MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 4 — Doa sebagai Tanggapan atas Kehadiran Allah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Doa sebagai Tanggapan atas Kehadiran Allah |
|---|
| Alokasi Waktu | 25 JP (25 x 35 menit = 875 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.4.1 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi
- TP 4.4.2 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama
- TP 4.4.3 Mewujudkan makna doa melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana sikap hati yang diajarkan Tuhan Yesus ketika kita berdoa secara pribadi?
- Hal apa saja yang patut kita syukuri secara pribadi kepada Tuhan Bapa di surga?
- Apa yang kamu rasakan di dalam hati ketika menyapa Tuhan secara hening tanpa suara?
- Mengapa kita perlu menuliskan doa syukur pribadi kepada Tuhan?
- Peristiwa apa saja dalam hidup sehari-hari yang membuatmu ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan?
- Bagaimana caramu mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas peristiwa-peristiwa tersebut saat berdoa sendiri?
- Pernahkah kamu berdoa bersama anggota keluargamu di rumah?
- Hal-hal apa saja tentang kebaikan orang tua dan keluarga yang patut kita syukuri dalam doa bersama?
- Hal baik apa yang kamu alami bersama teman dan guru di sekolah yang patut disyukuri kepada Tuhan?
- Mengapa kita perlu berdoa bersama dengan teman sebaya di sekolah?
- Mengapa umat Katolik berhimpun di gereja untuk berdoa syukur bersama dalam persekutuan Gereja?
- Bagaimana perasaanmu ketika dapat mengucapkan doa syukur secara bersahut-sahutan bersama seluruh umat beriman?
- Setelah kita berdoa memohon berkat bagi keluarga kita, apa yang seharusnya kita lakukan kepada orang tua dan saudara di rumah?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa doa syukur kita sungguh-sungguh nyata dalam perbuatan sehari-hari di rumah?
- Setelah kita berdoa memohon kebaikan bagi orang lain, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika melihat teman kita membutuhkan pertolongan?
- Bagaimana cara kita membuktikan bahwa doa yang kita ucapkan benar-benar berbuah dalam tindakan nyata kepada sesama?
- Bagaimana kita mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus kepada Tuhan secara pribadi?
- Mengapa kita perlu berdoa bersama dengan khidmat dan saling mendukung?
- Bagaimana tindakan nyata kita sehari-hari mencerminkan doa yang telah kita panjatkan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi berdasarkan Matius 6:5-15 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib dan berdoa pembuka bersama (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang ajaran Yesus dalam berdoa menurut Matius 6:5-15 (acuan: sikap doa pribadi yang benar adalah masuk kamar, menutup pintu/berdoa di tempat tersembunyi dengan hati tulus, bukan pamer atau bertele-tele di tempat umum) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi berdasarkan ajaran Kitab Suci Matius 6:5-15 (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak dan membaca bersama perikop Kitab Suci Matius 6:5-15 tentang ajaran Yesus mengenai doa (6 menit).
- Murid mendengarkan peneguhan guru bahwa doa pribadi adalah percakapan batin penuh rasa syukur kepada Allah yang melihat hati yang tersembunyi, sebagaimana tertulis dalam Matius 6:6 (6 menit).
- Secara bergembira, murid berpartisipasi dalam kuis kilat 'Benar atau Salah' mengangkat kartu hijau (Benar) atau kartu merah (Salah) menanggapi 3 pernyataan ajaran Yesus dalam Mat 6:5-15: (1) Berdoa pribadi sebaiknya dilakukan dengan pamer di sudut jalan raya supaya dipuji orang (Kunci: Salah); (2) Jika berdoa pribadi, masuklah ke dalam kamar dan berdoalah kepada Bapa yang tersembunyi (Kunci: Benar); (3) Doa pribadi kepada Allah harus berbelit-belit dan bertele-tele (Kunci: Salah) (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menyiapkan selembar kertas untuk menuliskan satu ungkapan doa syukur pribadi yang memuat 3 unsur pokok: (1) sapaan hormat kepada Allah Bapa/Yesus, (2) ucapan terima kasih/syukur atas penyertaan Tuhan secara pribadi, dan (3) permohonan agar hati tetap setia dan tulus (15 menit).
- Murid secara mandiri menyusun kalimat doa syukur pribadi tersebut sesuai dengan penghayatan ajaran Matius 6:5-15 (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dalam suasana hening dan tenang di tempat duduk masing-masing, murid mendoakan dalam hati doa syukur pribadi yang telah disusunnya sebagai bentuk percakapan langsung dengan Tuhan yang melihat tempat tersembunyi (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa doa pribadi adalah ungkapan rasa syukur yang tulus dari lubuk hati kepada Bapa di surga (3 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menutup pembelajaran dengan doa syukur singkat bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kerangka rumpang kalimat doa syukur pribadi (sapaan, ungkapan syukur, permohonan batin), sedangkan murid yang lebih mahir menyusun ungkapan doa syukur pribadi secara utuh dan terperinci.
- Proses: Guru mendampingi secara langsung murid yang masih ragu merangkai kalimat syukur pribadi saat kegiatan menulis mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan produk yang sama yaitu teks doa syukur pribadi yang memenuhi 3 unsur pokok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Menurut ajaran Yesus dalam Kitab Suci, di manakah dan bagaimana sikap kita saat berdoa pribadi?' (Kunci/acuan: Berdoa di tempat tersembunyi/masuk ke dalam kamar, dengan sikap hati yang tulus dan tidak pamer atau bertele-tele seperti orang munafik).
Proses:- Pemeriksaan teks doa syukur pribadi yang disusun murid pada lembar kerja (Kriteria: memuat 3 unsur pokok yakni: 1. sapaan kepada Allah Bapa/Yesus; 2. ungkapan terima kasih/syukur atas berkat/kebaikan Tuhan dalam hidup pribadi; 3. permohonan batin agar setia dan berkenan kepada Tuhan sesuai Mat 6:5-15).
- Pengamatan keterlibatan murid dalam doa hening pribadi secara tertib dan bersungguh-sungguh (Kriteria: hening dan tenang memanjatkan doa syukur pribadi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir sesi melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan 3 unsur yang harus ada dalam doa syukur pribadi yang telah kalian susun!' (Kunci/acuan: 1. Sapaan kepada Allah Bapa/Yesus; 2. Ucapan syukur/terima kasih atas anugerah dan kebaikan-Nya; 3. Permohonan batin untuk tetap setia melakukan kehendak-Nya).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja penyusunan doa syukur pribadi (memuat 3 unsur: sapaan kepada Tuhan, ungkapan syukur pribadi, dan permohonan kesetiaan hati)
- Observasi unjuk kerja saat doa hening pribadi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengungkapan Rasa Syukur dalam Doa Pribadi | Teks doa pribadi belum memuat ungkapan rasa syukur kepada Allah, atau hanya menuliskan sapaan tanpa isi ungkapan syukur secara mandiri. | Teks doa pribadi memuat ungkapan rasa syukur tetapi hanya mencakup 1 dari 3 unsur pokok (hanya ada sapaan atau hanya ada ucapan syukur singkat) dengan bimbingan penuh guru. | Teks doa pribadi memuat ungkapan rasa syukur yang memenuhi 2 dari 3 unsur pokok (sapaan kepada Tuhan, ucapan syukur pribadi, permohonan batin) secara mandiri. | Teks doa pribadi memuat ungkapan rasa syukur yang lengkap memenuhi seluruh 3 unsur pokok (sapaan kepada Tuhan, ucapan syukur pribadi, permohonan batin) berdasarkan penghayatan Matius 6:5-15 secara mandiri dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid telah mampu memahami hakikat doa pribadi yang tulus dan tidak pamer berdasarkan Matius 6:5-15?
