Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Gereja yang Berciri Satu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Gereja yang Berciri Satu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Gereja yang Berciri Satu

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Gereja yang Berciri Satu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikGereja yang Berciri Satu
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan arti Gereja bersifat satu dalam iman, pembaptisan, dan kepemimpinan sebagai bagian dari ciri Gereja yang melanjutkan karya Sang Juruselamat.
  2. Murid mampu memberikan contoh nyata tindakan yang mencerminkan kesatuan Gereja dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang beriman kristiani.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa senang karena berdoa atau pergi ke Misa bersama banyak orang? Apa yang kamu rasakan saat itu?
  2. Menurutmu, mengapa umat Katolik di seluruh dunia yang berbeda bahasa dan budaya bisa menyebut diri mereka satu Gereja?
  3. Apa artinya 'satu' dalam kalimat 'Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, Katolik, dan apostolik' yang kita ucapkan setiap Misa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka bersama-sama.
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan menanyakan kabar, menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan gambar beberapa umat Katolik dari berbagai negara yang sedang berdoa bersama, lalu mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu. Murid diminta menjawab secara lisan atau menuliskan satu kata kunci di kertas sticky note yang kemudian ditempelkan di papan.
  • Guru menginventarisasi jawaban murid untuk memetakan pemahaman awal dan menyesuaikan penekanan materi.
  • Guru menyampaikan topik, tujuan pembelajaran, dan alur kegiatan hari ini secara singkat dan jelas.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau meminta murid membaca teks singkat dari Buku Siswa mengenai pengertian Gereja yang berciri satu (satu iman, satu pembaptisan, satu kepemimpinan di bawah Paus sebagai pengganti Rasul Petrus).
  • Guru menampilkan ayat kunci: Mat 18:20 ('Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka') dan penggalan Syahadat Iman ('Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik'). Murid diajak membaca bersama dengan khidmat.
  • Guru menjelaskan tiga pilar kesatuan Gereja menggunakan media visual sederhana (bagan/poster): (1) Satu Iman — seluruh umat Katolik percaya kepada Yesus Kristus; (2) Satu Pembaptisan — semua anggota Gereja masuk melalui sakramen baptis yang sama; (3) Satu Kepemimpinan — seluruh Gereja dipimpin oleh Paus bersama para uskup sebagai penerus para rasul.
  • Guru memberi kesempatan murid untuk bertanya hal yang belum dipahami dari penjelasan tersebut.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi 4-5 kelompok kecil (3-4 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok menerima lembar kerja berisi sebuah skenario kehidupan nyata (contoh: 'Saat Misa Minggu, kamu berdoa bersama umat lain yang berbeda usia dan latar belakang' / 'Saat teman dari paroki lain mengunjungi sekolah dan kalian berdoa bersama' / 'Saat kalian ikut Pekan Doa Sedunia bersama komunitas lain'). Kelompok berdiskusi: apakah situasi ini mencerminkan kesatuan Gereja? Pilar mana yang tampak?
  • Setiap kelompok menuliskan minimal dua contoh tindakan nyata yang bisa mereka lakukan sehari-hari untuk mencerminkan kesatuan Gereja (misalnya: aktif mengikuti Misa bersama, berdoa Rosario bersama keluarga, menghormati dan rukun dengan sesama umat Katolik di mana pun).
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat di depan kelas. Kelompok lain boleh menanggapi atau menambahkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali melihat sticky note yang mereka tulis di awal. Apakah pemahaman mereka bertambah atau berubah? Beberapa murid diundang berbagi secara sukarela.
  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi diri (penilaian sikap) berupa tabel centang dari Buku Siswa: 'Seluruh umat Katolik satu iman dan satu pembaptisan' dan 'Iman Gereja berlandaskan iman para rasul' — dengan pilihan: Sangat Percaya / Cukup Percaya / Kurang Percaya / Tidak Percaya.
  • Guru memandu murid membaca dan merenungkan doa penutup bersama: 'Melalui karya pewartaan para rasul, dengan dijiwai oleh Roh Kudus, kami mengenal dan mengimani Engkau sebagai Juruselamat kami. Kuatkanlah iman kami, agar kami mampu mewujudkan sifat dan ciri Gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik. Karena Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: tiga pilar kesatuan Gereja dan contoh tindakan nyata yang bisa dilakukan.
  • Guru memberikan asesmen akhir tertulis singkat (3-4 soal isian/uraian singkat) untuk mengukur ketercapaian TP 6.3.2.1 dan 6.3.2.2.
  • Guru memberikan pesan penutup: mengajak murid untuk mempraktikkan satu tindakan kesatuan Gereja di rumah atau lingkungan sekitar sebelum pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya secara singkat agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa penutup bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan teks bacaan dengan kalimat yang lebih pendek dan disertai gambar ilustrasi tiga pilar kesatuan Gereja. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru menyediakan teks tambahan berupa kutipan singkat dari Katekismus Gereja Katolik tentang makna Gereja yang satu.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: saat diskusi kelompok, guru atau teman sebangku mendampingi dan memberikan pertanyaan pemandu yang lebih terstruktur ('Pilar mana yang kamu lihat? Apa yang dilakukan?'). Untuk murid yang sudah cepat: diberikan tantangan tambahan berupa pertanyaan analisis ('Menurutmu, apa yang bisa memecah kesatuan Gereja dan bagaimana cara mencegahnya?').
  • Produk: Murid boleh memilih cara menuangkan hasil refleksi: menulis teks singkat, membuat daftar poin, atau menggambar simbol kesatuan Gereja disertai keterangan singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar umat Katolik dari berbagai negara yang berdoa bersama dan mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan.
  • Murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat di sticky note sebagai respons terhadap pertanyaan: 'Apa yang membuat umat Katolik di seluruh dunia bisa disebut satu Gereja?'
  • Guru memetakan jawaban murid untuk mengetahui pemahaman awal dan miskonsepsi yang mungkin ada sebelum materi disampaikan.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok: guru berkeliling mengamati proses diskusi, mencatat murid yang aktif memberikan ide dan yang masih pasif.
  • Guru memeriksa lembar kerja kelompok: apakah skenario dianalisis dengan benar dan contoh tindakan yang diberikan relevan dengan tiga pilar kesatuan Gereja.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan dan mengkomunikasikan hasil diskusi secara lisan.
  • Lembar refleksi diri (tabel centang sikap): digunakan guru untuk memahami tingkat keyakinan murid terhadap nilai-nilai kesatuan Gereja.

