MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 1 — Aku Warga Indonesia dan Warga Dunia INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Aku Warga Indonesia dan Warga Dunia |
|---|
| Alokasi Waktu | 22 JP (22 x 35 menit = 770 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.1.1 Menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi atas kekayaan bangsa
- TP 6.1.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dirinya sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari
- TP 6.1.3 Menguraikan peran diri sebagai warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Kekayaan alam dan budaya apa saja di Indonesia yang membuat kita merasa kagum dan bersyukur kepada Tuhan?
- Bagaimana Kitab Suci Mazmur 104:1-31 membantu kita melihat seluruh alam Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang membanggakan?
- Pengalaman hidup rukun apa bersama teman yang berbeda latar belakang yang membuatmu merasa bangga menjadi anak Indonesia?
- Mengapa kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia patut kita syukuri sebagai anugerah Tuhan?
- Fasilitas umum apa saja yang kamu gunakan setiap hari saat berangkat dan belajar di sekolah?
- Mengapa setiap warga negara berhak menikmati fasilitas umum dan pelayanan dari pemerintah?
- Mengapa Yesus meminta orang-orang memberikan kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah?
- Apa saja kewajiban yang harus kita lakukan sebagai warga negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengapa peristiwa atau masalah yang terjadi di negara lain, seperti wabah penyakit atau perubahan iklim, juga berdampak pada kehidupan kita di Indonesia?
- Bagaimana kita sebagai pelajar dapat mengambil peran sebagai warga dunia untuk mendukung kerja sama antarbangsa?
- Mengapa perwira Romawi dalam Kitab Suci mau menolong bawahannya dan percaya pada Yesus walau berbeda bangsa?
- Apa pesan ajaran Gereja (Gaudium et Spes art. 3) bagi peran kita sebagai anak Katolik terhadap sesama manusia di seluruh dunia?
- Bagaimana tindakan kecil kita sebagai pelajar di sekolah dapat dirasakan manfaatnya oleh teman-teman di belahan bumi yang lain?
- Mengapa sikap peduli terhadap sesama tanpa membedakan negara atau bangsa menjadi panggilan hidup kita sebagai warga dunia?
- Bagaimana rasa syukur atas kekayaan tanah air kita wujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengapa pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai warga negara harus berjalan seimbang sesuai ajaran iman Katolik?
- Apa peran nyata yang dapat kita lakukan bersama sebagai warga dunia untuk merawat persaudaraan antarbangsa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menunjukkan Rasa Bangga sebagai Bangsa Indonesia melalui Refleksi Keanekaragaman Alam dan Budaya Berdasarkan Mazmur 104:1-31 — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.1 Menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi atas kekayaan bangsa
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan menyanyikan lagu nasional 'Syukur' karya H. Mutahar dengan khidmat (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi atas keanekaragaman alam dan budaya berdasarkan teks Kitab Suci Mazmur 104:1-31 (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 contoh kekayaan alam atau budaya Indonesia (misalnya: Komodo, Candi Borobudur, Tari Saman) dan mengaitkannya dengan rasa syukur kepada Tuhan Sang Pencipta (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyimak tayangan gambar dan penjelasan singkat mengenai kekayaan alam dan budaya Indonesia (antara lain: Komodo, Bunga Rafflesia, Angklung, dan Candi Borobudur) sebagai anugerah agung Tuhan bagi bangsa Indonesia (10 menit).
- Murid membaca bersama teks Kitab Suci Mazmur 104:1-31 secara bergantian untuk memahami bahwa Allah adalah Pencipta dan Pengatur seluruh alam semesta beserta segala isinya (10 menit).
- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tebak Anugerah Nusantara': murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu kekayaan bangsa dengan kartu ayat Mazmur 104 yang sesuai: (1) Kartu 'Taman Nasional Komodo dan hewan laut Indonesia' dipasangkan dengan 'Mazmur 104:25 (laut besar dan luas, berkeriapan binatang tak terbilang)'; (2) Kartu 'Hutan tropis Kalimantan dan tanaman obat' dipasangkan dengan 'Mazmur 104:14 (tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia)'; (3) Kartu 'Sumber air pegunungan dan danau alami' dipasangkan dengan 'Mazmur 104:10 (mata air memancar ke dalam lembah)'; (4) Kartu 'Burung Kasuari dan Cendrawasih Papua' dipasangkan dengan 'Mazmur 104:12 (burung-burung di udara bersarang)' (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok kecil mendiskusikan isi teks Mazmur 104:1-31 dengan menjawab 3 pertanyaan panduan: (a) Bagaimana pemazmur menggambarkan kebesaran Tuhan dalam mengatur alam?; (b) Apakah kekayaan alam dan budaya Indonesia termasuk tanda kebesaran karya ciptaan Tuhan?; (c) Mengapa kita patut berbangga sebagai bangsa Indonesia yang dianugerahi keanekaragaman tersebut? (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja refleksi kebanggaan bangsa dengan memilih dan menuliskan 2 kekayaan alam serta 2 kekayaan budaya Indonesia yang paling dikaguminya beserta alasan rasa bangganya sebagai ciptaan Tuhan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara hening menuliskan sebuah doa syukur singkat atau ungkapan refleksi pribadi (2-3 kalimat) yang menyatakan rasa bangga sebagai anak Indonesia atas anugerah keanekaragaman ciptaan Tuhan (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama bahwa kekayaan alam dan budaya Indonesia adalah mukjizat dan anugerah Tuhan yang wajib disyukuri dan dibanggakan dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
- Murid dan guru melakukan refleksi singkat atas proses belajar hari ini, lalu menutup pertemuan dengan doa penutup dan mengagungkan kemuliaan Tuhan atas tanah air Indonesia (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar kekayaan alam dan teks kutipan Mazmur berukuran lebih besar; murid yang lebih cepat diberikan teks referensi warisan dunia UNESCO di Indonesia.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru atau teman sebaya dalam menemukan ayat relevan pada Mazmur 104; murid yang lebih cepat merumuskan refleksi secara mandiri dengan ulasan yang lebih mendalam.
- Produk: Refleksi kebanggaan dapat diwujudkan dalam bentuk tulisan doa, puisi singkat, atau kartu catatan refleksi berpola.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 3 contoh kekayaan alam atau budaya khas Indonesia dan sebutkan perasaanmu atas keberadaan kekayaan tersebut!' (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 2 contoh riil kekayaan alam/budaya seperti Komodo, Candi Borobudur, Batik, Danau Toba, atau Tari Saman, serta menyatakan rasa senang/bangga/bersyukur kepada Tuhan).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas permainan mencocokkan kartu kekayaan alam dengan Mazmur 104:1-31 (Acuan pasangan: 1-Mzm 104:25; 2-Mzm 104:14; 3-Mzm 104:10; 4-Mzm 104:12).
