Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Meneladani Yesus dan Tokoh Kitab Suci dalam Bertindak Menurut Hati Nurani

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Meneladani Yesus dan Tokoh Kitab Suci dalam Bertindak Menurut Hati Nurani". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Meneladani Yesus dan Tokoh Kitab Suci dalam Bertindak Menurut Hati Nurani

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Meneladani Yesus dan Tokoh Kitab Suci dalam Bertindak Menurut Hati Nurani

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMeneladani Yesus dan Tokoh Kitab Suci dalam Bertindak Menurut Hati Nurani
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi sikap Yesus dan tokoh Kitab Suci (Petrus dalam Luk 22:54-62) yang bertindak sesuai atau bertentangan dengan hati nurani, serta pelajaran yang dapat dipetik.
  2. Murid dapat menunjukkan keteladanan Yesus yang taat kepada Allah sebagai contoh bertindak menurut hati nurani yang bersumber pada kebenaran Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa bersalah setelah melakukan sesuatu yang tidak benar? Apa yang hati nurani kalian katakan saat itu?
  2. Mengapa Petrus menangis setelah menyangkal Yesus? Apa hubungannya dengan hati nurani?
  3. Bagaimana cara kita meneladani Yesus yang selalu taat kepada kehendak Allah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa pembuka bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang tahu cerita Petrus menyangkal Yesus? Apa yang kalian ketahui tentang peristiwa itu?'
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi sikap Petrus dan meneladani ketaatan Yesus kepada Allah.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau meminta murid membaca bersama teks Kitab Suci Lukas 22:54-62 tentang Petrus menyangkal Yesus.
  • Guru memberikan penjelasan singkat konteks peristiwa: Yesus ditangkap, Petrus mengikuti dari jauh, lalu tiga kali menyangkal bahwa ia mengenal Yesus.
  • Murid mengidentifikasi tindakan Petrus yang bertentangan dengan hati nurani (menyangkal Yesus karena takut) dan reaksi Petrus setelahnya (menangis dengan sedih karena hati nuraninya menegur).
  • Guru membimbing murid memahami bahwa Yesus tetap taat kepada Allah meskipun menghadapi penderitaan — sebagai contoh sempurna bertindak menurut hati nurani yang bersumber pada kebenaran Allah.
  • Murid mencatat perbedaan sikap: Petrus (awalnya bertentangan dengan hati nurani) vs Yesus (selalu taat pada kehendak Allah).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk mendiskusikan pertanyaan: 'Apa pelajaran dari kisah Petrus? Kapan kita pernah mengalami situasi serupa di kehidupan sehari-hari?'
  • Setiap kelompok menuliskan satu contoh situasi nyata di mana seseorang bisa bertindak sesuai atau bertentangan dengan hati nurani, lalu menuliskan pilihan yang benar menurut teladan Yesus.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
  • Guru memberikan umpan balik dan menegaskan bahwa bertindak menurut hati nurani berarti mengikuti teladan Yesus yang taat kepada kebenaran Allah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individual menuliskan refleksi singkat (3-5 kalimat) dengan panduan: 'Apa yang aku pelajari dari sikap Petrus dan Yesus? Bagaimana aku akan bertindak menurut hati nurani minggu ini?'
  • Beberapa murid secara sukarela membacakan refleksinya di depan kelas.
  • Guru mengajak murid mengevaluasi proses belajar hari ini: 'Apa yang paling berkesan? Apa yang masih ingin kalian ketahui lebih lanjut?'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran: Petrus menyesal karena bertindak bertentangan dengan hati nurani, sedangkan Yesus memberikan teladan sempurna ketaatan kepada Allah.
  • Guru memberikan penguatan: hati nurani yang terang membimbing kita bertindak benar sesuai kehendak Allah.
  • Guru memberikan tugas lanjutan: murid mencatat satu tindakan nyata minggu ini di mana mereka bertindak menurut hati nurani seperti teladan Yesus.
  • Pelajaran ditutup dengan doa penutup bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan ringkasan cerita Luk 22:54-62 dalam bahasa sederhana dengan gambar ilustrasi. Untuk murid cepat, guru menyediakan teks tambahan tentang kisah pertobatan Petrus setelah kebangkitan Yesus (Yoh 21:15-17).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dalam kelompok dengan bimbingan langsung guru. Murid cepat dapat menjadi tutor sebaya dalam kelompok diskusi.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menuliskan 2-3 kalimat refleksi. Murid cepat dapat menuliskan refleksi lebih panjang disertai komitmen tindakan konkret selama satu minggu.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Siapa yang pernah mendengar kisah Petrus menyangkal Yesus? Ceritakan singkat apa yang kalian tahu.'
  • Guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Menurut kalian, apa artinya bertindak menurut hati nurani? Berikan satu contoh.'

