Modul AjarPertemuan 12Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 5: Menghayati Perintah Allah dalam Kehidupan Bersama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 5: Menghayati Perintah Allah dalam Kehidupan Bersama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 5: Menghayati Perintah Allah dalam Kehidupan Bersama

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 5: Menghayati Perintah Allah dalam Kehidupan Bersama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif Bab 5: Menghayati Perintah Allah dalam Kehidupan Bersama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup dengan menjawab soal-soal asesmen sumatif secara tertulis.
  2. Murid dapat mendemonstrasikan sikap dan tindakan yang mencerminkan penghayatan perintah Allah (menghormati orang tua, menghormati hidup, menghormati milik orang lain) melalui tugas kinerja atau portofolio.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari Sepuluh Perintah Allah yang sudah kita pelajari, mana yang paling mudah kamu lakukan sehari-hari dan mengapa?
  2. Apa yang terjadi dalam kehidupan bersama jika orang-orang tidak mengikuti perintah Allah untuk menghormati orang tua dan menghormati milik orang lain?
  3. Bagaimana caramu menunjukkan bahwa kamu sungguh-sungguh menghayati perintah Allah, bukan hanya menghafalkannya saja?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka bersama, memohon bimbingan Roh Kudus agar murid dapat mengerjakan asesmen dengan jujur dan tenang.
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan mengingatkan bahwa hari ini adalah kesempatan untuk menunjukkan apa yang sudah mereka pelajari tentang Sepuluh Perintah Allah — bukan sekadar ujian, tetapi ungkapan syukur atas proses belajar bersama.
  • Asesmen Awal Diagnostik: Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada 2–3 murid secara acak: 'Sebutkan satu perintah Allah yang paling berkesan bagimu dan ceritakan mengapa.' Guru mencatat respons untuk memahami titik pijak murid sebelum asesmen dimulai.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: murid akan mengerjakan asesmen tertulis (soal pengetahuan dan sikap) serta menyelesaikan tugas kinerja/portofolio yang menunjukkan penghayatan perintah Allah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menjelaskan mekanisme asesmen secara singkat dan jelas: alokasi waktu, tata tertib mengerjakan secara mandiri, dan urutan kegiatan hari ini.
  • Guru mengajak murid melakukan 'napas tenang' selama 30 detik — duduk tegak, tarik napas dalam, hembuskan perlahan — agar suasana hati siap dan fokus sebelum memulai.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar asesmen sumatif tertulis kepada setiap murid. Lembar berisi: (a) bagian sikap spiritual dan sosial berupa tabel centang 12 pernyataan sikap; (b) bagian pengetahuan berisi 10 soal isian singkat dan pilihan ganda tentang Sepuluh Perintah Allah, perintah ke-4 (menghormati orang tua), perintah ke-5 (menghormati hidup), serta perintah ke-7 dan ke-10 (menghormati milik orang lain).
  • Murid membaca seluruh soal terlebih dahulu selama 3 menit sebelum mulai menjawab, agar memahami apa yang diminta dari masing-masing soal.
  • Murid mengerjakan bagian sikap (tabel centang) secara jujur dan mandiri — menilai diri sendiri sesuai kebiasaan yang benar-benar mereka lakukan selama ini.
  • Murid mengerjakan bagian pengetahuan secara tertulis dan mandiri dalam waktu yang sudah ditentukan (±20 menit). Guru berkeliling dengan tenang untuk memastikan kondisi kondusif dan memberikan semangat nonverbal (senyum, anggukan).
  • Contoh soal pengetahuan yang termuat: 'Perintah Allah ke-4 yaitu…', 'Jika kita hormat kepada orang tua, Tuhan akan memberikan berkat yaitu…', 'Perintah Jangan Membunuh mengajak kita untuk bersikap…', 'Apa arti sederhana mencintai hidup?', 'Mengapa kita harus mengembalikan barang pinjaman?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah mengumpulkan lembar asesmen tertulis, murid mengerjakan tugas kinerja atau melanjutkan portofolio sebagai bukti penghayatan perintah Allah dalam kehidupan nyata.
  • Pilihan tugas kinerja/portofolio (guru dapat memilih satu atau memberikan pilihan kepada murid sesuai kemampuan): (A) Menulis surat pendek kepada orang tua yang berisi ungkapan rasa terima kasih dan janji untuk lebih menghormati mereka; (B) Menggambar satu situasi nyata yang menunjukkan sikap menghormati hidup atau menghormati milik orang lain, dilengkapi keterangan singkat; (C) Mengisi jurnal refleksi portofolio: 'Satu tindakan nyata yang sudah aku lakukan minggu ini sebagai wujud menghayati perintah Allah.'
  • Guru mengingatkan murid bahwa tugas ini bukan soal benar atau salah — tetapi tentang ketulusan hati dalam menunjukkan iman yang hidup melalui tindakan nyata.
  • Murid mengerjakan tugas kinerja/portofolio secara mandiri dalam waktu ±15 menit. Guru berkeliling, mengamati proses, dan memberikan umpan balik formatif singkat secara lisan kepada murid yang membutuhkan arahan.
  • Murid yang sudah selesai lebih awal dapat menambahkan hiasan atau doa singkat pada hasil karyanya sebagai ungkapan iman.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan menutup mata selama 1 menit. Guru membimbing dengan suara lembut: 'Bayangkan satu momen minggu ini saat kamu berhasil menghormati orang tua, menjaga hidup, atau berlaku jujur terhadap milik orang lain. Rasakan betapa Allah tersenyum melihatmu.'
  • Murid membuka mata dan mengisi kartu refleksi singkat (bisa di balik lembar tugas atau kertas terpisah) dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Satu hal yang aku pelajari dari Bab 5 yang paling bermakna bagiku adalah…'; (2) 'Satu tindakan nyata yang akan aku lakukan minggu depan sebagai wujud menghayati perintah Allah adalah…'
  • Guru mempersilakan 2–3 murid sukarela untuk berbagi jawaban refleksi mereka secara lisan di depan kelas. Guru merespons dengan apresiasi tulus dan mengaitkan dengan nilai Injil.
  • Guru merangkum secara singkat inti penghayatan Bab 5: bahwa Sepuluh Perintah Allah bukan sekadar aturan, melainkan jalan menuju kebahagiaan sejati bersama Tuhan dan sesama.
  • Murid mengumpulkan kartu refleksi bersama tugas kinerja/portofolio kepada guru.

