MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Allah Memberkati Para Pemimpin Israel: Samuel dan Saul INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Allah Memberkati Para Pemimpin Israel: Samuel dan Saul |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menjelaskan kisah Allah mengangkat Samuel dan Saul sebagai pemimpin bangsa Israel sebagai tanda bahwa Allah sendirilah pemimpin utama umat-Nya.
- Murid mampu mewujudkan sikap menghormati pemimpin di masyarakat sebagai cerminan nilai iman bahwa pemimpin adalah pelayan yang dipercayakan Allah.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Menurutmu, apa yang membuat seseorang layak menjadi pemimpin — kekuatan, kecerdasan, atau sesuatu yang lain?
- Pernahkah kamu merasa dipimpin oleh seseorang yang benar-benar peduli dan adil? Bagaimana perasaanmu saat itu?
- Jika Allah yang memilih pemimpinmu, kira-kira seperti apa sifat pemimpin yang Allah pilih itu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mempersilakan salah satu murid memimpin doa pembuka: 'Ya Yesus, Sang Raja. Pada hari ini kami hendak belajar mengenal para pemimpin Israel yang dipilih dan diberkati Allah untuk memimpin serta melayani bangsa Israel agar tetap setia kepada Allah. Tuntunlah kami agar selalu berpegang teguh pada iman, harapan dan cinta kasih, agar memiliki semangat untuk melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.'
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan gambar dua sosok (pemimpin yang rendah hati melayani rakyat vs. pemimpin yang bertindak sombong) dan bertanya, 'Mana yang menurutmu pemimpin yang baik? Mengapa?' Guru mencatat respons murid secara lisan untuk mengetahui pemahaman awal mereka tentang kepemimpinan.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid menjawab bebas tanpa penilaian benar/salah.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami kisah Samuel dan Saul serta belajar menghormati pemimpin sebagai wakil Allah.
- Guru memberikan apersepsi singkat: 'Bangsa Israel, sama seperti kita, juga butuh pemimpin. Tapi Allah punya cara istimewa dalam memilih pemimpinnya. Hari ini kita akan tahu siapa mereka dan apa yang bisa kita pelajari.'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan kisah 'Panggilan Tuhan kepada Samuel' (bdk. 1Sam 1–3; 1Sam 4–7) dengan suara ekspresif, sementara murid menyimak dari Buku Siswa halaman yang relevan. (Prinsip: Berkesadaran — murid fokus dan hadir penuh saat menyimak kisah)
- Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Siapa Samuel? Bagaimana Allah memanggilnya? Apa sifat Samuel sebagai pemimpin?' Guru menuliskan kata-kata kunci di papan tulis (misalnya: rendah hati, taat, berdoa, tegas).
- Guru membacakan kutipan kisah Raja Saul (bdk. 1Sam 8–15): bagaimana Samuel mengangkat Saul atas petunjuk Allah, bagaimana Saul awalnya setia, lalu mulai meninggalkan Allah dan bersikap sombong.
- Murid dalam kelompok kecil (3–4 orang) mendiskusikan pertanyaan: 'Apa persamaan dan perbedaan antara Samuel dan Saul sebagai pemimpin?' Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi pada selembar kertas atau mini-whiteboard. (Prinsip: Bermakna — murid menghubungkan sifat pemimpin dengan nilai iman)
- Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi singkat di depan kelas; guru memberi umpan balik dan memperkuat poin utama: Allah adalah pemimpin sejati, para pemimpin manusia dipercaya-Nya untuk melayani umat.
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD) berjudul 'Pemimpin Pilihanku'. Murid diminta menuliskan: (a) satu nama pemimpin di sekitar mereka (guru, kepala sekolah, ketua RT, orang tua) dan (b) dua sifat baik pemimpin tersebut yang mencerminkan bahwa ia melayani seperti yang Allah kehendaki. (Prinsip: Bermakna — menghubungkan nilai Kitab Suci dengan kehidupan nyata)
- Murid kemudian menuliskan satu kalimat janji atau tekad: 'Sebagai murid, aku menghormati pemimpinku dengan cara...' di bagian bawah LKPD. (Prinsip: Berkesadaran — murid menyadari tanggung jawab pribadinya)
- Guru memantau dan memberikan umpan balik afirmatif kepada murid saat mereka mengerjakan LKPD; guru mencatat murid yang kesulitan untuk didampingi lebih lanjut (asesmen proses).
