Modul AjarPertemuan 10Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab II: Umat Allah Merindukan Juruselamat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab II: Umat Allah Merindukan Juruselamat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab II: Umat Allah Merindukan Juruselamat

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab II: Umat Allah Merindukan Juruselamat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAsesmen Sumatif Bab II: Umat Allah Merindukan Juruselamat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang perjuangan Nabi Elia, Nabi Amos, dan Nabi Yesaya dalam membimbing umat Allah menuju kerinduan akan Juruselamat melalui asesmen sumatif.
  2. Murid dapat mengomunikasikan keyakinan imannya bahwa Yesus Kristus adalah pemenuhan kerinduan umat Allah akan Juruselamat sebagaimana dinubuatkan para nabi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membuat Nabi Elia, Nabi Amos, dan Nabi Yesaya disebut sebagai 'pembimbing umat Allah'? Apa yang membedakan peran masing-masing dari mereka?
  2. Jika kamu harus menjelaskan kepada adikmu mengapa umat Israel sangat merindukan Juruselamat, apa yang akan kamu ceritakan?
  3. Mengapa kita sebagai orang Katolik percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat yang sudah lama dinubuatkan para nabi? Apa buktinya dari kisah para nabi yang sudah kita pelajari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, mengajak murid hening sejenak (2 menit) sambil memejamkan mata dan merasakan kehadiran Tuhan dalam pertemuan hari ini.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan khusus: murid akan menunjukkan apa yang sudah mereka pahami dan yakini dari seluruh pembelajaran Bab II.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan kepada 2–3 murid untuk membangun rasa percaya diri sebelum asesmen dimulai.
  • Asesmen diagnostik singkat: guru meminta murid menuliskan satu kata yang paling mereka ingat dari Bab II di selembar kertas kecil (sticky note atau kertas biasa) — kata-kata ini ditempel di papan atau dikumpulkan untuk melihat kesiapan awal kelas.
  • Guru menjelaskan tujuan, mekanisme, dan alokasi waktu asesmen sumatif hari ini dengan bahasa yang menenangkan, menekankan bahwa ini adalah kesempatan untuk 'menunjukkan yang terbaik', bukan ujian yang menakutkan.
  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif kepada seluruh murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengerjakan Bagian A asesmen sumatif: soal pilihan ganda dan isian singkat (10 soal) yang menguji pemahaman faktual dan konseptual tentang Nabi Elia (ketaatan, mukjizat, pesan pertobatan), Nabi Amos (perjuangan keadilan, pesan kepada umat Israel), dan Nabi Yesaya (nubuat tentang Juruselamat, relevansinya bagi iman Katolik). Alokasi waktu: 20 menit.
  • Selama murid mengerjakan, guru berkeliling dengan tenang, memastikan kondisi nyaman, dan mencatat murid yang tampak kesulitan tanpa mengganggu kemandirian mereka.
  • Soal dirancang dari konkret ke abstrak: dimulai dari pertanyaan 'siapa' dan 'apa', berlanjut ke pertanyaan 'mengapa' dan 'bagaimana', agar murid merasakan alur berpikir yang runtut.

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengerjakan Bagian B asesmen sumatif: soal uraian (3 soal) yang menuntut murid menghubungkan pengetahuan dengan keyakinan iman. Contoh soal: (1) Jelaskan bagaimana perjuangan Nabi Elia, Nabi Amos, dan Nabi Yesaya masing-masing berkontribusi dalam mempersiapkan umat Allah menyambut Juruselamat. (2) Tuliskan dua nubuat Nabi Yesaya tentang Juruselamat dan jelaskan bagaimana nubuat tersebut terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. (3) Tuliskan satu cara konkret kamu bisa meneladani semangat salah satu nabi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Alokasi waktu: 20 menit.
  • Guru mengingatkan murid untuk menggunakan kosakata dan pengetahuan yang sudah dipelajari selama Bab II, termasuk referensi Kitab Suci bila mereka mengingatnya.
  • Diferensiasi diterapkan: murid yang sudah selesai lebih cepat diminta memeriksa kembali jawaban dan melengkapi dengan detail tambahan; murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diberi prioritas pada soal yang paling mereka kuasai terlebih dahulu.