Penutup:

  • Guru mengucapkan apresiasi tulus atas kerja keras murid selama Bab 5: 'Kalian sudah belajar dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Allah melihat hati kalian yang mau belajar dan bertumbuh.'
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis, dan murid yang memerlukan penguatan akan mendapat pendampingan tambahan.
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Cintailah Sesamamu Manusia' atau berdoa bersama sebagai penutup yang menggembirakan.
  • Doa penutup dipimpin oleh seorang murid sukarela, mendoakan agar apa yang telah dipelajari menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menutup kelas dengan salam dan berkat.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan (lambat) dapat menggunakan lembar soal yang dilengkapi bank kata di bagian bawah halaman sebagai petunjuk menjawab soal isian. Murid yang sudah siap lebih (cepat) diberikan soal tambahan berupa pertanyaan analisis: 'Menurutmu, apa yang terjadi dalam masyarakat jika semua orang sungguh-sungguh menjalankan Sepuluh Perintah Allah? Tuliskan dalam 3–5 kalimat.'
  • Proses: Guru memberikan waktu tambahan (±5 menit) bagi murid yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan asesmen tertulis tanpa mengurangi kualitas penilaian. Murid dengan kemampuan lebih tinggi dapat langsung mengerjakan tugas kinerja pilihan C (jurnal portofolio) yang lebih menantang secara reflektif.
  • Produk: Tugas kinerja/portofolio diberikan dalam tiga pilihan (surat, gambar, atau jurnal refleksi) sehingga murid dapat mengekspresikan penghayatan perintah Allah sesuai kekuatan dan minat masing-masing. Tidak ada satu format tunggal yang diwajibkan untuk semua murid.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan singkat kepada 2–3 murid secara acak di awal pendahuluan: 'Sebutkan satu perintah Allah yang paling berkesan bagimu dan ceritakan mengapa.'
  • Guru mencatat respons untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kesiapan belajar murid sebelum asesmen dimulai, serta mengidentifikasi murid yang memerlukan perhatian khusus.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mengerjakan lembar asesmen tertulis: guru memperhatikan murid yang tampak kesulitan dan memberikan semangat tanpa memberi jawaban.
  • Umpan balik formatif lisan secara individual saat guru berkeliling selama pengerjaan tugas kinerja/portofolio: guru merespons konten tugas dengan pertanyaan pancingan seperti 'Mengapa kamu memilih situasi itu?'
  • Pengamatan terhadap proses pengisian kartu refleksi: apakah murid dapat mengaitkan pembelajaran dengan tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Akhir:

