Modul AjarPertemuan 6Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Mewujudkan Sikap Peduli dan Bertanggung Jawab terhadap Kehidupan Sesama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mewujudkan Sikap Peduli dan Bertanggung Jawab terhadap Kehidupan Sesama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Mewujudkan Sikap Peduli dan Bertanggung Jawab terhadap Kehidupan Sesama

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mewujudkan Sikap Peduli dan Bertanggung Jawab terhadap Kehidupan Sesama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMewujudkan Sikap Peduli dan Bertanggung Jawab terhadap Kehidupan Sesama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memberikan contoh sikap peduli dan bertanggung jawab dalam memelihara kehidupan diri sendiri dan sesama di lingkungan sehari-hari.
  2. Murid dapat meneladani sikap Yesus yang menghormati dan mencintai kehidupan sebagaimana tampak dalam tindakan-tindakan-Nya terhadap sesama.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat teman atau orang di sekitarmu yang sedang kesulitan? Apa yang kamu lakukan saat itu?
  2. Menurutmu, apa yang dilakukan Yesus ketika bertemu orang yang sakit atau menderita, dan mengapa Ia melakukannya?
  3. Apa bedanya orang yang peduli dengan orang yang tidak peduli terhadap kehidupan sesama? Berikan contohnya dari kehidupan sehari-hari!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama: 'Tuhan Yesus, ajarilah kami memiliki sikap peduli terhadap kehidupan kami dan kehidupan sesama. Amin.'
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta mengangkat tangan atau menempelkan sticky note (berwarna hijau = sudah tahu, kuning = belum tahu) pada pertanyaan 'Apa artinya peduli terhadap sesama?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan belajar bagaimana Yesus mencintai kehidupan dan bagaimana kita bisa meniru-Nya dalam kehidupan sehari-hari.'
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik dan memberi ruang 2–3 murid untuk menjawab secara lisan sebagai jembatan menuju kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau membacakan dua kisah singkat dari Buku Siswa tentang tindakan Yesus: (1) Yesus membangkitkan pemuda di Nain, (2) Yesus membangkitkan Lazarus. Guru menekankan bahwa kedua kisah ini menunjukkan betapa Yesus menghargai dan mencintai kehidupan.
  • Murid mendengarkan bacaan, lalu guru mengajukan pertanyaan lisan berbasis teks: 'Apa yang dilakukan Yesus saat melihat orang yang menderita? Apa perasaan Yesus dalam kisah itu?'
  • Guru menjelaskan makna Perintah Allah ke-5 ('Jangan membunuh') dalam versi yang diperluas oleh Yesus: bukan hanya larangan membunuh, tetapi juga seruan untuk aktif mencintai dan menghormati kehidupan sesama, termasuk menjaga hati dari kebencian, amarah, dan dendam.
  • Murid mencatat 3 kata kunci dari penjelasan guru di buku catatan mereka: PEDULI – HORMAT – TANGGUNG JAWAB.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok menerima selembar kartu situasi yang berisi skenario kehidupan nyata, contoh: (a) Temanmu terjatuh di halaman sekolah; (b) Adikmu sedang sakit dan butuh minum obat; (c) Seorang lansia kesulitan menyeberang jalan di depan sekolah; (d) Temanmu dikucilkan karena berbeda kemampuan.
  • Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan: (1) Apa sikap peduli yang bisa dilakukan dalam situasi itu? (2) Bagaimana tindakan tersebut mencerminkan teladan Yesus?
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat (1–2 menit per kelompok). Murid lain diajak memberi tanggapan atau menambahkan ide.
  • Guru memberikan umpan balik afirmatif dan menegaskan kaitan antara tindakan nyata murid dengan nilai Perintah Allah ke-5 serta teladan Yesus.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid untuk hening sejenak (±1 menit) sambil menutup mata dan membayangkan: 'Pernahkah aku peduli terhadap seseorang yang membutuhkan? Bagaimana rasanya?'
  • Murid mengisi lembar refleksi diri secara mandiri dengan menjawab dua pertanyaan: (1) Satu tindakan peduli yang sudah pernah aku lakukan adalah... (2) Satu niat yang akan aku lakukan mulai besok untuk menghormati kehidupan sesama adalah...
  • Guru memperdengarkan penggalan lagu rohani 'Cintailah Sesamamu' (Glenn Fredly, Ello and Friends – Anak Negeri Bermazmur, link: https://youtu.be/Gli6UygmBpE) sebagai penutup tahap refleksi. Murid diajak menyimak dan merenungkan pesan lagunya.
  • Dua atau tiga murid sukarela berbagi niatnya kepada kelas.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat: Yesus mencintai kehidupan dengan tindakan nyata, dan kita dipanggil untuk meneladani-Nya dengan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap sesama.
  • Guru membagikan asesmen akhir berupa lembar tugas mandiri singkat: murid menuliskan 2 contoh sikap peduli yang bisa dilakukan di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar (masing-masing minimal 1 contoh).
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Kehidupan adalah anugerah Allah. Ketika kita peduli pada kehidupan sesama, kita sedang melaksanakan Perintah Allah dan meneladani Yesus.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama: 'Tuhan Yesus, Engkau membangkitkan Lazarus dan pemuda di Nain. Melalui mukjizat-Mu, Engkau menunjukkan cinta terhadap kehidupan. Ajarilah kami memiliki sikap peduli terhadap kehidupan kami dan sesama. Amin.'
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan mendapatkan kartu situasi dengan gambar ilustrasi dan teks lebih singkat. Murid yang sudah cepat memahami mendapatkan kartu situasi tambahan yang lebih kompleks, misalnya situasi konflik sosial atau ketidakadilan di lingkungan sekolah.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding dapat bekerja berpasangan dan dipandu oleh guru atau murid sebaya (tutor teman). Murid yang sudah mandiri dapat langsung mengerjakan diskusi kelompok tanpa panduan langkah per langkah.
  • Produk: Murid yang cepat dapat menambahkan ilustrasi gambar atau membuat komik strip sederhana 2–3 panel yang menggambarkan tindakan peduli mereka. Murid yang membutuhkan dukungan cukup menuliskan 1–2 kalimat sederhana sebagai niat tindakan peduli.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note diagnostik: murid menuliskan 1 kata atau kalimat pendek tentang apa yang mereka ketahui mengenai 'peduli terhadap sesama' dan menempelkannya di papan kelas sebelum kegiatan inti dimulai.
  • Tanya jawab lisan dengan pertanyaan pemantik untuk mengidentifikasi pengetahuan awal dan pengalaman murid terkait kepedulian terhadap sesama.