- Pemeriksaan lembar kerja refleksi murid: ketepatan menuliskan 2 kekayaan alam (misal: Komodo, Hutan Tropis, Terumbu Karang Raja Ampat) dan 2 kekayaan budaya (misal: Batik, Angklung, Candi Borobudur, Tari Saman) serta menunjukkan ungkapan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia yang beriman.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan tulisan doa syukur/refleksi pribadi singkat (2-3 kalimat) murid. Kriteria penerimaan operasional: tulisan memuat pengakuan atas kebesaran ciptaan Tuhan di Indonesia dan secara eksplisit mengungkapkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
Formatif:- Penilaian proses keterlibatan dalam pencocokan kartu 'Tebak Anugerah Nusantara' dan ketepatan lembar kerja refleksi kebanggaan bangsa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi atas kekayaan bangsa berdasarkan Mazmur 104:1-31 | Belum mampu menunjukkan rasa bangga dan belum dapat menyebutkan kekayaan alam maupun budaya Indonesia dalam refleksinya. | Mampu menyebutkan 1-2 kekayaan alam atau budaya Indonesia, namun belum mampu mengaitkannya dengan rasa bangga sebagai bangsa ciptaan Tuhan. | Mampu menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi dengan menyebutkan minimal 2 kekayaan alam dan 2 kekayaan budaya berdasarkan terang Mazmur 104:1-31 secara tepat. | Mampu menunjukkan rasa bangga yang mendalam sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi yang utuh, mengaitkan kekayaan alam dan budaya secara tepat dengan Mazmur 104:1-31, serta merumuskan ungkapan syukur pribadi secara mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam membaca Kitab Suci Mazmur 104:1-31 dan memahami kebesaran karya ciptaan Tuhan?
- Bagaimana respons dan antusiasme murid saat melakukan kegiatan mencocokkan kartu kekayaan alam dan budaya?
- Apakah kegiatan refleksi pribadi telah berhasil menumbuhkan rasa bangga murid sebagai warga bangsa Indonesia?
Murid:- Kekayaan alam atau budaya Indonesia mana yang paling membuatmu merasa bangga hari ini?
- Apa pesan Mazmur 104:1-31 yang paling berkesan bagimu tentang karya ciptaan Tuhan di tanah air kita?
Pertemuan 2 — Menunjukkan Rasa Bangga sebagai Bangsa Indonesia melalui Refleksi atas Pengalaman Hidup Berbangsa yang Rukun — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.1 Menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi atas kekayaan bangsa
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan memimpin doa pembuka syukur atas keberagaman dan kedamaian bangsa Indonesia (5 menit).
- Guru mengaitkan materi sebelumnya mengenai kekayaan alam/budaya dengan pertemuan ini yang berfokus pada kekayaan sosial berupa kerukunan hidup berbangsa (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 3 cerita situasi singkat yang mencerminkan kerukunan hidup berbangsa: (1) Gotong royong membersihkan lingkungan bersama warga berbagai suku, (2) Berkelahi karena saling mengejek asal daerah, (3) Menjaga ketenangan saat tetangga berbeda agama beribadah. Kunci: situasi 1 dan 3 adalah pengalaman hidup rukun (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru mengenai kerukunan hidup berbangsa sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang patut dibanggakan dan disyukuri sebagai karya Tuhan (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis tantangan ceria 'Tebak Sikap Rukun' dengan mengangkat kartu hijau (sikap rukun) atau kartu merah (bukan rukun) untuk 4 pernyataan berikut: (1) Membantu teman yang terjatuh tanpa membedakan agamanya [kunci: hijau], (2) Menolak berteman dengan orang yang berbeda suku [kunci: merah], (3) Mengucapkan selamat hari raya kepada tetangga beriman lain [kunci: hijau], (4) Mengutamakan musyawarah saat terjadi beda pendapat di kelas [kunci: hijau] (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara mandiri menuliskan 1 pengalaman nyata hidup rukun di lingkungan rumah atau sekolah (misalnya: berbagi makanan dengan tetangga beda suku, bekerja bakti, atau belajar bersama teman beda agama) pada lembar refleksi yang disediakan (20 menit).
- Murid melengkapi kalimat pernyataan bangga pada lembar kerja: 'Saya bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang rukun karena...' dengan menyebutkan minimal 1 alasan konkret terkait kedamaian/persatuan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dalam suasana hening dan berkesadaran, murid membaca kembali pengalaman rukun yang telah mereka tulis, lalu merenungkan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah persaudaraan dan kerukunan tersebut (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa kerukunan hidup berbangsa adalah kekayaan luhur bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dibanggakan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan meminta 2-3 murid membacakan pernyataan rasa bangganya secara singkat (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa penutup berupa mendoakan kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan contoh pengalaman rukun konkret (seperti gotong royong atau toleransi perayaan hari raya), sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan merefleksikan pengalaman rukun di tingkat masyarakat yang lebih luas.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menuangkan refleksi secara tertulis, guru memberikan pertanyaan pemandu langsung (scaffolding). Bagi murid yang cepat, mereka diminta menambahkan 2 contoh tindakan menjaga kerukunan dalam pergaulan sehari-hari.
- Produk: Refleksi rasa bangga dapat ditulis dalam bentuk paragraf pendek minimal 2-3 kalimat bagi murid reguler, atau dilengkapi dengan komitmen tindakan rukun bagi murid cepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik memilih situasi hidup rukun berbangsa dari 3 cerita singkat: (1) Gotong royong membersihkan lingkungan bersama warga berbagai suku, (2) Berkelahi karena mengejek asal daerah, (3) Menjaga ketenangan saat tetangga beribadah. Acuan jawaban benar: situasi 1 dan 3.
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam kuis 'Tebak Sikap Rukun' dengan 4 butir pernyataan: (1) Membantu teman tanpa bedakan agama [sikap rukun], (2) Menolak berteman beda suku [bukan rukun], (3) Mengucapkan selamat hari raya tetangga [sikap rukun], (4) Mengutamakan musyawarah [sikap rukun].
- Pemeriksaan lembar kerja refleksi pengalaman hidup rukun dan pernyataan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui kelengkapan pengisian lembar refleksi: murid menuliskan 1 pengalaman nyata hidup rukun serta 1 kalimat ungkapan bangga sebagai bangsa Indonesia yang memuat alasan konkret persatuan/kedamaian. Kriteria penerimaan: pengalaman relevan dengan kerukunan antarperbedaan dan pernyataan secara eksplisit mengungkapkan rasa bangga/syukur atas kerukunan bangsa.
Formatif:- Kuis diagnostik awal tentang pengenalan situasi hidup rukun
- Kuis interaktif 'Tebak Sikap Rukun' pada tahap memahami
- Penilaian lembar refleksi pengalaman hidup rukun dan pernyataan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi pengalaman hidup berbangsa yang rukun | Belum mampu menuliskan pengalaman hidup rukun dan belum menunjukkan ungkapan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. | Mampu menuliskan pengalaman hidup rukun namun belum mampu mengaitkannya dengan ungkapan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia secara jelas. | Mampu menuliskan 1 pengalaman hidup rukun dan menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dengan menyebutkan minimal 1 alasan konkret persatuan/kedamaian secara tepat. | Mampu menuliskan pengalaman hidup rukun secara runtut dan mendalam serta menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dengan alasan persatuan dan ungkapan syukur kepada Tuhan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas refleksi pengalaman hidup rukun membantu murid merasakan kebanggaan sebagai anak Indonesia?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kuis interaktif dan penulisan lembar refleksi?
Murid:- Pengalaman hidup rukun apa yang paling membuatmu bersyukur dan bangga menjadi orang Indonesia?
