Modul AjarBab 3Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8 Bab 3: Konsekuensi Pewartaan Yesus

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 untuk Bab 3 "Konsekuensi Pewartaan Yesus", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8 Bab 3: Konsekuensi Pewartaan Yesus

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 3 — Konsekuensi Pewartaan Yesus

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 3 — Konsekuensi Pewartaan Yesus
Alokasi Waktu10 JP (10 x 40 menit = 400 menit)
Jumlah Pertemuan5
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.3.1 Mengidentifikasi peristiwa sengsara dan wafat Yesus berdasarkan kisah Kitab Suci
  2. TP 8.3.2 Menjelaskan makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi pewartaan-Nya
  3. TP 8.3.3 Menganalisis peristiwa kebangkitan Yesus beserta bukti-buktinya dalam Kitab Suci
  4. TP 8.3.4 Menyimpulkan makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Peristiwa-peristiwa apa saja yang dialami Yesus sejak Ia berdoa di Taman Getsemani hingga wafat di kayu salib?
  2. Siapa saja tokoh-tokoh dalam Kitab Suci yang terlibat langsung dalam peristiwa penangkapan dan penyaliban Yesus?
  3. Mengapa Yesus rela menanggung penderitaan sengsara hingga wafat di kayu salib?
  4. Apa kaitan antara karya pewartaan Kerajaan Allah yang dilakukan Yesus dengan hukuman salib yang diterima-Nya?
  5. Mengapa kubur yang kosong menjadi salah satu tanda awal kebangkitan Yesus?
  6. Bukti-bukti apa sajakah dalam Kitab Suci yang menegaskan bahwa Yesus sungguh bangkit dari antara orang mati?
  7. Mengapa peristiwa Yesus terangkat ke surga justru memberikan sukacita dan keberanian, bukan kesedihan karena ditinggalkan?
  8. Apa arti peristiwa Yesus naik ke surga bagi perjalanan iman dan tugas hidup kita sehari-hari?
  9. Bagaimana peristiwa sengsara, wafat, kebangkitan, hingga kenaikan Yesus ke surga membuktikan kesetiaan-Nya pada kehendak Allah?
  10. Mengapa iman kristiani berakar kuat pada peristiwa kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi peristiwa sengsara dan wafat Yesus dalam kisah Kitab Suci — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.1 Mengidentifikasi peristiwa sengsara dan wafat Yesus berdasarkan kisah Kitab Suci

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa pembuka, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengidentifikasi urutan peristiwa sengsara dan wafat Yesus serta tokoh-tokoh yang terlibat berdasarkan teks Kitab Suci (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 3 pertanyaan lisan singkat untuk mengecek pengetahuan awal murid tentang kisah sengsara Yesus: (1) Di taman manakah Yesus berdoa sebelum ditangkap? (Acuan: Taman Getsemani); (2) Siapakah murid yang mengkhianati Yesus dengan ciuman? (Acuan: Yudas Iskariot); (3) Di manakah Yesus disalibkan sampai wafat? (Acuan: Golgota / Bukit Tengkorak) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca bersama kutipan teks Kitab Suci tentang kisah sengsara dan wafat Yesus menurut Injil Lukas 22:39-23:49 (atau teks rangkuman kronologis kisah sengsara pada Buku Siswa) secara hening dan penuh perhatian (10 menit).
  • Guru memandu murid mencermati alur peristiwa sengsara dan wafat Yesus dengan menayangkan bagan kronologis teks Kitab Suci yang memuat 6 peristiwa utama: (1) Doa di Taman Getsemani, (2) Pengkhianatan dan penangkapan Yesus, (3) Pengadilan di hadapan Mahkamah Agama dan Pontius Pilatus, (4) Penyesahan dan pemahkotaan duri, (5) Perjalanan memanggul salib ke Golgota, (6) Penyaliban dan wafat Yesus di kayu salib (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil berpasangan untuk memainkan aktivitas menggembirakan 'Kartu Kronologi Sengsara Yesus', di mana setiap pasangan menerima 6 kartu peristiwa acak untuk disusun secara tepat dari awal hingga akhir sesuai teks Kitab Suci: Kartu A (Yesus berdoa di Taman Getsemani), Kartu B (Yudas mengkhianati Yesus dan Yesus ditangkap), Kartu C (Yesus diadili oleh Mahkamah Agama dan Pontius Pilatus), Kartu D (Yesus disesah dan diolok-olok dengan mahkota duri), Kartu E (Yesus memanggul salib menuju Golgota), Kartu F (Yesus disalibkan dan menyerahkan nyawa-Nya lalu wafat) [Acuan urutan tepat: A - B - C - D - E - F] (12 menit).
  • Setiap murid secara individu mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Peristiwa Kitab Suci yang berisi tugas menjodohkan 4 tokoh/kelompok dengan peranannya dalam peristiwa sengsara Yesus: (1) Simon dari Kirene, (2) Pontius Pilatus, (3) Para wanita Yerusalem, (4) Perwira Romawi di bawah salib. Pasangan acuan benar: (1) Membantu Yesus memanggul salib, (2) Menjatuhkan vonis hukuman salib setelah mencuci tangan, (3) Menangisi Yesus di jalan salib lalu dihibur oleh Yesus, (4) Mengakui bahwa Yesus sungguh orang benar setelah Ia wafat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil urutan kartu kronologi dan lembar kerja identifikasi tokoh terhadap ayat Kitab Suci untuk mengonfirmasi ketepatan pemahaman (8 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan 6 rangkaian peristiwa sengsara hingga wafat Yesus berdasarkan Kitab Suci yang telah diidentifikasi (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat: (1) Sebutkan urutan 2 peristiwa langsung sebelum Yesus disalibkan di Golgota! (Acuan: pengadilan/penyesahan dan perjalanan memanggul salib); (2) Siapakah tokoh yang dipaksa membantu memanggul salib Yesus? (Acuan: Simon dari Kirene), lalu menutup sesi dengan doa penutup syukur (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan Kitab Suci dengan penanda warna pada nama tokoh dan nama tempat kejadian; murid yang siap diberikan teks Kitab Suci utuh tanpa penanda.
  • Proses: Pada aktivitas kartu kronologi, murid yang memerlukan pendampingan menyusun kartu dengan bantuan petunjuk nomor bab/ayat Kitab Suci di balik kartu; murid berkemampuan cepat menyusun kartu kronologi secara mandiri murni berdasarkan narasi peristiwa.
  • Produk: Pada lembar kerja identifikasi, murid yang membutuhkan bimbingan menjodohkan 3 tokoh inti (Simon dari Kirene, Pontius Pilatus, Perwira Romawi); murid cepat menjodohkan seluruh 4 tokoh lengkap beserta rincian tindakannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai 3 fakta dasar sengsara Yesus: (1) Tempat Yesus berdoa sebelum ditangkap (Acuan: Taman Getsemani); (2) Tokoh murid yang mengkhianati Yesus (Acuan: Yudas Iskariot); (3) Tempat Yesus disalibkan (Acuan: Golgota/Bukit Tengkorak). Kriteria kesiapan: Menjawab benar minimal 2 dari 3 pertanyaan menunjukkan kesiapan mempelajari kronologi peristiwa secara utuh.

