MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Ungkapan Syukur Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama melalui Doa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Ungkapan Syukur Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama melalui Doa |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menceritakan cara tokoh-tokoh Perjanjian Lama (Abraham, Musa, Daud) mengungkapkan syukur dan iman mereka kepada Allah melalui doa.
- Murid dapat menghubungkan tradisi doa tokoh Perjanjian Lama dengan kebiasaan berdoa dalam kehidupan iman mereka sendiri.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu merasa sangat bersyukur kepada Tuhan? Bagaimana cara kamu mengungkapkan rasa syukur itu?
- Menurutmu, bagaimana orang-orang zaman dulu seperti Abraham dan Musa berbicara atau berdoa kepada Tuhan?
- Apa yang membuat doa seseorang menjadi sungguh-sungguh tulus, bukan sekadar ucapan biasa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka bersama secara khusyuk.
- Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid menuliskan atau menyebutkan secara lisan satu nama tokoh Perjanjian Lama yang mereka ketahui dan satu hal yang mereka tahu tentang doa tokoh tersebut — hasilnya digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal kelas.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sebentar, lalu mempersilakan 2–3 murid berbagi jawaban singkat.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara ringkas: 'Hari ini kita akan mengenal bagaimana Abraham, Musa, dan Daud bersyukur kepada Tuhan melalui doa, lalu kita hubungkan dengan cara kita sendiri berdoa.'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis tiga nama tokoh: Abraham, Musa, Daud. Guru bertanya singkat: 'Siapa yang sudah pernah mendengar nama-nama ini?' untuk mengaktifkan pengetahuan awal. (Berkesadaran)
- Guru menceritakan secara naratif dan ekspresif kisah singkat masing-masing tokoh berikut cara mereka berdoa: (a) Abraham — mempersembahkan kurban dan berdoa syafaat bagi penduduk Sodom (Kej 18:16–33; Kej 22:13–18); (b) Musa — menyanyikan lagu syukur setelah bangsa Israel diseberangkan melewati Laut Merah (Kel 15:1); (c) Daud — menulis Mazmur sebagai ungkapan pujian, syukur, dan permohonan kepada Allah. (Bermakna)
- Murid menyimak sambil mengisi 'Kartu Tokoh' sederhana yang telah disiapkan guru (satu kartu per tokoh, berisi kolom: Nama Tokoh | Situasi/Peristiwa | Cara Berdoa/Bersyukur). (Berkesadaran)
- Guru mengajukan pertanyaan pengecekan pemahaman: 'Apa persamaan cara Abraham, Musa, dan Daud mengungkapkan syukur mereka kepada Tuhan?' — murid menjawab lisan secara bergantian. (Penalaran Kritis)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi menjadi 3 kelompok kecil (masing-masing kelompok mendapat satu tokoh: Abraham, Musa, atau Daud). (Menggembirakan)
- Setiap kelompok mendiskusikan: (1) Apa yang membuat tokoh mereka bersyukur kepada Allah? (2) Bagaimana cara tokoh itu mengungkapkan syukurnya melalui doa? (3) Adakah kemiripan cara tokoh itu berdoa dengan cara kamu berdoa sehari-hari? (Bermakna)
- Setiap kelompok membuat 'Bagan Syukur' di selembar kertas: menggambar simbol sederhana tokoh mereka di tengah, lalu menuliskan poin-poin jawaban diskusi di sekelilingnya. (Kreativitas, Menggembirakan)
- Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan Bagan Syukur mereka kepada kelas dalam waktu 2–3 menit per kelompok. Kelompok lain boleh memberikan satu pertanyaan atau tanggapan singkat. (Komunikasi)
- Guru memberikan umpan balik lisan singkat setelah setiap presentasi, menegaskan poin-poin penting dan meluruskan bila ada pemahaman yang kurang tepat. (Asesmen Proses — formatif)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan hening sejenak selama 1 menit untuk merenungkan apa yang baru saja dipelajari. (Berkesadaran)
- Murid mengisi 'Lembar Refleksi Pribadi' berisi tiga pertanyaan: (1) Dari ketiga tokoh (Abraham, Musa, Daud), siapa yang paling menginspirasimu dalam hal berdoa? Mengapa? (2) Tuliskan satu kebiasaan berdoa yang sudah kamu lakukan yang mirip dengan tokoh tersebut. (3) Tuliskan satu hal baru yang ingin kamu coba dalam cara berdoamu setelah pelajaran ini. (Bermakna, Berkesadaran)
- Guru mempersilakan 2–3 murid yang bersedia berbagi refleksi mereka secara lisan kepada kelas.
