MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 2 — Panggilan dan Perutusan Murid Yesus INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Panggilan dan Perutusan Murid Yesus |
|---|
| Alokasi Waktu | 8 JP (8 x 40 menit = 320 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.2.1 Mengidentifikasi kisah Yesus yang memanggil para murid-Nya berdasarkan bacaan Kitab Suci
- TP 8.2.2 Menjelaskan makna dan syarat mengikuti Yesus yang memanggil para murid-Nya
- TP 8.2.3 Menganalisis tugas perutusan para murid yang diutus oleh Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah
- TP 8.2.4 Merefleksikan panggilan dan tugas perutusan murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara Yesus memanggil para murid pertama-Nya ketika mereka sedang bekerja di tepi danau?
- Mengapa para murid bersedia meninggalkan jala dan perahu mereka demi mengikuti Yesus?
- Apa arti sesungguhnya dari panggilan menjadi murid Yesus bagi hidup kita saat ini?
- Apa saja syarat yang diminta Yesus bagi orang yang hendak menjadi pengikut-Nya?
- Mengapa Yesus mengutus para murid-Nya berdua-dua dalam mewartakan Kerajaan Allah?
- Bagaimana kita menyadari panggilan dan perutusan Yesus dalam kehidupan kita sebagai pelajar setiap hari?
- Apa bentuk tindakan konkret yang mencerminkan tugas perutusan murid Yesus ketika menghadapi situasi di sekolah dan keluarga?
- Bagaimana kisah pemanggilan para murid oleh Yesus memberi inspirasi bagi caramu menanggapi panggilan Tuhan saat ini?
- Apa arti dan tantangan terbesar bagimu secara pribadi saat menjalankan tugas perutusan mewartakan Kerajaan Allah di sekolah dan lingkungan rumah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Kisah Yesus Memanggil Para Murid Berdasarkan Kitab Suci dan Menjelaskan Makna Panggilan-Nya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.1 Mengidentifikasi kisah Yesus yang memanggil para murid-Nya berdasarkan bacaan Kitab Suci
- TP 8.2.2 Menjelaskan makna dan syarat mengikuti Yesus yang memanggil para murid-Nya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid menyanyikan lagu 'Ku Dengar Panggilan Tuhan' serta berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi kisah Yesus memanggil para murid berdasarkan Kitab Suci dan menjelaskan makna panggilan-Nya (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 3 pertanyaan singkat: (1) Siapa nama dua murid pertama yang dipanggil Yesus di tepi Danau Galilea? (acuan: Simon yang disebut Petrus dan Andreas); (2) Apa pekerjaan mereka sebelum dipanggil Yesus? (acuan: nelayan/penjala ikan); (3) Apa yang dikatakan Yesus kepada mereka saat memanggil? (acuan: 'Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia') untuk memetakan kesiapan awal murid (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca teks Kitab Suci Matius 4:18-22 (Yesus memanggil murid-murid yang pertama) dan Lukas 5:1-11 dalam keheningan dengan sikap berkesadaran (7 menit).
- Guru memberikan penjelasan terbimbing mengenai konteks panggilan para murid: inisiatif panggilan selalu berasal dari Yesus sendiri, latar belakang murid yang sederhana, tanggapan spontan para murid, serta makna panggilan untuk tinggal bersama Yesus dan menjadi penjala manusia (mewartakan keselamatan Kerajaan Allah) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan kartu 'Pasangan Panggilan Murid' (aktivitas menggembirakan): murid mencocokkan 4 kartu kutipan peristiwa Kitab Suci dengan kartu identifikasi fakta yang sesuai: Kartu 1: 'Matius 4:18-20' dipasangkan dengan 'Yesus memanggil Simon Petrus dan Andreas yang sedang menebarkan jala di Danau Galilea'; Kartu 2: 'Matius 4:21-22' dipasangkan dengan 'Yesus memanggil Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus yang sedang membereskan jala bersama ayahnya'; Kartu 3: 'Matius 9:9' dipasangkan dengan 'Yesus memanggil Matius yang sedang duduk di rumah cukai'; Kartu 4: 'Lukas 5:10b-11' dipasangkan dengan 'Yesus berkata "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia" dan mereka meninggalkan segala sesuatu lalu mengikut Dia' (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi dan Makna Panggilan yang memuat 4 butir tugas: Butir 1: Menuliskan 4 nama murid pertama yang dipanggil Yesus berdasarkan Mat 4:18-22 (acuan: Simon Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes); Butir 2: Mengidentifikasi tindakan langsung para murid ketika Yesus memanggil mereka (acuan: segera meninggalkan jala/perahu dan mengikuti Yesus tanpa menunda); Butir 3: Menjelaskan arti kiasan dari perkataan Yesus 'menjadikan penjala manusia' (acuan: beralih dari mencari ikan menjadi mengumpulkan/membimbing sesama manusia menuju keselamatan Allah); Butir 4: Menjelaskan makna panggilan menjadi murid Yesus (acuan: inisiatif kasih Allah yang memanggil manusia untuk menjadi rekan kerja/partner Yesus dalam mewartakan kabar sukacita Kerajaan Allah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk hening merenungkan makna panggilan Yesus: menyadari bahwa Yesus juga memanggil mereka secara pribadi hari ini di lingkungan keluarga dan sekolah untuk menjadi rekan-Nya melalui pikiran dan perbuatan yang baik (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 2 poin pokok pembelajaran: inisiatif panggilan berasal dari Yesus dan makna menjadi murid Yesus adalah menjalin relasi akrab serta siap diutus menjadi pewarta keselamatan (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan kepada 2-3 murid acak serta mengumpulkan lembar kerja untuk umpan balik (5 menit).
