Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 7 Bab 2: Kemampuan Dan Keterbatasanku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 7 untuk Bab 2 "Kemampuan Dan Keterbatasanku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 7 Bab 2: Kemampuan Dan Keterbatasanku

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Kemampuan Dan Keterbatasanku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 2 — Kemampuan Dan Keterbatasanku
Alokasi Waktu12 JP (12 x 40 menit = 480 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.2.1 Mengidentifikasi kemampuan diri sebagai wujud pemahaman potensi pribadi
  2. TP 7.2.2 Menjelaskan upaya mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab
  3. TP 7.2.3 Mengidentifikasi keterbatasan diri secara jujur dan terbuka
  4. TP 7.2.4 Menjelaskan sikap dan cara mengatasi keterbatasan diri secara bertanggung jawab

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja kelebihan atau kemampuan yang paling kamu sukai dari dirimu sendiri?
  2. Mengapa mengenali kemampuan diri sejak dini sangat penting bagi perkembangan pribadimu?
  3. Mengapa Tuhan mempercayakan talenta atau kemampuan yang berbeda-beda kepada setiap orang?
  4. Apa risiko dan konsekuensinya bila seseorang membiarkan atau memendam kemampuannya tanpa dikembangkan?
  5. Apa yang membedakan orang yang hanya memiliki bakat dengan orang yang berhasil mengembangkan bakatnya?
  6. Langkah konkret dan teratur apa saja yang perlu kita lakukan agar kemampuan yang dianugerahkan Tuhan dapat berkembang secara bertanggung jawab?
  7. Apakah ada manusia di dunia ini yang sama sekali tidak memiliki kelemahan atau keterbatasan?
  8. Mengapa kita sering merasa malu atau takut mengakui keterbatasan yang kita miliki di depan orang lain maupun di hadapan Tuhan?
  9. Apa yang biasanya kamu rasakan dan lakukan ketika menyadari ada hal yang belum mampu kamu lakukan dengan baik?
  10. Bagaimana sikap yang bertanggung jawab saat menghadapi kelemahan diri agar tidak menyerah atau menyalahkan orang lain?
  11. Langkah konkret apa yang dapat kita tempuh untuk mengatasi atau mengurangi keterbatasan diri dengan bersandar pada pertolongan Tuhan?
  12. Bagaimana kemampuan dan keterbatasan yang kita miliki mencerminkan diri kita sebagai ciptaan Allah yang unik?
  13. Mengapa kita perlu bersikap jujur mengakui keterbatasan sekaligus bertanggung jawab mengembangkan kemampuan diri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Berbagai Kemampuan Diri sebagai Potensi Pribadi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Mengidentifikasi kemampuan diri sebagai wujud pemahaman potensi pribadi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus agar mampu mengenali anugerah potensi diri (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi berbagai kemampuan diri sebagai potensi pribadi, serta menyampaikan asesmen awal berupa kuis pemetaan cepat pemahaman potensi (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid membaca kutipan teks artikel 'Pentingnya Mengenali Potensi Diri' pada buku ajar, kemudian bersama guru mencermati 4 bentuk wujud kemampuan diri yang dapat dimiliki seseorang: bakat alami (genetis), kecerdasan/ilmu, karakter/kebiasaan positif, serta minat/keterampilan (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Melalui aktivitas tantangan mandiri yang menggembirakan 'Jejak Kemampuanku', setiap murid menerima lembar inventarisasi kemampuan dan secara mandiri menuliskan minimal 5 kemampuan diri yang dimilikinya ke dalam 4 kategori wujud potensi (bakat, kepandaian mata pelajaran, minat/hobi, dan karakter positif) (25 menit).
  • Murid saling bertukar lembar 'Jejak Kemampuanku' dengan teman sebangku dalam permainan konfirmasi positif 'Cermin Teman', di mana teman membubuhkan tanda centang pada kemampuan yang terkonfirmasi atau menambahkan kemampuan lain yang dilihatnya pada diri temannya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berkesadaran memeriksa kembali daftar kemampuannya yang telah diperkaya, lalu mengurutkan 3 kemampuan yang dirasakan paling dominan atau paling kuat pada dirinya saat ini sebagai potensi pribadi utama (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali bahwa setiap pribadi memiliki anugerah kemampuan unik yang beragam yang perlu dikenali dengan jujur dan penuh kesadaran (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas lembar inventarisasi kemampuan murid, memotivasi mereka untuk terus mensyukuri potensi yang ada, dan menutup pembelajaran dengan doa syukur singkat (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar contoh kemampuan konkrit (misal: menyanyi, berhitung cepat, mendengarkan teman, menggambar, lari cepat). Murid yang mahir diarahkan langsung mengeksplorasi kemampuan diri yang lebih spesifik.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan menemukan kemampuan diri dibimbing melalui pertanyaan pemantik terarah oleh guru, sedangkan murid yang cepat dapat langsung mengelompokkan kemampuannya ke dalam kategori bakat, minat, atau karakter.
  • Produk: Murid dapat menuliskan inventarisasi kemampuan dalam bentuk daftar kata berbutir, diagram lingkaran potensi, atau tabel kategori kemampuan diri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan: Guru mengajukan pertanyaan tertulis singkat: 'Tuliskan pengertian potensi diri dan sebutkan 1 contoh kemampuan yang kamu miliki!' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat pengertian potensi diri sebagai kemampuan atau kecakapan yang dimiliki individu, serta menyebutkan minimal 1 contoh kemampuan konkrit, misalnya: berolahraga basket, melukis, menghitung cepat, atau ramah).

