Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Pengertian Keadilan Menurut Iman Katolik

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Pengertian Keadilan Menurut Iman Katolik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Pengertian Keadilan Menurut Iman Katolik

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Pengertian Keadilan Menurut Iman Katolik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPengertian Keadilan Menurut Iman Katolik
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian keadilan menurut iman Katolik berdasarkan Mazmur 9:7-8 dan ajaran Yesus bahwa Allah menghendaki keadilan.
  2. Murid dapat memberi contoh sikap dan perilaku adil dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa diperlakukan tidak adil? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Menurutmu, apa artinya bersikap adil kepada teman, anggota keluarga, atau orang di sekitarmu?
  3. Apakah Allah peduli dengan keadilan? Apa yang kamu ketahui dari Kitab Suci tentang hal ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama, membuka dengan doa singkat memohon bimbingan Roh Kudus agar bisa belajar dengan baik dan hati terbuka.
  • Guru melakukan presensi dan mengkondisikan suasana belajar yang tenang dan siap.
  • Guru melakukan asesmen awal/diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan kepada 3-4 murid — 'Apa yang kamu ketahui tentang kata adil?' dan 'Pernahkah kamu melihat contoh ketidakadilan di sekitarmu?' — untuk mengetahui pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi murid untuk merespons secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami pengertian keadilan menurut iman Katolik dan menemukan contoh sikap adil dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid membuka Kitab Suci dan membaca bersama Mazmur 9:7-8: 'Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.' Guru meminta satu murid membaca dengan lantang, lalu kelas membaca bersama sekali lagi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Apa yang dimaksud dengan Allah menghakimi dunia dengan keadilan? Apa pesan ayat ini bagi kita?' Murid diberi waktu 2 menit untuk berpikir mandiri, lalu berbagi jawaban secara lisan.
  • Guru menjelaskan pengertian keadilan menurut iman Katolik: keadilan adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, sesuai dengan kehendak Allah. Allah sendiri adalah sumber keadilan yang sempurna. Yesus dalam Matius 20:1-16 mengajarkan bahwa Allah menghendaki keadilan yang disertai kemurahan hati.
  • Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis poin-poin inti: (1) Keadilan berarti memberi hak kepada setiap orang; (2) Allah adalah hakim yang adil dan benar; (3) Yesus mengajarkan keadilan yang berlandaskan kasih dan kemurahan hati.
  • Murid mencatat poin-poin inti di buku tulis mereka sebagai rangkuman pemahaman awal.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok mendapat satu kartu situasi: Kelompok 1 — situasi di lingkungan keluarga (misalnya: pembagian tugas rumah yang tidak merata), Kelompok 2 — situasi di lingkungan sekolah (misalnya: seorang teman tidak mendapat giliran bermain), Kelompok 3 — situasi di lingkungan masyarakat (misalnya: bantuan sembako yang tidak dibagikan secara merata).
  • Setiap kelompok berdiskusi selama 8 menit: (a) Apa ketidakadilan yang terjadi dalam situasi tersebut? (b) Bagaimana sikap adil yang seharusnya ditunjukkan? (c) Apa hubungannya dengan ajaran Yesus dan Mazmur 9:7-8?
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi dalam format sederhana: situasi — masalah — sikap adil yang seharusnya — kaitan dengan iman Katolik.
  • Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (2-3 menit per kelompok). Guru memberi umpan balik dan melengkapi bila ada poin penting yang terlewat.
  • Guru menegaskan kembali: bersikap adil adalah wujud nyata iman kita kepada Allah yang adil. Iman tanpa perbuatan adalah mati (bdk. Yak 2:17).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan hening sejenak (2 menit). Guru memandu refleksi diri dengan suara tenang: 'Tutup matamu sebentar. Pikirkan satu momen di mana kamu bersikap adil atau tidak adil. Bagaimana perasaanmu saat itu?'
  • Guru membagikan lembar refleksi singkat (atau murid menulis di buku tulis) dengan dua pertanyaan: (1) Satu sikap adil yang sudah aku lakukan minggu ini adalah... (2) Satu sikap adil yang ingin aku wujudkan mulai besok adalah...
  • Murid menuliskan jawaban refleksi selama 5 menit secara mandiri.
  • Guru mengundang 2-3 murid untuk berbagi refleksinya secara sukarela. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan niat baik mereka.
  • Guru mengajak murid membuat komitmen pribadi: menuliskan satu aksi konkret bersikap adil yang akan mereka lakukan dalam satu minggu ke depan, baik di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran hari ini: pengertian keadilan menurut iman Katolik berdasarkan Mazmur 9:7-8, ajaran Yesus tentang keadilan, dan contoh sikap adil dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid menjawab 2 pertanyaan tertulis di selembar kertas kecil — (1) Jelaskan arti keadilan menurut iman Katolik dengan kalimatmu sendiri. (2) Berikan satu contoh sikap adil di sekolah.
  • Guru mengumpulkan kertas jawaban sebagai bukti asesmen sumatif pertemuan ini.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi dan semangat belajar mereka.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Sebagai anak-anak yang beriman, kita dipanggil untuk menjadi agen keadilan di keluarga, sekolah, dan masyarakat kita.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid, mendoakan agar Allah membantu mereka bersikap adil dalam kehidupan sehari-hari.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyederhanakan penjelasan pengertian keadilan dengan contoh nyata yang sangat dekat (misalnya: berbagi jajan dengan adik). Bagi murid yang sudah cepat memahami, guru memberikan tantangan tambahan: mencari satu ayat Kitab Suci lain tentang keadilan dan menjelaskan maknanya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat berpasangan dengan teman sebaya yang lebih cepat saat diskusi kelompok, sehingga tetap dapat berpartisipasi aktif. Murid yang cepat dapat ditugaskan sebagai fasilitator kelompok yang membantu mengarahkan diskusi.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menuliskan jawaban refleksi dalam 1-2 kalimat pendek. Murid yang cepat dapat diminta menulis refleksi lebih panjang atau membuat daftar 3 aksi nyata bersikap adil yang akan mereka lakukan dalam seminggu ke depan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada beberapa murid: 'Apa yang kamu ketahui tentang kata adil?' dan 'Pernahkah kamu melihat ketidakadilan di sekitarmu? Ceritakan secara singkat.'
  • Guru menggunakan respons murid untuk memetakan pemahaman awal dan menyesuaikan penekanan penjelasan pada kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat tanya jawab membaca Mazmur 9:7-8: apakah murid mampu menyebutkan pesan utama ayat tersebut.
  • Observasi diskusi kelompok: guru berkeliling mengamati dan mencatat apakah setiap anggota kelompok dapat mengidentifikasi ketidakadilan dalam kartu situasi dan mengusulkan sikap adil yang tepat.
  • Penilaian presentasi kelompok: apakah murid mampu mengaitkan situasi dengan ajaran Yesus dan Mazmur 9:7-8 secara logis dan jelas.

