MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 1 — Yesus Mewartakan Kerajaan Allah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Yesus Mewartakan Kerajaan Allah |
|---|
| Alokasi Waktu | 10 JP (10 x 40 menit = 400 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.1.1 Menjelaskan pribadi dan karya Yesus sebagai pemenuhan janji Allah
- TP 8.1.2 Menganalisis pewartaan kerajaan Allah melalui sabda Yesus
- TP 8.1.3 Menelaah pewartaan kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus
- TP 8.1.4 Menyimpulkan makna pewartaan kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa Allah berjanji mengutus Sang Juru Selamat kepada umat manusia?
- Bagaimana bukti bahwa Yesus sungguh Allah sekaligus sungguh manusia dalam hidup dan karya-Nya?
- Mengapa Yesus sering menggunakan perumpamaan dan kisah perbandingan ketika mengajar orang banyak tentang Kerajaan Allah?
- Bagaimana sabda perumpamaan Yesus mengoreksi pandangan bangsa Yahudi tentang Kerajaan Allah yang bersifat politis, apokaliptis, atau yuridis-religius?
- Perbuatan nyata apa saja yang dilakukan Yesus dalam perjumpaan-Nya dengan orang-orang yang disingkirkan oleh masyarakat pada zaman-Nya?
- Bagaimana perbuatan-perbuatan Yesus tersebut membuktikan kehadiran dan nilai-nilai Kerajaan Allah?
- Mengapa Yesus melakukan mukjizat seperti menyembuhkan orang sakit dan meredakan badai?
- Apa arti kehadiran Kerajaan Allah yang nyata di balik peristiwa mukjizat Yesus bagi manusia?
- Bagaimana seluruh rangkaian sabda, perbuatan, dan mukjizat Yesus membuktikan bahwa janji keselamatan Allah telah digenapi?
- Mengapa pemahaman mendalam tentang Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus menuntut kesungguhan kita dalam bersikap jujur dan mandiri saat dievaluasi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Pribadi dan Karya Yesus sebagai Pemenuhan Janji Allah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.1 Menjelaskan pribadi dan karya Yesus sebagai pemenuhan janji Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama: 'Allah Bapa yang penuh kasih, bukalah hati dan budi kami agar dapat mengenal Putera-Mu Yesus Kristus sebagai pemenuhan janji keselamatan bagi kami. Amin' (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kesiapan belajar kelas (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni menjelaskan pribadi dan karya Yesus sebagai pemenuhan janji Allah (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab secara tertulis pada selembar kertas tentang arti janji Allah dan bukti kemanusiaan serta ke-Allahan Yesus (acuan: janji Allah adalah keselamatan/kedatangan Mesias; bukti kemanusiaan: lapar/haus/wafat; bukti ke-Allahan: mengampuni dosa/bangkit) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid membaca bersama teks Kitab Suci Yesaya 9:5-6 (Nubuat Mesias) dan Lukas 4:16-21 (Yesus membacakan nubuatan di Nazaret bahwa janji Allah terpenuhi hari ini) (7 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab pemahaman mendalam: 'Bagaimana pribadi Yesus memenuhi nubuat nabi Yesaya?' dan 'Apa karya utama Yesus untuk memenuhi janji keselamatan Allah?' (acuan: Yesus adalah Mesias yang diurapi, membawa kabar baik bagi orang miskin, membebaskan orang tertindas, sungguh manusia dan sungguh Allah) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Kartu Cocok Janji dan Bukti' (prinsip menggembirakan): murid mencocokkan 4 kartu kutipan janji/nubuat PL dengan 4 kartu karya pemenuhan Yesus dalam PB yang dibagikan guru (10 menit).
- Daftar 4 pasangan kartu: Kartu 1 (Yesaya 7:14: Anak dara mengandung anak laki-laki Immanuel) berpasangan dengan Bukti 1 (Lukas 1:31: Maria melahirkan Yesus); Kartu 2 (Mikha 5:1: Pemimpin lahir di Betlehem Efrata) berpasangan dengan Bukti 2 (Matius 2:1: Yesus lahir di Betlehem Yudea); Kartu 3 (Yesaya 61:1: Memberitakan pembebasan bagi tawanan) berpasangan dengan Bukti 3 (Lukas 4:18-21: Yesus menyatakan nubuat genap dalam karya-Nya); Kartu 4 (Yesaya 53:5: Tertikam karena pemberontakan kita) berpasangan dengan Bukti 4 (Markus 15:37-39: Wafat Yesus di salib menebus dosa manusia) (acuan: 4 pasangan tepat di atas) (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penjelasan tertulis: 'Jelaskan 2 bukti pribadi Yesus sungguh manusia dan sungguh Allah, serta 2 karya Yesus yang membuktikan pemenuhan janji Allah bagi manusia!' (acuan: Pribadi manusia: lahir dari Maria, merasa lapar/letih; Pribadi Allah: berkuasa mengampuni dosa, bangkit dari mati; Karya pemenuhan: mewartakan kabar keselamatan Allah, menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk keselamatan manusia) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid hening dalam suasana doa pribadi untuk merenungkan kebaikan Allah yang selalu setia menepati janji-Nya dalam hidup Yesus dan hidup murid sehari-hari (5 menit).