Proses:

  • Formatif proses: Guru mengamati dan memeriksa pengisian lembar kerja 'Jejak Kemampuanku' selama tahap Mengaplikasi. Kriteria keberhasilan: murid mampu mengidentifikasi dan menuliskan minimal 5 kemampuan diri yang terbagi ke dalam kategori potensi (bakat, kecerdasan/mata pelajaran, minat/keterampilan, karakter positif).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup (tiket keluar): Murid menuliskan pada secarik kertas 'Sebutkan 3 kemampuan utamamu yang telah kamu identifikasi hari ini!' (Kriteria penerimaan: tertulis tepat 3 kemampuan diri yang spesifik dan realistis sesuai identifikasi mandiri).

Formatif:

  • Penilaian diagnostik kesiapan awal pemahaman potensi
  • Penilaian kinerja inventarisasi lembar 'Jejak Kemampuanku' (identifikasi kemampuan diri)
  • Cek pemahaman akhir melalui tiket keluar (exit ticket)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi kemampuan diri sebagai wujud pemahaman potensi pribadiMampu mengidentifikasi 1-2 kemampuan diri dengan bantuan penuh dan bimbingan guru.Mampu mengidentifikasi 3-4 kemampuan diri dengan sedikit arahan guru.Mampu mengidentifikasi minimal 5 kemampuan diri yang mencakup berbagai wujud potensi secara mandiri.Mampu mengidentifikasi lebih dari 5 kemampuan diri secara rinci, terstruktur ke dalam berbagai kategori potensi pribadi, dan mampu menetapkan urutan potensi utamanya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mengidentifikasi minimal 5 kemampuan diri mereka tanpa merasa ragu atau rendah diri?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif dalam membantu murid mengenali potensi pribadinya secara berkesadaran?

Murid:

  • Kemampuan diri apa yang paling membuatmu bangga setelah menemukannya hari ini?
  • Apakah ada kemampuan yang dituliskan temanmu yang sebelumnya tidak kamu sadari?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Sikap Bertanggung Jawab dalam Mengembangkan Kemampuan Berdasarkan Kitab Suci — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Menjelaskan upaya mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan sikap bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan diri berlandaskan pesan Kitab Suci Injil Matius 25:14-30 (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mendeteksi pemahaman awal murid mengenai makna perumpamaan talenta melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) Mengapa hamba yang menerima lima dan dua talenta dipuji tuannya? (Acuan: karena bertanggung jawab melipatgandakannya melalui kerja keras); (2) Mengapa hamba yang menerima satu talenta dihukum? (Acuan: karena malas, takut salah, dan memendam talentanya di dalam tanah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pembacaan teks Kitab Suci Injil Matius 25:14-30 tentang Perumpamaan tentang Talenta secara khidmat (10 menit).
  • Guru memberikan penjelasan konsep mengenai makna talenta sebagai anugerah kemampuan dari Allah yang wajib disikapi secara bertanggung jawab, bukan dipendam karena takut atau malas (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan kuis kartu analisis 'Sikap Bertanggung Jawab vs Tidak Bertanggung Jawab' dengan memilah 4 situasi konkret: (1) Menyanyi di paduan suara gereja walau harus disiplin latihan rutin, (2) Menyembunyikan kemampuan menggambar karena malu diejek teman, (3) Belajar tekun untuk meningkatkan nilai matematika yang pas-pasan, (4) Mengabaikan tugas kelompok komputer karena merasa diri sudah mahir (Acuan pemilahan: Bertanggung jawab = nomor 1 dan 3; Tidak bertanggung jawab = nomor 2 dan 4) (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Aktivitas untuk menjelaskan 3 sikap bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan diri berdasarkan teladan Injil Matius 25:14-30 (Acuan jawaban: [1] Sikap tekun/setia melatih kemampuan yang dipercayakan tanpa menunda, [2] Sikap berani mengambil risiko dan tidak dikuasai rasa takut gagal/malas, [3] Sikap bersyukur dan berorientasi melayani sesama/memuliakan Allah, bukan menyombongkan diri) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali ayat Matius 25:29 ('Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi...') dan menuliskan satu paragraf permenungan pribadi tentang sikap mereka selama ini terhadap anugerah kemampuan dari Tuhan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa kemampuan adalah titipan Allah yang menuntut pertanggungjawaban melalui usaha tekun dan keberanian mengembangkan potensi diri (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid, mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang langkah nyata pengembangan diri, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan perancah diberikan teks Mat 25:14-30 dengan penandaan/stabilo pada ayat-ayat kunci (ayat 20-21 dan 24-26); murid yang sudah mahir menganalisis keseluruhan perikop secara mandiri.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan pertanyaan penuntun dalam mengidentifikasi sikap para hamba; murid yang mandiri langsung menguraikan penjelasan sikap bertanggung jawab secara tertulis.
  • Produk: Uraian penjelasan sikap bertanggung jawab dapat disajikan dalam bentuk poin-poin penjelasan terstruktur atau paragraf deskriptif terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang perumpamaan talenta: (1) Mengapa hamba yang melipatgandakan talenta dipuji tuan? (Acuan: hamba bertindak bertanggung jawab, setia, dan bekerja keras menjalankan modal yang dipercayakan); (2) Mengapa hamba yang menerima satu talenta ditegur keras? (Acuan: hamba tersebut malas, takut menanggung risiko, dan menyembunyikan talentanya).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam kuis pemilahan kartu kasus dengan acuan kunci: nomor 1 dan 3 = Bertanggung jawab; nomor 2 dan 4 = Tidak bertanggung jawab.
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan 3 sikap bertanggung jawab mengembangkan kemampuan berdasarkan Mat 25:14-30 (Acuan: tekun melatih talenta, berani berusaha/tidak takut gagal, setia mempersembahkan hasil kemampuan untuk memuliakan Tuhan dan sesama).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menjelaskan intisari pesan Matius 25:29 bagi sikap hidup kristiani terhadap talenta (Acuan: orang yang aktif mengembangkan kemampuannya akan makin diperkaya potensinya oleh Tuhan, sedangkan orang yang malas dan mengabaikannya akan kehilangan potensinya).