Proses:

  • Formatif 1: Penilaian ketepatan pasangan menyusun 6 kartu kronologi peristiwa sengsara Yesus sesuai alur Injil Lukas 22-23 (Acuan urutan tepat: A-B-C-D-E-F: Getsemani -> Penangkapan -> Pengadilan Pilatus -> Penyesahan/Mahkota Duri -> Jalan Salib -> Wafat di Salib).
  • Formatif 2: Penilaian ketepatan lembar kerja menjodohkan 4 tokoh peristiwa sengsara dan wafat Yesus (Daftar tokoh & peran acuan: 1. Simon dari Kirene -> Membantu memanggul salib; 2. Pontius Pilatus -> Menjatuhkan vonis hukuman salib; 3. Wanita-wanita Yerusalem -> Menangisi Yesus di jalan salib; 4. Perwira Romawi -> Mengakui Yesus sebagai orang benar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tulis penutup: (1) Murid menyebutkan 2 peristiwa sebelum Yesus disalibkan di Golgota (Acuan: pengadilan oleh Pilatus/penyesahan dan perjalanan memanggul salib); (2) Murid menyebutkan tokoh pembantu panggul salib (Acuan: Simon dari Kirene). Kriteria tuntas: Murid menjawab kedua butir cek pemahaman dengan tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyusunan 6 kartu kronologi peristiwa sengsara Yesus
  • Pemeriksaan lembar kerja individu identifikasi 4 tokoh dan perannya dalam peristiwa sengsara dan wafat Yesus

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi urutan peristiwa sengsara dan wafat Yesus dalam Kitab SuciMengurutkan dengan tepat kurang dari 3 dari 6 kartu peristiwa kronologi sengsara dan wafat Yesus (Daftar kartu: A. Getsemani, B. Penangkapan, C. Pengadilan Pilatus, D. Penyesahan, E. Memanggul Salib, F. Wafat di Salib).Mengurutkan dengan tepat 3 sampai 4 dari 6 kartu peristiwa kronologi sengsara dan wafat Yesus sesuai urutan acuan A-B-C-D-E-F dengan bimbingan guru.Mengurutkan dengan tepat 5 dari 6 kartu peristiwa kronologi sengsara dan wafat Yesus sesuai urutan acuan A-B-C-D-E-F secara berpasangan.Mengurutkan dengan tepat seluruh 6 kartu peristiwa kronologi sengsara dan wafat Yesus secara tepat dan runtut (A-B-C-D-E-F) secara mandiri.
Mengidentifikasi tokoh dan peranan dalam peristiwa sengsara dan wafat YesusMenjodohkan dengan tepat kurang dari 2 dari 4 tokoh dan perannya dalam peristiwa sengsara Yesus (Daftar acuan: Simon dari Kirene - memanggul salib; Pontius Pilatus - vonis hukuman; Wanita Yerusalem - menangisi Yesus; Perwira Romawi - mengaku orang benar).Menjodohkan dengan tepat 2 dari 4 tokoh dan perannya dalam peristiwa sengsara Yesus sesuai daftar acuan.Menjodohkan dengan tepat 3 dari 4 tokoh dan perannya dalam peristiwa sengsara Yesus sesuai daftar acuan.Menjodohkan dengan tepat seluruh 4 tokoh dan perannya dalam peristiwa sengsara Yesus secara lengkap dan tepat sesuai daftar acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu kronologi peristiwa efektif membantu murid mengidentifikasi alur sengsara dan wafat Yesus sesuai teks Kitab Suci?
  • Bagian kronologi atau identifikasi tokoh mana yang paling sering membuat murid keliru dan membutuhkan penjelasan tambahan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Peristiwa manakah dalam kisah sengsara dan wafat Yesus yang paling berkesan bagiku hari ini?
  • Apakah aku sudah mampu mengingat dan mengurutkan peristiwa sengsara Yesus mulai dari Taman Getsemani sampai ke puncak Golgota?