- Dua orang perwakilan murid membagikan secara lisan satu komitmen konkret untuk meneladani kesetiaan Yesus dalam menepati janji di lingkungan sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa Yesus Kristus adalah puncak pemenuhan janji keselamatan Allah melalui pribadi-Nya yang sungguh Allah dan sungguh manusia serta karya penyelamatan-Nya (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja penjelasan murid dan menyampaikan topik pertemuan berikutnya (menganalisis pewartaan Kerajaan Allah melalui sabda/perumpamaan Yesus) (1 menit).
- Pertemuan ditutup dengan doa syukur bersama atas rahmat Yesus Sang Pemenuhan Janji Allah (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang butuh bimbingan diberikan teks naskah perbandingan nubuat dan pemenuhan yang dilengkapi garis bantu penjelas; murid yang mahir diberikan teks referensi Kitab Suci lengkap tanpa petunjuk.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menghubungkan ciri pribadi Yesus (kemanusiaan dan ke-Allahan); murid yang mandiri langsung menjelaskan karya penebusan Yesus.
- Produk: Murid menuangkan penjelasan dalam bentuk tabel uraian komparatif atau paragraf analitis terstruktur sesuai kesiapan masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat (2 soal): (1) Apa yang dimaksud dengan janji Allah tentang Juru Selamat? (acuan: rencana Allah menyelamatkan manusia dari dosa melalui pengutusan Sang Mesias); (2) Tuliskan masing-masing 1 bukti bahwa Yesus sungguh manusia dan sungguh Allah! (acuan: manusia = dapat lapar/haus/lelah/wafat; Allah = mengampuni dosa/mengalahkan maut/bangkit).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid dalam mencocokkan 4 kartu janji dan bukti PB (acuan: 4 pasangan kartu nubuat Yesaya/Mikha dengan penggenapan Injil).
- Pemeriksaan lembar kerja penjelasan pribadi (ciri ke-Allahan dan kemanusiaan) dan karya pemenuhan janji Allah yang dilakukan Yesus (acuan: karya pewartaan kabar baik dan pengorbanan salib).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada akhir sesi lembar kerja: 'Jelaskan mengapa kehadiran Yesus disebut sebagai pemenuhan janji Allah yang sempurna bagi keselamatan manusia!' (kriteria penerimaan: penjelasan memuat aspek Allah menepati janji pengutusan Mesias melalui Yesus yang menghadirkan keselamatan nyata bagi manusia).
Formatif:- Asesmen diagnostik tertulis singkat di awal pembelajaran tentang konsep janji dan pribadi Yesus.
- Kuis berpasangan mencocokkan kartu janji nubuat PL dan pemenuhan PB.
- Penugasan lembar kerja penjelasan tertulis mengenai pribadi dan karya Yesus sebagai pemenuhan janji Allah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan pribadi Yesus (sungguh manusia dan sungguh Allah) | Belum mampu menjelaskan bukti kemanusiaan maupun ke-Allahan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah. | Mampu menjelaskan 1 bukti kemanusiaan atau 1 bukti ke-Allahan Yesus secara tepat sesuai acuan materi. | Mampu menjelaskan masing-masing 1 bukti kemanusiaan dan ke-Allahan Yesus secara tepat dan runtut. | Mampu menjelaskan masing-masing minimal 2 bukti kemanusiaan dan ke-Allahan Yesus secara mandiri, tepat, dan mendalam sesuai acuan materi. | | Penjelasan karya Yesus sebagai pemenuhan janji Allah | Belum mampu menjelaskan karya Yesus yang menjadi bukti pemenuhan janji keselamatan Allah. | Mampu menyebutkan 1 karya Yesus tetapi belum menjelaskan keterkaitannya dengan janji keselamatan Allah. | Mampu menjelaskan 1 karya Yesus serta keterhubungannya dengan pemenuhan janji keselamatan Allah secara tepat. | Mampu menjelaskan 2 karya Yesus (pewartaan keselamatan dan karya penebusan) serta keterhubungannya dengan pemenuhan janji Allah secara komprehensif dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu kuis pencocokan kartu dan pengerjaan lembar kerja penjelasan sudah berjalan efektif?
- Bagian mana dari konsep pribadi Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apa hal terpenting yang saya pahami hari ini tentang kesetiaan Allah dalam menepati janji-Nya?
- Bagaimana saya dapat meneladani sikap Yesus yang setia dan taat dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga dan teman?
Pertemuan 2 — Menganalisis Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Sabda Yesus — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.2 Menganalisis pewartaan kerajaan Allah melalui sabda Yesus
Pendahuluan:- Guru bersama murid mengawali pembelajaran dengan doa pembuka bersyukur atas akal budi untuk memahami ajaran Yesus tentang Kerajaan Allah (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan materi pemenuhan janji Allah dengan pewartaan Kerajaan Allah melalui sabda (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis menggunakan 2 pertanyaan pemetaan untuk mengecek pemahaman awal murid tentang konsep Kerajaan Allah dan perumpamaan Yesus: (1) Sebutkan 1 dari 3 paham Kerajaan Allah yang berkembang pada zaman bangsa Yahudi! (acuan jawaban: politis [Allah membebaskan Israel dari penjajah Romawi secara militer], apokaliptis [Allah merombak total dunia yang jahat lewat kiamat/kehancuran], atau yuridis-religius [hukum Taurat ditegakkan secara kaku dan mutlak]), (2) Apa arti perumpamaan yang digunakan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah? (acuan jawaban: penyampaian pesan ajaran menggunakan bahasa imajinatif, kiasan simbolis, cerita perbandingan, atau pengalaman keseharian yang dekat dengan hidup manusia agar maknanya mudah dipahami) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara berpasangan membaca kutipan teks dialog tentang pemahaman bangsa Yahudi mengenai Kerajaan Allah serta teks Kitab Suci Matius 13:1-9; 18-23 (Perumpamaan Penabur) dan Matius 13:24-30 (Perumpamaan Lalang di Antara Gandum) (10 menit).
