MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 3 — Yesus Kristus Wujud Kehadiran Allah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Yesus Kristus Wujud Kehadiran Allah |
|---|
| Alokasi Waktu | 19 JP (19 x 35 menit = 665 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.3.1 Menunjukkan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah dalam kisah keselamatan
- TP 4.3.2 Menceritakan pewartaan Kerajaan Allah oleh Yesus melalui perkataan dan perbuatan
- TP 4.3.3 Mengidentifikasi mukjizat Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu berjanji kepada seseorang atau menerima janji dari orang lain?
- Siapakah Juruselamat yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya sejak zaman Perjanjian Lama?
- Siapakah tokoh yang diutus Allah untuk menyampaikan kabar gembira kelahiran Yesus kepada Maria?
- Bagaimana peristiwa kelahiran Yesus menunjukkan bahwa Allah menepati janji keselamatan-Nya kepada manusia?
- Mengapa Yesus sering menyampaikan ajaran tentang Kerajaan Allah menggunakan cerita perumpamaan?
- Bagaimana kisah perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15:11-32) menceritakan kasih Allah kepada manusia?
- Tindakan penuh kasih apa saja yang pernah dilakukan Yesus kepada orang-orang yang disingkirkan?
- Bagaimana kisah tindakan Yesus menyambut Zakheus mewartakan hadirnya Kerajaan Allah?
- Mengapa orang sakit pada zaman Yesus sangat mendambakan pertolongan dan kehadiran Yesus?
- Bagaimana mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus membuktikan kehadiran Allah yang menyelamatkan manusia?
- Apa yang dilakukan Yesus saat ribuan orang yang mendengarkan ajaran-Nya merasa lapar di tempat terpencil?
- Bagaimana mukjizat penggandaan roti dan meredakan angin ribut menunjukkan bahwa Allah hadir untuk menyelamatkan manusia?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa Yesus adalah wujud pemenuhan janji Allah yang menyelamatkan manusia?
- Apa yang diwartakan Yesus tentang Kerajaan Allah melalui perumpamaan dan tindakan nyata-Nya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menunjukkan Janji Keselamatan Allah dalam Kitab Suci Perjanjian Lama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Menunjukkan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah dalam kisah keselamatan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib dan mengajak murid berdoa bersama mensyukuri kasih setia Allah (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan janji keselamatan Allah dalam Perjanjian Lama dan pemenuhannya dalam diri Yesus (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan secara lisan: 'Siapakah nabi yang menubuatkan kelahiran Immanuel/Juruselamat?' dan 'Siapakah Juruselamat yang dijanjikan itu?' untuk mengecek kesiapan murid (acuan jawaban: Nabi Yesaya; Yesus Kristus) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak teks Kitab Suci Yesaya 7:14 dan Yesaya 9:5 yang dibacakan oleh guru tentang janji kedatangan Penasihat Ajaib dan Raja Damai (10 menit).
- Murid menandai dan menyebutkan 3 ciri Janji Keselamatan Allah dalam teks Yesaya: (1) Lahir dari seorang perempuan muda/perawan dan dinamai Imanuel, (2) Seorang anak dilahirkan bagi kita sebagai pembawa damai, (3) Pemerintahan-Nya penuh keadilan dan damai sejahtera (acuan: Yesaya 7:14; 9:5-6) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pasangkan Janji dan Penggenapan': murid menerima lembar aktivitas berisi 4 kartu nubuat Perjanjian Lama dan memasangkannya pada 4 kartu penggenapan dalam diri Yesus. Kartu nubuat: (1) Yesaya 7:14: Anak yang dinamai Imanuel (Allah menyertai kita); (2) Mikha 5:1: Pemimpin yang berasal dari Betlehem Efrata; (3) Yesaya 9:5: Tokoh bergelar Raja Damai; (4) Kejadian 3:15: Keturunan yang mengalahkan kuasa dosa. Kartu penggenapan: (A) Yesus lahir di Betlehem (Luk 2:4-7); (B) Yesus disebut Imanuel dalam pemberitaan malaikat (Mat 1:22-23); (C) Yesus mewartakan damai sejahtera bagi dunia (Yoh 14:27); (D) Yesus menebus dosa manusia melalui salib (1 Kor 15:3). (Kunci pasangan: 1-B, 2-A, 3-C, 4-D) (15 menit).
- Murid secara mandiri memeriksa hasil pasangannya dan memberi tanda centang pada pasangan yang tepat sesuai bimbingan verifikasi kelas bersama guru (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengheningkan cipta sejenak dan merenungkan bahwa Allah selalu menepati janji-Nya dengan mengutus Yesus untuk menyelamatkan manusia (5 menit).
- Murid menuliskan 1 kalimat pernyataan komitmen pribadi untuk percaya pada janji Allah yang terwujud dalam Yesus Kristus pada lembar refleksi (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum pembelajaran bahwa janji keselamatan Allah dalam Perjanjian Lama digenapi seutuhnya di dalam diri Yesus Kristus (5 menit).
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang Kelahiran Yesus sebagai Pemenuhan Janji Allah, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup dan berkat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks kutipan ayat Kitab Suci dengan huruf berukuran besar dan penanda warna bagi murid yang memerlukan dukungan membaca.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan bantuan mencocokkan kata kunci yang identik antara kartu nubuat dan penggenapan; bagi murid yang cepat selesai, diberikan kartu tambahan nubuat Mazmur 22:19 (pakaian diundi) dan penggenapan Matius 27:35.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemenuhan janji Allah melalui penarikan garis hubung pada lembar kerja atau menempelkan potongan kartu berpasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Siapakah nabi yang menubuatkan kelahiran Immanuel/Juruselamat?' (acuan: Nabi Yesaya) dan 'Siapakah sosok yang menggenapi janji keselamatan Allah tersebut?' (acuan: Yesus Kristus).
Proses:- Pengamatan langsung dan pemeriksaan hasil lembar kerja penunjukan pasangan janji keselamatan Allah dalam PL dan pemenuhannya dalam Yesus: (1) Yesaya 7:14 berpasangan dengan Mat 1:22-23; (2) Mikha 5:1 berpasangan dengan Luk 2:4-7; (3) Yesaya 9:5 berpasangan dengan Yoh 14:27; (4) Kejadian 3:15 berpasangan dengan 1 Kor 15:3.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat: Murid menyebutkan 1 bukti nubuat Perjanjian Lama tentang Juruselamat dan sosok yang memenuhinya (acuan: nubuat kedatangan Raja Damai/Imanuel digenapi oleh Yesus Kristus).