Pertemuan 2 — Menjelaskan makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi pewartaan-Nya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.2 Menjelaskan makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi pewartaan-Nya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama pembuka pelajaran, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi pewartaan-Nya (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan singkat untuk mengecek pemahaman awal: 'Mengapa pewartaan Kerajaan Allah oleh Yesus menimbulkan risiko penderitaan dan penolakan dari para pemimpin agama Yahudi?' (acuan: pewartaan Yesus membongkar kemunafikan penguasa agama dan menawarkan pembebasan serta kasih Allah yang melampaui aturan hukum formal yang membebani rakyat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan guru dan membaca perikop Kitab Suci (Matius 26:36-46 dan Lukas 23:33-46) mengenai kerelaan Yesus memanggul salib demi ketaatan pada kehendak Bapa (10 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab terarah berkesadaran untuk mendalami 3 makna pokok sengsara dan wafat Yesus: (1) Wujud ketaatan dan kesetiaan mutlak Yesus pada kehendak Bapa; (2) Bukti cinta kasih Allah yang tanpa batas demi menebus dosa manusia; (3) Konsekuensi logis dari keberanian Yesus mewartakan kebenaran Kerajaan Allah di tengah penolakan penguasa (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan untuk mengikuti aktivitas menyenangkan 'Kartu Analisis Makna Salib': setiap pasangan mencocokkan 3 kartu situasi perikop pewartaan dengan 3 kartu makna konsekuensi salib yang tepat (Kartu situasi 1: 'Yesus menegur kemunafikan kaum Farisi' -> Makna 1: 'Salib sebagai risiko menegakkan kebenaran ilahi'; Kartu situasi 2: 'Doa di Taman Getsemani: Bukan kehendak-Ku melainkan kehendak-Mu' -> Makna 2: 'Salib sebagai wujud ketaatan penuh pada Bapa'; Kartu situasi 3: 'Yesus mendoakan mereka yang menyalibkan-Nya di Golgota' -> Makna 3: 'Salib sebagai pengorbanan cinta kasih pengampunan dosa') (12 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penjelasan tertulis untuk menjelaskan 3 makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi pewartaan Kerajaan Allah berdasarkan hasil pendalaman (acuan jawaban: (1) ketaatan pada perutusan Bapa, (2) bukti pengorbanan kasih penebusan dosa manusia, (3) risiko keberanian membela kebenaran dan keadilan Allah) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk hening dalam suasana doa reflektif untuk merenungkan makna salib Yesus bagi panggilan hidup beriman mereka sehari-hari dalam menghadapi tantangan kebenaran (5 menit).
  • Dua orang perwakilan murid menyampaikan intisari refleksi mengenai makna pengorbanan Kristus yang menguatkan mereka untuk bersikap setia dan berani berkorban demi kebaikan sesama (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa sengsara dan wafat Yesus bukan kegagalan, melainkan puncak kesetiaan pewartaan kasih dan ketaatan kepada Bapa (4 menit).
  • Guru menyampaikan umpan balik hasil penjelasan murid serta menginformasikan pokok bahasan pertemuan berikutnya yaitu peristiwa kebangkitan Yesus (3 menit).
  • Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup syukur atas teladan pengorbanan Kristus dan salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu kutipan ayat rujukan bagi murid yang membutuhkan panduan teks Kitab Suci secara terperinci.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan mengaitkan peristiwa pewartaan dengan konsekuensi salib; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tugas menelaah keterkaitan makna salib dengan sikap bela rasa Yesus kepada kaum tertindas.
  • Produk: Penjelasan makna dapat disajikan dalam bentuk uraian esai terstruktur atau pemetaan konsep analisis makna.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Mengapa pewartaan Kerajaan Allah oleh Yesus menimbulkan risiko penderitaan dan penolakan dari para pemimpin agama Yahudi?' (kriteria penerimaan/acuan: murid mampu menyebutkan bahwa pewartaan Yesus menentang kemunafikan penguasa agama Yahudi dan menawarkan pembebasan serta kasih Allah yang melampaui formalitas hukum Taurat).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pemasangan 3 'Kartu Analisis Makna Salib' saat kerja berpasangan (acuan pasangan tepat: Situasi 1 -> Makna 1 [risiko membela kebenaran]; Situasi 2 -> Makna 2 [ketaatan pada Bapa]; Situasi 3 -> Makna 3 [kasih pengorbanan pengampunan]).
  • Pemberian umpan balik langsung selama murid menyusun penjelasan tertulis pada lembar kerja mandiri mengenai makna sengsara dan wafat Yesus.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis lembar kerja: Murid menjelaskan 3 makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi pewartaan-Nya. Daftar acuan jawaban lengkap: (1) Makna Ketaatan: wujud kepatuhan mutlak Yesus menjalankan rencana keselamatan Allah Bapa sampai akhir; (2) Makna Kasih Pengorbanan: pembuktian kasih terbesar Allah yang rela mengorbankan diri demi menebus dosa manusia; (3) Makna Konsekuensi Pewartaan: risiko nyata dari keberanian Yesus menyuarakan kebenaran Kerajaan Allah, membela yang tertindas, dan membongkar kemunafikan para pemimpin agama Yahudi.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada apersepsi pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja aktivitas mencocokkan Kartu Analisis Makna Salib
  • Penilaian lembar kerja tertulis penjelasan makna sengsara dan wafat Yesus

