Modul AjarPertemuan 9Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Aksi Nyata: Bertindak Adil Menurut Hati Nurani di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Aksi Nyata: Bertindak Adil Menurut Hati Nurani di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Aksi Nyata: Bertindak Adil Menurut Hati Nurani di Lingkungan Sekitar

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Aksi Nyata: Bertindak Adil Menurut Hati Nurani di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAksi Nyata: Bertindak Adil Menurut Hati Nurani di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang dan mempresentasikan satu bentuk aksi nyata menegakkan keadilan berdasarkan suara hati nurani dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah atau masyarakat.
  2. Murid dapat merefleksikan keterkaitan antara bertindak menurut hati nurani dan menegakkan keadilan sebagai satu kesatuan panggilan hidup orang beriman kristiani.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat situasi tidak adil di sekitarmu? Apa yang kamu rasakan dan apa yang ingin kamu lakukan saat itu?
  2. Apa bedanya sekadar tahu bahwa sesuatu itu tidak adil dengan benar-benar melakukan sesuatu untuk mengubahnya?
  3. Jika hati nuranimu berkata 'ini tidak benar', apa yang bisa kamu lakukan sebagai seorang pelajar kelas 6 untuk menegakkan keadilan itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka, mengajak murid hening sejenak dan memejamkan mata sambil bertanya dalam hati: 'Apakah hari ini aku sudah bertindak adil terhadap teman-temanku?' (2 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid menulis di selembar kertas kecil satu situasi tidak adil yang pernah mereka lihat atau alami di sekolah atau lingkungan rumah, lalu beberapa sukarela membacakannya. (4 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan meminta tanggapan singkat dari 2–3 murid untuk membuka diskusi awal. (4 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan merancang dan mempresentasikan aksi nyata keadilan berdasarkan hati nurani, serta merefleksikan panggilannya sebagai orang beriman kristiani. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau menampilkan kutipan Mazmur 9:7-8 ('Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan...') dan mengajak murid memaknai pesan ayat tersebut bagi kehidupan sehari-hari. (3 menit)
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, apa yang sudah kita pelajari tentang hati nurani dan keadilan? Bagaimana keduanya saling berhubungan?' Murid menjawab secara lisan, guru merangkum di papan tulis dalam dua kolom: HATI NURANI dan KEADILAN. (5 menit)
  • Guru menjelaskan secara ringkas bahwa hati nurani adalah suara Allah dalam diri kita yang mendorong kita berbuat baik dan adil. Bertindak adil berdasarkan hati nurani bukan hanya pilihan moral, melainkan panggilan hidup orang beriman kristiani. Guru menekankan: iman tanpa aksi nyata belum lengkap. (4 menit)
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan: 'Apa satu contoh konkret ketidakadilan yang terjadi di sekolah atau lingkungan sekitarmu yang bisa kamu bantu ubah?' Setiap pasangan menuliskan jawabannya di kertas. (4 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok memilih satu situasi ketidakadilan yang nyata dan dekat dengan kehidupan mereka (contoh: teman dikucilkan, pembagian tugas piket tidak merata, sampah dibuang sembarangan merugikan warga sekitar, anak yang tidak kebagian alat tulis, dll.). (3 menit)
  • Setiap kelompok mengisi 'Lembar Rancangan Aksi Nyata' yang disiapkan guru, memuat: (a) Nama situasi/masalah yang dipilih; (b) Mengapa ini tidak adil menurut hati nurani kami; (c) Satu aksi nyata yang bisa kami lakukan dalam waktu dekat; (d) Siapa yang terlibat dan apa peran masing-masing; (e) Kapan dan di mana aksi ini akan dilakukan. (10 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan aksinya di depan kelas dalam waktu 2 menit per kelompok. Kelompok lain diberi kesempatan memberikan satu masukan positif atau satu pertanyaan klarifikasi. (10 menit)
