Modul AjarPertemuan 9Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Iman Kristiani dalam Membangun Persaudaraan Antarbangsa: Lukas 7:1-10

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Iman Kristiani dalam Membangun Persaudaraan Antarbangsa: Lukas 7:1-10". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Iman Kristiani dalam Membangun Persaudaraan Antarbangsa: Lukas 7:1-10

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Iman Kristiani dalam Membangun Persaudaraan Antarbangsa: Lukas 7:1-10

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikIman Kristiani dalam Membangun Persaudaraan Antarbangsa: Lukas 7:1-10
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan teladan sikap terbuka dan menghargai sesama dari bangsa lain berdasarkan Injil Lukas 7:1-10
  2. Murid dapat merumuskan tindakan nyata sebagai warga dunia yang terpanggil untuk mewujudkan kerja sama dan persaudaraan antarbangsa sesuai nilai iman Kristiani

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat orang dari negara lain yang menghormati dan membantu orang Indonesia? Bagaimana perasaan kalian?
  2. Mengapa menurut kalian seorang perwira Romawi yang bukan orang Yahudi mau membantu membangun rumah ibadat Yahudi?
  3. Apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan sikap terbuka kepada orang dari bangsa atau agama lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengawali dengan doa pembuka: 'Ya Bapa Yang Maha Baik, betapa mulia nama-Mu di seluruh muka bumi. Engkaulah yang menciptakan bumi dan segala makhluk yang beraneka warna. Engkau juga yang menciptakan manusia dengan berbagai ras, suku, dan bangsa dengan segala perbedaan dan keunikannya. Dengan semua perbedaan dan keunikan itu, Engkau mengajarkan kami agar hidup rukun, saling menghormati, dan saling membantu dengan kekuatan dan talenta masing-masing. Kami mohon berilah kami semangat...' (dilanjutkan sesuai doa lengkap)
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid dengan ramah
  • Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang kerja sama antarbangsa (misalnya: bantuan kemanusiaan internasional, pertukaran budaya)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
  • Asesmen awal: Guru meminta murid menuliskan di kertas kecil satu pengalaman atau pengetahuan mereka tentang orang dari bangsa lain (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau memutarkan audio Injil Lukas 7:1-10 dengan suara yang jelas dan penuh penghayatan
  • Murid mengikuti teks Injil dari buku siswa sambil mendengarkan dengan saksama
  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan pemahaman: (a) Siapakah perwira Kapernaum? Apa agamanya? (b) Apa yang dibuat perwira Kapernaum terhadap umat Yahudi? (c) Apa yang dibuat warga Yahudi kepada perwira Kapernaum? (d) Apa yang diminta perwira Kapernaum kepada Yesus? (e) Bagaimana tanggapan Yesus terhadap permintaan perwira itu? Mengapa? (f) Apa yang bisa diteladani dari kisah dalam Injil Lukas tersebut dalam hubungan antarbangsa?
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi di kertas plano atau lembar kerja
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi (pleno)
  • Guru memberikan penguatan: perwira Romawi yang bukan Yahudi menunjukkan sikap terbuka, menghormati, dan membantu membangun rumah ibadat Yahudi. Orang Yahudi pun menghargainya. Yesus memuji iman perwira tersebut. Ini menunjukkan bahwa iman Kristiani mengajarkan persaudaraan melampaui batas bangsa dan agama

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid merefleksikan: 'Bagaimana kita sebagai murid Kristus dan warga Indonesia dapat menerapkan teladan perwira Kapernaum dalam kehidupan sehari-hari?'
  • Setiap kelompok merumuskan minimal 3 tindakan nyata yang bisa dilakukan sebagai warga dunia untuk mewujudkan kerja sama dan persaudaraan antarbangsa, misalnya: menghormati teman dari daerah atau latar belakang berbeda, membantu wisatawan asing yang tersesat, belajar bahasa atau budaya negara lain, mendoakan perdamaian dunia, tidak membully orang karena perbedaan
  • Setiap kelompok menuliskan rencana tindakan konkret di lembar kerja atau poster kreatif
  • Kelompok mempresentasikan rencana tindakan mereka
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: mana tindakan yang paling mudah dilakukan? Mana yang paling berdampak?

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi pribadi: murid menuliskan di buku catatan atau jurnal pribadi jawaban atas pertanyaan: (a) Apa yang paling berkesan dari kisah perwira Kapernaum? (b) Sikap apa yang ingin saya kembangkan setelah belajar hari ini? (c) Tindakan konkret apa yang akan saya lakukan minggu ini untuk menunjukkan sikap terbuka kepada orang lain?
  • Beberapa murid diminta berbagi refleksi mereka secara sukarela (yang merasa nyaman)
  • Guru memberikan apresiasi dan penguatan: 'Kalian semua adalah anak-anak Tuhan yang dipanggil untuk menjadi pembawa damai dan persaudaraan di tengah keberagaman dunia'
  • Murid melakukan penilaian diri: sejauh mana saya memahami materi hari ini? (skala 1-5) dan penilaian sejawat: bagaimana kerja sama kelompok saya? (skala 1-5)

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir: meminta murid mengerjakan lembar evaluasi singkat (pilihan ganda dan uraian singkat) tentang kisah Lukas 7:1-10 dan penerapannya
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: iman Kristiani mengajarkan kita untuk terbuka, menghargai, dan bekerja sama dengan semua orang dari berbagai bangsa dan agama demi mewujudkan persaudaraan sejati
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: murid diminta mempraktikkan satu tindakan nyata yang sudah mereka rumuskan dalam seminggu ke depan dan melaporkannya di pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat membaca teks pendukung tambahan tentang dokumen Gereja mengenai hubungan antarumat beragama (artikel 21, 25, 28-31 yang disebutkan dalam buku guru). Murid yang lambat fokus pada pemahaman inti kisah Injil saja dengan bantuan gambar visual atau komik strip
  • Proses: Murid yang cepat memimpin diskusi kelompok dan membantu teman yang lambat. Murid yang lambat mendapat bimbingan lebih intensif dari guru atau tutor sebaya, serta dapat menggunakan pertanyaan pemandu yang lebih terstruktur
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat poster, video pendek, atau puisi tentang persaudaraan antarbangsa. Murid yang lambat dapat menuliskan 3 poin sederhana atau menggambar ilustrasi tindakan nyata mereka