- Guru memberikan penegasan konsep bahwa pewartaan sabda Yesus mengoreksi pemahaman paham politis, apokaliptis, dan yuridis-religius menjadi Kerajaan Allah sebagai suasana pemerintahan kasih, keselamatan, kerahiman, dan pertobatan batin (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Sebagai aktivitas bernuansa menggembirakan, murid secara berpasangan mengikuti tantangan kuis 'Teka-Teki Perumpamaan Sabda' dengan mencocokkan simbol perumpamaan dan maknanya secara cepat dan cermat (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Analisis Pewartaan Sabda Kerajaan Allah untuk menganalisis 3 aspek sabda Yesus: (1) Perbandingan paham Kerajaan Allah bangsa Yahudi vs pewartaan Yesus (acuan: paham Yahudi memandang politis/apokaliptis/yuridis-kaku; Yesus mewartakan Kerajaan Allah sebagai suasana batin di mana Allah meraja dengan kasih, kerahiman, dan keselamatan bagi semua manusia); (2) Makna Perumpamaan Penabur Mat 13:1-9; 18-23 (acuan: benih adalah sabda Kerajaan Allah; tanah di pinggir jalan = hati yang mendengar tetapi dirampas si jahat; tanah berbatu = hati yang gembira menerima tetapi murtad saat tertindas; semak duri = hati yang terhimpit kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan sehingga tidak berbuah; tanah subur = hati yang mendengar, mengerti, dan menghasilkan buah melimpah); (3) Makna Perumpamaan Lalang di Antara Gandum Mat 13:24-30 (acuan: gandum adalah anak-anak Kerajaan Allah dan lalang adalah anak-anak si jahat; Allah memberi waktu bertobat dan bersabar membiarkan keduanya tumbuh bersama hingga waktu penuaian/penghakiman akhir oleh Allah sendiri) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara hening merefleksikan sabda Yesus dalam konteks diri: mengevaluasi diri termasuk jenis tanah yang mana dalam menyambut sabda Tuhan, serta bagaimana kata-kata pribadi selama ini mencerminkan suasana Kerajaan Allah bagi sesama (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pokok-pokok analisis pewartaan Kerajaan Allah melalui sabda dan perumpamaan Yesus (5 menit).
- Guru memberikan penguatan tindak lanjut aksi pribadi membaca Kitab Suci di rumah, kemudian menutup pembelajaran dengan doa penutup bersyukur atas firman Yesus (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks perumpamaan yang dilengkapi glosarium arti simbol (tanah, benih, lalang, penabur), sedangkan murid yang cepat diberikan bahan komparasi teks perumpamaan tambahan (misalnya Mat 13:31-33 tentang Biji Sesawi dan Ragi).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu guru melalui pertanyaan terarah pada lembar kerja bertahap, sedangkan murid mahir menganalisis secara mandiri kaitan antara perumpamaan lalang dengan kesabaran Allah.
- Produk: Format hasil analisis pada lembar kerja dapat berupa tabel bagan analisis terstruktur ataupun uraian naratif analitis sesuai kenyamanan belajar murid dengan kriteria analisis yang setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis diagnostik singkat di awal pembelajaran terdiri atas 2 pertanyaan: (1) Sebutkan 1 dari 3 paham Kerajaan Allah bangsa Yahudi pada zaman Yesus! (acuan jawaban: paham politis [mengharapkan pembebasan dari penjajah Romawi], apokaliptis [penghancuran dunia yang jahat lewat peristiwa dahsyat/kiamat], atau yuridis-religius [penegakan hukum Taurat secara mutlak dan kaku]), (2) Apa alasan Yesus memakai perumpamaan dalam mewartakan Kerajaan Allah? (acuan jawaban: menggunakan bahasa imajinatif, simbolis, atau cerita perbandingan dari pengalaman konkret sehari-hari agar kabar Kerajaan Allah mudah dipahami dan menyentuh hati pendengarnya).