- Apa hal baik yang ingin kamu lakukan agar suasana di kelas dan rumah selalu rukun?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Hak Diri sebagai Warga Negara atas Fasilitas Umum dan Pelayanan Hidup Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dirinya sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan memimpin doa pembuka 'Doa Untuk Tanah Air' (Puji Syukur No. 194) secara khidmat (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pembelajaran Pertemuan 3 yaitu mengidentifikasi hak diri sebagai warga negara atas fasilitas umum dan pelayanan hidup sehari-hari, serta menyampaikan alur kegiatan belajar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menjawab secara lisan apakah 2 contoh situasi merupakan hak warga negara atau bukan: (1) Menikmati penerangan lampu jalan di malam hari; (2) Membayar pajak kendaraan. (Kunci acuan diagnostik: butir 1 adalah hak warga negara, butir 2 adalah kewajiban/bukan hak) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati pemaparan guru dan bahan bacaan Buku Guru/Siswa halaman 36-38 mengenai fasilitas umum dan pelayanan publik (gedung sekolah negeri, puskesmas, jalan raya, jaringan listrik, dan instalasi air bersih) sebagai wujud pemenuhan hak warga negara yang disediakan oleh negara (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tebak Hak Warga': murid mengangkat kartu centang hijau jika situasi yang dibacakan guru merupakan contoh pemenuhan hak warga negara atas fasilitas/pelayanan umum, dan kartu silang merah jika bukan. Guru membacakan 4 butir: (1) Berobat di Puskesmas (Hak); (2) Mematuhi rambu lalu lintas (Bukan hak/kewajiban); (3) Belajar di ruang kelas sekolah yang aman (Hak); (4) Melintasi jalan beraspal yang dibangun pemerintah (Hak) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Identifikasi Hak Warga Negara atas Fasilitas Umum dan Pelayanan Publik'. Lembar kerja memuat 5 butir pernyataan fasilitas/pelayanan publik: (1) Mendapatkan aliran listrik PLN di rumah/sekolah; (2) Memperoleh pelayanan kesehatan di Puskesmas; (3) Menggunakan jembatan penyeberangan umum dengan aman; (4) Memperoleh pengajaran dari guru di sekolah; (5) Memanfaatkan air bersih dari perpipaan umum/PDAM. Murid secara mandiri mengidentifikasi manfaat langsung dari masing-masing fasilitas/pelayanan tersebut bagi pemenuhan hak dirinya sehari-hari (20 menit).
- Murid memverifikasi dan mencocokkan hasil identifikasinya bersama bimbingan guru menggunakan acuan kunci jawaban: butir 1 = hak atas penerangan/energi; butir 2 = hak atas layanan kesehatan; butir 3 = hak atas rasa aman dan akses transportasi; butir 4 = hak atas pendidikan; butir 5 = hak atas kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi layak (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan dalam hati secara berkesadaran betapa besarnya perhatian dan pemenuhan hak yang telah dinikmati melalui berbagai fasilitas umum yang disediakan bagi mereka (10 menit).
- Murid menuliskan 1 kalimat refleksi pribadi di buku catatan tentang rasa syukur atas fasilitas umum yang dinikmati dalam kehidupannya sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman ringkas bahwa fasilitas umum seperti jalan, sekolah, puskesmas, dan listrik merupakan wujud pemenuhan hak warga negara dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang kewajiban warga negara berdasarkan Matius 22:15-22, lalu menutup kelas dengan doa penutup dan menyanyikan lagu 'Bagimu Negeri' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja berpemandu dengan daftar pilihan jenis hak yang tersedia, sedangkan murid yang cepat diberikan lembar kerja isian terbuka tanpa opsi bantuan.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menelaah keterkaitan fasilitas umum dengan pemenuhan hak, sedangkan murid yang mahir bekerja mandiri penuh.
- Produk: Murid menuliskan hasil identifikasi hak warga negara minimal 3 butir (untuk kelompok yang memerlukan bimbingan) atau 5 butir lengkap disertai manfaat operasionalnya (untuk kelompok mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di pendahuluan untuk memetakan kesiapan murid membedakan hak dan bukan hak: Murid menentukan apakah (1) 'Menikmati penerangan lampu jalan di malam hari' dan (2) 'Membayar pajak kendaraan' merupakan hak warga negara. (Kunci acuan: Butir 1 = Hak; Butir 2 = Bukan hak/Kewajiban).
Proses:- Observasi respon murid dalam kuis cepat 4 butir: (1) Berobat di Puskesmas [Hak]; (2) Mematuhi rambu lalu lintas [Bukan hak]; (3) Belajar di ruang kelas sekolah yang aman [Hak]; (4) Melintasi jalan beraspal yang dibangun pemerintah [Hak].
- Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Identifikasi Hak Diri atas 5 Fasilitas Umum: (1) Jaringan listrik PLN [Hak energi/penerangan]; (2) Puskesmas [Hak pelayanan kesehatan]; (3) Jembatan penyeberangan umum/jalan raya [Hak keamanan berkendara/transportasi]; (4) Gedung sekolah/layanan pendidikan [Hak atas pendidikan]; (5) Air bersih/PDAM [Hak atas sanitasi dan kebutuhan dasar hidup].
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menjawab 1 pertanyaan reflektif penegasan: 'Sebutkan 3 fasilitas umum di sekitarmu dan sebutkan hak apa yang kamu terima dari fasilitas tersebut!' (Kriteria penerimaan: murid menyebut 3 fasilitas umum yang relevan seperti jalan/sekolah/puskesmas/listrik dan mengidentifikasi hak pemanfaatannya secara logis).
Formatif:- Kuis cepat 'Tebak Hak Warga' pada tahap Memahami
- Penugasan mandiri Lembar Kerja Identifikasi Hak Warga Negara atas Fasilitas Umum dan Pelayanan Publik pada tahap Mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Hak atas Fasilitas Umum dan Pelayanan Publik (Daftar acuan 5 butir: Listrik PLN, Puskesmas, Jalan/Jembatan umum, Sekolah, Air bersih) | Mengidentifikasi 1 dari 5 hak diri atas fasilitas umum dan pelayanan publik secara tepat sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi 2 sampai 3 dari 5 hak diri atas fasilitas umum dan pelayanan publik secara tepat sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi 4 dari 5 hak diri atas fasilitas umum dan pelayanan publik secara tepat sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi seluruh 5 hak diri atas fasilitas umum dan pelayanan publik secara tepat sesuai daftar acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas kuis tebak hak dan pengerjaan lembar kerja efektif membantu murid memahami konsep hak atas fasilitas umum?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling menarik perhatian murid dalam mengidentifikasi pelayanan publik?
Murid:- Fasilitas umum apa yang paling sering saya nikmati setiap hari sebagai wujud hak saya?
- Bagaimana perasaan saya setelah menyadari bahwa negara menyediakan berbagai fasilitas umum untuk kebutuhan hidup saya?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Kewajiban Diri sebagai Warga Negara dalam Kehidupan Sehari-hari Berdasarkan Ajaran Kitab Suci Matius 22:15-22 — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dirinya sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa pembuka, dan mengecek kehadiran (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yakni mengidentifikasi kewajiban diri sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan ajaran Kitab Suci Matius 22:15-22 (5 menit).
- Asesmen diagnostik awal: Guru menampilkan 2 pertanyaan lisan singkat untuk memetakan kesiapan murid dalam membedakan hak dan kewajiban: (1) 'Jika bersekolah adalah hak, apa kewajiban murid di sekolah?' (acuan: belajar dengan tekun/mematuhi tata tertib sekolah); (2) 'Mengapa warga negara harus membayar pajak atau mematuhi rambu lalu lintas?' (acuan: karena merupakan kewajiban demi ketertiban/kesejahteraan bersama) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pembacaan teks Kitab Suci Matius 22:15-22 tentang membayar pajak kepada Kaisar secara bergantian (10 menit).
