MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 3 — Manusia Berkembang Berkat Peran Sesama INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Manusia Berkembang Berkat Peran Sesama |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 40 menit = 480 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.3.1 Mengidentifikasi peran keluarga dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
- TP 7.3.2 Mengidentifikasi peran teman dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
- TP 7.3.3 Mengidentifikasi peran sekolah dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
- TP 7.3.4 Mengidentifikasi peran gereja dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja wujud pendampingan orang tua yang paling terasa membantumu bertumbuh dari kecil hingga usia SMP saat ini?
- Bagaimana keteladanan sikap orang tua sehari-hari di rumah membentuk kebiasaan baik dalam dirimu?
- Apa nasihat Kitab Suci mengenai peran orang tua dan keluarga dalam membimbing anak?
- Bentuk dukungan dan teladan keluarga apa sajakah yang diajarkan dalam Kitab Suci untuk pertumbuhan diri kita?
- Apa pengaruh baik yang kamu rasakan dalam dirimu saat bergaul dengan teman sebaya?
- Bagaimana kisah persahabatan Daud dan Yonatan membantu kita mengenali peran teman yang positif bagi perkembangan diri?
- Siapa sajakah warga sekolah selain bapak dan ibu guru yang membantu proses belajar dan pembiasaan dirimu sehari-hari?
- Kegiatan apa saja di sekolah yang paling berperan membantumu mengasah bakat atau mengatasi kelemahanmu?
- Kegiatan apa saja di gereja atau paroki yang pernah kalian lihat atau ikuti?
- Bagaimana keterlibatan dalam kegiatan gereja dapat membantu pertumbuhan iman dan kepribadian diri kalian?
- Bagaimana kehadiran keluarga, teman, sekolah, dan Gereja secara nyata membentuk perkembangan dirimu hingga saat ini?
- Mengapa penting bagi kita untuk menyadari secara jujur peran orang-orang di sekitar dalam menumbuhkan iman dan kepribadian kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Bentuk Pendampingan dan Teladan Orang Tua bagi Tumbuh Kembang Diri — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Mengidentifikasi peran keluarga dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi bentuk pendampingan jasmani, rohani, dan teladan karakter orang tua bagi tumbuh kembang diri (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 contoh peran orang tua dalam perkembangan diri anak: murid diminta mengelompokkan 3 pernyataan berikut ke dalam kategori pendampingan jasmani, pendampingan rohani, atau keteladanan karakter: (1) Menyediakan makanan bergizi dan merawat saat sakit [acuan: jasmani], (2) Mengajak berdoa bersama sebelum tidur [acuan: rohani], (3) Mencontohkan kejujuran saat berbicara dengan sesama [acuan: teladan karakter] (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara hening mengingat kembali perjalanan hidupnya dan membaca narasi singkat tentang peran pengorbanan orang tua dalam keluarga pada buku materi hal. 68-70 (10 menit).
- Murid menyimak penegasan guru mengenai 3 dimensi peran orang tua: pendampingan fisik/jasmani (nutrisi, kesehatan, perlindungan), pendampingan rohani/moral (doa, nilai iman, ajaran sopan santun), dan keteladanan budi pekerti (kesabaran, kejujuran, kerja keras) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan aktivitas tantangan berpasangan 'Tebak & Pasangkan Kartu Peran Orang Tua': setiap pasangan menerima 4 kartu kasus situasi nyata dan memasangkannya ke kategori bentuk peran orang tua yang tepat: Kartu A 'Ibu melatih anak berbicara sopan dan mengucap terima kasih' -> Kategori Rohani/Moral; Kartu B 'Ayah bekerja mencari nafkah dan menyiapkan sarapan bergizi' -> Kategori Fisik/Jasmani; Kartu C 'Ayah menepati janji dan tidak membalas kemarahan tetangga dengan dendam' -> Kategori Teladan Sikap/Karakter; Kartu D 'Orang tua membimbing anak membuat tanda salib dan berdoa saat menghadapi ujian' -> Kategori Rohani/Iman (10 menit).
- Murid secara mandiri mengisi lembar identifikasi 'Peran Orang Tua bagi Tumbuh Kembang Diriku' dengan menuliskan minimal 3 peran nyata orang tua yang dialaminya secara langsung (1 contoh aspek jasmani, 1 aspek rohani, dan 1 aspek teladan karakter) dengan kriteria penerimaan: setiap butir menyebutkan tindakan konkret orang tua beserta pengaruh spesifiknya terhadap perkembangan diri murid (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca kembali daftar identifikasi peran orang tua yang telah ditulisnya, lalu merenungkan rasa syukur atas pendampingan orang tua sebagai saluran kasih pemeliharaan Tuhan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali bentuk-bentuk pendampingan dan keteladanan orang tua dalam perkembangan diri (5 menit).
- Guru memberikan penguatan untuk terus mengingat peran orang tua di rumah, menginformasikan topik pertemuan berikutnya (Dukungan dan teladan keluarga berdasarkan nasihat Kitab Suci), dan menutup pertemuan dengan doa syukur (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci (Fisik, Iman, Sikap), sedangkan murid yang lebih cepat mengidentifikasi 5 peran orang tua yang mencakup dimensi emosional dan sosial.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru melalui pemodelan contoh kasus konkret keluarga di papan tulis.