- Apakah alokasi waktu penulisan dan hening doa pribadi cukup memfasilitasi murid menghayati imannya?
Murid:- Bagaimana perasaanku saat berbicara kepada Tuhan dalam doa hening secara pribadi?
- Apakah aku sudah membiasakan diri bersyukur kepada Tuhan dalam kamarku secara rutin?
Pertemuan 2 — Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi melalui penulisan teks doa hening — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid mengambil sikap hening sejenak menyadari kehadiran Allah (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan menyusun doa syukur pribadi melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan 1 contoh sapaan pembuka kepada Tuhan dalam doa Katolik! (acuan jawaban: Allah Bapa yang Mahabaik, Tuhan Yesus yang terkasih, atau Bapa di surga); (2) Sebutkan 1 ungkapan rasa syukur atas penyertaan Tuhan hari ini! (kriteria penerimaan: menyebutkan rasa terima kasih atas hal konkret seperti nafas hidup, kesehatan, atau perlindungan keluarga) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi melalui penulisan teks doa hening (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati bagan struktur teks doa syukur pribadi di papan tulis yang memuat 3 bagian: (1) Sapaan kepada Allah, (2) Ungkapan rasa syukur atas rahmat/kebaikan Allah, dan (3) Permohonan penyertaan serta penutup demi Kristus Tuhan (10 menit).
- Guru membagikan kartu panduan menulis doa hening berisi kalimat pemantik refleksi batin: 'Tuhan Yesus, terima kasih atas...', lalu murid membaca contoh teks doa syukur hening singkat secara terbimbing bersama guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan hening menggembirakan 'Rantai Kata Syukur': guru menyebutkan satu kata anugerah Tuhan (misal: 'Keluarga'), lalu secara bergantian dan ceria murid menyebutkan kata syukur yang berkaitan secara beranting dalam waktu singkat (misal: 'Ibu', 'Ayah', 'Kasih', 'Terima kasih Tuhan') untuk memunculkan ide rasa syukur sebelum menulis (10 menit).
- Murid secara mandiri menyusun dan menulis teks doa syukur pribadi hening pada lembar doa yang disediakan dengan memuat sapaan, ungkapan syukur pribadi atas kebaikan Tuhan yang dialami, dan penutup doa (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengambil posisi duduk hening, mengatur nafas secara berkesadaran, lalu mendaraskan secara batiniah teks doa syukur pribadi yang baru saja ditulisnya ke dalam hadirat Tuhan (15 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bahwa doa hening pribadi adalah ungkapan rasa syukur hati yang terarah kepada Allah yang mendengarkan di tempat tersembunyi (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa umpan balik langsung terhadap teks doa hening yang telah ditulis murid dan menutup pertemuan dengan doa penutup singkat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar doa berbingkai rumpang dengan kalimat pengarah (scaffolding), sedangkan murid yang lebih cepat menulis teks doa syukur secara bebas tanpa pola rumpang.
- Proses: Guru mendampingi secara langsung murid yang mengalami kesulitan merangkai ungkapan syukur, sedangkan murid yang sudah mandiri langsung menuangkan doa heningnya.
- Produk: Murid menuangkan doa pribadi dalam bentuk teks doa hening sederhana (2-3 kalimat syukur) atau teks doa yang lebih terurai lengkap dengan ungkapan syukur mendalam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan 1 contoh sapaan pembuka kepada Tuhan dalam doa Katolik! (acuan jawaban: 'Allah Bapa yang Mahabaik' / 'Tuhan Yesus' / 'Bapa di surga'); (2) Sebutkan 1 alasan kamu bersyukur kepada Tuhan hari ini! (kriteria penerimaan: menyebutkan secara wajar anugerah konkret seperti kesehatan, keluarga rukun, atau kesempatan belajar).
Proses:- Pemeriksaan teks doa pribadi murid pada lembar kerja saat tahap Mengaplikasi dengan kriteria kelengkapan isi doa: (1) Adanya sapaan kepada Tuhan (acuan: Bapa/Tuhan Yesus/Allah), (2) Adanya ungkapan terima kasih/syukur atas kebaikan Tuhan yang dialami (kriteria: memuat kata terima kasih/bersyukur atas peristiwa/rahmat konkret), dan (3) Bagian penutup doa (acuan: Amin / Demi Kristus Tuhan kami).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan akhir terhadap produk tulisan teks doa pribadi hening murid menggunakan lembar cek kriteria: teks doa memuat sapaan yang pantas kepada Allah, ungkapan rasa syukur pribadi yang jelas, dan penutup doa Kristiani, serta diikuti pendarasan doa dalam keheningan batin.
Formatif:- Asesmen Awal: Tanya jawab diagnostik komponen pembuka doa dan ungkapan terima kasih kepada Tuhan (lisan).
- Asesmen Proses: Pengamatan dan telaah draf penulisan teks doa syukur pribadi hening pada lembar kerja.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi (teks doa hening) | Teks doa pribadi belum memuat ungkapan rasa syukur (hanya berisi permohonan atau kata-kata di luar doa) dan belum memuat sapaan kepada Allah. | Teks doa pribadi memuat sapaan kepada Allah dan ungkapan rasa syukur sederhana namun belum lengkap unsurnya atau masih membutuhkan bimbingan penuh guru. | Teks doa pribadi memuat sapaan kepada Allah, ungkapan rasa syukur pribadi atas anugerah Tuhan dengan kalimat sendiri, dan penutup doa secara lengkap dan mandiri. | Teks doa pribadi memuat sapaan kepada Allah yang sangat mendalam, ungkapan rasa syukur pribadi yang runtut dan jelas atas beragam anugerah Tuhan, serta penutup doa secara sempurna dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menciptakan suasana hening yang mendukung perjumpaan pribadi dengan Allah?
- Apakah seluruh murid berhasil menuangkan ungkapan rasa syukurnya ke dalam teks doa pribadi?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika berdoa secara hening dan berbicara langsung kepada Tuhan di dalam hati?
- Hal apa yang paling ingin kamu syukuri kepada Tuhan melalui doa yang kamu tulis hari ini?
Pertemuan 3 — Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi pada peristiwa kehidupan sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak satu murid memimpin doa pembuka singkat (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan suasana kelas yang tenang dan siap belajar (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi pada peristiwa kehidupan sehari-hari (3 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan tes lisan diagnostik singkat kepada kelas dengan menanyakan: 'Sebutkan 1 contoh peristiwa sehari-hari yang patut disyukuri dan 1 kalimat ungkapan syukur kepada Allah atas peristiwa itu!' Kriteria penerimaan operasional: Murid menyebutkan peristiwa nyata sehari-hari (seperti: bangun tidur dengan sehat, mendapat nilai ulangan baik, makanan enak, atau dihibur teman) dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan secara lisan (misal: 'Tuhan, terima kasih hari ini saya bangun dengan badan yang segar.') (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mendengarkan cerita singkat pengalaman Simon yang lupa berdoa saat bersukacita hendak diajak jalan-jalan oleh ibunya, lalu guru mengaitkannya dengan peristiwa sehari-hari murid (7 menit).