Akhir:

  • Kuis tertulis singkat 2 soal: (1) Jelaskan pengertian keadilan menurut iman Katolik berdasarkan Mazmur 9:7-8 dengan kalimatmu sendiri. (2) Berikan satu contoh sikap adil yang bisa kamu lakukan di sekolah.
  • Lembar refleksi dan aksi: murid menuliskan satu sikap adil yang telah dilakukan dan satu komitmen aksi untuk minggu ke depan, sebagai bukti internalisasi nilai keadilan.

Formatif:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran untuk mengukur pemahaman awal murid tentang keadilan.
  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati keaktifan, kemampuan berpendapat, dan pemahaman murid selama diskusi kartu situasi.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menghubungkan situasi nyata dengan ajaran Kitab Suci dan nilai keadilan.

Sumatif:

  • Kuis tertulis singkat di penutup: 2 pertanyaan pendek — (1) menjelaskan pengertian keadilan menurut iman Katolik, (2) memberikan contoh sikap adil dalam satu lingkungan kehidupan.
  • Lembar refleksi dan komitmen aksi: menilai kemampuan murid menghubungkan materi dengan kehidupan nyata dan membuat rencana tindak lanjut.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian keadilan menurut iman Katolik (6.4.5.1)Murid belum dapat menjelaskan pengertian keadilan menurut iman Katolik, atau penjelasannya tidak berkaitan dengan Mazmur 9:7-8 maupun ajaran Yesus.Murid dapat menyebutkan pengertian keadilan secara umum, namun belum mengaitkannya dengan Mazmur 9:7-8 atau ajaran Yesus secara tepat.Murid dapat menjelaskan pengertian keadilan menurut iman Katolik dan menyebutkan kaitan dengan Mazmur 9:7-8 atau ajaran Yesus, meskipun penjelasannya masih sederhana.Murid dapat menjelaskan pengertian keadilan menurut iman Katolik secara lengkap, mengaitkannya dengan Mazmur 9:7-8 dan ajaran Yesus tentang keadilan dengan kalimat yang jelas dan logis.
Memberi contoh sikap dan perilaku adil dalam kehidupan sehari-hari (6.4.5.2)Murid belum dapat memberikan contoh sikap adil dalam kehidupan sehari-hari, atau contoh yang diberikan tidak relevan.Murid dapat memberikan satu contoh sikap adil, namun hanya pada satu lingkungan (keluarga, sekolah, atau masyarakat) dan belum dapat menjelaskan alasannya.Murid dapat memberikan contoh sikap adil di dua lingkungan berbeda dan mampu menjelaskan mengapa tindakan tersebut mencerminkan keadilan.Murid dapat memberikan contoh sikap adil di tiga lingkungan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) secara spesifik dan mengaitkannya dengan ajaran iman Katolik tentang keadilan.
Partisipasi dalam diskusi kelompok (Kolaborasi & Komunikasi)Murid tidak aktif dalam diskusi kelompok dan tidak menyumbangkan pendapat.Murid berpartisipasi dalam diskusi tetapi hanya mengikuti pendapat teman tanpa menyampaikan ide sendiri.Murid aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi dan mampu mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid aktif, mampu menyampaikan pendapat yang relevan dan logis, serta membantu mengarahkan diskusi kelompok ke arah yang produktif.
Refleksi dan komitmen aksi (Keimanan dan Ketakwaan)Murid tidak dapat menuliskan refleksi diri maupun komitmen aksi yang berkaitan dengan sikap adil.Murid menuliskan refleksi yang sangat umum tanpa kaitan yang jelas dengan nilai keadilan atau iman Katolik.Murid menuliskan refleksi diri yang jelas dan komitmen aksi yang spesifik, meskipun belum sepenuhnya mengaitkan dengan nilai iman.Murid menuliskan refleksi diri yang mendalam, komitmen aksi yang konkret dan terukur, serta mengaitkannya dengan panggilan iman Katolik untuk menegakkan keadilan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami pengertian keadilan menurut iman Katolik berdasarkan Mazmur 9:7-8? Siapa yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok dengan kartu situasi berjalan efektif dan memberi ruang bagi semua murid untuk berpartisipasi?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk ketiga tahap kegiatan inti — Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi?
  • Apa yang perlu diperbaiki atau diperkuat pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil asesmen akhir murid hari ini?

Refleksi Murid:

  • Hal baru yang aku pelajari hari ini tentang keadilan menurut iman Katolik adalah...
  • Satu sikap adil yang sudah aku lakukan dan aku syukuri adalah...
  • Satu hal yang masih sulit bagiku untuk bersikap adil adalah... dan aku akan mencoba mengatasinya dengan cara...
  • Bagaimana perasaanku setelah belajar bahwa Allah sendiri menghendaki keadilan bagi semua orang?

SUMBER BELAJAR

  1. Kitab Suci — Mazmur 9:7-8 dan Matius 20:1-16 (Injil tentang keadilan Allah)
  2. Yakobus 2:17 (iman tanpa perbuatan adalah mati)
  3. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VI — Bab IV: Bertindak Adil Menurut Hati Nurani
  4. Buku Iman Katolik: Buku Informasi dan Referensi
  5. Kartu situasi buatan guru (3 kartu: situasi keluarga, sekolah, masyarakat)
  6. Papan tulis atau media sederhana untuk menampilkan poin-poin inti pembelajaran
  7. Lembar refleksi dan komitmen aksi (dapat dicetak atau ditulis di buku tulis)
  8. Video pendukung: https://youtu.be/Kiom8yuOU9Y (opsional, jika tersedia proyektor)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.