MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 2 — Umat Allah Merindukan Juruselamat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Umat Allah Merindukan Juruselamat |
|---|
| Alokasi Waktu | 26 JP (26 x 35 menit = 910 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.2.1 Menjelaskan perjuangan Nabi Elia yang menobatkan bangsa Israel dalam kisah Kitab Suci
- TP 6.2.2 Menganalisis perjuangan Nabi Amos sebagai pejuang keadilan bagi umat Allah
- TP 6.2.3 Menguraikan pesan nubuat Nabi Yesaya yang menubuatkan kedatangan Juru Selamat
- TP 6.2.4 Menjelaskan karya Yesus yang mewartakan kerajaan Allah dengan perkataan dan perbuatan sebagai pemenuhan kerinduan akan Juru Selamat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa bangsa Israel pada zaman Raja Ahab berpaling dari Allah dan menyembah Dewa Baal?
- Apa alasan Allah mengutus Nabi Elia untuk menegur Raja Ahab dan bangsa Israel?
- Mukjizat apa saja yang dikerjakan Allah melalui perantaraan Nabi Elia ketika menghadapi bangsa Israel?
- Bagaimana peristiwa api yang menyambar korban di Gunung Karmel dapat menobatkan bangsa Israel sehingga mereka kembali mengakui Allah yang sejati?
- Mengapa Allah memanggil Nabi Amos yang seorang peternak biasa untuk menegur para pemimpin Israel?
- Bentuk ketidakadilan sosial apa saja yang dialami rakyat kecil pada zaman Nabi Amos berdasarkan Kitab Suci?
- Mengapa Allah mengutus Nabi Amos untuk menegur para pemimpin dan orang kaya yang menindas orang miskin?
- Apa seruan utama Nabi Amos agar bangsa Israel selamat dari hukuman Allah dan kembali hidup adil?
- Bagaimana tanggapan Nabi Yesaya saat mendengar panggilan Tuhan di Bait Allah?
- Mengapa Allah menyampaikan pesan nubuat tentang kehancuran sekaligus harapan bagi bangsa Israel?
- Bagaimana Nabi Yesaya menggambarkan sosok Juru Selamat yang dijanjikan Allah kepada bangsa Israel?
- Mengapa nubuat Nabi Yesaya tentang Hamba yang menderita memberi pengharapan besar bagi umat yang sedang hancur?
- Bagaimana cara Yesus mewartakan Kerajaan Allah kepada orang banyak melalui perkataan-Nya?
- Mengapa pengajaran Yesus seperti perumpamaan dan Khotbah di Bukit membuktikan bahwa Ia adalah Juru Selamat yang dijanjikan?
- Perbuatan kasih apa saja yang dilakukan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah kepada orang-orang yang menderita?
- Mengapa tindakan dan mukjizat kasih Yesus menjadi bukti terpenuhinya kerinduan umat akan datangnya Sang Juru Selamat?
- Bagaimana kisah perjuangan para nabi (Elia, Amos, dan Yesaya) menuntun umat Allah untuk setia menantikan pemenuhan janji keselamatan?
- Dalam hal apa saja perkataan dan perbuatan Yesus membuktikan bahwa Dialah Sang Juru Selamat yang mewartakan Kerajaan Allah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Latar Belakang Perjuangan Nabi Elia Menghadapi Penyembahan Berhala Bangsa Israel — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menjelaskan perjuangan Nabi Elia yang menobatkan bangsa Israel dalam kisah Kitab Suci
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib, menyapa murid, dan mengajak menyanyikan lagu pembuka 'Kudengar Sabda-Mu Tuhan' bersama-sama (4 menit).
- Guru memandu doa pembuka dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan latar belakang perjuangan Nabi Elia menghadapi penyembahan berhala bangsa Israel (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa nama raja Israel yang membangun mezbah untuk Dewa Baal?' (acuan: Raja Ahab); (2) 'Mengapa penyembahan Baal dilarang oleh Allah?' (acuan: mengingkari perjanjian Gunung Sinai bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak teks Kitab Suci 1 Raja-raja 16:29-34 yang dibacakan di kelas mengenai pemerintahan Raja Ahab yang menikah dengan Izebel dan mendirikan mezbah untuk Baal di Samaria (10 menit).
- Murid menyimak paparan guru dengan penuh perhatian mengenai 3 faktor latar belakang bangsa Israel menyembah berhala: (1) pengaruh pernikahan politik Raja Ahab dengan putri penyembah Baal; (2) ketidaktaatan raja yang membangun mezbah dan kuil Baal di Samaria; (3) bangsa Israel melupakan perjanjian setia dengan Allah di Gunung Sinai (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti kuis tantangan berpasangan 'Tebak Benar Peristiwa Elia' yang menyenangkan: secara bergiliran tiap pasangan membaca kartu situasi dan menentukan apakah kartu tersebut merupakan latar belakang penyembahan berhala zaman Elia atau bukan. Tersedia 3 kartu situasi: Kartu A: 'Raja Ahab menikahi Izebel dan mendirikan mezbah untuk Dewa Baal' (Benar latar belakang); Kartu B: 'Bangsa Israel setia beribadah di kemah suci tanpa menyembah dewa lain' (Bukan latar belakang); Kartu C: 'Bangsa Israel mengingkari perjanjian Sinai dan mengikuti perintah raja menyembah Baal' (Benar latar belakang) (acuan: Kartu A dan C benar; B bukan) (12 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja penjelasan tertulis berisi 3 butir pertanyaan analisis latar belakang perjuangan Elia: Butir 1: 'Jelaskan mengapa Raja Ahab ikut menyembah Baal!' (acuan: terpengaruh oleh istrinya, Izebel, dan membina persekutuan politik); Butir 2: 'Jelaskan mengapa penyembahan Baal membuat Allah murka!' (acuan: bangsa Israel melanggar perjanjian Sinai yang melarang menyembah ilah lain selain Allah); Butir 3: 'Jelaskan mengapa Nabi Elia diutus Allah kepada bangsa Israel!' (acuan: untuk menegur raja dan menobatkan bangsa Israel dari dosa penyembahan berhala) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali hasil lembar kerjanya dalam hening untuk menyadari pentingnya kesetiaan beriman kepada Allah di tengah pengaruh buruk di sekitar kita (5 menit).
- Dua orang perwakilan murid membacakan penjelasan yang telah ditulisnya mengenai latar belakang perutusan Nabi Elia, lalu guru memberikan penguatan konsep (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Nabi Elia diutus karena Raja Ahab dan bangsa Israel menyembah Baal akibat pengaruh perkawinan politik serta melanggar perjanjian Sinai (3 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman singkat lisan dan menutup pembelajaran dengan doa syukur serta berkat penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkas bergambar dari 1 Raja-raja 16:29-34 dengan kata kunci penanda; bagi murid yang cepat diberikan teks utuh Alkitab.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan panduan kalimat rumpang saat menyusun penjelasan; murid cepat menuliskan penjelasan mandiri secara lengkap dengan alasan penyebab-akibat.
- Produk: Format penjelasan dapat berupa 3 kalimat penjelas terstruktur atau poin-poin uraian sebab-akibat yang memuat ketiga faktor latar belakang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: (1) 'Siapa nama raja Israel yang membangun mezbah untuk Dewa Baal?' (acuan jawaban: Raja Ahab); (2) 'Mengapa penyembahan Baal dipandang berdosa oleh Allah?' (acuan jawaban: mengingkari perjanjian di Gunung Sinai bahwa hanya Yahwe/Allah satu-satunya Tuhan yang disembah).
Proses:- Pengamatan keaktifan dan ketepatan murid dalam kuis tantangan kartu berpasangan: memastikan murid tepat mengidentifikasi Kartu A dan Kartu C sebagai latar belakang penyembahan berhala dan Kartu B sebagai bukan latar belakang.
- Pemeriksaan lembar kerja penjelasan tertulis 3 butir (alasan Raja Ahab menyembah Baal, alasan Allah murka atas penyembahan Baal, dan alasan Elia diutus menegur mereka) sesuai acuan kunci jawaban.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menjelaskan kembali dalam 1 kalimat mengapa Nabi Elia harus memperjuangkan pertobatan bangsa Israel (acuan jawaban: karena bangsa Israel di bawah pimpinan Raja Ahab berpaling dari Allah dan menyembah berhala Dewa Baal).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal pembelajaran mengenai tokoh Raja Ahab dan penyembahan Baal
- Kuis tantangan kartu berpasangan memilah faktor latar belakang penyembahan berhala
- Tugas tertulis menjelaskan 3 faktor latar belakang perjuangan Nabi Elia menghadapi penyembahan berhala
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan latar belakang perjuangan Nabi Elia menghadapi penyembahan berhala bangsa Israel (faktor pengaruh Raja Ahab, pelanggaran perjanjian Sinai, dan alasan perutusan Elia) | Belum mampu menjelaskan 3 faktor latar belakang (hanya 0 atau 1 faktor yang dijawab tepat sesuai acuan kunci jawaban). | Mampu menjelaskan dengan tepat 1 dari 3 faktor latar belakang perjuangan Nabi Elia sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu menjelaskan dengan tepat 2 dari 3 faktor latar belakang perjuangan Nabi Elia sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu menjelaskan dengan tepat seluruh 3 faktor latar belakang perjuangan Nabi Elia menghadapi penyembahan berhala sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit cukup memfasilitasi pemahaman murid mengenai latar belakang kisah Nabi Elia?