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat untuk setiap kelompok: mengapresiasi keberanian merancang aksi nyata dan mengarahkan agar aksi yang dipilih realistis serta benar-benar bisa dilaksanakan. (3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru meminta mereka hening selama 1 menit, menutup mata, dan membayangkan diri mereka sedang melaksanakan aksi nyata yang sudah dirancang. (2 menit)
  • Murid secara mandiri menjawab tiga pertanyaan refleksi tertulis di buku tulis atau lembar refleksi: (1) Apa yang aku rasakan saat merancang aksi nyata ini? (2) Bagaimana hati nuraniku mendorongku untuk bertindak adil? (3) Apa satu hal yang ingin aku komitmenkan mulai hari ini sebagai orang beriman kristiani yang menegakkan keadilan? (5 menit)
  • Guru mengajak 2–3 murid berbagi refleksinya secara sukarela. Guru menutup tahap ini dengan menegaskan: bertindak adil berdasarkan hati nurani adalah wujud nyata iman kepada Tuhan yang adil. (3 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Apa yang kita pelajari hari ini tentang hubungan hati nurani dan keadilan?' Beberapa murid menjawab secara lisan. (3 menit)
  • Guru menyampaikan asesmen akhir: murid mengisi 'Kartu Komitmen Aksi' — selembar kartu kecil berisi nama, aksi nyata yang akan dilakukan, dan kapan akan dilakukan — sebagai bukti komitmen dan bahan portofolio. (3 menit)
  • Guru memberikan penguatan nilai: mengingatkan bahwa rancangan aksi yang sudah dibuat bukan sekadar tugas, tetapi panggilan nyata sebagai murid Kristus yang adil dan berbelarasa.
  • Guru menutup dengan doa penutup yang dipimpin salah satu murid, mendoakan agar setiap aksi nyata yang akan dilakukan diberkati Tuhan dan membawa kebaikan bagi sesama. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan dapat diberikan daftar contoh situasi ketidakadilan beserta pilihan aksi nyata yang sudah tersedia, sehingga mereka tinggal memilih dan menyesuaikan. Murid yang sudah mahir dapat ditantang untuk merancang aksi yang menjangkau lingkungan masyarakat yang lebih luas (bukan hanya sekolah) dan menyertakan tokoh atau pihak lain yang perlu dilibatkan.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dapat bekerja dalam kelompok kecil bersama guru atau teman sebaya yang ditunjuk sebagai tutor. Murid yang cepat dapat melengkapi rancangan aksi dengan membuat jadwal pelaksanaan yang lebih rinci dan mengidentifikasi kemungkinan hambatan serta solusinya.
  • Produk: Rancangan aksi nyata dapat disajikan dalam bentuk tulisan (Lembar Rancangan Aksi), gambar ilustrasi/poster sederhana, atau presentasi lisan sesuai kemampuan dan preferensi murid. Murid yang ingin mengekspresikan secara kreatif dapat membuat slogan atau tagline aksi mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menulis di kertas kecil satu situasi tidak adil yang pernah mereka lihat atau alami, lalu beberapa sukarela membacakannya. Guru menggunakan ini untuk memetakan pemahaman awal murid tentang keadilan dan pengalaman nyata mereka sebelum masuk ke kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi guru terhadap keterlibatan aktif murid dalam diskusi berpasangan dan kelompok: apakah mereka mampu mengidentifikasi situasi ketidakadilan secara konkret?
  • Kualitas isian Lembar Rancangan Aksi Nyata: apakah aksi yang dirancang masuk akal, spesifik, dan didasarkan pada pertimbangan hati nurani?
  • Presentasi kelompok: apakah murid mampu menjelaskan rancangan aksi dengan jelas dan meyakinkan, serta merespons masukan dari kelompok lain?