- Guru menutup kegiatan belajar dengan doa penutup penuh rasa syukur atas panggilan menjadi murid Yesus dan berkat penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks Matius 4:18-22 dengan penandaan visual (highlight) pada nama tokoh dan frasa kunci; murid berkemampuan cepat diberikan teks perbandingan tambahan dari Lukas 5:1-11 untuk mencermati detail reaksi Simon Petrus.
- Proses: Murid yang mengalami kendala didampingi guru dengan bimbingan membaca terarah pada Lembar Kerja butir 1-2; murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis kedalaman makna 'penjala manusia' pada butir 3-4.
- Produk: Murid boleh menyajikan penjelasan makna panggilan dalam bentuk bagan alur poin atau paragraf uraian utuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik sebelum kegiatan inti: (1) Siapa nama dua murid pertama yang dipanggil Yesus di tepi Danau Galilea? (acuan: Simon yang disebut Petrus dan Andreas); (2) Apa pekerjaan mereka sebelum dipanggil Yesus? (acuan: nelayan/penjala ikan); (3) Apa perkataan Yesus saat memanggil mereka? (acuan: 'Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia')
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi dan Makna Panggilan Murid Yesus dengan 4 indikator: (1) Tepat menuliskan 4 nama murid pertama (acuan: Simon Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes); (2) Tepat mengidentifikasi tindakan murid saat dipanggil (acuan: segera meninggalkan jala/perahu dan mengikuti Yesus); (3) Tepat menjelaskan arti 'penjala manusia' (acuan: mengumpulkan/membimbing manusia menuju keselamatan Allah); (4) Tepat menjelaskan makna panggilan murid Yesus (acuan: panggilan inisiatif Allah untuk menjadi rekan kerja Yesus mewartakan Kerajaan Allah)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menjelaskan dengan kata-kata sendiri apa makna panggilan Yesus kepada Simon dan kawan-kawannya dan mengapa inisiatif panggilan selalu berawal dari Yesus (kriteria penerimaan: murid menyebutkan bahwa Yesus yang memilih dan mengundang terlebih dahulu, bukan karena kepintaran murid melainkan kasih dan rencana karya keselamatan Allah)
Formatif:- Asesmen Awal: Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan materi panggilan murid Kitab Suci
- Asesmen Proses: Observasi keaktifan mencocokkan kartu dan penilaian Lembar Kerja Identifikasi dan Makna Panggilan Murid Yesus
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Kisah Panggilan Murid Yesus (Mat 4:18-22) | Hanya mampu menyebutkan 1 nama murid atau keliru mengidentifikasi tindakan dan latar belakang murid dalam kisah Kitab Suci. | Mampu mengidentifikasi 2-3 nama murid pertama secara tepat, tetapi belum tepat mendeskripsikan tindakan langsung murid saat dipanggil Yesus. | Mampu mengidentifikasi lengkap 4 nama murid pertama (Simon Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes) dan mendeskripsikan tindakan murid meninggalkan jala/perahu untuk mengikuti Yesus secara tepat. | Mampu mengidentifikasi lengkap 4 nama murid pertama, mendeskripsikan tindakan tanggapan mereka secara tepat dan rinci tanpa keraguan, serta mampu menunjukkan korelasi antara pekerjaan awal dengan panggilan baru mereka secara mandiri. | | Menjelaskan Makna Panggilan Murid Yesus | Belum mampu menjelaskan arti kiasan 'penjala manusia' maupun makna panggilan Yesus sebagai inisiatif Allah. | Mampu menjelaskan arti 'penjala manusia' secara sederhana, namun belum mampu menjelaskan makna panggilan Yesus sebagai inisiatif Allah dan perutusan Kerajaan Allah. | Mampu menjelaskan arti 'penjala manusia' (membimbing sesama menuju keselamatan) dan menjelaskan makna panggilan Yesus (inisiatif Allah menjadikan murid sebagai partner/rekan kerja mewartakan Kerajaan Allah) dengan tepat. | Mampu menjelaskan arti 'penjala manusia' dan makna panggilan Yesus secara mendalam, tepat, komprehensif dengan bahasa sendiri yang runtut dan jelas tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan permainan kartu pasangan peristiwa Kitab Suci efektif membantu murid mengidentifikasi kisah panggilan para murid dengan antusias?
