Modul AjarPertemuan 6Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Doa Bersama dalam Keluarga sebagai Tanggapan atas Kehadiran Allah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Doa Bersama dalam Keluarga sebagai Tanggapan atas Kehadiran Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Doa Bersama dalam Keluarga sebagai Tanggapan atas Kehadiran Allah

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Doa Bersama dalam Keluarga sebagai Tanggapan atas Kehadiran Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikDoa Bersama dalam Keluarga sebagai Tanggapan atas Kehadiran Allah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna dan manfaat doa bersama dalam keluarga sebagai wujud iman bersama atas kehadiran Allah.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap hormat dan aktif berpartisipasi dalam kebiasaan doa bersama di dalam keluarga.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah keluargamu punya kebiasaan berdoa bersama? Kapan biasanya kalian berdoa bersama?
  2. Bagaimana perasaanmu ketika berdoa bersama dengan seluruh anggota keluarga dibandingkan berdoa sendirian?
  3. Mengapa menurutmu Yesus berkata bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Ia hadir di tengah mereka (Mat 18:19-20)?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan menyapa murid dengan hangat.
  • Guru mengajak murid berdiri dan mendaraskan Doa Pembuka bersama: 'Ya Yesus yang baik, di taman Getsemani, Engkau meminta agar para murid berjaga dan berdoa, sehingga tidak terjatuh dalam pencobaan. Pada hari ini kami anak-anak-Mu mau belajar mengenai doa bersama. Dampingilah kami, agar kami memiliki kebiasaan untuk berdoa bersama, karena Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.'
  • Guru melakukan apersepsi: mengingatkan pembelajaran pertemuan sebelumnya tentang doa pribadi, lalu menghubungkannya dengan topik doa bersama dalam keluarga hari ini.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberikan waktu murid merespons secara lisan (asesmen awal/diagnostik).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran [4.4.6.1] dan [4.4.6.2] secara singkat dan ramah agar murid tahu arah belajar hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau membacakan ilustrasi singkat: sebuah keluarga yang setiap malam berkumpul dan berdoa bersama sebelum tidur. Guru mengajak murid duduk tenang, menarik napas, dan membayangkan suasana tersebut selama satu menit (prinsip berkesadaran).
  • Guru membacakan ayat Kitab Suci Mat 18:19-20 dan Kis 2:42 secara perlahan. Murid diminta menyimak dan menggaris bawahi kata kunci yang mereka tangkap.
  • Guru menjelaskan tiga pokok materi secara ringkas menggunakan papan tulis atau kartu tempel berwarna: (1) Pengertian doa bersama — doa yang dilakukan oleh dua orang atau lebih sebagai wujud iman bersama; (2) Makna doa bersama dalam keluarga — keluarga sebagai Gereja kecil yang menghadirkan Allah di tengah mereka; (3) Manfaat doa bersama — mempererat persatuan keluarga, memperkokoh iman, dan menampakkan wajah Gereja.
  • Guru melakukan tanya jawab lisan singkat: 'Apa yang dimaksud doa bersama? Apa bedanya dengan doa pribadi? Manfaat apa yang kamu ingat dari penjelasan tadi?' (prinsip bermakna — mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman nyata murid).
  • Guru meminta murid mencatat tiga pokok materi di buku tulis masing-masing dengan kata-kata sendiri.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan Lembar Kerja Kelompok yang berisi dua pertanyaan: (a) Ceritakan satu kebiasaan doa bersama yang ada di keluargamu — kapan, di mana, dan bagaimana caranya; (b) Tuliskan minimal dua manfaat yang keluargamu rasakan dari kebiasaan doa bersama tersebut.
  • Setiap kelompok berdiskusi selama ± 8 menit. Guru berkeliling, mendampingi, memberi umpan balik lisan, dan mencatat observasi sikap serta pemahaman murid (prinsip bermakna — menghubungkan materi dengan kehidupan nyata keluarga mereka).