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi pewartaan-NyaBelum mampu menjelaskan makna sengsara dan wafat Yesus (menjelaskan kurang dari 1 makna dari 3 daftar acuan: ketaatan pada Bapa, kasih penebusan dosa, konsekuensi penegakan kebenaran Kerajaan Allah).Mampu menjelaskan 1 makna sengsara dan wafat Yesus dengan tepat sesuai daftar acuan (ketaatan pada Bapa, kasih penebusan dosa, atau konsekuensi penegakan kebenaran Kerajaan Allah).Mampu menjelaskan 2 makna sengsara dan wafat Yesus dengan tepat sesuai daftar acuan (ketaatan pada Bapa, kasih penebusan dosa, atau konsekuensi penegakan kebenaran Kerajaan Allah).Mampu menjelaskan seluruh 3 makna sengsara dan wafat Yesus secara lengkap dan tepat sesuai daftar acuan (ketaatan pada Bapa, kasih penebusan dosa, dan konsekuensi penegakan kebenaran Kerajaan Allah).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran berhasil membantu murid memahami kaitan langsung antara materi pewartaan Yesus dengan risiko sengsara dan wafat-Nya?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan Kartu Analisis Makna Salib, dan apakah strategi diferensiasi berjalan efektif?

Murid:

  • Makna manakah dari sengsara dan wafat Yesus yang paling menyentuh dan bermakna bagiku?
  • Tantangan apa yang kuhadapi ketika berusaha menjelaskan bahwa salib adalah konsekuensi dari ketaatan Yesus kepada Allah Bapa?

Pertemuan 3 — Menganalisis peristiwa kebangkitan Yesus beserta bukti-buktinya dalam Kitab Suci — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.3 Menganalisis peristiwa kebangkitan Yesus beserta bukti-buktinya dalam Kitab Suci

