Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Nabi Elia Mengajak Umat Allah Bertobat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Nabi Elia Mengajak Umat Allah Bertobat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Nabi Elia Mengajak Umat Allah Bertobat

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Nabi Elia Mengajak Umat Allah Bertobat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikNabi Elia Mengajak Umat Allah Bertobat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan perjuangan Nabi Elia dalam menobatkan bangsa Israel yang telah menyimpang dari jalan Allah.
  2. Murid dapat menghubungkan peran Nabi Elia sebagai pendahulu Mesias dengan kerinduan umat Israel akan kehadiran Juruselamat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu seseorang mengingatkan kamu untuk memperbaikinya? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Jika kamu melihat teman atau orang di sekitarmu melakukan hal yang tidak benar, apa yang akan kamu lakukan?
  3. Mengapa menurut kamu bangsa Israel perlu seorang nabi yang berani mengingatkan mereka untuk kembali kepada Allah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai pembuka pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi kehadiran dan menanyakan kondisi murid.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan dua gambar (gambar orang berdoa kepada Allah vs. gambar orang menyembah patung/berhala) dan bertanya, 'Apa perbedaan dua gambar ini? Apa akibatnya jika manusia melupakan Allah?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan menarik: 'Hari ini kita akan belajar dari seorang nabi pemberani bernama Elia yang berani mengajak bangsa Israel kembali kepada Allah, dan kita akan menemukan hubungannya dengan kerinduan manusia akan Juruselamat.'
  • Guru memberikan gambaran singkat alur kegiatan pembelajaran hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru meminta murid menyaksikan video singkat kisah Nabi Elia (YouTube channel Getsemani, kata pencarian: '(065) Elia di tepi sungai Kerit - Kristen'). Jika video tidak tersedia, guru mengarahkan murid membaca cergam kisah Nabi Elia di Buku Siswa halaman 51.
  • Setelah menonton/membaca, murid secara berpasangan mendramatisasikan adegan singkat dari kisah Nabi Elia (misalnya adegan Elia menantang nabi-nabi Baal atau adegan Elia memperingatkan Raja Ahab) menggunakan kalimat sederhana mereka sendiri.
  • Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan panduan: (a) Bagaimana kondisi bangsa Israel dan Raja Ahab pada zaman Nabi Elia? (b) Apa yang dilakukan Nabi Elia ketika umat Israel menyembah Baal? (c) Apa risiko yang dihadapi Nabi Elia saat menantang raja dan nabi-nabi Baal?
  • Guru membacakan atau menampilkan teks bacaan kunci dari Buku Siswa tentang latar belakang Nabi Elia (halaman 48-52) dan menjelaskan konteks sejarah: zaman Raja Ahab, pengaruh istri raja, dan penyembahan Baal.
  • Guru menjelaskan secara singkat dan jelas pesan utama: Nabi Elia adalah nabi yang datang mendahului Mesias, dan ajakan tobatnya mencerminkan kerinduan umat Israel akan kehadiran Allah yang menyelamatkan.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi dua tugas: (1) Membuat bagan/peta alur perjuangan Nabi Elia — menuliskan minimal 3 tindakan nyata Elia dalam menobatkan Israel beserta dampaknya; (2) Menjawab pertanyaan: 'Mengapa Nabi Elia disebut sebagai pendahulu Mesias? Hubungkan dengan kerinduan umat Israel akan Juruselamat!'
  • Guru berkeliling memantau proses diskusi kelompok, memberikan pertanyaan tantangan kepada kelompok yang sudah selesai lebih cepat: 'Bagaimana ajakan tobat Nabi Elia mirip dengan ajakan tobat yang mungkin kamu butuhkan dalam hidupmu sehari-hari?'
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka secara singkat (2 menit per kelompok). Kelompok lain diajak memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan umpan balik formatif kepada setiap kelompok: mengklarifikasi konsep yang kurang tepat, memperkuat pemahaman yang sudah benar, dan menyambungkan temuan kelompok dengan TP 6.2.2.2.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik awal dan bertanya: 'Setelah belajar tentang Nabi Elia, apakah jawabanmu atas pertanyaan tadi berubah? Apa yang baru kamu pahami?'
  • Murid secara individu mengisi Lembar Refleksi singkat (dapat berupa tulisan atau gambar) dengan menjawab: (a) Satu hal baru yang aku pelajari dari Nabi Elia hari ini adalah... (b) Nabi Elia berani mengingatkan orang lain untuk bertobat. Situasi apa dalam hidupku yang membutuhkan keberanian seperti Elia? (c) Nabi Elia adalah pendahulu Mesias. Apa artinya ini bagiku sebagai orang beriman?
  • Beberapa murid (2-3 orang, sukarela) berbagi refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan hangat dan menghargai setiap sharing.
  • Guru menyimpulkan: Nabi Elia mengajak bangsa Israel bertobat karena cintanya kepada Allah dan kepada umat-Nya. Perannya sebagai pendahulu Mesias menunjukkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya — Allah selalu mengutus orang-orang pilihan untuk menunjukkan jalan keselamatan.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum poin-poin kunci pembelajaran: perjuangan Nabi Elia, alasan umat Israel menyimpang, dan peran Elia sebagai pendahulu Mesias.
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan singkat: meminta 2-3 murid menceritakan kembali secara singkat perjuangan Nabi Elia dengan kata-kata mereka sendiri.
  • Guru memberikan tugas pengayaan/penguatan rumah bagi yang ingin mengeksplorasi lebih lanjut: mencari satu kisah Nabi Elia lainnya (misalnya Elia dengan janda di Sarfat) dan menuliskan pelajaran yang bisa diambil.
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya secara singkat untuk membangun antusiasme.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama, mensyukuri pembelajaran hari ini dan memohon keberanian untuk selalu setia kepada Allah seperti teladan Nabi Elia.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan: guru menyediakan ringkasan kisah Nabi Elia dalam bentuk cergam bergambar atau poin-poin sederhana sebagai panduan membaca. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru menyediakan teks tambahan tentang Nabi Yohanes Pembaptis sebagai 'Elia baru' (Mat 11:14) untuk mendalami hubungan Nabi Elia dengan kedatangan Mesias.
  • Proses: Saat kerja kelompok, murid yang membutuhkan dukungan dipasangkan dengan teman sebaya yang sudah lebih paham (peer learning). Murid yang sudah mahir diberi peran sebagai 'juru bicara kelompok' dan didorong untuk mengaitkan kisah Nabi Elia dengan konteks kehidupan nyata mereka.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk hasil refleksi sesuai kemampuan: (a) tulisan narasi singkat, (b) gambar ilustrasi disertai keterangan singkat, atau (c) presentasi lisan langsung kepada guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar kontras (orang berdoa kepada Allah vs. orang menyembah berhala) dan mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa perbedaan dua gambar ini? Apa yang terjadi jika manusia melupakan Allah?' Respons murid digunakan guru untuk memetakan pemahaman awal tentang konsep tobat dan kesetiaan kepada Allah sebelum masuk ke kisah Nabi Elia.