Formatif:- Penilaian kinerja pemasangan 4 kartu nubuat janji keselamatan Perjanjian Lama dengan kartu penggenapan dalam Yesus Kristus pada lembar aktivitas.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pemenuhan janji keselamatan Allah dalam diri Yesus | Belum mampu menunjukkan pasangan janji keselamatan Allah dalam PL dengan pemenuhannya dalam diri Yesus (0-1 pasangan tepat dari 4 kartu yang disediakan). | Mampu menunjukkan 2 pasangan janji keselamatan Allah dalam PL dengan pemenuhannya dalam diri Yesus secara tepat dari 4 kartu yang disediakan. | Mampu menunjukkan 3 pasangan janji keselamatan Allah dalam PL dengan pemenuhannya dalam diri Yesus secara tepat dari 4 kartu yang disediakan. | Mampu menunjukkan seluruh 4 pasangan janji keselamatan Allah dalam PL dengan pemenuhannya dalam diri Yesus secara tepat (1-B, 2-A, 3-C, 4-D) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran aktif dan permainan kartu membantu murid memahami keterkaitan janji Allah dalam Perjanjian Lama dengan diri Yesus?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membantu murid menunjukkan Yesus sebagai pemenuhan janji keselamatan Allah?
Murid:- Apa yang kamu ketahui sekarang tentang janji keselamatan yang Allah berikan melalui nabi-nabi?
- Mengapa Yesus disebut sebagai pemenuhan janji keselamatan Allah?
Pertemuan 2 — Menunjukkan Kelahiran Yesus Kristus sebagai Pemenuhan Janji Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Menunjukkan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah dalam kisah keselamatan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib, salam, dan doa pembuka bersama murid (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: mengajukan 2 pertanyaan lisan mengenai kisah Maria menerima kabar gembira dan kelahiran Yesus untuk memetakan kesiapan awal murid (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak pembacaan teks Kitab Suci Lukas 1:26-38 (Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus) dan Lukas 2:1-7 (Kelahiran Yesus) yang dibacakan oleh guru secara khidmat (10 menit).
- Guru memberikan penjelasan terbimbing bahwa kelahiran Yesus Kristus ke dunia merupakan wujud nyata Allah menepati janji keselamatan yang telah dinubuatkan para nabi (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tepat Tunjuk Bukti Janji': memilih 4 fakta pemenuhan janji Allah dalam kisah kelahiran Yesus berdasarkan teks Kitab Suci (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Pasangan yang memuat 4 kartu bukti teks kelahiran Yesus (Lukas 1-2) untuk dipasangkan dengan 4 janji keselamatan Allah (20 menit). Kartu tersebut adalah: (1) Pernyataan Malaikat Gabriel bahwa anak yang dilahirkan kudus dan disebut Anak Allah (Luk 1:35) -> Janji Allah mengutus Juru Selamat Ilahi; (2) Yesus lahir dari garis keturunan Daud melalui perwalian Yusuf (Luk 1:32, 2:4) -> Janji keturunan Daud yang kekal; (3) Yesus lahir di kota Betlehem di tanah Yudea (Luk 2:4-7) -> Janji bahwa Mesias terbit dari Betlehem Efrata; (4) Pemberian nama Yesus yang berarti Allah menyelamatkan (Luk 1:31) -> Janji pembebasan umat dari dosa (acuan: pasangan 1-1, 2-2, 3-3, 4-4).
- Murid menandai dan menunjukkan pada lembar kerja bukti-bukti teks yang membuktikan kelahiran Yesus adalah pemenuhan janji Allah tersebut secara teliti (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan hening sejenak merenungkan kesetiaan Allah yang mengutus Yesus ke dunia demi menyelamatkan manusia (5 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat komitmen batin untuk selalu percaya bahwa Allah senantiasa menepati janji-Nya dalam kehidupan (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum poin utama pembelajaran bahwa kelahiran Yesus Kristus di Betlehem adalah wujud konkret pemenuhan janji keselamatan Allah (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan kepada murid (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa syukur atas kelahiran Sang Juru Selamat dan berkat penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks kutipan Kitab Suci dengan tanda cetak tebal pada bagian kunci bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menghubungkan ayat dengan janji Allah, serta memberi pasangan tantangan mandiri bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemenuhan janji Allah melalui penandaan kartu jodoh atau penulisan nomor pasangan bukti teks pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Siapakah nama malaikat yang menyampaikan kabar bahwa Maria akan melahirkan Yesus? (Acuan jawaban: Malaikat Gabriel); (2) Di kota manakah Yesus Kristus dilahirkan sesuai kisah Kitab Suci? (Acuan jawaban: Kota Betlehem).
Proses:- Formatif kinerja pada Lembar Kerja: Murid menunjukkan 4 bukti pemenuhan janji Allah dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus berdasarkan teks Kitab Suci Lukas 1-2. Butir soal dan acuan: (1) Bukti Yesus disebut Anak Allah Yang Mahatinggi (Luk 1:32,35) berpasangan dengan janji Juru Selamat Ilahi; (2) Bukti Yusuf dari keluarga dan keturunan Daud (Luk 2:4) berpasangan dengan janji keturunan Daud; (3) Bukti tempat kelahiran di Betlehem (Luk 2:4-7) berpasangan dengan janji Mesias dari Betlehem; (4) Bukti pemberian nama Yesus (Luk 1:31) berpasangan dengan janji keselamatan Allah dari dosa.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 murid secara acak menunjukkan satu bukti dari teks Kitab Suci yang membuktikan bahwa kelahiran Yesus memenuhi janji keselamatan Allah (Kriteria penerimaan: Murid menyebutkan salah satu dari: nubuat kelahiran di Betlehem, Yesus dari keturunan Daud, malaikat Gabriel membawa kabar keselamatan, atau nama Yesus yang berarti Penyelamat).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Pengamatan kinerja berpasangan saat kuis 'Tepat Tunjuk Bukti Janji'
- Penilaian lembar kerja menjodohkan bukti kelahiran Yesus sebagai pemenuhan janji Allah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah dalam kisah kelahiran Yesus | Murid menunjukkan paling banyak 1 dari 4 bukti pemenuhan janji Allah dalam kisah kelahiran Yesus pada lembar kerja pasangan secara tepat. | Murid menunjukkan 2 dari 4 bukti pemenuhan janji Allah dalam kisah kelahiran Yesus pada lembar kerja pasangan secara tepat. | Murid menunjukkan 3 dari 4 bukti pemenuhan janji Allah dalam kisah kelahiran Yesus pada lembar kerja pasangan secara tepat. | Murid menunjukkan seluruh 4 bukti pemenuhan janji Allah dalam kisah kelahiran Yesus pada lembar kerja pasangan secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran aktif dan kuis berpasangan membantu murid memahami keterkaitan antara janji Allah dan kelahiran Yesus?
- Apakah seluruh murid dapat menunjukkan bukti teks kelahiran Yesus sebagai pemenuhan janji Allah secara tepat?