- Murid menjawab pertanyaan guru tentang pentingnya mengenali kehadiran dan kebaikan Allah dalam peristiwa sederhana setiap hari: 'Kapan saja kita bisa bersyukur secara pribadi kepada Tuhan dalam keseharian?' (8 menit).
- Permainan Tebak Peristiwa Syukur (Menggembirakan): Guru menampilkan 3 kartu peristiwa bergambar di papan tulis: (1) Sembuh dari flu, (2) Diberi bekal oleh ibu, (3) Dibantu teman memungut pensil yang jatuh. Tiga murid bergantian maju mengambil 1 kartu lalu secara lisan langsung mengucapkan 1 kalimat doa syukur pribadi atas peristiwa tersebut (misal untuk kartu 1: 'Tuhan, terima kasih Engkau telah menyembuhkan batuk dan fluku.') (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja latihan doa pribadi harian. Setiap murid diminta memilih satu peristiwa nyata yang dialaminya hari ini atau kemarin (misal: sarapan pagi bersama keluarga, belajar dengan aman, atau bermain bersama teman) (5 menit).
- Murid secara mandiri menyusun dan mengungkapkan rasa syukur dalam teks doa pribadi berdasarkan peristiwa yang dipilihnya, yang memuat: sapaan kepada Tuhan, peristiwa konkret yang disyukuri, dan ungkapan terima kasih yang tulus (20 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses penyusunan doa, memberikan umpan balik langsung pada kejelasan peristiwa konkret dan ketulusan ungkapan syukur doa pribadi murid (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk hening, mengambil sikap doa yang tenang, lalu mendaraskan doa syukur pribadi yang baru saja mereka tulis di dalam hati secara khidmat (10 menit).
- Dua orang perwakilan murid secara sukarela membacakan ungkapan doa syukur pribadinya di hadapan kelas untuk meneguhkan rasa syukur bersama (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa segala peristiwa suka maupun duka dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sarana untuk bersyukur kepada Tuhan melalui doa pribadi (4 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa doa pribadi dapat diucapkan kapan saja saat mengalami kebaikan Tuhan di rumah, di sekolah, maupun di jalan (3 menit).
- Pelajaran diakhiri dengan doa penutup syukur yang dipimpin oleh guru dan ditutup dengan tanda salib (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci doa (Sapaan: 'Tuhan Yesus yang baik', Peristiwa: 'hari ini saya...', Syukur: 'saya bersyukur dan berterima kasih'). Murid yang sudah mahir diarahkan mengungkapkan doa syukur pribadi atas dua peristiwa berbeda (peristiwa gembira dan tantangan yang berhasil dilalui).
- Proses: Guru memberikan scaffolding bertahap dengan memandu kerangka kalimat bagi murid yang lambat, serta memberikan kemandirian penuh tanpa bantuan acuan bagi murid yang cepat.
- Produk: Teks doa syukur pribadi disesuaikan tingkat kerincian peristiwa yang diungkapkan; murid yang membutuhkan bimbingan menyusun minimal 2 kalimat doa syukur, sedangkan murid yang mahir menyusun doa syukur pribadi yang lebih lengkap (minimal 4 kalimat).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta menyebutkan 1 peristiwa nyata sehari-hari dan langsung menyampaikan 1 kalimat ungkapan syukur pribadi kepada Tuhan. (Kriteria penerimaan operasional: Peristiwa yang disebutkan konkret dan kalimat doa memuat ungkapan terima kasih langsung kepada Tuhan).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menyusun teks doa pribadi di lembar kerja dengan fokus pada ketepatan menghubungkan peristiwa nyata kehidupan sehari-hari dengan ungkapan syukur doa pribadi.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan teks doa pribadi yang ditulis murid pada lembar kerja dengan kriteria: (1) Adanya sapaan kepada Tuhan, (2) Disebutkannya peristiwa konkret kehidupan sehari-hari yang dialami, (3) Ungkapan rasa syukur/terima kasih yang jelas kepada Allah.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penulisan doa syukur pribadi berdasarkan peristiwa kehidupan sehari-hari menggunakan lembar observasi dan rubrik penilaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengungkapan Rasa Syukur dalam Doa Pribadi pada Peristiwa Sehari-hari | Belum mampu mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi; doa belum memuat peristiwa konkret kehidupan sehari-hari dan belum ada ungkapan terima kasih meskipun telah dibimbing guru. | Mampu mengungkapkan doa pribadi namun peristiwa sehari-hari yang disyukuri masih sangat umum (abstrak) atau ungkapan syukur masih memerlukan bimbingan guru. | Mampu mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi secara mandiri dengan menyebutkan peristiwa konkret kehidupan sehari-hari (seperti keluarga, teman, atau pengalaman belajar) dan ungkapan syukur yang jelas. | Mampu mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi secara mandiri, runtut, dan mendalam dengan mengaitkan peristiwa konkret kehidupan sehari-hari secara spesifik beserta ungkapan syukur yang tulus. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu mengidentifikasi peristiwa konkret sehari-hari mereka sebagai alasan untuk bersyukur kepada Tuhan?
- Bagaimana keterlibatan batin murid saat mendaraskan doa syukur pribadi secara hening?
Murid:- Peristiwa sehari-hari apa yang paling ingin kamu syukuri kepada Tuhan hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengungkapkan rasa syukur secara pribadi kepada Tuhan?
Pertemuan 4 — Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama di lingkungan keluarga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak membuat tanda salib, dan memimpin doa pembuka singkat (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu belajar mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama di lingkungan keluarga (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mencentang pernyataan tentang situasi doa bersama keluarga: (1) Doa sebelum makan bersama keluarga, (2) Doa malam bersama keluarga sebelum tidur; murid yang mengenali minimal 1 situasi dianggap siap (acuan: doa makan bersama atau doa malam bersama adalah bentuk doa bersama dalam keluarga) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks bacaan singkat bertema 'Pengorbanan dan Kasih Orang Tua dalam Keluarga' yang memuat anugerah keluarga dari Tuhan (15 menit).
- Guru mengadakan kuis interaktif menggembirakan 'Tebak Ujud Syukur Keluarga', di mana murid secara berpasangan menebak 3 ujud syukur dalam keluarga: (1) Kesehatan ayah dan ibu, (2) Makanan sehari-hari yang disediakan keluarga, (3) Kerukunan antar-saudara (acuan tepat: ketiga ujud tersebut merupakan ungkapan syukur atas berkat Tuhan dalam keluarga) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok kecil (berperan sebagai persekutuan keluarga) menyusun satu teks ungkapan rasa syukur dalam doa bersama keluarga (misalnya doa makan atau doa malam keluarga) yang memuat minimal 2 ujud syukur konkret atas berkat Tuhan bagi keluarga (20 menit).
- Setiap kelompok mempraktikkan pengungkapan rasa syukur dalam doa bersama keluarga tersebut di dalam kelompoknya secara bergantian dengan sikap doa bersama yang khidmat (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid hening sejenak merenungkan kehadiran Tuhan yang menyatukan anggota keluarga dalam cinta kasih dan rasa syukur bersama (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan dalam doa bersama di lingkungan keluarga (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan tanda salib bersama murid (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, disediakan panduan rumpang teks doa bersama keluarga; bagi murid yang lebih cepat, diminta menyusun ujud syukur yang lebih variatif untuk seluruh anggota keluarga.
