Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Doa Syukur Secara Pribadi atas Kehadiran dan Kebaikan Allah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Doa Syukur Secara Pribadi atas Kehadiran dan Kebaikan Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Doa Syukur Secara Pribadi atas Kehadiran dan Kebaikan Allah

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Doa Syukur Secara Pribadi atas Kehadiran dan Kebaikan Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikDoa Syukur Secara Pribadi atas Kehadiran dan Kebaikan Allah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran dan kebaikan Allah dalam hidupnya melalui doa syukur secara pribadi.
  2. Murid dapat menyusun doa syukur pribadi secara sederhana berdasarkan pengalaman nyata kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasakan bahwa Allah hadir dan menolong kamu di saat kamu membutuhkan? Ceritakan satu pengalaman itu!
  2. Bagaimana caramu berterima kasih kepada seseorang yang telah berbuat baik padamu? Apakah kamu juga melakukan hal yang sama kepada Allah?
  3. Menurut kamu, mengapa Yesus mengajarkan kita untuk berdoa di tempat yang tenang dan tersembunyi (Mat 6:6)?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka bersama secara khusyuk.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan suasana kelas yang tenang dan siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat, 'Siapa yang tadi pagi sudah berdoa syukur kepada Allah? Apa yang kamu syukuri?' — murid menjawab secara spontan (guru mencatat sekilas untuk mengetahui pemahaman awal).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengungkapkan dan menulis doa syukur pribadi berdasarkan pengalaman nyata mereka bersama Allah.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberikan ruang bagi 2–3 murid untuk merespons secara singkat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau meminta salah satu murid membacakan cerita 'Doa Simon Dikabulkan' dari Buku Siswa halaman 139 dengan suara nyaring dan ekspresif.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Apa yang Simon lupakan di pagi itu? Apa yang terjadi setelah Simon berdoa dengan sungguh-sungguh?' — murid menjawab secara lisan.
  • Guru menjelaskan makna doa syukur pribadi: doa yang kita panjatkan sendiri kepada Allah sebagai ungkapan terima kasih atas kehadiran dan kebaikan-Nya dalam hidup kita sehari-hari.
  • Guru menuliskan di papan tulis struktur sederhana doa syukur pribadi: (1) Sapaan kepada Allah, (2) Ungkapan syukur atas pengalaman nyata yang dirasakan, (3) Permohonan agar Allah terus menyertai, (4) Penutup (Amin).
  • Guru membacakan contoh doa syukur pribadi sederhana berdasarkan struktur tersebut agar murid mendapat gambaran konkret.
  • Guru mengaitkan dengan Sabda Yesus dalam Mat 6:6 — bahwa doa pribadi adalah sikap iman dan sikap hati yang tulus kepada Allah.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Buku Doa Syukur Mini' — selembar kertas A4 yang dilipat menjadi empat bagian berbentuk buku kecil.
  • Murid diminta menutup mata sejenak (±1 menit) dan mengingat satu momen dalam satu minggu terakhir di mana mereka merasakan kehadiran atau kebaikan Allah (misalnya: sembuh dari sakit, lulus ujian, bermain dengan teman, mendapat makanan enak, keluarga sehat, dsb.).
  • Setelah membuka mata, murid menuliskan pengalaman tersebut secara singkat di bagian pertama lembar kerja sebagai 'kisah syukurku'.
  • Berdasarkan pengalaman yang dituliskan, murid menyusun doa syukur pribadi secara mandiri mengikuti struktur yang telah diajarkan (Sapaan – Ungkapan syukur – Permohonan – Penutup).
  • Murid menghias halaman doa mereka dengan gambar atau ornamen sederhana agar doa terasa personal dan bermakna.
  • Guru berkeliling kelas memberikan umpan balik singkat dan dorongan kepada murid yang membutuhkan bantuan (diferensiasi proses).
  • Asesmen proses: Guru mengamati proses penulisan, memeriksa apakah doa memuat unsur: sapaan, ungkapan syukur atas pengalaman nyata, dan penutup. Guru mencatat observasi pada lembar ceklis.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengundang 2–3 murid secara sukarela untuk membacakan doa syukur pribadi yang telah mereka tulis di depan kelas dengan sikap doa yang khusyuk (tangan terlipat, kepala sedikit menunduk).
  • Setelah pembacaan, guru memberikan apresiasi tulus kepada murid yang telah berbagi dan menegaskan bahwa setiap doa adalah ungkapan hati yang indah di hadapan Allah.
  • Murid mengisi kolom refleksi di bagian terakhir lembar kerja: 'Apa yang aku pelajari hari ini tentang doa syukur pribadi?' dan 'Kapan aku akan mulai berdoa syukur secara pribadi setiap hari?'
  • Guru memandu murid untuk menyimpulkan bersama: doa syukur pribadi adalah cara kita merespons kehadiran dan kebaikan Allah yang nyata dalam hidup kita sehari-hari.
  • Guru mengingatkan pesan Yesus dalam Mat 6:6 sebagai penutup refleksi: berdoa bukan untuk dilihat orang, tetapi karena kita sungguh-sungguh mencintai Allah.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: doa syukur pribadi adalah ungkapan iman yang tulus kepada Allah atas pengalaman nyata kehadiran dan kebaikan-Nya.
  • Asesmen akhir (sumatif): Guru mengumpulkan lembar kerja 'Buku Doa Syukur Mini' untuk dinilai menggunakan rubrik yang telah disiapkan.
  • Guru memberikan tugas rumah: murid diminta berdoa syukur secara pribadi setiap malam sebelum tidur selama satu minggu dan menuliskan satu kalimat di buku catatan mereka tentang apa yang mereka syukuri pada hari itu.
  • Guru menyampaikan pesan motivasi singkat: 'Setiap momen indah dalam hidupmu adalah hadiah dari Allah. Jangan lupa mengucap syukur setiap harinya!'
  • Kegiatan ditutup dengan doa penutup bersama: 'Ya Yesus yang selalu setia mendengarkan doa-doa kami, terima kasih atas penyertaan-Mu pada pelajaran hari ini. Ajarilah kami untuk selalu berdoa dengan tulus, kini dan sepanjang masa. Amin.' (dikutip dari Buku Guru hal. 173)