- Bagaimana keterlibatan murid saat kuis tantangan kartu berpasangan berlangsung?
Murid:- Apa yang menyebabkan bangsa Israel zaman Raja Ahab melupakan Allah dan menyembah berhala?
- Sikap setia apa yang dapat saya teladani dari pengutusan Nabi Elia dalam hidup beriman saya?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Kisah Mukjizat dan Perjuangan Nabi Elia dalam Menobatkan Bangsa Israel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menjelaskan perjuangan Nabi Elia yang menobatkan bangsa Israel dalam kisah Kitab Suci
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka, dan mengecek kehadiran murid dengan tertib (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menjelaskan kisah mukjizat dan perjuangan Nabi Elia dalam menobatkan bangsa Israel (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapakah nama nabi yang berani menegur bangsa Israel penyembah Baal?' (acuan: Nabi Elia) dan (2) 'Di gunung manakah terjadi pertandingan antara Nabi Elia melawan para nabi Baal?' (acuan: Gunung Karmel) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak paparan guru dan membaca kutipan teks Kitab Suci 1 Raja-raja 17:1-24 (mukjizat tepung dan minyak janda Sarfat tidak habis, membangkitkan anak janda) serta 1 Raja-raja 18:16-39 (pertarungan mukjizat api di Gunung Karmel) secara khidmat (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil mengidentifikasi 3 mukjizat utama Nabi Elia dan tujuan mukjizat tersebut dalam perjuangannya menobatkan bangsa Israel: (1) Mukjizat tempayan tepung dan buli-buli minyak janda Sarfat yang tidak pernah habis, (2) Mukjizat menghidupkan kembali anak laki-laki janda Sarfat yang mati, dan (3) Mukjizat api dari langit yang membakar habis korban persembahan di Gunung Karmel untuk membuktikan Allah yang sejati (acuan: 3 mukjizat tersebut bertujuan agar umat Israel sadar dan bertobat dari penyembahan Baal) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan kuis interaktif 'Tantangan Kartu Mukjizat Elia': murid menjodohkan 3 kartu peristiwa mukjizat dengan 3 kartu dampak pertobatan umat. Kartu peristiwa: (A) Tepung dan minyak tak habis di Sarfat, (B) Pembangkitan anak janda Sarfat, (C) Api membakar korban basah di Gunung Karmel. Kartu dampak pertobatan: (1) Janda Sarfat percaya sabda Allah melalui Elia adalah benar, (2) Umat Israel melihat kuasa Allah atas kehidupan dan kematian, (3) Seluruh rakyat sujud dan berseru 'TUHAN, Dialah Allah!' lalu bertobat meninggalkan Baal (acuan pasangan: A-1, B-2, C-3) (20 menit).
- Secara mandiri pada lembar kerja, murid menuliskan penjelasan tertulis mengenai perjuangan Nabi Elia menobatkan bangsa Israel berdasarkan 3 unsur: (1) Peristiwa mukjizat api di Gunung Karmel (1 Raja-raja 18:36-38), (2) Reaksi rakyat Israel saat melihat api Allah (1 Raja-raja 18:39: sujud dan mengakui TUHAN Dialah Allah), dan (3) Makna pertobatan bangsa Israel (berbalik dari berhala Baal dan setia kembali kepada Allah sejati) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengambil hening untuk berkesadaran merenungkan keteguhan iman Nabi Elia yang berani memperjuangkan kebenaran Allah, lalu menuliskan satu komitmen pribadi untuk berani bertobat saat berbuat salah dan setia berdoa kepada Tuhan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran: Allah menunjukkan kuasa-Nya melalui mukjizat Nabi Elia untuk meruntuhkan kepalsuan berhala dan menuntun bangsa Israel kembali pada pertobatan sejati (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang Nabi Amos, dan memimpin doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkas dengan penanda visual (warna/huruf tebal) pada bagian mukjizat dan pertobatan umat; murid yang lebih cepat diberikan teks Kitab Suci lengkap 1 Raja-raja 18:16-39.
- Proses: Murid dengan pemahaman awal bertahap didampingi secara berpasangan dalam mengurutkan peristiwa mukjizat, sedangkan murid yang mandiri langsung menjelaskan hubungan antara peristiwa mukjizat di Gunung Karmel dengan seruan pertobatan umat.
- Produk: Murid dapat menjelaskan perjuangan pertobatan bangsa Israel melalui lembar bagan runtutan peristiwa mukjizat atau uraian paragraf penjelas yang utuh mencakup ketiga unsur acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Siapakah nama nabi yang berani menegur bangsa Israel penyembah Baal?' (acuan: Nabi Elia) dan (2) 'Di gunung manakah terjadi pertandingan antara Nabi Elia melawan para nabi Baal?' (acuan: Gunung Karmel). Kriteria kesiapan: murid siap jika mampu menjawab minimal 1 pertanyaan dengan tepat.
Proses:- Lembar kerja penjodohan 'Tantangan Kartu Mukjizat Elia' berpasangan: menjodohkan 3 kartu peristiwa mukjizat dengan 3 kartu dampak pertobatan secara tepat (kartu A ke 1, B ke 2, C ke 3).
- Tugas mandiri tertulis: murid menjelaskan perjuangan Nabi Elia menobatkan bangsa Israel dengan memuat 3 unsur acuan: (1) peristiwa api Gunung Karmel, (2) reaksi pengakuan bangsa Israel, dan (3) makna pertobatan meninggalkan berhala.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir): (1) 'Mukjizat apa yang membuat bangsa Israel di Gunung Karmel sujud dan mengakui Allah?' (acuan: Api dari langit menyambar dan membakar habis korban persembahan Nabi Elia beserta kayu dan airnya); (2) 'Bagaimana seruan pengakuan bangsa Israel ketika bertobat?' (acuan: 'TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!'). Kriteria tuntas: kedua butir terjawab sesuai acuan.
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik pada pendahuluan
- Observasi unjuk kerja menjodohkan kartu mukjizat dan dampak pertobatan
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penjelasan perjuangan Nabi Elia menobatkan bangsa Israel
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Mukjizat dan Perjuangan Nabi Elia Menobatkan Bangsa Israel | Belum mampu menjelaskan mukjizat Nabi Elia dan kaitannya dengan pertobatan bangsa Israel (memuat kurang dari 1 dari 3 unsur acuan: peristiwa Gunung Karmel, reaksi seruan umat, makna pertobatan meninggalkan berhala). | Mampu menjelaskan mukjizat Nabi Elia namun baru memuat 1 dari 3 unsur acuan (peristiwa Gunung Karmel, reaksi seruan umat, atau makna pertobatan) dengan bimbingan guru. | Mampu menjelaskan mukjizat Nabi Elia dalam menobatkan bangsa Israel secara tepat dengan memuat 2 dari 3 unsur acuan secara mandiri. | Mampu menjelaskan mukjizat Nabi Elia dalam menobatkan bangsa Israel secara lengkap, runtut, dan tepat mencakup seluruh 3 unsur acuan (peristiwa mukjizat api Gunung Karmel, reaksi seruan pengakuan umat, dan makna pertobatan meninggalkan berhala) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan metode kartu mukjizat membantu murid memahami proses pertobatan bangsa Israel dengan menyenangkan?
- Apakah seluruh murid telah mampu menjelaskan kaitan antara mukjizat Elia dengan kembalinya iman bangsa Israel kepada Allah yang sejati?
Murid:- Apa hal paling mengagumkan yang kamu pelajari dari kisah keberanian Nabi Elia di Gunung Karmel?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap bertobat dan taat kepada Allah ketika kamu melakukan kesalahan di rumah atau sekolah?
Pertemuan 3 — Menganalisis Situasi Ketidakadilan Sosial Umat Allah pada Zaman Nabi Amos — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.2 Menganalisis perjuangan Nabi Amos sebagai pejuang keadilan bagi umat Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis situasi ketidakadilan sosial bangsa Israel pada zaman Nabi Amos (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid menjawab 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) Siapakah Nabi Amos sebelum dipanggil Allah? (acuan: seorang peternak domba/gembala dan pemungut buah ara hutan dari Tekoa); (2) Siapakah kelompok yang hidup menderita pada masa itu? (acuan: orang miskin/kaum lemah/rakyat kecil) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara hening dan berkesadaran menyimak pembacaan teks Kitab Suci Amos 5:7, 10-12 dan penjelasan ringkas latar belakang sosial Israel masa itu (15 menit).
- Guru memandu tanya jawab mendalam untuk membedah konsep ketidakadilan sosial dalam teks: penguasa hidup mewah dan berpesta pora, menindas orang miskin, memungut pajak gandum berlebihan, dan menolak membela kaum lemah di pintu gerbang pengadilan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Menyenangkan 'Detektif Keadilan Amos': Secara berpasangan, murid menerima lembar studi kasus berisi 4 bentuk ketidakadilan sosial zaman Amos dan mencocokkan akar penyebab serta dampaknya bagi rakyat (15 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis 3 butir situasi ketidakadilan sosial pada lembar analisis: (1) Situasi kehidupan para pemimpin vs rakyat kecil (acuan: pemimpin berpesta pora dan kaya raya sementara rakyat miskin dan terjepit); (2) Perlakuan di pintu gerbang/pengadilan (acuan: hakim menerima suap dan mengabaikan hak orang miskin); (3) Alasan Allah tidak berkenan pada ibadat mereka (acuan: ibadat meriah dilakukan tanpa disertai penegakan keadilan sosial) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil analisisnya dan merenungkan mengapa Allah menuntut keadilan nyata bagi orang tertindas bukan sekadar upacara keagamaan lahiriah (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti analisis situasi ketidakadilan sosial pada zaman Nabi Amos (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kerja analisis murid, menginformasikan topik pertemuan berikutnya (seruan perjuangan keadilan Nabi Amos), dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks Amos 5:10-12 dengan kata kunci yang digarisbawahi; murid cepat diberikan perbandingan tambahan teks Amos 4:1.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan bertahap saat mengidentifikasi bukti ketidakadilan; murid cepat menganalisis hubungan sebab-akibat secara mandiri.