Murid:- Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang kisah kelahiran Tuhan Yesus?
- Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa Allah begitu setia menepati janji keselamatan-Nya bagi kita?
Pertemuan 3 — Menceritakan Pewartaan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan Yesus — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.2 Menceritakan pewartaan Kerajaan Allah oleh Yesus melalui perkataan dan perbuatan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa pembuka bersama: 'Ya Yesus Sang Guru, terima kasih atas hari ini. Bukalah budi kami untuk mendalami sabda-Mu hari ini. Amin.' (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat secara lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik kesiapan: (1) 'Apa arti kata perumpamaan yang dipakai Yesus?' (acuan: cerita perbandingan/kisah sederhana untuk menyampaikan ajaran); (2) 'Sebutkan 1 contoh judul perumpamaan Yesus yang kalian ketahui!' (acuan salah satu dari: anak yang hilang, penabur, biji sesawi, domba yang hilang, orang Samaria yang murah hati) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan pewartaan Kerajaan Allah melalui perumpamaan Yesus, khususnya kisah Anak yang Hilang (Lukas 15:11-32) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pembacaan teks Kitab Suci Lukas 15:11-32 tentang 'Perumpamaan tentang Anak yang Hilang' yang dibacakan oleh guru secara khidmat (7 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi unsur cerita perumpamaan tersebut melalui tanya jawab berfokus pada 4 pokok alur: (1) kepergian anak bungsu membawa warisan, (2) penderitaan anak bungsu saat kelaparan, (3) kepulangan anak bungsu dengan penyesalan, dan (4) sambutan bapa yang penuh kasih dan pengampunan (acuan: sesuai Lukas 15:11-32) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menggelar permainan tantangan estafet kartu alur yang menggembirakan: dalam kelompok kecil (berpasangan), murid mengurutkan 4 kartu alur perumpamaan anak yang hilang: Kartu 1: Anak bungsu meminta harta warisan lalu pergi foya-foya; Kartu 2: Anak bungsu jatuh miskin, kelaparan, dan menjaga babi; Kartu 3: Anak bungsu sadar, menyesal, dan memutuskan pulang; Kartu 4: Sang bapa berlari merangkul, mencium, dan mengampuni anaknya (kunci urutan benar: Kartu 1 -> Kartu 2 -> Kartu 3 -> Kartu 4) (12 menit).
- Setiap murid secara bergiliran menceritakan kembali isi perumpamaan anak yang hilang dan pewartaan Kerajaan Allah di dalamnya (bahwa Allah adalah Bapa yang Maha Pengampun dan menyambut orang berdosa yang bertobat) kepada teman pasangannya berdasarkan urutan kartu tersebut (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara hening merefleksikan makna perumpamaan tersebut dalam batin: menyadari bahwa Kerajaan Allah adalah suasana penuh pengampunan, serta mengingat tindakan yang mencerminkan sikap bertobat dan memaafkan dalam hidup sehari-hari (6 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pewartaan Kerajaan Allah melalui perumpamaan anak yang hilang: Allah seperti bapa yang selalu menyayangi dan siap mengampuni anak-Nya yang bertobat (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada 2-3 murid, memberikan penegasan belajar, dan menutup pertemuan dengan doa penutup serta berkat Tuhan (9 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu alur bergambar visual nomor urut 1-4; murid yang lebih cepat diberikan kartu teks narasi perumpamaan lengkap tanpa nomor urut.
- Proses: Murid yang belum lancar menceritakan kembali didampingi guru dengan kata pancingan alur (awal-tengah-akhir); murid yang cepat diberi kesempatan menceritakan langsung seluruh alur secara mandiri.
- Produk: Penceritaan kembali dapat disampaikan dalam 3-4 kalimat runtut sederhana bagi yang sedang berkembang, atau penceritaan narasi lengkap bagi yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: (1) Pertanyaan: 'Apa arti kata perumpamaan dalam pewartaan Yesus?' (acuan: cerita perbandingan atau kisah sederhana untuk menjelaskan Kerajaan Allah); (2) Pertanyaan: 'Sebutkan 1 contoh judul perumpamaan Yesus yang kamu tahu!' (acuan benar: anak yang hilang / biji sesawi / penabur / domba yang hilang / ragi / orang Samaria yang murah hati).
Proses:- Observasi formatif saat murid mengurutkan 4 kartu alur (kunci urutan: 1-2-3-4 sesuai Lukas 15:11-32).
- Penilaian formatif unjuk kerja menceritakan pewartaan Kerajaan Allah melalui perumpamaan anak yang hilang berpasangan dengan acuan 4 alur inti: (1) anak bungsu pergi membawa warisan, (2) anak bungsu menderita kelaparan, (3) anak bungsu bertobat dan pulang, (4) bapa menyambut dengan belas kasih dan mengampuni, serta pesan Kerajaan Allah bahwa Allah adalah Maha Pengampun.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan kepada murid: 'Karakter bapa dalam perumpamaan anak yang hilang menggambarkan Allah yang bagaimana?' (acuan: Allah yang Maha Pengampun, penuh belas kasihan, menerima orang yang bertobat).
Formatif:- Unjuk kerja menceritakan pewartaan Kerajaan Allah melalui perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15:11-32) dengan lembar observasi kriteria kelengkapan alur dan makna pengampunan Allah
- Cek pengurutan kartu alur cerita perumpamaan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan pewartaan Kerajaan Allah melalui perumpamaan Yesus (kisah Anak yang Hilang, Lukas 15:11-32) | Menceritakan kembali alur perumpamaan hanya memuat 1 dari 4 pokok alur kisah anak yang hilang (acuan alur: [1] anak pergi membawa warisan, [2] anak menderita dan kelaparan, [3] anak bertobat dan pulang, [4] bapa mengampuni) dan belum memuat makna pengampunan Allah, serta membutuhkan bimbingan penuh guru. | Menceritakan kembali alur perumpamaan dengan memuat 2 dari 4 pokok alur kisah anak yang hilang secara runtut dan mulai menyebutkan makna pengampunan Allah dengan bantuan arahan guru. | Menceritakan kembali alur perumpamaan dengan memuat 3 sampai 4 pokok alur kisah anak yang hilang secara runtut serta menyebutkan makna Kerajaan Allah tentang Allah yang Maha Pengampun secara mandiri. | Menceritakan kembali seluruh 4 pokok alur kisah anak yang hilang secara lengkap dan runtut, serta menguraikan dengan jelas makna Kerajaan Allah sebagai wujud kasih dan pengampunan Allah yang tanpa syarat secara mandiri dan meyakinkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu alur kisah perumpamaan mempermudah murid dalam menceritakan kembali pewartaan Yesus?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat berlatih menceritakan berpasangan?