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan memimpin doa pembuka yang bersyukur atas iman akan Yesus yang hidup (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan sarana Kitab Suci murid di kelas (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang peristiwa sesudah wafatnya Yesus: murid menjawab pertanyaan siapa yang pertama kali datang ke makam dan mendapati kubur terbuka (acuan: Maria Magdalena dan murid-murid) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni menganalisis peristiwa kebangkitan Yesus beserta bukti-buktinya dalam Kitab Suci (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan diajak mengikuti permainan tebak kata cepat 'Tanda Kebangkitan' menggunakan 4 kartu petunjuk yang dibagikan guru: (1) 'Batu terguling dan rongga makam tak berisi' -> kubur kosong; (2) 'Sosok bercahaya yang membawa kabar gembira' -> pewartaan malaikat; (3) 'Kain pembungkus jenazah yang tertinggal teratur' -> kain kafan; (4) 'Berjalan bersama dua murid ke luar Yerusalem' -> penampakan di jalan Emaus (acuan: 4 pasangan kartu tersebut) (10 menit).
  • Murid membaca bersama teks Kitab Suci Matius 28:1-10 (kebangkitan dan penampakan pertama) dan Yohanes 20:19-29 (Yesus menampakkan diri kepada murid-murid dan Tomas) untuk mencermati fakta-fakta historis dan teks iman mengenai kebangkitan Yesus (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok kecil (3-4 orang) untuk menganalisis lembar kerja berisi penyelidikan 4 bukti Kitab Suci tentang kebangkitan Yesus: (1) Makam kosong dan batu terguling (Yoh 20:1-10; Mrk 16:1-8); (2) Kain kafan yang tertinggal di dalam kubur (Yoh 20:5-7); (3) Warta malaikat kepada para wanita bahwa Ia telah bangkit (Mat 28:5-7); (4) Penampakan diri Yesus kepada para murid dan Tomas (Yoh 20:19-29) serta di jalan Emaus (Luk 24:13-35) (acuan: analisis menghubungkan tiap teks dengan fakta bahwa kebangkitan adalah pembenaran Allah dan Yesus sungguh hidup secara nyata) (20 menit).
  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil analisis bukti-bukti Kitab Suci tersebut di hadapan kelas, sementara kelompok lain mencocokkan rujukan perikop dan rincian faktanya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memberikan peneguhan katekese bahwa kebangkitan Yesus bukanlah karangan para rasul, melainkan peristiwa nyata yang dibuktikan oleh makam kosong, kain kafan, warta utusan surgawi, serta penampakan berulang kepada para saksi mata, yang mengubah keputusasaan murid menjadi keberanian iman (8 menit).
  • Murid merenungkan secara hening makna kebangkitan Yesus dalam meruntuhkan anggapan kegagalan salib dan menuliskan 1 butir refleksi pribadi di buku catatan mengenai alasan mengapa iman mereka didasarkan pada Yesus yang bangkit (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama merangkum 4 bukti utama kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci (makam kosong, kain kafan tertinggal, warta malaikat, penampakan diri Yesus) (3 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca perikop kenaikan Yesus ke surga (Kis 1:6-11) untuk pertemuan berikutnya (1 menit).
  • Guru mengajak murid menutup pembelajaran dengan doa syukur atas kuasa kebangkitan Kristus yang membebaskan manusia dari maut (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks Kitab Suci dengan ayat-ayat kunci yang telah diberi tanda stabilo penunjuk bukti fisik; murid berkemampuan cepat diberikan perbandingan teks Injil Sinoptik dan Yohanes tentang detail penampakan.
  • Proses: Pada diskusi kelompok, murid yang belum lancar didampingi guru memetakan 2 bukti awal (kubur kosong dan kain kafan), sedangkan murid yang cepat membedah seluruh 4 bukti penampakan beserta sanggahan atas keraguan Tomas.
  • Produk: Hasil analisis disajikan dalam format tabel matriks bukti-ayat untuk kelompok terpandu, atau analisis hubungan bukti dengan transformasi iman murid untuk kelompok mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: 'Sebutkan apa yang ditemukan para wanita ketika mendatangi makam Yesus pada hari pertama minggu itu?' (acuan: batu penutup makam telah terguling dan jenazah Yesus sudah tidak ada di dalam kubur/kubur kosong).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja analisis kelompok mengenai 4 bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci. Daftar acuan bukti dan ayat: (1) Kubur kosong dan batu terguling (Yoh 20:1-2 / Mat 28:1-2); (2) Kain kafan tertinggal di makam (Yoh 20:5-7); (3) Warta malaikat bahwa Yesus telah bangkit (Mat 28:5-6); (4) Penampakan diri Yesus kepada murid-murid dan Tomas (Yoh 20:19-29 / Luk 24:13-35). Kriteria: tepat menganalisis hubungan perikop dengan bukti faktanya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir pembelajaran: 'Sebutkan 3 bukti Kitab Suci yang menegaskan kebangkitan Yesus!' (acuan: memilih 3 dari 4 bukti: makam kosong/batu terguling, kain kafan tertinggal, pemberitahuan malaikat, penampakan diri Yesus kepada para murid/Tomas/di Emaus).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan tentang kisah penemuan makam Yesus
  • Penilaian proses unjuk kerja analisis bukti kebangkitan Yesus dalam kelompok menggunakan lembar observasi dan rubrik analitis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis bukti-bukti peristiwa kebangkitan Yesus dalam Kitab SuciMenganalisis kurang dari 2 bukti kebangkitan Yesus dengan ayat rujukan yang belum tepat dan membutuhkan bimbingan intensif guru.Menganalisis 2 dari 4 bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci (acuan: kubur kosong, kain kafan tertinggal, warta malaikat, penampakan Yesus) dengan rujukan ayat yang tepat.Menganalisis 3 dari 4 bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci (acuan: kubur kosong, kain kafan tertinggal, warta malaikat, penampakan Yesus) secara tepat dengan rujukan ayat yang sesuai.Menganalisis seluruh 4 bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci (acuan: kubur kosong, kain kafan tertinggal, warta malaikat, penampakan Yesus) secara tepat, runtut, dan lengkap dengan rujukan ayat yang sesuai.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah analisis teks Kitab Suci membantu murid membedakan antara spekulasi dan fakta iman tentang kebangkitan Yesus?
  • Bagian mana dari kegiatan kelompok yang paling efektif mendorong kolaborasi dan penalaran kritis murid?

Murid:

  • Bukti kebangkitan Yesus manakah dalam Kitab Suci yang paling menguatkan keyakinan imanmu?
  • Bagaimana peristiwa kebangkitan Yesus mengubah cara pandangmu terhadap penderitaan dan kegagalan?