Akhir:

  • Kartu Komitmen Aksi: murid menuliskan satu aksi nyata yang akan dilakukan, alasan berdasarkan hati nurani, dan waktu pelaksanaan. Dinilai berdasarkan kejelasan, ketepatan, dan kaitannya dengan nilai keadilan kristiani.
  • Lembar Refleksi Tertulis: murid menjawab tiga pertanyaan refleksi yang menilai kemampuan merefleksikan keterkaitan hati nurani dan keadilan sebagai panggilan iman. Dinilai berdasarkan kedalaman dan kejujuran refleksi.

Formatif:

  • Observasi proses diskusi kelompok dan kualitas rancangan aksi nyata yang dibuat pada Lembar Rancangan Aksi.
  • Penilaian sejawat saat presentasi: setiap kelompok memberikan satu masukan positif dan satu pertanyaan kepada kelompok yang presentasi.
  • Catatan anekdotal guru selama diskusi dan presentasi tentang kemampuan berpikir kritis dan keberanian menyuarakan nilai keadilan.

Sumatif:

  • Kartu Komitmen Aksi sebagai produk akhir yang menunjukkan kemampuan murid merumuskan aksi nyata keadilan secara konkret dan realistis.
  • Lembar Refleksi Tertulis yang menilai kemampuan murid mengaitkan hati nurani dengan tindakan keadilan sebagai panggilan iman kristiani.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merancang Aksi Nyata Keadilan (TP 6.4.9.1)Murid belum mampu mengidentifikasi situasi ketidakadilan yang konkret, atau aksi yang dirancang tidak relevan dengan konteks kehidupan nyata.Murid mampu mengidentifikasi situasi ketidakadilan, namun aksi yang dirancang masih sangat umum, kurang spesifik, atau sulit dilaksanakan.Murid mampu mengidentifikasi situasi ketidakadilan secara konkret dan merancang satu aksi nyata yang spesifik, realistis, dan dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah atau masyarakat.Murid mampu mengidentifikasi situasi ketidakadilan secara mendalam, merancang aksi nyata yang spesifik, realistis, dan inovatif, serta menyertakan rencana pelaksanaan yang terperinci termasuk pihak yang terlibat dan langkah-langkahnya.
Mempresentasikan Rancangan Aksi (TP 6.4.9.1)Murid belum mampu menyampaikan rancangan aksinya secara lisan, atau penyampaian tidak dapat dipahami oleh pendengar.Murid mampu menyampaikan rancangan aksi secara lisan namun masih terbatas, kurang jelas, atau memerlukan banyak bantuan dari guru.Murid mampu mempresentasikan rancangan aksi dengan cukup jelas dan percaya diri, serta mampu menjawab satu pertanyaan dari kelompok lain.Murid mampu mempresentasikan rancangan aksi dengan sangat jelas, percaya diri, dan persuasif; mampu merespons pertanyaan dan masukan dari kelompok lain dengan argumen yang logis dan bernilai.
Merefleksikan Keterkaitan Hati Nurani dan Keadilan (TP 6.4.9.2)Murid belum mampu menjelaskan hubungan antara hati nurani dan tindakan keadilan, atau refleksi yang ditulis tidak relevan dengan topik.Murid mulai menyadari adanya hubungan antara hati nurani dan keadilan, namun penjelasannya masih sangat sederhana dan belum dikaitkan dengan panggilan iman kristiani.Murid mampu merefleksikan keterkaitan antara hati nurani dan keadilan dengan cukup baik dan mulai mengaitkannya dengan kehidupan sebagai orang beriman kristiani.Murid mampu merefleksikan secara mendalam dan personal keterkaitan antara bertindak menurut hati nurani dan menegakkan keadilan sebagai satu kesatuan panggilan hidup orang beriman kristiani, disertai komitmen yang konkret dan tulus.
Kerjasama dan Partisipasi dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada rancangan aksi bersama.Murid terlibat dalam kelompok namun kontribusinya masih minimal atau hanya mengikuti arahan teman tanpa inisiatif sendiri.Murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok, memberikan ide, dan berperan dalam menyelesaikan Lembar Rancangan Aksi bersama.Murid sangat aktif dalam kelompok, memimpin diskusi atau mendorong anggota lain untuk berpartisipasi, memberikan kontribusi ide yang signifikan, dan membantu kelompok mencapai hasil yang berkualitas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional murid terhadap topik keadilan?
  • Apakah Lembar Rancangan Aksi Nyata memberikan scaffolding yang cukup bagi murid untuk merancang aksi yang konkret dan realistis?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan memungkinkan semua kelompok mempresentasikan rancangannya?
  • Murid mana yang tampak kesulitan dan membutuhkan dukungan lebih lanjut? Apa tindak lanjut yang perlu saya lakukan?
  • Sejauh mana kartu komitmen aksi yang dibuat murid menunjukkan pemahaman mendalam tentang keterkaitan hati nurani dan keadilan?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang bertindak adil menurut hati nurani?
  • Bagaimana perasaanku saat merancang aksi nyata bersama teman-teman? Apakah aku merasa bisa benar-benar melakukannya?
  • Apa aksi nyata yang sudah aku tulis di Kartu Komitmen? Apa yang akan aku lakukan agar benar-benar melaksanakannya?
  • Sebagai orang beriman kristiani, mengapa menurut hati nurani untuk menegakkan keadilan itu penting bagiku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbud)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbud)
  3. Kitab Suci: Mazmur 9:7-8 dan Galatia 8:10 (ditampilkan di papan tulis atau kartu ayat)
  4. Lembar Rancangan Aksi Nyata (dibuat guru, dibagikan ke setiap kelompok)
  5. Kartu Komitmen Aksi (dibuat guru, dibagikan ke setiap murid)
  6. Lembar Refleksi Tertulis (3 pertanyaan refleksi, dibagikan ke setiap murid)
  7. Papan tulis dan spidol (untuk merangkum hasil diskusi kelas)
  8. Kertas kecil untuk asesmen awal diagnostik

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.