Proses:- Penilaian pengerjaan Lembar Kerja Analisis Pewartaan Sabda Yesus yang mencakup 3 butir analisis: (1) Menganalisis perbedaan paham Kerajaan Allah bangsa Yahudi dengan konsep Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus (kunci acuan: paham Yahudi menekankan kekuasaan duniawi/politis, penghancuran musuh/apokaliptis, atau hukum legalistik/yuridis, sedangkan Yesus mewartakan Allah meraja dalam hati dengan kasih, pengampunan, dan pertobatan); (2) Menganalisis makna simbol dalam Perumpamaan Penabur Mat 13:1-9; 18-23 (kunci acuan: benih = sabda Allah; tanah pinggir jalan = hati tertutup/firman dirampas; tanah berbatu = mudah goyah saat pencobaan; tanah semak duri = terhimpit kekayaan/duniawi; tanah subur = hati terbuka, mengerti, dan menghasilkan buah kebajikan); (3) Menganalisis makna Perumpamaan Lalang di Antara Gandum Mat 13:24-30 (kunci acuan: gandum = kebaikan/anak Kerajaan Allah, lalang = kejahatan; maknanya Allah sabar dan memberi kesempatan pertobatan, pemisahan mutlak terjadi pada akhir zaman oleh penghakiman Allah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis penutup melalui 1 pertanyaan analisis singkat: 'Berdasarkan Perumpamaan Penabur dan Perumpamaan Lalang, apa inti utama pewartaan sabda Yesus tentang bagaimana Kerajaan Allah hadir dan bertumbuh dalam kehidupan manusia?' (kriteria penerimaan: jawaban tepat apabila mengemukakan bahwa Kerajaan Allah hadir melalui penerimaan sabda dengan hati yang terbuka/subur serta bertumbuh melalui kesabaran dan kerahiman Allah yang memberi ruang pertobatan di tengah kejahatan dunia).
Formatif:- Penilaian tes diagnostik tertulis pemahaman awal di pendahuluan
- Penilaian lembar kerja analisis pewartaan Kerajaan Allah melalui sabda Yesus selama tahap mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis perbedaan konsep Kerajaan Allah bangsa Yahudi vs pewartaan Yesus | Belum mampu menganalisis perbedaan; tidak menyebutkan paham bangsa Yahudi maupun konsep Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus sesuai acuan. | Menganalisis sebagian dengan menyebutkan salah satu paham Yahudi atau konsep Kerajaan Allah menurut Yesus dengan tepat, namun belum membandingkannya secara tepat. | Menganalisis perbedaan secara tepat antara salah satu paham Yahudi (politis, apokaliptis, atau yuridis-religius) dengan konsep Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus sebagai suasana pemerintahan kasih Allah sesuai acuan. | Menganalisis perbedaan secara tepat, lengkap, dan mendalam mencakup ketiga paham Yahudi (politis, apokaliptis, dan yuridis-religius) dibandingkan secara runtut dengan hakikat Kerajaan Allah menurut Yesus secara mandiri. | | Menganalisis makna pewartaan sabda Kerajaan Allah dalam Perumpamaan Penabur (Mat 13:1-9; 18-23) | Belum mampu menganalisis makna simbol perumpamaan; keliru mengartikan simbol benih dan jenis-jenis tanah. | Menganalisis makna simbol secara terbatas, hanya tepat menguraikan 1-2 jenis tanah dari 4 kondisi tanah penabur sesuai acuan. | Menganalisis makna simbol perumpamaan dengan tepat untuk benih dan minimal 3-4 jenis tanah (pinggir jalan, berbatu, semak duri, tanah subur) sesuai acuan makna teks Kitab Suci. | Menganalisis seluruh makna simbol perumpamaan penabur (benih dan keempat jenis tanah) secara tepat, lengkap, dan kritis menjelaskan relevansinya terhadap sikap batin pendengar sabda secara mandiri. | | Menganalisis makna pewartaan sabda Kerajaan Allah dalam Perumpamaan Lalang di Antara Gandum (Mat 13:24-30) | Belum mampu menganalisis makna perumpamaan lalang di antara gandum; tidak dapat mengidentifikasi makna lalang, gandum, dan waktu penuaian. | Menganalisis secara parsial; hanya mengidentifikasi simbol gandum dan lalang tetapi belum menganalisis makna penundaan pencabutan lalang hingga waktu penuaian. | Menganalisis makna perumpamaan secara tepat bahwa Allah bersabar memberi kesempatan pertobatan bagi orang berdosa di tengah dunia hingga waktu penghakiman akhir Allah sesuai acuan. | Menganalisis makna perumpamaan lalang di antara gandum secara tepat, menyeluruh, dan tajam mengaitkan kesabaran/kerahiman Allah dengan penolakan terhadap tindakan kekerasan manusia secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah analisis teks Kitab Suci perumpamaan sudah memfasilitasi murid bernalar kritis memahami hakikat Kerajaan Allah?
- Apakah diferensiasi bimbingan pada tahap mengaplikasi lembar kerja berjalan efektif membantu murid yang mengalami kesulitan pemahaman simbol?
Murid:- Dari 4 jenis tanah pada Perumpamaan Penabur, sikap batin manakah yang paling mencerminkan diriku saat mendengarkan sabda Tuhan selama ini?
- Apa hal baru yang kupahami mengenai cara Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui kisah perumpamaan sehari-hari?
Pertemuan 3 — Menelaah Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Perbuatan Yesus — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.3 Menelaah pewartaan kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan mengenai bentuk perbuatan Yesus: 'Sebutkan 1 contoh tindakan nyata Yesus bergaul atau membela orang yang disingkirkan!' (acuan: makan bersama pemungut cukai/orang berdosa, membasuh kaki murid, menyentuh orang kusta, atau membela perempuan yang berzina) dan mengaitkannya dengan tujuan pembelajaran menelaah pewartaan Kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid membaca dan mengamati 3 teks Kitab Suci mengenai tindakan perbuatan Yesus: Lukas 19:1-10 (Yesus menumpang di rumah Zakheus), Yohanes 13:1-15 (Yesus membasuh kaki para murid), dan Markus 2:15-17 (Yesus makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan kuis tebak telaah perbuatan Yesus (permainan pencocokan kartu kasus teks dengan makna Kerajaan Allah yang diwartakan) untuk mengidentifikasi siapa sasaran tindakan Yesus dan pesan Kerajaan Allah di dalamnya secara menyenangkan (10 menit).
