Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Nabi Amos sebagai Pejuang Keadilan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Nabi Amos sebagai Pejuang Keadilan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Nabi Amos sebagai Pejuang Keadilan

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Nabi Amos sebagai Pejuang Keadilan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikNabi Amos sebagai Pejuang Keadilan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pesan-pesan Nabi Amos tentang keadilan sosial yang ditujukan kepada pemimpin dan bangsa Israel berdasarkan Kitab Amos.
  2. Murid dapat menganalisis situasi ketidakadilan pada zaman Nabi Amos dan menghubungkannya dengan situasi ketidakadilan yang masih terjadi saat ini.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat seseorang diperlakukan tidak adil? Apa yang kalian rasakan saat melihatnya?
  2. Apa yang akan terjadi jika para pemimpin hanya memikirkan diri sendiri dan mengabaikan rakyatnya?
  3. Seandainya kalian hidup di zaman Nabi Amos dan melihat ketidakadilan, apa yang akan kalian lakukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama, memohon bimbingan Tuhan agar dapat belajar dengan hati terbuka.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar serta kesiapan belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal/diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan 'Siapa yang pernah mendengar nama Nabi Amos? Apa yang kalian ketahui tentang dia?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal Nabi Amos sebagai pejuang keadilan dan belajar menerapkan keadilan dalam hidup sehari-hari.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat seseorang diperlakukan tidak adil? Apa yang kalian rasakan?' untuk memicu rasa ingin tahu dan kesadaran murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak pembacaan Kitab Amos 4:1-5 dan 5:1-15 yang dibacakan guru atau perwakilan murid secara khidmat.
  • Murid membentuk kelompok kecil (3-4 orang) dan membaca bersama buku siswa halaman 60-72 tentang kisah Nabi Amos pejuang keadilan.
  • Setiap kelompok mendiskusikan dan mencatat jawaban dari pertanyaan pemandu: (a) Siapakah Nabi Amos dan dari mana asalnya? (b) Bagaimana situasi bangsa Israel pada zaman Nabi Amos? (c) Apa pesan Nabi Amos kepada para pemimpin Israel? (d) Apa pesan Nabi Amos kepada bangsa Israel?
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat. Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi atau melengkapi.
  • Guru memberikan penguatan materi: Nabi Amos adalah gembala dari Tekoa yang diutus Allah menegur para pemimpin Israel yang korup, memperkaya diri, berpesta pora, dan menindas rakyat. Pesan utamanya: keadilan harus ditegakkan, orang miskin harus diperhatikan, dan bangsa Israel harus mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dalam kelompok mengamati dan mendiskusikan sebuah kasus/cerita pendek tentang situasi ketidakadilan di sekitar mereka (misalnya: pembullyan di sekolah, anak yang dijauhi karena kurang mampu, atau bantuan yang tidak merata).
  • Setiap kelompok menganalisis kasus tersebut dengan menjawab pertanyaan: (a) Siapa yang dizalimi dan siapa yang berbuat zalim? (b) Mengapa ketidakadilan itu bisa terjadi? (c) Apa kemiripan situasi ini dengan ketidakadilan pada zaman Nabi Amos? (d) Jika kalian menjadi 'Nabi Amos' masa kini, apa yang akan kalian lakukan?
  • Setiap kelompok menuliskan hasil analisisnya dalam bentuk mind map sederhana atau tabel perbandingan antara ketidakadilan zaman Nabi Amos dan ketidakadilan masa kini.
  • Guru berkeliling mengamati kerja kelompok, memberikan bimbingan, dan melakukan asesmen proses (formatif) menggunakan lembar observasi diskusi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil mind map/tabel perbandingannya di depan kelas secara bergantian.
  • Murid secara individu menjawab pertanyaan reflektif di buku atau lembar kerja: (a) Apakah aku pernah berbuat tidak adil kepada teman, khususnya yang lemah? (b) Menyadari perbuatanku yang tidak adil itu, apa yang sebaiknya aku lakukan? (c) Bagaimana caraku ikut menegakkan keadilan di sekolah dan di rumah sehari-hari?
  • Beberapa murid (sukarela) membagikan hasil refleksinya secara singkat kepada teman-teman sekelas.
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid berbagi dan mengajak seluruh kelas untuk berkomitmen bersama: mulai hari ini berusaha berbuat adil dan peduli kepada sesama, terutama yang lemah.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat: Nabi Amos adalah gembala dari Tekoa yang dipanggil Allah menyuarakan keadilan. Ia menegur pemimpin Israel yang lalim dan mengajak bangsa Israel mencari Tuhan dengan memperhatikan orang miskin. Pesan ini tetap relevan: kita semua dipanggil menegakkan keadilan dalam hidup sehari-hari.
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid menjawab soal evaluasi tertulis (5 soal pengetahuan) dan mengisi lembar penilaian sikap secara jujur.
  • Guru menyampaikan informasi rencana pembelajaran berikutnya tentang Nabi Yesaya yang menubuatkan kedatangan Juruselamat.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mengamati dan mencatat satu contoh ketidakadilan di sekitar rumah/sekolah dalam sepekan dan menuliskan apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu.
  • Murid menyanyikan lagu rohani yang relevan (misalnya 'Sabda Tuhan') dan doa penutup dipimpin oleh salah satu murid.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami kisah Nabi Amos dapat membaca langsung teks Kitab Amos 1:1-2:5 atau Amos 7:1-9:15 untuk pengayaan. Murid yang masih kesulitan membaca teks Kitab Suci akan diberikan ringkasan cerita bergambar yang lebih sederhana.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan lebih akan didampingi guru dalam kelompok kecil untuk membaca dan mendiskusikan bacaan. Murid yang cepat selesai dapat membantu teman dalam kelompok atau mengerjakan tugas pengayaan.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyampaikan hasil analisis: mind map, gambar bercerita, atau tabel perbandingan sederhana sesuai minat dan kemampuannya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan secara klasikal: 'Siapa yang sudah pernah mendengar nama Nabi Amos?', 'Apa yang kalian ketahui tentang nabi-nabi dalam Perjanjian Lama?', 'Apa yang dimaksud dengan keadilan menurut kalian?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang tokoh nabi dan konsep keadilan.