Formatif:

  • Penilaian proses pemilahan kartu studi kasus sikap bertanggung jawab terhadap talenta
  • Penilaian tugas tertulis penjelasan sikap bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan berdasarkan Mat 25:14-30

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan sikap bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan berdasarkan Kitab Suci (Mat 25:14-30)Belum mampu menjelaskan sikap bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan berdasarkan Mat 25:14-30 (0 dari 3 acuan dijelaskan dengan benar).Mampu menjelaskan 1 dari 3 sikap bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan berdasarkan Mat 25:14-30 sesuai acuan (tekun, berani mengambil risiko, atau setia bersyukur/melayani).Mampu menjelaskan 2 dari 3 sikap bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan berdasarkan Mat 25:14-30 sesuai acuan dengan tepat.Mampu menjelaskan seluruh 3 sikap bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan berdasarkan Mat 25:14-30 sesuai acuan secara lengkap dan tepat tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan perumpamaan talenta (Mat 25:14-30) berhasil menumbuhkan kesadaran murid mengenai pentingnya sikap bertanggung jawab atas kemampuan diri?
  • Apakah diferensiasi proses dan pendampingan membaca teks Kitab Suci membantu murid yang mengalami kendala pemahaman?

Murid:

  • Sikap mana dari perumpamaan talenta yang paling menegur kebiasaan belajarku selama ini: apakah aku sudah rajin melatih kemampuan, atau justru sering malas dan takut mencoba?
  • Bagaimana caraku mulai membiasakan sikap setia dan bertanggung jawab terhadap kemampuan yang Tuhan berikan kepadaku?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Langkah Nyata Mengembangkan Kemampuan Diri secara Bertanggung Jawab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Menjelaskan upaya mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak salah satu murid memimpin doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar tekun mengembangkan talenta (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan langkah nyata mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab sebagai kelanjutan dari pemahaman perumpamaan talenta pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 unsur dasar upaya pengembangan diri: (1) mengenali potensi, (2) berlatih tekun/disiplin, dan (3) memanfaatkan peluang untuk melayani/kebaikan bersama (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati bagan tahapan pengembangan kemampuan yang memuat 4 pilar langkah nyata: (1) Menetapkan target belajar/latihan yang jelas, (2) Menyusun jadwal latihan rutin dan disiplin, (3) Terbuka mencari bimbingan atau masukan dari orang lain (guru/pelatih/teman), serta (4) Berani mencoba dan tidak mudah putus asa saat menghadapi rintangan (10 menit).
  • Murid secara mandiri membaca studi kasus naratif pendek tentang 'Yohanes yang memiliki kemampuan bermain gitar tetapi jarang berlatih dan cepat bosan saat menghadapi akord sulit' lalu membedah faktor penghambat dan langkah konkret perbaikannya (acuan: faktor penghambat = kemalasan dan ketidakteraturan; langkah perbaikan = membuat jadwal latihan harian minimal 20 menit, mencari tutor sebaya, dan menetapkan target menguasai satu lagu per pekan) (12 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Sebagai bentuk aktivitas menggembirakan yang menantang, murid memainkan tantangan berpasangan 'Rancang Solusi Pengembangan Diri', di mana tiap pasangan memilih 1 dari 2 skenario kemampuan yang belum terasah (Skenario A: Kemampuan berpidato/public speaking namun sering grogi dan kurang kosakata; Skenario B: Kemampuan olahraga bulu tangkis namun stamina cepat turun dan teknik servis lemah) (10 menit).
  • Setiap murid menuliskan penjelasan tertulis berisi 3 langkah nyata pengembangan diri yang bertanggung jawab untuk skenario yang dipilih pada Lembar Kerja (acuan Skenario A: latihan berbicara mandiri di depan cermin 10 menit setiap hari, membaca buku untuk memperkaya kosakata, bergabung dalam kelompok doa/kegiatan kelas sebagai petugas pembaca lektor; acuan Skenario B: latihan lari pagi/joging teratur untuk daya tahan fisik, berlatih servis berulang dengan target bidang tertentu, menjaga pola istirahat dan makan sehat) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan diri sejenak dan mengevaluasi sejauh mana rencana atau langkah nyata yang sudah dirumuskannya dapat diwujudkan secara mandiri dan konsisten demi memuliakan Tuhan (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari langkah nyata dalam mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab: komitmen disiplin, latihan konsisten, kerendahan hati belajar dari orang lain, dan ketekunan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan serta asesmen akhir singkat secara tertulis satu soal, kemudian menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pemantik berisi daftar kata kunci langkah pengembangan (jadwal, latihan, bimbingan, evaluasi), sedangkan murid yang cepat menguasai materi diberikan studi kasus dengan tantangan kendala ganda (keterbatasan waktu dan minimnya fasilitas).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung oleh guru dalam merinci langkah latihan harian, sedangkan murid yang mandiri langsung menyusun dan menjelaskan rincian target waktu dan tahapan latihan.
  • Produk: Murid dapat menyajikan penjelasan langkah nyata pengembangan diri dalam bentuk tabel target terstruktur maupun narasi uraian penjelasan sistematis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 3 pilar utama dalam mengembangkan bakat atau kemampuan diri!' (Acuan jawaban benar: 1. Mengenali potensi diri, 2. Berlatih secara tekun dan disiplin, 3. Memanfaatkan peluang/sarana pengembangan serta melayani sesama).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Rancang Solusi Pengembangan Diri pada tahap Mengaplikasi, yang dinilai dari ketepatan dan kelengkapan penjelasan 3 langkah nyata yang bertanggung jawab sesuai skenario yang dipilih (skenario A: latihan cermin teratur, membaca buku, berani tampil melayani; skenario B: latihan fisik rutin, perbaikan teknik servis terarah, disiplin pola hidup sehat).

