Modul AjarPertemuan 11Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab III: Gereja Melanjutkan Karya Sang Juruselamat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab III: Gereja Melanjutkan Karya Sang Juruselamat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab III: Gereja Melanjutkan Karya Sang Juruselamat

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab III: Gereja Melanjutkan Karya Sang Juruselamat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAsesmen Sumatif Bab III: Gereja Melanjutkan Karya Sang Juruselamat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menunjukkan pemahaman tentang ciri dan sifat Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik serta makna persekutuan para kudus melalui asesmen sumatif.
  2. Murid mampu merefleksikan keterlibatannya dalam kehidupan menggereja sebagai perwujudan iman kristiani yang melanjutkan karya Sang Juruselamat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa artinya bagimu menjadi bagian dari Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Bagaimana kamu ikut melanjutkan karya Yesus sebagai anggota Gereja di lingkungan keluarga dan sekolahmu?
  3. Siapakah 'persekutuan para kudus' itu, dan mengapa mereka penting bagi kita yang masih hidup di dunia ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak berdoa bersama sebagai pembuka, memohon Roh Kudus hadir dalam kegiatan hari ini.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan penutup Bab III, yaitu asesmen sumatif untuk mengukur pemahaman tentang Gereja Melanjutkan Karya Sang Juruselamat.
  • Diagnostik singkat (asesmenAwal): Guru mengajukan 1–2 pertanyaan lisan kepada seluruh kelas, misalnya 'Sebutkan empat sifat Gereja!' dan 'Apa yang dimaksud persekutuan para kudus?' untuk memetakan kesiapan murid sebelum asesmen dimulai.
  • Guru memberikan motivasi singkat: mengingatkan murid bahwa asesmen ini adalah kesempatan untuk menunjukkan apa yang sudah mereka pelajari dengan penuh percaya diri dan jujur.
  • Guru menjelaskan teknis pelaksanaan asesmen: alokasi waktu, tata tertib, dan bentuk soal yang akan dikerjakan.
  • Guru mempersilakan murid menyiapkan alat tulis dan mengambil lembar soal yang dibagikan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membacakan instruksi soal asesmen sumatif tertulis secara perlahan dan jelas, memastikan semua murid memahami petunjuk pengerjaan sebelum memulai.
  • Murid mengerjakan bagian soal pengetahuan: (1) Tuliskan empat sifat Gereja; (2) Tuliskan 4 cara hidup Jemaat Perdana berdasarkan Kis 2:41–47; (3) Jelaskan arti Gereja bersifat satu; (4) Jelaskan arti Gereja bersifat kudus; (5) Jelaskan arti Gereja bersifat katolik; (6) Jelaskan arti Gereja bersifat apostolik; (7) Tuliskan contoh kegiatan yang menampilkan ciri apostolik Gereja. (Alokasi: ±20 menit)
  • Guru memantau suasana asesmen dengan berkeliling kelas secara tenang, memastikan murid mengerjakan secara mandiri dan kondusif.
  • Bagi murid yang mengalami kebingungan pada petunjuk soal (bukan materi), guru boleh memberikan klarifikasi teknis secara singkat.

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Setelah menyelesaikan soal pengetahuan, murid mengerjakan bagian asesmen sikap: mengisi lembar penilaian diri dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang paling sesuai (Sangat Percaya / Cukup Percaya / Kurang Percaya / Tidak Percaya) terhadap pernyataan-pernyataan tentang keterlibatan mereka dalam kehidupan menggereja. (Alokasi: ±10 menit)
  • Murid juga menuliskan satu contoh nyata keterlibatan mereka dalam kegiatan Gereja atau lingkungan (misalnya: ikut doa lingkungan, misdinar, pendalaman iman, bakti sosial) sebagai wujud melanjutkan karya Sang Juruselamat.
  • Guru mencatat murid yang tampak kesulitan mengisi lembar sikap sebagai bahan umpan balik dan tindak lanjut setelah asesmen.