Proses:

  • Guru mengamati dan mencatat keterlibatan setiap murid dalam diskusi kelompok menggunakan lembar observasi: keaktifan bertanya, kemampuan menjelaskan, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan kesungguhan menyelesaikan tugas.
  • Guru menilai hasil mind map/tabel perbandingan kelompok untuk mengecek kemampuan menghubungkan ketidakadilan zaman Nabi Amos dengan situasi masa kini.
  • Guru melakukan tanya jawab saat presentasi untuk mengonfirmasi pemahaman dan memberikan umpan balik langsung.

Akhir:

  • Tes tertulis (5 soal uraian singkat): 1) Siapakah Nabi Amos dan dari mana asalnya? 2) Bagaimana situasi bangsa Israel pada masa Nabi Amos? 3) Apa pesan Tuhan melalui Nabi Amos untuk para pemimpin Israel? 4) Apa pesan Tuhan melalui Nabi Amos untuk bangsa Israel? 5) Apa yang akan terjadi jika bangsa Israel tidak mengikuti pesan Nabi Amos?
  • Penilaian diri (self-assessment) sikap: murid mengisi tabel dengan memberi centang pada kolom Selalu, Sering, Kadang-kadang, atau Tidak Pernah untuk perilaku: berbuat adil kepada teman, memperhatikan teman yang kurang mampu, membaca Alkitab, dan merenungkan Alkitab untuk menemukan pesan Tuhan.

Formatif:

  • Observasi proses diskusi kelompok (menggunakan lembar observasi: keaktifan, kemampuan bekerja sama, kemampuan mengemukakan pendapat).
  • Tanya jawab lisan selama presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman konsep.

