Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Gereja yang Berciri Apostolik

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Gereja yang Berciri Apostolik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Gereja yang Berciri Apostolik

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Gereja yang Berciri Apostolik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikGereja yang Berciri Apostolik
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan arti Gereja bersifat apostolik karena iman dan kepemimpinannya berlandaskan pada para rasul sebagai penerus ajaran Kristus.
  2. Murid mampu menyebutkan contoh kegiatan yang menampilkan ciri apostolik Gereja dalam kehidupan menggereja sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian tahu, dari mana asal mula ajaran Gereja yang kita imani sampai hari ini?
  2. Jika para rasul tidak mewartakan ajaran Yesus, menurutmu apa yang akan terjadi dengan Gereja saat ini?
  3. Pernahkah kamu melihat atau mengikuti kegiatan di Gereja yang menunjukkan bahwa Gereja kita mewarisi ajaran para rasul?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa pembuka yang dipimpin oleh salah satu murid.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan: 'Siapa yang masih ingat tiga ciri Gereja yang sudah kita pelajari sebelumnya? Sebutkan!' (satu, kudus, katolik) dan bertanya: 'Menurutmu, dari mana ajaran iman kita berasal?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Apakah kalian tahu, dari mana asal mula ajaran Gereja yang kita imani sampai hari ini?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Gereja Bagai Bahtera' untuk membangun suasana menggembirakan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks dari Buku Siswa (halaman 122–123) tentang empat ciri Gereja, fokus pada bagian 'Gereja yang Apostolik'.
  • Murid membaca teks secara mandiri selama 5 menit, sambil menggarisbawahi kata-kata kunci seperti: para rasul, dasar pengajaran, Roh Kudus, warisan iman, penerus ajaran Kristus.
  • Guru menampilkan gambar atau slide tentang para rasul yang mewartakan Injil dan menjelaskan bahwa Gereja berciri apostolik artinya: (a) Gereja berdiri atas dasar pengajaran para rasul, (b) Roh Kudus menjaga dan meneruskan ajaran iman dari para rasul, (c) iman akan Kristus diteruskan dari generasi ke generasi.
  • Guru menggunakan metafora sederhana: 'Seperti rantai yang tidak putus, ajaran Yesus diteruskan dari para rasul ke uskup, lalu imam, dan sampai kepada kita hari ini.'
  • Murid mencatat tiga poin penting tentang arti Gereja apostolik di buku catatan masing-masing.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4–5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi tugas: 'Diskusikan dan tuliskan minimal 3 contoh kegiatan dalam kehidupan menggereja sehari-hari yang menampilkan ciri apostolik Gereja! Jelaskan alasan mengapa kegiatan tersebut mencerminkan ciri apostolik.'
  • Murid berdiskusi dalam kelompok selama 15 menit. Guru berkeliling memantau, memberikan bimbingan, dan memastikan semua anggota aktif berpartisipasi.
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi pada kertas plano/karton kecil yang disediakan guru.
  • Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara bergantian.
  • Guru memberikan umpan balik dan mengklarifikasi jawaban murid, mengaitkan contoh kegiatan (misalnya: pelajaran agama di sekolah Minggu, pembacaan Kitab Suci dalam misa, katekese persiapan komuni pertama, homili pastor yang mengajarkan iman para rasul) dengan ciri apostolik Gereja.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan hening sejenak.
  • Murid mengisi lembar refleksi individu dengan pertanyaan: (1) Apa hal baru yang aku pahami tentang Gereja yang apostolik? (2) Kegiatan apa yang pernah aku ikuti di Gereja yang menunjukkan ciri apostolik? (3) Apa yang akan aku lakukan untuk ikut meneruskan ajaran iman para rasul dalam kehidupanku?
  • Guru memberikan kesempatan kepada 2–3 murid untuk membagikan refleksinya secara sukarela.
  • Guru menegaskan kembali bahwa setiap murid adalah bagian dari rantai penerusan iman para rasul, dan mereka pun dipanggil untuk mewartakan iman kepada sesama.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Gereja apostolik artinya Gereja yang berlandaskan ajaran para rasul dan meneruskan iman dari generasi ke generasi.
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa tanya jawab lisan atau kuis singkat untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan memberikan penguatan positif.
  • Guru menutup dengan doa bersama menggunakan doa penutup dari Buku Panduan Guru halaman 160: 'Ya Yesus Kepala Gereja...' dan ditutup dengan tanda salib.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan pendampingan lebih: guru menyediakan ringkasan materi dengan kalimat sederhana dan gambar ilustrasi. Untuk murid yang sudah mahir: guru memberikan teks tambahan tentang kisah para rasul dalam Kisah Para Rasul 2:42-47.
  • Proses: Untuk murid yang lambat: diberikan bimbingan individual saat diskusi kelompok dan dipasangkan dengan teman sebaya yang suportif. Untuk murid yang cepat: diberikan pertanyaan tantangan seperti 'Apa hubungan antara Gereja apostolik dan sakramen imamat? Mengapa uskup disebut sebagai penerus para rasul?'
  • Produk: Untuk murid yang lambat: hasil diskusi cukup dalam bentuk poin-poin sederhana. Untuk murid yang cepat: hasil diskusi dapat dilengkapi dengan gambar atau peta konsep kreatif tentang rantai penerusan ajaran dari para rasul hingga masa kini.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan diagnostik: 'Siapa yang masih ingat tiga ciri Gereja yang sudah kita pelajari sebelumnya? Sebutkan!' (mengecek pemahaman prasyarat: Gereja satu, kudus, katolik)
  • Guru bertanya: 'Menurutmu, dari mana ajaran iman kita berasal?' (mengecek pengetahuan awal tentang para rasul sebagai sumber ajaran)