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan kartu bergambar yang memuat contoh-contoh momen kehadiran Allah (gambar keluarga sehat, bermain bersama teman, makan bersama, dsb.) sebagai pemantik ide sebelum menulis doa.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat menggunakan template doa dengan kalimat rumpang ('Ya Allah, terima kasih atas … yang Kau berikan padaku hari ini. Aku merasakan kehadiran-Mu saat …'). Murid yang sudah cepat memahami didorong untuk menulis doa yang lebih panjang (minimal 5 kalimat) dan menambahkan ayat Kitab Suci yang relevan.
  • Produk: Murid yang lebih ekspresif secara visual boleh menyampaikan doa syukur dalam bentuk gambar berseri (komik doa sederhana) disertai kalimat doa singkat di setiap panel, sebagai alternatif dari doa tertulis konvensional.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa yang tadi pagi sudah berdoa syukur kepada Allah? Apa yang kamu syukuri?' — untuk mengetahui kebiasaan dan pemahaman awal murid tentang doa syukur pribadi.
  • Guru mengamati dan mencatat secara cepat apakah murid sudah memahami konsep dasar doa syukur atau masih belum, sebagai dasar penyesuaian penjelasan pada tahap Memahami.

Proses:

  • Ceklis observasi saat tahap Mengaplikasi: guru memeriksa apakah doa yang ditulis murid memuat (✓) sapaan kepada Allah, (✓) ungkapan syukur atas pengalaman nyata, (✓) permohonan penyertaan Allah, dan (✓) penutup Amin.
  • Umpan balik lisan langsung saat guru berkeliling — guru memberikan satu kalimat dorongan atau pertanyaan panduan jika murid tampak bingung atau tulisannya belum relevan dengan pengalaman nyata.
  • Pemantauan saat tahap Merefleksi: guru memperhatikan isian kolom refleksi murid untuk melihat apakah mereka sudah mampu memaknai pembelajaran secara personal.

Akhir:

  • Pengumpulan dan penilaian produk 'Buku Doa Syukur Mini' menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang – Mulai – Berkembang – Sangat Berkembang) pada dua aspek: (1) mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran dan kebaikan Allah secara pribadi, dan (2) menyusun doa syukur pribadi berdasarkan pengalaman nyata dengan struktur yang lengkap dan tepat.
  • Pengecekan isian kolom refleksi pada lembar kerja sebagai bukti kemampuan murid merefleksi proses belajarnya sendiri.