  • Lembar asesmen sumatif tertulis mencakup: (1) penilaian sikap spiritual dan sosial melalui tabel centang 12 pernyataan sikap; (2) penilaian pengetahuan melalui 10 soal tentang Sepuluh Perintah Allah, perintah ke-4, ke-5, ke-7, dan ke-10.
  • Tugas kinerja atau portofolio dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kesesuaian isi dengan perintah Allah, kedalaman penghayatan, dan kualitas ungkapan (tulisan, gambar, atau refleksi).
  • Kartu refleksi akhir dinilai sebagai bukti kemampuan murid mengevaluasi diri dan merencanakan tindak lanjut nyata sebagai wujud iman yang hidup.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid mengerjakan asesmen: memperhatikan ketenangan, fokus, dan kejujuran murid dalam proses.
  • Umpan balik lisan individual saat guru berkeliling selama pengerjaan tugas kinerja/portofolio.
  • Kartu refleksi yang diisi murid di akhir kegiatan inti sebagai bukti proses berpikir dan evaluasi diri.
  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pertemuan untuk menangkap pemahaman awal murid.

Sumatif:

  • Lembar asesmen tertulis: bagian sikap spiritual dan sosial (tabel centang 12 pernyataan) dan bagian pengetahuan (soal isian dan pilihan ganda tentang Sepuluh Perintah Allah).
  • Tugas kinerja atau portofolio: surat kepada orang tua, gambar situasi nyata penghayatan perintah Allah, atau jurnal refleksi tindakan nyata.
  • Kartu refleksi akhir yang menunjukkan kemampuan murid menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Sepuluh Perintah Allah (Asesmen Tertulis — Pengetahuan)Murid menjawab kurang dari 4 soal dengan benar; tampak belum memahami isi dan makna Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup.Murid menjawab 4–6 soal dengan benar; memahami sebagian perintah Allah namun masih ada kekeliruan dalam mengaitkan perintah dengan sikap hidup.Murid menjawab 7–8 soal dengan benar; memahami Sepuluh Perintah Allah dan mampu mengaitkan perintah ke-4, ke-5, ke-7, dan ke-10 dengan sikap yang tepat.Murid menjawab 9–10 soal dengan benar dan lengkap; menunjukkan pemahaman mendalam tentang Sepuluh Perintah Allah serta mampu menjelaskan makna dan alasan di balik setiap perintah.
Penghayatan Sikap Spiritual dan Sosial (Tabel Centang Penilaian Diri)Murid mencentang 'Jarang' atau 'Tidak Pernah' pada sebagian besar pernyataan sikap; belum menunjukkan kesadaran akan pentingnya sikap yang mencerminkan perintah Allah.Murid mencentang 'Kadang-Kadang' pada sebagian besar pernyataan; mulai menyadari pentingnya sikap sesuai perintah Allah namun belum konsisten.Murid mencentang 'Sering' pada sebagian besar pernyataan; menunjukkan sikap yang cukup konsisten dalam menghormati orang tua, menghormati hidup, dan menghormati milik orang lain.Murid mencentang 'Selalu' pada sebagian besar pernyataan secara jujur dan konsisten; menunjukkan penghayatan perintah Allah yang sudah menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.