Proses:

  • Observasi saat dramatisasi berpasangan: guru mengamati apakah murid dapat merepresentasikan kisah Nabi Elia dengan pemahaman yang benar.
  • Pemantauan diskusi kelompok dan LKPD: guru berkeliling dan memberikan pertanyaan konfirmasi pemahaman kepada masing-masing kelompok.
  • Pertanyaan lisan saat presentasi kelompok: guru menilai apakah murid dapat menjawab pertanyaan lanjutan tentang peran Nabi Elia sebagai pendahulu Mesias.
  • Lembar refleksi individu: guru membaca dan memberikan catatan singkat umpan balik pada lembar refleksi masing-masing murid.

Akhir:

  • Tes lisan singkat: 2-3 murid dipilih secara acak untuk menceritakan kembali perjuangan Nabi Elia dalam 3-5 kalimat dan menyebutkan mengapa Nabi Elia disebut sebagai pendahulu Mesias.
  • Penilaian LKPD tertulis: guru mengumpulkan LKPD kelompok dan menilai ketepatan isi bagan perjuangan Nabi Elia serta kualitas jawaban pertanyaan hubungan Elia dengan kerinduan akan Juruselamat.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam dramatisasi kisah Nabi Elia (keaktifan, kesesuaian isi).
  • Penilaian LKPD kelompok: kelengkapan bagan perjuangan Nabi Elia dan ketepatan hubungan peran Elia sebagai pendahulu Mesias.
  • Umpan balik lisan saat presentasi kelompok: guru mencatat ketepatan konsep dan kemampuan menghubungkan materi.
  • Lembar refleksi individu: kualitas refleksi diri murid terhadap teladan Nabi Elia.