- Produk: Murid dapat menyajikan hasil identifikasi peran orang tua dalam bentuk tabel terstruktur atau diagram mind-map sederhana sesuai kenyamanan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan diagnostik di awal pembelajaran mengelompokkan 3 pernyataan peran orang tua: (1) Menyediakan makanan bergizi dan obat saat sakit (acuan: peran jasmani/fisik), (2) Mengajak berdoa bersama sebelum tidur (acuan: peran rohani/iman), (3) Menunjukkan sikap sabar dan jujur kepada sesama (acuan: peran teladan budi pekerti/karakter).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan tugas mandiri identifikasi peran orang tua: memeriksa ketepatan identifikasi 3 dimensi peran orang tua (jasmani, rohani, dan teladan budi pekerti) pada lembar kerja murid.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman formatif akhir sesi: murid menyebutkan kembali secara tertulis 1 contoh tindakan pendampingan orang tua dan 1 teladan karakter orang tua yang paling berpengaruh bagi pertumbuhan dirinya (kriteria penerimaan: memuat minimal 1 tindakan pendampingan nyata dan 1 keteladanan sikap konkret yang relevan dengan perkembangan diri).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan pengelompokan 3 peran orang tua pada pendahuluan
- Penilaian kinerja pengelompokan kartu peran pada aktivitas berpasangan
- Penilaian lembar identifikasi mandiri peran orang tua bagi tumbuh kembang diri menggunakan rubrik analitis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan mengidentifikasi bentuk pendampingan dan teladan orang tua dalam keluarga bagi perkembangan diri | Belum mampu mengidentifikasi peran orang tua secara tepat (hanya menyebutkan 1 bentuk peran umum tanpa membedakan aspek jasmani, rohani, atau teladan karakter). | Mampu mengidentifikasi 1-2 bentuk peran orang tua secara tepat (mencakup aspek jasmani atau rohani saja), namun belum lengkap memuat aspek keteladanan karakter. | Mampu mengidentifikasi minimal 3 peran orang tua secara lengkap dan tepat, mencakup aspek pendampingan jasmani, pendampingan rohani, dan keteladanan karakter bagi perkembangan diri. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 peran orang tua secara rinci dan tepat pada seluruh aspek (jasmani, rohani, sosial-emosional, dan teladan karakter) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran kontekstual berhasil membantu seluruh murid mengidentifikasi peran nyata orang tua mereka?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas memasangkan kartu peran, apakah membantu murid memahami perbedaan aspek pendampingan jasmani, rohani, dan karakter?
Murid:- Bentuk pendampingan atau teladan apa dari orang tua yang paling kusyukuri hari ini?
- Apakah aku sudah dapat membedakan peran orang tua dalam merawat fisikku, mendidik imanku, dan memberi teladan kebaikan hidup?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Dukungan dan Teladan Keluarga Berdasarkan Nasihat Kitab Suci — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Mengidentifikasi peran keluarga dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama pembuka pelajaran, dan memeriksa presensi kehadiran (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni mengidentifikasi bentuk dukungan dan teladan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang diri berdasarkan nasihat Kitab Suci (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis lisan cepat untuk mengecek kesiapan murid mengenai peran keluarga menurut ajaran iman/Kitab Suci (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca bersama kutipan teks Kitab Suci yang memuat nasihat bagi keluarga dan anak: Efesus 6:1-4 ('Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan... Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan') dan Amsal 1:8-9 ('Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu...') secara hening dan penuh kesadaran (10 menit).
- Murid mencermati dan menandai frasa kunci dalam teks yang merujuk pada peran keluarga dalam mendukung pertumbuhan anak, yaitu: memberi didikan/ajaran Tuhan, memberikan nasihat yang membimbing, tidak membangkitkan amarah/memperlakukan anak dengan bijak, dan menjadi teladan kebajikan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Pasang Cepat Nasihat Kitab Suci': murid menerima lembar aktivitas berisi 4 kutipan nasihat Kitab Suci dan 4 bentuk peran dukungan/teladan keluarga, lalu memasangkannya dengan tepat secara antusias dan menggembirakan (10 menit).
- Adapun 4 pasangan dalam lembar aktivitas adalah: (1) 'Didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan' (Efesus 6:4b) berpasangan dengan 'Peran keluarga mendidik dan menanamkan nilai-nilai iman kristiani'; (2) 'Bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu' (Efesus 6:4a) berpasangan dengan 'Peran keluarga menciptakan suasana pengasuhan yang aman, sabar, dan penuh kasih'; (3) 'Dengarkanlah didikan ayahmu' (Amsal 1:8a) berpasangan dengan 'Peran keteladanan ayah sebagai pembimbing moral dan disiplin hidup'; (4) 'Jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu' (Amsal 1:8b) berpasangan dengan 'Peran keteladanan ibu dalam memelihara, merawat, dan mengajar kebaikan' (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menuliskan dalam lembar refleksi pribadi 1 bentuk teladan nyata dari orang tua di rumah yang paling sesuai dengan salah satu nasihat Kitab Suci tersebut yang telah membantu perkembangan kepribadiannya (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama identifikasi bentuk dukungan dan teladan keluarga bagi tumbuh kembang diri berlandaskan Kitab Suci (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan berpasangan, mengarahkan murid untuk membaca kembali ayat-ayat tersebut di rumah, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks Kitab Suci dengan tanda tebal pada kata kunci peran keluarga; murid yang cepat diberikan tambahan teks Ulangan 6:6-7 untuk diidentifikasi peran pengajaran imannya dalam keluarga.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipasangkan dengan teman sebaya yang dapat membimbing proses pemahaman teks; murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis relevansi keempat peran tersebut.