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi di selembar kertas berwarna (atau di buku tulis) dan menunjuk satu juru bicara untuk mempresentasikan hasil kelompok di depan kelas (prinsip menggembirakan — variasi warna dan kesempatan tampil).
  • Setelah presentasi, guru mengajak kelas bertepuk tangan dan memberikan apresiasi verbal. Guru menambahkan atau meluruskan apabila ada pemahaman yang kurang tepat.
  • Murid secara individu mengisi kolom refleksi singkat di Lembar Kerja: 'Satu hal yang akan aku lakukan agar aku lebih aktif berdoa bersama keluargaku adalah …' (prinsip bermakna — mendorong komitmen nyata).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang, memejamkan mata sejenak, dan bertanya dalam hati: 'Seberapa sering aku berdoa bersama keluargaku? Apakah aku sudah menghormati dan aktif dalam doa bersama itu?' (prinsip berkesadaran — murid mengevaluasi dirinya sendiri secara jujur).
  • Guru memandu murid mengisi Kartu Refleksi Diri (dapat berupa kolom singkat di buku tulis) dengan tiga pertanyaan: (1) Apa hal baru yang aku pelajari hari ini? (2) Bagian mana yang masih membuatku bingung? (3) Apa yang akan aku ubah atau tingkatkan dalam kebiasaan doa bersama keluargaku?
  • Beberapa murid diundang (sukarela) untuk berbagi jawaban mereka di depan kelas. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan nilai-nilai yang muncul (prinsip bermakna — refleksi dikaitkan dengan tindak lanjut nyata).
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Keluarga yang berdoa bersama adalah keluarga yang menghadirkan Allah di tengah mereka. Ketika kalian berdoa bersama ayah, ibu, kakak, atau adik, ingatlah bahwa Yesus hadir di sana.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat: makna doa bersama, manfaatnya, dan peran aktif murid di keluarga.
  • Guru memberikan tugas rumah: murid diminta mengajak anggota keluarga untuk berdoa bersama minimal satu kali dalam seminggu ke depan, lalu menuliskan kesan-kesannya di selembar kertas atau buku tulis untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan informasi topik pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Guru mengajak murid berdiri dan menutup pembelajaran dengan Doa Penutup bersama: 'Ya Yesus, melalui para murid-Mu, Engkau memberi teladan bagi kami untuk hidup dalam persaudaraan. Ajarilah kami untuk bisa bekerja sama, berdoa bersama, dan saling mengasihi dalam keluarga, di sekolah, maupun dalam Gereja-Mu, karena Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.'
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum memahami konsep doa bersama, guru menyediakan kartu ringkasan bergambar yang memuat definisi dan manfaat doa bersama dalam bahasa sederhana dan visual. Bagi murid yang sudah cepat memahami, guru menyediakan bacaan tambahan tentang bentuk-bentuk doa bersama dalam Gereja (Perayaan Ekaristi, doa Rosario, ibadat lingkungan) untuk memperluas wawasan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan Lembar Kerja dengan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur dan berpasangan dengan teman sebaya. Murid yang cepat dapat langsung menulis refleksi lebih mendalam dan diminta membantu menjelaskan kepada teman kelompoknya.
  • Produk: Murid bebas menyampaikan hasil refleksi dan komitmen doa bersama keluarga dalam bentuk tulisan singkat, gambar ilustrasi keluarga berdoa, atau doa pendek yang mereka tulis sendiri — sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan di awal pembelajaran untuk mengetahui pengetahuan dan pengalaman awal murid tentang doa bersama keluarga.
  • Guru mencatat secara informal murid yang sudah familiar dengan kebiasaan doa bersama dan yang belum, sebagai dasar penentuan diferensiasi proses.