- Murid menelaah lembar kerja telaah perbuatan Yesus dengan menguraikan 3 aspek perikop: (1) bentuk tindakan Yesus, (2) sasaran/pihak yang menerima tindakan, dan (3) nilai Kerajaan Allah yang dihadirkan (acuan: Luk 19:1-10 menumpang di rumah Zakheus -> pemungut cukai -> keselamatan/kerahiman Allah; Yoh 13:1-15 membasuh kaki -> para rasul -> kerendahan hati/pelayanan tanpa pamrih; Mrk 2:15-17 makan bersama -> pemungut cukai/orang berdosa -> inklusivitas/kasih merangkul sesama yang tersingkir) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dalam keheningan merefleksikan makna perbuatan Yesus bagi pemahaman mereka tentang Kerajaan Allah serta memeriksa ketepatan telaah yang telah mereka kerjakan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil telaah perbuatan Yesus sebagai wujud nyata hadirnya Kerajaan Allah yang penuh kasih, pengampunan, dan pelayanan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik, menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang mukjizat Yesus, dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks Kitab Suci yang telah ditandai kata kunci perbuatannya, sedangkan murid yang cepat diberikan teks utuh untuk menemukan detail tindakan Yesus.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan terstruktur berupa pertanyaan pemandu per kolom telaah, sedangkan murid mahir menelaah secara mandiri dengan menganalisis kaitan mendalam antara tindakan Yesus dan situasi sosial zaman itu.
- Produk: Format penulisan telaah dapat disesuaikan: tabel terstruktur sederhana bagi murid yang memerlukan bimbingan atau bagan analisis komparatif bagi murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 contoh perbuatan nyata Yesus terhadap orang yang terpinggirkan pada zaman-Nya!' (acuan jawaban benar: menumpang/makan di rumah Zakheus pemungut cukai, membasuh kaki para murid, bergaul/makan dengan orang berdosa, atau membela perempuan yang kedapatan berzina).
Proses:- Penilaian lembar kerja telaah perikop Kitab Suci pada tahap Mengaplikasi dengan memeriksa ketepatan murid mengidentifikasi bentuk tindakan, sasaran tindakan, dan nilai Kerajaan Allah pada 3 perikop: Luk 19:1-10, Yoh 13:1-15, dan Mrk 2:15-17 (acuan: Luk 19:1-10 -> menumpang dan membawa pertobatan bagi Zakheus -> Kerajaan Allah membawa keselamatan dan pengampunan bagi yang tersisih; Yoh 13:1-15 -> membasuh kaki murid -> Kerajaan Allah diwujudkan melalui kerendahan hati dan pelayanan; Mrk 2:15-17 -> makan bersama pemungut cukai/orang berdosa -> Kerajaan Allah merangkul semua orang yang membutuhkan tabib/kasih Allah tanpa diskriminasi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat tertulis (1 butir telaah reflektif): 'Tuliskan telaahmu, mengapa tindakan Yesus makan bersama orang berdosa membuktikan hadirnya Kerajaan Allah?' (kriteria penerimaan: jawaban memuat penjelasan bahwa Kerajaan Allah berintikan kasih inklusif dan kerahiman Allah yang merangkul kaum tertindas/berdosa, bukan penghakiman sosial).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal lisan keterpahaman perbuatan Yesus
- Lembar kerja telaah perbuatan Yesus dalam teks Kitab Suci
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah pewartaan Kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus pada 3 perikop Kitab Suci (Luk 19:1-10, Yoh 13:1-15, Mrk 2:15-17) | Belum mampu menelaah bentuk tindakan, sasaran, dan nilai Kerajaan Allah pada ketiga perikop acuan (0 perikop ditelaah tepat). | Mampu menelaah bentuk tindakan, sasaran, dan nilai Kerajaan Allah secara tepat pada 1 dari 3 perikop acuan. | Mampu menelaah bentuk tindakan, sasaran, dan nilai Kerajaan Allah secara tepat pada 2 dari 3 perikop acuan secara mandiri. | Mampu menelaah bentuk tindakan, sasaran, dan nilai Kerajaan Allah secara tepat dan lengkap pada seluruh (3 dari 3) perikop acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran dan media perikop Kitab Suci efektif membantu murid menelaah kaitan antara perbuatan Yesus dan Kerajaan Allah?
- Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi setiap murid untuk menuntaskan telaah dan refleksi?
Murid:- Apa hal baru yang saya pahami tentang Kerajaan Allah setelah menelaah perbuatan-perbuatan nyata yang dilakukan Yesus?
- Bagaimana perbuatan Yesus menginspirasi cara pandang saya terhadap orang-orang di sekitar yang membutuhkan pertolongan?