- Produk: Tingkat kedalaman identifikasi peran keluarga dinilai dari ketepatan menjodohkan teks dengan peran yang dimaksud.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik: Guru menanyakan, 'Sebutkan 1 nasihat Kitab Suci yang kamu ketahui tentang bagaimana orang tua harus mendidik anak!' (Acuan jawaban benar: mendidik dalam ajaran/nasihat Tuhan, tidak memicu amarah anak, atau mengajarkan kebaikan dan hukum Tuhan).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan lembar aktivitas berpasangan 'Pasang Cepat Nasihat Kitab Suci' yang memuat 4 butir penjodohan (Acuan kunci jawaban lengkap: 1 -> mendidik dan menanamkan nilai-nilai iman; 2 -> menciptakan suasana pengasuhan aman dan sabar tanpa amarah; 3 -> teladan pembimbing moral dan disiplin ayah; 4 -> teladan memelihara dan mengajarkan kebaikan ibu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (tiket keluar): Murid mengidentifikasi 2 peran orang tua menurut Efesus 6:4 (Acuan kunci jawaban: (1) mendidik anak di dalam ajaran dan nasihat Tuhan; (2) tidak membangkitkan amarah di dalam hati anak/mengasuh dengan sabar dan bijaksana).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Asesmen formatif tertulis/unjuk kerja 'Pasang Cepat Nasihat Kitab Suci' pada tahap Mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Peran Keluarga Berdasarkan Nasihat Kitab Suci | Belum mampu mengidentifikasi peran keluarga berdasarkan nasihat Kitab Suci (hanya 0-1 dari 4 pasangan teks-peran yang tepat sesuai acuan) | Mulai mampu mengidentifikasi peran keluarga berdasarkan nasihat Kitab Suci (tepat memasangkan 2 dari 4 pasangan teks-peran sesuai acuan) | Mampu mengidentifikasi peran keluarga berdasarkan nasihat Kitab Suci secara tepat (tepat memasangkan 3 dari 4 pasangan teks-peran sesuai acuan) | Sangat mahir dan tepat mengidentifikasi seluruh peran keluarga berdasarkan nasihat Kitab Suci secara mandiri (tepat memasangkan seluruh 4 pasangan teks-peran sesuai acuan kunci jawaban) |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas berpasangan 'Pasang Cepat Nasihat Kitab Suci' efektif membantu murid mengidentifikasi peran keluarga?
- Apakah murid mengalami kesulitan dalam memahami bahasa teks Kitab Suci Efesus 6:1-4 dan Amsal 1:8-9?
Murid:- Peran keluarga apa yang paling saya sadari telah membentuk diri saya setelah membaca nasihat Kitab Suci hari ini?
- Bagaimana saya menanggapi teladan dan didikan yang diberikan orang tua saya di rumah?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Pengaruh Positif Teman Sebaya dalam Pembentukan Kepribadian Diri — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.2 Mengidentifikasi peran teman dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama 'Doa untuk Teman dan Sahabat' (Buku Siswa hlm. 63) (4 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan pemahaman murid mengenai pengaruh teman sebaya dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemantik: (1) Sebutkan 1 contoh pengaruh positif teman dalam perilakumu, (2) Siapa sahabat setia Daud dalam Kitab Suci? (acuan: 1. pengaruh positif seperti memotivasi belajar, saling tolong; 2. Yonatan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak cuplikan kisah persahabatan Daud dan Yonatan (1 Samuel 18:1-4 dan 19:1-7) yang ditayangkan guru atau dibacakan dari Alkitab (8 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Tebak Kartu Peran Teman' untuk mengidentifikasi mana yang merupakan peran/pengaruh positif teman sebaya dan mana yang merupakan pengaruh negatif/bukan peran positif, menggunakan 4 kartu pernyataan berikut: Kartu 1: 'Mengingatkan dan mendampingi saat menghadapi kesulitan belajar' (Positif); Kartu 2: 'Mengajak bolos pelajaran agar setia kawan' (Pengaruh negatif/bukan); Kartu 3: 'Membela sahabat yang berada dalam bahaya seperti Yonatan membela Daud' (Positif); Kartu 4: 'Menuntut sahabat selalu menuruti kemauannya tanpa peduli kebenaran' (Pengaruh negatif/bukan) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Aktivitas 'Identifikasi Peran Positif Teman' yang memuat 4 kasus pertemanan remaja untuk diidentifikasi peran positif teman di dalamnya: Kasus 1: Anton ragu mengikuti lomba renang karena tidak percaya diri, tetapi Budi meyakinkannya dan menemani latihan (acuan peran: memberi motivasi/dukungan mental untuk mengembangkan bakat); Kasus 2: Sarah sedang bersedih karena nilainya turun, lalu Maria datang mendengarkan dan mengajaknya belajar kelompok bersama (acuan peran: memberikan empati dan bantuan akademis); Kasus 3: Rian diajak merokok oleh kelompok lain, tetapi Doni berani menarik Rian dan mengingatkannya untuk menolak (acuan peran: melindungi/menjaga diri dari perilaku menyimpang); Kasus 4: Edo kesulitan beradaptasi di lingkungan baru, lalu Samuel memperkenalkannya kepada teman-teman lain secara ramah (acuan peran: melatih kemampuan sosialisasi dan keterbukaan) (17 menit).
- Murid bekerja sama dalam kelompok kecil (3-4 orang) mencocokkan hasil identifikasi pada keempat kasus tersebut dan menandai bentuk peran teman yang paling nyata dialami dalam kelompok (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menuliskan satu refleksi pribadi singkat: mengidentifikasi satu sahabat dekatnya serta satu bentuk peran atau pengaruh positif nyata yang telah diberikan sahabat tersebut bagi pembentukan kepribadian dirinya hingga saat ini (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan peran teman sebaya yang mendukung diri tumbuh dan berkembang, baik dari segi motivasi, pembentukan karakter jujur, maupun perlindungan dari hal buruk sesuai teladan Kitab Suci (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil identifikasi kasus murid dan menyampaikan pokok materi pertemuan berikutnya tentang peran sekolah, lalu menutup kegiatan dengan doa penutup singkat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Disediakan kartu bertuliskan petunjuk kata kunci (motivasi, empati, perlindungan, adaptasi sosial) bagi murid yang membutuhkan bantuan untuk menemukan peran teman.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara langsung oleh guru saat mengidentifikasi 4 kasus, sedangkan murid yang mandiri mengidentifikasi langsung keempat kasus secara utuh.