- Beberapa murid secara sukarela membacakan kalimat tekad mereka kepada kelas; guru merespons dengan hangat dan menghubungkannya kembali ke nilai iman: 'Ketika kamu menghormati pemimpinmu, kamu sedang memuliakan Allah yang memilihnya.' (Prinsip: Menggembirakan — berbagi di depan kelas dengan suasana aman dan menyenangkan)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu refleksi pribadi dengan meminta murid menutup mata sejenak (30 detik) dan membayangkan: 'Jika Allah memintamu menjadi pemimpin kecil di keluarga atau kelasmu hari ini, apa yang akan kamu lakukan?' (Prinsip: Berkesadaran — momen hening untuk olah batin)
- Murid membuka mata dan menuliskan jawaban refleksi mereka pada kolom refleksi di LKPD atau di buku tulis: 'Pelajaran terpenting yang aku ambil hari ini adalah...' dan 'Satu hal yang akan aku lakukan setelah pelajaran ini adalah...'
- Guru mengajak 2–3 murid berbagi refleksi mereka secara lisan; guru menegaskan bahwa menghormati pemimpin bukan karena takut, melainkan karena kita percaya Allah berkarya melalui mereka. (Prinsip: Bermakna — memaknai hasil belajar dalam konteks iman)
- Guru menutup tahap ini dengan kalimat penguat: 'Samuel dan Saul mengajarkan kita bahwa pemimpin yang baik adalah yang selalu mengandalkan Allah. Kita pun bisa mulai dari hal kecil — dengan menghormati pemimpin kita setiap hari.'
Penutup:- Guru bersama murid merangkum poin utama pembelajaran: (1) Allah mengangkat Samuel dan Saul sebagai pemimpin Israel; (2) Samuel setia dan rendah hati, Saul mulai baik lalu menyimpang; (3) Allah adalah pemimpin sejati, dan pemimpin manusia adalah pelayan-Nya; (4) kita menghormati pemimpin sebagai wujud iman.
- Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid menjawab 2 soal lisan/tertulis — (1) 'Sebutkan dua sifat Samuel yang membuat ia berkenan kepada Allah!' dan (2) 'Mengapa kita perlu menghormati pemimpin di sekitar kita?'
- Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu pemimpin di lingkungannya (guru, orang tua, ketua RT) selama seminggu dan mencatat satu tindakan baik pemimpin itu yang menunjukkan ia sedang melayani, untuk dibagikan pada pertemuan berikutnya.
- Guru memimpin doa penutup bersama: 'Ya Allah, terima kasih atas pelajaran hari ini. Ajarilah kami untuk tetap taat dan setia kepada-Mu, serta menghormati para pemimpin yang Engkau percayakan kepada kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.'
- Guru mengucapkan salam penutup.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan pendampingan lebih, guru menyediakan ringkasan kisah Samuel dan Saul dalam bentuk komik bergambar sederhana atau teks yang lebih pendek, sehingga mereka tetap dapat memahami isi cerita tanpa terbebani teks panjang.
- Proses: Untuk murid yang membutuhkan tantangan lebih (cepat), guru menyediakan pertanyaan pengayaan tambahan di LKPD: 'Bandingkan kepemimpinan Samuel dan Saul — mana yang lebih mencerminkan kehendak Allah, dan mengapa?' Untuk murid yang lebih lambat, guru mendampingi secara langsung saat pengerjaan LKPD dan boleh menjawab secara lisan jika kesulitan menulis.
- Produk: Murid yang cepat dapat membuat gambar/ilustrasi sederhana tentang salah satu adegan kisah Samuel atau Saul sebagai karya tambahan. Murid yang membutuhkan pendampingan cukup menyelesaikan bagian inti LKPD (identifikasi sifat pemimpin dan satu kalimat tekad).
ASESMENAwal:- Guru menampilkan dua gambar ilustrasi pemimpin (melayani vs. sewenang-wenang) dan meminta murid secara lisan menyebutkan mana pemimpin yang baik dan alasannya — untuk mengetahui pemahaman awal tentang konsep kepemimpinan sebelum masuk materi.
- Guru bertanya ringkas: 'Siapa yang pernah dengar nama Samuel atau Saul?' untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang tokoh.
Proses:- Guru mengobservasi diskusi kelompok saat tahap Memahami: apakah murid dapat mengidentifikasi perbedaan Samuel dan Saul? Guru mencatat murid yang aktif berkontribusi dan yang pasif.
- Guru memantau pengisian LKPD saat tahap Mengaplikasi: apakah murid mampu menghubungkan sifat pemimpin nyata di sekitarnya dengan nilai iman? Guru memberi umpan balik langsung kepada murid yang memerlukan arahan.