- Guru membimbing murid menemukan pesan pokok ayat 21 ('Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah') sebagai dasar kewajiban warga negara yang beriman (10 menit).
- Murid mencermati penjelasan bahwa bagi umat beriman Katolik, taat menjalankan kewajiban hidup bernegara (seperti mematuhi aturan, membayar pajak, menjaga fasilitas umum) sama nilainya dengan kebaktian kepada Tuhan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Aktivitas Menggembirakan 'Tantangan Detektif Kewajiban': Murid secara berpasangan menerima lembar tantangan berisi 4 situasi sehari-hari untuk mengidentifikasi bentuk kewajiban warga negara yang tepat: (1) Situasi A: Mengendarai sepeda motor di jalan raya (kewajiban: memakai helm dan mematuhi lampu lalu lintas); (2) Situasi B: Tinggal di lingkungan rukun tetangga (kewajiban: menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan); (3) Situasi C: Memiliki penghasilan atau tempat usaha (kewajiban: membayar pajak kepada negara); (4) Situasi D: Menjadi murid di sekolah negeri (kewajiban: belajar sungguh-sungguh dan merawat fasilitas sekolah) (10 menit).
- Setiap pasangan murid mencocokkan tindakan kewajiban pada lembar kerja dan menuliskan identifikasinya secara mandiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi 3 kewajiban diri yang sudah dilakukan dan 1 kewajiban yang masih perlu diperbaiki sebagai pelajar warga negara Indonesia (15 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat niat pribadi untuk meneladani ajaran Yesus dalam melaksanakan kewajiban sehari-hari di rumah, sekolah, maupun masyarakat (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa menunaikan kewajiban warga negara merupakan wujud nyata ketaatan iman kepada Allah (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan menyanyikan lagu 'Bagimu Negeri' bersama secara khidmat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks Matius 22:15-22 dengan penandaan (highlight) pada ayat kunci 21; murid yang cepat diberikan teks pembanding Matius 17:24-27 (kewajiban membayar bea Bait Allah) untuk memperkaya identifikasi kewajiban warga negara.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan terarah saat membedakan tindakan kewajiban dan hak; murid yang cepat bekerja mandiri menyelesaikan tantangan.
- Produk: Semua murid menghasilkan identifikasi kewajiban warga negara; murid yang cepat dapat menambahkan rincian kewajiban spesifik sesuai pasal UUD 1945 yang relevan (Pasal 27 ayat 1 dan 3).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Jika bersekolah adalah hak anak, sebutkan apa kewajiban anak di sekolah!' (acuan: mematuhi tata tertib, belajar dengan tekun, menghormati guru); (2) 'Mengapa setiap warga negara wajib mematuhi aturan hukum seperti lampu lalu lintas?' (acuan: untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kepentingan bersama).
Proses:- Observasi pengerjaan lembar 'Tantangan Detektif Kewajiban' mengidentifikasi kewajiban warga negara pada 4 situasi: (1) Jalan raya -> mematuhi aturan/rambu lalu lintas; (2) Lingkungan RT -> menjaga kebersihan/ketertiban bersama; (3) Usaha/penghasilan -> membayar pajak; (4) Sekolah -> mematuhi tata tertib dan merawat fasilitas belajar (acuan: minimal 3 dari 4 identifikasi tepat sesuai kunci).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 2 butir: (1) Sebutkan sabda Yesus dalam Matius 22:21 tentang kewajiban kepada negara dan Allah! (acuan: 'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah'); (2) Identifikasi 3 contoh konkret kewajiban diri sebagai pelajar warga negara Indonesia! (acuan: mematuhi tata tertib sekolah/hukum, menjaga dan merawat fasilitas umum, belajar dengan tekun/ikut menjaga kerukunan).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja 'Tantangan Detektif Kewajiban' (mengidentifikasi 4 kewajiban warga negara berdasarkan situasi)
- Cek pemahaman tertulis pada akhir sesi tentang ajaran Yesus mengenai kewajiban warga negara
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kewajiban diri sebagai warga negara berdasarkan Matius 22:15-22 | Belum mampu mengidentifikasi kewajiban diri sebagai warga negara (hanya menyebutkan 0-1 kewajiban secara tepat dari 4 situasi yang diberikan). | Mengidentifikasi 2 dari 4 kewajiban warga negara dengan tepat berdasarkan situasi dan ajaran Matius 22:15-22 dengan bantuan guru. | Mengidentifikasi 3 dari 4 kewajiban warga negara dengan tepat berdasarkan situasi dan ajaran Matius 22:15-22 secara mandiri. | Mengidentifikasi seluruh 4 kewajiban warga negara dengan tepat dan lengkap berdasarkan situasi serta mengaitkannya secara tepat dengan sabda Yesus Matius 22:21. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pembelajaran tahap Memahami-Mengaplikasi-Merefleksi membantu murid memahami sabda Yesus mengenai kewajiban warga negara?
- Apakah aktivitas 'Tantangan Detektif Kewajiban' efektif membuat murid mengidentifikasi kewajiban diri secara konkret?
Murid:- Apa arti pesan Yesus 'Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah' bagi hidupku?
- Kewajiban warga negara apa yang paling sering kulakukan dengan sungguh-sungguh setiap hari?
Pertemuan 5 — Menguraikan Peran Diri sebagai Warga Dunia dalam Menanggapi Isu Bersama dan Kerja Sama Antarbangsa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.3 Menguraikan peran diri sebagai warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama mengucap syukur atas anugerah bumi sebagai rumah bersama, dan memeriksa presensi (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Pertemuan 5, yaitu menguraikan peran diri sebagai warga dunia dalam menanggapi isu bersama dan kerja sama antarbangsa (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal singkat secara lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan diagnostik: (1) 'Apakah satu bangsa di bumi dapat hidup sendiri tanpa bantuan bangsa lain?' (acuan: Tidak dapat, karena setiap bangsa saling membutuhkan dalam berbagai kebutuhan seperti pangan, kesehatan, dan penanganan bencana); (2) 'Sebutkan 1 contoh masalah bersama yang dialami oleh seluruh negara di dunia!' (acuan: pandemi/penyakit menular, pemanasan global/perubahan iklim, atau krisis lingkungan hidup) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan pengantar guru dan membaca 3 kartu kasus isu bersama dunia: Kartu 1 (Wabah penyakit global yang menyebar lintas negara dan memerlukan kerja sama tenaga medis antarbangsa); Kartu 2 (Pemanasan global dan penumpukan sampah plastik di lautan yang merusak ekosistem bumi); Kartu 3 (Bencana alam gempa bumi yang membutuhkan penyaluran bantuan makanan dan obat dari berbagai negara) (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Detektif Isu Dunia' berpasangan untuk mengidentifikasi mengapa isu pada ketiga kartu tersebut membutuhkan kerja sama warga dunia, bukan diselesaikan satu negara saja (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Peranku sebagai Warga Dunia' untuk menguraikan peran diri yang konkret dalam menanggapi 3 isu bersama antarbangsa tersebut (acuan uraian peran: untuk Isu 1 Wabah/Kesehatan = menjaga kebersihan diri, mematuhi protokol kesehatan, mendoakan pemulihan warga dunia; untuk Isu 2 Lingkungan/Iklim = mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, hemat energi; untuk Isu 3 Bencana Kemanusiaan = mengumpulkan doa atau menyisihkan uang saku untuk donasi kemanusiaan) (16 menit).