- Apakah murid sudah mampu menangkap esensi bahwa inisiatif panggilan berawal dari Yesus, bukan kehebatan manusiawi murid?
- Bagian langkah pembelajaran mana yang memerlukan alokasi waktu lebih banyak untuk memperdalam pemahaman makna panggilan?
Murid:- Apa yang paling membuatmu kagum dari sikap para nelayan di Danau Galilea saat dipanggil oleh Yesus?
- Apa arti penting perkataan 'penjala manusia' bagi caramu memandang tugas seorang murid Yesus masa kini?
- Bagaimana perasaanmu menyadari bahwa Yesus juga memanggilmu untuk menjadi murid dan sahabat-Nya?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Syarat Mengikuti Yesus dan Menganalisis Tugas Perutusan Murid dalam Pewartaan Kerajaan Allah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.2 Menjelaskan makna dan syarat mengikuti Yesus yang memanggil para murid-Nya
- TP 8.2.3 Menganalisis tugas perutusan para murid yang diutus oleh Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa pembuka bersama: 'Tuhan Yesus Kristus yang penuh kasih, Engkau telah memanggil kami menjadi murid-Mu. Bantulah kami memahami syarat mengikuti-Mu dan tugas perutusan mewartakan Kerajaan Allah. Amin' (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan makna dan syarat mengikuti Yesus serta menganalisis tugas perutusan murid dalam pewartaan Kerajaan Allah (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan dua pertanyaan lisan: (1) Sebutkan 1 syarat mengikuti Yesus menurut Lukas 9:57-62 atau 14:25-33; (2) Apa tugas utama murid saat diutus Yesus menurut Lukas 10:1-12? (acuan: (1) melepaskan keterikatan diri/keluarga/harta, menyangkal diri, memikul salib; (2) memberitakan Kerajaan Allah sudah dekat dan membawa damai/menyembuhkan orang sakit) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid secara hening dan berkesadaran menyimak pembacaan teks Kitab Suci Lukas 9:57-62 (syarat mengikuti Yesus) dan Lukas 10:1-12 (Yesus mengutus tujuh puluh murid) (5 menit).
- Guru memberikan penjelasan konsep mengenai makna panggilan menjadi murid Yesus serta 3 syarat utama mengikut Yesus berdasarkan Lukas 9:57-62 dan 14:26-27: kesiapan hidup sederhana/tidak menuntut kenyamanan duniawi, prioritas utama pada Kerajaan Allah di atas ikatan keluarga/masa lalu, dan kerelaan menyangkal diri serta memikul salib (10 menit).
- Guru memfasilitasi kuis cepat tebak makna 'Tiga Syarat Murid' yang menggembirakan di mana murid mengangkat kartu bertuliskan 'Prioritas Kerajaan Allah', 'Penyangkalan Diri', atau 'Keterlepasan Hidup' untuk mencocokkan kutipan ayat yang dibacakan guru: (1) 'Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya' -> Keterlepasan Hidup; (2) 'Biarlah orang mati menguburkan orang mati mereka' -> Prioritas Kerajaan Allah; (3) 'Setiap orang yang siap membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak' -> Prioritas Kerajaan Allah (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Analisis Tugas Perutusan Murid yang memuat 4 aspek analisis berdasarkan Lukas 10:1-12: (1) Cara pengutusan (berdua-dua), (2) Sikap bekal perutusan (tidak membawa pundi-pundi/bekal berlebih dan bergantung pada pemeliharaan Allah), (3) Inti pesan pewartaan ('Kerajaan Allah sudah dekat padamu' dan salam damai), (4) Tindakan konkret Kerajaan Allah (menyembuhkan yang sakit dan menghadirkan damai) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja dengan menganalisis tugas perutusan para murid dan menjelaskan hubungan antara syarat mengikut Yesus dengan keberhasilan pewartaan Kerajaan Allah (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya dan mencocokkan hasil analisisnya dengan poin kunci yang dipaparkan guru di papan tulis (5 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat kesadaran pribadi tentang makna syarat mengikut Yesus bagi kehidupan dirinya sebagai remaja Katolik masa kini (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi mengenai syarat-syarat mengikuti Yesus serta tugas pokok perutusan murid dalam menghadirkan Kerajaan Allah (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas pemahaman murid dan mengumumkan materi refleksi praktis pada pertemuan berikutnya (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa syukur singkat: 'Tuhan Yesus, terima kasih atas sabda-Mu hari ini. Kuatkan kami untuk setia memenuhi syarat menjadi murid-Mu dan siap diutus mewartakan kasih-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disiapkan lembar kutipan teks Lukas 9:57-62 dan Lukas 10:1-12 dengan penebalan kata kunci (misal: 'berdua-dua', 'jangan membawa pundi-pundi', 'sembuhkanlah orang-orang sakit', 'Kerajaan Allah sudah dekat'); bagi murid berpencapaian tinggi disediakan rujukan pembanding dari Lukas 14:25-33.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan mendapatkan scaffolding berupa pertanyaan pemandu langsung dari guru saat menganalisis Lembar Kerja; murid berkemampuan cepat menganalisis secara mandiri penuh dengan menguraikan dampak jika syarat perutusan tidak dipenuhi.