- Proses: Pendampingan terarah diberikan kepada kelompok yang belum terbiasa menyusun kalimat doa bersama.
- Produk: Teks doa bersama keluarga dapat berupa kalimat syukur sederhana maupun teks doa keluarga yang lebih lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Instrumen diagnostik: Murid memilih minimal 1 dari 2 contoh situasi doa bersama di keluarga: (1) Doa sebelum makan bersama keluarga, (2) Doa malam bersama keluarga sebelum tidur. (Kriteria penerimaan: murid memilih minimal 1 situasi doa bersama yang benar).
Proses:- Pengamatan formatif pengungkapan rasa syukur dalam doa bersama kelompok: Guru mencatat ketepatan ujud syukur yang disusun kelompok (memuat minimal 2 ujud syukur: berkat kesehatan orang tua, rezeki/makanan, atau kerukunan keluarga) dan keterlibatan anggota dalam doa bersama.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan 1 ujud syukur yang ingin didoakan bersama keluarganya di rumah nanti malam (Kriteria penerimaan: ujud berkaitan dengan kebaikan Tuhan dalam keluarga, seperti kesehatan orang tua, makanan, atau kedamaian rumah tangga).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengungkapan rasa syukur dalam doa bersama di lingkungan keluarga saat kerja kelompok
- Lembar cek kesiapan diagnostik awal mengenai bentuk doa bersama keluarga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengungkapan Rasa Syukur dalam Doa Bersama Keluarga | Belum mampu menyusun dan mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama keluarga walau dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menyusun dan mengungkapkan 1 ujud rasa syukur dalam doa bersama keluarga dengan bimbingan guru. | Mampu menyusun dan mengungkapkan minimal 2 ujud rasa syukur konkret dalam doa bersama keluarga secara mandiri. | Mampu menyusun dan mengungkapkan 3 atau lebih ujud rasa syukur konkret dalam doa bersama keluarga secara runtut dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu mengidentifikasi ujud syukur dan mengungkapkannya dalam praktik doa bersama?
- Bagaimana keterlibatan aktif setiap murid saat mempraktikkan doa bersama keluarga dalam kelompok?
Murid:- Apa hal paling berharga dari keluargamu yang kamu syukuri kepada Tuhan hari ini?
- Bagaimana perasaanmu ketika berdoa bersama teman-teman yang bertindak sebagai keluargamu?
Pertemuan 5 — Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama di lingkungan sekolah dan teman sebaya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib, dan memimpin doa pembuka singkat untuk mengawali pembelajaran (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 3 contoh kesempatan berdoa bersama di sekolah: (1) doa sebelum memulai pelajaran, (2) doa sebelum makan siang/istirahat, dan (3) doa penutup pulang sekolah (acuan: murid menyebutkan minimal 2 dari 3 kesempatan doa bersama tersebut dengan tepat) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama di lingkungan sekolah dan teman sebaya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak pembacaan teks Kitab Suci Matius 18:19-20 ('Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka') yang dibacakan oleh guru secara bersama-sama di kelas (10 menit).
- Murid mendengarkan penjelasan guru mengenai makna kehadiran Yesus saat umat beriman berdoa bersama di lingkungan sekolah dan teman sebaya, serta pentingnya saling mendoakan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Estafet Syukur Sahabat': murid duduk melingkar dalam kelompok beranggotakan 4 orang, lalu bergantian menyambung kalimat doa syukur bersama untuk peristiwa di sekolah berdasarkan kartu situasi yang disediakan guru: (1) Berhasil menyelesaikan tugas kelompok bersama teman, (2) Diberi kesehatan untuk belajar dan bermain di sekolah, (3) Memiliki bimbingan bapak/ibu guru yang sabar, dan (4) Sahabat yang lekas sembuh dari sakit (15 menit).
- Setiap kelompok beranggotakan 4 orang menyusun dan melengkapi teks doa bersama sederhana yang memuat 3 unsur syukur di sekolah: (1) syukur atas bimbingan guru dan kehadiran teman, (2) permohonan berkat dalam kebersamaan belajar, dan (3) penutup doa atas nama Yesus (10 menit).
- Secara bergantian antar-kelompok, murid mempraktikkan doa bersama dengan melafalkan teks doa syukur yang telah disusun bersama teman sebayanya di hadapan kelompok lain (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak dan menyadari bagaimana kehadiran Tuhan menyertai persekutuan doa bersama teman sebaya di kelas (10 menit).
- Murid menuliskan 1 kalimat refleksi pada secarik kertas tentang perasaannya ketika berdoa bersama teman sebaya di sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali pentingnya membiasakan diri mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama di lingkungan sekolah dan teman sebaya (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kerja sama seluruh murid selama berdoa bersama (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu perwakilan murid (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan kerangka doa rumpang bagi murid yang memerlukan dukungan, serta format doa terbuka bagi murid yang lebih cepat memahami.
- Proses: Pada kelompok dengan murid yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi perumusan kalimat doa; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan memimpin pembacaan doa kelompok.
- Produk: Ungkapan doa bersama kelompok dapat disajikan dalam bentuk teks doa tertulis berbingkai hiasan atau pembacaan doa bersama secara langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: 'Sebutkan kesempatan apa saja kita berdoa bersama di sekolah?' (acuan jawaban: [1] doa sebelum belajar/pembuka, [2] doa makan/istirahat, [3] doa pulang/penutup. Kriteria tercapai: menyebut minimal 2 dengan tepat).
Proses:- Observasi partisipasi murid saat menyusun dan melafalkan doa bersama kelompok.
- Pemeriksaan teks doa bersama kelompok: memastikan memuat minimal 2 unsur syukur atas peristiwa di sekolah dan teman sebaya (acuan unsur: [1] syukur atas teman/guru, [2] permohonan berkat kebersamaan di sekolah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: murid menyebutkan satu alasan mengapa Yesus hadir saat kita berdoa bersama teman di sekolah berdasarkan Mat 18:20 (acuan: karena berkumpul dan bersepakat dalam nama Yesus).
Formatif:- Pengamatan keterlibatan saat permainan 'Estafet Syukur Sahabat'
- Penilaian unjuk kerja pengungkapan doa bersama teman sebaya dalam kelompok menggunakan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama di lingkungan sekolah dan teman sebaya | Belum mampu mengungkapkan doa bersama; belum memuat ungkapan syukur atas teman maupun lingkungan sekolah meski telah dibimbing intensif. | Mampu melafalkan doa bersama dengan bimbingan penuh, memuat 1 unsur syukur atas teman atau lingkungan sekolah secara terbatas. | Mampu mengungkapkan doa bersama secara runtut dan khidmat bersama teman sebaya, memuat 2 unsur syukur atas peristiwa konkret di lingkungan sekolah (syukur atas teman dan bimbingan guru) dengan mandiri. | Mampu mengungkapkan doa bersama secara runtut, khidmat, dan konsisten bersama teman sebaya, memuat seluruh unsur syukur atas kebersamaan di sekolah (teman, guru, dan kesehatan untuk belajar) secara lengkap dan mandiri tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam praktik doa bersama teman sebaya?