- Produk: Bagi murid yang membutuhkan dukungan belajar, bukti identifikasi dapat berupa memilih label peran yang sesuai pada kasus, sedangkan murid yang siap menuliskan rumusan perannya secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan sebelum materi: (1) Sebutkan 1 contoh pengaruh positif teman dalam perilakumu! (2) Siapa sahabat Daud dalam Kitab Suci yang melindunginya dari bahaya? (Kunci acuan jawaban: 1. memotivasi belajar/menghibur saat sedih/membantu saat kesulitan; 2. Yonatan).
Proses:- Lembar Aktivitas 'Identifikasi Peran Positif Teman' dengan 4 butir kasus: Kasus 1: Anton dan Budi (acuan: memotivasi/mendukung pengembangan bakat); Kasus 2: Sarah dan Maria (acuan: memberikan empati/dukungan emosional dan bantuan belajar); Kasus 3: Rian dan Doni (acuan: melindungi dari pengaruh buruk/menjaga integritas); Kasus 4: Edo dan Samuel (acuan: memfasilitasi sosialisasi/adaptasi lingkungan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan minimal 3 peran positif teman dalam mendukung perkembangan diri berdasarkan pembahasan hari ini (Kunci acuan: [1] memotivasi belajar/bakat, [2] memberikan empati dan dukungan saat susah, [3] melindungi dari pengaruh buruk/kesalahan, [4] melatih kemampuan bergaul/bersosialisasi).
Formatif:- Observasi partisipasi dan lembar kerja identifikasi 4 peran teman pada kasus pertemanan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan mengidentifikasi peran teman dalam mendukung pertumbuhan diri pada lembar kasus | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 peran teman pada kasus yang diberikan (Daftar kasus dan acuan: Kasus 1: motivasi bakat; Kasus 2: empati/bantuan belajar; Kasus 3: perlindungan dari perilaku buruk; Kasus 4: adaptasi sosial). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 peran teman pada kasus yang diberikan sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 peran teman pada kasus yang diberikan sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 peran teman pada kasus yang diberikan sesuai daftar acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas studi kasus efektif memfasilitasi murid mengidentifikasi peran positif teman sebaya?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pasif saat berdiskusi mengidentifikasi peran teman?
Murid:- Apa peran teman yang paling bermakna dalam membantuku tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik?
- Bagaimana aku dapat menjadi teman yang membawa pengaruh positif bagi sahabat-sahabatku?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Peran Warga dan Kegiatan Sekolah dalam Mengembangkan Potensi Diri — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.3 Mengidentifikasi peran sekolah dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa mengucap syukur atas kesempatan menuntut ilmu di sekolah, serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi peran warga dan kegiatan sekolah dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan diri (3 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan pertanyaan pemantik singkat secara lisan untuk mengecek kesiapan murid mengidentifikasi peran warga sekolah: 'Sebutkan 1 warga sekolah di luar guru dan apa yang ia lakukan untuk membantu kelancaran belajarmu?' (Kriteria penerimaan: menyebut warga sekolah non-guru seperti satpam/pekarya/petugas TU/penjaga perpustakaan dan perannya yang relevan dengan kelancaran sekolah) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru tentang bagaimana sekolah membentuk pribadi manusiawi dan membaca kutipan Lukas 2:52 mengenai Yesus yang giat belajar dan bertambah hikmat serta disukai Allah dan manusia (7 menit).
- Permainan Tebak Peran Warga Sekolah (Joyful Learning): Murid secara berpasangan mengambil kartu kuis yang berisi deskripsi peran warga sekolah, lalu menebak profesi/warganya dari 4 kartu yang disediakan: (1) Mengatur administrasi, surat, dan data murid -> Petugas Tata Usaha (TU); (2) Menjaga ketertiban, keamanan gerbang, dan keselamatan lingkungan sekolah -> Satpam; (3) Membantu mengelola buku, referensi bacaan, dan ruang baca yang tenang -> Petugas Perpustakaan; (4) Menjaga kebersihan ruang kelas, halaman, dan kenyamanan sarana sanitasi -> Pekarya/Petugas Kebersihan (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bekerja berpasangan mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Peran Sekolah yang berisi 2 bagian latihan (18 menit):
Bagian A (Peran Warga Sekolah): Mengidentifikasi peran spesifik 4 warga sekolah bagi perkembangan diri murid:
1. Guru -> Mendidik budi pekerti, mengajarkan ilmu pengetahuan, membimbing keterampilan belajar.
2. Kepala Sekolah -> Memimpin arah pendidikan sekolah, menciptakan kebijakan lingkungan belajar yang aman dan teratur.
3. Petugas Tata Usaha -> Mendukung kelancaran layanan administrasi belajar dan pencatatan akademik murid.
4. Pekarya/Petugas Kebersihan -> Menyediakan lingkungan fisik sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman untuk belajar.
Bagian B (Peran Kegiatan Sekolah): Mengidentifikasi peran 4 kegiatan sekolah bagi perkembangan potensi diri:
1. Pembelajaran Akademik di Kelas -> Mengembangkan kecerdasan intelektual, logika berpikir, dan pemahaman konsep keilmuan.
2. Ekstrakurikuler (Olahraga/Seni/Pramuka) -> Mengembangkan bakat minat khusus, melatih sportivitas, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
3. Ibadat/Retret/Pembiasaan Doa Bersama -> Membina kehidupan rohani, keimanan kepada Tuhan, dan keheningan hati.
4. Piket Bersama/Gerakan Peduli Lingkungan -> Menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin diri, serta kepedulian terhadap fasilitas bersama.