- Produk: Semua murid menghasilkan analisis tertulis mengenai syarat mengikuti Yesus dan tugas perutusan murid; murid berpencapaian tinggi menyertakan hubungan kausalitas mendalam antara pelepasan diri dengan ketangguhan pewartaan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan pra-pembelajaran: (1) Sebutkan 1 syarat mengikuti Yesus menurut Lukas 9:57-62 atau 14:25-33; (2) Apa tugas utama murid saat diutus Yesus menurut Lukas 10:1-12? (acuan jawaban: (1) melepaskan keterikatan diri/kenyamanan/keluarga, memikul salib, tidak menoleh ke belakang; (2) mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, membawa salam damai, dan menyembuhkan orang sakit).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam kuis cepat tebak makna 'Tiga Syarat Murid' (acuan kunci: (1) 'Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya' = Keterlepasan Hidup; (2) 'Biarlah orang mati menguburkan orang mati mereka' = Prioritas Kerajaan Allah; (3) 'Setiap orang yang siap membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak' = Prioritas Kerajaan Allah).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Tugas Perutusan Murid (Lukas 10:1-12) dan Penjelasan Syarat Mengikut Yesus (Lukas 9:57-62): Murid menganalisis 4 aspek perutusan (cara: berdua-dua; sikap bekal: tanpa pundi-pundi/bergantung pada Allah; isi warta: Kerajaan Allah sudah dekat & damai; tindakan: menyembuhkan orang sakit) dan menjelaskan 3 syarat mengikuti Yesus (tidak menuntut kenyamanan, Kerajaan Allah prioritas utama melampaui ikatan keluarga/masa lalu, rela memikul salib).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (exit ticket) pada penutup: Tuliskan 3 syarat mengikuti Yesus dan 2 tugas perutusan murid berdasarkan teks Kitab Suci yang dipelajari hari ini (acuan: Syarat = [1] melepaskan tuntutan kenyamanan hidup, [2] mengutamakan Kerajaan Allah di atas segalanya/tidak berpaling ke belakang, [3] siap memikul salib/menyangkal diri; Tugas = [1] memberitakan damai dan kabar bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, [2] menyembuhkan yang sakit/melayani sesama).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik lisan di awal pertemuan
- Kuis cepat tebak makna 'Tiga Syarat Murid'
- Penilaian Lembar Kerja Analisis Tugas Perutusan Murid dan Penjelasan Syarat Mengikuti Yesus
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Makna dan Syarat Mengikuti Yesus (TP 8.2.2) | Belum mampu menjelaskan makna panggilan dan syarat mengikuti Yesus, atau hanya menyebutkan 1 syarat tanpa penjelasan yang sesuai teks Lukas 9:57-62. | Mampu menjelaskan 1-2 syarat mengikuti Yesus (antara keterlepasan kenyamanan hidup, prioritas Kerajaan Allah, atau penyangkalan diri) dengan bimbingan guru sesuai acuan Lukas 9:57-62. | Mampu menjelaskan 3 syarat mengikuti Yesus (keterlepasan kenyamanan hidup, prioritas Kerajaan Allah di atas kepentingan lain, dan penyangkalan diri) secara tepat dan mandiri sesuai teks Lukas 9:57-62. | Mampu menjelaskan 3 syarat mengikuti Yesus secara komprehensif, tepat, serta menguraikan makna mendalam keterlepasan diri sebagai wujud penyerahan total kepada karya Kristus. | | Menganalisis Tugas Perutusan Para Murid (TP 8.2.3) | Belum mampu menganalisis tugas perutusan murid atau hanya mampu menuliskan 1 dari 4 aspek perutusan berdasarkan teks Lukas 10:1-12. | Mampu menganalisis 2 dari 4 aspek perutusan murid (cara pengutusan berdua-dua, sikap bekal tanpa pundi-pundi, isi warta Kerajaan Allah dekat, tindakan penyembuhan) berdasarkan Lukas 10:1-12 dengan bantuan guru. | Mampu menganalisis 3-4 aspek perutusan murid (cara pengutusan berdua-dua, sikap bekal tanpa pundi-pundi, isi warta Kerajaan Allah dekat, tindakan penyembuhan) secara tepat dan runtut sesuai Lukas 10:1-12 secara mandiri. | Mampu menganalisis seluruh 4 aspek perutusan murid secara tepat dan lengkap, serta mampu menghubungkan keterkaitan logis antara bekal kesederhanaan dengan keberhasilan pewartaan Kerajaan Allah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menangkap perbedaan mendasar antara syarat hidup duniawi dengan syarat radikal mengikuti Yesus dalam Kitab Suci?