Pertemuan 4 — Menyimpulkan Makna Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Mukjizat Yesus — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.4 Menyimpulkan makna pewartaan kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimpulkan makna pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan mengenai contoh mukjizat Yesus dan maknanya (acuan: murid menyebutkan contoh mukjizat penyembuhan/alam/pengusiran setan/kebangkitan serta mengaitkannya dengan kasih Allah) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara hening membaca 4 kutipan perikop mukjizat: penyembuhan orang lumpuh (Mat 9:2-8), meredakan angin ribut (Mat 8:23-27), mengusir setan di Gadara (Mat 8:28-32), dan membangkitkan pemuda di Nain (Luk 7:11-17) untuk mengidentifikasi wujud mukjizat (10 menit).
- Guru memberikan penguatan materi melalui tayangan/penjelasan mengenai 4 kelompok mukjizat Yesus (penyembuhan, penaklukan alam, pengusiran setan, pembangkitan orang mati) dan tujuannya menghadirkan tanda nyata Kerajaan Allah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan kuis kartu berpasangan: mencocokkan 4 kartu perikop dengan 4 kategori mukjizat secara cepat dan tepat (Kartu: 1. Mat 9:2-8 -> Penyembuhan; 2. Mat 8:23-27 -> Menaklukkan alam; 3. Mat 8:28-32 -> Pengusiran setan; 4. Luk 7:11-17 -> Menghidupkan/membangkitkan) (10 menit).
- Dalam kelompok berpasangan, murid menganalisis lembar kerja untuk merumuskan simpulan makna pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus berdasarkan acuan materi: (1) bukti nyata hadirnya Kerajaan Allah, (2) tanda keselamatan dan belas kasih Allah bagi yang menderita, (3) penegasan Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, dan (4) pemulihan keutuhan martabat hidup manusia (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan pasangan membagikan rumusan simpulan mereka, dan kelompok lain saling membandingkan simpulan makna mukjizat yang telah dibuat (10 menit).
- Murid mengambil waktu hening sejenak untuk merefleksikan bagaimana mukjizat Yesus meneguhkan iman mereka akan kuasa dan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menarik benang merah simpulan pembelajaran mengenai makna pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus (5 menit).
- Guru memberikan pengantar asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir simpulan makna mukjizat Yesus serta mengakhiri kelas dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar teks perikop dengan cetak tebal pada ayat inti mukjizat bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca cepat.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah (scaffolding) berupa pertanyaan pemandu bagi kelompok yang memerlukan bantuan dalam mengaitkan peristiwa mukjizat dengan makna Kerajaan Allah, sedangkan pasangan yang lebih cepat diminta merumuskan simpulan dengan variasi perikop mukjizat tambahan (Yoh 11:1-48 atau Mat 9:27-38).
- Produk: Simpulan dapat dituangkan dalam bentuk bagan konsep atau rangkuman paragraf tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 mukjizat yang pernah dilakukan Yesus dan apa yang ditunjukkan mukjizat itu tentang diri Yesus?' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan contoh peristiwa mukjizat nyata dari Injil, mis. menyembuhkan orang buta/lumpuh/meredakan badai, dan menyatakan bahwa Yesus berkuasa/berbelas kasih/diutus Allah).
Proses:- Observasi ketepatan kerja kelompok berpasangan dalam mencocokkan 4 kartu mukjizat: (1) Mat 9:2-8 -> Penyembuhan, (2) Mat 8:23-27 -> Menaklukkan alam, (3) Mat 8:28-32 -> Pengusiran setan, (4) Luk 7:11-17 -> Membangkitkan (acuan: minimal 3 dari 4 pasangan tepat).
- Pemeriksaan lembar kerja kelompok: ketepatan merumuskan minimal 3 dari 4 makna pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus sesuai acuan: (1) menghadirkan Kerajaan Allah secara nyata dalam tindakan, (2) membebaskan manusia dari penderitaan/dosa/sakit penyakit, (3) menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias/Kabar Gembira keselamatan, (4) memperlihatkan kasih Allah yang merangkul semua orang tanpa membedakan status.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu tertulis (2 butir): 1. Tuliskan 2 alasan mengapa Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui mukjizat! 2. Tuliskan simpulan pokok mengenai apa arti mukjizat Yesus bagi pewartaan Kerajaan Allah! (Kunci/acuan jawaban: 1. Alasan: ingin mewujudkan Kerajaan Allah secara nyata melalui tindakan dan menunjukkan diri-Nya sebagai Mesias penyelamat; 2. Simpulan: Mukjizat Yesus adalah bukti nyata kehadiran Kerajaan Allah yang memulihkan kehidupan, mengalahkan kuasa jahat, serta membebaskan manusia yang menderita).
Formatif:- Penilaian performa kuis pencocokan kartu kategori mukjizat
- Penilaian lembar kerja perumusan simpulan makna pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan makna pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus | Belum mampu menyimpulkan makna mukjizat Yesus, hanya menyebutkan nama peristiwa mukjizat tanpa mengaitkannya dengan pewartaan Kerajaan Allah walau dibimbing guru. | Menyimpulkan 1-2 makna pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus sesuai daftar acuan (kehadiran nyata Kerajaan Allah, pembebasan dari penderitaan/dosa, identitas Yesus sebagai Mesias, kasih inklusif Allah) dengan bimbingan guru. | Menyimpulkan minimal 3 dari 4 makna pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus sesuai daftar acuan secara tepat dan mandiri. | Menyimpulkan seluruh 4 makna pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus sesuai daftar acuan secara lengkap, terstruktur, dan mandiri tanpa kesalahan konsep. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas kuis kartu dan diskusi berpasangan efektif memicu nalar kritis murid dalam menyimpulkan makna mukjizat Yesus?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling berhasil membantu murid memahami bahwa mukjizat Yesus bukan sekadar pertunjukan kehebatan, melainkan tanda hadirnya Kerajaan Allah?