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan di kertas kecil satu pengalaman atau pengetahuan mereka tentang orang dari bangsa lain untuk mengukur pengetahuan awal dan pengalaman hidup murid terkait tema persaudaraan antarbangsa

Proses:

  • Observasi guru terhadap keterlibatan aktif murid dalam membaca Injil, diskusi kelompok, dan presentasi
  • Penilaian hasil diskusi kelompok melalui lembar kerja yang berisi jawaban atas pertanyaan pemahaman Injil Lukas 7:1-10
  • Tanya jawab spontan untuk mengecek pemahaman murid
  • Penilaian terhadap rencana tindakan nyata yang dirumuskan kelompok
  • Penilaian diri murid tentang tingkat pemahaman mereka (skala 1-5)
  • Penilaian sejawat tentang kerja sama dalam kelompok (skala 1-5)

Akhir:

  • Tes tertulis singkat (5-7 soal) berisi pilihan ganda dan uraian singkat tentang tokoh dalam Injil Lukas 7:1-10, sikap perwira Kapernaum, tanggapan Yesus, dan penerapan nilai-nilai persaudaraan antarbangsa dalam kehidupan sehari-hari
  • Penilaian jurnal refleksi pribadi yang berisi: (a) kesan paling berkesan dari kisah, (b) sikap yang ingin dikembangkan, (c) tindakan konkret yang akan dilakukan
  • Penilaian tugas tindak lanjut (follow-up di pertemuan berikutnya): laporan praktik tindakan nyata yang sudah dilakukan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian hasil diskusi kelompok melalui lembar kerja
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran
  • Penilaian diri dan penilaian sejawat

Sumatif:

  • Tes tertulis singkat (pilihan ganda dan uraian) tentang isi Injil Lukas 7:1-10 dan penerapannya
  • Penilaian produk: rencana tindakan nyata yang dirumuskan kelompok
  • Penilaian jurnal refleksi pribadi murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Injil Lukas 7:1-10Murid belum mampu mengidentifikasi tokoh dan peristiwa dalam Injil Lukas 7:1-10Murid dapat menyebutkan tokoh utama (perwira, Yesus, hamba) tetapi belum memahami makna kisahMurid dapat menjelaskan isi kisah dan sikap perwira Kapernaum serta tanggapan Yesus dengan benarMurid dapat menjelaskan isi kisah secara lengkap dan mengaitkan dengan nilai persaudaraan antarbangsa serta iman Kristiani
Perumusan Tindakan NyataMurid belum mampu merumuskan tindakan nyata yang relevanMurid dapat menyebutkan 1-2 tindakan nyata tetapi masih umum dan kurang konkretMurid dapat merumuskan 3 tindakan nyata yang konkret dan realistis untuk diterapkanMurid dapat merumuskan 3 atau lebih tindakan nyata yang konkret, realistis, dan menunjukkan kreativitas serta pemahaman mendalam tentang persaudaraan antarbangsa
Kerja Sama KelompokMurid pasif dan tidak berkontribusi dalam diskusi kelompokMurid sesekali memberikan pendapat tetapi belum aktif berdiskusiMurid aktif berdiskusi, menghargai pendapat teman, dan berkontribusi dalam penyelesaian tugas kelompokMurid sangat aktif, memfasilitasi diskusi, membantu teman yang kesulitan, dan memastikan semua anggota kelompok berkontribusi
Refleksi PribadiMurid belum mampu merefleksikan pembelajaran dan tidak menuliskan refleksi pribadiMurid menuliskan refleksi tetapi sangat singkat dan kurang mendalamMurid menuliskan refleksi yang jujur, menunjukkan kesadaran diri, dan komitmen untuk bertindakMurid menuliskan refleksi yang mendalam, menunjukkan kesadaran diri yang kuat, pemahaman nilai iman Kristiani, dan komitmen konkret untuk mewujudkan persaudaraan antarbangsa

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Indikator apa yang menunjukkan keberhasilan atau kekurangan?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan semua murid?
  • Bagaimana respons dan antusiasme murid terhadap kisah Injil dan diskusi tentang persaudaraan antarbangsa?
  • Pembelajaran apa yang saya peroleh dari proses mengajar hari ini untuk perbaikan pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah perwira Kapernaum hari ini?
  • Sikap apa yang ingin saya kembangkan setelah belajar hari ini?
  • Tindakan konkret apa yang akan saya lakukan minggu ini untuk menunjukkan sikap terbuka kepada orang lain?
  • Apa yang masih sulit saya pahami dari pembelajaran hari ini?
  • Bagaimana perasaan saya saat bekerja sama dengan teman dalam kelompok?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Injil Lukas 7:1-10
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VI (halaman 40)
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VI (halaman 65-69)
  4. Dokumen Gereja tentang Hubungan Antar Agama Dan Kepercayaan (artikel 21, 25, 28-31)
  5. Video atau gambar tentang kerja sama antarbangsa dan bantuan kemanusiaan internasional
  6. Lembar kerja diskusi kelompok
  7. Kertas plano dan spidol untuk presentasi kelompok
  8. Jurnal refleksi pribadi murid
  9. Lembar evaluasi (tes tertulis singkat)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.