- Murid memeriksa kembali uraian peran diri yang telah ditulis untuk memastikan setiap butir memuat tindakan nyata yang dapat dilakukan oleh dirinya sebagai seorang pelajar (6 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid hening sejenak merenungkan kesadaran bahwa dirinya bukan hanya warga Indonesia, melainkan juga bagian tak terpisahkan dari warga dunia yang hidup di bumi yang satu (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap tindakan kecil kita di rumah dan sekolah memiliki dampak nyata bagi bumi dan persaudaraan masyarakat dunia (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja uraian peran warga dunia yang telah diselesaikan murid (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan contoh tindakan peran diri dalam format pilihan terarah; murid yang cepat diberikan 1 skenario tambahan berupa isu krisis air bersih antarbangsa untuk diuraikan peran dirinya.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru dalam menghubungkan keterkaitan dampak isu dunia dengan peran diri konkret di sekolah/rumah.
- Produk: Uraian peran diri dapat dituliskan dalam bentuk tabel uraian poin per butir atau paragraf terstruktur minimal 1 tindakan nyata per isu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Apakah satu bangsa dapat hidup sendiri tanpa kerja sama dengan bangsa lain? (acuan: Tidak dapat, karena bangsa-bangsa di bumi saling bergantung untuk kebutuhan hidup, perdagangan, teknologi, dan penanganan krisis kemanusiaan); (2) Sebutkan 1 contoh peristiwa/isu yang dialami bersama oleh berbagai negara di dunia! (acuan: pandemi Covid-19/penyakit global, pemanasan global/perubahan iklim, bencana alam besar, atau pencemaran laut).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri murid: ketepatan menguraikan peran diri konkret sebagai pelajar dalam menanggapi 3 isu bersama antarbangsa (isu wabah/kesehatan, isu sampah lautan/iklim, dan isu bencana alam antarbangsa) sesuai acuan tindakan nyata.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (tiket keluar): menyebutkan 1 alasan mengapa tindakan menjaga lingkungan di Indonesia berdampak bagi warga dunia (acuan: karena bumi adalah satu rumah bersama sehingga kelestarian alam menjaga keseimbangan iklim seluruh bumi) dan 1 peran konkret diri sebagai warga dunia hari ini (acuan: tindakan operasional seperti menghemat air/listrik, tidak membuang sampah sembarangan, atau mendoakan kedamaian dunia).
Formatif:- Penilaian proses pengerjaan Lembar Kerja 'Peranku sebagai Warga Dunia' (menguraikan tindakan konkret diri menanggapi 3 isu bersama antarbangsa)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguraikan peran diri sebagai warga dunia dalam menanggapi isu bersama dan kerja sama antarbangsa | Belum mampu menguraikan peran diri konkret sebagai warga dunia, atau hanya menuliskan 1 peran umum tanpa keterkaitan dengan isu bersama antarbangsa. | Mampu menguraikan 1 peran diri konkret sebagai warga dunia secara tepat sesuai acuan isu bersama antarbangsa dengan bimbingan guru. | Mampu menguraikan 2 dari 3 peran diri konkret sebagai warga dunia secara tepat sesuai acuan isu bersama antarbangsa (kesehatan global, lingkungan hidup, atau bantuan kemanusiaan) secara mandiri. | Mampu menguraikan seluruh 3 peran diri konkret sebagai warga dunia secara lengkap dan tepat sesuai acuan isu bersama antarbangsa secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid telah menyadari secara nyata bahwa peran kecil dirinya di lingkungan sehari-hari berdampak bagi kebaikan masyarakat dunia?
- Bagaimana respons murid terhadap kegiatan menguraikan peran diri dalam lembar kerja mandiri, dan apakah perlu penyesuaian bimbingan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Isu bersama dunia manakah yang menurutmu paling mendesak untuk ditanggapi saat ini?
- Tindakan nyata apa yang paling mudah kamu lakukan mulai hari ini sebagai bukti bahwa kamu peduli pada sesama warga dunia?
Pertemuan 6 — Menguraikan Peran Diri sebagai Warga Dunia dalam Membangun Persaudaraan Antarbangsa Berdasarkan Terang Gaudium et Spes Art. 3 dan Lukas 7:1-10 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.3 Menguraikan peran diri sebagai warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid mendoakan doa pembuka: 'Ya Bapa yang Mahabaik, Engkau menciptakan manusia beraneka bangsa agar saling mengasihi. Bimbinglah kami memahami peran kami sebagai warga dunia seturut teladan Yesus dan ajaran Gereja-Mu. Amin' (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan memberikan apersepsi singkat mengenai keterkaitan hidup kita dengan warga dunia lainnya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan terbimbing untuk memetakan pemahaman awal murid mengenai persaudaraan antarbangsa (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak pembacaan teks Kitab Suci Injil Lukas 7:1-10 (Perwira di Kapernaum) dan kutipan Ajaran Gereja Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes Art. 3 tentang panggilan Gereja melayani seluruh keluarga manusia (7 menit).
- Murid mengonstruksi pemahaman dengan mencatat dua poin inspirasi: (1) Sikap perwira Romawi yang melintasi sekat kebangsaan demi keselamatan hambanya dan imannya kepada Yesus; (2) Ajaran Gaudium et Spes Art. 3 yang menegaskan bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga Allah yang saling bersaudara dan bertanggung jawab menciptakan kebaikan bersama (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan kuis tantangan kartu peran 'Jembatan Persaudaraan Antarbangsa' yang menggembirakan, di mana tiap pasangan memilih 3 dari 4 kartu situasi dunia nyata yang disediakan guru: (Kartu 1) Terjadi bencana gempa di negara tetangga; (Kartu 2) Adanya anak pengungsi luar negeri yang masuk ke lingkungan sekitar; (Kartu 3) Terjadinya perselisihan antarwarga negara di media sosial; (Kartu 4) Kampanye global penyelamatan bumi dari sampah plastik (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri menuangkan uraian peran dirinya sebagai warga dunia pada Lembar Kerja Peran Diri berdasarkan 3 kartu situasi yang dipilih, dengan menguraikan tindakan nyata persaudaraan yang dilandasi nilai kasih Lukas 7:1-10 dan Gaudium et Spes Art. 3 (14 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dalam keheningan mengheningkan cipta untuk merefleksikan sejauh mana hatinya terbuka menerima orang dari bangsa, suku, atau budaya lain tanpa prasangka sebagaimana teladan iman perwira di Kapernaum (8 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat komitmen batin di lembar refleksinya: 'Sebagai warga dunia, peran konkret yang akan saya wujudkan minggu ini demi persaudaraan antarbangsa adalah...' (7 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa sebagai warga dunia, murid Katolik dipanggil menguraikan dan mewujudkan persaudaraan antarbangsa yang tidak membedakan latar belakang, seturut terang Gaudium et Spes Art. 3 dan teladan Lukas 7:1-10 (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja uraian peran diri murid dan menutup kegiatan dengan doa penutup serta berkat penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan kata kunci relasi Kitab Suci/Gaudium et Spes (misalnya: kasih, peduli, tanpa membeda-bedakan, doa), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks lengkap Gaudium et Spes Art. 3.
- Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid yang membutuhkan bantuan didampingi guru dalam menghubungkan kartu situasi dengan tindakan peran diri, sementara murid yang mahir menguraikan dampak peran dirinya bagi perdamaian global.
- Produk: Uraian peran diri dapat disajikan dalam bentuk poin uraian tertulis analitis atau pemetaan bagan relasional sesuai kesiapan murid, dengan kriteria kompetensi yang setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pelajaran dengan 2 pertanyaan acuan: (1) 'Siapakah sesama kita dalam pandangan iman Katolik?' (Acuan jawaban benar: semua manusia/semua bangsa di dunia tanpa membeda-bedakan); (2) 'Mengapa kita tidak boleh membenci orang dari bangsa lain?' (Acuan jawaban benar: karena kita semua adalah satu keluarga ciptaan Allah / warga dunia yang bersaudara).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Menguraikan Peran Diri berdasarkan 3 kartu situasi yang dipilih murid dari 4 opsi kartu: (Kartu 1: Gempa negara tetangga -> Acuan: berdoa, mengumpulkan donasi, bersimpati); (Kartu 2: Pengungsi luar negeri -> Acuan: menerima dengan ramah, tidak mengejek, berbagi bantuan sandang/pangan); (Kartu 3: Perselisihan antarbangsa di medsos -> Acuan: menyebarkan pesan damai, tidak ikut menghina, mempromosikan persahabatan); (Kartu 4: Kampanye sampah plastik sedunia -> Acuan: mengurangi penggunaan plastik, menjaga kelestarian bumi sebagai rumah bersama. Setiap uraian harus memuat keterkaitan nilai Lukas 7:1-10 mengenai kasih lintas bangsa dan Gaudium et Spes Art. 3 mengenai solidaritas keluarga manusia).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan pemahaman akhir pada lembar refleksi berupa 1 butir penguatan: Uraian komitmen peran diri murid sebagai pelajar warga dunia. Kriteria penerimaan operasional: Pernyataan komitmen memuat tindakan nyata persaudaraan (misal mendoakan perdamaian dunia, menghargai budaya bangsa lain, atau aksi solidaritas kemanusiaan) yang dihubungkan secara logis dengan identitas diri sebagai warga dunia ciptaan Allah.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal lisan tentang konsep dasar persaudaraan antarbangsa
- Penilaian proses lembar kerja menguraikan peran diri sebagai warga dunia berdasarkan Gaudium et Spes Art. 3 dan Lukas 7:1-10
- Catatan observasi refleksi komitmen pribadi murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguraikan peran diri sebagai warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa berdasarkan Gaudium et Spes Art. 3 dan Lukas 7:1-10 | Belum mampu menguraikan peran diri sebagai warga dunia, uraian tindakan belum relevan dengan situasi antarbangsa dan belum mengaitkan nilai Lukas 7:1-10 maupun Gaudium et Spes Art. 3 walau dengan bimbingan. | Mampu menguraikan 1 peran diri sebagai warga dunia pada situasi yang dipilih secara tepat, namun belum menghubungkannya dengan nilai iman dari Lukas 7:1-10 atau ajaran Gaudium et Spes Art. 3. | Mampu menguraikan 2 hingga 3 peran diri sebagai warga dunia secara tepat sesuai kartu situasi yang dipilih dengan menghubungkan nilai kasih lintas batas Lukas 7:1-10 atau ajaran solidaritas Gaudium et Spes Art. 3 secara mandiri. | Mampu menguraikan secara lengkap dan mendalam 3 peran diri sebagai warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa secara mandiri, dengan mengintegrasikan secara tepat teladan iman Lukas 7:1-10 dan semangat solidaritas Gaudium et Spes Art. 3. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan belajar dan media teks Kitab Suci serta Gaudium et Spes Art. 3 efektif membantu murid memahami identitasnya sebagai warga dunia?
- Bagaimana keterlibatan murid saat memainkan kuis kartu peran persaudaraan antarbangsa?
Murid:- Pelajaran apa yang paling menyentuh hatiku dari teladan perwira di Kapernaum dan ajaran Gaudium et Spes?
- Apakah aku sudah memandang anak-anak dari bangsa lain sebagai saudaraku satu bumi?
Pertemuan 7 — Menguraikan Peran Konkret Diri sebagai Pelajar Warga Dunia dalam Membangun Persaudaraan Antarbangsa di Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.3 Menguraikan peran diri sebagai warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka untuk memohon rahmat keterbukaan hati bagi perdamaian dunia, serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguraikan peran konkret diri sebagai pelajar warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis lisan cepat tentang bentuk tindakan konkret pelajar bagi persaudaraan antarbangsa (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru dan teks bacaan singkat mengenai 3 bidang peran konkret pelajar dunia: (1) Mendoakan dan bersolidaritas bagi anak korban bencana/konflik di mancanegara, (2) Bersikap ramah, terbuka, dan menghargai keberagaman budaya/warga asing yang dijumpai secara langsung maupun di media daring sehat, (3) Menjaga kelestarian bumi sebagai rumah bersama dengan mengurangi sampah plastik (15 menit).
- Dalam kelompok kecil berisi 4 orang, murid memainkan kuis tantangan 'Pilah Peran Warga Dunia': kelompok memilah 6 kartu tindakan menjadi 'Tindakan Nyata Pelajar Dunia' vs 'Bukan Tindakan Nyata Pelajar Dunia'. Keenam kartu tersebut adalah: (a) 'Menyisihkan uang jajan untuk bantuan kemanusiaan anak korban perang di luar negeri', (b) 'Menolak menyapa turis asing karena berbeda bahasa', (c) 'Mendoakan perdamaian bagi negara-negara yang berkonflik dalam doa harian', (d) 'Mengejek budaya busana tradisional bangsa lain di internet', (e) 'Menghemat penggunaan air dan botol plastik di sekolah demi kelestarian bumi', (f) 'Membuang sampah kemasan makanan ke sungai karena merasa bumi sangat luas' (acuan pemilahan: kartu [a], [c], [e] masuk kategori 'Tindakan Nyata Pelajar Dunia'; kartu [b], [d], [f] masuk kategori 'Bukan Tindakan Nyata Pelajar Dunia') (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berpasangan menerima Lembar Analisis Peran Pelajar Warga Dunia yang memuat 3 studi kasus situasi global sehari-hari: Kasus 1: Gempa bumi melanda negara tetangga dan banyak anak kehilangan sekolah; Kasus 2: Ada siswa pertukaran budaya atau wisatawan dari mancanegara berkunjung ke lingkungan sekitar; Kasus 3: Isu krisis iklim dan sampah plastik yang mencemari lautan dunia (15 menit).
- Setiap murid menguraikan secara tertulis peran konkret yang dapat dilakukannya sebagai pelajar untuk setiap kasus tersebut pada lembar kerja (acuan uraian: Kasus 1 = menguraikan peran doa dan donasi/solidaritas kemanusiaan; Kasus 2 = menguraikan sikap ramah, menyapa santun, dan menghormati perbedaan budaya; Kasus 3 = menguraikan aksi nyata membatasi sampah plastik dan merawat tanaman di lingkungan rumah/sekolah) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dalam suasana hening dan berkesadaran menuliskan sebuah komitmen pribadi tentang 1 peran paling mendesak yang akan dilakukannya minggu ini sebagai pelajar warga dunia demi persaudaraan antarbangsa (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru merumuskan simpulan bahwa peran sebagai warga dunia bukan hal yang abstrak, melainkan diwujudkan dalam doa, keramahtamahan, dan kepedulian pada rumah bersama (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja dan mengakhiri kegiatan dengan menyanyikan bersama lagu 'Kumau Cinta Yesus Selamanya' serta doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan kalimat pemantik uraian (kata kunci: doa kemanusiaan, sikap ramah budaya, rawat bumi) bagi murid yang membutuhkan pendampingan.
