskan makna Sakramen Tobat dan ajaran Gereja mengenai rekonsiliasi secara tepat sesuai acuan (pemulihan relasi dengan Allah dan sesama/Gereja melalui pengampunan dosa).Menjelaskan makna Sakramen Tobat dan ajaran Gereja mengenai rekonsiliasi secara mendalam, tepat, komprehensif, serta menghubungkannya secara utuh dengan pertobatan batin dalam hidup beriman.
Penguraian Tahapan Tata Perayaan Sakramen Tobat (TP 8.7.2)Menguraikan kurang dari 2 tahapan perayaan Sakramen Tobat atau urutan tidak tepat (Acuan 5 tahap: 1. Pemeriksaan batin, 2. Menyesali dosa, 3. Mengaku dosa, 4. Menerima absolusi, 5. Melakukan penitensi).Menguraikan 2 sampai 3 tahapan perayaan Sakramen Tobat dengan runtut dan benar sesuai acuan 5 tahap.Menguraikan 4 sampai 5 tahapan perayaan Sakramen Tobat secara runtut dan tepat beserta penjelasan singkat masing-masing tahap sesuai acuan 5 tahap.Menguraikan seluruh 5 tahapan perayaan Sakramen Tobat secara runtut, tepat, dan memberikan penjelasan mendalam pada setiap tahapan sesuai acuan 5 tahap.
Penjelasan Makna, Simbol, dan Rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit (TP 8.7.3)Menjawab tepat kurang dari 2 dari 3 aspek lisan (Acuan aspek: makna sakramen, simbol utama minyak/penumpangan tangan, dan rahmat peneguhan/kesembuhan/pengampunan).Menjawab tepat 2 dari 3 aspek lisan sesuai daftar acuan makna, simbol, dan rahmat.Menjawab tepat seluruh 3 aspek lisan (makna sakramen pengurapan orang sakit, simbol minyak/penumpangan tangan, dan minimal 2 rahmat sakramen) sesuai acuan.Menjawab tepat seluruh 3 aspek lisan secara lancar, lengkap, dan menguraikan seluruh 4 rahmat sakramen secara komprehensif sesuai acuan.
Perumusan Bentuk Pendampingan: Doa Syafaat dan Tindakan Nyata (TP 8.7.4)Produk hanya memuat salah satu unsur (hanya doa atau hanya tindakan) atau isi doa dan rencana tindakan tidak relevan dengan ajaran pendampingan orang sakit.Produk memuat teks doa syafaat dan rencana tindakan nyata, namun isi doa belum memuat unsur permohonan kekuatan/kesembuhan atau rencana tindakan masih bersifat umum.Produk memuat teks doa syafaat (memuat unsur pujian/syukur dan permohonan kesembuhan) serta rencana tindakan nyata pendampingan orang sakit (kunjungan/penghiburan/bantuan konkret) secara tepat dan realistis berlandaskan ajaran Gereja.Produk memuat teks doa syafaat yang mendalam dan rencana tindakan nyata pendampingan yang sangat terperinci, konkret, realistis, dan berakar kuat pada semangat belas kasih Kristiani.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pembagian tes tertulis, penyusunan produk doa/aksi, dan tes lisan bergiliran berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana tingkat penguasaan murid terhadap pemahaman Sakramen Penyembuhan (Tobat dan Pengurapan Orang Sakit) secara keseluruhan?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif ini yang paling menunjukkan pemahamanku tentang Sakramen Penyembuhan?
  • Komitmen nyata apa yang akan aku lakukan dalam mewujudkan pertobatan dan kepedulian terhadap sesama yang sakit setelah mempelajari bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Lukas 15:11-32: Perumpamaan tentang Anak yang Hilang)
  2. Dokumen Konsili Vatikan II: Lumen Gentium art. 11
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021
  4. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021, Bab 7: Sakramen Penyembuhan
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Puskurbuk Kemendikbudristek 2021
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021
  7. Teks Tata Perayaan Sakramen Tobat dan Rekonsiliasi (Komisi Liturgi KWI)
  8. Bagan Alur Tata Perayaan Sakramen Tobat dan Set Kartu Urutan 'Alur Rekonsiliasi'
  9. Alkitab Deuterokanonika (Yakobus 5:14-16; Markus 6:12-13)
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021, Bab 7 Halaman 212-216)
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021, Bab 7 Halaman 146-152)
  12. Katekismus Gereja Katolik (KGK 1520-1523)
  13. Alkitab (Surat Yakobus 5:13-16; Injil Markus 6:12-13)
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021, Bab 7 Halaman 213-215)
  15. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021, Bab 7 Halaman 146-149)
  16. Kartu permainan potongan teks doa dan unsur Sakramen Pengurapan Orang Sakit
  17. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek RI, 2021)
  18. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek RI, 2021)
  19. Alkitab (Mrk 6:12-13, Yak 5:14-15)
  20. Buku Puji Syukur
  21. Lembar Kerja Matriks Rencana Tindakan Pendampingan Orang Sakit dan Kartu Cocok Aksi
  22. Kitab Suci (Lukas 15:11-32; Yakobus 5:14-16)
  23. Katekismus Gereja Katolik (KGK 1420-1532)
  24. Lembar Asesmen Sumatif Bab 7

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.