Murid:- Apa makna terpenting yang saya temukan dari mukjizat-mukjizat yang dilakukan oleh Yesus?
- Bagaimana pemahaman tentang mukjizat Yesus ini memengaruhi cara saya memandang kasih Tuhan dalam hidup saya?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.1 Menjelaskan pribadi dan karya Yesus sebagai pemenuhan janji Allah
- TP 8.1.2 Menganalisis pewartaan kerajaan Allah melalui sabda Yesus
- TP 8.1.3 Menelaah pewartaan kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus
- TP 8.1.4 Menyimpulkan makna pewartaan kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, doa pembuka, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-5, yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 1 yang mencakup ketercapaian empat TP: penjelasan pemenuhan janji Allah, analisis sabda, telaah perbuatan, dan simpulan makna mukjizat Yesus (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan naskah Asesmen Sumatif terpadu serta menjelaskan petunjuk teknis pengerjaan, alokasi waktu tiap bagian (masing-masing 35 menit), dan tata tertib kejujuran akademik (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Bagian I Asesmen Sumatif secara mandiri dan hening: Tugas 1 (TP 8.1.1 dan TP 8.1.2) yang memuat butir soal nomor 1 tentang nubuat nabi Yesaya dan pemenuhannya dalam diri Yesus (sungguh Allah dan sungguh manusia), serta nomor 2 berupa analisis kutipan perumpamaan Penabur (Mat 13:1-9) terkait makna benih dan empat jenis tanah bagi penerimaan Kerajaan Allah (35 menit).
- Murid mengerjakan Bagian II Asesmen Sumatif secara mandiri: Tugas 2 (TP 8.1.3 dan TP 8.1.4) yang memuat butir soal nomor 3 berupa telaah perbuatan belas kasih Yesus terhadap Zakheus dan orang kusta sebagai tanda Kerajaan Allah yang merangkul sesama, serta nomor 4 berupa perumusan simpulan makna teologis dari 4 kategori mukjizat Yesus (penyembuhan, pengusiran setan, penaklukan alam, pembangkitan orang mati) sebagai tanda nyata hadirnya Kerajaan Allah yang mengalahkan kuasa dosa dan maut (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan seluruh lembar jawaban asesmen secara tertib dan hening ke meja guru tepat waktu (2 menit).
Penutup:- Guru memandu murid melakukan refleksi singkat mengenai proses belajar selama Bab 1 dan komitmen kejujuran saat asesmen (2 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut pemeriksaan hasil asesmen sumatif serta menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format lembar soal: penyediaan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar (font 14 pt) bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah isi soal.
- Proses: Pemberian penegasan instruksi dan pendampingan membaca petunjuk bagi murid yang membutuhkan fokus tambahan tanpa memberikan petunjuk substansi jawaban.
- Produk: Format lembar jawaban tertulis standar yang seragam untuk seluruh murid sesuai acuan asesmen sumatif individual.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis dan kelengkapan alat tulis murid serta pemahaman terhadap tata tertib pengerjaan asesmen tertulis sumatif.
Proses:- Observasi kepatuhan dan integritas murid selama menjalankan asesmen mandiri di dalam kelas.
Sumatif Bab:- tes tertulis terpadu (uraian dan analisis teks): lembar jawaban asesmen sumatif individual berisi penjelasan keterpenuhan janji Allah dalam Yesus, analisis pesan Kerajaan Allah dalam teks sabda/perumpamaan, telaah perbuatan Yesus, serta simpulan makna mukjizat
- tes tertulis uraian dan analisis teks serentak: lembar jawaban tertulis individual yang memuat penjelasan hubungan nubuat Kitab Suci dengan pribadi/karya Yesus serta uraian analisis makna Kerajaan Allah dalam kutipan teks perumpamaan Yesus (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dan kunci jawaban)
- tes tertulis uraian komprehensif serentak: lembar jawaban tertulis individual yang memuat telaah bentuk tindakan belas kasih/pelayanan Yesus bagi sesama serta rumusan simpulan makna mukjizat-mukjizat Yesus sebagai tanda hadirnya Kerajaan Allah (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dan kunci jawaban)
Sumatif:- tes tertulis terpadu (uraian dan analisis teks): lembar jawaban asesmen sumatif individual berisi penjelasan keterpenuhan janji Allah dalam Yesus, analisis pesan Kerajaan Allah dalam teks sabda/perumpamaan, telaah perbuatan Yesus, serta simpulan makna mukjizat
- tes tertulis uraian dan analisis teks serentak: lembar jawaban tertulis individual yang memuat penjelasan hubungan nubuat Kitab Suci dengan pribadi/karya Yesus serta uraian analisis makna Kerajaan Allah dalam kutipan teks perumpamaan Yesus (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dan kunci jawaban)