Pertemuan 4 — Menyimpulkan makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.4 Menyimpulkan makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pertemuan dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus untuk memahami kehendak Tuhan melalui peristiwa kenaikan Yesus (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimpulkan makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan lembar berisi 2 pertanyaan tertulis: (1) 'Berapa hari setelah kebangkitan Yesus terangkat ke surga menurut Kitab Suci?' (acuan jawaban: 40 hari); (2) 'Sebutkan 1 janji atau pesan Yesus sebelum terangkat ke surga dalam Injil Lukas!' (acuan jawaban: menjanjikan Roh Kudus/Penolong atau memberkati dan mengutus murid menjadi saksi-Nya) untuk memetakan pemahaman dasar murid (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca dan menyimak teks Kitab Suci Lukas 24:50-53 serta Kisah Para Rasul 1:6-11 tentang peristiwa Yesus terangkat ke surga (10 menit).
  • Guru memberikan penjelasan mendalam dan memandu pendalaman isi teks mengenai 3 unsur utama peristiwa kenaikan: pemenuhan janji penyediaan tempat dan hidup kekal bersama Bapa, perutusan menjadi saksi di dunia, dan janji penyertaan Roh Kudus yang memberi keberanian (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas kuis tantangan berpasangan yang menggembirakan 'Tebak Makna Kenaikan': setiap pasangan murid menganalisis 3 kartu pernyataan situasi dan menentukan makna kenaikan yang tepat dengan mencocokkan kartu (kartu 1: 'Rasa cemas saat menghadapi tugas sulit' -> makna: kepastian penyertaan Tuhan dan Roh Kudus; kartu 2: 'Harapan akan tujuan akhir hidup manusia' -> makna: jaminan tempat kediaman kekal bersama Bapa di surga; kartu 3: 'Panggilan berbuat kasih di lingkungan sekolah' -> makna: mandat perutusan melanjutkan karya Yesus sebagai saksi-Nya di dunia) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun kesimpulan tertulis pada lembar kerja berisi kesimpulan mengenai 3 makna peristiwa kenaikan Yesus ke surga bagi iman orang percaya (acuan kesimpulan: 1. Kepastian hidup kekal dan tersedianya tempat di surga bersama Bapa; 2. Perutusan bagi orang percaya untuk menjadi saksi dan melanjutkan karya kasih Yesus; 3. Kepastian penyertaan berkat Yesus dan Roh Kudus sehingga tidak perlu takut/khawatir dalam menjalani perutusan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid hening sejenak merenungkan ayat Lukas 24:51 dan mengaitkan kesimpulan makna kenaikan Yesus dengan komitmen iman pribadi untuk tidak ragu dan tetap bersemangat mewartakan kebaikan di lingkungan sekitar (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merangkum pokok kesimpulan makna kenaikan Yesus ke surga bagi iman orang percaya (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja kesimpulan yang telah diselesaikan murid (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa penutup bersyukur atas pengharapan hidup kekal dan penyertaan Roh Kudus (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks perikop Kitab Suci yang telah ditandai kata kuncinya (terangkat, memberkati, saksi, janji Bapa), sedangkan murid cepat diberikan teks pembanding Kisah Para Rasul 1:6-11 untuk memperkaya konteks perutusan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menyimpulkan dibimbing guru melalui pemantik pertanyaan langsung terhadap 3 unsur makna, sementara murid yang cepat menyimpulkan diminta merumuskan kesimpulan mandiri beserta argumentasi teologis dari ayat yang relevan.
  • Produk: Kesimpulan dituliskan dalam format poin-poin terstruktur pada lembar kerja, di mana murid cepat menyusun simpulan disertai penjelasan keterkaitan antar-makna bagi iman orang percaya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat di pendahuluan dengan 2 butir soal: (1) Berapa hari setelah kebangkitan Yesus terangkat ke surga? (acuan: 40 hari); (2) Sebutkan 1 janji atau pesan Yesus sebelum naik ke surga dalam teks Kitab Suci! (acuan: menjanjikan Roh Kudus/Penolong atau memberkati dan mengutus murid menjadi saksi).

Proses:

  • Observasi ketepatan kerja berpasangan pada aktivitas pencocokan 3 kartu pernyataan dengan makna kenaikan (acuan kecocokan: kartu 1 dengan penyertaan Roh Kudus; kartu 2 dengan jaminan hidup kekal bersama Bapa; kartu 3 dengan tugas perutusan menjadi saksi Kristus).
  • Pemeriksaan hasil lembar kerja mandiri: kemampuan menyimpulkan 3 makna kenaikan Yesus bagi iman orang percaya (acuan 3 butir makna: [1] kepastian hidup kekal dan tersedianya tempat bersama Bapa; [2] pengutusan untuk menjadi saksi kabar baik/karya Yesus; [3] kepastian penyertaan berkat Yesus dan Roh Kudus sehingga hidup dalam sukacita tanpa takut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di penutup berupa rekapitulasi verifikasi ketercapaian 3 butir kesimpulan makna peristiwa kenaikan Yesus bagi iman orang percaya sesuai acuan lembar kerja.