Akhir Pertemuan:

  • Pertanyaan cek pemahaman tertulis penutup: 'Jelaskan minimal 2 alasan mengapa latihan yang teratur dan disiplin merupakan wujud sikap bertanggung jawab atas kemampuan yang diberikan Tuhan!' (Kriteria penerimaan: penjelasan memuat keterkaitan antara disiplin latihan sebagai bentuk penghargaan atas talenta anugerah Tuhan dan upaya mewujudkan potensi tersebut agar berbuah bagi sesama/tidak disia-siakan).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja analisis studi kasus dan perumusan 3 langkah nyata pengembangan kemampuan secara tertulis
  • Pengamatan keterlibatan murid dalam tantangan berpasangan rancang solusi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Langkah Nyata Mengembangkan Kemampuan Diri secara Bertanggung JawabBelum mampu menjelaskan langkah nyata mengembangkan kemampuan, atau penjelasan yang dituliskan tidak memuat tindakan konkret yang bertanggung jawab.Mampu menjelaskan 1 langkah nyata mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab sesuai acuan skenario dengan bantuan guru.Mampu menjelaskan 2 dari 3 langkah nyata mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab sesuai acuan skenario secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 3 langkah nyata mengembangkan kemampuan diri secara terperinci, realistis, dan bertanggung jawab sesuai acuan skenario secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran aktif dan tantangan berpasangan berhasil memotivasi murid memahami pentingnya disiplin mengembangkan kemampuan?
  • Apakah murid mengalami kesulitan dalam merumuskan langkah pengembangan yang konkret dan terukur?

Murid:

  • Langkah nyata apa yang paling menantang bagiku untuk diterapkan dalam melatih bakat pribadiku setiap hari?
  • Bagaimana komitmenku untuk tetap tekun berlatih meskipun menghadapi kebosanan atau kesulitan?

Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Keterbatasan Diri secara Jujur dan Terbuka — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.3 Mengidentifikasi keterbatasan diri secara jujur dan terbuka

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama mengutip doa syukur atas keunikan diri dari Buku Siswa (halaman 41), dan memeriksa kehadiran murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melatih kemampuan mengidentifikasi keterbatasan diri secara jujur dan terbuka sebagai wujud pengenalan diri di hadapan Tuhan (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis klasifikasi cepat 'Kekuatan vs Keterbatasan': guru membacakan 4 pernyataan kondisi diri: (1) Cepat lelah saat lari jarak jauh, (2) Mahir memainkan alat musik gitar, (3) Gugup saat berbicara di depan banyak orang, (4) Menguasai kosakata bahasa Inggris. Murid diminta mengangkat tangan jika butir tersebut merupakan contoh keterbatasan/kelemahan diri (acuan jawaban benar: butir 1 dan 3 adalah keterbatasan; butir 2 dan 4 adalah kemampuan/potensi) untuk memetakan kesiapan murid membedakan konsep keterbatasan (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan interaktif 'Kartu Kategori Keterbatasan' yang menggembirakan: guru membagikan 6 kartu situasi keterbatasan kepada murid yang berpasangan. Kartu tersebut memuat: (1) 'Sulit memahami pelajaran matematika rumus aljabar', (2) 'Kaki mudah kram saat berenang', (3) 'Mudah tersulut emosi saat diejek teman', (4) 'Belum memiliki laptop pribadi untuk mengerjakan tugas digital', (5) 'Mata silinder dan minus sehingga buram melihat papan tulis tanpa kacamata', (6) 'Pemalu dan canggung saat bertemu orang baru'. Murid bersama teman sebangku mengidentifikasi dan mengelompokkan keenam kartu ke dalam 3 jenis keterbatasan (Keterbatasan Fisik/Kesehatan, Keterbatasan Intelektual/Bakat, Keterbatasan Emosional/Sosial/Penunjang) (12 menit).
  • Guru membahas kunci klasifikasi bersama kelas: Keterbatasan Fisik/Kesehatan = kartu 2 & 5; Keterbatasan Intelektual/Bakat = kartu 1; Keterbatasan Emosional/Sosial/Penunjang = kartu 3, 4, & 6. Guru menegaskan bahwa menyadari jenis-jenis keterbatasan merupakan langkah awal untuk bersikap jujur dan realistis terhadap diri sendiri sesuai kehendak Allah (8 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri membuka Lembar Kerja Reflektif 'Identifikasi Keterbatasanku' untuk mengidentifikasi minimal 3 keterbatasan nyata yang dialami diri sendiri secara jujur dan terbuka tanpa rasa takut, mencakup minimal 2 ranah yang berbeda (misalnya: ranah fisik/kesehatan, bakat/akademik, atau emosional/sosial), dengan menuliskan bentuk keterbatasan serta situasi nyata saat keterbatasan tersebut dirasakan muncul (18 menit).
  • Guru berkeliling melakukan asesmen proses dengan memeriksa lembar identifikasi murid, memberikan bimbingan kepada murid yang masih ragu atau menyamarkan kelemahannya, serta memvalidasi keterbukaan murid dalam mengenali diri apa adanya di hadapan Allah (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membimbing suasana hening (hening reflektif diiringi musik instrumental lembut) dan membacakan kutipan Kitab Suci Yeremia 1:8 ('Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau'). Murid diminta merenungkan dan menyadari secara jujur keterbatasan yang telah mereka tulis tanpa merasa rendah diri, melainkan membawanya dalam doa pribadi di hadapan Tuhan yang menerima manusia apa adanya (10 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi penarikan simpulan bersama: menyadari keterbatasan diri bukan untuk membuat kita berkecil hati, melainkan agar kita bersikap jujur, rendah hati, dan menyadari perlunya mengandalkan Tuhan serta sesama (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas kejujuran dan keterbukaan seluruh murid dalam mengenali diri, memberikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (membahas cara menyikapi dan mengatasi keterbatasan), serta menutup pertemuan dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu berupa daftar 12 kata pemantik area keterbatasan (misal: daya tahan fisik, ketelitian hitungan, rasa percaya diri, penguasaan emosi) bagi murid yang mengalami kesulitan mengenali kelemahannya secara mandiri.
  • Proses: Memberikan pendampingan dialogis secara individual bagi murid yang ragu-ragu menuliskan keterbatasan, sementara murid yang cepat langsung melengkapi identifikasi situasi konkret kemunculan keterbatasan tersebut secara mandiri.
  • Produk: Murid bebas menuangkan hasil identifikasi keterbatasan diri dalam bentuk tabel tertulis, daftar poin reflektif, atau peta pikiran (mind map) sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis lisan diagnostik di awal pembelajaran: Murid mengklasifikasikan 4 pernyataan kondisi diri: (1) Cepat lelah saat lari jarak jauh, (2) Mahir memainkan alat musik gitar, (3) Gugup saat berbicara di depan banyak orang, (4) Menguasai kosakata bahasa Inggris. (Kunci/acuan: butir 1 dan 3 = keterbatasan diri; butir 2 dan 4 = potensi/kemampuan diri). Kriteria pemetaan: murid yang menjawab benar minimal 3 butir siap mengikuti identifikasi mandiri, sedangkan murid yang menjawab benar < 3 butir diberikan penguatan konsep dasar keterbatasan pada tahap Memahami.

