Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Mewujudkan Iman kepada Yesus melalui Perkataan dan Perbuatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mewujudkan Iman kepada Yesus melalui Perkataan dan Perbuatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Mewujudkan Iman kepada Yesus melalui Perkataan dan Perbuatan

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mewujudkan Iman kepada Yesus melalui Perkataan dan Perbuatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMewujudkan Iman kepada Yesus melalui Perkataan dan Perbuatan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menghubungkan pewartaan dan perbuatan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Murid mampu mewujudkan iman kepada Yesus Kristus melalui perbuatan baik, sikap kasih, dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat seseorang melakukan kebaikan kepada orang lain tanpa diminta? Bagaimana perasaanmu saat melihatnya?
  2. Jika Yesus bisa berbicara padamu hari ini, kira-kira perbuatan baik apa yang Dia minta kamu lakukan untuk teman atau keluargamu?
  3. Apa bedanya orang yang hanya berbicara baik dengan orang yang benar-benar melakukan kebaikan? Mana yang lebih bermakna menurutmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka: 'Ya Yesus, bimbing kami hari ini untuk belajar dengan hati yang terbuka dan siap menjadi tangan-Mu bagi sesama. Amin.'
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi murid hari ini dengan sapaan hangat.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar di papan tulis — gambar anak yang hanya berkata 'Aku sayang kamu' dan gambar anak yang membantu temannya yang jatuh. Murid diminta menunjuk tangan: 'Menurutmu, mana yang lebih mencerminkan kasih Yesus?' Guru mencatat respons kelas secara lisan untuk mengetahui pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: bahwa murid akan belajar bagaimana mewujudkan iman kepada Yesus bukan hanya lewat kata-kata, tetapi lewat perbuatan nyata.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk membuka rasa ingin tahu: 'Pernahkah kamu melihat seseorang melakukan kebaikan kepada orang lain tanpa diminta? Bagaimana perasaanmu saat melihatnya?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan kutipan Kitab Suci singkat: Matius 5:16 — 'Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.' Guru meminta murid menyimak dengan mata tertutup sejenak, meresapi maknanya (mindful listening).
  • Guru menjelaskan secara singkat (5 menit) bahwa Yesus tidak hanya mengajarkan kebaikan lewat kata-kata, tetapi Dia sendiri mewujudkannya: menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang lapar, merangkul yang tersingkir. Guru mengaitkan dengan materi bab sebelumnya tentang pewartaan dan mukjizat Yesus.
  • Guru menampilkan atau menggambar di papan tiga contoh tindakan Yesus: (1) menyembuhkan orang buta, (2) memberi makan 5.000 orang, (3) menerima anak-anak kecil. Murid diajak bertanya: 'Dari ketiga tindakan ini, nilai apa yang Yesus tunjukkan?' Guru menampung jawaban murid.
  • Murid bersama guru membuat 'Peta Tindakan Yesus' sederhana di papan tulis: di satu sisi ditulis perkataan Yesus, di sisi lain perbuatan Yesus — membangun pemahaman bahwa keduanya saling melengkapi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok menerima 'Kartu Situasi' yang berisi skenario kehidupan nyata, misalnya: (a) Temanmu lupa membawa bekal dan kelaparan; (b) Seorang teman dijauhi karena berbeda; (c) Adikmu menangis karena tidak bisa mengerjakan PR.
  • Setiap kelompok mendiskusikan: 'Apa yang Yesus lakukan jika menghadapi situasi ini? Lalu apa yang bisa KAMU lakukan sebagai murid Yesus?' Kelompok menuliskan jawaban pada selembar kertas besar atau karton warna.
  • Setiap kelompok memilih satu wakil untuk mempresentasikan rencana tindakan mereka di depan kelas dengan cara kreatif: bisa diperagakan (role-play singkat 1–2 menit), digambar, atau dijelaskan lisan.
  • Guru memberikan umpan balik positif pada setiap presentasi dan menghubungkan respons kelompok dengan nilai-nilai Kerajaan Allah: kasih, keadilan, kepedulian. (Asesmen Proses: guru mengamati kemampuan murid menghubungkan teladan Yesus dengan tindakan nyata.)
  • Murid secara individu mengisi 'Kartu Komitmenku': menuliskan SATU perbuatan baik konkret yang akan mereka lakukan minggu ini di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar, sebagai wujud iman kepada Yesus.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk nyaman dan hening sejenak (1–2 menit). Guru membacakan pertanyaan refleksi perlahan: 'Tutup matamu. Bayangkan dirimu besok pagi di sekolah. Ada satu teman yang membutuhkan bantuan. Kamu hadir di sana. Apa yang kamu lakukan? Bagaimana perasaanmu setelah melakukannya?'
  • Murid membuka mata dan secara mandiri menuliskan jawaban singkat di bagian belakang Kartu Komitmenku: (1) Apa yang aku pelajari hari ini? (2) Apa yang sudah bisa aku lakukan? (3) Apa yang masih ingin aku perbaiki?
  • Dua atau tiga murid sukarela berbagi refleksinya kepada kelas. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan bahwa setiap usaha kecil untuk berbuat baik adalah wujud iman yang nyata.
  • Guru menutup sesi inti dengan kalimat peneguhan: 'Setiap perbuatan baik yang kalian lakukan, sekecil apa pun, adalah cara Yesus hadir di dunia ini melalui diri kalian.'