Merefleksi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setelah semua lembar dikumpulkan, guru mengajak murid duduk santai dan bernapas sejenak. (Alokasi: ±10 menit)
  • Guru memandu refleksi lisan singkat dengan pertanyaan: 'Bagian mana dari materi Bab III yang paling berkesan bagimu?' dan 'Apa satu hal yang ingin kamu lakukan sebagai anggota Gereja setelah mempelajari bab ini?'
  • Beberapa murid (2–3 orang secara sukarela) berbagi refleksi mereka kepada kelas. Guru merespons dengan apresiasi dan penguatan positif.
  • Guru merangkum secara singkat inti Bab III: Gereja dipanggil melanjutkan karya Yesus melalui ciri satu, kudus, katolik, apostolik, dan persekutuan para kudus — dan kita semua adalah bagian dari Gereja itu.

Penutup:

  • Guru menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha dan kejujuran dalam mengerjakan asesmen.
  • Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan pada pertemuan berikutnya disertai umpan balik individual.
  • Guru mengingatkan murid untuk terus terlibat aktif dalam kehidupan menggereja sebagai bentuk iman yang hidup.
  • Kegiatan ditutup dengan doa penutup bersama, dipimpin oleh salah satu murid secara bergiliran.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan, guru dapat menyediakan lembar soal dengan petunjuk yang lebih rinci atau kata kunci (contoh: kolom isian dengan huruf awal jawaban tersedia). Untuk murid yang sudah sangat siap, tambahkan satu pertanyaan pengayaan: 'Bagaimana kamu dapat menjadi tanda Gereja yang apostolik di sekolahmu?'
  • Proses: Guru memberikan waktu tambahan (hingga 5 menit) bagi murid yang memerlukan lebih banyak waktu dalam mengorganisasikan jawaban mereka, tanpa mengurangi kemandirian pengerjaan. Murid yang selesai lebih awal dapat mulai mengisi bagian refleksi diri di lembar yang tersedia.
  • Produk: Murid dengan gaya belajar yang lebih visual diperbolehkan menambahkan sketsa/bagan sederhana pada jawaban mereka untuk menjelaskan konsep (misalnya diagram empat sifat Gereja), selama tidak menggantikan jawaban tertulis yang diminta.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat sebelum lembar soal dibagikan: guru mengajukan pertanyaan 'Sebutkan empat sifat Gereja!' dan 'Siapakah yang dimaksud persekutuan para kudus?' untuk memetakan kesiapan kognitif murid dan menyesuaikan dukungan yang diperlukan selama asesmen.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan soal: guru mencatat murid yang tampak kesulitan, tidak fokus, atau memerlukan klarifikasi teknis.
  • Pemantauan pengisian lembar sikap: guru mencermati konsistensi dan kejujuran murid dalam menilai diri sendiri terkait keterlibatan menggereja.
  • Refleksi lisan sukarela setelah lembar dikumpulkan: guru mendengarkan dan mencatat kedalaman pemahaman serta internalisasi nilai yang disampaikan murid.

Akhir:

  • Tes tertulis uraian 7 soal (skor maksimal 70, dikonversi ke skala 100) mencakup: empat sifat Gereja, cara hidup Jemaat Perdana, penjelasan masing-masing sifat Gereja (satu, kudus, katolik, apostolik), dan contoh kegiatan apostolik.
  • Penilaian diri sikap menggunakan lembar centang 4 skala tentang kepercayaan diri dan keterlibatan dalam kehidupan menggereja.
  • Tulisan singkat satu contoh nyata keterlibatan murid dalam kegiatan Gereja sebagai perwujudan iman melanjutkan karya Sang Juruselamat.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pertemuan untuk memetakan kesiapan murid.
  • Observasi guru selama proses pengerjaan asesmen: memantau kemandirian, fokus, dan ketekunan murid.
  • Refleksi lisan di akhir kegiatan inti: murid menyampaikan hal yang berkesan dan rencana tindak lanjut sebagai anggota Gereja.