- Bagaimana suasana doa kelompok yang tercipta, apakah murid sungguh menghayati kehadiran Tuhan di tengah mereka?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika berdoa bersama teman-teman di kelas hari ini?
- Apakah kamu merasakan bahwa Tuhan hadir saat kita berdoa bersama?
Pertemuan 6 — Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama pada persekutuan Gereja — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama
Pendahuluan:- Guru mengawali pelajaran dengan menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memimpin tanda salib serta doa pembuka bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama pada persekutuan Gereja (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan singkat untuk memetakan kesiapan murid dalam mengungkapkan doa syukur bersama di Gereja (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang makna doa syukur bersama dalam persekutuan Gereja (liturgi dan ibadat sabda) di mana umat bersatu hati memuji kebaikan Allah (10 menit).
- Murid mencermati contoh teks doa syukur bersama persekutuan Gereja model responsorial (pemimpin dan umat) yang disiapkan guru: Pemimpin: 'Ya Bapa yang penuh kasih, kami mengucap syukur atas penyertaan-Mu dalam persekutuan Gereja-Mu.' Umat: 'Terpujilah Engkau kini dan sepanjang masa.' (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi dalam 4 kelompok untuk memainkan simulasi menggembirakan 'Gema Syukur Gereja', yaitu melafalkan doa syukur bersama secara bersahut-sahutan dengan pembagian peran pemimpin doa dan persekutuan umat (20 menit).
- Secara bergantian antar-kelompok, murid bersama-sama mengungkapkan 4 seruan doa syukur persekutuan Gereja yang telah disediakan: (1) Syukur atas keselamatan Yesus Kristus; (2) Syukur atas sabda Tuhan dan perayaan sakramen; (3) Syukur atas para gembala Gereja (Paus, Uskup, Imam); (4) Syukur atas persaudaraan seluruh anggota Gereja (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengheningkan cipta sejenak dan mengungkapkan secara lisan apa yang mereka rasakan saat menyatukan suara dalam doa syukur bersama persekutuan umat beriman (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman singkat tentang pentingnya keterlibatan aktif dalam mengungkapkan doa syukur bersama di tengah persekutuan Gereja (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas keterlibatan murid dalam doa bersama, kemudian menutup kegiatan dengan doa syukur penutup dan tanda salib bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan teks seruan doa syukur yang berhuruf besar dan bertanda jeda; murid yang mahir diberikan kesempatan memimpin seruan doa syukur kelompok.
- Proses: Pada simulasi kelompok, murid yang belum percaya diri ditempatkan berdampingan dengan teman sebaya yang fasih melafalkan jawaban doa umat.
- Produk: Seluruh murid mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama; murid yang memerlukan scaffolding melafalkan bagian aklamasi umat ('Terpujilah Allah selama-lamanya'), sedangkan murid yang telah berkembang melafalkan bait intensi syukur bersama persekutuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 contoh seruan ungkapan syukur umat dalam persekutuan Gereja Katolik!' (Acuan jawaban yang diterima: 'Syukur kepada Allah', 'Terpujilah Kristus', 'Terpujilah Allah selama-lamanya', atau 'Kami bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan').
Proses:- Pengamatan keterlibatan pelafalan 4 seruan syukur doa bersama pada persekutuan Gereja: (1) Seruan syukur atas keselamatan Yesus Kristus; (2) Seruan syukur atas sabda dan sakramen; (3) Seruan syukur atas para gembala Gereja; (4) Seruan syukur atas persaudaraan persekutuan umat. (Acuan: Murid melafalkan doa secara bersama-sama sesuai bagian perannya tanpa terputus).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid mengucapkan secara serempak respons syukur persekutuan Gereja terhadap ajakan 'Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita' (Acuan jawaban benar: 'Sudah layak dan sepantasnya').
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja pengungkapan rasa syukur dalam doa bersama persekutuan Gereja pada simulasi 'Gema Syukur Gereja'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengungkapan rasa syukur dalam doa bersama pada persekutuan Gereja | Belum mampu melafalkan 4 seruan ungkapan rasa syukur bersama persekutuan Gereja meskipun telah dibimbing guru. | Mampu melafalkan 1 sampai 2 dari 4 seruan ungkapan rasa syukur bersama persekutuan Gereja dengan bantuan guru. | Mampu melafalkan 3 sampai 4 seruan ungkapan rasa syukur bersama persekutuan Gereja dengan tepat dan kompak bersama kelompok. | Mampu melafalkan seluruh 4 seruan ungkapan rasa syukur bersama persekutuan Gereja secara tepat, lancar, mandiri, dan khidmat bersama seluruh anggota kelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah metode simulasi doa responsorial membantu murid menghayati suasana doa bersama dalam persekutuan Gereja?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid yang pemalu dalam melafalkan doa bersama kelompok?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika berdoa bersahut-sahutan bersama teman-teman seolah sedang berada dalam perayaan Gereja?
- Apakah kamu dapat melafalkan seruan doa syukur bersama teman-teman sekelompokmu dengan kompak?
Pertemuan 7 — Mewujudkan makna doa melalui sikap hormat dan kasih dalam keluarga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Mewujudkan makna doa melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka: 'Ya Yesus yang baik, hari ini kami belajar mewujudkan doa kami melalui rasa hormat dan kasih kepada orang tua dan anggota keluarga kami di rumah. Bantulah kami agar mampu meneladan kasih-Mu. Amin.' (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu mewujudkan makna doa melalui sikap hormat dan kasih dalam keluarga (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar situasi di papan tulis: Gambar A (Anak berpamitan dan mencium tangan orang tua sebelum berangkat), Gambar B (Anak membantah perintah orang tua sambil bersungut-sungut), Gambar C (Anak membantu adik merapikan mainan yang berserakan). Murid mengangkat tangan memilih gambar yang mencerminkan wujud doa kasih dalam keluarga (acuan: Gambar A dan C adalah wujud nyata kasih/hormat, Gambar B bukan wujud kasih) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak teks bacaan keteladanan 'Keluarga Kudus Nazaret' yang dibacakan guru, di mana Yesus taat dan berbakti kepada Maria dan Yosef sebagai perwujudan ketaatan kepada kehendak Allah Bapa (15 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi 4 wujud nyata penghayatan doa dalam keluarga: (1) Menghormati orang tua dengan mendengarkan nasihat, (2) Membantu pekerjaan rumah tangga dengan sukarela, (3) Menyayangi adik atau kakak tanpa bertengkar, (4) Mengucapkan terima kasih dan maaf kepada anggota keluarga (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tantangan ceria 'Kartu Langkah Kasih': Guru membacakan 4 kartu situasi nyata di rumah, dan murid merespons serentak dengan mengangkat kartu jempol hijau (Wujud Kasih) atau kartu silang merah (Bukan Wujud Kasih). Butir situasi: Situasi 1: 'Ibu memanggil untuk makan malam, anak segera mematikan gawai dan menuju meja makan' (kunci: jempol hijau); Situasi 2: 'Ayah meminta tolong mengambilkan kacamata, anak pura-pura tidak mendengar' (kunci: silang merah); Situasi 3: 'Membantu adik yang kesulitan mengikat tali sepatu' (kunci: jempol hijau); Situasi 4: 'Membentak kakak karena mainannya dipinjam' (kunci: silang merah) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyusun 'Daftar Rencana Tindakan Nyata Wujud Doa di Rumah' pada lembar kerja yang berisi 3 sasaran tindakan konkret: (1) Tindakan hormat kepada ayah/ibu, (2) Tindakan kasih kepada saudara kandung/anggota keluarga, (3) Tindakan merawat keteraturan rumah tangga (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali daftar rencana tindakan yang telah ditulis dan merenungkan dalam hening: 'Apakah tindakan yang kutulis sudah benar-benar sesuai dengan doa syukur yang kuucapkan setiap hari?' (10 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa doa yang berkenan kepada Allah adalah doa yang berbuah dalam perbuatan hormat, taat, dan kasih kepada keluarga di rumah (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa makna doa syukur kepada Tuhan diwujudkan melalui perbuatan kasih nyata kepada orang tua dan saudara (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan dengan menunjuk 2 murid menyebutkan masing-masing 1 tindakan nyata yang akan langsung dilakukan di rumah hari ini sesuai daftar rencana (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan konkret hormat/kasih di rumah seperti mencium tangan orang tua, menyapu lantai, atau mendampingi adik) (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan berkat: 'Tuhan Yesus, teguhkanlah niat kami untuk mewujudkan doa kami dalam sikap hormat dan kasih kepada keluarga kami. Amin.' serta mengakhiri kelas (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan visual, lembar kerja disertai gambar panduan contoh aktivitas hormat dan kasih di rumah; bagi murid yang lebih cepat, disediakan lembar kerja tanpa bantuan gambar.