Proses:

  • Pengamatan dan pemeriksaan langsung Lembar Kerja Reflektif 'Identifikasi Keterbatasanku' saat tahap Mengaplikasi. Kriteria penerimaan operasional: murid mengidentifikasi minimal 3 keterbatasan pribadi nyata (bukan fiktif/generik) yang mencakup minimal 2 aspek/ranah berbeda (fisik/kesehatan, intelektual/akademik, atau sosial/emosional/penunjang) dengan deskripsi situasi konkret kemunculannya secara jujur dan terbuka.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi diri singkat di penutup: Murid menuliskan satu kalimat komitmen kejujuran diri pada secarik kertas kecil: 'Keterbatasan nyata yang paling ingin saya akui dengan jujur di hadapan Tuhan hari ini adalah [...]'. (Kriteria penerimaan: kalimat menyebutkan satu keterbatasan spesifik diri yang riil dan diungkapkan secara tulus tanpa menyalahkan orang lain).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Kuis klasifikasi 4 pernyataan kondisi diri (membedakan potensi vs keterbatasan)
  • Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Reflektif: Mengidentifikasi keterbatasan diri secara jujur dan terbuka berdasarkan rubrik ketercapaian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterbukaan dan kejujuran mengidentifikasi keterbatasan diriMengidentifikasi 1 keterbatasan diri atau masih bersifat umum/fiktif, belum menunjukkan keterbukaan mengakui kelemahan nyata.Mengidentifikasi 2 keterbatasan diri nyata dari 1 ranah secara jujur, tetapi belum mendeskripsikan situasi kemunculannya.Mengidentifikasi minimal 3 keterbatasan diri nyata secara jujur dan terbuka yang mencakup minimal 2 ranah berbeda (fisik, akademik, atau emosional/sosial) beserta situasi kemunculannya.Mengidentifikasi 4 atau lebih keterbatasan diri nyata secara sangat jujur, terbuka, dan mendalam yang mencakup 3 ranah berbeda beserta situasi kemunculannya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah suasana pembelajaran sudah cukup aman dan nyaman sehingga murid tidak merasa takut, malu, atau dihakimi saat mengidentifikasi keterbatasannya?
  • Bagaimana respons emosional murid saat hening refleksi Kitab Suci, dan apakah murid yang pasif berhasil mengungkapkan keterbatasannya secara jujur?

Murid:

  • Apakah kamu merasa sulit dan malu saat harus menuliskan keterbatasan atau kekurangan dirimu tadi? Mengapa?
  • Perasaan apa yang timbul di hatimu setelah menyadari bahwa Tuhan tetap mengasihi dan menerimamu meski kamu memiliki keterbatasan?

Pertemuan 5 — Menjelaskan Sikap dan Cara Mengatasi Keterbatasan Diri secara Bertanggung Jawab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.4 Menjelaskan sikap dan cara mengatasi keterbatasan diri secara bertanggung jawab