- Produk: Analisis disajikan pada format lembar kerja terstruktur dengan tingkat kedalaman telaah sesuai kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan/tulis di awal pembelajaran: (1) Siapakah Nabi Amos sebelum dipanggil Allah? (acuan: peternak domba/gembala dari Tekoa); (2) Siapakah yang mengalami penindasan pada zaman Nabi Amos? (acuan: rakyat miskin/kaum lemah).
Proses:- Pemeriksaan lembar analisis situasi ketidakadilan sosial berdasarkan Kitab Amos 5:7-12 dengan 3 indikator: pembedaan kontras pemimpin vs rakyat, kecurangan di gerbang pengadilan, dan kepalsuan ibadat tanpa keadilan (acuan jawaban tercantum pada langkah aplikasi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 2 butir: (1) Sebutkan 2 bentuk ketidakadilan sosial yang dikecam Nabi Amos! (acuan: menerima suap di pengadilan, memungut pajak gandum berlebihan dari orang miskin); (2) Mengapa perayaan keagamaan mereka ditolak Allah? (acuan: karena perayaan meriah disertai pemerasan dan ketidakadilan terhadap sesama).
Formatif:- Penilaian analisis situasi ketidakadilan sosial zaman Nabi Amos melalui lembar kerja tertulis dan observasi keaktifan bernalar kritis.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis situasi ketidakadilan sosial pada zaman Nabi Amos | Belum mampu mengidentifikasi bentuk situasi ketidakadilan sosial pada zaman Nabi Amos meski dibimbing (0 dari 3 butir analisis tepat). | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 butir situasi ketidakadilan sosial pada zaman Nabi Amos dengan bimbingan guru sesuai acuan. | Mampu menganalisis 2 dari 3 butir situasi ketidakadilan sosial pada zaman Nabi Amos secara tepat sesuai acuan materi Kitab Suci. | Mampu menganalisis seluruh 3 butir situasi ketidakadilan sosial pada zaman Nabi Amos secara lengkap dan mendalam tanpa bantuan sesuai acuan materi Kitab Suci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah analisis teks Kitab Suci Amos membantu murid memahami bentuk-bentuk ketidakadilan sosial secara objektif?
- Bagaimana keterlibatan murid selama aktivitas Detektif Keadilan Amos berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari situasi ketidakadilan zaman Nabi Amos yang paling membuat saya prihatin?
- Apakah saya sudah memahami alasan Allah membela orang-orang miskin yang tertindas?
Pertemuan 4 — Menganalisis Seruan Perjuangan Keadilan Nabi Amos bagi Kaum Tertindas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.2 Menganalisis perjuangan Nabi Amos sebagai pejuang keadilan bagi umat Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait seruan Nabi Amos: (1) 'Siapakah kelompok yang ditegur keras oleh Nabi Amos?' (acuan jawaban benar: para pemimpin/orang kaya yang berbuat lalim/menindas rakyat miskin); (2) 'Sebutkan salah satu seruan Nabi Amos dalam Amos 5:14-15!' (acuan jawaban benar: carilah yang baik dan jangan yang jahat / bencilah yang jahat dan cintailah yang baik / tegakkanlah keadilan di pintu gerbang) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pembacaan teks Kitab Suci Amos 5:10-15 yang dibacakan bersama guru secara bergantian untuk menemukan seruan Nabi Amos terhadap ketidakadilan (10 menit).
- Guru memandu murid membedah 3 pokok seruan Nabi Amos: (1) Larangan menindas orang lemah dan menerima suap (Amos 5:12); (2) Ajakan mencari yang baik dan membenci yang jahat agar beroleh hidup (Amos 5:14); (3) Tuntutan menegakkan keadilan di pintu gerbang pengadilan (Amos 5:15) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Menggembirakan: Murid memainkan 'Tantangan Detektif Keadilan Amos' secara berpasangan. Setiap pasangan menerima 4 lembar kartu pernyataan situasi dan menentukan kartu mana yang mencerminkan seruan keadilan Nabi Amos dan mana yang mencerminkan penindasan. Kartu 1: 'Pedagang mengurangi timbangan gandum untuk orang miskin' (kategori: penindasan/pelanggaran); Kartu 2: 'Hakim menolak uang suap dan membela hak orang miskin di pengadilan' (kategori: seruan keadilan Amos 5:15); Kartu 3: 'Penguasa mengambil pajak berlebihan dari petani miskin untuk pesta pora' (kategori: penindasan/pelanggaran Amos 5:11); Kartu 4: 'Membantu tetangga miskin mendapatkan haknya tanpa memungut bayaran' (kategori: seruan keadilan Amos 5:14) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Analisis Seruan Nabi Amos berisi 3 kasus konkret penindasan kaum lemah dan menganalisis seruan Nabi Amos yang relevan untuk mengatasi tiap kasus: Kasus 1: Pemerasan upah buruh tani (analisis acuan: relevan dengan seruan Amos 5:11-12 menentang pemerasan gandum orang lemah dan menolak suap); Kasus 2: Saksi palsu yang menyudutkan warga miskin di persidangan (analisis acuan: relevan dengan seruan Amos 5:10 & 5:15 membenci kejujuran di pintu gerbang dan tuntutan menegakkan keadilan di pintu gerbang); Kasus 3: Orang berkuasa yang hidup mewah dari penderitaan kaum miskin (analisis acuan: relevan dengan seruan Amos 5:14 mencari yang baik dan tidak berbuat jahat) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak dan merenungkan seruan Amos 5:15 ('Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik, dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang') untuk menyadari pentingnya memperjuangkan keadilan bagi teman yang tertindas di lingkungan sekolah (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan seruan perjuangan Nabi Amos bagi kaum tertindas bahwa ibadat sejati harus diwujudkan dalam tindakan menegakkan keadilan dan membela kaum lemah (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik hasil analisis murid, menyampaikan apresiasi, dan menutup pelajaran dengan doa penutup mohon keberanian bertindak adil (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kutipan teks Amos 5:10-15 dengan kata kunci seruan yang diberi garis bawah (misalnya: bencilah yang jahat, tegakkan keadilan); murid mahir membaca teks Amos 5:1-15 secara utuh.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara terarah saat memasangkan kasus dengan seruan Amos; murid yang lebih cepat menganalisis ketiga kasus secara mandiri dan menambahkan 1 contoh situasi ketidakadilan modern beserta seruan Amos yang cocok.
- Produk: Analisis kasus dapat disajikan dalam bentuk diagram tabel relasi seruan Amos atau narasi uraian analisis tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Siapakah kelompok yang ditegur keras oleh Nabi Amos dalam Kitab Suci? (Acuan jawaban benar: para pemimpin, orang kaya, atau hakim yang menindas kaum miskin/lemah); (2) Sebutkan seruan inti Nabi Amos bagi bangsa Israel dalam Amos 5:14-15! (Acuan jawaban benar: carilah yang baik dan jangan yang jahat / bencilah yang jahat dan cintailah yang baik / tegakkanlah keadilan di pintu gerbang).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam 'Tantangan Detektif Keadilan Amos' dengan mencocokkan 4 kartu situasi (Kartu 1: penindasan, Kartu 2: seruan keadilan, Kartu 3: penindasan, Kartu 4: seruan keadilan).
- Pemeriksaan ketepatan Lembar Analisis Seruan Nabi Amos pada 3 kasus: Kasus 1 (pemerasan buruh/Amos 5:11-12), Kasus 2 (suap dan pengadilan palsu/Amos 5:10,15), dan Kasus 3 (kemewahan di atas penderitaan rakyat/Amos 5:14).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Murid menuliskan makna seruan Nabi Amos 'Tegakkanlah keadilan di pintu gerbang' (Amos 5:15) dalam konteks membela kaum yang lemah. Kriteria penerimaan operasional: jawaban memuat penjelasan bahwa hukum dan perlakuan harus adil, tidak memihak orang kaya/penyuap, dan hak kaum miskin/lemah harus dibela.
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang sosok yang ditegur dan seruan Nabi Amos
- Kuis berpasangan 'Tantangan Detektif Keadilan Amos' mengelompokkan 4 kartu pernyataan
- Lembar Kerja Analisis Seruan Keadilan Nabi Amos bagi Kaum Tertindas (menganalisis 3 kasus penindasan berdasarkan Amos 5:10-15)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis seruan perjuangan keadilan Nabi Amos bagi kaum tertindas | Belum mampu menghubungkan seruan keadilan Nabi Amos dengan kasus ketidakadilan kaum tertindas (0 dari 3 kasus tepat sesuai acuan Amos 5:10-15). | Mampu menghubungkan seruan keadilan Nabi Amos dengan kasus ketidakadilan secara tepat pada 1 dari 3 kasus sesuai acuan Amos 5:10-15 dengan bantuan penuh guru. | Mampu menganalisis dan menghubungkan seruan keadilan Nabi Amos dengan kasus ketidakadilan kaum tertindas secara tepat pada 2 dari 3 kasus sesuai acuan Amos 5:10-15 secara mandiri. | Mampu menganalisis dan menghubungkan seruan keadilan Nabi Amos dengan kasus ketidakadilan kaum tertindas secara lengkap dan tepat pada seluruh 3 kasus sesuai acuan Amos 5:10-15 secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu memahami inti seruan keadilan Nabi Amos dalam membela kaum yang tertindas?