- Proses: Murid yang masih kesulitan merumuskan kalimat tindakan nyata dibimbing langsung oleh guru melalui pertanyaan terarah; murid yang cepat menyusun rencana secara mandiri dengan menambahkan rincian waktu pelaksanaannya di rumah.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menuliskan 2 tindakan nyata konkret yang sederhana; murid yang cepat menuliskan 3 tindakan nyata lengkap beserta sasaran penerima tindakannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pilihan gambar situasi wujud doa kasih dalam keluarga: Murid memilih gambar situasi yang mencerminkan wujud doa kasih di rumah dari 3 gambar yang ditunjukkan: Gambar A (berpamitan dan cium tangan), Gambar B (membantah orang tua), Gambar C (membantu adik). (Acuan ketepatan: Gambar A dan C adalah wujud nyata kasih/hormat; Gambar B bukan wujud kasih).
Proses:- Observasi respon permainan 'Kartu Langkah Kasih' terhadap 4 situasi nyata: Situasi 1 (Ibu memanggil makan malam segera datang -> Wujud Kasih/hijau); Situasi 2 (Ayah minta tolong pura-pura tidak dengar -> Bukan/merah); Situasi 3 (Membantu tali sepatu adik -> Wujud Kasih/hijau); Situasi 4 (Membentak kakak -> Bukan/merah).
- Pemeriksaan lembar rencana tindakan nyata wujud doa di rumah: memastikan rumusan tindakan memuat perbuatan konkret hormat kepada orang tua dan kasih kepada anggota keluarga.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Murid menyebutkan 1 tindakan konkret yang akan langsung diwujudkan di rumah hari ini sebagai buah dari doa. (Kriteria penerimaan: tindakan berupa perilaku hormat atau kasih nyata yang dapat diamati di rumah, misalnya menyapa orang tua dengan sopan, membantu mencuci piring, atau belajar bersama adik).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi gambar sikap yang mencerminkan wujud doa kasih dalam keluarga.
- Asesmen formatif proses: pengamatan ketepatan respon pada permainan kartu situasi dan pemeriksaan lembar kerja rencana tindakan nyata wujud doa di rumah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mewujudkan makna doa melalui sikap hormat dan kasih dalam keluarga | Belum mampu menuliskan tindakan nyata wujud hormat dan kasih dalam keluarga pada lembar rencana tindakan meski telah diberikan bimbingan langsung. | Mampu menuliskan 1 tindakan nyata wujud hormat atau kasih dalam keluarga pada lembar rencana dengan bimbingan guru. | Mampu menuliskan 2 tindakan nyata wujud hormat dan kasih dalam keluarga secara mandiri dengan rumusan perbuatan konkret yang dapat diamati. | Mampu menuliskan 3 tindakan nyata wujud hormat dan kasih dalam keluarga secara mandiri dan lengkap (mencakup orang tua, saudara, dan kerapian rumah tangga) dengan rumusan perbuatan konkret yang dapat diamati. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran berhasil membantu murid menghubungkan doa yang diucapkan dengan perbuatan konkret di lingkungan keluarga?
- Apakah aktivitas permainan kartu situasi membuat murid antusias dan memahami wujud nyata kasih dalam kehidupan sehari-hari?
Murid:- Sikap hormat atau kasih apa yang paling ingin aku lakukan kepada orang tuaku hari ini setelah selesai berdoa?
- Bagaimana perasaanku saat berhasil mewujudkan isi doaku menjadi perbuatan baik kepada keluargaku di rumah?
Pertemuan 8 — Mewujudkan makna doa melalui tindakan berbagi dan tolong-menolong kepada sesama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Mewujudkan makna doa melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar mampu mewujudkan doa dalam tindakan nyata (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: menanyakan kepada murid hubungan antara isi doa permohonan/syukur dengan perbuatan menolong sesama melalui pertanyaan lisan: 'Jika kita baru saja berdoa agar teman kita yang sedih dihibur Tuhan, tindakan nyata apa yang langsung dapat kita lakukan?' (acuan jawaban: menghibur teman, menemani bermain, meminjamkan alat tulis yang dibutuhkan, atau mendengarkan ceritanya) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca kutipan Kisah Para Rasul 2:44-45 tentang cara hidup jemaat perdana yang senantiasa berdoa dan mewujudkannya dengan menjual harta miliknya lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai keperluan masing-masing (10 menit).
- Murid menyimak paparan guru bahwa doa yang sejati tidak berhenti pada kata-kata di bibir, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata berbagi dan tolong-menolong kepada sesama di lingkungan sekitar (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif menggembirakan 'Estafet Kasih Menolong Sesama', di mana murid dalam kelompok menerima tantangan berpasangan untuk memilih tindakan nyata berbagi atau tolong-menolong yang tepat bagi 4 situasi nyata berikut: (1) Teman tertinggal bekal makan siang -> tindakan: membagikan sebagian bekal makanan yang dibawa; (2) Teman terjatuh di halaman sekolah -> tindakan: membantu berdiri dan mengantar ke ruang UKS; (3) Teman kesulitan merapikan buku perpustakaan yang berserakan -> tindakan: bersama-sama membantu menyusun buku ke rak; (4) Tetangga yang sedang sakit membutuhkan bantuan membawakan barang belanjaan -> tindakan: membantu membawakan barang belanjaan sampai ke teras rumah (10 menit).
- Secara mandiri atau berpasangan, murid menuliskan rencana 2 tindakan nyata yang akan diwujudkan minggu ini sebagai buah dari doa mereka: 1 tindakan berbagi (misalnya menyisihkan uang jajan untuk kotak derma atau membagi makanan) dan 1 tindakan tolong-menolong (misalnya membantu teman yang kesulitan memahami tugas sekolah atau membantu guru membawa perlengkapan kelas) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dalam suasana hening dan berkesadaran penuh (mindful), murid merenungkan apakah selama ini doa-doanya sudah diiringi dengan kesediaan untuk menolong teman tanpa pamrih (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran bahwa mewujudkan makna doa berarti menjadi perpanjangan tangan Tuhan melalui perbuatan rela berbagi dan suka menolong sesama (5 menit).
