MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Mewujudkan Kerinduan akan Juruselamat dalam Kehidupan Sehari-hari INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Mewujudkan Kerinduan akan Juruselamat dalam Kehidupan Sehari-hari |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus — seperti keadilan, kasih, dan pengampunan — dalam kehidupan sehari-hari sebagai tanggapan iman.
- Murid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Allah yang telah memenuhi janji-Nya melalui kehadiran Yesus Sang Juruselamat dalam doa atau refleksi tertulis.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu merindukan sesuatu yang sangat lama dan akhirnya terwujud? Bagaimana perasaanmu saat itu?
- Menurutmu, apa yang Yesus ajarkan tentang keadilan, kasih, dan pengampunan? Apakah ajaran itu masih bisa kita lakukan hari ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama, dipimpin oleh salah satu murid secara bergiliran.
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan: 'Siapa yang masih ingat siapa Nabi Yesaya dan apa yang dinubuatkannya? Apa janji Allah yang digenapi melalui Yesus?'
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu merindukan sesuatu yang sangat lama dan akhirnya terwujud? Bagaimana perasaanmu saat itu?' dan 'Menurutmu, apa yang Yesus ajarkan tentang keadilan, kasih, dan pengampunan? Apakah ajaran itu masih bisa kita lakukan hari ini?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan gambaran kegiatan yang akan dilakukan hari ini.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca teks Kitab Suci Matius 20:1-16 (perumpamaan pekerja di kebun anggur) dan Matius 18:21-35 (perumpamaan pengampunan) secara bergantian dengan suara nyaring.
- Guru mengajak murid berdiskusi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk menemukan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diajarkan Yesus dalam teks tersebut, yaitu keadilan, kasih, dan pengampunan.
- Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi mereka dalam LKPD (Lembar Kerja Murid) berupa tabel: Nilai Kerajaan Allah — Contoh dalam Teks — Maknanya bagi Kita.
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi singkat. Guru memberikan klarifikasi dan penguatan tentang makna keadilan, kasih, dan pengampunan sebagai wujud Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara individu mengamati kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar (sekolah, rumah, masyarakat) dan mengidentifikasi situasi nyata yang membutuhkan sikap keadilan, kasih, atau pengampunan. Mereka menuliskannya dalam LKPD bagian kedua.
- Murid memilih satu situasi nyata, lalu merancang komitmen tindakan konkret yang akan mereka lakukan dalam seminggu ke depan. Contoh: 'Aku akan memaafkan teman yang pernah mengejekku dan tidak membalas dendam', 'Aku akan membagi bekal dengan teman yang tidak membawa makanan', 'Aku akan bersikap adil saat bermain dan tidak pilih kasih'.
- Murid menuliskan komitmennya pada 'Kartu Komitmen Iman' yang telah disediakan guru, lengkap dengan tanda tangan sebagai wujud kesungguhan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Murid menuliskan refleksi tertulis singkat (minimal 5 kalimat) tentang: 'Mengapa aku perlu mewujudkan nilai keadilan, kasih, dan pengampunan dalam hidupku? Bagaimana perasaanku setelah berkomitmen melakukan hal itu?'
- Murid secara sukarela membacakan refleksinya di depan kelas. Guru memberi apresiasi dan penguatan positif.
- Murid menuliskan doa syukur pribadi kepada Allah yang telah menggenapi janji-Nya melalui Yesus Sang Juruselamat, serta memohon kekuatan untuk mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam hidup sehari-hari.
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Hidup Ini Adalah Kesempatan' atau lagu rohani sederhana lain yang bermakna syukur dan komitmen.
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: nilai-nilai Kerajaan Allah (keadilan, kasih, pengampunan) yang diwartakan Yesus adalah wujud nyata jawaban atas kerinduan umat Allah akan Juruselamat, dan kita mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Guru memberikan asesmen akhir berupa soal singkat dan lembar penilaian sikap.
- Guru menyampaikan interaksi dengan orang tua: murid diminta mengeksplorasi contoh kerja sama antarumat beragama di daerahnya atau tradisi saling menghormati, dan meminta tanggapan serta tanda tangan orang tua atas refleksi yang dibuat.
- Guru menutup dengan doa bersama dan salam penutup.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bantuan tambahan: diberikan teks Kitab Suci dengan bahasa yang lebih sederhana dan pendampingan guru saat membaca. Untuk murid yang cepat: diberikan teks tambahan Yakobus 2:17 tentang iman yang disertai perbuatan sebagai bahan perenungan.
- Proses: Untuk murid yang membutuhkan bantuan: bekerja dalam kelompok dengan bimbingan guru secara lebih intensif, guru memberikan pertanyaan pancingan. Untuk murid yang cepat: diberi keleluasaan mencari contoh situasi nyata dari berita atau media massa dan menganalisisnya.
- Produk: Untuk murid yang membutuhkan bantuan: membuat komitmen dan refleksi dalam bentuk gambar bercerita. Untuk murid yang cepat: membuat komitmen dan refleksi dalam bentuk tulisan naratif yang lebih mendalam atau puisi.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan diagnostik lisan: (1) Siapa nabi yang menubuatkan kedatangan Juruselamat? (2) Apa janji Allah yang digenapi melalui Yesus? (3) Apa yang diajarkan Yesus tentang keadilan dan pengampunan? Guru mencatat jawaban murid untuk memetakan kesiapan belajar.
