Modul AjarPertemuan 6Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Keadilan dalam Perumpamaan Yesus: Pekerja di Kebun Anggur (Mat 20:1-16)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Keadilan dalam Perumpamaan Yesus: Pekerja di Kebun Anggur (Mat 20:1-16)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Keadilan dalam Perumpamaan Yesus: Pekerja di Kebun Anggur (Mat 20:1-16)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Keadilan dalam Perumpamaan Yesus: Pekerja di Kebun Anggur (Mat 20:1-16)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikKeadilan dalam Perumpamaan Yesus: Pekerja di Kebun Anggur (Mat 20:1-16)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis nilai keadilan yang diajarkan Yesus melalui perumpamaan pekerja di kebun anggur (Mat 20:1-16) dan menghubungkannya dengan keadilan Allah.
  2. Murid dapat membedakan sikap adil dan tidak adil berdasarkan perumpamaan Mat 20:1-16 serta menerapkan pemahamannya pada situasi nyata dalam kehidupan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa diperlakukan tidak adil? Bagaimana perasaan kalian saat itu?
  2. Menurut kalian, apakah adil jika semua orang mendapat upah sama padahal jam kerjanya berbeda? Mengapa?
  3. Apa bedanya keadilan menurut manusia dan keadilan menurut Allah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah mendengar perumpamaan tentang pekerja di kebun anggur? Apa yang kalian ketahui tentang keadilan?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menampilkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani singkat atau melakukan ice breaking bertema keadilan (misalnya permainan pembagian permen yang tidak sama rata untuk memancing diskusi).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau meminta murid membaca teks Kitab Suci Matius 20:1-16 secara bergantian dengan suara nyaring.
  • Guru menjelaskan konteks perumpamaan: tuan kebun anggur keluar 5 kali (pagi-pagi benar, jam 09.00, jam 12.00, jam 15.00, jam 17.00) untuk mencari pekerja.
  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk mendiskusikan pertanyaan pengarah: (a) Berapa kali tuan pemilik kebun keluar mencari pekerja? (b) Apa kesepakatan upah yang terjadi? (c) Mengapa pekerja yang lebih awal merasa tidak adil? (d) Apakah tuan pemilik kebun bersikap adil? (e) Apa arti keadilan menurut perumpamaan ini?
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (pleno).
  • Guru memberikan penguatan: keadilan Allah berbeda dengan perhitungan manusia; Allah memberikan kemurahan-Nya kepada semua orang tanpa pandang bulu.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menyajikan 3 situasi kehidupan nyata di lingkungan sekolah atau rumah (misalnya: pembagian tugas piket yang tidak merata, anak yang datang terlambat tetap mendapat jatah makanan, kakak yang membantu adiknya mengerjakan PR).
  • Murid secara berpasangan mengidentifikasi mana situasi yang adil dan tidak adil, lalu menuliskan alasannya di lembar kerja.
  • Murid menghubungkan sikap tuan kebun anggur dengan situasi nyata tersebut: bagaimana keadilan Allah bisa menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Beberapa pasangan mempresentasikan hasil kerja mereka; murid lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid hening sejenak dan merefleksikan: 'Kapan terakhir kali aku bersikap tidak adil kepada teman atau saudara? Apa yang bisa aku perbaiki?'
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi untuk bertindak adil di minggu ini pada selembar kertas kecil.
  • Beberapa murid secara sukarela membagikan refleksi dan komitmennya kepada kelas.
  • Guru menegaskan bahwa keadilan Allah mengajak kita untuk murah hati dan tidak iri terhadap kebaikan yang diterima orang lain.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran: keadilan Allah dalam perumpamaan pekerja di kebun anggur mengajarkan kemurahan hati dan kesetaraan martabat setiap orang.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan tertulis singkat.
  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama, memohon kekuatan untuk bertindak adil seperti yang diajarkan Yesus.
  • Guru memberikan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bantuan tambahan mendapat ringkasan cerita perumpamaan dalam bentuk komik bergambar sederhana; murid cepat mendapat teks tambahan dari Katekismus tentang keadilan Allah.
  • Proses: Murid yang memerlukan waktu lebih mendapat panduan pertanyaan terstruktur saat diskusi kelompok; murid cepat ditugaskan menjadi fasilitator kelompok dan menyiapkan pertanyaan lanjutan.
  • Produk: Murid yang memerlukan bantuan cukup menuliskan 1 contoh sikap adil; murid cepat menuliskan perbandingan keadilan manusia vs keadilan Allah dalam bentuk tabel atau peta konsep sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang perumpamaan Yesus? Pernahkah kalian mendengar cerita pekerja di kebun anggur?'
  • Guru meminta murid mengangkat tangan jika pernah merasa diperlakukan tidak adil, lalu meminta 1-2 anak menceritakan pengalamannya secara singkat untuk mengukur pemahaman awal tentang konsep keadilan.