- Bagian mana dari kegiatan analisis kasus yang masih dirasa sulit oleh murid dan perlu penguatan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Apa seruan Nabi Amos yang paling mengesankan bagi saya dalam membela teman yang diperlakukan tidak adil?
- Tindakan adil apa yang ingin saya lakukan mulai hari ini di kelas untuk meneladani perjuangan Nabi Amos?
Pertemuan 5 — Menguraikan Panggilan dan Pesan Nubuat Nabi Yesaya tentang Situasi Umat Israel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.3 Menguraikan pesan nubuat Nabi Yesaya yang menubuatkan kedatangan Juru Selamat
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama dan menyanyikan lagu 'Kurenungkan Sabda-Mu, Tuhan' untuk mengondisikan suasana hening penuh kesadaran (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan dua pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman dasar murid: (1) Siapa nabi yang menubuatkan kelahiran Imanuel? (acuan: Nabi Yesaya); (2) Bagaimana kesiapan seseorang bila dipanggil Allah menjadi utusan-Nya? (kriteria penerimaan: menyatakan kesediaan mendengarkan dan taat melaksanakan kehendak Allah) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca bersama kutipan teks Kitab Suci Yesaya 1:2-4, 13-17 (tentang kemerosotan moral, ketidaksetiaan, dan ibadat palsu bangsa Israel) serta Yesaya 6:1-8 (tentang penglihatan kemuliaan Allah dan panggilan Yesaya di Bait Allah) dengan penuh kesadaran (15 menit).
- Guru memberikan penjelasan terarah mengenai latar belakang historis panggilan Yesaya dan bagaimana situasi dosa bangsa Israel membuat mereka terancam kehancuran, namun Allah tetap memanggil Yesaya dengan sabda peneguhan: 'Ini aku, utuslah aku' (Yesaya 6:8) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan kuis cepat bergembira 'Kartu Detektif Nubuat' secara berpasangan untuk mengidentifikasi 3 pernyataan situasi bangsa Israel zaman Yesaya berikut: Pernyataan 1: Bangsa Israel memberontak dan melupakan Allah penciptanya (Benar/Fakta Teks Yesaya 1:2-4); Pernyataan 2: Ibadat dan kurban bangsa Israel tetap menyenangkan hati Allah meski hidup mereka menindas yatim piatu (Salah/Teks Yesaya 1:13-15 menegaskan Allah muak dengan ibadat tanpa keadilan); Pernyataan 3: Yesaya menyambut panggilan Tuhan dengan menjawab 'Ini aku, utuslah aku!' (Benar/Fakta Teks Yesaya 6:8) (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Penguraian Nubuat secara mandiri dengan menjawab 3 pertanyaan tertulis: (1) Uraikan 2 bentuk kemerosotan bangsa Israel menurut Yesaya 1:2-4, 13-17! (acuan: bangsa memberontak/meninggalkan Tuhan dan melakukan ibadat formalitas tanpa keadilan sosial/menindas yang lemah); (2) Uraikan peristiwa panggilan Yesaya dan jawabannya kepada Tuhan menurut Yesaya 6:1-8! (acuan: Yesaya melihat kemuliaan Tuhan di Bait Allah, merasa najis bibir lalu disucikan dengan bara api, dan menjawab 'Ini aku, utuslah aku'); (3) Uraikan pesan peringatan nubuat Nabi Yesaya bagi masa depan bangsa Israel yang tidak mau bertobat! (acuan: bangsa Israel akan mengalami kehancuran dan pembuangan sebagai akibat dosa dan ketidaksetiaan mereka) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan diri dan merefleksikan makna panggilan nabi Yesaya dalam hidup pribadi: mengenali panggilan Tuhan untuk berbuat benar serta menjauhi kepura-puraan dalam kehidupan beriman sehari-hari (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa Nabi Yesaya dipanggil Allah untuk menegur kemerosotan moral bangsa Israel dan mengingatkan akibat ketidaksetiaan mereka kepada Allah (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja murid dan menutup pertemuan dengan doa penutup serta berkat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks Yesaya 1:2-4 dan Yesaya 6:1-8 dengan penandaan (highlight) pada ayat-ayat kunci pesan situasi dan panggilan nabi.
- Proses: Murid dengan pemahaman lebih cepat menguraikan keterkaitan antara formalitas ibadat bangsa Israel dengan penegasan keadilan sosial dalam perikop Yesaya 1:16-17 secara lebih mendalam dan mandiri.
- Produk: Penguraian pesan nubuat dapat ditulis dalam bentuk bagan alur hubungan dosa bangsa - panggilan nabi - konsekuensi nubuat atau paragraf deskriptif terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Siapa nabi yang menubuatkan kedatangan Imanuel? (acuan: Nabi Yesaya); (2) Bagaimana kesiapan seseorang bila dipanggil Allah menjadi utusan-Nya? (kriteria: menyatakan kesediaan mendengarkan dan taat melaksanakan kehendak Allah).
Proses:- Pemeriksaan hasil kuis 'Kartu Detektif Nubuat' (3 pernyataan: Pernyataan 1 Benar, Pernyataan 2 Salah, Pernyataan 3 Benar).
- Penilaian tugas mandiri Lembar Kerja Penguraian Nubuat Yesaya (3 butir uraian dengan indikator kelengkapan dan ketepatan uraian).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup lisan: Mengapa ibadat bangsa Israel ditolak Allah menurut Yesaya 1:13-17? (acuan: karena dilakukan hanya formalitas lahiriah sementara tangan mereka penuh kejahatan dan tidak menegakkan keadilan bagi kaum tertindas).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan jawaban Lembar Kerja Penguraian Nubuat (3 butir soal uraian situasi dan panggilan Nabi Yesaya).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguraikan panggilan dan pesan nubuat Nabi Yesaya tentang situasi bangsa Israel | Belum mampu menguraikan situasi bangsa Israel maupun proses panggilan Nabi Yesaya sesuai teks Kitab Suci (0 butir tepat dari 3 butir acuan). | Mampu menguraikan 1 dari 3 butir acuan (situasi bangsa Israel, proses panggilan Yesaya, atau pesan peringatan nubuat) dengan tepat. | Mampu menguraikan 2 dari 3 butir acuan (situasi bangsa Israel, proses panggilan Yesaya, atau pesan peringatan nubuat) dengan tepat. | Mampu menguraikan seluruh 3 butir acuan (situasi kemerosotan bangsa Israel, peristiwa panggilan Yesaya Yes 6:1-8, dan pesan peringatan konsekuensi nubuat) secara tepat dan lengkap. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran teks Kitab Suci Perjanjian Lama Yesaya 1 dan 6 dapat dipahami dengan baik oleh murid kelas 6?
- Apakah kegiatan kuis detektif nubuat membantu murid membedakan situasi hidup bangsa Israel yang berkenan dan yang menyimpang dari kehendak Allah?
Murid:- Bagian mana dari kisah panggilan Nabi Yesaya yang paling berkesan bagiku?
- Sikap apa yang harus kuubah agar tidak hanya rajin berdoa tetapi juga adil dan baik kepada sesama?
Pertemuan 6 — Menguraikan Pesan Nubuat Nabi Yesaya tentang Kedatangan Juru Selamat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.3 Menguraikan pesan nubuat Nabi Yesaya yang menubuatkan kedatangan Juru Selamat
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka dengan menyanyikan lagu 'Kurenungkan Sabda-Mu, Tuhan', dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait nubuat kedatangan Juru Selamat: (1) Siapakah nabi yang menubuatkan bahwa seorang anak laki-laki akan lahir membawa damai bagi bangsa yang berjalan dalam kegelapan? (acuan: Nabi Yesaya); (2) Dari tunggul keluarga siapakah tunas Juru Selamat itu dinubuatkan akan muncul menurut Yesaya 11:1? (acuan: tunggul Isai) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguraikan pesan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat, serta menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara hening membaca dan mencermati teks Kitab Suci Yesaya 9:1, 5-6 (Nubuat Kelahiran Tokoh Penyelamat dan Gelar-gelar-Nya: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai) dan Yesaya 11:1-5 (Tunas dari tunggul Isai yang dipenuhi Roh Tuhan) (15 menit).