- Guru berkeliling mengamati proses pengerjaan, memberikan umpan balik langsung bila ada identifikasi peran yang tertukar atau belum lengkap sesuai acuan (7 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa kembali lembar kerjanya, lalu menuliskan pada kolom refleksi pribadi 1 peran warga sekolah dan 1 peran kegiatan sekolah yang dirasakan paling nyata dampaknya terhadap perubahan sikap/keterampilan dirinya sejak masuk SMP (10 menit).
Penutup:- Cek Pemahaman Akhir: Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman singkat pada kertas kecil: 'Pilihlah salah satu kegiatan sekolah (ekstrakurikuler atau ibadat) dan sebutkan 2 manfaat nyata kegiatan tersebut bagi pertumbuhan potensimu!' (Kriteria acuan: murid menyebutkan 2 manfaat yang relevan sesuai jenis kegiatan yang dipilih) (8 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa lingkungan sekolah mendukung tumbuh kembang diri melalui peranan bimbingan warga sekolah dan ragam kegiatan terarah, lalu menutup pertemuan dengan doa penutup (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci peran warga sekolah; murid yang lebih cepat diberikan kartu identifikasi peran tambahan seperti petugas bimbingan konseling dan pengelola kantin sekolah.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam membedakan peran akademik dan non-akademik di sekolah.
- Produk: Format isian lembar identifikasi dapat berupa penyusunan bagan peran atau daftar isian tabel terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 warga sekolah di luar guru dan apa peran nyatanya dalam membantu aktivitas belajarmu?' (Kriteria penerimaan: Menjawab warga sekolah seperti satpam/pekarya/petugas TU/petugas perpustakaan beserta fungsi bantuannya bagi kelancaran sekolah murid).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dan verifikasi hasil pengerjaan Lembar Kerja Identifikasi Peran Sekolah:
- - Bagian A: Ketepatan mengidentifikasi peran 4 warga sekolah (Kunci acuan: Guru = mengajar dan membimbing budi pekerti; Kepala Sekolah = memimpin arah kebijakan dan ketertiban sekolah; Petugas Tata Usaha = melayani administrasi pembelajaran; Pekarya = merawat kebersihan dan kenyamanan sarana belajar).
- - Bagian B: Ketepatan mengidentifikasi peran 4 kegiatan sekolah (Kunci acuan: Pembelajaran kelas = mengasah wawasan kognitif/intelektual; Ekstrakurikuler = mengembangkan bakat/keterampilan khusus; Ibadat/Doa = membina iman/rohani; Piket kelas = melatih tanggung jawab dan disiplin).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada tiket keluar: Murid menuliskan 1 jenis kegiatan sekolah beserta 2 manfaatnya bagi pertumbuhan diri. (Kriteria acuan: Jika memilih ekstrakurikuler -> manfaat melatih bakat/keterampilan dan kerja sama; jika memilih ibadat -> membina kebiasaan berdoa dan kedekatan dengan Tuhan; jika memilih piket -> melatih disiplin dan kepedulian lingkungan).
Formatif:- Asesmen Awal lisan berupa identifikasi 1 warga sekolah non-guru dan perannya.
- Asesmen Proses melalui Lembar Kerja Identifikasi Peran Sekolah (Bagian A: 4 warga sekolah; Bagian B: 4 kegiatan sekolah).
- Asesmen Akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat mengenai 2 manfaat kegiatan sekolah pilihan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Peran Warga Sekolah bagi Perkembangan Diri (Acuan 4 warga: Guru, Kepala Sekolah, Petugas TU, Pekarya) | Mengidentifikasi dengan tepat peran 1 dari 4 warga sekolah sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat peran 2 dari 4 warga sekolah sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat peran 3 dari 4 warga sekolah sesuai daftar acuan secara mandiri. | Mengidentifikasi dengan tepat peran seluruh 4 warga sekolah (Guru, Kepala Sekolah, Petugas TU, Pekarya) sesuai daftar acuan secara mandiri dan lengkap. | | Identifikasi Peran Kegiatan Sekolah bagi Perkembangan Diri (Acuan 4 kegiatan: Pembelajaran Kelas, Ekstrakurikuler, Ibadat/Doa, Piket/Lingkungan) | Mengidentifikasi dengan tepat peran 1 dari 4 kegiatan sekolah sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat peran 2 dari 4 kegiatan sekolah sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat peran 3 dari 4 kegiatan sekolah sesuai daftar acuan secara mandiri. | Mengidentifikasi dengan tepat peran seluruh 4 kegiatan sekolah (Pembelajaran Kelas, Ekstrakurikuler, Ibadat/Doa, Piket/Lingkungan) sesuai daftar acuan secara mandiri dan lengkap. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur permainan tebak peran dan penugasan lembar kerja efektif membantu seluruh murid mengidentifikasi ragam peran warga serta kegiatan sekolah?
- Bagian manakah dari identifikasi peran kegiatan sekolah yang masih membutuhkan penjelasan lanjutan dari guru?
Murid:- Warga sekolah mana yang selama ini jasanya paling jarang saya perhatikan padahal sangat membantu kenyamanan belajarku?
- Kegiatan sekolah apa yang ingin saya ikuti lebih sungguh-sungguh agar bakat atau potensiku makin berkembang?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Wadah Pelayanan dan Kegiatan Gereja dalam Mendukung Pertumbuhan Iman Diri — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.4 Mengidentifikasi peran gereja dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa pembuka bersama dengan intensi rasa syukur atas kehadiran Gereja sebagai wadah pertumbuhan iman, lalu memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan kepada kelas untuk menyebutkan wadah kegiatan pelayanan di Gereja Katolik beserta contoh kegiatannya (acuan: wadah/kegiatan seperti Misdinar/Putra-Putri Altar melayani altar saat misa, Lektor membaca Kitab Suci/Sabda Allah, Legio Mariae berdoa rosario dan tugas kerasulan, Bina Iman Anak/Remaja atau Serikat Kepausan Anak Misioner berkumpul mendalami iman dan derma) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, cakupan materi mengenai wadah pelayanan dan peran kegiatan Gereja bagi pertumbuhan iman diri, serta alur kegiatan yang akan dilakukan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berpasangan membaca teks kisah reflektif 'Pengalaman Menjadi Seorang Misdinar' karya Maria Emaculata Yuliana Puspa Sari dan menyimak paparan ragam wadah pelayanan Gereja (Legio Mariae, Lektor, Misdinar, Anak Misioner/SEKAMI, Perayaan Ekaristi/Bakti Sosial) dari materi pembelajaran (10 menit).