- Apakah alokasi waktu pada pengerjaan analisis tugas perutusan murid mencukupi untuk pemahaman mendalam seluruh murid?
Murid:- Syarat mengikuti Yesus manakah yang terasa paling menantang bagiku sebagai seorang remaja?
- Bagaimanakah aku memahami makna tugas perutusan murid Yesus untuk menghadirkan damai di sekitarku?
Pertemuan 3 — Merefleksikan Panggilan dan Tugas Perutusan Murid Yesus dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.4 Merefleksikan panggilan dan tugas perutusan murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus agar mampu merefleksikan tugas perutusan murid Yesus, dan mengecek kehadiran murid (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu merefleksikan panggilan dan tugas perutusan murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari, serta menjelaskan alur refleksi pribadi yang akan dilaksanakan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) Sebutkan 1 contoh wujud perutusan murid Yesus dalam relasi pertemanan di sekolah (acuan: mendamaikan teman yang bertengkar, tidak mengejek sesama, menolong teman yang kesulitan belajar); (2) Sebutkan 1 contoh wujud perutusan murid Yesus dalam lingkup keluarga (acuan: membantu orang tua tanpa mengeluh, membangun kerukunan dengan saudara) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati dan menelaah rangkuman narasi biblis tentang hakikat perutusan murid: diutus membawa warta damai dan kasih Kerajaan Allah bukan hanya lewat kata-kata besar melainkan melalui ketulusan tindakan nyata dalam hidup sehari-hari (7 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 area kehidupan nyata tempat panggilan dan perutusan murid Yesus diwujudkan: (1) lingkungan keluarga/rumah, (2) lingkungan sekolah/kelas, dan (3) lingkungan masyarakat/lingkungan sekitar (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan aktivitas interaktif 'Tantangan Kartu Perutusan' di mana murid secara berpasangan mengambil 1 kartu situasi konkret dan mencocokkan tindakan perutusan yang paling selaras dengan nilai Kerajaan Allah. Tersedia 3 kartu situasi: (1) Situasi melihat teman diejek di grup media sosial kelas -> tindakan: menegur secara bijak dan membela korban secara adil; (2) Situasi adik rewel saat orang tua lelah bekerja -> tindakan: mendampingi adik dengan sabar dan membantu pekerjaan rumah; (3) Situasi tetangga lansia kesulitan membawa belanjaan -> tindakan: menawarkan bantuan dengan sopan tanpa pamrih (15 menit).
- Murid menuangkan telaah penerapan tersebut ke dalam lembar draf tindakan pribadi: menentukan 1 situasi nyata yang pernah dialami di sekolah atau rumah dan menuliskan bentuk respons konkret yang mencerminkan perutusan murid Kristus (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Dalam suasana hening meditatif dengan iringan musik doa instrumental, murid menyusun teks refleksi pribadi tertulis pada lembar refleksi yang mencakup 3 unsur: (a) kesadaran diri atas panggilannya sebagai murid Yesus, (b) evaluasi atas hambatan pribadi dalam bertindak adil dan penuh kasih, serta (c) niat tindakan konkret perutusan dalam kehidupan sehari-hari (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan butir permenungan bahwa panggilan menjadi murid Yesus menuntut pembuktian nyata melalui perbuatan kasih dan kerukunan setiap hari (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas komitmen perutusan murid, memberikan arahan pelaksanaan refleksi mandiri, serta menutup pertemuan dengan doa penutup dan berkat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan refleksi dengan pertanyaan penuntun terstruktur bagi murid yang membutuhkan scaffolding, dan lembar terbuka bernarasi mandiri bagi murid yang telah mahir.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus secara personal bagi murid yang kesulitan menguraikan evaluasi hambatan diri saat permenungan hening.
- Produk: Refleksi pribadi dituliskan dalam bentuk jurnal doa reflektif dengan kedalaman elaborasi tindakan nyata sesuai kesiapan masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) Sebutkan 1 contoh wujud perutusan murid Yesus dalam relasi pertemanan di sekolah (Kriteria penerimaan: jawaban memuat perbuatan kasih, tolong-menolong, atau mendamaikan perselisihan; contoh: mendamaikan teman bertengkar, membantu teman yang kesulitan belajar, bersikap jujur); (2) Sebutkan 1 contoh wujud perutusan murid Yesus dalam lingkungan keluarga (Kriteria penerimaan: jawaban memuat sikap hormat, ketaatan, atau bantuan tulus kepada anggota keluarga; contoh: membantu pekerjaan rumah tangga, memelihara kerukunan dengan adik/kakak, mendoakan orang tua).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan kartu situasi dengan tindakan perutusan pada aktivitas 'Tantangan Kartu Perutusan' (Acuan ketepatan: Kartu 1 situasi perundungan siber dipasangkan dengan pembelaan adil dan teguran bijak; Kartu 2 situasi adik rewel dipasangkan dengan kesabaran mendampingi adik; Kartu 3 lansia belanja dipasangkan dengan bantuan tulus tanpa pamrih).