- Proses: Murid cepat menguraikan dampak jangka panjang dari peran konkret tersebut terhadap hubungan damai antarbangsa; murid lambat dibimbing fokus menguraikan 1 tindakan per kasus secara terarah.
- Produk: Uraian peran konkret dapat dituangkan berupa tabel uraian rinci berpenjelasan atau poin-poin terstruktur jelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 contoh tindakan sederhana yang dapat dilakukan seorang anak SD untuk menunjukkan persahabatan dengan warga di belahan dunia lain!' (acuan jawaban: mendoakan korban bencana di negara lain, mengirim bantuan sukarela, bersikap ramah pada orang asing, atau tidak mencemari lingkungan yang merusak iklim bumi).
Proses:- Pengamatan keterlibatan saat permainan kartu pilah peran warga dunia (acuan: tepat menempatkan 3 kartu positif dan menolak 3 kartu negatif).
- Pemeriksaan lembar kerja uraian 3 kasus peran konkret pelajar warga dunia (kriteria: memuat tindakan nyata peran doa/donasi, keramahan antarbangsa, dan penjagaan bumi sebagai rumah bersama).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir): 'Uraikan 2 peran konkretmu sebagai pelajar warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa di kehidupan sehari-hari!' (kriteria penerimaan: memuat minimal 2 peran nyata yang logis dan operasional untuk anak usia SD, seperti mendoakan perdamaian/korban bencana negara lain, menghargai keberagaman budaya antarbangsa tanpa diskriminasi, atau merawat lingkungan bumi).
Formatif:- Penilaian kinerja aktivitas kelompok memilah kartu peran warga dunia
- Uraian tertulis peran konkret pelajar warga dunia pada lembar kerja 3 studi kasus
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguraikan peran konkret diri sebagai pelajar warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa | Hanya mampu menguraikan 1 peran konkret dengan bantuan guru, atau uraian belum menunjukkan keterkaitan nyata antara tindakan pelajar dengan persaudaraan antarbangsa. | Mampu menguraikan 1 peran konkret secara tepat dan mandiri, atau 2 peran konkret namun masih memerlukan bimbingan guru. | Mampu menguraikan minimal 2 peran konkret diri sebagai pelajar warga dunia (mencakup ranah solidaritas doa/kemanusiaan, keramahan antarbudaya, atau pelestarian rumah bersama) secara mandiri dan tepat. | Mampu menguraikan 3 peran konkret diri sebagai pelajar warga dunia secara lengkap, rinci, tepat, dan mandiri pada seluruh bidang studi kasus yang diberikan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain kartu dan studi kasus membantu murid memahami bahwa tindakan mereka berdampak nyata bagi dunia?
- Bagaimana keterlibatan murid yang membutuhkan scaffolding saat merumuskan uraian peran konkret?
Murid:- Peran konkret apa yang paling mudah dan paling menantang untuk aku lakukan sebagai pelajar warga dunia?
- Bagaimana perasaanku saat menyadari bahwa anak-anak di seluruh dunia adalah saudara sekeluarga di bumi yang satu?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.1 Menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi atas kekayaan bangsa
- TP 6.1.2 Mengidentifikasi hak dan kewajiban dirinya sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari
- TP 6.1.3 Menguraikan peran diri sebagai warga dunia dalam membangun persaudaraan antarbangsa
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan asesmen dengan doa pembuka, menyanyikan lagu 'Syukur', serta memeriksa kesiapan fisik dan mental murid untuk asesmen (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 1, yakni mengukur pemahaman utuh mengenai kebanggaan bangsa, hak dan kewajiban warga negara, serta peran sebagai warga dunia (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Tertulis Individual (Tugas 1) dan menjelaskan tata cara pengerjaan tes tertulis serentak secara mandiri, jujur, serta tertib (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Individual, durasi 48 menit) secara serentak dan mandiri pada lembar kerja yang memuat: (a) Refleksi tertulis rasa bangga dan syukur atas kekayaan alam serta keanekaragaman budaya bangsa Indonesia berdasarkan terang Mazmur 104:1-31; (b) Identifikasi klasifikasi 6 pernyataan konkret hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan Matius 22:15-22 [Daftar butir: 1. Memperoleh layanan kesehatan di Puskesmas desa; 2. Membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu; 3. Memanfaatkan jalan raya dan jembatan penyeberangan umum; 4. Menaati rambu-rambu lalu lintas di jalan raya; 5. Bersekolah dan memperoleh pengajaran yang layak dari guru; 6. Menjaga kebersihan dan keutuhan fasilitas halte bus umum; Kunci: Butir 1, 3, 5 adalah HAK; Butir 2, 4, 6 adalah KEWAJIBAN]; (c) Uraian tertulis analisis 2 contoh perwujudan keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari murid (48 menit).
- Guru mengumpulkan Lembar Kerja Tugas 1, mengondisikan murid ke dalam 5-6 kelompok kerja, serta membagikan format Lembar Laporan Kelompok (Tugas 2) mengenai telaah peran diri sebagai warga dunia (2 menit).
- Setiap kelompok berkolaborasi mengerjakan Tugas 2 (Penugasan Kelompok Tertulis, durasi 38 menit) dengan menyusun laporan tertulis yang menguraikan telaah peran diri sebagai pelajar warga dunia dalam menghadapi isu global dan merawat persaudaraan antarbangsa berdasarkan Gaudium et Spes Art. 3 dan Lukas 7:1-10 [Komponen laporan kelompok: (1) Telaah 1 isu bersama antarbangsa, acuan: krisis perubahan iklim/lingkungan hidup global atau bencana kemanusiaan pengungsi; (2) Telaah 2 nilai iman/Gaudium et Spes Art. 3 tentang martabat luhur manusia dan belas kasih universal melampaui sekat bangsa seperti teladan perwira Kapernaum dalam Lukas 7:1-10; (3) Uraian 3 tindakan konkret pelajar warga dunia dalam kehidupan sehari-hari, acuan: berhemat energi/mengurangi sampah plastik demi bumi rumah bersama, mendoakan korban bencana/konflik antarbangsa, bersikap terbuka dan ramah tanpa diskriminasi terhadap orang dari suku/bangsa lain] (38 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok mengumpulkan berkas laporan tertulis Tugas 2 ke meja guru, lalu setiap murid mengisi lembar penilaian diri singkat mengenai kejujuran dan kesungguhan selama asesmen berlangsung (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan apresiatif atas ketertiban dan kerja sama murid dalam menyelesaikan asesmen sumatif bab, mengajak merangkum pembelajaran Bab 1 bahwa mencintai tanah air dan peduli pada dunia adalah satu kesatuan panggilan iman Katolik (2 menit).