- Guru menutup tahap ini dengan penegasan singkat: 'Sama seperti Abraham, Musa, dan Daud, doa kita pun adalah cara kita berbicara dengan Allah — mengucap syukur, memuji, dan memohon pertolongan-Nya dalam hidup sehari-hari.'
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan bersama inti pembelajaran: siapa saja tokoh yang dipelajari, bagaimana cara mereka bersyukur melalui doa, dan apa hubungannya dengan kehidupan doa murid sendiri.
- Asesmen Akhir (Sumatif): Murid mengerjakan secara mandiri 2–3 soal uraian singkat di lembar yang disiapkan guru (contoh: 'Ceritakan dengan kata-katamu sendiri bagaimana Musa mengungkapkan syukur kepada Allah' dan 'Tuliskan satu cara kamu bisa meniru semangat berdoa Daud dalam hidupmu sehari-hari').
- Guru memberikan penguatan nilai: menghargai warisan doa dari tokoh-tokoh Perjanjian Lama sebagai bagian dari iman Kristiani.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya secara singkat: 'Pertemuan selanjutnya kita akan belajar tentang Doa Syukur dalam Gereja.'
- Pembelajaran ditutup dengan doa penutup bersama — guru mengajak salah satu murid memimpin doa syukur sederhana dengan kata-kata sendiri.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan lembar ringkasan kisah tokoh bergambar (visual aid) sehingga mereka tidak perlu mengingat seluruh cerita dari penjelasan lisan saja. Murid yang lebih cepat memahami diberikan teks Mazmur 100 atau Mazmur 23 untuk dibaca dan diminta menemukan ungkapan syukur di dalamnya secara mandiri.
- Proses: Saat diskusi kelompok, murid yang memerlukan bimbingan lebih didampingi guru atau teman sebangku (peer support) dengan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur. Murid yang cepat dapat diberikan pertanyaan tambahan yang lebih menantang, misalnya membandingkan cara berdoa dua tokoh sekaligus.
- Produk: Murid yang memerlukan dukungan boleh mengisi Bagan Syukur dengan gambar dan kata kunci singkat. Murid yang siap lebih dapat menulis paragraf singkat atau membuat puisi syukur sederhana terinspirasi dari salah satu tokoh Perjanjian Lama.
ASESMENAwal:- Di awal Pendahuluan, guru meminta murid menyebutkan atau menuliskan satu nama tokoh Perjanjian Lama yang mereka kenal beserta satu hal yang mereka ketahui tentang cara tokoh itu berdoa. Hasil digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan tekanan penjelasan dalam pembelajaran.
Proses:- Selama tahap Memahami: guru memeriksa isian Kartu Tokoh secara berkeliling untuk melihat apakah murid mampu mengidentifikasi situasi dan cara berdoa masing-masing tokoh.
- Selama tahap Mengaplikasi: guru mengobservasi diskusi kelompok dan presentasi Bagan Syukur — apakah murid dapat menjelaskan cara bersyukur tokoh dan menghubungkannya dengan kebiasaan doa pribadi mereka.
- Guru memberikan umpan balik verbal langsung setelah setiap presentasi kelompok.
Akhir:- Soal uraian singkat 1: 'Pilih salah satu tokoh (Abraham, Musa, atau Daud) dan ceritakan dengan kata-katamu sendiri bagaimana ia mengungkapkan syukur kepada Allah melalui doa.' (mengukur TP 4.4.2.1)
- Soal uraian singkat 2: 'Tuliskan satu kemiripan antara cara tokoh yang kamu pilih berdoa dengan cara kamu berdoa sehari-hari, dan satu hal baru yang ingin kamu coba dalam berdoa.' (mengukur TP 4.4.2.2)
- Lembar Refleksi Pribadi dikumpulkan sebagai dokumen asesmen tambahan.
Formatif:- Observasi partisipasi lisan murid selama tanya jawab dan diskusi kelompok.
- Pengecekan pengisian Kartu Tokoh selama tahap Memahami untuk memastikan pemahaman dasar sudah terbentuk.
- Umpan balik lisan guru saat setiap kelompok mempresentasikan Bagan Syukur.
Sumatif:- Murid mengerjakan 2–3 soal uraian singkat secara mandiri di akhir pembelajaran yang mengukur kemampuan menceritakan cara tokoh Perjanjian Lama berdoa (TP 4.4.2.1) dan menghubungkannya dengan kehidupan doa pribadi (TP 4.4.2.2).