Murid:- Bagian cerita mana dari perumpamaan anak yang hilang yang paling kamu ingat?
- Apa yang kamu pelajari tentang sikap Allah kepada orang yang bertobat dari cerita perumpamaan tadi?
Pertemuan 4 — Menceritakan Pewartaan Kerajaan Allah melalui Perbuatan dan Tindakan Yesus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.2 Menceritakan pewartaan Kerajaan Allah oleh Yesus melalui perkataan dan perbuatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa pembuka bersama memohon rahmat Roh Kudus untuk mendengarkan Sabda Allah, serta memeriksa presensi kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan untuk memetakan kesiapan murid terkait kompetensi menceritakan perbuatan Yesus: Guru menanyakan dua pertanyaan pemantik awal: (1) Siapa nama pemungut cukai bertubuh pendek yang ditemui Yesus di Yerikho? (2) Apa tindakan Yesus saat melihat orang tersebut di atas pohon ara? (Acuan: (1) Zakheus; (2) Yesus memanggil Zakheus dan menumpang/menginap di rumahnya) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan pewartaan Kerajaan Allah melalui perbuatan dan tindakan Yesus, khususnya kisah perjumpaan Yesus dengan Zakheus (Lukas 19:1-10) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak teks Kitab Suci Lukas 19:1-10 tentang Zakheus pemungut cukai yang dibacakan secara berpasangan bergantian, menelusuri 4 unsur peristiwa tindakan Yesus: latar kedatangan Yesus di Yerikho, kondisi Zakheus memanjat pohon ara, tindakan Yesus menyapa dan menumpang di rumahnya, serta perubahan hidup Zakheus yang bertobat (15 menit).
- Murid secara klasikal mengamati 4 kartu peristiwa tindakan Yesus yang disajikan guru di papan tulis: Kartu 1 (Zakheus memanjat pohon ara), Kartu 2 (Yesus melihat ke atas dan meminta Zakheus turun untuk menumpang di rumahnya), Kartu 3 (Orang-orang bersungut-sungut karena Yesus singgah di rumah orang berdosa), Kartu 4 (Zakheus menyatakan memberikan setengah miliknya kepada orang miskin dan mengganti rugi empat kali lipat) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan pasangan menggembirakan 'Estafet Cerita Kasih Yesus': setiap murid menerima lembar kerja alur 4 peristiwa dan secara berpasangan bergantian menceritakan tindakan Yesus mewartakan Kerajaan Allah kepada Zakheus sesuai urutan kartu 1 sampai 4 (15 menit).
- Murid secara berpasangan saling menceritakan kembali secara lengkap perbuatan Yesus dalam kisah Zakheus yang memuat 4 unsur pokok: siapa yang ditemui Yesus (Zakheus si pemungut cukai), di mana pertemuan terjadi (di bawah pohon ara di Yerikho), tindakan nyata Yesus (menyapa dengan ramah dan bersedia menumpang di rumahnya), dan buah pertobatan dari tindakan Yesus (Zakheus membagikan harta dan mengganti kerugian empat kali lipat) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk tenang dalam suasana hening berkesadaran, merenungkan bagaimana tindakan Yesus yang merangkul sesama tanpa membeda-bedakan menunjukkan kehadiran Kerajaan Allah yang penuh kerahiman (15 menit).
- Murid menuliskan 1 kalimat niat sederhana di buku catatan tentang tindakan kebaikan atau kepedulian nyata yang ingin diteladani dari tindakan Yesus kepada teman di sekolah (Acuan kriteria: menyebutkan tindakan ramah/menolong/menerima teman tanpa memusuhi) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat simpulan atas kisah tindakan Yesus kepada Zakheus sebagai wujud nyata hadirnya Kerajaan Allah yang menyelamatkan dan mengubah hati manusia (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan menceritakan kisah tindakan Yesus yang telah dilakukan murid, lalu menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup syukur atas teladan kasih Yesus (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu urutan bergambar peristiwa Lukas 19:1-10 dengan kata kunci bantuan; bagi murid yang mandiri disediakan teks Kitab Suci Lukas 19:1-10 secara utuh.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menceritakan urutan peristiwa berpasangan dengan panduan langsung kartu bergambar; murid yang mahir langsung menceritakan secara runtut tanpa kartu bantu.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti penceritaan lisan kisah pewartaan Kerajaan Allah melalui tindakan Yesus kepada Zakheus memuat 4 unsur pokok peristiwa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: (1) Siapa nama pemungut cukai yang memanjat pohon ara untuk melihat Yesus? (Acuan benar: Zakheus); (2) Apa yang dikatakan dan dilakukan Yesus saat melihat orang tersebut di atas pohon? (Acuan benar: Yesus menyuruhnya segera turun karena Yesus hendak menumpang di rumahnya).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menceritakan kisah tindakan Yesus kepada Zakheus (Lukas 19:1-10). Indikator ketercapaian mencakup 4 unsur peristiwa: (1) Menyebutkan tokoh yang ditemui Yesus (Zakheus pemungut cukai); (2) Menyebutkan tempat/latar peristiwa (Yerikho / pohon ara); (3) Menceritakan tindakan nyata Yesus (menyapa dan bersedia menumpang di rumah Zakheus); (4) Menceritakan dampak tindakan Yesus (Zakheus bertobat, membagikan separuh milik kepada orang miskin dan mengganti rugi 4 kali lipat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir secara lisan/tulis singkat: Murid menyebutkan 2 perbuatan nyata Yesus kepada Zakheus yang menunjukkan kasih Allah (Acuan: (1) Yesus memandang dan memanggil namanya; (2) Yesus sudi bertamu/menumpang di rumahnya).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan tanya jawab awal tentang tokoh Zakheus dan tindakan Yesus
- Lembar observasi unjuk kerja menceritakan pewartaan Kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus dalam kisah Zakheus (Lukas 19:1-10)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan perbuatan dan tindakan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah (kisah Zakheus) | Belum mampu menceritakan perbuatan dan tindakan Yesus dalam kisah Zakheus, atau hanya menyebutkan 1 unsur pokok peristiwa dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menceritakan perbuatan dan tindakan Yesus dalam kisah Zakheus dengan memuat 2 dari 4 unsur pokok peristiwa (tokoh, latar, tindakan Yesus menyapa/menumpang, dan dampak pertobatan Zakheus). | Mampu menceritakan perbuatan dan tindakan Yesus dalam kisah Zakheus dengan memuat 3 dari 4 unsur pokok peristiwa (tokoh, latar, tindakan Yesus menyapa/menumpang, dan dampak pertobatan Zakheus) secara tepat. | Mampu menceritakan perbuatan dan tindakan Yesus dalam kisah Zakheus secara lengkap dan tepat memuat seluruh 4 unsur pokok peristiwa (tokoh, latar, tindakan Yesus menyapa/menumpang, dan dampak pertobatan Zakheus) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan 4 kartu alur kisah Zakheus membantu seluruh murid dalam menceritakan kembali tindakan nyata Yesus secara runtut?