- Guru mendengarkan kalimat tekad yang dibacakan murid: apakah sudah spesifik dan mencerminkan penghormatan terhadap pemimpin?
Akhir:- Murid menjawab dua pertanyaan tertulis/lisan di akhir pelajaran: (1) 'Sebutkan dua sifat Samuel sebagai pemimpin yang berkenan kepada Allah!' (2) 'Mengapa kita harus menghormati pemimpin di sekitar kita?'
- Guru menilai LKPD yang telah diisi murid menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: pemahaman kisah Samuel-Saul dan wujud sikap menghormati pemimpin.
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok (keaktifan bertanya dan menjawab).
- Pemantauan pengerjaan LKPD 'Pemimpin Pilihanku' selama tahap Mengaplikasi.
- Umpan balik lisan guru saat murid membacakan kalimat tekad mereka.
Sumatif:- Jawaban lisan/tertulis atas 2 pertanyaan penutup: (1) dua sifat Samuel yang berkenan kepada Allah, dan (2) alasan kita menghormati pemimpin.
- Penilaian LKPD: kelengkapan isian identifikasi sifat pemimpin dan kalimat tekad murid.
- Penilaian refleksi tertulis: kejelasan dan kedalaman makna yang diungkapkan murid.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman kisah Allah mengangkat Samuel dan Saul (TP 4.2.8.1) | Murid belum dapat menyebutkan siapa Samuel atau Saul dan belum memahami peran Allah dalam mengangkat mereka. | Murid dapat menyebutkan nama Samuel dan Saul tetapi belum dapat menjelaskan peran Allah atau sifat keduanya sebagai pemimpin. | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah mengangkat Samuel dan Saul sebagai pemimpin Israel dan menyebutkan setidaknya satu sifat masing-masing tokoh. | Murid dapat menjelaskan dengan lengkap kisah Allah mengangkat Samuel dan Saul, menyebutkan sifat-sifat keduanya, serta menjelaskan bahwa Allah adalah pemimpin utama yang berkarya melalui mereka. | | Sikap menghormati pemimpin sebagai cerminan iman (TP 4.2.8.2) | Murid belum dapat menghubungkan konsep pemimpin sebagai pelayan Allah dengan perilaku menghormati pemimpin dalam kehidupan sehari-hari. | Murid dapat menyebutkan bahwa kita harus menghormati pemimpin, tetapi belum dapat mengaitkannya dengan nilai iman. | Murid dapat menjelaskan alasan menghormati pemimpin dikaitkan dengan nilai iman dan menuliskan satu bentuk konkret penghormatan kepada pemimpin di sekitarnya. | Murid dapat menjelaskan dengan jelas hubungan antara menghormati pemimpin dan nilai iman, menyebutkan contoh nyata pemimpin di lingkungannya, serta merumuskan kalimat tekad yang spesifik dan tulus. | | Kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dalam diskusi | Murid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat. | Murid berpartisipasi saat diminta tetapi pendapat yang disampaikan belum relevan dengan topik. | Murid aktif menyampaikan pendapat yang relevan dalam diskusi kelompok dan mau mendengarkan pendapat teman. | Murid aktif, pendapatnya relevan dan berbobot, mampu merespons pendapat teman dengan santun, dan berkontribusi signifikan pada hasil diskusi kelompok. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat memahami kisah Samuel dan Saul? Pada bagian mana mereka paling banyak mengalami kesulitan?
- Apakah pertanyaan pemantik dan diskusi kelompok berhasil mendorong murid berpikir kritis tentang makna kepemimpinan?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup membantu murid dengan kebutuhan belajar berbeda?
- Apakah suasana belajar hari ini sudah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan? Apa yang perlu saya tingkatkan pada pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang Samuel dan Saul?
- Mengapa menurut Allah penting bagi bangsa Israel untuk memiliki pemimpin yang taat kepada-Nya?
- Satu hal apa yang akan kamu lakukan minggu ini sebagai wujud menghormati pemimpinmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbud)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemendikbud)
- Alkitab / Kitab Suci: 1 Samuel 1–3 (Panggilan Samuel), 1 Samuel 4–7, 1 Samuel 8–15 (Raja Saul)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Pemimpin Pilihanku' — dibuat guru
- Gambar ilustrasi dua tipe pemimpin (melayani vs. sewenang-wenang) untuk apersepsi — dapat dicetak atau ditampilkan via proyektor
- Papan tulis / whiteboard dan spidol untuk mencatat kata kunci diskusi
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Pembelajaran Mendalam 2025 (Kemdikdasmen)
|