Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Bangsa Israel dan Kerinduan akan Juruselamat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Bangsa Israel dan Kerinduan akan Juruselamat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Bangsa Israel dan Kerinduan akan Juruselamat

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bangsa Israel dan Kerinduan akan Juruselamat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBangsa Israel dan Kerinduan akan Juruselamat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan situasi kehidupan bangsa Israel yang penuh dosa dan penderitaan sebagai latar belakang kerinduan akan Juruselamat berdasarkan Kitab Suci Perjanjian Lama.
  2. Murid dapat mengidentifikasi alasan mengapa bangsa Israel merindukan kehadiran seorang Juruselamat berdasarkan pengalaman sejarah mereka.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa sangat membutuhkan bantuan seseorang ketika kamu dalam kesulitan besar? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Bayangkan hidupmu dijajah, dihukum, dan jauh dari rumah selama bertahun-tahun — apa yang paling kamu rindukan dan harapkan?
  3. Menurut kamu, mengapa seseorang atau suatu bangsa bisa jatuh berulang kali ke dalam kesalahan yang sama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid membuka pelajaran dengan doa singkat bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan 2-3 pertanyaan lisan ringan kepada beberapa murid, misalnya 'Siapa yang masih ingat nama-nama nabi yang sudah kita pelajari di kelas 5?' dan 'Apa yang kamu ketahui tentang kehidupan bangsa Israel di zaman dulu?'
  • Guru mencatat respons murid sebagai peta awal pemahaman kelas, lalu merangkum secara singkat apa yang sudah diketahui.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan memahami situasi hidup bangsa Israel yang penuh dosa dan penderitaan, serta mengidentifikasi alasan mereka merindukan seorang Juruselamat.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik pertama: 'Pernahkah kamu merasa sangat membutuhkan bantuan seseorang ketika kamu dalam kesulitan besar? Bagaimana perasaanmu saat itu?' dan memberi kesempatan 2-3 murid merespons singkat.
  • Guru menghubungkan respons murid dengan konteks bangsa Israel yang akan dipelajari hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Kitab Suci (atau teks yang telah disiapkan) dan membaca Yesaya 1:2-4 secara bersama-sama dengan lantang.
  • Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis garis waktu sederhana perjalanan bangsa Israel: dari kejayaan di zaman Daud-Salomo → perpecahan kerajaan → penyembahan berhala di zaman Nabi Elia → ketidakadilan di zaman Nabi Amos → ancaman pembuangan ke Babel.
  • Guru menjelaskan secara ringkas setiap titik pada garis waktu tersebut, menekankan pola berulang: Israel melanggar perjanjian dengan Allah → menderita akibat dosa → menyadari kesalahan → merindukan pertolongan Allah.
  • Murid diminta mencatat 3 kata kunci dari penjelasan guru yang menggambarkan situasi bangsa Israel (contoh: dosa, penderitaan, harapan).
  • Guru mengajukan pertanyaan diskusi kelas: 'Berdasarkan bacaan dan garis waktu tadi, apa saja bentuk dosa dan penderitaan yang dialami bangsa Israel?' — beberapa murid diminta menyampaikan pendapatnya.
  • Guru meluruskan dan melengkapi jawaban murid, memastikan konsep situasi Israel sebagai latar belakang kerinduan akan Juruselamat dipahami dengan benar.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok menerima lembar kerja berisi dua kolom: kolom pertama 'Situasi/Pengalaman Bangsa Israel' dan kolom kedua 'Alasan Bangsa Israel Merindukan Juruselamat'.
  • Kelompok membaca teks pendek yang telah disiapkan guru (rangkuman dari Yesaya 1:2-4, 13-17 dan kisah perjalanan bangsa Israel dari buku siswa) lalu mengisi kedua kolom lembar kerja secara berdiskusi.
  • Setelah mengisi lembar kerja, setiap kelompok diminta menghubungkan temuan mereka dengan pengalaman sehari-hari: 'Apakah ada situasi di kehidupan kita sekarang yang mirip dengan kerinduan bangsa Israel akan pertolongan?' — murid menuliskan satu contoh di bagian bawah lembar kerja.
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya secara singkat (1-2 menit per kelompok).
  • Guru memberikan umpan balik langsung setelah tiap presentasi, mengapresiasi ide yang tepat dan meluruskan bila ada kesalahan pemahaman.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk tenang secara pribadi selama 2-3 menit untuk hening sejenak (mindful pause) sambil merenungkan pertanyaan: 'Dari kisah bangsa Israel hari ini, apa yang paling menyentuh hatimu dan mengapa?'
  • Setiap murid menuliskan jawabannya di lembar refleksi pribadi (atau buku catatan) dalam 2-3 kalimat.
  • Guru mengajak beberapa murid (sukarela) berbagi refleksi mereka kepada kelas.
  • Guru menutup tahap refleksi dengan penegasan: pola dosa-penderitaan-kerinduan bangsa Israel menunjukkan bahwa manusia membutuhkan Allah, dan kerinduan itu adalah tanda iman yang hidup.
  • Guru mengaitkan refleksi ini dengan pertanyaan pemantik awal: 'Seperti yang kalian rasakan saat butuh bantuan, begitu pula bangsa Israel — dan Allah tidak pernah meninggalkan mereka.'