- Bagaimana keterlibatan murid yang memerlukan bimbingan saat kegiatan menceritakan secara berpasangan?
Murid:- Bagian mana dari kisah tindakan Yesus menyapa Zakheus yang paling menyentuh hatiku?
- Apakah aku sudah dapat menceritakan tindakan Yesus kepada teman pasanganku dengan lancar?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Mukjizat Penyembuhan Yesus sebagai Kehadiran Allah yang Menyelamatkan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.3 Mengidentifikasi mukjizat Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, berdoa bersama dipimpin salah satu murid, dan menyanyikan lagu 'Mukjizat itu Nyata' bersama-sama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Sebutkan 1 kisah orang sakit yang disembuhkan oleh Yesus dalam Kitab Suci!' dan (2) 'Mengapa Yesus menyembuhkan orang sakit tersebut?' (acuan jawaban diagnostik: (1) Bartimeus yang buta / orang kusta / orang lumpuh di Kapernaum; (2) karena belas kasih Allah / menyelamatkan manusia / iman orang tersebut) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak pembacaan teks Kitab Suci kisah Yesus menyembuhkan Bartimeus yang buta di Yerikho (Markus 10:46-52) serta penjelasan guru mengenai pandangan masyarakat zaman itu terhadap penyakit dan tujuan mukjizat penyembuhan Yesus (15 menit).
- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan 'Kuis Cepat Kartu Mukjizat': murid mengamati dan mengidentifikasi 4 kartu peristiwa penyembuhan Yesus berikut: (1) Yesus menyembuhkan Bartimeus di Yerikho (penderita buta dapat melihat kembali); (2) Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta (tubuh mereka menjadi tahir dan bersih); (3) Yesus menyembuhkan orang lumpuh di Kapernaum yang diturunkan dari atap (orang lumpuh dapat mengangkat tilamnya dan berjalan); (4) Yesus menyembuhkan seorang wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun (sembuh seketika saat menjamah jubah-Nya karena iman) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Identifikasi Mukjizat Penyembuhan Yesus' dengan memilah 5 kartu pernyataan menjadi kelompok 'Mukjizat Penyembuhan Yesus' atau 'Bukan Tindakan Mukjizat Yesus'. Kartu 1: Yesus mencelikkan mata pengemis buta di Yerikho (acuan: Mukjizat Penyembuhan Yesus); Kartu 2: Yesus menolak menolong orang kusta agar tidak tertular (acuan: Bukan Tindakan Mukjizat Yesus); Kartu 3: Yesus menyembuhkan hamba perwira di Kapernaum dari kejauhan karena imannya (acuan: Mukjizat Penyembuhan Yesus); Kartu 4: Yesus menyembuhkan orang sakit untuk pamer kesaktian dan dipuji orang (acuan: Bukan Tindakan Mukjizat Yesus); Kartu 5: Yesus menyembuhkan orang lumpuh agar ia mengalami keselamatan dan memuliakan Allah (acuan: Mukjizat Penyembuhan Yesus) (25 menit).
- Murid melengkapi tabel identifikasi wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan pada kisah Bartimeus dengan mengisi 3 unsur identifikasi: (1) Keadaan penderita sebelum bertemu Yesus (acuan: buta dan mengemis di pinggir jalan Yerikho), (2) Sikap yang mendasari terjadinya mukjizat (acuan: iman Bartimeus yang memanggil 'Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku' dan belas kasih Yesus), dan (3) Tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan sesudah mukjizat (acuan: Bartimeus dapat melihat kembali dan mengikut Yesus memuliakan Allah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan permenungan terbimbing dengan mengisi tabel refleksi kesadaran diri: membandingkan wujud mukjizat penyembuhan pada zaman Yesus dengan wujud kasih Allah yang menyelamatkan saat ini (misalnya: pertolongan dokter, obat-obatan, dan perhatian sesama saat sakit sebagai saluran mukjizat kasih Allah) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus bukan untuk mencari pujian, melainkan tanda nyata belas kasih Allah yang hadir menyelamatkan orang yang menderita dan percaya kepada-Nya (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada murid, memberi penguatan, dan menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan Bartimeus disertai gambar ilustrasi alur peristiwa; murid yang mahir diberikan teks referensi tambahan mengenai penyembuhan 10 orang kusta (Lukas 17:11-19).
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan bertahap saat memilah kartu; murid mahir memilah kartu dan mengidentifikasi unsur keselamatan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi mukjizat secara tertulis pada lembar kerja atau secara lisan bagi murid yang membutuhkan akomodasi kelancaran menulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan kesiapan belajar di awal pelajaran: Murid menjawab 2 pertanyaan pemetaan: (1) Sebutkan 1 kisah orang sakit yang disembuhkan oleh Yesus! (acuan: Bartimeus / orang kusta / orang lumpuh Kapernaum / wanita pendarahan); (2) Mengapa Yesus menyembuhkan orang sakit tersebut? (acuan: karena belas kasih Allah / menyelamatkan manusia / menanggapi iman orang tersebut).
Proses:- Penilaian formatif pengerjaan lembar kerja memilah 5 kartu pernyataan tindakan mukjizat penyembuhan Yesus (acuan kunci pemilahan: Kartu 1 = Mukjizat Penyembuhan Yesus; Kartu 2 = Bukan Tindakan Mukjizat Yesus; Kartu 3 = Mukjizat Penyembuhan Yesus; Kartu 4 = Bukan Tindakan Mukjizat Yesus; Kartu 5 = Mukjizat Penyembuhan Yesus).
- Penilaian formatif ketepatan identifikasi 3 unsur mukjizat penyembuhan Bartimeus: (1) Keadaan penderita (buta/mengemis), (2) Sikap yang mendasari (iman Bartimeus dan belas kasih Yesus), dan (3) Tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan (sembuh/melihat dan memuliakan Allah/mengikut Yesus).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir pembelajaran secara lisan/tertulis singkat: Murid menyebutkan 2 hal penting: (1) Mengapa mukjizat penyembuhan Yesus merupakan tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan? (kriteria penerimaan: murid menyebutkan bahwa mukjizat penyembuhan lahir dari belas kasih Allah untuk membebaskan manusia dari penderitaan/penyakit, bukan untuk pamer kesaktian); (2) Sikap apa dari orang sakit yang membuat mukjizat terjadi? (kriteria penerimaan: iman/percaya dan memohon pertolongan kepada Yesus).