- Guru menutup seluruh rangkaian Bab 1 dengan doa syukur bersama mohon rahmat Tuhan agar mampu menjadi warga Indonesia yang bertanggung jawab dan warga dunia yang berbelas kasih (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Pemberian akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk pengerjaan secara perlahan bagi murid yang memerlukan penegasan instruksi, tanpa mengubah bobot soal, batas kompetensi, atau kunci acuan penilaian.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian kombinasi tes tertulis individual dan penugasan kelompok tertulis: lembar kerja tertulis individual berisi refleksi rasa bangga bangsa serta analisis hak dan kewajiban warga negara, dilanjutkan lembar laporan kelompok berisi telaah peran diri sebagai warga dunia
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas, memuat tulisan refleksi rasa syukur atas kekayaan bangsa serta uraian analisis contoh hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan sehari-hari (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik penilaian refleksi)
- penugasan kelompok tertulis: laporan tertulis kelompok (terdiri atas 5-6 kelompok dalam kelas) yang menguraikan telaah peran diri sebagai warga dunia dalam mendukung persaudaraan antarbangsa dan menghadapi isu global (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian laporan kelompok)
Sumatif:- penilaian kombinasi tes tertulis individual dan penugasan kelompok tertulis: lembar kerja tertulis individual berisi refleksi rasa bangga bangsa serta analisis hak dan kewajiban warga negara, dilanjutkan lembar laporan kelompok berisi telaah peran diri sebagai warga dunia
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas, memuat tulisan refleksi rasa syukur atas kekayaan bangsa serta uraian analisis contoh hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan sehari-hari (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik penilaian refleksi)
- penugasan kelompok tertulis: laporan tertulis kelompok (terdiri atas 5-6 kelompok dalam kelas) yang menguraikan telaah peran diri sebagai warga dunia dalam mendukung persaudaraan antarbangsa dan menghadapi isu global (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian laporan kelompok)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui refleksi (TP 6.1.1) | Belum mampu menunjukkan rasa bangga dan syukur atas kekayaan alam serta budaya bangsa dalam tulisan refleksi. | Menunjukkan rasa syukur atas kekayaan alam atau budaya secara singkat, namun belum mengaitkannya dengan terang kebesaran karya ciptaan Tuhan (Mazmur 104). | Menunjukkan rasa bangga dan syukur atas kekayaan alam serta budaya bangsa Indonesia secara jelas dan runtut berdasarkan terang kebesaran karya ciptaan Tuhan (Mazmur 104:1-31). | Menunjukkan rasa bangga dan syukur atas kekayaan alam serta kebhinekaan budaya Indonesia secara mendalam, utuh, dan kontekstual berdasarkan Mazmur 104:1-31 disertai tekad komitmen menjaga keutuhan tanah air. | | Mengidentifikasi hak dan kewajiban diri sebagai warga negara (TP 6.1.2) | Tepat mengidentifikasi paling banyak 2 dari 6 butir pernyataan hak dan kewajiban warga negara (Acuan: Hak = butir 1, 3, 5; Kewajiban = butir 2, 4, 6) serta belum mampu menguraikan contoh keseimbangan keduanya. | Tepat mengidentifikasi 3 sampai 4 dari 6 butir pernyataan hak dan kewajiban warga negara serta menyebutkan 1 contoh keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari. | Tepat mengidentifikasi 5 dari 6 butir pernyataan hak dan kewajiban warga negara serta menguraikan 2 contoh keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari secara tepat. | Tepat mengidentifikasi seluruh 6 butir pernyataan hak dan kewajiban warga negara tanpa kesalahan serta menguraikan 2 contoh perwujudan keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari secara tepat, logis, dan mandiri. | | Menguraikan peran diri sebagai warga dunia dalam persaudaraan antarbangsa (TP 6.1.3) | Laporan kelompok memuat kurang dari 1 isu bersama antarbangsa dan belum memuat tindakan konkret pelajar warga dunia. | Laporan kelompok memuat 1 isu bersama antarbangsa (krisis lingkungan global/bencana kemanusiaan) dan 1 tindakan konkret pelajar, namun belum mengaitkan dengan nilai persaudaraan antarbangsa (Gaudium et Spes Art. 3 / Lukas 7:1-10). | Laporan kelompok memuat 1 isu bersama antarbangsa, mengaitkan dengan 1-2 nilai persaudaraan antarbangsa (Gaudium et Spes Art. 3 dan Lukas 7:1-10), serta menguraikan 2 dari 3 tindakan konkret pelajar warga dunia secara tepat. | Laporan kelompok memuat 1 isu bersama antarbangsa, mengaitkan secara tepat dengan 2 nilai persaudaraan antarbangsa (martabat manusia dan kasih universal melampaui sekat bangsa), serta menguraikan seluruh 3 tindakan konkret pelajar warga dunia secara utuh, jelas, dan dapat diterapkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu tes individual (48 menit) dan penugasan kelompok (38 menit) terlaksana secara efektif dan kondusif bagi seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 6 pada masing-masing tujuan pembelajaran (TP 6.1.1, TP 6.1.2, dan TP 6.1.3) berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?
- Rencana tindak lanjut apa yang perlu disiapkan untuk pengayaan dan remedial pada awal bab berikutnya?
Murid:- Apakah aku sudah mengerjakan tugas tertulis individual dengan jujur, teliti, dan sungguh-sungguh?
- Bagaimana kontribusiku dalam kelompok saat menyusun telaah peran sebagai warga dunia?
- Hal konkret apa yang paling berharga yang kupelajari dari Bab 1 tentang mencintai bangsa Indonesia dan dunia?
SUMBER BELAJAR- Alkitab / Teks Kitab Suci Mazmur 104:1-31
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021)
- Gambar/foto kekayaan alam dan budaya Indonesia (Komodo, Rafflesia, Candi Borobudur, Angklung)
- Set kartu 'Tebak Anugerah Nusantara' (4 kartu kekayaan dan 4 kartu ayat Mazmur 104)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI
- Lembar Kerja Refleksi Kerukunan Hidup Berbangsa
- Kartu Sikap Rukun (hijau dan merah)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021, Bab 1 Subbab B)
- Buku Puji Syukur (Doa Untuk Tanah Air No. 194)
- Lembar Kerja Murid 'Identifikasi Hak Warga Negara atas Fasilitas Umum'
- Kartu respon centang hijau dan silang merah untuk kuis
- Alkitab (Injil Matius 22:15-22)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021, Bab I Halaman 36-46)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021, Bab I Halaman 22-26)
- Lembar Aktivitas Siswa 'Tantangan Detektif Kewajiban Warga Negara'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Tiga Kartu Isu Bersama Antarbangsa (Isu Kesehatan Pandemi, Isu Pemanasan Global/Sampah Lautan, Isu Bencana Alam Kemanusiaan)
- Lembar Kerja Murid 'Peranku sebagai Warga Dunia'
- Alkitab Katolik (Lukas 7:1-10)
- Dokumen Konsili Vatikan II: Gaudium et Spes Art. 3
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas VI, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas VI, Kemendikbudristek 2021
- Kartu Skenario Situasi Global (Bencana, Pengungsi, Media Sosial, Lingkungan Hidup)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Kartu aktivitas 'Pilah Peran Warga Dunia'
- Lembar Analisis Peran Pelajar Warga Dunia (3 studi kasus)
- Alkitab: Mazmur 104:1-31; Injil Matius 22:15-22; Injil Lukas 7:1-10
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kemendikbudristek 2021
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 1 (Tugas Tertulis Individual & Laporan Kelompok)
|