Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Meneladani Semangat Pertobatan Nabi Elia dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Meneladani Semangat Pertobatan Nabi Elia dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Meneladani Semangat Pertobatan Nabi Elia dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Meneladani Semangat Pertobatan Nabi Elia dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMeneladani Semangat Pertobatan Nabi Elia dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat meneladani semangat Nabi Elia untuk berani mengajak orang lain kembali kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap tobat sebagai tanggapan iman atas panggilan Allah melalui para nabi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu berbuat kesalahan dan merasa sulit untuk mengakuinya?
  2. Apa yang akan kamu lakukan jika ada temanmu yang berhenti berdoa dan menjauh dari Tuhan?
  3. Bagaimana caramu mengajak teman untuk kembali berbuat baik setelah mereka melakukan kesalahan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama, memohon terang Roh Kudus.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik secara lisan: mengajukan pertanyaan singkat 'Pernahkah kalian berbuat salah? Apa yang kalian lakukan setelahnya?' dan mencatat respons beberapa murid secara cepat untuk mengetahui titik awal pemahaman tentang tobat.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu: 'Apa yang akan terjadi jika seluruh temanmu berhenti percaya kepada Tuhan? Siapa yang berani mengingatkan mereka?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: meneladani semangat pertobatan Nabi Elia dan menunjukkan sikap tobat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyaksikan video pendek kisah Nabi Elia melawan nabi-nabi Baal di Gunung Karmel (1 Raja-raja 18:16-39) melalui layar proyektor. Bila tidak tersedia, murid membaca cergam kisah Nabi Elia dari buku siswa halaman 50-53.
  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mendiskusikan lembar kerja yang berisi pertanyaan: (a) Bagaimana keadaan iman bangsa Israel saat itu?, (b) Apa yang dilakukan Nabi Elia?, (c) Mengapa Nabi Elia berani mengajak umat Israel bertobat walaupun berisiko?, (d) Apa hasil dari keberanian Nabi Elia itu?
  • Setiap kelompok menuliskan jawaban di kertas plano dan menempelkannya di dinding kelas.
  • Guru membimbing murid menghubungkan kisah Nabi Elia dengan situasi nyata: 'Apakah di sekitar kita ada orang yang mulai melupakan Tuhan? Mirip dengan bangsa Israel yang menyembah Baal?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan membuat naskah drama pendek sederhana (5-7 menit) tentang situasi nyata: seorang anak yang mengajak temannya untuk kembali rajin berdoa dan ke gereja setelah sang teman mulai malas dan lebih mementingkan gadget/game.
  • Murid menampilkan drama pendek secara bergiliran. Pasangan lain mengamati dan mencatat: (a) cara tokoh utama mengajak temannya bertobat, (b) kata-kata yang digunakan, (c) apakah ajakan itu berhasil dan mengapa.
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik dan dorongan agar murid berani tampil dan mengekspresikan peran dengan sungguh-sungguh.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan menuliskan refleksi pribadi dalam buku catatan: (a) Apakah aku pernah seperti bangsa Israel yang melupakan Tuhan? Kapan?, (b) Apakah aku berani menjadi seperti Nabi Elia yang mengajak orang lain kembali kepada Tuhan?, (c) Siapa yang perlu aku ajak kembali kepada Tuhan minggu ini?, (d) Apa wujud tobat nyata yang akan aku lakukan?
  • Beberapa murid secara sukarela membagikan hasil refleksinya kepada teman-teman sekelas.
  • Guru menegaskan kembali pesan utama: keberanian Nabi Elia mengajak pertobatan adalah teladan bagi kita semua, dan sikap tobat adalah tanggapan nyata atas panggilan Allah.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: Nabi Elia berani mengajak bangsa Israel bertobat dari penyembahan berhala, dan kita pun dipanggil untuk berani mengajak orang lain kembali kepada Allah serta menunjukkan sikap tobat nyata.
  • Guru melaksanakan asesmen sumatif lisan singkat: setiap murid menyebutkan satu contoh konkret keberanian mengajak pertobatan dan satu contoh sikap tobat dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan penguatan: 'Tuhan selalu menunggu pertobatan kita, seperti Ia mengutus Nabi Elia untuk bangsa Israel. Jangan takut mengajak teman berbuat baik.'
  • Guru menugaskan murid untuk meminta tanda tangan orang tua pada hasil refleksi yang sudah ditulis dan melaporkan pada pertemuan selanjutnya.
  • Murid berdoa bersama dan mengucapkan syukur atas teladan Nabi Elia.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan penguatan, guru menyediakan rangkuman singkat kisah Nabi Elia dalam bentuk kartu bacaan bergambar. Bagi murid yang sudah paham, guru memberikan teks tambahan tentang Nabi Elia diangkat ke surga (2 Raja-raja 2:1-11) sebagai pengayaan.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan bekerja dalam kelompok, guru memberikan pendampingan lebih dekat dan menyediakan panduan pertanyaan dengan kalimat lebih sederhana. Murid yang cepat dapat membantu temannya sebagai tutor sebaya dalam diskusi kelompok.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk hasil akhir refleksi: menulis di buku catatan, menggambar komik sederhana tentang ajakan pertobatan, atau merekam pesan suara singkat tentang niat pertobatan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan dua pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Pernahkah kalian berbuat salah? Apa yang kalian rasakan dan lakukan setelahnya?', (2) 'Apakah kalian pernah mengingatkan teman yang berbuat tidak baik? Bagaimana caranya?' Respons dicatat secara cepat untuk mengetahui kesiapan belajar dan pengalaman awal murid terkait pertobatan.