Formatif:- Asesmen diagnostik kesiapan awal di kegiatan pendahuluan melalui 2 pertanyaan lisan
- Asesmen formatif unjuk kerja saat memilah 5 kartu pernyataan mukjizat penyembuhan Yesus dan melengkapi 3 unsur tabel identifikasi Bartimeus
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Peristiwa Mukjizat Penyembuhan Yesus | Mengidentifikasi dengan tepat 1 atau 2 dari 5 kartu pernyataan tindakan mukjizat penyembuhan Yesus sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 5 kartu pernyataan tindakan mukjizat penyembuhan Yesus sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi dengan tepat 4 dari 5 kartu pernyataan tindakan mukjizat penyembuhan Yesus sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 5 dari 5 kartu pernyataan tindakan mukjizat penyembuhan Yesus secara mandiri sesuai acuan kunci. | | Ketepatan Mengidentifikasi Unsur Kehadiran Allah yang Menyelamatkan pada Kisah Mukjizat | Belum tepat mengidentifikasi atau hanya mengisi 1 unsur dari 3 unsur tabel identifikasi kisah mukjizat penyembuhan Yesus (keadaan penderita, sikap yang mendasari, tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan). | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 3 unsur tabel identifikasi kisah mukjizat penyembuhan Yesus sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 3 unsur tabel identifikasi kisah mukjizat penyembuhan Yesus sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi dengan lengkap dan tepat seluruh 3 unsur tabel identifikasi kisah mukjizat penyembuhan Yesus sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran aktif dan kuis kartu berhasil membantu seluruh murid mengidentifikasi mukjizat penyembuhan Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membimbing murid memahami bahwa mukjizat terjadi karena belas kasih Allah dan iman manusia?
Murid:- Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang alasan Yesus menyembuhkan orang sakit?
- Bagaimana aku melihat wujud pertolongan dan kasih Allah saat aku atau orang di sekitarku sedang mengalami sakit?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Mukjizat Penggandaan Roti dan Kuasa atas Alam sebagai Kehadiran Allah yang Menyelamatkan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.3 Mengidentifikasi mukjizat Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa pembuka untuk memohon rahmat iman, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan bersama lagu 'Mukjizat itu Nyata' dengan gembira untuk membangkitkan suasana belajar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan untuk memetakan pengetahuan murid tentang mukjizat Yesus atas alam dan makanan dengan 2 pertanyaan: (1) Sebutkan bahan makanan awal yang digandakan Yesus saat memberi makan lima ribu orang! (acuan jawaban: 5 roti dan 2 ikan); (2) Apa yang terjadi dengan danau saat Yesus menghardik angin ribut? (acuan jawaban: danau/angin menjadi tenang/teduh/reda) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pembacaan dua perikop Kitab Suci: Kisah Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang (Yohanes 6:1-14) dan Kisah Yesus Meredakan Angin Ribut (Markus 4:35-41) yang dibacakan secara bergantian (10 menit).
- Guru memberikan penjelasan terarah bahwa mukjizat penggandaan roti menunjukkan belas kasih Allah memenuhi kebutuhan hidup manusia, sedangkan mukjizat meredakan angin ribut menunjukkan kuasa Allah melindungi manusia dari bahaya maut, keduanya membuktikan bahwa Allah hadir menyelamatkan manusia (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan permainan memasangkan 'Kartu Bukti Mukjizat Penyelamatan': murid mencocokkan 4 kartu peristiwa dengan 4 kartu wujud penyelamatan Allah yang tepat. Rincian 4 kartu peristiwa: (1) Yesus mengucap syukur dan membagikan 5 roti serta 2 ikan hingga sisa 12 bakul; (2) Yesus menghardik angin dan berkata 'Diam! Tenanglah!' di Danau Galilea; (3) Orang banyak lapar di padang sunyi dan tidak punya makanan; (4) Perahu murid-murid diombang-ambingkan gelombang besar dan hampir tenggelam. Kunci pasangan kartu wujud penyelamatan: Pasangan Kartu 1 dengan 'Allah Mahakuasa memelihara kelaparan jasmani manusia'; Pasangan Kartu 2 dengan 'Allah berkuasa atas alam semesta untuk menyelamatkan hidup manusia'; Pasangan Kartu 3 dengan 'Keadaan manusia yang lemah dan membutuhkan pertolongan Tuhan'; Pasangan Kartu 4 dengan 'Bahaya maut yang membutuhkan campur tangan keselamatan dari Allah' (20 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Identifikasi Mukjizat Yesus yang berisi 4 butir soal memilih dan mengelompokkan: mengidentifikasi nama mukjizat (Penggandaan Roti atau Kuasa atas Alam) dan wujud keselamatan yang dihadirkan Yesus berdasarkan kutipan peristiwa Kitab Suci (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merefleksikan bagaimana wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan dialami dalam kehidupan sehari-hari (misalnya kecukupan makanan dan perlindungan dalam bahaya) dengan bimbingan hening terarah dari guru (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menarik kesimpulan bersama bahwa Yesus melakukan mukjizat penggandaan roti dan meredakan badai membuktikan Allah hadir untuk mencukupi kebutuhan serta memelihara keselamatan hidup manusia (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar identifikasi murid, mengingatkan murid untuk mempersiapkan diri menghadapi Asesmen Sumatif Bab 3 pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa penutup syukur (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks Kitab Suci bergambar peristiwa penggandaan roti dan meredakan badai bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan membaca rincian teks Kitab Suci, serta memberikan lembar identifikasi dengan 2 kutipan peristiwa tambahan yang lebih kompleks bagi murid yang cepat memahami.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi mukjizat melalui penulisan langsung pada lembar kerja atau melalui penempelan label kategori pada bagan yang disediakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan materi: (1) Sebutkan bahan makanan awal yang digandakan Yesus saat memberi makan lima ribu orang! (acuan jawaban: 5 roti dan 2 ikan); (2) Apa yang terjadi dengan danau saat Yesus menghardik angin ribut? (acuan jawaban: danau/angin menjadi tenang/teduh/reda).
Proses:- Observasi pengerjaan Lembar Identifikasi Mukjizat Yesus (4 butir soal). Butir soal dan acuan kunci: (1) Peristiwa 5 roti dan 2 ikan mengenyangkan 5000 orang -> Kunci: Mukjizat Penggandaan Makanan, Wujud keselamatan: Allah memelihara kehidupan jasmani manusia; (2) Peristiwa Yesus menghardik angin di danau hingga teduh -> Kunci: Mukjizat Kuasa atas Alam, Wujud keselamatan: Allah melindungi manusia dari bahaya maut; (3) Sisa makanan terkumpul 12 bakul -> Kunci: Mukjizat Penggandaan Makanan, Wujud keselamatan: Kelimpahan berkat keselamatan Allah bagi semua orang; (4) Yesus berjalan di atas air dan menyelamatkan murid yang takut -> Kunci: Mukjizat Kuasa atas Alam, Wujud keselamatan: Kehadiran Allah memberi ketenteraman dan pertolongan dalam kecemasan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menjawab 1 pertanyaan reflektif-konseptual: 'Mengapa mukjizat Yesus membuktikan kehadiran Allah yang menyelamatkan?' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan bahwa mukjizat Yesus bukan pamer kekuatan melainkan tindakan belas kasih Allah untuk menolong, memelihara hidup, atau membebaskan manusia dari bahaya).