- Secara berpasangan, murid mengidentifikasi 4 wadah kegiatan Gereja beserta peran konkretnya bagi pertumbuhan diri berdasarkan bacaan: (1) Misdinar berperan mendekatkan diri dengan Tuhan di altar dan melatih keteladanan; (2) Lektor berperan memahami Sabda Kitab Suci sebelum misa; (3) Legio Mariae melatih disiplin doa dan tugas solidaritas iman; (4) Anak Misioner melatih kesiapan diutus, doa, dan derma (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Peran Gereja' yang menggembirakan: setiap pasangan menerima 4 kartu nama wadah pelayanan Gereja dan harus mencocokkannya secara tepat dengan 4 kartu pernyataan peran bagi pertumbuhan diri: Kartu A 'Misdinar' dipasangkan dengan 'Melatih kedekatan dengan Tuhan di sekitar altar dan disiplin melayani perayaan Ekaristi'; Kartu B 'Lektor' dipasangkan dengan 'Menumbuhkan pemahaman mendalam akan Sabda Allah sebelum dibacakan kepada umat'; Kartu C 'Legio Mariae' dipasangkan dengan 'Melatih ketekunan doa bersama dan solidaritas tugas kerasulan mingguan'; Kartu D 'Anak Misioner' dipasangkan dengan 'Membiasakan semangat rela berbagi lewat derma dan keterbukaan diutus melayani sesama' (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja 'Identifikasi Peran Gereja bagi Diriku' yang memuat 4 butir analisis identifikasi: (1) Wadah pelayanan Gereja yang dapat diikuti remaja; (2) Bentuk kegiatan konkret di dalamnya; (3) Peran tokoh/aktivis Gereja (imam, pembina, rekan aktivis) yang dapat diteladani; (4) Manfaat langsung kegiatan tersebut bagi pertumbuhan iman dan karakter diri (kunci/acuan: ketepatan menyebutkan wadah valid, jenis kegiatan sesuai wadah, teladan pelayanan/pengorbanan waktu, dan pertumbuhan iman/percaya diri/disiplin) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan diri sejenak untuk merefleksikan sejauh mana kesediaan dirinya terlibat aktif dalam salah satu wadah pelayanan Gereja dan mengidentifikasi satu komitmen sederhana untuk pertumbuhan imannya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa Gereja mendukung pertumbuhan iman dan diri melalui aneka wadah pelayanan serta keteladanan para pelayannya, yang manfaatnya nyata dirasakan ketika diri mau terlibat aktif (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja murid, menyampaikan pengantar singkat bahwa pertemuan berikutnya adalah asesmen sumatif bab, lalu menutup pelajaran dengan doa penutup dan berkat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantu bergambar berisi nama wadah pelayanan dan cuplikan peran kuncinya; murid yang lebih cepat diberikan kartu studi kasus tambahan mengenai keterlibatan remaja dalam kepanitiaan bakti sosial gereja.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipasangkan dengan rekan sebaya saat tahap pemahaman; murid yang mahir diberikan kesempatan mengidentifikasi peran tokoh gereja spesifik (seperti katekis atau prodiakon).
- Produk: Format pengisian lembar kerja dapat berupa tabel isian berstruktur atau peta konsep hubungan wadah Gereja dan pertumbuhan iman.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di awal pembelajaran: Murid diminta menyebutkan minimal 2 wadah pelayanan Gereja Katolik beserta kegiatannya (Acuan jawaban benar: Misdinar bertugas melayani di altar; Lektor membaca sabda/bacaan Kitab Suci; Anak Misioner berkumpul berdoa dan berderma; Legio Mariae berdoa dan melakukan karya kerasulan; Remaja Katolik/OMK berkumpul mendalami iman dan persaudaraan).
Proses:- Formatif pada Lembar Kerja mandiri: Ketepatan mengidentifikasi 4 peran wadah pelayanan Gereja bagi pertumbuhan diri. Kunci jawaban: (1) Misdinar: melatih kedekatan dengan altar/Tuhan dan disiplin pelayanan; (2) Lektor: memperdalam pemahaman Sabda Allah dan kepercayaan diri; (3) Legio Mariae: memupuk ketekunan doa rosario dan solidaritas iman; (4) Anak Misioner: melatih kepedulian berbagi derma dan kerelaan diutus.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan satu refleksi singkat berisi 1 wadah kegiatan Gereja yang ingin atau sedang diikutinya beserta 1 peran nyata wadah tersebut bagi perkembangan imannya (Kriteria: menyebutkan wadah riil di Gereja Katolik dan menyebutkan dampak positif bagi pertumbuhan iman/kepribadian).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal tentang wadah kegiatan pelayanan di Gereja Katolik
- Observasi unjuk kerja permainan tantangan berpasangan Tebak Kartu Peran Gereja
- Penilaian Lembar Kerja mandiri 'Identifikasi Peran Gereja bagi Diriku'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Wadah Pelayanan dan Peran Gereja bagi Pertumbuhan Diri | Mengidentifikasi kurang dari 2 pasangan wadah pelayanan Gereja dan perannya bagi pertumbuhan diri secara tepat berdasarkan acuan 4 wadah (Misdinar, Lektor, Legio Mariae, Anak Misioner). | Mengidentifikasi 2 dari 4 pasangan wadah pelayanan Gereja dan perannya bagi pertumbuhan diri secara tepat sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi 3 dari 4 pasangan wadah pelayanan Gereja dan perannya bagi pertumbuhan diri secara tepat sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi seluruh 4 pasangan wadah pelayanan Gereja dan perannya bagi pertumbuhan diri secara tepat dan mandiri sesuai daftar acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas berpasangan 'Tebak Kartu Peran Gereja' efektif membangkitkan keaktifan murid dalam mengidentifikasi peran wadah Gereja?