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kesimpulan makna kenaikan Yesus bagi iman orang percaya menggunakan rubrik penilaian kompetensi menyimpulkan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya (acuan 3 makna: [1] kepastian hidup kekal/tempat bersama Bapa, [2] tugas perutusan menjadi saksi Kristus, [3] jaminan penyertaan berkat dan Roh Kudus)Belum mampu menyimpulkan makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya, atau hanya menyebutkan 1 makna dengan bimbingan penuh guru.Menyimpulkan 1 dari 3 makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guru.Menyimpulkan 2 dari 3 makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya secara tepat sesuai acuan secara mandiri.Menyimpulkan seluruh 3 makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya secara lengkap dan tepat sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pendalaman teks Kitab Suci berhasil mengarahkan murid untuk menemukan dan menyimpulkan ketiga makna peristiwa kenaikan Yesus secara mandiri?
  • Apakah alokasi waktu 80 menit cukup memfasilitasi murid dalam mencocokkan kartu dan merumuskan kesimpulan tertulis?

Murid:

  • Apa makna terpenting dari kenaikan Yesus ke surga yang menguatkan iman dan menghilangkan rasa takut dalam kehidupanmu sehari-hari?
  • Bagaimana peristiwa kenaikan Yesus mengubah caramu memandang tugas untuk berbuat baik kepada sesama?

Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.1 Mengidentifikasi peristiwa sengsara dan wafat Yesus berdasarkan kisah Kitab Suci
  • TP 8.3.2 Menjelaskan makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi pewartaan-Nya
  • TP 8.3.3 Menganalisis peristiwa kebangkitan Yesus beserta bukti-buktinya dalam Kitab Suci
  • TP 8.3.4 Menyimpulkan makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan doa pembuka, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 3 mengenai Konsekuensi Pewartaan Yesus (3 menit).
  • Guru membagikan naskah lembar tes tertulis individual dan lembar jawaban, lalu meminta murid membaca petunjuk umum pengerjaan secara mandiri dan hening (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan teknis guru mengenai struktur tes tertulis yang terdiri atas dua bagian utama: Bagian 1 (Tugas 1: TP 1 dan TP 2) dan Bagian 2 (Tugas 2: TP 3 dan TP 4), dengan alokasi waktu masing-masing bagian pengerjaan selama 35 menit (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1 secara mandiri dan tertib pada lembar jawaban: mengurutkan 4 peristiwa sengsara dan wafat Yesus (urutan acuan: 1. Penangkapan di Taman Getsemani, 2. Pengadilan di hadapan Mahkamah Agama/Pilatus, 3. Penyaliban di Bukit Golgota, 4. Wafat di kayu salib) serta menguraikan makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi ketaatan mewartakan Kerajaan Allah dan wujud kasih tanpa pamrih (35 menit).
  • Murid mengerjakan Tugas 2 secara mandiri pada lembar jawaban: menganalisis 3 bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci (acuan: makam kosong, kain kafan tertinggal rapi, dan penampakan diri Yesus kepada para murid) serta menyimpulkan 2 makna kenaikan Yesus ke surga bagi iman orang percaya (acuan: kepastian hidup kekal bersama Bapa dan perutusan untuk menjadi saksi Kristus) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh jawaban pada lembar tes secara tenang dan teliti sebelum batas akhir waktu pengerjaan berakhir (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban dan lembar soal tes tertulis yang telah selesai dikerjakan murid secara tertib (1 menit).
  • Guru bersama murid membuat rangkuman penutup bab mengenai seluruh rangkaian pewartaan Yesus dari sengsara hingga kemuliaan kenaikan-Nya, lalu menutup kegiatan dengan doa penutup syukur (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses berupa pendampingan pembacaan instruksi butir soal secara netral tanpa memberi petunjuk jawaban bagi murid yang membutuhkan akomodasi membaca, sementara substansi dan durasi pengerjaan tetap sama bagi seluruh murid.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • tes tertulis serentak: lembar tes tertulis individual berisi isian identifikasi peristiwa sengsara dan wafat Yesus, uraian penjelasan makna pengorbanan Yesus sebagai konsekuensi pewartaan, analisis bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci, serta simpulan makna kenaikan Yesus ke surga bagi iman kristiani
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis individual yang memuat isian urutan peristiwa sengsara dan wafat Yesus berdasarkan Kitab Suci serta penjelasan uraian mengenai makna sengsara dan wafat sebagai konsekuensi pewartaan Yesus (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran uraian)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis individual yang memuat analisis kritis bukti-bukti kebangkitan Yesus dalam teks Kitab Suci serta simpulan terstruktur tentang makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analisis-simpulan)

Sumatif:

  • tes tertulis serentak: lembar tes tertulis individual berisi isian identifikasi peristiwa sengsara dan wafat Yesus, uraian penjelasan makna pengorbanan Yesus sebagai konsekuensi pewartaan, analisis bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci, serta simpulan makna kenaikan Yesus ke surga bagi iman kristiani
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis individual yang memuat isian urutan peristiwa sengsara dan wafat Yesus berdasarkan Kitab Suci serta penjelasan uraian mengenai makna sengsara dan wafat sebagai konsekuensi pewartaan Yesus (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran uraian)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis individual yang memuat analisis kritis bukti-bukti kebangkitan Yesus dalam teks Kitab Suci serta simpulan terstruktur tentang makna peristiwa Yesus naik ke surga bagi iman orang percaya (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analisis-simpulan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Peristiwa Sengsara dan Wafat Yesus (TP 8.3.1)Mengidentifikasi 1 dari 4 urutan peristiwa sengsara dan wafat Yesus dengan tepat (acuan 4 urutan: 1. Penangkapan di Getsemani, 2. Pengadilan agama/Pilatus, 3. Penyaliban di Golgota, 4. Wafat di salib).Mengidentifikasi 2 dari 4 urutan peristiwa sengsara dan wafat Yesus dengan tepat sesuai daftar acuan.Mengidentifikasi 3 dari 4 urutan peristiwa sengsara dan wafat Yesus dengan tepat sesuai daftar acuan.Mengidentifikasi seluruh 4 urutan peristiwa sengsara dan wafat Yesus dengan tepat dan runtut sesuai daftar acuan.
Penjelasan Makna Sengsara dan Wafat Yesus (TP 8.3.2)Menjelaskan makna sengsara dan wafat Yesus tanpa menghubungkannya dengan konsekuensi ketaatan pewartaan Kerajaan Allah maupun kasih pengorbanan.Menjelaskan makna sengsara dan wafat Yesus dengan menyebutkan salah satu aspek (ketaatan pewartaan atau kasih pengorbanan) secara terbatas.Menjelaskan makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi ketaatan mewartakan Kerajaan Allah dan wujud kasih Allah secara tepat.Menjelaskan secara mendalam makna sengsara dan wafat Yesus sebagai konsekuensi mutlak ketaatan perutusan Kerajaan Allah serta penyerahan diri yang menyelamatkan umat manusia.
Analisis Bukti Kebangkitan Yesus (TP 8.3.3)Menuliskan 1 dari 3 bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci (acuan 3 bukti: makam kosong, kain kafan yang tertinggal, penampakan kepada para murid).Menganalisis 1 hingga 2 dari 3 bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci secara tepat sesuai daftar acuan.Menganalisis 2 dari 3 bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci secara tepat dan jelas sesuai daftar acuan.Menganalisis seluruh 3 bukti kebangkitan Yesus dalam Kitab Suci (makam kosong, kain kafan tertinggal, dan penampakan kepada murid) secara lengkap dan tepat sesuai teks Kitab Suci.
Simpulan Makna Kenaikan Yesus ke Surga (TP 8.3.4)Belum mampu menyimpulkan makna kenaikan Yesus ke surga bagi iman orang percaya atau simpulan tidak relevan dengan ajaran iman kristiani.Menyimpulkan 1 makna peristiwa kenaikan Yesus ke surga secara tepat (acuan 2 makna: kepastian tempat tinggal kekal/hidup abadi bersama Bapa, tugas perutusan menjadi saksi Kristus).Menyimpulkan 2 makna peristiwa kenaikan Yesus ke surga bagi iman orang percaya secara tepat sesuai daftar acuan.Menyimpulkan 2 makna peristiwa kenaikan Yesus ke surga secara terstruktur, mendalam, dan tepat sesuai daftar acuan bagi penguatan iman orang percaya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instrumen tes sumatif mampu mengukur ketercapaian keempat Tujuan Pembelajaran pada Bab 3 secara objektif dan akurat?
  • Bagaimana distribusi penguasaan murid pada kompetensi analisis bukti kebangkitan dan simpulan makna kenaikan Yesus?

Murid:

  • Bagian mana dari materi Konsekuensi Pewartaan Yesus yang sudah saya pahami dengan sangat baik selama pengerjaan tes tadi?
  • Bagaimana pemahaman akan sengsara, wafat, kebangkitan, dan kenaikan Yesus mempengaruhi cara saya menghayati iman kristiani sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Lembaga Alkitab Indonesia): Injil Lukas 22:39-23:49 (Kisah Sengsara dan Wafat Yesus)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Bab 3 Subbab A)
  4. Set kartu kronologi peristiwa sengsara dan wafat Yesus serta Lembar Kerja Identifikasi Tokoh
  5. Alkitab (Matius 26:36-46, Lukas 23:33-46)
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021
  8. Set Kartu Analisis Makna Salib (berisi 3 kartu perikop situasi dan 3 kartu makna konsekuensi salib)
  9. Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Makna Salib Yesus
  10. Alkitab (Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes)
  11. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021)
  12. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021)
  13. Kartu permainan 'Tanda Kebangkitan' dan Lembar Kerja Analisis Bukti Kitab Suci
  14. Alkitab (Lukas 24:50-53 dan Kisah Para Rasul 1:6-11)
  15. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 3 Hal. 100-104)
  16. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 3 Hal. 65-69)
  17. Set kartu pernyataan makna kenaikan Yesus dan lembar kerja murid
  18. Alkitab (Kisah Para Rasul, Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes)
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII
  20. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII
  21. Lembar Soal dan Lembar Jawaban Asesmen Sumatif Bab 3

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.