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, mengajak murid berdoa pembuka untuk mensyukuri penyertaan Tuhan dalam kerapuhan manusia, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni menjelaskan sikap yang benar dan cara mengatasi keterbatasan diri secara bertanggung jawab berdasarkan teladan dan nilai Kitab Suci (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta memilih sikap yang bertanggung jawab dari 2 opsi situasi: 'Ketika merasa pemalu dalam pergaulan, apakah (A) menarik diri dan menyalahkan orang lain, atau (B) melatih diri menyapa teman secara bertahap dan berdoa mohon keberanian?' (acuan: jawaban benar adalah B) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca kutipan Kitab Suci Yeremia 1:4-8 tentang panggilan Nabi Yeremia yang merasa terbatas karena masih muda dan belum pandai bicara, lalu mengidentifikasi pesan peneguhan Allah: 'Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau' (10 menit).
  • Guru memberikan penjelasan terbimbing mengenai 2 sikap bertanggung jawab dalam menghadapi keterbatasan: (1) bersikap realistis-positif (menerima diri bukan makhluk sempurna tanpa rendah diri berlebihan), dan (2) bersandar pada rahmat Allah melalui ketekunan berusaha (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas ceria 'Tantangan Solusi Cerdas': murid secara berpasangan mengambil salah satu kartu kasus keterbatasan lalu merumuskan penjelasan 1 sikap bertanggung jawab dan 2 langkah konkret mengatasinya secara tertulis pada lembar kerja (15 menit).
  • Daftar 3 kartu kasus dan acuan jawabannya: Kasus 1: Keterbatasan akademis (kurang terampil matematika) -> Sikap bertanggung jawab: Menerima kekurangan tanpa putus asa; Langkah konkret: Membuat jadwal belajar tambahan, bertanya pada guru/teman, rajin berlatih soal. Kasus 2: Keterbatasan psikologis/sosial (mudah gugup/pemalu bicara di depan umum) -> Sikap bertanggung jawab: Mau membuka diri dan berani menghadapi rasa takut; Langkah konkret: Berlatih berbicara di depan cermin, memulai berbicara di kelompok kecil, berdoa mohon ketenangan. Kasus 3: Keterbatasan sarana/fasilitas belajar -> Sikap bertanggung jawab: Tidak menyalahkan keadaan/orang tua; Langkah konkret: Meminjam buku di perpustakaan, belajar kelompok bersama teman yang memiliki alat, memanfaatkan fasilitas umum sekolah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menuliskan penjelasan di buku catatan tentang sikap diri yang selama ini diambil saat menghadapi keterbatasan dan merumuskan 1 cara nyata bertanggung jawab yang akan dilakukan minggu ini untuk mengatasi keterbatasan pribadinya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menarik kesimpulan bersama bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, melainkan panggilan untuk berjuang melatih diri dan mengandalkan penyertaan Tuhan (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan, mengingatkan murid untuk mempersiapkan diri menghadapi Asesmen Sumatif Bab 2 pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa syukur bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks narasi sederhana kisah Yeremia dan ringkasan visual berupa diagram sikap positif vs negatif dalam menghadapi keterbatasan.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rumpang untuk merumuskan langkah solusi, sedangkan murid yang cepat diarahkan menganalisis dampak jangka panjang bila keterbatasan diatasi dengan penuh tanggung jawab.
  • Produk: Penjelasan solusi atas keterbatasan dapat disajikan dalam bentuk poin-poin terstruktur pada lembar tugas atau bagan alur tindakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman awal melalui pertanyaan pilihan biner di awal kegiatan: 'Ketika kamu menyadari kelemahanmu dalam satu pelajaran atau pergaulan, manakah sikap bertanggung jawab: (A) Mengeluh dan menyalahkan orang tua/keadaan, atau (B) Mengakui kelemahan dengan jujur, berlatih tekun, dan mohon bimbingan Tuhan?' (Acuan jawaban benar: Opsi B, karena mencerminkan penerimaan diri secara jujur dan usaha nyata yang bertanggung jawab).

Proses:

  • Observasi pengerjaan Lembar Kerja 'Tantangan Solusi Cerdas': memeriksa ketepatan murid dalam menjelaskan 1 sikap bertanggung jawab dan minimal 2 langkah konkret mengatasi keterbatasan sesuai kartu kasus yang dibagikan (Acuan: Kasus 1 matematika -> sikap menerima tanpa putus asa, langkah belajar tambahan & tanya guru/teman; Kasus 2 pemalu -> sikap berani membuka diri, langkah latihan cermin & mulai di kelompok kecil; Kasus 3 fasilitas terbatas -> sikap tidak menyalahkan keadaan, langkah ke perpustakaan & belajar bersama).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir pembelajaran melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: 1. Sebutkan 1 sikap yang bertanggung jawab saat menyadari keterbatasan diri! (Acuan: menerima diri secara jujur/tidak menyalahkan pihak lain/rendah hati bersandar pada Tuhan). 2. Jelaskan 2 cara nyata yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan tersebut! (Acuan: giat berlatih/belajar, meminta bantuan/bimbingan sesama yang lebih tahu, dan berdoa memohon kekuatan Tuhan).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja analisis kasus keterbatasan (ketepatan menjelaskan sikap bertanggung jawab dan langkah konkret mengatasinya)
  • Cek pemahaman lisan/tertulis refleksi mandiri di akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Sikap Bertanggung Jawab Menghadapi Keterbatasan DiriBelum mampu menjelaskan sikap yang bertanggung jawab saat menghadapi keterbatasan diri (masih memilih sikap menyalahkan keadaan/pasrah negatif).Menjelaskan sikap menghadapi keterbatasan diri namun belum menunjukkan pertanggungjawaban yang utuh (hanya menyebut pasrah tanpa usaha mandiri).Menjelaskan 1 sikap bertanggung jawab dalam menghadapi keterbatasan diri secara tepat (menerima diri secara realistis dan tidak menyalahkan orang lain/keadaan).Menjelaskan 1 sikap bertanggung jawab dalam menghadapi keterbatasan diri secara mendalam, tepat, dan mengaitkannya dengan kesadaran iman akan penyertaan Tuhan secara mandiri.
Penjelasan Cara Mengatasi Keterbatasan DiriBelum mampu menjelaskan cara konkret untuk mengatasi keterbatasan diri.Menjelaskan hanya 1 cara konkret mengatasi keterbatasan diri dengan bimbingan guru.Menjelaskan 2 cara konkret mengatasi keterbatasan diri secara realistis dan bertanggung jawab (misal: tekun berlatih dan mencari bantuan yang tepat) secara mandiri.Menjelaskan lebih dari 2 cara konkret mengatasi keterbatasan diri secara sistematis, realistis, dan disertai langkah tindak lanjut yang terukur.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran aktif dan refleksi Kitab Suci mampu memotivasi murid untuk tidak merasa rendah diri atas kelemahannya?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam merumuskan langkah-langkah mengatasi keterbatasan selama kegiatan berlangsung?