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum poin-poin utama pembelajaran: situasi hidup bangsa Israel yang penuh dosa dan penderitaan, serta alasan-alasan mereka merindukan seorang Juruselamat.
  • Guru membagikan lembar asesmen akhir berisi 3 pertanyaan tertulis singkat (lihat bagian asesmenAkhir) yang dikerjakan secara mandiri selama 5-7 menit.
  • Guru mengumpulkan lembar asesmen akhir dan lembar kerja kelompok sebagai bukti belajar.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Kerinduan bangsa Israel akan Juruselamat adalah bagian dari rencana Allah yang indah. Minggu depan kita akan belajar lebih dalam tentang nubuat Nabi Yesaya.'
  • Guru memberikan tugas rumah opsional: meminta murid berbicara dengan orang tua tentang kisah bangsa Israel dan kerinduan akan Juruselamat, serta mencatat satu hal yang mereka pelajari dari percakapan itu.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyiapkan teks ringkasan bergambar (comic strip sederhana) tentang perjalanan bangsa Israel sehingga lebih mudah dipahami secara visual. Untuk murid yang sudah cepat memahami: disediakan teks tambahan Yesaya 8:21-23 dan diminta menemukan kata atau frasa yang menggambarkan kerinduan mendalam bangsa Israel.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru mendampingi kelompoknya lebih intensif dan menyederhanakan pertanyaan di lembar kerja menjadi pertanyaan pilihan atau melengkapi kalimat rumpang. Untuk murid yang cepat: diminta membuat pertanyaan tambahan sendiri berdasarkan teks dan mendiskusikannya dengan teman satu kelompok.
  • Produk: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: hasil kerja boleh berupa poin-poin singkat atau gambar sederhana dengan label. Untuk murid yang cepat: didorong untuk menuliskan refleksi yang lebih mendalam atau membuat perbandingan singkat antara situasi bangsa Israel dengan situasi di dunia masa kini.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa yang masih ingat nama nabi-nabi yang sudah kita pelajari sebelumnya?' — untuk mengukur pengetahuan awal tentang sejarah keselamatan.
  • Pertanyaan lisan: 'Apa yang kamu ketahui tentang kehidupan bangsa Israel di zaman dahulu?' — untuk memetakan pemahaman awal tentang konteks materi.
  • Pertanyaan pemantik personal: 'Pernahkah kamu sangat merindukan pertolongan seseorang saat kamu dalam kesulitan?' — untuk mengaktifkan pengalaman pribadi sebagai jembatan masuk ke materi.

Proses:

  • Observasi aktif guru selama diskusi kelas pada tahap Memahami: apakah murid mampu menyebutkan bentuk dosa dan penderitaan bangsa Israel berdasarkan teks Yesaya 1:2-4.
  • Pemeriksaan lembar kerja kelompok pada tahap Mengaplikasi: apakah murid dapat mengisi kolom 'Situasi Bangsa Israel' dan 'Alasan Merindukan Juruselamat' dengan tepat dan memberikan contoh relevan dari kehidupan nyata.
  • Penilaian presentasi kelompok: kemampuan murid mengomunikasikan hasil diskusi secara jelas dan percaya diri.
  • Pengamatan lembar refleksi pada tahap Merefleksi: apakah murid mampu menghubungkan materi dengan pengalaman atau perasaan pribadi secara bermakna.

Akhir:

  • Pertanyaan tertulis 1 (sesuai TP 6.2.1.1): 'Jelaskan situasi kehidupan bangsa Israel yang membuat mereka menderita! Sebutkan minimal 2 bentuk dosa atau penderitaan yang dialami bangsa Israel berdasarkan Kitab Suci Perjanjian Lama.'
  • Pertanyaan tertulis 2 (sesuai TP 6.2.1.2): 'Berdasarkan pengalaman sejarah bangsa Israel, tuliskan minimal 2 alasan mengapa mereka sangat merindukan kehadiran seorang Juruselamat!'
  • Pertanyaan tertulis 3 (refleksi nilai): 'Apa pelajaran paling penting yang kamu ambil dari kisah bangsa Israel hari ini bagi kehidupanmu sendiri? Tuliskan dalam 2-3 kalimat.'

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelas pada tahap Memahami (guru mencatat keaktifan dan ketepatan jawaban).
  • Pemeriksaan lembar kerja kelompok selama dan setelah tahap Mengaplikasi (kelengkapan dua kolom dan relevansi contoh kehidupan nyata).
  • Observasi dan penilaian presentasi kelompok: kejelasan, ketepatan isi, dan kemampuan menghubungkan materi dengan kehidupan.