Proses:

  • Guru mengamati jalannya diskusi kelompok: apakah murid mampu menjawab pertanyaan pengarah dengan mengacu pada teks Kitab Suci.
  • Guru memeriksa lembar kerja berpasangan: apakah murid dapat membedakan sikap adil dan tidak adil dengan alasan yang logis.
  • Guru mencatat kemampuan murid menghubungkan perumpamaan dengan pengalaman hidup nyata saat presentasi.

Akhir:

  • Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis: (1) Apa pesan utama perumpamaan pekerja di kebun anggur tentang keadilan Allah? (2) Tuliskan satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menegakkan keadilan di sekitarmu!
  • Guru menilai jawaban berdasarkan rubrik 4 level yang mencakup aspek pemahaman isi perumpamaan dan penerapan nilai keadilan.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok (keaktifan bertanya, menanggapi, dan mendengarkan).
  • Penilaian lembar kerja berpasangan tentang identifikasi sikap adil dan tidak adil.
  • Pemantauan kemampuan murid menghubungkan perumpamaan dengan situasi nyata.

Sumatif:

  • Jawaban tertulis singkat: (1) Jelaskan nilai keadilan yang diajarkan Yesus dalam perumpamaan pekerja di kebun anggur! (2) Berikan satu contoh penerapan keadilan Allah dalam kehidupan sehari-harimu!
  • Penilaian komitmen pribadi murid untuk bertindak adil (kualitas refleksi dan kekonkretan rencana aksi).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman nilai keadilan dalam perumpamaan (TP 6.4.6.1)Belum dapat menyebutkan isi perumpamaan pekerja di kebun anggur dan belum memahami hubungannya dengan keadilan Allah.Dapat menceritakan kembali sebagian isi perumpamaan tetapi belum dapat menjelaskan hubungannya dengan keadilan Allah.Dapat menceritakan isi perumpamaan dengan benar dan menjelaskan bahwa keadilan Allah berbeda dengan perhitungan manusia.Dapat menganalisis secara mendalam nilai keadilan Allah dalam perumpamaan, menjelaskan makna kemurahan Allah, dan menghubungkannya dengan ajaran Yesus tentang Kerajaan Allah.
Kemampuan membedakan sikap adil dan tidak adil serta penerapan dalam kehidupan (TP 6.4.6.2)Belum dapat membedakan sikap adil dan tidak adil; belum dapat memberikan contoh penerapan dalam kehidupan.Dapat menyebutkan contoh sikap adil atau tidak adil tetapi belum mampu memberikan alasan yang jelas atau menghubungkannya dengan kehidupan nyata.Dapat membedakan sikap adil dan tidak adil dengan alasan yang logis berdasarkan perumpamaan, serta memberikan satu contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.Dapat membedakan sikap adil dan tidak adil secara kritis dengan alasan mendalam, memberikan beberapa contoh penerapan konkret dalam kehidupan, dan menunjukkan komitmen nyata untuk bertindak adil.
Keterlibatan dalam diskusi dan kolaborasi kelompokTidak terlibat dalam diskusi kelompok; pasif dan tidak memberikan kontribusi.Sesekali memberikan pendapat dalam diskusi tetapi belum konsisten; masih perlu bimbingan untuk berkolaborasi.Aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan memberikan kontribusi yang relevan dalam kelompok.Sangat aktif berdiskusi, mampu memfasilitasi teman lain untuk berpendapat, menghargai perbedaan pandangan, dan menyimpulkan hasil diskusi dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu memahami perbedaan antara keadilan manusia dan keadilan Allah melalui perumpamaan ini?
  • Apakah metode diskusi kelompok dan analisis situasi nyata efektif untuk membantu murid menerapkan nilai keadilan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah membantu semua murid mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang keadilan Allah?
  • Apakah aku sudah bersikap adil kepada teman-temanku selama ini? Apa yang perlu aku perbaiki?
  • Bagaimana aku bisa menerapkan ajaran Yesus tentang keadilan dalam kehidupan sehari-hari minggu ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Kitab Suci (Matius 20:1-16)
  2. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Buku Siswa dan Buku Guru)
  3. Lembar kerja murid (identifikasi sikap adil dan tidak adil)
  4. Komik ringkasan perumpamaan pekerja di kebun anggur (untuk diferensiasi)
  5. Video pendek perumpamaan pekerja di kebun anggur (https://youtu.be/Kiom8yuOU9Y)
  6. Kertas kecil untuk menuliskan komitmen pribadi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.