Formatif:

  • Observasi lisan saat sesi pertanyaan pemantik dan diskusi cerita 'Doa Simon' — guru mencatat respon murid untuk mengetahui pemahaman awal.
  • Pengamatan proses penulisan doa dengan lembar ceklis: apakah murid mampu mengidentifikasi pengalaman nyata kehadiran Allah dan menuangkannya dalam doa.
  • Umpan balik langsung (lisan) saat guru berkeliling kelas pada tahap Mengaplikasi.

Sumatif:

  • Penilaian produk 'Buku Doa Syukur Mini': doa syukur pribadi yang ditulis murid dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) kemampuan mengungkapkan rasa syukur secara pribadi, dan (2) kemampuan menyusun doa berdasarkan pengalaman nyata dengan struktur yang lengkap.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran dan kebaikan Allah secara pribadi [TP 4.4.5.1]Murid belum mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah; doa tidak menunjukkan ungkapan terima kasih yang personal kepada Allah.Murid mulai mengungkapkan rasa syukur kepada Allah, namun ungkapan masih sangat umum dan tidak berkaitan dengan pengalaman pribadinya (misal: hanya menulis 'terima kasih Tuhan').Murid mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah secara personal berdasarkan satu pengalaman nyata dalam hidupnya, meskipun ekspresinya masih sederhana.Murid mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah secara personal, mendalam, dan tulus berdasarkan pengalaman nyata yang spesifik, dengan bahasa yang menunjukkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam hidupnya.
Menyusun doa syukur pribadi berdasarkan pengalaman nyata dengan struktur yang lengkap [TP 4.4.5.2]Doa yang ditulis tidak memiliki struktur yang dapat dikenali; tidak ada sapaan kepada Allah, tidak ada ungkapan syukur yang jelas, dan tidak ada penutup.Doa memiliki 1–2 unsur struktur (misalnya hanya sapaan dan penutup, atau hanya ungkapan syukur saja) namun belum utuh; pengalaman nyata belum tergambar dalam doa.Doa memuat 3 dari 4 unsur struktur (sapaan, ungkapan syukur berdasarkan pengalaman nyata, permohonan, penutup) dengan bahasa yang cukup jelas dan mudah dipahami.Doa memuat seluruh 4 unsur struktur secara lengkap dan runtut; pengalaman nyata kehadiran Allah diceritakan dengan jelas; bahasa yang digunakan tulus, runtut, dan mencerminkan iman murid.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat memahami makna doa syukur pribadi hari ini? Mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah cerita 'Doa Simon' efektif sebagai media pemantik? Apakah ada cerita lain yang lebih dekat dengan pengalaman murid di kelas ini?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan hari ini sudah menjangkau kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda-beda?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang doa syukur pribadi adalah …
  • Pengalaman kehadiran Allah dalam hidupku yang paling aku syukuri adalah …
  • Mulai hari ini, aku akan berdoa syukur pribadi dengan cara …
  • Perasaanku setelah menulis doa syukur pribadi sendiri hari ini adalah …

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV — Daniel Boli Kotan & Marianus Didi Kasmudi (Kemendikbudristek, 2021), ISBN: 978-602-244-407-7, Bab IV hal. 140–175.
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV — Daniel Boli Kotan & Marianus Didi Kasmudi (Kemendikbudristek, 2021), ISBN: 978-602-244-405-3, Bab IV hal. 115–142 (khususnya cerita 'Doa Simon Dikabulkan' hal. 139).
  3. Alkitab: Matius 6:6 (tentang doa pribadi yang diajarkan Yesus).
  4. Lembar kerja 'Buku Doa Syukur Mini' — dibuat guru dari kertas A4 dilipat empat, memuat: kolom 'kisah syukurku', template struktur doa, ruang menulis dan menghias doa, serta kolom refleksi.
  5. Kartu bergambar momen kehadiran Allah (untuk diferensiasi) — gambar keluarga sehat, bermain bersama teman, makan bersama, momen sembuh dari sakit, dll.
  6. Papan tulis dan spidol warna untuk menuliskan struktur doa syukur pribadi.
  7. Alat tulis dan alat mewarnai/menggambar sederhana untuk menghias lembar doa.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.