- Guru membimbing murid menelusuri 4 rincian pesan nubuat Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat: (1) Asal-usul Juru Selamat sebagai tunas dari tunggul Isai/garis keturunan Daud; (2) Gelar dan sifat Juru Selamat (Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai); (3) Perlengkapan Roh pada diri Juru Selamat (Roh hikmat, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan, dan takut akan TUHAN); (4) Sosok Hamba Tuhan yang menderita menanggung dosa manusia menurut Yesaya 53:3-5 (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana menggembirakan, guru mengadakan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Nubuat': tiap pasangan mencocokkan 4 kartu kutipan nubuat dengan 4 kartu makna nubuat kedatangan Juru Selamat. Kartu kutipan: Kartu A ('Tunas akan keluar dari tunggul Isai'), Kartu B ('Seorang anak telah lahir bagi kita: Penasihat Ajaib, Raja Damai'), Kartu C ('Roh TUHAN akan ada padanya: Roh hikmat dan pengertian'), Kartu D ('Tertikam oleh karena pemberontakan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan ditimpakan kepadanya'). Kartu makna: Makna 1 (Garis keturunan dan asal-usul Juru Selamat), Makna 2 (Identitas gelar keilahian dan damai yang dibawa Juru Selamat), Makna 3 (Karisma dan kepenuhan Roh Allah dalam diri Juru Selamat), Makna 4 (Juru Selamat hadir sebagai hamba menderita penanggung dosa). Kunci pasangan tepat: A-1, B-2, C-3, D-4 (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Menguraikan 4 Pesan Nubuat Yesaya tentang Juru Selamat' dengan menuliskan uraian lengkap untuk 4 aspek nubuat berdasarkan teks Yesaya: (1) Nubuat asal-usul tunas Isai, (2) Nubuat gelar Penasihat Ajaib dan Raja Damai, (3) Nubuat kepenuhan Roh Tuhan, dan (4) Nubuat Hamba yang menderita silih bagi dosa (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali uraian lembar kerjanya, lalu merenungkan makna nubuat kedatangan Juru Selamat di tengah situasi keputusasaan dan penderitaan hidup manusia (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 4 pesan utama nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat (asal-usul tunas Isai, gelar Raja Damai, kepenuhan Roh, dan kerelaan menderita menghapus dosa) (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman singkat dan umpan balik atas lembar kerja yang telah diuraikan murid (15 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan menyanyikan kembali refrain lagu 'Kurenungkan Sabda-Mu, Tuhan' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disediakan teks kutipan nubuat bergaris bawah kata kunci; bagi murid yang berpencapaian tinggi disediakan teks Yesaya 52:13-15 dan 53:1-12 untuk menguraikan lebih mendalam aspek hamba yang menderita.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca kata kunci teks Kitab Suci saat menguraikan; murid yang berpencapaian tinggi menguraikan 4 pesan nubuat secara mandiri.
- Produk: Uraian pesan nubuat ditulis pada lembar kerja dengan format poin panduan bagi murid berkembang, atau uraian analitis deskriptif bagi murid yang berpencapaian tinggi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) Siapakah nabi yang menubuatkan bahwa seorang anak laki-laki akan lahir membawa damai bagi bangsa yang berjalan dalam kegelapan? (acuan: Nabi Yesaya); (2) Dari tunggul keluarga siapakah tunas Juru Selamat itu dinubuatkan akan muncul menurut Yesaya 11:1? (acuan: tunggul Isai).
Proses:- Observasi ketepatan kerja berpasangan pada kuis 'Tebak Kartu Nubuat' dengan 4 pasangan kartu (acuan kunci: A-1, B-2, C-3, D-4).
- Pemeriksaan kemajuan pengisian Lembar Kerja mandiri saat menguraikan 4 rincian pesan nubuat Nabi Yesaya tentang Juru Selamat.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan Lembar Kerja mandiri 'Menguraikan 4 Pesan Nubuat Nabi Yesaya tentang Kedatangan Juru Selamat'. Acuan kunci uraian: (1) Tunas dari tunggul Isai bermakna Juru Selamat lahir dari garis keturunan Daud; (2) Gelar Penasihat Ajaib dan Raja Damai bermakna Juru Selamat memerintah dengan hikmat ilahi dan mewujudkan damai sejati; (3) Roh hikmat dan pengertian bermakna Juru Selamat dipenuhi Roh Allah secara penuh dalam karya-Nya; (4) Hamba Tuhan yang menderita bermakna Juru Selamat menyelamatkan manusia bukan dengan kekuatan militer melainkan rela menanggung penderitaan dan dosa umat.
Formatif:- Kuis tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Nubuat' mencocokkan kutipan ayat dengan makna nubuat Juru Selamat.
- Penilaian kinerja tertulis pada Lembar Kerja: Menguraikan 4 pesan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan menguraikan pesan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat (Acuan 4 pesan: 1. Asal-usul tunas tunggul Isai/garis keturunan Daud; 2. Gelar Penasihat Ajaib/Raja Damai; 3. Perlengkapan Roh TUHAN; 4. Hamba Tuhan yang menderita menanggung dosa) | Menguraikan 1 dari 4 pesan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat sesuai acuan dengan bantuan penuh guru. | Menguraikan 2 dari 4 pesan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat sesuai acuan dengan sedikit bimbingan guru. | Menguraikan minimal 3 dari 4 pesan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat sesuai acuan secara tepat dan mandiri. | Menguraikan seluruh 4 pesan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat sesuai acuan secara lengkap, tepat, mendalam, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran membantu murid memahami kedalaman pesan nubuat Nabi Yesaya mengenai Juru Selamat?
- Bagaimana keterlibatan murid selama aktivitas kuis berpasangan dan pengerjaan lembar kerja mandiri?
Murid:- Pesan nubuat Nabi Yesaya manakah tentang sosok Juru Selamat yang paling berkesan bagi saya?
- Bagaimana pengharapan akan Juru Selamat dalam nubuat Yesaya menguatkan iman saya saat menghadapi kesulitan?
Pertemuan 7 — Menjelaskan Karya Yesus Mewartakan Kerajaan Allah Melalui Perkataan dan Pengajaran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.4 Menjelaskan karya Yesus yang mewartakan kerajaan Allah dengan perkataan dan perbuatan sebagai pemenuhan kerinduan akan Juru Selamat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menjelaskan karya Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perkataan dan pengajaran (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan: (1) Sebutkan 1 contoh perumpamaan yang diajarkan Yesus tentang Kerajaan Allah! (acuan: perumpamaan penabur, pukat, mutiara yang berharga, atau biji sesawi); (2) Apa inti kabar gembira yang diserukan Yesus dalam Markus 1:15? (acuan: Kerajaan Allah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks Kitab Suci Lukas 4:18-21 serta Matius 5:1-10 tentang warta awal Yesus dan Sabda Bahagia sebagai bentuk perkataan dan pengajaran yang mewartakan Kerajaan Allah (15 menit).
- Murid menyimak pendalaman materi tentang 3 bentuk perkataan/pengajaran Yesus: (1) Khotbah di Bukit/Sabda Bahagia yang mengajarkan nilai Kerajaan Allah; (2) Perumpamaan yang menjelaskan bagaimana Kerajaan Allah bekerja; (3) Pewartaan pertobatan dan pengampunan dosa yang memenuhi nubuat para nabi mengenai kedatangan Juru Selamat (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti kuis tantangan kartu cepat 'Pasangan Sabda Kerajaan Allah': memasangkan 4 kutipan perkataan Yesus dengan penjelasan maknanya. 4 pasangan kartu: Kartu 1 'Roh Tuhan ada pada-Ku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin' (Luk 4:18) dipasangkan dengan 'Yesus mewartakan pembebasan dan keselamatan bagi kaum lemah'; Kartu 2 'Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang tumbuh menjadi pohon' (Mat 13:31-32) dipasangkan dengan 'Kerajaan Allah berawal dari hal kecil namun bertumbuh besar melindungi sesama'; Kartu 3 'Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah' (Mat 5:9) dipasangkan dengan 'Warta Kerajaan Allah menuntut damai dan kerukunan nyata'; Kartu 4 'Bertobatlah dan percayalah kepada Injil' (Mrk 1:15) dipasangkan dengan 'Syarat menyambut pemerintahan Allah adalah perubahan arah hidup' (acuan pasangan tepat 1-1, 2-2, 3-3, 4-4) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penjelasan tertulis berisi 3 butir soal uraian: (1) Menjelaskan maksud pewartaan Yesus dalam Lukas 4:18-21 sebagai penggenapan nubuat nabi (acuan: Roh Tuhan mengurapi Yesus untuk membawa kabar baik, pembebasan bagi orang tertawan, penglihatan bagi orang buta, dan membebaskan orang tertindas); (2) Menjelaskan alasan Yesus menggunakan perumpamaan dalam mengajar Kerajaan Allah (acuan: agar mudah dipahami rakyat jelata melalui perbandingan kehidupan sehari-hari dan menyingkapkan rahasia Kerajaan Allah); (3) Menjelaskan hubungan antara ajaran Sabda Bahagia (Mat 5:1-12) dengan ciri kehidupan warga Kerajaan Allah (acuan: menuntut sikap rendah hati, murah hati, suci hati, dan pembawa damai) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dalam suasana hening menuliskan refleksi pribadi singkat: perkataan atau nasihat Yesus mana yang paling menegur hatiku hari ini dan bagaimana aku mengingat sabda tersebut dalam tuturan bicaraku kepada teman (10 menit).
- Guru memberikan penguatan atas hasil refleksi dan menegaskan kembali bahwa perkataan Yesus bukan sekadar kata-kata biasa, melainkan Sabda berkuasa yang memenuhi kerinduan umat akan Juru Selamat (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perkataan dan pengajaran-Nya, khususnya lewat Khotbah di Bukit, seruan pertobatan, dan perumpamaan (5 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk membaca perbuatan-perbuatan mukjizat kasih Yesus sebagai persiapan materi Pertemuan 8, lalu menutup kegiatan dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar teks perumpamaan dengan glosarium makna bagi murid yang membutuhkan bantuan pemahaman teks Kitab Suci, dan teks referensi paralel (Yesaya 61:1-2 pembanding Lukas 4:18-19) bagi murid yang berpencapaian tinggi.