- Guru memberikan penguatan serta mengingatkan komitmen tindakan nyata yang telah direncanakan untuk dipraktikkan dalam keseharian, lalu menutup pertemuan dengan doa penutup dan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar situasi dengan gambar ilustrasi kontekstual bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret dalam mengidentifikasi tindakan tolong-menolong.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang membutuhkan scaffolding dalam menentukan tindakan nyata, serta memberikan tantangan bagi murid yang cepat untuk merancang 3 tindakan nyata berbeda beserta sasaran orang yang dibantu.
- Produk: Rencana perwujudan doa dapat disajikan dalam bentuk daftar kalimat rencana tindakan atau tabel ceklis komitmen aksi berbagi dan tolong-menolong harian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Jika kita baru saja berdoa agar sesama kita yang menderita ditolong Tuhan, tindakan nyata apa yang harus kita lakukan saat melihat teman kita tidak membawa pensil atau terjatuh di depan kita?' (Acuan jawaban benar: langsung meminjamkan pensil cadangan atau menolong teman berdiri dan mengobatinya, membuktikan bahwa doa dilanjutkan dengan perbuatan nyata).
Proses:- Observasi ketepatan memasangkan 4 situasi dengan tindakan berbagi dan tolong-menolong pada permainan 'Estafet Kasih Menolong Sesama' (Acuan: situasi 1 dipasangkan dengan berbagi bekal; situasi 2 dipasangkan dengan membantu berdiri/antar ke UKS; situasi 3 dipasangkan dengan merapikan buku bersama; situasi 4 dipasangkan dengan membawakan barang belanjaan).
- Pemeriksaan lembar rencana tindakan nyata murid: memeriksa apakah memuat minimal 1 tindakan berbagi dan 1 tindakan tolong-menolong yang realistis dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi singkat lisan/tertulis: Murid menyebutkan 1 alasan mengapa doa umat beriman wajib diwujudkan dalam tindakan tolong-menolong kepada sesama (Kriteria penerimaan: jawaban menyatakan bahwa perbuatan kasih kepada sesama adalah wujud nyata dari iman dan pelaksanaan kehendak Allah yang didoakan).
Formatif:- Penilaian proses keaktifan dan ketepatan memilih tindakan dalam permainan 'Estafet Kasih Menolong Sesama'
- Penilaian lembar rencana komitmen perwujudan makna doa melalui tindakan berbagi dan tolong-menolong
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mewujudkan makna doa melalui tindakan berbagi dan tolong-menolong kepada sesama | Belum mampu merencanakan tindakan berbagi maupun tolong-menolong sebagai perwujudan makna doa meski telah dibimbing intensif. | Mampu merencanakan 1 tindakan nyata (berbagi atau tolong-menolong saja) sebagai perwujudan makna doa dengan bantuan/arahan guru. | Mampu merencanakan secara tepat dan mandiri 2 tindakan nyata yang realistis (1 tindakan berbagi dan 1 tindakan tolong-menolong) sebagai perwujudan makna doa. | Mampu merencanakan secara mandiri lebih dari 2 tindakan nyata (mencakup tindakan berbagi dan tolong-menolong) yang terperinci dan langsung dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat memahami bahwa doa harus senantiasa diiringi dengan tindakan nyata menolong sesama?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam permainan 'Estafet Kasih Menolong Sesama', apakah berhasil menciptakan suasana belajar yang menggembirakan dan bermakna?
Murid:- Tindakan tolong-menolong apa yang paling mudah dan ingin segera saya lakukan untuk teman saya hari ini?
- Bagaimana perasaan saya setelah berniat mewujudkan isi doa saya ke dalam perbuatan baik kepada orang lain?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi
- TP 4.4.2 Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama
- TP 4.4.3 Mewujudkan makna doa melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka singkat memohon bimbingan Roh Kudus agar seluruh rangkaian asesmen sumatif berjalan dengan tenang dan tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-9, yaitu sesi pelaksanaan asesmen sumatif terpadu untuk Bab 4 yang mencakup: penulisan doa syukur pribadi, pengisian jurnal refleksi tindakan nyata, dan unjuk kerja doa bersama dalam kelompok kecil (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Individual yang terdiri dari dua bagian (Tugas 1: Penulisan Teks Doa Syukur Pribadi; Tugas 2: Jurnal Refleksi Tindakan Nyata) serta menjelaskan petunjuk teknis pengerjaan dan alokasi waktu secara runtut dan jelas (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 dan Tugas 2 secara mandiri dan serentak di meja masing-masing selama 40 menit: (a) Menulis teks doa syukur pribadi dengan struktur acuan: sapaan kepada Allah Bapa/Yesus, isi ungkapan rasa syukur atas peristiwa hidup, dan penutup permohonan dalam nama Yesus Kristus; (b) Mengisi lembar jurnal refleksi tindakan nyata yang memuat 2 rencana/catatan konkret perwujudan doa melalui perbuatan kasih/tolong-menolong di keluarga dan lingkungan sekitar (40 menit).
- Guru mengumpulkan Lembar Asesmen Sumatif Individual yang telah selesai dikerjakan murid tepat waktu, lalu mengarahkan murid untuk berpindah posisi ke dalam 5 kelompok kecil (masing-masing 5-6 murid) yang telah ditetapkan untuk pelaksanaan unjuk kerja Tugas 3 (3 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 3 (Unjuk Kerja Doa Bersama dalam Kelompok) selama 47 menit: Setiap kelompok secara bergantian melangsungkan lingkaran doa syukur bersama; setiap murid secara bergiliran memimpin atau mendaraskan doa syukur bersama secara khidmat dengan sikap doa yang pantas (sikap katup tangan/hening), sementara guru berkeliling melakukan observasi langsung menggunakan lembar pengamatan unjuk kerja doa kelompok (47 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak seluruh murid duduk kembali dengan tenang untuk merefleksikan suasana hati dan pengalaman batin saat mengungkapkan syukur secara pribadi, bersekutu dalam doa bersama, dan merencanakan perbuatan kasih nyata (2 menit).
Penutup:- Guru mengapresiasi kesungguhan, ketertiban, dan kekhidmatan seluruh murid selama menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 4 (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dan seluruh rangkaian Bab 4 dengan doa penutup syukur bersama serta berkat penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format visual teks lembar asesmen dengan ukuran tulisan yang lebih besar bagi murid yang membutuhkan bantuan penglihatan tanpa mengubah tuntutan kompetensi dan kriteria penilaian.
- Proses: Pemberian tempat duduk di barisan depan dekat guru bagi murid yang membutuhkan pendampingan fokus pengerjaan lembar kerja mandiri tanpa mengubah durasi maupun kriteria bukti penilaian.
- Produk: Format penulisan lembar teks doa syukur pribadi dan jurnal refleksi disediakan dengan baris bergaris yang lebih lebar bagi murid yang memerlukan ruang gerak motorik halus lebih leluasa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan mental dan sarana tulis murid sebelum pengerjaan asesmen sumatif melalui 1 pertanyaan konfirmasi: 'Apakah semua anak siap berdoa dan menuliskan ungkapan syukurnya kepada Tuhan dengan hening dan sungguh-sungguh?' (acuan: kesiapan murid menjawab 'siap' dan menyiapkan alat tulis).