- Pemeriksaan draf lembar kerja refleksi mengenai perwujudan tugas perutusan murid Yesus sebelum difinalisasi.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan teks refleksi tertulis pribadi berdasarkan lembar kerja refleksi dengan kriteria penerimaan: (1) memuat kesadaran dipanggil sebagai murid Yesus, (2) memuat evaluasi hambatan/kelemahan pribadi dalam hidup harian, dan (3) memuat minimal 1 rencana tindakan nyata perutusan pembawa damai/kasih di sekolah atau rumah.
Formatif:- Penilaian proses selama aktivitas pasangan 'Tantangan Kartu Perutusan' menggunakan daftar cek kesesuaian tindakan nilai Kerajaan Allah.
- Penilaian lembar teks refleksi tertulis mengenai panggilan dan tugas perutusan murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari dengan rubrik refleksi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Refleksi Panggilan dan Tugas Perutusan Murid Yesus | Belum mampu menyusun refleksi yang memuat kesadaran panggilan murid Yesus, evaluasi hambatan diri, maupun rencana tindakan perutusan nyata dalam kehidupan sehari-hari. | Menyusun refleksi yang memuat kesadaran panggilan murid Yesus namun belum mengevaluasi hambatan diri dan belum merumuskan tindakan perutusan nyata yang operasional. | Menyusun refleksi yang memuat kesadaran panggilan murid Yesus, evaluasi hambatan diri, serta merumuskan 1 rencana tindakan perutusan nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan cukup jelas. | Menyusun refleksi secara mendalam yang memuat kesadaran utuh akan panggilan murid Yesus, evaluasi kritis hambatan diri, serta merumuskan rencana tindakan perutusan nyata yang terperinci dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah suasana hening dan bimbingan yang diberikan berhasil memfasilitasi murid untuk sungguh-sungguh berkontemplasi dan merefleksikan panggilannya?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam mengaitkan tugas perutusan murid Yesus dengan tantangan konkret hidupnya di sekolah dan rumah?
Murid:- Apa hal terpenting yang saya sadari tentang diri saya sebagai murid Yesus melalui permenungan hari ini?
- Tindakan kasih dan perutusan apa yang paling mendesak untuk segera saya wujudkan di lingkungan keluarga atau sekolah saya minggu ini?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.1 Mengidentifikasi kisah Yesus yang memanggil para murid-Nya berdasarkan bacaan Kitab Suci
- TP 8.2.2 Menjelaskan makna dan syarat mengikuti Yesus yang memanggil para murid-Nya
- TP 8.2.3 Menganalisis tugas perutusan para murid yang diutus oleh Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah
- TP 8.2.4 Merefleksikan panggilan dan tugas perutusan murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, menyapa murid, memimpin doa pembuka agar diberi ketenangan dan kejujuran, serta mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 2, yaitu mengukur pemahaman utuh mengenai kisah panggilan, makna dan syarat mengikuti Yesus, tugas perutusan mewartakan Kerajaan Allah, serta penghayatan reflektif murid dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan naskah Asesmen Sumatif yang terdiri atas Lembar Tes Tertulis Uraian (Tugas 1) dan Lembar Refleksi Pribadi (Tugas 2), kemudian membacakan petunjuk teknis pengerjaan secara transparan dan berkesadaran tanpa memberi petunjuk materi atau kunci jawaban (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1: Tes Tertulis Uraian secara individual dan mandiri selama 45 menit yang terdiri atas 3 butir soal: Soal 1 (TP 8.2.1): 'Berdasarkan teks Matius 4:18-22, identifikasi tokoh murid yang dipanggil, latar tempat pemanggilan, dan cara Yesus memanggil mereka!'; Soal 2 (TP 8.2.2): 'Jelaskan makna panggilan menjadi murid Yesus serta jelaskan 2 syarat utama mengikuti Yesus berdasarkan Lukas 9:57-62!'; Soal 3 (TP 8.2.3): 'Analisislah 2 tugas perutusan murid Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah berdasarkan Lukas 10:1-12 serta 2 tantangan yang dihadapi dalam perutusan tersebut!'. Kunci jawaban acuan: Soal 1 (Tokoh: Simon Petrus, Andreas, Yakobus anak Zebedeus, Yohanes; Latar tempat: Danau Galilea; Cara Yesus memanggil: Berkata 'Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia' serta langsung memanggil mereka saat sedang menebarkan/membereskan jala); Soal 2 (Makna: Mengambil bagian dalam hidup dan karya Yesus sebagai partner warta Kerajaan Allah; 2 Syarat: Rela melepaskan kenyamanan diri/tidak terikat hal materi, setia dan fokus tanpa menoleh ke belakang/menunda komitmen); Soal 3 (2 Tugas: Mewartakan kabar damai/Kerajaan Allah sudah dekat dan menyembuhkan yang sakit/membawa damai sejahtera; 2 Tantangan: Penolakan dari warga atau lingkungan yang dikunjungi dan bahaya hidup sederhana seperti domba di tengah serigala tanpa perbekalan berlebihan) (45 menit).