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran hari ini: Yesus mewartakan Kerajaan Allah bukan hanya lewat kata-kata tetapi lewat perbuatan nyata, dan kita dipanggil untuk meneruskan karya itu.
  • Murid diminta mengangkat Kartu Komitmennya dan membaca komitmen mereka dalam hati, lalu menyimpannya sebagai pengingat.
  • Guru memberikan tugas lanjutan: murid diminta melaksanakan satu perbuatan baik yang telah ditulis di Kartu Komitmen sebelum pertemuan berikutnya, dan menceritakannya secara singkat (lisan atau tulisan) pada pertemuan mendatang.
  • Asesmen Akhir: Guru membagikan lembar pertanyaan sumatif singkat (3 soal tertulis): (1) Sebutkan dua contoh perbuatan Yesus yang mewartakan Kerajaan Allah! (2) Tuliskan satu cara kamu bisa mewujudkan iman kepada Yesus di sekolah! (3) Mengapa perbuatan baik kita bisa disebut sebagai wujud iman kepada Yesus?
  • Guru menutup kelas dengan doa bersama: 'Ya Yesus, terima kasih telah mengajarkan kami bahwa kasih bukan hanya kata-kata, melainkan tindakan nyata. Bimbing kami untuk menjadi tangan dan kakiMu bagi sesama hari ini dan seterusnya. Amin.'
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan lembar bergambar yang menampilkan contoh tindakan Yesus beserta penjelasan singkat sebagai referensi tambahan saat diskusi kelompok. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru menyediakan kutipan Kitab Suci tambahan (misalnya Yakobus 2:17 — 'Iman tanpa perbuatan adalah mati') untuk dianalisis lebih dalam.
  • Proses: Kelompok diskusi dapat disesuaikan: murid yang membutuhkan pendampingan lebih ditempatkan dalam kelompok yang didampingi guru atau teman sebaya yang sudah paham. Murid yang lebih cepat dapat diberi peran sebagai 'pemandu kelompok' yang membantu temannya. Kartu Situasi dapat disesuaikan tingkat kompleksitasnya — skenario lebih sederhana untuk yang membutuhkan dukungan, skenario lebih kompleks untuk yang sudah siap.
  • Produk: Murid boleh mengekspresikan pemahaman dan komitmen mereka sesuai kemampuan: bisa berupa tulisan, gambar, atau cerita lisan. Murid yang kesulitan menulis boleh menggambar rencana perbuatan baiknya. Murid yang sudah mahir dapat membuat refleksi dalam bentuk puisi pendek atau cerita singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (anak berkata baik vs. anak menolong temannya) dan meminta murid memilih mana yang lebih mencerminkan kasih Yesus — respons lisan ini menjadi peta pemahaman awal tentang hubungan iman dan perbuatan.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang sudah pernah melakukan perbuatan baik minggu ini? Ceritakan satu saja!' — untuk mengetahui koneksi awal murid antara kehidupan sehari-hari dan nilai iman.

Proses:

  • Selama diskusi kelompok, guru berkeliling mengamati dan mencatat menggunakan lembar observasi sederhana: apakah murid mampu mengidentifikasi teladan Yesus, dan apakah mereka mampu menghubungkannya dengan tindakan nyata.
  • Saat presentasi kelompok, guru menilai kemampuan komunikasi dan relevansi ide murid terhadap nilai Kerajaan Allah (kasih, kepedulian, keadilan).
  • Guru mengamati proses pengisian Kartu Komitmenku: apakah murid mampu merumuskan komitmen yang spesifik dan realistis.

Akhir:

  • Lembar soal tertulis 3 pertanyaan: (1) Sebutkan dua contoh perbuatan Yesus yang mewartakan Kerajaan Allah! (2) Tuliskan satu cara kamu bisa mewujudkan iman kepada Yesus di sekolah! (3) Mengapa perbuatan baik kita bisa disebut sebagai wujud iman kepada Yesus? — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Kartu Komitmenku sebagai produk akhir — dinilai berdasarkan kekonkretan dan kesesuaian tindakan yang direncanakan dengan nilai iman Kristiani.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok menggunakan kartu situasi — guru mencatat kemampuan menghubungkan tindakan Yesus dengan situasi nyata.
  • Presentasi kelompok (role-play atau penjelasan lisan) — dinilai berdasarkan kesesuaian gagasan dengan nilai Kerajaan Allah.
  • Pengisian Kartu Komitmenku secara individu — guru melihat apakah murid mampu merumuskan satu tindakan konkret sebagai wujud iman.