Merefleksi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Setelah seluruh lembar asesmen dikumpulkan, guru mengajak murid melakukan refleksi pribadi singkat (5 menit) dengan menjawab 3 pertanyaan refleksi di selembar kertas kecil atau di buku tulis: (1) Bagian mana dari Bab II yang paling berkesan bagimu dan mengapa? (2) Apa satu hal baru yang kamu yakini tentang Yesus Kristus setelah mempelajari Bab II? (3) Apakah ada bagian yang masih kurang kamu pahami?
  • Guru mempersilakan 2–3 murid secara sukarela untuk berbagi jawaban refleksi mereka secara lisan — suasana dijaga agar tetap hangat, tidak menghakimi.
  • Guru merangkum respons kelas secara singkat, mengaitkan jawaban murid dengan inti keyakinan iman: bahwa kerinduan umat Allah terpenuhi dalam diri Yesus Kristus, dan kita dipanggil untuk meneruskan misi para nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup:

  • Guru menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh murid atas usaha dan kejujuran mereka dalam mengerjakan asesmen.
  • Guru memberikan gambaran singkat tindak lanjut: kapan hasil asesmen akan dikembalikan dan bagaimana feedback akan diberikan.
  • Guru mengajak murid menutup kegiatan dengan doa syukur bersama, mensyukuri perjalanan belajar sepanjang Bab II dan memohon agar iman yang sudah bertumbuh tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menyampaikan tema pembelajaran Bab III sebagai jembatan curiosity menuju pertemuan berikutnya.
  • Salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memiliki kemampuan membaca rendah dapat diberikan soal Bagian A dalam format yang lebih ringkas dengan pilihan kata yang disederhanakan; guru dapat membacakan soal secara lisan jika diperlukan untuk murid berkebutuhan khusus.
  • Proses: Murid yang cepat selesai diminta menambahkan detail atau contoh Kitab Suci pada jawaban uraian mereka. Murid yang lambat dipandu untuk mengerjakan soal uraian minimal 1 dari 3 terlebih dahulu agar tetap memiliki hasil yang dapat dinilai.
  • Produk: Alternatif produk asesmen untuk murid yang memiliki kesulitan menulis: diperbolehkan menjawab soal uraian secara lisan kepada guru atau dengan gambar berseri disertai keterangan singkat, atas kesepakatan guru sebelumnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan satu kata yang paling mereka ingat dari Bab II pada selembar kertas kecil sebelum asesmen dimulai — digunakan untuk memetakan kesiapan kognitif dan emosional kelas secara cepat.
  • Guru mengajukan 1–2 pertanyaan pemantik secara lisan kepada 2–3 murid sebagai pemanasan dan pengecekan awal pemahaman tanpa menilai.

Proses:

  • Observasi aktif oleh guru saat murid mengerjakan soal: guru mencatat murid yang tampak kesulitan di bagian tertentu (misalnya soal tentang nubuat Yesaya) untuk pertimbangan remedial.
  • Pengumpulan lembar refleksi pribadi setelah asesmen: dianalisis guru untuk melihat apakah murid mampu mengaitkan materi dengan keyakinan iman secara personal.
  • Catatan anekdotal guru selama kegiatan berlangsung terkait kemandirian, kejujuran, dan keterlibatan murid.

Akhir:

  • Penilaian Bagian A (pilihan ganda dan isian singkat): skor objektif berdasarkan kunci jawaban, bobot 40% dari total nilai sumatif.
  • Penilaian Bagian B (uraian): dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan konten, kedalaman pemahaman iman, dan kemampuan menghubungkan nubuat para nabi dengan diri Yesus Kristus, bobot 60% dari total nilai sumatif.
  • Nilai akhir dikonversi ke skala 0–100 dan dicatat sebagai nilai sumatif Bab II.

Formatif:

  • Diagnostik kata kunci: murid menuliskan satu kata paling berkesan dari Bab II di awal pertemuan untuk memetakan kesiapan belajar.
  • Observasi guru selama murid mengerjakan asesmen: guru mencatat murid yang menunjukkan kebingungan atau kemandirian tinggi sebagai data proses.
  • Refleksi lisan singkat: 2–3 murid berbagi jawaban refleksi setelah asesmen selesai.

Sumatif:

  • Bagian A: 10 soal pilihan ganda dan isian singkat tentang Nabi Elia, Nabi Amos, dan Nabi Yesaya — menilai pemahaman faktual dan konseptual (TP 6.2.10.1).
  • Bagian B: 3 soal uraian yang mengukur kemampuan murid menghubungkan perjuangan para nabi dengan keyakinan iman bahwa Yesus adalah pemenuhan nubuat, serta relevansinya bagi kehidupan (TP 6.2.10.1 dan 6.2.10.2).
  • Lembar refleksi pribadi sebagai data pelengkap untuk menilai perkembangan dimensi keimanan murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman tentang perjuangan Nabi Elia, Nabi Amos, dan Nabi Yesaya (TP 6.2.10.1)Murid tidak dapat menyebutkan peran atau pesan ketiga nabi secara benar, atau hanya menyebutkan nama tanpa penjelasan.Murid dapat menyebutkan peran salah satu nabi dengan benar, namun penjelasan masih sangat terbatas dan belum mengaitkan dengan konteks umat Allah.Murid dapat menjelaskan peran dua atau ketiga nabi dengan benar, menyebutkan pesan utama masing-masing, meskipun belum sepenuhnya mengaitkan dengan kerinduan umat akan Juruselamat.Murid dapat menjelaskan peran dan perjuangan ketiga nabi secara lengkap dan tepat, mengaitkan pesan masing-masing nabi dengan konteks sejarah keselamatan dan kerinduan umat Allah akan Juruselamat.
Kemampuan mengomunikasikan keyakinan iman bahwa Yesus adalah pemenuhan nubuat para nabi (TP 6.2.10.2)Murid tidak dapat menjelaskan hubungan antara nubuat para nabi dengan diri Yesus Kristus, atau jawabannya tidak berkaitan dengan topik.Murid menyatakan bahwa Yesus adalah Juruselamat tetapi tidak dapat menghubungkannya dengan nubuat spesifik para nabi; penjelasan bersifat umum tanpa dasar materi.Murid dapat mengaitkan setidaknya satu nubuat Nabi Yesaya dengan diri Yesus Kristus dan menyatakan keyakinan imannya, meskipun argumen belum lengkap.Murid dapat mengomunikasikan dengan jelas dan meyakinkan bahwa Yesus Kristus adalah pemenuhan kerinduan umat Allah, mengutip minimal dua nubuat para nabi (terutama Yesaya) dan mengaitkannya dengan kisah Yesus dalam Perjanjian Baru secara koheren.
Relevansi dan penerapan nilai kenabian dalam kehidupan sehari-hariMurid tidak dapat menyebutkan relevansi teladan nabi bagi kehidupannya, atau jawaban tidak berhubungan sama sekali.Murid menyebutkan satu teladan nabi secara umum (misalnya 'harus berbuat baik') tanpa mengaitkan dengan nilai spesifik seperti ketaatan, keadilan, atau harapan.Murid dapat menyebutkan satu nilai konkret dari salah satu nabi (misalnya keadilan dari Amos) dan memberikan contoh sederhana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.Murid dapat mengidentifikasi nilai-nilai konkret dari minimal dua nabi dan memberikan contoh penerapan yang nyata, personal, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari sebagai murid Katolik kelas 6.
Kemandirian dan kejujuran dalam mengerjakan asesmenMurid sangat bergantung pada bantuan orang lain atau menunjukkan ketidakjujuran dalam proses pengerjaan.Murid berusaha mengerjakan secara mandiri tetapi masih sering meminta konfirmasi dari guru atau teman untuk hal-hal yang seharusnya sudah dipahami.Murid mengerjakan asesmen secara mandiri dengan baik, hanya sesekali membutuhkan klarifikasi instruksi dari guru.Murid mengerjakan seluruh asesmen secara mandiri, penuh, dan jujur; menunjukkan kepercayaan diri dalam menjawab dan memanfaatkan waktu dengan efisien.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah soal asesmen yang saya buat sudah benar-benar mengukur kedua tujuan pembelajaran (TP 6.2.10.1 dan 6.2.10.2) secara seimbang?
  • Murid mana yang menunjukkan kesulitan signifikan, dan pada bagian materi mana? Apa tindak lanjut yang perlu saya siapkan untuk remedial?
  • Apakah suasana asesmen hari ini kondusif dan tidak menimbulkan kecemasan berlebih pada murid? Apa yang perlu saya perbaiki untuk ke depannya?
  • Apakah hasil refleksi murid menunjukkan pertumbuhan iman yang bermakna dari pembelajaran Bab II ini?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari Bab II yang paling aku ingat dan paling berkesan? Mengapa bagian itu membuatku terkesan?
  • Setelah mempelajari Nabi Elia, Nabi Amos, dan Nabi Yesaya, apa satu hal baru yang aku yakini tentang Yesus Kristus sebagai Juruselamat?
  • Apakah ada bagian dari materi Bab II yang masih terasa sulit atau membingungkan bagiku? Apa yang ingin aku tanyakan atau pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Buku Siswa) — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2022 (ISBN: 978-602-244-690-3), Bab II: Umat Allah Merindukan Sang Juruselamat, hlm. 46–dst.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI — FX. Dapiyanta & Marianus Didi Kasmudi, Kemdikbudristek RI, 2022 (ISBN: 978-602-244-653-8), Bab II, hlm. 75–dst.
  3. Alkitab / Kitab Suci: referensi bacaan 1 Raja-raja 18 (Nabi Elia), Amos 5 (Nabi Amos), Yesaya 7:14 dan 9:1–6 (Nabi Yesaya), Lukas 4:16–21 (penggenapan nubuat dalam diri Yesus).
  4. Lembar soal asesmen sumatif Bab II yang disiapkan oleh guru (Bagian A: pilihan ganda dan isian singkat; Bagian B: soal uraian).
  5. Kertas kecil / sticky note untuk kegiatan diagnostik awal (kata kunci) dan lembar refleksi pribadi.
  6. Papan tulis atau papan tempel untuk menampilkan kata-kata kunci dari diagnostik awal kelas.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.