Sumatif:

  • Tes tertulis (5 soal uraian singkat) untuk mengukur pemahaman pengetahuan tentang Nabi Amos.
  • Penilaian sikap melalui lembar penilaian diri (self-assessment) dengan skala Selalu, Sering, Kadang-kadang, Tidak Pernah.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pesan Nabi Amos tentang keadilanMurid belum mampu menyebutkan siapa Nabi Amos dan pesannya.Murid mampu menyebutkan nama Nabi Amos tetapi hanya menyebutkan satu pesan secara sederhana tanpa merujuk pada Kitab Amos.Murid mampu menjelaskan pesan Nabi Amos kepada pemimpin dan bangsa Israel berdasarkan Kitab Amos dengan cukup lengkap.Murid mampu menjelaskan secara rinci pesan Nabi Amos kepada pemimpin dan bangsa Israel berdasarkan Kitab Amos, serta dapat mengaitkan dengan contoh konkret situasi ketidakadilan.
Menganalisis dan menghubungkan ketidakadilan zaman Nabi Amos dengan masa kiniMurid belum mampu menyebutkan contoh ketidakadilan pada zaman Nabi Amos maupun masa kini.Murid mampu menyebutkan satu contoh ketidakadilan pada zaman Nabi Amos tetapi belum dapat menghubungkannya dengan situasi masa kini.Murid mampu menyebutkan contoh ketidakadilan pada zaman Nabi Amos dan masa kini, serta menunjukkan kemiripan di antaranya dengan cukup baik.Murid mampu menganalisis secara kritis situasi ketidakadilan zaman Amos dan masa kini, menunjukkan kemiripan, penyebab, akibat, serta mengusulkan tindakan konkret untuk menegakkan keadilan.
Sikap peduli terhadap keadilanMurid belum menunjukkan kesadaran untuk berbuat adil dan peduli kepada sesama.Murid kadang-kadang menunjukkan sikap adil dan peduli kepada sesama tetapi masih perlu diingatkan.Murid sering menunjukkan sikap adil dan peduli kepada sesama dalam kegiatan di kelas dan sekolah.Murid selalu menunjukkan sikap adil dan peduli kepada sesama secara konsisten, serta menjadi teladan bagi teman-temannya dalam menegakkan keadilan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan berani menyampaikan pendapatnya?
  • Apakah kegiatan pembelajaran tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi berjalan sesuai alokasi waktu yang direncanakan?
  • Apakah asesmen awal dan asesmen proses membantu saya memahami perkembangan belajar murid?
  • Apa kendala yang saya hadapi dalam mengelola kelas hari ini dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan berhasil memenuhi kebutuhan murid yang beragam?
  • Hal apa yang perlu saya perbaiki pada pertemuan selanjutnya agar pembelajaran lebih bermakna dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang aku pelajari tentang Nabi Amos hari ini?
  • Apa pesan Nabi Amos yang paling menyentuh hatiku dan mengapa?
  • Apakah aku sudah berani menyampaikan pendapat dan bekerja sama dengan teman dalam kelompok?
  • Apakah aku pernah berbuat tidak adil kepada teman? Apa yang sebaiknya aku lakukan setelah belajar kisah Nabi Amos?
  • Satu tindakan adil dan peduli yang akan aku lakukan mulai hari ini di sekolah dan di rumah adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Kitab Suci Perjanjian Lama: Kitab Amos 4:1-5 dan 5:1-15
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (halaman 92-106)
  3. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Buku Siswa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (halaman 60-73)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD): tabel perbandingan ketidakadilan zaman Amos dan masa kini
  5. Lembar observasi diskusi kelompok untuk asesmen proses
  6. Lembar penilaian diri (self-assessment) sikap
  7. Lembar evaluasi tertulis (5 soal uraian singkat)
  8. Media gambar/ilustrasi situasi ketidakadilan masa kini untuk diskusi kelompok
  9. Lagu rohani: 'Sabda Tuhan' atau lagu bertema keadilan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.