Formatif:- Penilaian kinerja aktivitas mencocokkan kartu peristiwa mukjizat dan wujud keselamatan Allah
- Tes tertulis formatif berupa Lembar Identifikasi Mukjizat Yesus (4 butir soal)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Mukjizat Yesus sebagai Kehadiran Allah yang Menyelamatkan | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 butir mukjizat Yesus (penggandaan roti atau kuasa atas alam) beserta wujud keselamatannya sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 butir mukjizat Yesus (penggandaan roti atau kuasa atas alam) beserta wujud keselamatannya sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 butir mukjizat Yesus (penggandaan roti atau kuasa atas alam) beserta wujud keselamatannya sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 butir mukjizat Yesus (penggandaan roti dan kuasa atas alam) beserta wujud keselamatannya secara mandiri sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permainan kartu mukjizat efektif membantu murid mengaitkan tindakan Yesus dengan wujud keselamatan Allah?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid dalam mengidentifikasi perbedaan mukjizat penggandaan roti dan mukjizat kuasa atas alam?
Murid:- Apa yang kamu rasakan ketika mengetahui bahwa Yesus berkuasa atas alam dan peduli pada rasa lapar orang banyak?
- Peristiwa mukjizat Yesus mana yang paling berkesan bagimu hari ini, dan mengapa?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Menunjukkan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah dalam kisah keselamatan
- TP 4.3.2 Menceritakan pewartaan Kerajaan Allah oleh Yesus melalui perkataan dan perbuatan
- TP 4.3.3 Mengidentifikasi mukjizat Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan doa pembuka, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran di kelas (5 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib dan alur asesmen sumatif bab yang terdiri dari 2 bagian: pengerjaan lembar kerja tertulis serentak (45 menit) dan unjuk kerja lisan stasiun meja guru bergiliran (55 menit) sementara murid lain membaca hening bahan Kitab Suci (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar kerja tertulis asesmen sumatif dan membacakan petunjuk pengerjaan 3 butir soal tertulis mengenai identifikasi mukjizat Yesus serta maknanya bagi keselamatan manusia: (Soal 1) Identifikasi peristiwa mukjizat penyembuhan orang lumpuh di Kapernaum dan tuliskan maknanya bagi keselamatan manusia; (Soal 2) Identifikasi peristiwa mukjizat penggandaan lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang dan tuliskan maknanya bagi keselamatan manusia; (Soal 3) Identifikasi peristiwa mukjizat Yesus meredakan angin ribut di danau dan tuliskan maknanya bagi keselamatan manusia (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid mengerjakan tes tertulis serentak secara mandiri pada lembar kerja masing-masing (45 menit). Kunci jawaban dan pedoman penskoran: Soal 1: Peristiwa Yesus menyembuhkan orang lumpuh yang diusung empat orang melalui atap rumah di Kapernaum; makna keselamatan: Yesus berkuasa mengampuni dosa dan memulihkan manusia seutuhnya (skor 1-4). Soal 2: Peristiwa Yesus memberkati dan menggandakan lima roti jelai serta dua ikan hingga mengenyangkan lima ribu orang dengan sisa dua belas bakul; makna keselamatan: Allah peduli memelihara kebutuhan jasmani dan rohani manusia agar tidak binasa kelaparan (skor 1-4). Soal 3: Peristiwa Yesus menghardik angin dan danau yang bergelora saat perahu para murid hampir tenggelam sehingga danau menjadi teduh sekali; makna keselamatan: Yesus memiliki kuasa ilahi atas alam semesta untuk melindungi dan menyelamatkan umat beriman dari marabahaya (skor 1-4). Total skor tertulis maksimal 12.
- Guru melaksanakan unjuk kerja lisan stasiun meja guru secara bergantian (2 menit per murid untuk 27-28 murid, total 55 menit), sementara murid yang menunggu antrean membaca hening teks Kitab Suci bab 3 secara tertib di meja masing-masing (37 menit). Pada stasiun meja guru, murid menjawab 2 pertanyaan lisan: Pertanyaan 1 (TP 4.3.1): Tunjukkan bukti bahwa kelahiran Yesus Kristus merupakan pemenuhan janji keselamatan Allah dalam Perjanjian Lama! (Acuan jawaban benar: Yesus lahir dari keturunan Daud melalui perawan Maria sesuai kabar sukacita Malaikat Gabriel yang menggenapi nubuat para nabi bahwa Mesias Juruselamat akan datang menyelamatkan umat-Nya). Pertanyaan 2 (TP 4.3.2): Ceritakan kembali satu perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Allah (pilihan: Perumpamaan Penabur atau Perumpamaan Biji Sesawi) serta tindakan/perbuatan nyata yang dilakukan Yesus dalam mewartakannya! (Acuan jawaban benar: Menuturkan perumpamaan penabur/biji sesawi dengan alur tepat bahwa benih/firman bertumbuh dan menghasilkan buah lebat; serta menyebutkan tindakan Yesus yang merangkul orang sakit, berdosa, atau lemah tanpa membeda-bedakan sebagai perwujudan nyata Kerajaan Allah).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru hening sejenak menyadari pengalaman belajar menyelesaikan asesmen sumatif bab, mensyukuri Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan lembar catatan asesmen lisan murid (2 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas integritas dan kemandirian murid, merangkum inti Bab 3 bahwa Yesus hadir melalui janji yang digenapi, pewartaan Kerajaan Allah, serta mukjizat keselamatan, lalu menutup dengan doa penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi konten untuk menjaga standarisasi pembuktian TP sumatif; bahan bacaan hening yang disediakan saat rotasi lisan memiliki ukuran teks yang jelas terbaca oleh seluruh murid.
- Proses: Pemberian pendampingan pembacaan teks soal secara verbal bagi murid dengan hambatan membaca teknis tanpa mengubah isi dan esensi pertanyaan asesmen sumatif.
- Produk: Format bukti asesmen sumatif seragam sesuai acuan ATP: lembar kerja tertulis untuk identifikasi mukjizat (TP 3) dan penuturan lisan bergiliran untuk pemenuhan janji serta pewartaan Kerajaan Allah (TP 1 dan TP 2).