Sumatif:

  • Lembar soal tertulis singkat (3 pertanyaan) di akhir pembelajaran untuk mengukur pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan konsep.
  • Kartu Komitmen sebagai bukti produk belajar yang menunjukkan kesiapan murid mewujudkan iman dalam tindakan nyata.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghubungkan pewartaan dan perbuatan Yesus dengan kehidupan nyata (TP 4.3.5.1)Murid belum dapat menyebutkan contoh tindakan Yesus dan belum mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan satu contoh tindakan Yesus, namun belum mampu menghubungkannya secara jelas dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan dua contoh tindakan Yesus dan mampu menghubungkannya dengan satu tindakan nyata yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan lebih dari dua contoh tindakan Yesus, menjelaskan nilai yang terkandung di dalamnya, dan menghubungkannya dengan berbagai tindakan nyata dalam konteks kehidupan sehari-hari secara rinci dan relevan.
Mewujudkan iman melalui perbuatan baik dan kepedulian (TP 4.3.5.2)Murid belum dapat merumuskan satu pun perbuatan baik konkret sebagai wujud iman, atau perbuatan yang disebutkan tidak berkaitan dengan nilai kasih dan kepedulian.Murid dapat menyebutkan satu perbuatan baik sebagai wujud iman, namun masih bersifat umum dan belum spesifik pada konteks lingkungannya.Murid dapat merumuskan satu perbuatan baik yang spesifik, kontekstual (di rumah, sekolah, atau lingkungan), dan menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan wujud iman kepada Yesus.Murid dapat merumuskan lebih dari satu perbuatan baik yang spesifik dan kontekstual, menjelaskan keterkaitannya dengan kasih Yesus, serta menunjukkan kesadaran bahwa tindakan tersebut berkontribusi pada sesama dan lingkungan sekitar.
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi gagasan.Murid terlibat dalam diskusi namun hanya mendengarkan atau mengikuti gagasan teman tanpa memberikan ide sendiri.Murid terlibat aktif, memberikan minimal satu gagasan sendiri, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid terlibat sangat aktif, memberikan beberapa gagasan yang relevan dan kreatif, menghargai pendapat teman, dan membantu kelompok mencapai kesimpulan bersama.
Kemampuan refleksi diriMurid tidak dapat mengidentifikasi apa yang telah dipelajari atau apa yang ingin diperbaiki.Murid dapat menyebutkan satu hal yang dipelajari, namun belum mampu mengaitkannya dengan pengalaman pribadi atau tindakan ke depan.Murid dapat mengidentifikasi apa yang dipelajari, mengaitkannya dengan pengalaman atau perasaan pribadi, dan menyebutkan satu hal yang ingin diperbaiki atau dilakukan ke depan.Murid dapat merefleksikan proses belajarnya secara mendalam — mengidentifikasi pembelajaran baru, mengaitkannya dengan pengalaman nyata, dan merumuskan rencana tindak lanjut yang konkret dan penuh motivasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil memahami hubungan antara pewartaan Yesus dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana saya tahu?
  • Apakah diskusi kelompok dengan Kartu Situasi berjalan efektif? Kelompok mana yang membutuhkan pendampingan lebih, dan apa yang bisa saya lakukan berbeda pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang? Tahap mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup menjangkau murid yang membutuhkan dukungan lebih dan yang sudah cepat memahami?
  • Apakah murid terlihat terlibat secara emosional dan merasakan makna dari pembelajaran hari ini? Apa tanda-tandanya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara Yesus mewartakan Kerajaan Allah?
  • Perbuatan baik apa yang sudah kamu tulis di Kartu Komitmenmu? Mengapa kamu memilih perbuatan itu?
  • Bagaimana perasaanmu ketika membayangkan dirimu melakukan perbuatan baik seperti yang dilakukan Yesus?
  • Apakah ada sesuatu yang masih membuatmu bingung atau ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang topik hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Daniel Boli Kotan & Marianus Didi Kasmudi, Kemendikbudristek 2021) — Bab III: Yesus Kristus Wujud Kehadiran Allah
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
  3. Kitab Suci: Matius 5:16 dan Yakobus 2:17
  4. Kartu Situasi (dibuat guru — berisi skenario kehidupan nyata untuk diskusi kelompok)
  5. Kartu Komitmenku (lembar kerja individu — dibuat guru)
  6. Gambar ilustrasi tindakan Yesus (dapat dicetak atau digambar di papan tulis)
  7. Papan tulis dan spidol warna untuk membuat Peta Tindakan Yesus bersama
  8. Kertas karton warna atau kertas HVS untuk laporan kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.