- Bagaimana ketercapaian pemahaman murid terhadap hubungan antara keterlibatan aktif dalam Gereja dengan pertumbuhan iman diri mereka?
Murid:- Wadah pelayanan Gereja mana yang paling menarik perhatianmu untuk diikuti agar imanmu semakin berkembang?
- Apa teladan dari para pelayan Gereja yang paling berkesan dan ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Mengidentifikasi peran keluarga dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
- TP 7.3.2 Mengidentifikasi peran teman dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
- TP 7.3.3 Mengidentifikasi peran sekolah dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
- TP 7.3.4 Mengidentifikasi peran gereja dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan doa pembuka singkat memohon kejujuran dan ketenangan batin, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 3, membacakan tata tertib pengerjaan mandiri, serta membagikan Lembar Asesmen Bagian 1 (tes tertulis uraian) dan Bagian 2 (lembar refleksi terstruktur) kepada setiap murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk teknis pada Lembar Asesmen Bagian 1 yang memuat 2 butir soal uraian terstruktur mengenai identifikasi peran keluarga dan kontribusi teman sebaya bagi pertumbuhan diri (4 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan secara mandiri Lembar Asesmen Bagian 1 (durasi 34 menit) yang berisi: Soal 1 mengidentifikasi 3 bentuk peran nyata keluarga (acuan: pemenuhan kebutuhan fisik/ekonomi, pendampingan moral/karakter, pembiasaan doa/iman di rumah) beserta contoh konkret; Soal 2 mengidentifikasi 3 kontribusi teman sebaya (acuan: rekan belajar/diskusi, sahabat pendukung saat kesulitan, sarana belajar toleransi dan empati) beserta contoh konkret dalam pembentukan kepribadian diri (34 menit).
- Murid secara serentak beralih mengerjakan Lembar Asesmen Bagian 2 (durasi 30 menit) berupa penugasan refleksi tertulis mandiri yang berisi: Bagian A mengidentifikasi 3 peran lingkungan sekolah (acuan: bimbingan guru dan staf, kegiatan pembelajaran akademik, wadah ekstrakurikuler/organisasi) dalam mengembangkan potensi diri; Bagian B mengidentifikasi 3 peran Gereja (acuan: perayaan sakramen/Ekaristi, wadah kategorial seperti Misdinar/Remaja Katolik, pembinaan katekese/karya amal) dalam mendukung pertumbuhan iman dan pribadi diri (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh jawaban secara mandiri, memastikan seluruh kolom identifikasi peran keluarga, teman, sekolah, dan Gereja telah terisi dengan jelas dan jujur sebelum dikumpulkan (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tertulis dan lembar refleksi murid yang telah selesai dikerjakan serentak di kelas (1 menit).
- Guru memberikan penguatan singkat dan apresiasi atas integritas serta kemandirian murid selama mengerjakan asesmen sumatif bab 3, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format teks dengan keterbacaan yang jelas pada lembar asesmen cetak bagi murid yang memerlukan kejelasan visual.
- Proses: Akomodasi pengaturan tempat duduk yang tenang dan pembacaan ulang petunjuk secara netral bagi murid yang membutuhkan fokus tambahan tanpa mengubah soal maupun kriteria penilaian.
- Produk: Standar bukti dan kriteria penilaian tetap sama untuk seluruh murid, yaitu lembar jawaban uraian terstruktur dan lembar refleksi tertulis mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan instrumen dan pemahaman petunjuk pengerjaan asesmen mandiri oleh murid melalui 1 pertanyaan konfirmasi: 'Apakah semua telah memahami bahwa pengerjaan lembar asesmen peran keluarga, teman, sekolah, dan Gereja ini dilakukan secara mandiri dan jujur?' (acuan: seluruh murid mengonfirmasi pemahaman petunjuk tanpa keraguan).
Proses:- Pemantauan kepatuhan terhadap prinsip pengerjaan mandiri, ketertiban kelas, dan alokasi waktu per bagian tugas tanpa memberikan bantuan materi/jawaban.