Sumatif:

  • Lembar asesmen tertulis akhir yang dikerjakan secara mandiri di akhir pembelajaran, berisi 3 pertanyaan esai singkat sesuai TP 6.2.1.1 dan 6.2.1.2.
  • Lembar refleksi pribadi sebagai bukti kemampuan murid memaknai pembelajaran secara personal.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan situasi kehidupan bangsa Israel (TP 6.2.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan atau menjelaskan situasi kehidupan bangsa Israel, atau jawaban tidak relevan sama sekali dengan materi.Murid dapat menyebutkan 1 bentuk dosa atau penderitaan bangsa Israel, namun penjelasannya masih sangat singkat dan kurang didukung referensi Kitab Suci.Murid dapat menjelaskan 2 bentuk dosa atau penderitaan bangsa Israel dengan kalimat yang cukup jelas dan mengaitkannya dengan teks Perjanjian Lama.Murid dapat menjelaskan 3 atau lebih bentuk dosa dan penderitaan bangsa Israel secara runtut, jelas, dan mengaitkannya dengan teks Kitab Suci Perjanjian Lama serta menghubungkannya dengan pola perjalanan iman bangsa Israel.
Mengidentifikasi alasan bangsa Israel merindukan Juruselamat (TP 6.2.1.2)Murid tidak dapat menyebutkan alasan bangsa Israel merindukan Juruselamat, atau jawaban tidak berkaitan dengan pengalaman sejarah mereka.Murid dapat menyebutkan 1 alasan mengapa bangsa Israel merindukan Juruselamat, namun belum dikaitkan dengan konteks sejarah secara jelas.Murid dapat mengidentifikasi 2 alasan bangsa Israel merindukan Juruselamat dan mengaitkannya dengan pengalaman sejarah yang dipelajari.Murid dapat mengidentifikasi 3 atau lebih alasan bangsa Israel merindukan Juruselamat, menjelaskannya secara logis dan sistematis berdasarkan pengalaman sejarah, serta mampu menghubungkannya dengan kerinduan manusia akan Allah pada umumnya.
Partisipasi dan kemampuan komunikasi dalam diskusiMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok maupun kelas, atau tidak memberikan kontribusi apapun saat presentasi.Murid terlibat dalam diskusi namun pasif, hanya menjawab jika ditunjuk dan kontribusinya sangat minimal.Murid aktif terlibat dalam diskusi kelompok, memberikan pendapat yang relevan, dan mampu mengomunikasikan hasil diskusi dengan cukup jelas.Murid sangat aktif, memimpin atau mendorong diskusi kelompok, menyampaikan pendapat yang tajam dan relevan, serta mengomunikasikan hasil diskusi dengan jelas, percaya diri, dan menggunakan bahasa yang tepat.
Kemampuan merefleksi dan menghubungkan dengan kehidupanMurid tidak menuliskan refleksi, atau refleksi yang ditulis tidak berkaitan dengan materi yang dipelajari.Murid menuliskan refleksi yang berkaitan dengan materi, namun masih sangat umum dan belum menunjukkan pemaknaan pribadi.Murid menuliskan refleksi yang menunjukkan pemaknaan pribadi terhadap materi dan mengaitkannya dengan pengalaman atau kehidupan nyata dengan cukup jelas.Murid menuliskan refleksi yang mendalam, menunjukkan pemaknaan pribadi yang kuat, mengaitkan kisah bangsa Israel dengan kehidupan nyata secara konkret, dan mengungkapkan komitmen atau niat tindak lanjut yang spesifik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil mengaktifkan rasa ingin tahu murid dan menghubungkan pengalaman mereka dengan materi?
  • Apakah garis waktu perjalanan bangsa Israel yang saya sajikan cukup jelas dan membantu murid memahami konteks kerinduan akan Juruselamat?
  • Apakah semua murid (termasuk yang membutuhkan dukungan lebih) terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan memahami materi secara memadai?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menuntaskan tiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apa yang perlu saya perbaiki pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil asesmen akhir murid hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang situasi kehidupan bangsa Israel?
  • Dari semua yang kamu pelajari, mana yang paling membuatmu berpikir atau merasa terkesan, dan mengapa?
  • Apakah ada persamaan antara kerinduan bangsa Israel akan Juruselamat dengan pengalaman atau kerinduan yang pernah kamu rasakan dalam hidupmu?
  • Apa yang ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang topik ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Kitab Suci — Teks Yesaya 1:2-4, 13-17 (Situasi Hidup Umat Israel)
  2. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Buku Siswa), Bab II: Umat Allah Merindukan Juruselamat
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Bab II
  4. Garis waktu perjalanan bangsa Israel (dibuat guru di papan tulis atau media cetak)
  5. Lembar kerja kelompok dua kolom (disiapkan guru)
  6. Lembar refleksi pribadi murid (disiapkan guru)
  7. Lembar asesmen akhir tertulis (disiapkan guru)
  8. Teks ringkasan bergambar perjalanan bangsa Israel untuk diferensiasi (opsional, disiapkan guru)
  9. Video Kisah Nabi Yesaya (opsional, bila tersedia fasilitas proyektor)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.