- Proses: Memberikan panduan kalimat rintisan (scaffolding pemantik) dalam menjawab butir uraian bagi murid yang lambat, serta memberi kesempatan murid cepat untuk menjelaskan analisis kaitan perumpamaan lain secara mandiri.
- Produk: Format penjelasan uraian dapat dituliskan dalam bagan alur hubungan nubuat-perkataan bagi murid visual atau paragraf deskriptif terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) Sebutkan 1 contoh perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Allah! (acuan jawaban: perumpamaan penabur, pukat, mutiara berharga, atau biji sesawi); (2) Apa bunyi inti pewartaan awal Yesus dalam Markus 1:15? (acuan jawaban: Kerajaan Allah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pemasangan 4 kartu kutipan perkataan Yesus dan penjelasannya pada saat kuis tantangan berpasangan (acuan: Kartu 1-Luk 4:18 berpasangan dengan pembebasan kaum lemah; Kartu 2-Mat 13:31-32 berpasangan dengan pertumbuhan Kerajaan Allah dari kecil jadi pelindung; Kartu 3-Mat 5:9 berpasangan dengan tuntutan hidup damai; Kartu 4-Mrk 1:15 berpasangan dengan pertobatan dan perubahan arah hidup).
- Penilaian lembar kerja uraian mandiri yang mengukur ketepatan penjelasan pada 3 aspek: Lukas 4:18-21, alasan penggunaan perumpamaan, dan Sabda Bahagia sebagai ciri Kerajaan Allah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat sebelum penutup: Murid menyebutkan kembali 2 contoh pengajaran Yesus yang membuktikan bahwa Sabda-Nya membawa warta Kerajaan Allah (acuan kriteria: menyebutkan Khotbah di Bukit/Sabda Bahagia, perumpamaan Kerajaan Allah, atau pewartaan kabar baik pembebasan kaum tertindas).
Formatif:- Kuis cepat berpasangan 'Pasangan Sabda Kerajaan Allah' (memasangkan 4 kartu kutipan perkataan Yesus dengan penjelasan maknanya)
- Tugas tertulis mandiri berupa lembar kerja 3 butir penjelasan karya Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perkataan dan pengajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan karya Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perkataan dan pengajaran | Belum mampu menjelaskan perkataan dan pengajaran Yesus; hanya menyebutkan nama Yesus tanpa mengaitkan dengan isi perkataan/pengajaran Kerajaan Allah. | Mampu menjelaskan 1 dari 3 butir penjelasan (maksud Lukas 4:18-21, fungsi perumpamaan, atau makna Sabda Bahagia) secara tepat sesuai acuan materi. | Mampu menjelaskan 2 dari 3 butir penjelasan (maksud Lukas 4:18-21, fungsi perumpamaan, atau makna Sabda Bahagia) secara tepat dan lengkap sesuai acuan materi. | Mampu menjelaskan seluruh 3 butir penjelasan (maksud Lukas 4:18-21, fungsi perumpamaan, dan makna Sabda Bahagia) secara tepat, rinci, dan mendalam sesuai acuan materi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan metode kuis kartu berpasangan dan pendalaman teks Kitab Suci efektif membantu murid memahami perkataan Yesus sebagai pewartaan Kerajaan Allah?
- Bagian penjelasan mana yang masih membutuhkan pendalaman ekstra bagi murid sebelum berlanjut ke karya perbuatan Yesus di pertemuan berikutnya?
Murid:- Pengajaran atau perkataan Yesus mana yang paling jelas menunjukkan kepadaku bahwa Kerajaan Allah itu membawa kabar sukacita?
- Bagaimana aku dapat mempraktikkan kata-kata yang baik dan membawa damai seperti yang diajarkan Yesus kepada sesama?
Pertemuan 8 — Menjelaskan Karya Yesus Mewartakan Kerajaan Allah Melalui Perbuatan Kasih sebagai Pemenuhan Kerinduan Juru Selamat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.4 Menjelaskan karya Yesus yang mewartakan kerajaan Allah dengan perkataan dan perbuatan sebagai pemenuhan kerinduan akan Juru Selamat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, menyapa, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan karya Yesus yang mewartakan Kerajaan Allah melalui perbuatan kasih sebagai pemenuhan kerinduan akan Juru Selamat (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes lisan cepat diagnostik mengenai karya perbuatan Yesus: Guru membacakan 2 pertanyaan cepat: (1) Sebutkan 2 contoh tindakan perbuatan kasih atau mukjizat yang dilakukan Yesus selama hidup-Nya! (acuan jawaban: menyembuhkan orang sakit/buta/lumpuh, membangkitkan orang mati, memberi makan 5.000 orang, mengampuni wanita berdosa, merangkul pemungut cukai); (2) Mengapa perbuatan kasih Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Juru Selamat yang dijanjikan? (acuan: karena tindakan Yesus membebaskan manusia dari penderitaan, dosa, dan menghadirkan keselamatan Allah secara nyata) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak teks Kitab Suci (Lukas 7:18-23 dan Matius 11:2-6) serta penjelasan guru mengenai karya nyata Yesus: Yesus membuktikan Kerajaan Allah bukan hanya dengan kata-kata, melainkan melalui tindakan kasih nyata—orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kabar baik diberitakan kepada orang miskin sebagai pemenuhan janji Allah (15 menit).
- Dalam kelompok kecil berisi 3-4 murid, murid memainkan permainan tebak cepat kartu 'Tindakan Kasih Sang Juru Selamat'. Setiap kelompok mencocokkan 4 kartu perbuatan Yesus dengan maknanya dalam mewartakan Kerajaan Allah: (1) Kartu A: 'Yesus menyembuhkan orang kusta' -> Makna: 'Memulihkan martabat manusia yang disingkirkan masyarakat'; (2) Kartu B: 'Yesus memberi makan 5.000 orang' -> Makna: 'Menunjukkan belas kasih Allah yang memelihara kebutuhan jasmani dan rohani manusia'; (3) Kartu C: 'Yesus mengampuni wanita yang berdosa' -> Makna: 'Membawa kerahiman dan pengampunan Allah yang membebaskan dari ikatan dosa'; (4) Kartu D: 'Yesus membasuh kaki para murid' -> Makna: 'Menunjukkan teladan pelayanan kasih tanpa membedakan status' (acuan pasangan: A, B, C, D sesuai pasangannya) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Secara berpasangan, murid mengerjakan Lembar Kerja Analisis Karya Kasih Yesus: murid diminta menjelaskan keterkaitan antara 3 contoh perbuatan kasih Yesus (menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang lapar, dan mengampuni orang berdosa) dengan perannya sebagai pemenuhan kerinduan umat akan Juru Selamat (acuan: kesembuhan menandakan hadirnya keselamatan dari penderitaan fisik, memberi makan menandakan penyertaan dan kelimpahan rahmat Allah, dan pengampunan dosa menandakan keselamatan jiwa yang memulihkan relasi manusia dengan Allah) (20 menit).
- Beberapa perwakilan pasangan murid menyampaikan penjelasan hasil analisis karya kasih Yesus secara bergantian, dan pasangan lain memberikan konfirmasi penjelasan sesuai teks Kitab Suci (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak hening sejenak dalam suasana doa untuk merenungkan bagaimana karya kasih Yesus memenuhi kerinduan manusia akan keselamatan, serta bagaimana mereka dapat meneladani perbuatan kasih Yesus dalam keseharian (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa karya Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perbuatan kasih nyata membuktikan bahwa Yesus sungguh Juru Selamat yang dijanjikan Allah (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan melaksanakan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman tertulis singkat (5 menit).
- Guru mengajak murid berdoa penutup bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks kutipan Kitab Suci yang dilengkapi catatan penjelasan arti tindakan kasih Yesus bagi murid yang membutuhkan scaffolding membaca, serta rujukan teks narasi Injil yang lebih lengkap bagi murid yang telah mahir.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing kepada pasangan murid yang masih kesulitan mengaitkan mukjizat Yesus dengan pemenuhan nubuat Juru Selamat, sementara pasangan murid yang cepat didorong menjelaskan 4 contoh perbuatan kasih secara mandiri.
- Produk: Format penyampaian lembar kerja dapat berupa poin-poin penjelasan tertulis berstruktur atau tabel matriks hubungan perbuatan Yesus dan maknanya sebagai pemenuhan Juru Selamat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di pendahuluan: (1) Sebutkan 2 contoh tindakan perbuatan kasih atau mukjizat yang dilakukan Yesus selama hidup-Nya! (acuan: menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, memberi makan 5.000 orang, merangkul pemungut cukai, mengampuni dosa); (2) Mengapa perbuatan kasih Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Juru Selamat? (acuan: karena melalui tindakan-Nya, kuasa Allah hadir membebaskan manusia dari penderitaan dan dosa, mewujudkan keselamatan yang dirindukan umat Allah).
Proses:- Formatif kinerja saat mencocokkan kartu: ketepatan memasangkan 4 tindakan kasih Yesus dengan maknanya: (1) Yesus menyembuhkan orang kusta -> memulihkan martabat manusia yang disingkirkan; (2) Yesus memberi makan 5.000 orang -> belas kasih Allah memelihara kebutuhan jasmani-rohani; (3) Yesus mengampuni wanita berdosa -> kerahiman Allah membebaskan dari dosa; (4) Yesus membasuh kaki murid -> teladan pelayanan kasih tanpa pamrih (acuan: seluruh 4 pasangan tepat).