- Murid mengerjakan Tugas 2: Lembar Refleksi Pribadi secara individual dan mandiri selama 20 menit (TP 8.2.4) dengan menuliskan karya refleksi pribadi yang memuat penghayatan panggilan hidup sebagai murid Yesus dan 3 contoh tindakan konkret perutusan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah atau lingkungan (misalnya: merukunkan teman yang berselisih, bersikap jujur saat ulangan, membela teman yang diejek, atau aktif melayani dalam ibadat/koor/misdinar) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak secara berkesadaran untuk merefleksikan kejujuran, kesungguhan, dan ketenangan batin yang mereka alami selama menyelesaikan lembar asesmen tertulis dan karya refleksi pribadi tersebut (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes tertulis uraian dan lembar karya refleksi pribadi murid secara tertib (2 menit).
- Guru bersama murid merangkum perjalanan belajar Bab 2 tentang panggilan dan perutusan murid Yesus, menyampaikan jadwal umpan balik hasil asesmen, dan menutup pertemuan dengan doa penutup syukur atas penyertaan Roh Kudus selama bab ini (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar tes dengan format huruf lebih besar atau jarak baris yang lebih renggang bagi murid dengan kebutuhan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi soal maupun rubrik penilaian.
- Proses: Memberikan penegasan instruksi secara visual di papan tulis bagi murid yang memerlukan kepastian alur waktu pengerjaan tugas secara mandiri.
- Produk: Format penyajian respon tertulis tetap seragam sesuai lembar jawaban uraian dan lembar refleksi yang ditetapkan acuan ATP.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- tes tertulis dan lembar refleksi pribadi: lembar jawaban tes tertulis berisi identifikasi kisah panggilan, penjelasan makna dan syarat mengikuti Yesus, analisis tugas perutusan murid, serta karya tulisan refleksi pribadi tentang panggilan dan perutusan murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari
- tes tertulis uraian serentak: lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi tokoh, latar, dan cara pemanggilan berdasarkan teks Kitab Suci; penjelasan makna dan syarat mengikuti Yesus; serta analisis tugas dan tantangan perutusan murid dalam mewartakan Kerajaan Allah (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban tes tertulis)
- penilaian produk tulisan serentak: karya tulisan refleksi pribadi tertulis yang menguraikan penghayatan panggilan dan tugas perutusan sebagai murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari murid di sekolah dan lingkungan (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk tulisan refleksi (kriteria: kedalaman penghayatan, keterkaitan dengan tugas murid Yesus, dan relevansi tindakan nyata sehari-hari))
Sumatif:- tes tertulis dan lembar refleksi pribadi: lembar jawaban tes tertulis berisi identifikasi kisah panggilan, penjelasan makna dan syarat mengikuti Yesus, analisis tugas perutusan murid, serta karya tulisan refleksi pribadi tentang panggilan dan perutusan murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari
- tes tertulis uraian serentak: lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi tokoh, latar, dan cara pemanggilan berdasarkan teks Kitab Suci; penjelasan makna dan syarat mengikuti Yesus; serta analisis tugas dan tantangan perutusan murid dalam mewartakan Kerajaan Allah (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban tes tertulis)
- penilaian produk tulisan serentak: karya tulisan refleksi pribadi tertulis yang menguraikan penghayatan panggilan dan tugas perutusan sebagai murid Yesus dalam kehidupan sehari-hari murid di sekolah dan lingkungan (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk tulisan refleksi (kriteria: kedalaman penghayatan, keterkaitan dengan tugas murid Yesus, dan relevansi tindakan nyata sehari-hari))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Kisah Yesus Memanggil Murid (TP 8.2.1) | Belum mampu mengidentifikasi tokoh, latar tempat, maupun cara pemanggilan murid dalam Mat 4:18-22 secara tepat (hanya 0-1 unsur tepat dari acuan: tokoh Simon Petrus/Andreas/Yakobus/Yohanes, latar Danau Galilea, cara panggilan Yesus). | Mengidentifikasi sebagian unsur (tepat menyebutkan 2 unsur dari 3 unsur