Proses:

  • Guru mengobservasi keaktifan murid saat membaca dan menggarisbawahi kata kunci dalam teks.
  • Guru menilai proses diskusi kelompok menggunakan lembar observasi: partisipasi anggota, kemampuan menyampaikan pendapat, dan kerja sama tim.
  • Guru menilai hasil LKPD setiap kelompok: ketepatan contoh kegiatan, kesesuaian alasan dengan ciri apostolik, dan kejelasan penulisan.
  • Guru memberikan umpan balik lisan saat presentasi kelompok untuk memperkuat pemahaman dan mengoreksi miskonsepsi.
  • Guru memeriksa lembar refleksi individu untuk menilai kedalaman pemahaman dan kesadaran diri murid.

Akhir:

  • Guru memberikan kuis singkat berisi 3 pertanyaan: (1) Sebutkan 3 arti Gereja yang apostolik! (2) Mengapa Gereja disebut apostolik? (3) Berikan 2 contoh kegiatan yang menunjukkan ciri apostolik Gereja!
  • Murid menjawab secara lisan atau ditulis di kertas kecil dan dikumpulkan sebelum pulang.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok (menggunakan lembar observasi kelompok)
  • Penilaian presentasi hasil diskusi kelompok (menggunakan rubrik presentasi)
  • Penilaian diri melalui lembar refleksi individu

Sumatif:

  • Kuis lisan atau tulis singkat di akhir pembelajaran untuk mengukur pemahaman murid tentang arti Gereja apostolik dan contoh kegiatannya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arti Gereja bersifat apostolikBelum mampu menyebutkan arti Gereja apostolik meskipun dengan bimbingan guru.Mampu menyebutkan 1 dari 3 arti Gereja apostolik dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan 2 dari 3 arti Gereja apostolik dengan bahasa sendiri dan cukup tepat.Mampu menjelaskan 3 arti Gereja apostolik dengan bahasa sendiri secara lengkap dan tepat, serta mampu mengaitkannya dengan peran para rasul.
Menyebutkan contoh kegiatan yang menampilkan ciri apostolikBelum mampu menyebutkan contoh kegiatan yang berkaitan dengan ciri apostolik Gereja.Mampu menyebutkan 1 contoh kegiatan namun belum dapat menjelaskan alasannya.Mampu menyebutkan 2 contoh kegiatan yang tepat dan memberikan alasan yang cukup jelas.Mampu menyebutkan 3 atau lebih contoh kegiatan yang tepat, menjelaskan alasan keterkaitannya dengan ciri apostolik secara meyakinkan, dan merefleksikan pengalaman pribadinya.
Partisipasi dalam diskusi kelompokPasif, tidak terlibat dalam diskusi atau justru mengganggu kelompok.Sesekali terlibat dalam diskusi namun masih perlu dorongan guru dan teman.Aktif menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi dalam menyelesaikan tugas kelompok.Sangat aktif, menjadi penggerak diskusi, mampu menghargai dan merangkum pendapat teman, serta membantu anggota kelompok yang kesulitan.
Refleksi pribadi tentang ciri apostolikMenuliskan refleksi tidak sesuai topik atau tidak mengumpulkan lembar refleksi.Menuliskan refleksi secara singkat dan belum menunjukkan keterkaitan antara pemahaman dan pengalaman pribadi.Menuliskan refleksi dengan jelas: menyebutkan pemahaman baru, pengalaman pribadi, dan rencana tindak lanjut yang cukup relevan.Menuliskan refleksi secara mendalam dan jujur: menunjukkan pemahaman yang kuat, mengaitkan pengalaman pribadi dengan tepat, dan merumuskan komitmen konkret untuk ikut meneruskan ajaran iman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid menunjukkan pemahaman yang baik tentang arti Gereja apostolik? Bagian mana yang masih membingungkan bagi mereka?
  • Apakah metode diskusi kelompok efektif untuk membantu murid menemukan contoh nyata ciri apostolik? Jika belum, perbaikan apa yang perlu dilakukan?
  • Bagaimana keterlibatan seluruh murid? Apakah ada murid yang perlu perhatian khusus pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu mencukupi? Apakah tahapan Memahami-Mengaplikasi-Merefleksi berjalan sesuai rencana?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang aku pahami tentang Gereja yang apostolik hari ini?
  • Kegiatan apa yang pernah aku ikuti di Gereja yang menunjukkan ciri apostolik? Ceritakan pengalamanmu!
  • Bagaimana perasaanku saat belajar hari ini? Apakah ada bagian yang masih belum aku mengerti?
  • Apa yang akan aku lakukan untuk ikut meneruskan ajaran iman para rasul dalam kehidupanku sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, halaman 122–124 (tentang Gereja yang apostolik).
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, halaman 148–160.
  3. Alkitab (Kisah Para Rasul 2:42-47 dan Matius 18:20).
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) tentang contoh kegiatan yang menampilkan ciri apostolik Gereja.
  5. Kertas plano/karton kecil dan spidol untuk presentasi kelompok.
  6. Slide/gambar tentang para rasul yang mewartakan Injil dan rantai penerusan iman.
  7. Lembar refleksi individu.
  8. Lagu 'Gereja Bagai Bahtera' (bisa diputar melalui speaker atau dinyanyikan bersama).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.