Proses:

  • Guru mengamati diskusi kelompok menggunakan lembar observasi: ketepatan menjawab pertanyaan pemahaman, keterampilan bekerja sama, dan keberanian menyampaikan pendapat. Guru memberi umpan balik lisan saat murid menampilkan drama pendek, dengan fokus pada keberanian menyampaikan ajakan tobat dan ketepatan pesan.
  • Guru menilai hasil refleksi tertulis murid secara formatif: membaca dan memberikan catatan singkat atau stiker motivasi pada buku catatan refleksi.

Akhir:

  • Setiap murid secara bergiliran menyebutkan: (1) satu contoh konkret keberanian mengajak orang lain kembali kepada Allah, dan (2) satu contoh sikap tobat dalam kehidupan sehari-hari. Guru mencatat pencapaian menggunakan skala ceklis: Tercapai atau Perlu Bimbingan.

Formatif:

  • Observasi guru terhadap partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Lembar kerja diskusi kelompok yang berisi jawaban pertanyaan pemahaman kisah Nabi Elia
  • Observasi dan catatan guru saat penampilan drama pendek (keberanian, ekspresi, kesesuaian pesan tobat)

Sumatif:

  • Asesmen lisan: murid menyebutkan satu contoh keberanian mengajak pertobatan dan satu contoh sikap tobat
  • Hasil refleksi tertulis murid yang ditandatangani orang tua

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Meneladani semangat Nabi Elia untuk mengajak pertobatanMurid belum mampu menjelaskan semangat Nabi Elia dan belum dapat memberikan contoh ajakan pertobatan dalam kehidupan sehari-hari meskipun dibimbing.Murid mampu menyebutkan apa yang dilakukan Nabi Elia tetapi belum mampu menghubungkannya dengan contoh ajakan pertobatan dalam kehidupan sehari-hari meskipun sudah dibimbing.Murid mampu menjelaskan semangat Nabi Elia dan memberikan satu contoh ajakan pertobatan dalam kehidupan sehari-hari dengan bimbingan guru.Murid mampu menjelaskan semangat Nabi Elia dengan rinci, memberikan lebih dari satu contoh ajakan pertobatan dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri, serta menunjukkan kesungguhan untuk menerapkannya.
Menunjukkan sikap tobat sebagai tanggapan imanMurid belum mampu menyebutkan arti tobat dan belum dapat memberi contoh sikap tobat meskipun dibimbing.Murid mampu menyebutkan arti tobat tetapi belum mampu memberikan contoh sikap tobat yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.Murid mampu menjelaskan arti tobat dan memberikan satu contoh sikap tobat nyata dalam kehidupan sehari-hari beserta niat untuk melakukannya.Murid mampu menjelaskan makna tobat secara mendalam, memberikan lebih dari satu contoh sikap tobat konkret, dan menuliskan rencana aksi nyata yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Partisipasi dalam drama pendek dan kerja kelompokMurid pasif, tidak terlibat dalam diskusi kelompok maupun penyusunan dan penampilan drama pendek.Murid terlibat dalam diskusi tetapi hanya sebagai pengikut, dan berpartisipasi dalam drama dengan bimbingan teman.Murid aktif berdiskusi, menyumbang ide dalam penyusunan naskah drama, dan berani tampil menampilkan perannya.Murid memimpin diskusi kelompok, kreatif dalam menyusun naskah drama, tampil dengan percaya diri dan ekspresif, serta membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah memahami semangat pertobatan Nabi Elia dan mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari?
  • Apakah kegiatan drama pendek efektif membantu murid mengaplikasikan sikap berani mengajak pertobatan?
  • Bagaimana respons murid saat menulis refleksi pribadi? Apakah ada yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah diferensiasi yang disediakan sudah cukup membantu murid dengan kebutuhan belajar berbeda?
  • Apa perbaikan yang perlu dilakukan untuk pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apakah aku sudah memahami betapa beraninya Nabi Elia mengajak bangsa Israel bertobat?
  • Apakah aku sudah berani seperti Nabi Elia? Kepada siapa aku perlu mengajak kembali kepada Tuhan?
  • Apa wujud pertobatan yang akan aku lakukan mulai hari ini?
  • Apakah aku senang belajar melalui video, diskusi, dan drama hari ini?
  • Apa yang masih ingin aku pelajari tentang Nabi Elia dan pertobatan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kemendikbudristek, halaman 77-82.
  2. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Buku Siswa), Kemendikbudristek, halaman 50-56.
  3. Video animasi: 'Elia di tepi Sungai Kerit' — Youtube channel Getsemani, kata pencarian: (065) Elia di tepi sungai Kerit || Kristen.
  4. Video: 'Elia dan nabi-nabi Baal' — Youtube channel Getsemani (atau kata pencarian serupa).
  5. Teks Kitab Suci: 1 Raja-raja 16:29-34; 1 Raja-raja 17:1-24; 1 Raja-raja 18:16-39; 2 Raja-raja 2:1-11 (Alkitab).
  6. Cergam kisah Nabi Elia (tersedia di buku siswa atau dibuat guru).
  7. Alat: proyektor/LCD, laptop, speaker, kertas plano, spidol warna, lembar kerja diskusi, kartu bacaan bergambar untuk diferensiasi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.