Proses:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok kartu situasi: apakah murid mampu mengidentifikasi bentuk kepedulian yang tepat dan mengaitkannya dengan ajaran Yesus?
  • Penilaian sejawat ringan saat presentasi: kelompok lain memberi tanda bintang (☆) jika contoh yang diberikan dianggap baik dan realistis.
  • Lembar refleksi diri (tahap Merefleksi): guru membaca lembar refleksi untuk memetakan kedalaman pemahaman dan internalisasi nilai murid.

Akhir:

  • Lembar tugas mandiri: murid menuliskan minimal 2 contoh konkret sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap kehidupan sesama di lingkungan rumah, sekolah, dan sekitar. Dinilai dengan rubrik 4 level berdasarkan kesesuaian contoh, keterkaitannya dengan ajaran Yesus, dan kelengkapan jawaban.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid dalam diskusi kelompok (kartu situasi): guru mencatat murid yang aktif berpendapat dan yang membutuhkan dorongan.
  • Umpan balik lisan saat presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menghubungkan tindakan nyata dengan teladan Yesus.
  • Lembar refleksi diri mandiri (2 pertanyaan): guru membaca dan memberi komentar singkat sebagai umpan balik tertulis.

Sumatif:

  • Lembar tugas mandiri di kegiatan penutup: murid menuliskan minimal 2 contoh sikap peduli dan bertanggung jawab di tiga lingkungan (rumah, sekolah, sekitar). Dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memberikan contoh sikap peduli dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari [4.5.6.1]Murid belum dapat menyebutkan contoh sikap peduli yang konkret, atau contoh yang diberikan tidak relevan dengan memelihara kehidupan sesama.Murid menyebutkan 1 contoh sikap peduli yang sederhana namun belum disertai penjelasan keterkaitannya dengan tanggung jawab terhadap kehidupan sesama.Murid menyebutkan 2 contoh sikap peduli yang relevan dari minimal 2 lingkungan (rumah/sekolah/sekitar) dan mampu menjelaskan mengapa tindakan itu termasuk bentuk tanggung jawab.Murid menyebutkan 3 atau lebih contoh sikap peduli dari berbagai lingkungan dengan penjelasan yang jelas, rinci, dan mampu mengaitkannya dengan nilai menghormati kehidupan sebagai anugerah Allah.
Meneladani sikap Yesus yang menghormati dan mencintai kehidupan [4.5.6.2]Murid belum dapat menyebutkan tindakan Yesus yang mencerminkan cinta terhadap kehidupan, atau tidak dapat menghubungkannya dengan sikap pribadi.Murid dapat menyebutkan satu tindakan Yesus (misalnya membangkitkan Lazarus) namun belum mampu menjelaskan bagaimana dirinya bisa meneladaninya.Murid dapat menyebutkan tindakan Yesus dan menjelaskan 1–2 cara konkret untuk meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan lebih dari satu tindakan Yesus, menjelaskan maknanya dengan kata-kata sendiri, dan mengungkapkan niat konkret yang spesifik untuk meneladani sikap Yesus dalam konteks kehidupannya sendiri.
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi dan tidak memberikan kontribusi pada kelompok.Murid hadir dalam diskusi namun kontribusinya minimal, hanya merespons jika ditanya langsung.Murid aktif berpendapat dalam diskusi, mendengarkan pendapat teman, dan ikut menyusun jawaban bersama kelompok.Murid aktif memimpin atau menggerakkan diskusi, menghargai dan merespons pendapat teman, serta mampu menyimpulkan hasil diskusi kelompok dengan baik.
Kedalaman refleksi diriMurid tidak mengisi lembar refleksi atau jawabannya sangat singkat dan tidak menunjukkan pemikiran pribadi.Murid mengisi lembar refleksi dengan jawaban umum yang belum menunjukkan kaitannya dengan pengalaman pribadi.Murid menuliskan refleksi yang terhubung dengan pengalaman pribadinya dan menyatakan satu niat konkret yang akan dilakukan.Murid menuliskan refleksi yang mendalam, mengkaitkan pengalaman pribadi dengan nilai iman, dan merumuskan niat yang spesifik, realistis, dan bermotivasi dari ajaran Yesus.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti kegiatan diskusi kelompok dengan baik? Kelompok atau murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah contoh-contoh dalam kartu situasi cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh murid kelas 4?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Sejauh mana murid berhasil menghubungkan tindakan Yesus dengan kehidupan nyata mereka? Apakah pertanyaan pemantik cukup efektif membuka diskusi?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang sikap peduli adalah...
  • Tindakan Yesus yang paling menyentuh hatiku adalah... karena...
  • Mulai besok, aku ingin lebih peduli terhadap... dengan cara...
  • Apakah aku merasa bahwa kehidupanku dan kehidupan orang lain itu berharga? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Buku Siswa) – Kemendikbudristek
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV – Kemendikbudristek
  3. Lagu 'Cintailah Sesamamu' – Glenn Fredly, Ello and Friends (Anak Negeri Bermazmur): https://youtu.be/Gli6UygmBpE
  4. Alkitab: Injil Lukas 7:11–17 (Yesus membangkitkan pemuda di Nain), Yohanes 11:1–44 (Yesus membangkitkan Lazarus), Matius 6:25–26 (Hidup itu anugerah)
  5. Kartu situasi cetak (disiapkan guru): 4 skenario kehidupan nyata untuk diskusi kelompok
  6. Lembar refleksi diri (disiapkan guru): berisi 2 pertanyaan refleksi tertulis
  7. Lembar tugas mandiri asesmen akhir (disiapkan guru)
  8. Sticky note berwarna (hijau dan kuning) untuk asesmen awal diagnostik
  9. Papan tulis atau flipchart untuk menampilkan kata kunci: PEDULI – HORMAT – TANGGUNG JAWAB

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.