Proses:

  • Observasi sikap dan keaktifan selama diskusi kelompok (checklist: aktif bertanya/merespons, menghargai pendapat teman, mampu menjelaskan manfaat doa bersama).
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok: guru mengajukan pertanyaan lanjutan untuk mengecek kedalaman pemahaman.
  • Umpan balik lisan langsung dari guru kepada kelompok atau individu setelah presentasi.

Akhir:

  • Kartu Refleksi Diri individu: dinilai berdasarkan rubrik dua aspek — (1) pemahaman makna dan manfaat doa bersama, dan (2) sikap/komitmen aktif berpartisipasi dalam doa bersama keluarga.
  • Tugas rumah (catatan kesan doa bersama keluarga): dinilai pada pertemuan berikutnya berdasarkan kelengkapan, kejujuran refleksi, dan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat apersepsi dan diskusi kelas untuk mengecek pemahaman awal dan proses.
  • Observasi guru saat diskusi kelompok: mencatat keaktifan, sikap kerja sama, dan kemampuan murid menjelaskan makna serta manfaat doa bersama.
  • Lembar Kerja Kelompok: guru memeriksa ketepatan dan kedalaman jawaban kelompok tentang kebiasaan doa bersama keluarga.

Sumatif:

  • Kartu Refleksi Diri: murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari, satu pertanyaan yang masih ada, dan satu komitmen tindakan nyata — dinilai menggunakan rubrik.
  • Tugas rumah (dikumpulkan pertemuan berikutnya): catatan kesan setelah mengikuti/mengajak doa bersama keluarga.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan makna dan manfaat doa bersama dalam keluarga [4.4.6.1]Murid belum dapat menjelaskan makna atau manfaat doa bersama dalam keluarga, atau jawabannya tidak relevan dengan materi.Murid dapat menyebutkan satu makna atau satu manfaat doa bersama, meskipun masih sangat sederhana dan perlu bimbingan guru.Murid dapat menjelaskan makna doa bersama dan menyebutkan dua atau lebih manfaatnya dengan cukup jelas menggunakan kata-kata sendiri.Murid dapat menjelaskan makna dan manfaat doa bersama dalam keluarga secara lengkap, menghubungkannya dengan ayat Kitab Suci (Mat 18:19-20 atau Kis 2:42), dan memberikan contoh nyata dari kehidupan keluarganya.
Sikap hormat dan partisipasi aktif dalam doa bersama keluarga [4.4.6.2]Murid belum menunjukkan sikap hormat selama kegiatan doa/pembelajaran dan tidak dapat menyebutkan bentuk partisipasi aktif dalam doa bersama keluarga.Murid menunjukkan sikap hormat saat berdoa di kelas, tetapi belum mampu menyebutkan atau berkomitmen pada bentuk partisipasi aktif doa bersama di keluarga.Murid menunjukkan sikap hormat saat berdoa dan mampu menyebutkan satu bentuk konkret partisipasi aktifnya dalam doa bersama keluarga.Murid menunjukkan sikap hormat secara konsisten, mampu menyebutkan dan menuliskan komitmen partisipasi aktif yang spesifik dalam doa bersama keluarga, serta mendorong teman atau anggota keluarga lain untuk ikut terlibat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tanya jawab hari ini? Siapa yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah tahap Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi berjalan sesuai alokasi waktu? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan mendatang?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing pengalaman nyata murid tentang doa bersama keluarga? Bagaimana cara memperbaikinya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah cukup menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang paling berkesan yang kamu pelajari hari ini tentang doa bersama dalam keluarga?
  • Bagaimana perasaanmu ketika mendiskusikan kebiasaan doa bersama keluargamu bersama teman-teman?
  • Satu hal konkret apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk lebih aktif berdoa bersama keluargamu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Daniel Boli Kotan & Marianus Didi Kasmudi, Kemendikbudristek 2021) — Bab IV, Sub-topik Doa Bersama.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV — Bab IV, halaman 166–181.
  3. Kitab Suci: Matius 18:19-20 dan Kisah Para Rasul 2:42.
  4. Lembar Kerja Kelompok (dibuat guru): berisi pertanyaan diskusi tentang kebiasaan doa bersama keluarga.
  5. Kartu Refleksi Diri (dibuat guru): berisi tiga pertanyaan refleksi individu.
  6. Kartu tempel berwarna atau papan tulis untuk visualisasi tiga pokok materi.
  7. Kertas warna untuk menuliskan hasil diskusi kelompok.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.