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja lisan stasiun meja guru: lembar kerja tertulis identifikasi mukjizat Yesus serta penuturan lisan yang menunjukkan pemenuhan janji Allah dan menceritakan pewartaan Kerajaan Allah
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi 3 peristiwa mukjizat Yesus beserta maknanya bagi keselamatan manusia yang dikerjakan seluruh murid secara serentak (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran tertulis)
- unjuk kerja lisan bergiliran: jawaban lisan yang menunjukkan bukti pemenuhan janji Allah dan penuturan kembali perumpamaan pewartaan Kerajaan Allah melalui perkataan/perbuatan Yesus, dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis dan membaca hening (60 menit / 2 menit per murid = 30 murid, mencukupi kuota 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan (kriteria: ketepatan menunjukkan Yesus pemenuhan janji Allah, kelengkapan penuturan perumpamaan Kerajaan Allah, dan kejelasan tuturan))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja lisan stasiun meja guru: lembar kerja tertulis identifikasi mukjizat Yesus serta penuturan lisan yang menunjukkan pemenuhan janji Allah dan menceritakan pewartaan Kerajaan Allah
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi 3 peristiwa mukjizat Yesus beserta maknanya bagi keselamatan manusia yang dikerjakan seluruh murid secara serentak (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran tertulis)
- unjuk kerja lisan bergiliran: jawaban lisan yang menunjukkan bukti pemenuhan janji Allah dan penuturan kembali perumpamaan pewartaan Kerajaan Allah melalui perkataan/perbuatan Yesus, dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis dan membaca hening (60 menit / 2 menit per murid = 30 murid, mencukupi kuota 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan (kriteria: ketepatan menunjukkan Yesus pemenuhan janji Allah, kelengkapan penuturan perumpamaan Kerajaan Allah, dan kejelasan tuturan))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah (TP 4.3.1 - Unjuk Kerja Lisan) | Belum mampu menunjukkan bukti Yesus sebagai pemenuhan janji keselamatan Allah (jawaban tidak sesuai nubuat para nabi maupun warta Malaikat Gabriel). | Menunjukkan 1 bukti pemenuhan janji Allah secara terbatas (hanya menyebut nama Maria atau kelahiran Yesus tanpa mengaitkannya dengan janji keselamatan Allah/nubuat Perjanjian Lama). | Menunjukkan bukti bahwa kelahiran Yesus merupakan pemenuhan janji keselamatan Allah sesuai nubuat Perjanjian Lama dan kabar Malaikat Gabriel dengan tepat. | Menunjukkan bukti pemenuhan janji keselamatan Allah dalam diri Yesus secara lengkap, runtut, dan tepat mengaitkan warta Malaikat Gabriel, silsilah Daud, dan keselamatan manusia. | | Menceritakan pewartaan Kerajaan Allah melalui perkataan dan perbuatan (TP 4.3.2 - Unjuk Kerja Lisan) | Belum mampu menceritakan perumpamaan Kerajaan Allah maupun tindakan perbuatan Yesus (cerita menyimpang dari teks Kitab Suci). | Menceritakan perumpamaan Kerajaan Allah (penabur atau biji sesawi) tetapi alurnya terputus-putus dan belum menyebutkan tindakan/perbuatan Yesus yang mewujudkannya. | Menceritakan salah satu perumpamaan Kerajaan Allah (penabur atau biji sesawi) dengan alur tepat serta menyebutkan perbuatan/tindakan kasih Yesus kepada sesama. | Menceritakan perumpamaan Kerajaan Allah secara utuh dan terperinci serta mengaitkan perbuatan/tindakan nyata Yesus yang merangkul kaum lemah/berdosa secara mendalam. | | Mengidentifikasi mukjizat Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan (TP 4.3.3 - Tes Tertulis) | Hanya mengidentifikasi 1 dari 3 peristiwa mukjizat Yesus tanpa menuliskan makna keselamatannya (skor tertulis 1-3 dari 12). Acuan peristiwa: (1) penyembuhan lumpuh, (2) penggandaan roti, (3) peredaan angin ribut. | Mengidentifikasi 2 dari 3 peristiwa mukjizat Yesus dengan tepat, tetapi makna keselamatan yang ditulis belum sesuai acuan (skor tertulis 4-6 dari 12). Acuan peristiwa: (1) penyembuhan lumpuh, (2) penggandaan roti, (3) peredaan angin ribut. | Mengidentifikasi seluruh 3 peristiwa mukjizat Yesus (penyembuhan orang lumpuh, penggandaan roti, angin ribut diredakan) beserta makna keselamatannya secara tepat sesuai pedoman penskoran (skor tertulis 7-10 dari 12). | Mengidentifikasi seluruh 3 peristiwa mukjizat Yesus secara sangat tepat dan menguraikan makna keselamatan Allah di setiap peristiwa secara lengkap dan mendalam (skor tertulis 11-12 dari 12). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu rotasi lisan di meja guru berjalan efektif (rata-rata 2 menit per murid) tanpa mengganggu konsentrasi membaca hening murid lain?
- Apakah instrumen lembar kerja tertulis dan rubrik lisan berhasil memotret ketuntasan belajar ketiga Tujuan Pembelajaran pada Bab 3 secara objektif?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif tadi yang paling mudah dan paling menantang untuk saya jawab?
- Bagaimana perasaan saya setelah menunjukkan pemahaman saya tentang Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan?
SUMBER BELAJAR- Alkitab Deuterokanonika (teks Yesaya 7:14; Yesaya 9:5; Mikha 5:1; Matius 1:22-23; Lukas 2:4-7)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Kartu Aktivitas Janji dan Pemenuhan Janji Keselamatan
- Alkitab / Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil Lukas pasal 1 dan 2)
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 2021. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 2021. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV
- Lembar Kerja Pasangan Kartu Bukti Pemenuhan Janji Allah
- Kitab Suci Perjanjian Baru: Injil Lukas 15:11-32
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Set kartu alur perumpamaan Anak yang Hilang
- Alkitab / Kitab Suci Perjanjian Baru (Lukas 19:1-10)
- Set 4 kartu peristiwa bergambar kisah Yesus dan Zakheus
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Daniel Boli Kotan & Marianus Didi Kasmudi, Kemendikbudristek 2021, Bab III)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Daniel Boli Kotan & Marianus Didi Kasmudi, Kemendikbudristek 2021, Bab III)
- Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil Markus 10:46-52: Yesus Menyembuhkan Bartimeus)
- Set Kartu Mukjizat Penyembuhan Yesus dan Lembar Kerja Murid (LKPD)
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Alkitab / Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil Yohanes 6:1-14 dan Injil Markus 4:35-41)
- Set Kartu Bukti Mukjizat Penyelamatan dan Lembar Identifikasi Mukjizat Yesus
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek, 2021
- Kitab Suci (Injil Lukas dan Injil Matius)
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Bab 3 dan Format Penilaian Unjuk Kerja Lisan Guru
|