Sumatif:

  • Tes lisan singkat di akhir pembelajaran: murid menceritakan kembali perjuangan Nabi Elia dan menjelaskan perannya sebagai pendahulu Mesias.
  • Penilaian tertulis (jika diperlukan): murid menuliskan 3-4 kalimat yang menghubungkan peran Nabi Elia sebagai pendahulu Mesias dengan kerinduan umat Israel akan Juruselamat.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan perjuangan Nabi Elia (TP 6.2.2.1)Murid belum dapat menceritakan perjuangan Nabi Elia atau hanya menyebutkan nama Elia tanpa konteks yang bermakna.Murid dapat menyebutkan 1 tindakan Nabi Elia dalam menobatkan Israel, namun belum mampu menjelaskan latar belakang atau dampaknya.Murid dapat menceritakan 2-3 tindakan nyata Nabi Elia dalam menobatkan Israel beserta konteks mengapa bangsa Israel menyimpang, meskipun penjelasan belum lengkap.Murid dapat menceritakan perjuangan Nabi Elia secara runtut dan lengkap, menjelaskan latar belakang penyimpangan Israel, tindakan-tindakan Elia, dan dampak perjuangannya, dengan bahasa yang jelas dan disertai refleksi pribadi.
Menghubungkan peran Nabi Elia sebagai pendahulu Mesias (TP 6.2.2.2)Murid belum dapat menjelaskan peran Nabi Elia sebagai pendahulu Mesias atau tidak memahami hubungannya dengan kerinduan akan Juruselamat.Murid dapat menyebutkan bahwa Nabi Elia adalah pendahulu Mesias, namun belum dapat menjelaskan kaitannya dengan kerinduan umat Israel.Murid dapat menjelaskan peran Nabi Elia sebagai pendahulu Mesias dan menghubungkannya dengan kerinduan umat Israel akan Juruselamat, meskipun penjelasan masih sederhana.Murid dapat menjelaskan secara mendalam peran Nabi Elia sebagai pendahulu Mesias, menghubungkannya dengan kerinduan umat Israel akan Juruselamat, dan mampu mengaitkannya dengan makna bagi kehidupan iman mereka sendiri.
Partisipasi aktif dan kolaborasi dalam kegiatan kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi atau dramatisasi kelompok.Murid terlibat dalam kegiatan kelompok namun peran sangat minimal, lebih banyak mengikuti tanpa kontribusi aktif.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan dramatisasi, memberikan ide atau pendapat meskipun masih perlu dorongan dari guru atau teman.Murid sangat aktif, mengambil inisiatif dalam diskusi dan dramatisasi, mendorong anggota kelompok lain untuk berpartisipasi, dan menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
Refleksi diri: keteladanan Nabi Elia untuk kehidupan pribadiMurid belum dapat mengidentifikasi nilai atau teladan yang bisa dipetik dari kisah Nabi Elia untuk kehidupannya.Murid menyebutkan satu nilai dari Nabi Elia (misalnya: keberanian) namun belum mengaitkannya dengan pengalaman atau situasi nyata dalam hidupnya.Murid dapat mengidentifikasi satu atau dua nilai dari Nabi Elia dan mengaitkannya dengan pengalaman atau situasi konkret dalam hidupnya dengan penjelasan yang cukup jelas.Murid dapat mengidentifikasi lebih dari satu nilai dari Nabi Elia, mengaitkannya dengan pengalaman nyata, dan mengungkapkan komitmen konkret bagaimana mereka akan meneladani Nabi Elia dalam kehidupan sehari-hari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami latar belakang penyimpangan bangsa Israel dan perjuangan Nabi Elia? Bagian mana yang masih perlu diperjelas pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah metode dramatisasi dan diskusi kelompok efektif mendorong murid untuk memahami peran Nabi Elia sebagai pendahulu Mesias? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda? Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid sejak awal pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari tentang Nabi Elia hari ini adalah...
  • Nabi Elia berani mengingatkan bangsa Israel untuk kembali kepada Allah. Dalam hidupku, keberanian seperti apa yang ingin aku kembangkan setelah belajar dari Nabi Elia?
  • Nabi Elia datang mendahului Mesias. Apa artinya ini bagi imanku? Bagaimana aku bisa menjadi 'pembawa pesan kebaikan' bagi orang-orang di sekitarku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Buku Siswa), halaman 48-52.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Bab II.
  3. Video YouTube: Channel Getsemani, kata pencarian '(065) Elia di tepi sungai Kerit - Kristen'.
  4. Cergam kisah Nabi Elia (alternatif jika video tidak tersedia, tersedia di Buku Siswa).
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) yang disiapkan guru: bagan perjuangan Nabi Elia dan pertanyaan hubungan Elia dengan kerinduan akan Juruselamat.
  6. Lembar Refleksi individu murid.
  7. Gambar/poster kontras (orang berdoa kepada Allah vs. penyembahan berhala) untuk asesmen awal.
  8. Alkitab (Kitab 1 Raja-Raja 17-18 sebagai referensi guru).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.