- Lembar Refleksi Pribadi yang dikumpulkan sebagai bukti ketercapaian TP 4.4.2.2.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan cara tokoh Perjanjian Lama berdoa dan bersyukur (TP 4.4.2.1) | Murid belum dapat menyebutkan tokoh Perjanjian Lama maupun cara mereka berdoa, meskipun sudah mendapat bimbingan. | Murid dapat menyebutkan nama tokoh Perjanjian Lama tetapi belum dapat menjelaskan cara mereka mengungkapkan syukur melalui doa secara memadai. | Murid dapat menceritakan cara salah satu atau dua tokoh (Abraham, Musa, atau Daud) mengungkapkan syukur kepada Allah melalui doa dengan cukup jelas. | Murid dapat menceritakan dengan jelas dan rinci cara ketiga tokoh (Abraham, Musa, dan Daud) mengungkapkan syukur dan iman mereka kepada Allah melalui doa, disertai contoh konkret dari Kitab Suci. | | Menghubungkan tradisi doa tokoh Perjanjian Lama dengan kebiasaan doa pribadi (TP 4.4.2.2) | Murid belum dapat membuat hubungan antara cara berdoa tokoh Perjanjian Lama dengan kehidupan doa mereka sendiri. | Murid mencoba membuat hubungan antara tradisi doa tokoh Perjanjian Lama dengan kebiasaan doa pribadi, tetapi hubungan yang dibuat masih sangat umum atau kurang tepat. | Murid dapat menghubungkan tradisi doa salah satu tokoh Perjanjian Lama dengan satu kebiasaan berdoa dalam kehidupan iman mereka sendiri secara relevan. | Murid dapat menghubungkan tradisi doa tokoh-tokoh Perjanjian Lama dengan kebiasaan berdoa mereka sendiri secara mendalam, merefleksikan nilai iman di baliknya, dan menyatakan niat konkret untuk mengembangkan kebiasaan doa mereka. | | Partisipasi aktif dan komunikasi dalam diskusi kelompok | Murid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat. | Murid berpartisipasi secara pasif dalam diskusi kelompok, sesekali memberikan respons singkat ketika ditanya langsung. | Murid aktif dalam diskusi kelompok, menyampaikan pendapat dengan cukup jelas, dan berkontribusi dalam pembuatan Bagan Syukur. | Murid sangat aktif dalam diskusi, menyampaikan pendapat dengan jelas dan percaya diri, mendorong anggota kelompok lain untuk turut berpendapat, dan mempresentasikan hasil kelompok dengan komunikatif. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat mengidentifikasi cara ketiga tokoh (Abraham, Musa, Daud) berdoa dengan benar? Bagian mana yang masih perlu diperkuat?
- Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apakah ada tahap yang terlalu cepat atau terlalu lambat?
- Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?
- Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang memerlukan dukungan maupun yang lebih cepat memahami?
- Apakah murid berhasil menghubungkan kisah tokoh Perjanjian Lama dengan kehidupan doa mereka sendiri secara bermakna?
Refleksi Murid:- Dari Abraham, Musa, dan Daud, siapa tokoh yang paling berkesan bagimu hari ini? Apa yang membuatnya berkesan?
- Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara berdoa yang belum kamu ketahui sebelumnya?
- Adakah kemiripan antara cara tokoh-tokoh itu berdoa dengan cara kamu berdoa sehari-hari? Kemiripan apa itu?
- Satu hal apa yang ingin kamu coba terapkan dalam cara berdoamu setelah pelajaran ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV — Daniel Boli Kotan & Marianus Didi Kasmudi (Kemdikbudristek, 2021), Bab IV Subbab A.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemdikbudristek, 2021), Bab IV: Ungkapan Syukur Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama.
- Alkitab/Kitab Suci: Kejadian 18:16–33; Kejadian 22:13–18; Keluaran 15:1–2; Mazmur 100 dan Mazmur 23.
- Komkat KWI. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Belajar Mengenal Yesus. Yogyakarta: Kanisius, 2017.
- Lembar Kartu Tokoh (dibuat guru) — berisi kolom: Nama Tokoh, Situasi/Peristiwa, Cara Berdoa/Bersyukur.
- Lembar Bagan Syukur (kertas HVS/karton kosong untuk setiap kelompok, spidol warna).
- Lembar Refleksi Pribadi (dibuat guru) — berisi tiga pertanyaan refleksi.
- Papan tulis/whiteboard dan spidol/kapur untuk penjelasan guru.
- Gambar atau ilustrasi sederhana tokoh Abraham, Musa, dan Daud (opsional, sebagai visual aid).
|