Murid:

  • Sikap apa yang paling sering muncul dalam diriku ketika menghadapi kelemahan atau keterbatasan?
  • Langkah nyata apa yang akan aku lakukan mulai hari ini untuk melatih dan mengatasi keterbatasanku dengan pertolongan Tuhan?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Mengidentifikasi kemampuan diri sebagai wujud pemahaman potensi pribadi
  • TP 7.2.2 Menjelaskan upaya mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab
  • TP 7.2.3 Mengidentifikasi keterbatasan diri secara jujur dan terbuka
  • TP 7.2.4 Menjelaskan sikap dan cara mengatasi keterbatasan diri secara bertanggung jawab

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan doa pembuka, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan ruang kelas agar tenang dan kondusif untuk asesmen individual (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 2, yaitu mengukur pemahaman tentang kemampuan dan keterbatasan diri serta langkah pengembangannya sesuai pesan Kitab Suci, dilanjutkan pembagian lembar asesmen (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai petunjuk teknis pelaksanaan asesmen sumatif yang terdiri atas dua bagian: Bagian 1 Inventarisasi Mandiri (30 menit) dan Bagian 2 Tes Tertulis Uraian (40 menit), dengan penegasan pentingnya kejujuran dan kemandirian (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan secara mandiri Bagian 1: Lembar Inventarisasi Mandiri, yaitu mengidentifikasi minimal 3 kemampuan diri beserta bukti penggunaannya (misal: bakat seni/musik, keterampilan berhitung/akademik, kepemimpinan, kepedulian sosial, ketekunan kerja) serta minimal 3 keterbatasan diri beserta faktor penyebabnya (misal: mudah emosi, kurang teliti, rasa malu/kurang percaya diri, keterbatasan fisik tertentu, kesulitan manajemen waktu) (30 menit).
  • Murid mengerjakan secara mandiri Bagian 2: Tes Tertulis Uraian Mandiri yang memuat 4 butir soal: Soal 1 menjelaskan 2 langkah praktis mengembangkan kemampuan diri; Soal 2 menjelaskan dasar tanggung jawab mengembangkan kemampuan seturut pesan Kitab Suci (bdk. Mat 25:14-30 / Yer 1:8); Soal 3 menjelaskan 2 sikap positif dalam menghadapi keterbatasan diri; Soal 4 menjelaskan 2 cara realistis mengatasi keterbatasan secara bertanggung jawab (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh jawaban pada lembar kerja mandiri masing-masing sebelum dikumpulkan kepada guru, memastikan tidak ada nomor yang terlewat secara teliti (0 menit).
  • Catatan integrasi durasi: pengerjaan Bagian 1 (30 menit) dan Bagian 2 (40 menit) berlangsung penuh secara hening dan mandiri tanpa interupsi (0 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja mandiri inventarisasi dan lembar jawaban uraian murid secara tertib (3 menit).
  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat atas proses belajar Bab 2 'Kemampuan dan Keterbatasanku', merangkum inti pembelajaran bahwa Allah memanggil manusia untuk mengembangkan talenta dan tidak putus asa atas keterbatasan, lalu menutup kegiatan dengan doa syukur (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format teks: murid dengan hambatan penglihatan ringan disediakan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar (font 14-16) tanpa mengubah butir pertanyaan.
  • Proses: Akomodasi akses: murid yang membutuhkan waktu lebih untuk menulis diperkenankan menulis poin-poin inti secara lugas asalkan memenuhi substansi kriteria penilaian.
  • Produk: Standar bukti tetap sama: lembar inventarisasi mandiri dan lembar jawaban uraian sesuai acuan sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • tes dan penugasan tertulis mandiri serentak: lembar kerja mandiri murid yang memuat tabel identifikasi kemampuan dan keterbatasan diri serta lembar jawaban uraian mengenai langkah konkret mengembangkan kemampuan dan sikap bertanggung jawab dalam mengatasi keterbatasan
  • penugasan tertulis mandiri serentak: lembar inventarisasi mandiri berisi daftar minimal 3 kemampuan diri beserta bukti penggunaannya, serta minimal 3 keterbatasan diri beserta faktor penyebabnya yang dikerjakan secara individual oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian inventarisasi diri (kriteria: ketepatan identifikasi potensi, kejujuran pengenalan keterbatasan, kejelasan faktor))
  • tes tertulis uraian mandiri serentak: lembar jawaban uraian murid yang memuat penjelasan 2 langkah praktis mengembangkan kemampuan secara bertanggung jawab serta 2 sikap positif dan cara realistis mengatasi keterbatasan diri (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analitik uraian (kriteria: kelogisan rencana pengembangan, tanggung jawab tindakan, kejelasan solusi keterbatasan))

Sumatif:

  • tes dan penugasan tertulis mandiri serentak: lembar kerja mandiri murid yang memuat tabel identifikasi kemampuan dan keterbatasan diri serta lembar jawaban uraian mengenai langkah konkret mengembangkan kemampuan dan sikap bertanggung jawab dalam mengatasi keterbatasan
  • penugasan tertulis mandiri serentak: lembar inventarisasi mandiri berisi daftar minimal 3 kemampuan diri beserta bukti penggunaannya, serta minimal 3 keterbatasan diri beserta faktor penyebabnya yang dikerjakan secara individual oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian inventarisasi diri (kriteria: ketepatan identifikasi potensi, kejujuran pengenalan keterbatasan, kejelasan faktor))
  • tes tertulis uraian mandiri serentak: lembar jawaban uraian murid yang memuat penjelasan 2 langkah praktis mengembangkan kemampuan secara bertanggung jawab serta 2 sikap positif dan cara realistis mengatasi keterbatasan diri (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analitik uraian (kriteria: kelogisan rencana pengembangan, tanggung jawab tindakan, kejelasan solusi keterbatasan))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Kemampuan Diri (TP 7.2.1)Mengidentifikasi kurang dari 2 kemampuan diri, atau menyebutkan kemampuan tanpa menyertakan bukti penggunaannya secara jelas.Mengidentifikasi 2 kemampuan diri disertai bukti konkret penggunaannya, atau menyebutkan 3 kemampuan namun bukti penggunaan hanya ada pada 1 kemampuan.Mengidentifikasi 3 kemampuan diri dengan bukti nyata penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari (sesuai acuan: bakat, keterampilan, kepribadian positif).Mengidentifikasi lebih dari 3 kemampuan diri secara mendalam disertai bukti konkret pemanfaatannya bagi perkembangan diri dan pelayanan sesama.
Upaya Mengembangkan Kemampuan secara Bertanggung Jawab (TP 7.2.2)Hanya menjelaskan 1 langkah praktis pengembangan kemampuan dan belum mengaitkannya dengan sikap tanggung jawab atau pesan Kitab Suci.Menjelaskan 2 langkah praktis pengembangan kemampuan secara logis, namun belum mengaitkannya dengan tanggung jawab iman seturut Kitab Suci (Mat 25:14-30).Menjelaskan 2 langkah praktis pengembangan kemampuan secara logis dan bertanggung jawab serta menghubungkannya dengan pesan Kitab Suci tentang pelipatgandaan talenta.Menjelaskan lebih dari 2 langkah praktis terstruktur dalam mengembangkan kemampuan secara bertanggung jawab, terperinci, dan selaras dengan penghayatan pesan Kitab Suci.
Identifikasi Keterbatasan Diri secara Jujur dan Terbuka (TP 7.2.3)Mengidentifikasi kurang dari 2 keterbatasan diri, atau menuliskan keterbatasan secara samar tanpa menyebutkan faktor penyebabnya.Mengidentifikasi 2 keterbatasan diri dengan jujur disertai faktor penyebabnya (internal/eksternal), atau menyebutkan 3 keterbatasan namun faktor penyebab belum jelas.Mengidentifikasi minimal 3 keterbatasan diri secara jujur dan terbuka disertai kejelasan faktor penyebabnya secara realistis.Mengidentifikasi lebih dari 3 keterbatasan diri secara jujur, mendalam, dan mampu membedakan faktor penyebab internal maupun eksternal secara kritis.
Sikap dan Cara Mengatasi Keterbatasan secara Bertanggung Jawab (TP 7.2.4)Hanya menjelaskan 1 sikap atau 1 cara mengatasi keterbatasan yang kurang realistis atau menunjukkan sikap pasrah/minder.Menjelaskan 2 sikap positif atau 2 cara mengatasi keterbatasan, namun salah satunya masih kurang realistis atau belum mencerminkan tanggung jawab.Menjelaskan 2 sikap positif (menerima diri, rendah hati) dan 2 cara realistis (berlatih, mencari bantuan/bimbingan) mengatasi keterbatasan diri berlandaskan penghayatan iman (Yer 1:8).Menjelaskan lebih dari 2 sikap positif dan cara realistis mengatasi keterbatasan secara bertanggung jawab, terencana matang, dan berserah pada penyertaan Allah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh instrumen asesmen sumatif mampu memotret pencapaian kompetensi murid secara objektif, sahih, dan adil?
  • Bagaimana distribusi ketercapaian TP 7.2.1 hingga TP 7.2.4 pada kelas ini, dan aspek mana yang masih membutuhkan penguatan lebih lanjut?

Murid:

  • Bagaimana perasaanku saat secara jujur menuliskan kemampuan dan keterbatasan yang kumiliki di hadapan Tuhan?
  • Langkah apa yang paling mendesak untuk segera kulakukan demi mengembangkan talenta dan mengatasi keterbatasan diriku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2021
  3. Lembar Kerja Siswa 'Jejak Kemampuanku'
  4. Artikel bacaan 'Pentingnya Mengenali Potensi Diri'
  5. Alkitab (Injil Matius 25:14-30)
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek RI, 2021)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek RI, 2021)
  8. Kartu studi kasus sikap bertanggung jawab
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 2: Kemampuan dan Keterbatasanku)
  10. Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2021
  11. Alkitab (Matius 25:14-30 tentang Perumpamaan Talenta)
  12. Lembar Kerja Rancang Solusi Pengembangan Diri
  13. Alkitab (Kutipan Yeremia 1:8)
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 2, Subbab Kemampuanku Terbatas)
  15. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (halaman 40-44)
  16. Lembar Kerja Reflektif 'Identifikasi Keterbatasanku'
  17. Set 6 Kartu Situasi Keterbatasan
  18. Alkitab (Yeremia 1:4-8)
  19. Kartu Kasus Keterbatasan Diri dan Lembar Kerja Analisis Solusi
  20. Alkitab (khususnya Injil Matius 25:14-30 tentang Perumpamaan Talenta dan Kitab Yeremia 1:8)
  21. Lembar Asesmen Sumatif Bab 2: Inventarisasi Mandiri dan Lembar Uraian Tertulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.