- Formatif analisis berpasangan pada lembar kerja: ketepatan menjelaskan 3 perbuatan kasih Yesus sebagai pemenuhan janji Juru Selamat (acuan: kesembuhan jasmani menghapus derita sakit, mukjizat penggandaan roti memelihara kehidupan kelaparan, pengampunan dosa memulihkan keterikatan maut/dosa).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis di akhir pertemuan (2 butir): (1) Jelaskan 2 contoh perbuatan kasih Yesus yang mewartakan Kerajaan Allah! (acuan: Yesus menyembuhkan orang sakit/buta/kusta, memberi makan orang lapar, membangkitkan orang mati, mengampuni orang berdosa); (2) Jelaskan mengapa perbuatan kasih Yesus tersebut menjadi bukti pemenuhan kerinduan umat akan Juru Selamat! (acuan: perbuatan kasih Yesus membuktikan secara nyata bahwa Allah hadir menyelamatkan manusia dari kelemahan fisik, penderitaan batin, dan dosa sesuai nubuat para nabi).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal pembelajaran mengenai contoh perbuatan kasih Yesus dan maknanya
- Observasi unjuk kerja pencocokan kartu tebak cepat tindakan kasih Yesus
- Penilaian lembar kerja berpasangan: menjelaskan perbuatan kasih Yesus sebagai pemenuhan kerinduan Juru Selamat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Karya Kasih Yesus sebagai Pemenuhan Kerinduan Juru Selamat | Belum mampu menjelaskan contoh perbuatan kasih Yesus dan belum mampu mengaitkannya sebagai pemenuhan kerinduan akan Juru Selamat meskipun dibimbing guru. | Mampu menyebutkan 1 contoh perbuatan kasih Yesus, namun belum tepat menjelaskan keterkaitannya sebagai pemenuhan kerinduan akan Juru Selamat. | Mampu menjelaskan 2-3 perbuatan kasih Yesus dan menjelaskan keterkaitannya sebagai pemenuhan kerinduan akan Juru Selamat dengan cukup tepat secara mandiri (acuan: tindakan pembebasan penderitaan fisik, sosial, dan rohani). | Mampu menjelaskan 3 atau lebih perbuatan kasih Yesus serta menguraikan keterkaitannya secara utuh dan mendalam sebagai wujud nyata pemenuhan kerinduan akan Juru Selamat (acuan: pembebasan dari dosa, sakit, penderitaan, dan kehadiran Kerajaan Allah). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi permainan kartu dan diskusi berpasangan efektif membantu murid memahami perbuatan kasih Yesus sebagai pemenuhan Juru Selamat?
- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam menjelaskan perbuatan kasih Yesus, dan siapa saja yang masih membutuhkan bimbingan lanjutan?
Murid:- Apa tindakan kasih Yesus yang paling berkesan bagiku dalam mewartakan Kerajaan Allah?
- Bagaimana aku menyadari bahwa Yesus sungguh Juru Selamat yang hadir membawa pembebasan dalam hidupku sehari-hari?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menjelaskan perjuangan Nabi Elia yang menobatkan bangsa Israel dalam kisah Kitab Suci
- TP 6.2.2 Menganalisis perjuangan Nabi Amos sebagai pejuang keadilan bagi umat Allah
- TP 6.2.3 Menguraikan pesan nubuat Nabi Yesaya yang menubuatkan kedatangan Juru Selamat
- TP 6.2.4 Menjelaskan karya Yesus yang mewartakan kerajaan Allah dengan perkataan dan perbuatan sebagai pemenuhan kerinduan akan Juru Selamat
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen dengan doa pembuka bersama dan menyapa murid dengan khidmat serta memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, menjelaskan alur pelaksanaan tes tertulis serentak (60 menit) dilanjutkan presentasi lisan bergiliran di meja guru (42 menit), serta membacakan tata tertib asesmen mandiri (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis analisis kasus terpadu yang memuat 3 bagian tugas tertulis (perjuangan Nabi Elia, analisis kasus ketidakadilan zaman Nabi Amos, dan uraian nubuat Nabi Yesaya) serta lembar refleksi diri untuk dikerjakan saat menunggu giliran presentasi lisan (3 menit).
- Guru membacakan petunjuk pengerjaan dan memastikan seluruh murid memahami instruksi serta waktu pengerjaan tes tertulis secara mandiri dan jujur tanpa bertanya kepada teman (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid mengerjakan tes tertulis uraian dan analisis kasus secara serentak dan mandiri selama 54 menit dengan butir soal berikut: (1) Jelaskan latar belakang dan cara Nabi Elia menobatkan bangsa Israel di Gunung Karmel saat melawan nabi-nabi Baal (Kunci acuan: Latar belakang karena Raja Ahab dan bangsa Israel berpaling menyembah berhala Baal; cara Nabi Elia menobatkan bangsa Israel adalah menantang 450 nabi Baal mempersembahkan kurban lembu di Gunung Karmel untuk membuktikan Allah yang sejati menjawab dengan api; setelah api Tuhan membakar habis kurban Elia termasuk batu dan air, bangsa Israel tersungkur dan bertobat mengakui Yahweh adalah Allah yang benar); (2) Bacalah studi kasus: 'Di sebuah kota terjadi penindasan di mana pedagang kaya mengurangi timbangan gandum, memeras orang miskin dengan bunga pinjaman tinggi, dan menyuap hakim di pengadilan pintu gerbang sehingga rakyat jelata kehilangan haknya'. Analisislah kasus tersebut berdasarkan seruan Nabi Amos dengan menjawab: (a) sebutkan 2 bentuk ketidakadilan dalam kasus yang mirip situasi zaman Amos, (b) tuliskan seruan Nabi Amos untuk menegakkan keadilan dan pembelaan terhadap kaum tertindas, dan (c) jelaskan akibatnya jika bangsa tidak bertobat menurut pesan Nabi Amos (Kunci acuan: (a) Dua bentuk ketidakadilan: kecurangan timbangan/pemerasan ekonomi terhadap orang miskin dan suap/ketidakadilan hukum di pengadilan; (b) Seruan Amos: 'Biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir', membela kaum miskin dan menuntut ibadat disertai tindakan adil nyata; (c) Akibat: bangsa akan mengalami keruntuhan/hukuman pembuangan dan celaka karena Tuhan menolak ibadat palsu mereka); (3) Uraikan 2 pesan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat dan jelaskan maknanya bagi umat yang menantikannya (Kunci acuan: Dua pesan nubuat Yesaya: nubuat tentang anak dara yang akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Immanuel yang berarti Allah menyertai kita [Yesaya 7:14], serta gelar Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai [Yesaya 9:5] atau nubuat Hamba Tuhan yang menderita demi menebus dosa [Yesaya 53]; maknanya: memberikan harapan dan penghiburan bahwa Allah tidak meninggalkan umat-Nya dan keselamatan sejati akan datang melalui Mesias) (43 menit).
- Guru melaksanakan unjuk kerja presentasi lisan individual bergiliran di meja guru (42 menit untuk sekitar 28 murid, masing-masing sekitar 1,5 menit) di mana setiap murid menjelaskan karya Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perkataan dan perbuatan sebagai pemenuhan kerinduan Juru Selamat (Kunci acuan: Murid memaparkan minimal 1 contoh warta perkataan Yesus, misalnya Khotbah di Bukit/sabda bahagia atau perumpamaan Orang Samaria yang Murah Hati, dan minimal 1 contoh perbuatan kasih Yesus, misalnya menyembuhkan orang sakit, memberi makan lima ribu orang, atau mengampuni wanita berzina, serta menjelaskan bahwa tindakan Yesus tersebut membuktikan terwujudnya janji Allah akan keselamatan sejati). Sementara giliran presentasi berlangsung, murid lain menyelesaikan lembar jawaban tertulis atau mengisi lembar refleksi pribadi secara tenang (42 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menginstruksikan seluruh murid mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis dan lembar refleksi pribadi secara tertib ke meja guru (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan umum dan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, serta ketekunan murid selama menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif bab (2 menit).
- Guru mengajak murid menutup seluruh rangkaian pembelajaran Bab 2 dengan doa syukur dan penyerahan niat untuk hidup setia pada kehendak Allah serta berbuat adil dalam keseharian (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks soal bacaan analisis kasus dicetak dengan ukuran huruf yang jelas dan terbaca bagi murid dengan hambatan visual ringan tanpa mengubah isi dan bobot soal.
- Proses: Akomodasi akses: pemberian arahan ulang secara individual bagi murid yang memerlukan penegasan instruksi lisan di meja guru tanpa memberikan petunjuk substansi jawaban.
- Produk: Akomodasi akses: murid dengan hambatan artikulasi bicara diizinkan menggunakan bantuan catatan poin kata kunci pribadi saat melakukan pemaparan lisan di meja guru tanpa mengurangi kriteria isi materi warta Yesus yang dinilai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis dan pemahaman aturan asesmen sebelum lembar tes tertulis dibagikan (acuan: murid mengonfirmasi pemahaman tata tertib, batas waktu pengerjaan mandiri, dan urutan giliran pemaparan lisan).
Proses:- Observasi kepatuhan pengerjaan mandiri dan pencatatan skor presentasi lisan individual di meja guru menggunakan rubrik unjuk kerja.