Akhir:

  • Soal 1 (isian): Sebutkan tiga pilar yang membuat Gereja Katolik disebut 'satu'!
  • Soal 2 (uraian singkat): Jelaskan dengan kata-katamu sendiri apa artinya 'satu pembaptisan' dalam Gereja Katolik!
  • Soal 3 (uraian singkat): Tuliskan dua contoh tindakan nyata yang dapat kamu lakukan sehari-hari untuk mencerminkan kesatuan Gereja!
  • Soal 4 (refleksi): Menurutmu, mengapa penting bagi orang Katolik untuk menjaga kesatuan Gereja?

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan keaktifan murid selama diskusi kelompok menggunakan lembar ceklis keaktifan.
  • Tanggapan lisan murid saat presentasi kelompok: apakah contoh tindakan yang diberikan relevan dan tepat.
  • Sticky note awal dan lembar refleksi diri (tabel centang sikap) sebagai bukti proses berpikir murid.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis akhir: 3-4 soal isian/uraian singkat yang mengukur kemampuan menjelaskan arti Gereja bersifat satu (TP 6.3.2.1) dan kemampuan memberikan contoh tindakan nyata kesatuan Gereja (TP 6.3.2.2).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arti Gereja bersifat satu (TP 6.3.2.1)Murid belum dapat menyebutkan atau menjelaskan pilar kesatuan Gereja meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan satu pilar kesatuan Gereja namun penjelasannya belum tepat atau masih sangat terbatas.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan dua dari tiga pilar kesatuan Gereja (satu iman, satu pembaptisan, satu kepemimpinan) dengan cukup tepat.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan ketiga pilar kesatuan Gereja (satu iman, satu pembaptisan, satu kepemimpinan) dengan tepat, jelas, dan menggunakan bahasanya sendiri.
Memberikan contoh tindakan nyata kesatuan Gereja (TP 6.3.2.2)Murid belum dapat memberikan contoh tindakan yang mencerminkan kesatuan Gereja, atau contoh yang diberikan tidak relevan.Murid memberikan satu contoh tindakan, namun belum dikaitkan secara jelas dengan kesatuan Gereja.Murid memberikan dua contoh tindakan nyata yang relevan dan mampu menghubungkannya dengan ciri Gereja yang satu.Murid memberikan dua atau lebih contoh tindakan nyata yang relevan, dikaitkan dengan ciri Gereja yang satu secara tepat, dan disertai alasan yang logis berdasarkan iman Kristiani.
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi.Murid hadir dalam diskusi namun kontribusinya sangat minimal dan masih perlu banyak dorongan dari guru atau teman.Murid aktif berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid sangat aktif berdiskusi, mengemukakan pendapat yang relevan, mendengarkan dan menanggapi pendapat teman secara konstruktif, serta membantu teman yang kesulitan.
Sikap iman terhadap kesatuan Gereja (penilaian diri)Murid menyatakan tidak percaya pada semua pernyataan sikap dalam lembar refleksi diri.Murid menyatakan kurang percaya pada sebagian besar pernyataan sikap dan belum dapat menjelaskan alasannya.Murid menyatakan cukup percaya hingga sangat percaya pada sebagian besar pernyataan sikap dan dapat memberikan alasan singkat.Murid menyatakan sangat percaya pada semua pernyataan sikap dan mampu mengungkapkan alasannya dengan kalimat yang mencerminkan pemahaman iman yang mendalam.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami ketiga pilar kesatuan Gereja setelah pembelajaran ini? Siapa yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid di awal pembelajaran?
  • Apakah waktu diskusi kelompok dan presentasi cukup atau perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah metode diferensiasi yang saya terapkan sudah menjawab kebutuhan belajar murid yang beragam?
  • Contoh tindakan nyata apa yang paling banyak disebutkan murid? Apakah contoh-contoh tersebut cukup kontekstual dengan kehidupan nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang Gereja yang berciri satu?
  • Dari tiga pilar kesatuan Gereja (satu iman, satu pembaptisan, satu kepemimpinan), mana yang paling berkesan bagimu dan mengapa?
  • Satu tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk mencerminkan kesatuan Gereja dalam hidupmu sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VI (Bab III: Gereja Melanjutkan Karya Sang Juruselamat, Pelajaran 9)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VI
  3. Alkitab: Matius 18:20
  4. Teks Syahadat / Kredo Iman Katolik
  5. Gambar/poster visual tiga pilar kesatuan Gereja (dibuat guru atau dicetak)
  6. Lembar kerja diskusi kelompok (skenario kehidupan nyata)
  7. Lembar refleksi diri / penilaian sikap (tabel centang)
  8. Sticky note / kertas tempel berwarna untuk asesmen awal
  9. Papan tulis atau media tayang (proyektor/TV) untuk menampilkan gambar dan ayat kunci

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.