Proses:- Pemantauan ketertiban dan kemandirian pengerjaan lembar karya doa pribadi dan jurnal refleksi pada 40 menit pertama, serta observasi partisipasi aktif giliran doa dalam 5 kelompok kecil pada 47 menit kedua.
Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja terpadu dan penilaian jurnal refleksi diri: teks dan praktik pendarasan doa syukur pribadi, keterlibatan aktif memimpin dan mendaraskan doa syukur bersama dalam kelompok kecil, serta jurnal refleksi diri perwujudan makna doa dalam tindakan nyata
- penulisan doa pribadi dan pengisian jurnal refleksi tindakan: lembar karya individual berupa teks doa syukur pribadi yang tulus dan lembar jurnal refleksi diri yang memuat rencana serta catatan perwujudan doa melalui perbuatan baik nyata kepada sesama yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian teks doa dan jurnal refleksi)
- unjuk kerja doa bersama dalam kelompok: praktik mendaraskan dan memimpin doa syukur bersama secara khidmat dalam 5-6 kelompok kecil yang diamati guru secara berkeliling dengan lembar observasi partisipasi dan kekhidmatan doa bersama (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja doa kelompok)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja terpadu dan penilaian jurnal refleksi diri: teks dan praktik pendarasan doa syukur pribadi, keterlibatan aktif memimpin dan mendaraskan doa syukur bersama dalam kelompok kecil, serta jurnal refleksi diri perwujudan makna doa dalam tindakan nyata
- penulisan doa pribadi dan pengisian jurnal refleksi tindakan: lembar karya individual berupa teks doa syukur pribadi yang tulus dan lembar jurnal refleksi diri yang memuat rencana serta catatan perwujudan doa melalui perbuatan baik nyata kepada sesama yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian teks doa dan jurnal refleksi)
- unjuk kerja doa bersama dalam kelompok: praktik mendaraskan dan memimpin doa syukur bersama secara khidmat dalam 5-6 kelompok kecil yang diamati guru secara berkeliling dengan lembar observasi partisipasi dan kekhidmatan doa bersama (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja doa kelompok)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengungkapkan rasa syukur dalam doa pribadi (TP 4.4.1) | Teks doa belum memuat ungkapan rasa syukur pribadi; isi doa hanya berisi permohonan tanpa unsur ucapan syukur atas kebaikan/kehadiran Allah. | Teks doa memuat 1 kalimat ungkapan rasa syukur pribadi namun belum menyertakan peristiwa konkret hidup sehari-hari atau belum memiliki struktur doa yang utuh. | Teks doa memuat ungkapan rasa syukur pribadi atas peristiwa konkret hidup sehari-hari secara runtut dengan struktur doa Katolik yang jelas (sapaan, ungkapan syukur, penutup). | Teks doa mengungkapkan rasa syukur pribadi secara mendalam dan menyentuh atas peristiwa hidup konkret, dengan ungkapan iman yang tulus dan bahasa doa Katolik yang sangat runtut. | | Mengungkapkan rasa syukur dalam doa bersama (TP 4.4.2) | Belum menunjukkan sikap doa yang khidmat dalam kelompok dan tidak mendaraskan doa syukur bersama saat giliran tiba. | Mengikuti doa bersama dalam kelompok namun kurang fokus/masih berbicara sendiri dan hanya mendaraskan doa syukur secara terbata-bata saat diminta berulang kali. | Mengikuti doa bersama dalam kelompok secara khidmat, bersikap doa yang pantas, dan mendaraskan atau memimpin doa syukur bersama dengan lancar dan sungguh-sungguh. | Mengikuti doa bersama dengan sangat khidmat, bersikap doa yang tenang dan santun, serta memimpin/mendaraskan doa syukur bersama dengan penuh penghayatan iman yang menguatkan persekutuan teman sekelompok. | | Mewujudkan makna doa melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari (TP 4.4.3) | Jurnal refleksi kosong atau tindakan yang dituliskan tidak mencerminkan perwujudan kasih/tindakan baik yang nyata. | Jurnal refleksi memuat 1 rencana/catatan tindakan nyata, namun rumusannya masih sangat umum dan belum menunjukkan kaitan dengan makna doa syukur. | Jurnal refleksi memuat 2 rencana/catatan tindakan nyata kasih atau tolong-menolong secara konkret dan dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga atau sekolah sebagai wujud makna doa. | Jurnal refleksi memuat 2 atau lebih rencana/catatan tindakan nyata kasih secara sangat rinci, realistis, dan disertai refleksi kesadaran mendalam bahwa perbuatan tersebut adalah buah dari doa. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk pengerjaan individual (40 menit) dan unjuk kerja doa kelompok (47 menit) sudah memadai bagi setiap murid untuk mengekspresikan imannya secara optimal?
- Bagaimana tingkat kedalaman penghayatan iman murid saat beralih dari teks doa tertulis ke praktik doa bersama dan rencana tindakan nyata?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menuliskan doa syukur pribadimu kepada Tuhan Yesus?
- Apakah kamu merasa dikuatkan saat berdoa bersama teman-teman dalam kelompok tadi?
- Tindakan kasih apa yang paling ingin segera kamu wujudkan di rumah setelah berdoa hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Alkitab Perjanjian Baru (Teks Matius 6:5-15)
- Lembar refleksi doa pribadi dan kartu kuis (hijau dan merah)
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Daniel Boli Kotan & Marianus Didi Kasmudi, Kemendikbudristek 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Daniel Boli Kotan & Marianus Didi Kasmudi, Kemendikbudristek 2021).
- Alkitab Perjanjian Baru (teks Matius 6:6 tentang doa pribadi dalam keheningan).
- Lembar kerja penulisan teks doa hening pribadi.
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (Bab IV Bagian C)
- Alkitab (Kutipan teks Matius 6:5-15)
- Kartu bergambar peristiwa sehari-hari
- Lembar kerja refleksi doa pribadi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bab IV)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bab IV)
- Teks Kitab Suci dan panduan doa harian keluarga Katolik
- Alkitab (Injil Matius 18:19-20)
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
- Kartu situasi 'Estafet Syukur Sahabat'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021).
- Teks panduan doa responsorial umat beriman.
- Alkitab/Tata Perayaan Ekaristi (bagian Dialog Pembuka Prefasi).
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (hlm. 140-145, 192).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (hlm. 115-117).
- Kitab Suci Perjanjian Baru (Lukas 2:51-52 mengenai keteladanan Yesus dalam Keluarga Kudus Nazaret).
- Set kartu hijau (Wujud Kasih) dan merah (Bukan Wujud Kasih) untuk permainan respon situasi.
- Lembar Kerja 'Daftar Rencana Tindakan Nyata Wujud Doa di Rumah'.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Alkitab (Kisah Para Rasul 2:44-45)
- Kartu skenario situasi 'Estafet Kasih Menolong Sesama' dan lembar komitmen tindakan nyata
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
- Kitab Suci (Matius 6:5-15)
- Lembar Asesmen Sumatif Individual (Format Penulisan Teks Doa Pribadi dan Jurnal Refleksi Tindakan Nyata)
- Lembar Observasi Unjuk Kerja Doa Kelompok
|