Sumatif Bab:- Asesmen gabungan berupa tes tertulis uraian dan analisis kasus terpadu, dilanjutkan presentasi lisan individual bergiliran secara rotasi.: Lembar kerja tertulis yang memuat penjelasan perjuangan Nabi Elia, analisis kasus ketidakadilan Nabi Amos, dan uraian nubuat Nabi Yesaya, serta rekaman skor pemaparan lisan singkat murid tentang karya Yesus mewartakan Kerajaan Allah.
- tes tertulis dan analisis kasus serentak: Lembar jawaban tertulis yang dikerjakan seluruh murid secara mandiri dan serentak, berisi uraian kisah perjuangan Nabi Elia menobatkan bangsa Israel, analisis kasus ketidakadilan sosial menurut seruan Nabi Amos, serta rangkuman isi dan makna nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat. (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian jawaban tertulis dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja presentasi lisan bergiliran: Pemaparan lisan singkat individual selama 1,5 menit per murid di meja guru mengenai contoh perkataan dan perbuatan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah sebagai pemenuhan kerinduan Juru Selamat, dinilai bergiliran sementara murid lain menyimak/menyelesaikan refleksi (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat untuk 28 murid satu kelas). (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kriteria: kejelasan isi warta Kerajaan Allah, ketepatan contoh perbuatan Yesus, kelancaran bertutur))
Sumatif:- Asesmen gabungan berupa tes tertulis uraian dan analisis kasus terpadu, dilanjutkan presentasi lisan individual bergiliran secara rotasi.: Lembar kerja tertulis yang memuat penjelasan perjuangan Nabi Elia, analisis kasus ketidakadilan Nabi Amos, dan uraian nubuat Nabi Yesaya, serta rekaman skor pemaparan lisan singkat murid tentang karya Yesus mewartakan Kerajaan Allah.
- tes tertulis dan analisis kasus serentak: Lembar jawaban tertulis yang dikerjakan seluruh murid secara mandiri dan serentak, berisi uraian kisah perjuangan Nabi Elia menobatkan bangsa Israel, analisis kasus ketidakadilan sosial menurut seruan Nabi Amos, serta rangkuman isi dan makna nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat. (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian jawaban tertulis dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja presentasi lisan bergiliran: Pemaparan lisan singkat individual selama 1,5 menit per murid di meja guru mengenai contoh perkataan dan perbuatan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah sebagai pemenuhan kerinduan Juru Selamat, dinilai bergiliran sementara murid lain menyimak/menyelesaikan refleksi (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat untuk 28 murid satu kelas). (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kriteria: kejelasan isi warta Kerajaan Allah, ketepatan contoh perbuatan Yesus, kelancaran bertutur))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Perjuangan Nabi Elia Menobatkan Israel (TP 6.2.1) | Belum mampu menjelaskan latar belakang penyembahan berhala maupun peristiwa penobatan bangsa Israel di Gunung Karmel sesuai acuan. | Menjelaskan secara terbatas hanya 1 unsur (hanya menyebut latar belakang penyembahan berhala bangsa Israel ATAU hanya menyebut tantangan kurban di Gunung Karmel) dengan uraian yang belum lengkap. | Menjelaskan latar belakang bangsa Israel menyembah berhala Baal dan peristiwa pembuktian kurban di Gunung Karmel yang membuat umat bertobat mengakui Allah secara tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Menjelaskan latar belakang penyembahan berhala di masa Raja Ahab, proses mukjizat api Tuhan membakar kurban di Gunung Karmel, hingga pertobatan total bangsa Israel secara terperinci, mendalam, dan runtut sesuai acuan. | | Analisis Kasus Keadilan Nabi Amos (TP 6.2.2) | Belum mampu mengidentifikasi bentuk ketidakadilan dalam kasus maupun mengaitkannya dengan seruan dan peringatan Nabi Amos. | Mengidentifikasi hanya 1 bentuk ketidakadilan dalam kasus atau mengutip seruan keadilan Amos tanpa menganalisis peringatan hukuman bagi bangsa yang tidak bertobat. | Menganalisis kasus dengan tepat: menyebutkan 2 bentuk ketidakadilan dalam kasus (pemerasan ekonomi dan suap peradilan), menuliskan seruan keadilan Amos ('biarlah keadilan bergulung-gulung...'), dan menjelaskan akibat hukuman bila tidak bertobat sesuai acuan. | Menganalisis kasus secara komprehensif: memetakan akar ketidakadilan sosial, menguraikan makna seruan keadilan Nabi Amos bagi kaum tertindas, serta menjelaskan konsekuensi pembuangan/kehancuran bangsa secara sangat tepat dan kritis sesuai acuan. | | Uraian Pesan Nubuat Nabi Yesaya (TP 6.2.3) | Belum mampu menguraikan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juru Selamat maupun maknanya. | Menguraikan hanya 1 nubuat Nabi Yesaya (misal: hanya menyebut nama Immanuel) tanpa menjelaskan maknanya bagi umat beriman. | Menguraikan 2 pesan nubuat Nabi Yesaya tentang Juru Selamat (kelahiran Immanuel dan gelar Raja Damai / Hamba yang Menderita) serta menjelaskan maknanya sebagai pemberi harapan pemenuhan keselamatan sesuai acuan. | Menguraikan pesan nubuat Nabi Yesaya secara lengkap (konteks nubuat Immanuel, gelar Mesias, dan gambaran Hamba Tuhan) serta menguraikan maknanya yang mendalam bagi kerinduan umat beriman secara runtut dan tepat sesuai acuan. | | Penjelasan Karya Yesus Mewartakan Kerajaan Allah (TP 6.2.4) | Pemaparan lisan belum menyebutkan contoh perkataan maupun perbuatan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah. | Menyebutkan contoh perkataan ATAU perbuatan Yesus secara lisan namun belum mengaitkannya sebagai pemenuhan janji kedatangan Juru Selamat. | Menjelaskan secara lisan minimal 1 contoh perkataan Yesus (misal: sabda bahagia/perumpamaan) dan minimal 1 contoh perbuatan kasih Yesus (misal: penyembuhan/pengampunan) serta menjelaskan maknanya sebagai pemenuhan kerinduan Juru Selamat secara jelas sesuai acuan. | Menjelaskan secara lisan contoh warta perkataan dan perbuatan kasih Yesus secara utuh, lancar, serta mampu menguraikan dengan sangat mendalam bahwa seluruh pribadi Yesus adalah penggenapan sempurna janji keselamatan Allah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 54 menit untuk tes tertulis dan 42 menit untuk unjuk kerja lisan bergiliran berjalan efektif dan kondusif bagi seluruh murid?
- Bagaimanakah pencapaian ketuntasan murid pada keempat tujuan pembelajaran yang diujikan dalam asesmen sumatif bab ini?
- Tindak lanjut apa yang perlu dipersiapkan untuk murid yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada materi nabi-nabi dan Yesus Sang Juru Selamat?
Murid:- Bagian mana dari kisah perjuangan Nabi Elia, Amos, Yesaya, atau karya Yesus yang paling saya pahami dan maknai dalam asesmen hari ini?
- Niat nyata apa yang ingin saya wujudkan dalam hidup sehari-hari untuk meneladani perjuangan keadilan dan kasih yang diajarkan dalam bab ini?
SUMBER BELAJAR- Alkitab / Kitab Suci Katolik: 1 Raja-raja 16:29-34
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
- Kartu situasi latar belakang kisah Elia dan Raja Ahab
- Alkitab Deuterokanonika (Kutipan 1 Raja-raja 17:1-24 dan 1 Raja-raja 18:16-39)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021, Bab II)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021, Bab II)
- Set Kartu Tantangan Mukjizat Elia dan Lembar Kerja Siswa
- Alkitab Deuterokanonika (Kitab Amos 5:7-15)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas VI
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas VI
- Lembar Kerja Detektif Keadilan Amos
- Alkitab (Kitab Amos 5:1-15)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021, Bab II Subbab B hlm. 92-106)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021, Bab II Subbab B hlm. 60-73)
- Kartu situasi kasus ketidakadilan dan seruan Nabi Amos
- Alkitab Deuterokanonika (Kitab Yesaya 1:2-4, 13-17; Yesaya 6:1-8)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021)
- Alkitab Deuterokanonika (Kitab Yesaya 9:1-6; 11:1-5; 53:1-12)
- Kartu kutipan dan makna nubuat Nabi Yesaya
- Lembar Kerja Murid
- Alkitab (Kitab Suci Katolik): Injil Lukas 4:18-21, Matius 5:1-12, Matius 13:31-32, Markus 1:15
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI. Penulis: FX. Dapiyanta & Marianus Didi Kasmudi
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI
- Set 4 pasang kartu 'Pasangan Sabda Kerajaan Allah' dan Lembar Kerja Siswa Pertemuan 7
- Buku Siswa: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kemendikbudristek RI 2022, Bab II
- Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kemendikbudristek RI 2022, Bab II
- Alkitab Perjanjian Baru (Lukas 7:18-23; Matius 11:2-6; Matius 14:13-21)
- Kartu permainan 'Tindakan Kasih Sang Juru Selamat' dan lembar kerja analisis berpasangan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Alkitab (Kitab 1 Raja-raja, Kitab Amos, Kitab Yesaya, dan Injil Perjanjian Baru)
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Uraian dan Analisis Kasus Terpadu
- Lembar Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Presentasi Lisan Guru
|