acuan: tokoh, latar Danau Galilea, atau cara Yesus memanggil). | Mengidentifikasi seluruh 3 unsur acuan (tokoh: Simon, Andreas, Yakobus, Yohanes; latar tempat: Danau Galilea; cara Yesus memanggil: 'Mari, ikutlah Aku...') dengan tepat. | Mengidentifikasi seluruh 3 unsur acuan secara tepat dan lengkap disertai rincian tanggapan spontan para murid yang segera meninggalkan jala. | | Penjelasan Makna dan Syarat Mengikuti Yesus (TP 8.2.2) | Belum mampu menjelaskan makna panggilan maupun syarat mengikuti Yesus (0 syarat atau tidak relevan dengan teks Luk 9:57-62). | Menjelaskan makna panggilan secara sederhana dan hanya menyebutkan 1 syarat mengikuti Yesus secara tepat sesuai acuan teks Luk 9:57-62. | Menjelaskan makna panggilan sebagai partner warta Kerajaan Allah secara tepat dan menjelaskan 2 syarat mengikuti Yesus (tidak terikat kenyamanan materi dan setia tanpa menunda komitmen) sesuai acuan Luk 9:57-62. | Menjelaskan makna panggilan dan 2 syarat mengikuti Yesus secara mendalam, tepat, runtut, serta mengaitkannya dengan komitmen iman sejati. | | Analisis Tugas Perutusan dan Tantangannya (TP 8.2.3) | Belum mampu menganalisis tugas perutusan maupun tantangannya berdasarkan Luk 10:1-12 (kurang dari 1 unsur tugas dan tantangan). | Menganalisis 1 tugas perutusan (mewartakan damai/menyembuhkan) dan 1 tantangan perutusan (penolakan/bahaya serigala) secara tepat sesuai teks Luk 10:1-12. | Menganalisis 2 tugas perutusan (mewartakan Kerajaan Allah sudah dekat dan membawa damai sejahtera) serta 2 tantangan perutusan (penolakan masyarakat dan hidup tanpa bekal berlebih di tengah bahaya) secara tepat sesuai acuan Luk 10:1-12. | Menganalisis 2 tugas perutusan dan 2 tantangan perutusan secara tepat, komprehensif, dan kritis dalam konteks pewartaan Kerajaan Allah. | | Refleksi Panggilan dan Tugas Perutusan dalam Hidup Sehari-hari (TP 8.2.4) | Tulisan refleksi belum menunjukkan penghayatan panggilan dan belum menyertakan rencana tindakan nyata sehari-hari (0-1 tindakan tidak relevan). | Tulisan refleksi menunjukkan penghayatan umum diri sebagai murid Yesus dan memuat 1-2 tindakan nyata perutusan di lingkungan sekolah atau rumah. | Tulisan refleksi menunjukkan penghayatan pribadi yang tulus sebagai murid Yesus dan merumuskan minimal 3 tindakan nyata perutusan (seperti mendamaikan teman, kejujuran ulangan, dan keterlibatan pelayanan) secara relevan. | Tulisan refleksi menunjukkan penghayatan mendalam dan kesadaran rohani yang kuat serta merumuskan lebih dari 3 tindakan konkret perutusan yang realistis, terukur, dan kontekstual di sekolah dan lingkungan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instrumen tes uraian dan lembar refleksi mampu mengukur ketercapaian seluruh TP Bab 2 secara adil, objektif, dan valid?
- Bagaimana tingkat kemandirian dan kejujuran murid selama pelaksanaan asesmen sumatif berlangsung?
- Langkah tindak lanjut apa yang perlu disiapkan bagi murid yang belum mencapai ketuntasan pada TP tertentu?
Murid:- Bagian mana dari soal sumatif Bab 2 ini yang paling menguji pemahaman dan analisismu tentang tugas perutusan murid Yesus?
- Apakah tulisan refleksi yang kamu buat benar-benar mencerminkan niat dan komitmen hatimu untuk menjadi murid Yesus yang setia dalam hidup sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Kitab Suci Perjanjian Baru: Injil Matius 4:18-22; Lukas 5:1-11; Matius 9:9)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Set Kartu Tantangan 'Pasangan Panggilan Murid'
- Lembar Kerja Siswa: Identifikasi dan Makna Panggilan Murid Yesus
- Alkitab (Kitab Suci Perjanjian Baru: Injil Lukas 9:57-62 dan Lukas 10:1-12; Lukas 14:25-33)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021
- Lembar Kerja Analisis Tugas Perutusan Murid dan Kartu Kuis Syarat Mengikut Yesus
- Alkitab (Kitab Suci Perjanjian Baru)
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Kartu Skenario Situasi Kehidupan Harian
- Lembar Kerja Refleksi Pribadi Murid
- Alkitab (Kitab Suci Perjanjian Baru: Injil Matius 4:18-22, Lukas 9:57-62, Lukas 10:1-12)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 2, hlm. 54-68)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 2, hlm. 30-45)
- Naskah Soal Tes Tertulis Uraian dan Lembar Refleksi Pribadi Asesmen Sumatif Bab 2
|