Proses:

  • Guru mengamati kemampuan murid mengidentifikasi tindakan Petrus yang bertentangan dengan hati nurani melalui tanya jawab.
  • Guru menilai kualitas diskusi kelompok: apakah murid mampu menghubungkan kisah Kitab Suci dengan pengalaman hidup sehari-hari.
  • Guru memberikan umpan balik langsung saat presentasi kelompok tentang ketepatan mengaitkan teladan Yesus dengan tindakan menurut hati nurani.

Akhir:

  • Murid menulis refleksi individual yang mencakup: (1) identifikasi sikap Petrus dan Yesus, (2) pelajaran yang dipetik, dan (3) rencana tindakan nyata meneladani Yesus dalam bertindak menurut hati nurani.
  • Penilaian menggunakan rubrik 4 level berdasarkan kelengkapan, kedalaman pemahaman, dan relevansi rencana tindakan.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman terhadap teks Luk 22:54-62.
  • Penilaian sejawat saat presentasi kelompok.

Sumatif:

  • Penilaian tulisan refleksi individual murid berdasarkan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi sikap tokoh Kitab Suci (TP 6.4.3.1)Belum mampu menyebutkan sikap Petrus maupun Yesus dalam peristiwa Luk 22:54-62.Mampu menyebutkan sikap Petrus atau Yesus tetapi belum dapat menjelaskan kaitannya dengan hati nurani.Mampu mengidentifikasi sikap Petrus yang bertentangan dengan hati nurani dan sikap Yesus yang taat, serta menyebutkan pelajaran yang dipetik.Mampu mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam sikap Petrus dan Yesus, menjelaskan kaitan dengan hati nurani, serta menarik pelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Menunjukkan keteladanan Yesus (TP 6.4.3.2)Belum mampu menyebutkan contoh ketaatan Yesus kepada Allah.Mampu menyebutkan bahwa Yesus taat kepada Allah tetapi belum dapat menjelaskan bagaimana hal itu menjadi teladan bertindak menurut hati nurani.Mampu menjelaskan ketaatan Yesus kepada Allah sebagai teladan bertindak menurut hati nurani dan menuliskan rencana tindakan sederhana.Mampu menjelaskan secara mendalam ketaatan Yesus sebagai sumber kebenaran bagi hati nurani, menghubungkannya dengan situasi nyata, dan menuliskan komitmen tindakan konkret yang terukur.
Kemampuan refleksi dan komunikasiBelum mampu menuliskan refleksi atau mengungkapkan pendapat tentang materi.Mampu menuliskan refleksi singkat tetapi belum menunjukkan hubungan antara materi dengan pengalaman pribadi.Mampu menuliskan refleksi yang menghubungkan materi Kitab Suci dengan pengalaman pribadi dan menyampaikannya dengan jelas.Mampu menuliskan refleksi mendalam yang mengintegrasikan pemahaman Kitab Suci, pengalaman pribadi, dan rencana tindakan nyata, serta mampu mengomunikasikannya dengan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu mengidentifikasi perbedaan sikap Petrus dan Yesus terkait hati nurani?
  • Apakah metode diskusi kelompok efektif membantu murid mengaitkan kisah Kitab Suci dengan kehidupan sehari-hari?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya agar pemahaman murid lebih mendalam?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah Petrus dan Yesus yang kita pelajari hari ini?
  • Apa yang aku pelajari tentang hati nurani dari sikap Petrus yang menyangkal Yesus?
  • Bagaimana aku akan meneladani ketaatan Yesus kepada Allah dalam tindakanku sehari-hari?
  • Apakah ada hal yang masih membingungkan dan ingin aku tanyakan lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Kitab Suci: Lukas 22:54-62 (Petrus Menyangkal Yesus)
  2. Kitab Suci: Yohanes 21:15-17 (materi pengayaan tentang pemulihan Petrus)
  3. Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 1776-1778 tentang hati nurani
  4. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbud)
  5. Komkat KWI. Menjadi Sahabat Yesus. Pendidikan Agama Katolik untuk SD Kelas VI. Yogyakarta: Kanisius, 2010.
  6. Komkat KWI. Belajar Mengenal Yesus. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI. Yogyakarta: Kanisius, 2017.
  7. Gambar ilustrasi peristiwa Petrus menyangkal Yesus (disiapkan guru)
  8. Lembar kerja diskusi kelompok dan lembar refleksi individual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.