Sumatif Bab:- tes tertulis dan lembar refleksi mandiri serentak: lembar asesmen individual yang memuat identifikasi peran keluarga, teman, sekolah, dan gereja dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan diri murid beserta contoh nyata
- tes tertulis uraian terstruktur serentak: lembar jawaban tertulis mandiri yang memuat identifikasi bentuk peran nyata keluarga serta kontribusi teman sebaya dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan kepribadian diri (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tertulis pemahaman peran keluarga dan teman)
- penugasan refleksi tertulis serentak: lembar refleksi tertulis mandiri yang menguraikan identifikasi peran lingkungan sekolah serta ragam pembinaan dan pelayanan gereja dalam mendukung tumbuh kembang diri dan iman murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian reflektif peran sekolah dan gereja)
Sumatif:- tes tertulis dan lembar refleksi mandiri serentak: lembar asesmen individual yang memuat identifikasi peran keluarga, teman, sekolah, dan gereja dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan diri murid beserta contoh nyata
- tes tertulis uraian terstruktur serentak: lembar jawaban tertulis mandiri yang memuat identifikasi bentuk peran nyata keluarga serta kontribusi teman sebaya dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan kepribadian diri (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tertulis pemahaman peran keluarga dan teman)
- penugasan refleksi tertulis serentak: lembar refleksi tertulis mandiri yang menguraikan identifikasi peran lingkungan sekolah serta ragam pembinaan dan pelayanan gereja dalam mendukung tumbuh kembang diri dan iman murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian reflektif peran sekolah dan gereja)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Peran Keluarga dalam Mendukung Pertumbuhan Diri (TP 7.3.1) [Acuan: pemenuhan kebutuhan fisik/ekonomi, pendampingan moral/karakter, pembiasaan doa/iman di rumah] | Hanya mengidentifikasi 1 bentuk peran keluarga secara tepat sesuai daftar acuan dengan bantuan penuh guru. | Mengidentifikasi 2 bentuk peran keluarga secara tepat sesuai daftar acuan, namun contoh nyata masih belum jelas. | Mengidentifikasi seluruh 3 bentuk peran keluarga secara tepat sesuai daftar acuan disertai contoh konkret yang relevan secara mandiri. | Mengidentifikasi seluruh 3 bentuk peran keluarga secara tepat sesuai daftar acuan disertai rincian contoh nyata yang mendalam dan menunjukkan kesadaran diri secara konsisten. | | Identifikasi Peran Teman dalam Mendukung Pertumbuhan Diri (TP 7.3.2) [Acuan: rekan belajar/diskusi, sahabat pendukung saat kesulitan, sarana belajar toleransi dan empati] | Hanya mengidentifikasi 1 kontribusi teman sebaya secara tepat sesuai daftar acuan dengan bantuan guru. | Mengidentifikasi 2 kontribusi teman sebaya secara tepat sesuai daftar acuan, namun contoh nyata masih terbatas. | Mengidentifikasi seluruh 3 kontribusi teman sebaya secara tepat sesuai daftar acuan disertai contoh pembentukan kepribadian secara mandiri. | Mengidentifikasi seluruh 3 kontribusi teman sebaya secara tepat sesuai daftar acuan disertai contoh nyata yang sangat jelas dalam membentuk sikap dan kepribadian diri. | | Identifikasi Peran Sekolah dalam Mendukung Pertumbuhan Diri (TP 7.3.3) [Acuan: bimbingan bapak/ibu guru dan staf, kegiatan pembelajaran akademik, wadah ekstrakurikuler/organisasi] | Hanya mengidentifikasi 1 peran lingkungan sekolah secara tepat sesuai daftar acuan dalam lembar refleksi. | Mengidentifikasi 2 peran lingkungan sekolah secara tepat sesuai daftar acuan dalam lembar refleksi dengan uraian singkat. | Mengidentifikasi seluruh 3 peran lingkungan sekolah secara tepat sesuai daftar acuan disertai contoh pengembangan potensi diri yang sesuai. | Mengidentifikasi seluruh 3 peran lingkungan sekolah secara tepat sesuai daftar acuan disertai refleksi contoh pengembangan potensi akademik dan non-akademik secara komprehensif. | | Identifikasi Peran Gereja dalam Mendukung Pertumbuhan Diri (TP 7.3.4) [Acuan: perayaan liturgi/sakramen/Ekaristi, wadah kategorial/pelayanan seperti Misdinar/Remaja Katolik, pembinaan katekese/karya amal kasih] | Hanya mengidentifikasi 1 peran Gereja secara tepat sesuai daftar acuan dalam lembar refleksi. | Mengidentifikasi 2 peran Gereja secara tepat sesuai daftar acuan dalam lembar refleksi, namun contoh kegiatan masih kurang spesifik. | Mengidentifikasi seluruh 3 peran Gereja secara tepat sesuai daftar acuan disertai contoh kegiatan nyata pendukung pertumbuhan iman secara mandiri. | Mengidentifikasi seluruh 3 peran Gereja secara tepat sesuai daftar acuan disertai contoh nyata keterlibatan dalam pelayanan dan pertumbuhan iman secara mendalam. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk tes uraian dan 40 menit untuk lembar refleksi telah mencukupi bagi murid dalam mengidentifikasi peran keempat lingkungan tersebut?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid terhadap keterkaitan antara peran sesama (keluarga, teman, sekolah, Gereja) dengan proses pertumbuhan dirinya sendiri?
Murid:- Bagian mana dari peran keluarga, teman, sekolah, atau Gereja yang paling mudah dan paling menantang untuk saya identifikasi?
- Apakah saya sudah menguraikan pengalaman dan pengamatan diri secara jujur dan mandiri dalam lembar asesmen ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 3, hal. 50-54)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 3, hal. 62, 68-70)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Peran Orang Tua
- Set Kartu Permainan Kasus Peran Orang Tua (Kartu A, B, C, D)
- Alkitab (Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru - LAI)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
- Lembar Aktivitas Siswa 'Pasang Cepat Nasihat Kitab Suci'
- Alkitab: 1 Samuel 18:1-4 dan 19:1-7 (Kisah Daud dan Yonatan)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021, Bab 3 Subbab B (hlm. 62-68)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (hlm. 77-83)
- Lembar Aktivitas Siswa: 4 Kasus Peran Positif Teman
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Alkitab (Kutipan Lukas 2:52).
- Kartu Permainan Tebak Peran Warga Sekolah dan Lembar Kerja Identifikasi Peran Sekolah.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (hlm. 99-105)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (hlm. 80-87)
- Teks kisah reflektif 'Pengalaman Menjadi Seorang Misdinar' karya Maria Emaculata Yuliana Puspa Sari
- Set kartu tantangan permainan 'Tebak Kartu Peran Gereja'
- Lembar Kerja Murid: Identifikasi Peran Gereja bagi Diriku
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2021
- Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (Tes Tertulis Uraian Terstruktur) dan Bagian 2 (Penugasan Refleksi Mandiri)
|