Sumatif:

  • Tes tertulis uraian: 7 soal tentang ciri dan sifat Gereja serta kehidupan Jemaat Perdana (total skor 70, nilai = skor/70 x 100).
  • Penilaian diri (self-assessment) sikap: lembar centang keterlibatan dalam kehidupan menggereja dengan 4 skala (Sangat Percaya, Cukup Percaya, Kurang Percaya, Tidak Percaya).
  • Penulisan contoh nyata keterlibatan dalam kegiatan Gereja sebagai bukti perwujudan iman kristiani.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Ciri dan Sifat Gereja (Satu, Kudus, Katolik, Apostolik)Murid tidak dapat menyebutkan atau menjelaskan sifat-sifat Gereja dengan benar. Jawaban kosong atau sangat tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1–2 sifat Gereja tetapi penjelasannya masih sangat terbatas atau keliru pada sebagian besar soal.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan 3–4 sifat Gereja dengan cukup tepat, meskipun ada beberapa bagian yang kurang lengkap.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan keempat sifat Gereja (satu, kudus, katolik, apostolik) dengan tepat, jelas, dan disertai contoh yang relevan.
Pemahaman Persekutuan Para Kudus dan Kehidupan Jemaat PerdanaMurid tidak dapat menjelaskan makna persekutuan para kudus maupun cara hidup Jemaat Perdana.Murid dapat menyebutkan 1–2 cara hidup Jemaat Perdana atau memberikan penjelasan yang sangat umum tentang persekutuan para kudus.Murid dapat menyebutkan 3–4 cara hidup Jemaat Perdana dan menjelaskan persekutuan para kudus dengan cukup tepat.Murid dapat menyebutkan 4 cara hidup Jemaat Perdana (Kis 2:41–47) dengan benar dan menjelaskan makna persekutuan para kudus secara lengkap dan tepat.
Refleksi Keterlibatan dalam Kehidupan MenggerejaMurid tidak dapat menuliskan contoh keterlibatan dalam kehidupan menggereja atau refleksi yang ditulis tidak relevan dengan tema.Murid menuliskan satu contoh keterlibatan yang sangat umum tanpa kaitan yang jelas dengan melanjutkan karya Sang Juruselamat.Murid menuliskan contoh keterlibatan yang relevan dalam kegiatan Gereja dan mampu mengaitkannya secara sederhana dengan karya Sang Juruselamat.Murid menuliskan contoh keterlibatan nyata yang spesifik, mengaitkannya secara reflektif dengan makna menjadi anggota Gereja yang melanjutkan karya Sang Juruselamat, dan menunjukkan internalisasi iman yang mendalam.
Kemandirian dan Kejujuran dalam AsesmenMurid tidak mengerjakan asesmen secara mandiri, terlihat menyontek atau tidak mengikuti tata tertib yang disepakati.Murid berusaha mengerjakan secara mandiri tetapi masih terlihat ragu dan perlu dorongan berulang dari guru untuk fokus.Murid mengerjakan asesmen secara mandiri dan cukup fokus sepanjang waktu yang diberikan.Murid mengerjakan asesmen sepenuhnya secara mandiri, jujur, fokus, dan mengelola waktu dengan baik hingga seluruh bagian soal terselesaikan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu asesmen sudah cukup bagi semua murid untuk menyelesaikan seluruh soal dengan tenang?
  • Apakah instruksi soal disampaikan dengan cukup jelas sehingga murid tidak mengalami kebingungan teknis?
  • Murid mana yang memerlukan tindak lanjut atau remediasi berdasarkan hasil asesmen ini, dan apa strategi yang akan saya gunakan?
  • Apakah kegiatan refleksi di akhir berhasil mendorong murid mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Bagian materi Bab III mana yang paling mudah kamu pahami dan bagian mana yang masih terasa sulit bagimu?
  • Apakah kamu sudah menjawab semua soal dengan usaha terbaikmu dan secara jujur?
  • Satu kegiatan apa yang akan kamu lakukan dalam waktu dekat sebagai bentuk nyata menjadi anggota Gereja yang melanjutkan karya Sang Juruselamat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI — FX. Dapiyanta & Marianus Didi Kasmudi (ISBN: 978-602-244-690-3), Bab III hal. 108–109
  2. Buku Guru: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Bab III hal. 147–161
  3. Kitab Suci: Kisah Para Rasul 2:41–47 (cara hidup Jemaat Perdana)
  4. Lembar soal asesmen sumatif tertulis (disiapkan guru berdasarkan kisi-kisi Bab III)
  5. Lembar penilaian diri sikap (self-assessment) dengan skala 4 tingkat
  6. Alat tulis murid (pulpen/pensil)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.