Proses:- Guru mengamati dan mencatat keterlibatan murid dalam diskusi kelompok menggunakan lembar observasi: keaktifan menyampaikan pendapat, kemampuan bekerja sama, dan sikap menghargai pendapat teman.
- Guru memeriksa LKPD bagian pertama (tabel nilai Kerajaan Allah) dan memberikan umpan balik lisan.
- Murid melakukan penilaian antarteman: menilai kontribusi teman dalam kelompok menggunakan format 'dua bintang dan satu harapan' (dua hal positif dan satu saran perbaikan).
- Guru menilai Kartu Komitmen Iman murid: relevansi komitmen dengan nilai Kerajaan Allah dan kesesuaian dengan situasi nyata yang dipilih.
Akhir:- Murid menjawab pertanyaan: (1) Sebutkan tiga nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus dan berikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari! (2) Tuliskan doa syukur singkat kepada Allah yang telah menggenapi janji-Nya melalui Yesus Sang Juruselamat!
- Penilaian sikap menggunakan rubrik dengan kriteria: kepercayaan bahwa Yesus adalah Juruselamat, kesediaan mengampuni, dan komitmen berlaku adil (skala: Sangat Percaya/Selalu=4, Cukup Percaya/Sering=3, Kurang Percaya/Kadang-kadang=2, Tidak Percaya/Tidak Pernah=1).
Formatif:- Observasi diskusi kelompok menggunakan lembar observasi aktivitas dan partisipasi murid.
- Penilaian LKPD hasil diskusi dan identifikasi situasi nyata.
- Penilaian diri sendiri dan penilaian antarteman terhadap proses diskusi.
Sumatif:- Penilaian refleksi tertulis murid.
- Penilaian doa syukur murid.
- Penilaian sikap menggunakan rubrik.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Nilai Kerajaan Allah (Keadilan, Kasih, Pengampunan) | Murid belum dapat menyebutkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus meskipun dengan bimbingan guru. | Murid dapat menyebutkan 1-2 nilai Kerajaan Allah tetapi belum dapat menjelaskan maknanya dengan benar. | Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan 3 nilai Kerajaan Allah (keadilan, kasih, pengampunan) dengan benar berdasarkan teks Kitab Suci. | Murid dapat menyebutkan, menjelaskan 3 nilai Kerajaan Allah dengan benar, serta menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari secara tepat. | | Penerapan Nilai dalam Komitmen Konkret | Murid belum mampu merancang komitmen tindakan yang menunjukkan nilai keadilan, kasih, atau pengampunan. | Murid dapat merancang komitmen tetapi masih bersifat umum dan belum spesifik pada situasi nyata. | Murid dapat merancang komitmen tindakan yang spesifik, relevan dengan situasi nyata, dan mencerminkan salah satu nilai Kerajaan Allah. | Murid dapat merancang komitmen tindakan yang spesifik, realistis, terukur waktunya, dan mencerminkan integrasi nilai keadilan, kasih, dan pengampunan sekaligus. | | Refleksi dan Ungkapan Syukur | Murid belum mampu menuliskan refleksi atau doa syukur meskipun dengan bimbingan. | Murid dapat menuliskan refleksi atau doa syukur tetapi masih singkat dan belum mendalam, hanya menyebutkan hal-hal umum. | Murid dapat menuliskan refleksi dan doa syukur yang mengaitkan pengalaman pribadi dengan rasa syukur atas kehadiran Yesus Sang Juruselamat. | Murid dapat menuliskan refleksi dan doa syukur yang mendalam, mengaitkan pengalaman pribadi, kesadaran iman, dan komitmen untuk mewujudkan nilai Kerajaan Allah dengan bahasa yang ekspresif dan menyentuh. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid memahami nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus dengan baik?
- Apakah kegiatan diskusi kelompok dan penyusunan komitmen berjalan efektif? Adakah murid yang memerlukan perhatian lebih?
- Apakah prinsip pembelajaran mendalam (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) sudah terwujud dalam setiap tahap pembelajaran?
- Apa yang akan saya perbaiki pada pertemuan selanjutnya agar pembelajaran lebih optimal?
Refleksi Murid:- Apa yang aku pelajari hari ini tentang nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus?
- Bagaimana perasaanku setelah berkomitmen untuk mewujudkan keadilan, kasih, dan pengampunan dalam hidupku?
- Apakah aku sudah bersungguh-sungguh dengan komitmenku? Apa yang bisa kulakukan agar komitmen itu benar-benar terlaksana?
- Bagaimana cara aku mengungkapkan syukur kepada Allah yang telah mengutus Yesus sebagai Juruselamat?
SUMBER BELAJAR- Kitab Suci: Matius 20:1-16 (perumpamaan pekerja di kebun anggur) dan Matius 18:21-35 (perumpamaan pengampunan).
- Kitab Suci: Matius 3:15 — 'Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.'
- Kitab Suci: Yakobus 2:17 — 'Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, FX. Dapiyanta & Marianus Didi Kasmudi, Kemendikbudristek, 2022.
- Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kemendikbudristek, 2022.
- LKPD (Lembar Kerja Murid) yang disiapkan guru: tabel analisis nilai Kerajaan Allah dan lembar identifikasi situasi nyata.
- Kartu Komitmen Iman (kertas HVS warna-warni yang dipotong dan dihias, disediakan guru).
- Lagu rohani: 'Hidup Ini Adalah Kesempatan' atau 'Amazing Grace' (dapat diputar melalui pengeras suara).
- Alat tulis, spidol warna, dan kertas untuk membuat Kartu Komitmen Iman.
|