- tes tertulis uraian komprehensif serentak: lembar jawaban tertulis individual yang memuat telaah bentuk tindakan belas kasih/pelayanan Yesus bagi sesama serta rumusan simpulan makna mukjizat-mukjizat Yesus sebagai tanda hadirnya Kerajaan Allah (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dan kunci jawaban)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Pribadi dan Karya Yesus sebagai Pemenuhan Janji Allah (TP 8.1.1) | Belum mampu menjelaskan keterkaitan janji Allah dalam nubuat Kitab Suci dengan pribadi dan karya Yesus Kristus. | Menjelaskan janji Allah dalam nubuat Kitab Suci atau pribadi Yesus, namun belum menghubungkan pemenuhan janji tersebut secara utuh pada kodrat Yesus yang sungguh Allah dan sungguh manusia. | Menjelaskan dengan tepat nubuat janji keselamatan Allah (Yes 7:14/Yes 9:5) dan keterpenuhannya dalam pribadi serta karya Yesus sebagai Juruselamat yang sungguh Allah dan sungguh manusia. | Menjelaskan secara komprehensif, tepat, dan mendalam nubuat janji keselamatan Allah beserta pemenuhannya dalam seluruh pribadi, misi, dan karya keselamatan Yesus Kristus yang sungguh Allah dan sungguh manusia. | | Analisis Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Sabda Yesus (TP 8.1.2) | Belum mampu menganalisis makna perumpamaan Penabur (Mat 13:1-9) dalam kaitannya dengan Sabda Kerajaan Allah. | Menganalisis makna benih tetapi hanya tepat menjelaskan 1 atau 2 dari 4 kondisi tanah dalam perumpamaan Penabur. | Menganalisis dengan tepat bahwa benih adalah Sabda Allah dan menguraikan arti dari seluruh 4 kondisi tanah (pinggir jalan, berbatu, semak duri, dan tanah subur) terkait sikap manusia menerima Kerajaan Allah. | Menganalisis secara mendalam dan tepat makna benih serta seluruh 4 kondisi tanah dalam perumpamaan Penabur serta menghubungkan pesan sabda tersebut dengan tuntutan keterbukaan hati menyambut Kerajaan Allah. | | Telaah Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Perbuatan Yesus (TP 8.1.3) | Belum mampu menelaah bentuk tindakan pelayanan dan belas kasih Yesus bagi sesama. | Menelaah contoh perbuatan belas kasih Yesus (kisah Zakheus atau orang kusta) sebatas tindakan kebaikan sosial tanpa menghubungkannya dengan nilai Kerajaan Allah. | Menelaah dengan tepat tindakan belas kasih Yesus terhadap Zakheus dan orang kusta sebagai wujud nyata hadirnya Kerajaan Allah yang merangkul dan memulihkan kaum tersingkir. | Menelaah secara kritis dan mendalam tindakan belas kasih dan perbuatan Yesus sebagai bukti terwujudnya nilai-nilai Kerajaan Allah yang membawa pembebasan, pengampunan, dan pertobatan sejati. | | Simpulan Makna Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Mukjizat Yesus (TP 8.1.4) | Belum mampu merumuskan simpulan makna mukjizat Yesus sebagai tanda Kerajaan Allah. | Merumuskan simpulan makna mukjizat hanya berdasarkan 1 atau 2 kategori mukjizat Yesus. | Merumuskan simpulan makna mukjizat secara tepat dengan mencakup seluruh 4 kategori mukjizat (penyembuhan, pengusiran setan, penaklukan alam, pembangkitan orang mati) sebagai tanda nyata hadirnya Kerajaan Allah. | Merumuskan simpulan teologis yang utuh, tepat, dan mendalam bahwa seluruh 4 kategori mukjizat Yesus membuktikan secara nyata pemerintahan Allah yang berkuasa mutlak mengalahkan dosa, penyakit, alam, dan kuasa maut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit asesmen sumatif mencukupi bagi murid untuk menuangkan seluruh analisis dan pemahaman mereka secara optimal?
- Bagaimana tingkat ketercapaian empat TP pada Bab 1 berdasarkan hasil lembar jawaban asesmen sumatif murid?
Murid:- Bagian mana dari materi Kerajaan Allah (janji Allah, sabda, perbuatan, atau mukjizat Yesus) yang paling jelas dan sudah saya pahami dengan baik?
- Apakah saya telah mengerjakan seluruh soal asesmen sumatif ini secara jujur, tertib, dan mandiri?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Kitab Suci Katolik / Deuterokanonika: Yesaya 9:5-6; Yesaya 61:1-2; Lukas 4:16-21)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek RI 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek RI 2021
- Set kartu berpasangan teks nubuat Perjanjian Lama dan pemenuhan Perjanjian Baru
- Lembaga Alkitab Indonesia. (1987). Alkitab (Injil Matius 13:1-9; 18-30). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia / Obor.
- Komisi Kateketik KWI. (2019). Belajar Mengikuti Yesus: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII. Yogyakarta: Kanisius.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Lembar Kerja Analisis Sabda Perumpamaan Yesus.
- Alkitab (Lukas 19:1-10, Yohanes 13:1-15, Markus 2:15-17)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek)
- Lembar Kerja Telaah Teks Kitab Suci dan Kartu Kuis Kasus Tindakan Yesus
- Alkitab (Injil Matius dan Lukas)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 1)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 1)
- Set kartu teks perikop dan kategori mukjizat Yesus
- Alkitab (Kitab Suci Katolik: Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Kitab Nabi Yesaya)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Lembar Naskah Soal dan Lembar Jawaban Asesmen Sumatif Bab 1
|