Tugas Kinerja / Portofolio (Surat, Gambar, atau Jurnal Refleksi)Hasil karya tidak berkaitan dengan perintah Allah atau tidak menunjukkan penghayatan; isi sangat minim atau kosong.Hasil karya berkaitan dengan salah satu perintah Allah (menghormati orang tua, menghormati hidup, atau menghormati milik orang lain) namun penghayatan masih sangat umum dan belum konkret.Hasil karya menunjukkan penghayatan yang jelas terhadap minimal dua perintah Allah; terdapat contoh tindakan nyata yang spesifik dan diungkapkan dengan cukup baik.Hasil karya menunjukkan penghayatan mendalam dan tulus terhadap perintah Allah; memuat contoh tindakan nyata yang spesifik, disertai alasan yang mengaitkan iman dengan kehidupan sehari-hari, dan diungkapkan dengan ekspresi yang kreatif dan menyentuh hati.
Refleksi Diri (Kartu Refleksi Akhir)Murid tidak mengisi kartu refleksi atau jawaban tidak relevan dengan topik pembelajaran.Murid mengisi kartu refleksi dengan jawaban singkat namun masih sangat umum; belum mampu menghubungkan pembelajaran dengan rencana tindakan konkret.Murid mengisi kedua pertanyaan refleksi dengan cukup baik; mampu menyebutkan satu hal bermakna dari pembelajaran dan satu rencana tindakan yang cukup konkret.Murid mengisi kedua pertanyaan refleksi dengan mendalam dan spesifik; mampu mengidentifikasi pembelajaran yang paling bermakna beserta alasannya, dan merumuskan rencana tindakan nyata yang konkret, realistis, dan mencerminkan iman yang hidup.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengerjakan asesmen tertulis dengan tenang, jujur, dan mandiri? Apa yang perlu saya siapkan lebih baik untuk kondisi asesmen ke depan?
  • Apakah soal-soal asesmen yang saya buat sudah mengukur pemahaman yang sesungguhnya tentang Sepuluh Perintah Allah, bukan sekadar hafalan?
  • Murid mana yang tampak kesulitan selama asesmen, dan apa bentuk tindak lanjut yang paling tepat untuk mereka?
  • Apakah pilihan tugas kinerja/portofolio (surat, gambar, jurnal) sudah cukup mengakomodasi keberagaman kemampuan dan minat murid di kelas?
  • Apakah kegiatan refleksi di akhir berhasil membantu murid menghubungkan asesmen dengan kehidupan iman mereka yang nyata?

Refleksi Murid:

  • Perintah Allah mana yang paling mudah aku jalankan setiap hari? Perintah mana yang masih sulit dan perlu aku perbaiki?
  • Saat mengerjakan asesmen hari ini, apakah aku sudah menjawab dengan jujur sesuai yang sungguh-sungguh aku ketahui dan lakukan?
  • Dari tugas yang aku buat hari ini (surat, gambar, atau jurnal), apa satu hal yang aku sadari tentang dirimu sebagai orang yang dipanggil menghayati perintah Allah?
  • Tindakan nyata apa yang ingin aku lakukan minggu depan untuk lebih sungguh-sungguh menghormati orang tua, menghormati hidup, atau menghormati milik orang lain?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Buku Siswa) — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV — Daniel Boli Kotan, Marianus Didi K, dkk., Kemdikbudristek, 2021
  3. Lembar asesmen sumatif tertulis (tabel sikap dan soal pengetahuan) yang disiapkan guru
  4. Lembar tugas kinerja/portofolio dengan tiga pilihan: surat kepada orang tua, gambar situasi nyata, atau jurnal refleksi
  5. Kartu refleksi akhir (kartu berukuran setengah halaman A4)
  6. Alkitab: Efesus 6:1-3 (perintah menghormati orang tua), Matius 6:25-26 (hidup sebagai anugerah), Efesus 4:28 (jangan mencuri, bekerja keras, berbagi)
  7. Lagu 'Cintailah Sesamamu Manusia' untuk kegiatan penutup
  8. Alat tulis, krayon atau pensil warna (untuk murid yang memilih tugas menggambar)
  9. Papan tulis atau layar proyektor untuk menyampaikan instruksi asesmen secara visual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.