MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bangsa Israel Memasuki Tanah Terjanji di Bawah Pimpinan Yosua INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bangsa Israel Memasuki Tanah Terjanji di Bawah Pimpinan Yosua |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menjelaskan peran Yosua dalam memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Terjanji sebagai kelanjutan karya keselamatan Allah setelah Musa (Ul 3:28).
- Murid mampu menunjukkan sikap kesetiaan dan ketekunan dalam perjuangan sebagaimana diteladankan oleh Yosua dalam mengantarkan bangsa Israel ke tanah Kanaan.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu mendapatkan tugas atau tanggung jawab yang terasa berat? Apa yang kamu lakukan agar tetap bersemangat?
- Bayangkan kamu harus berjalan sangat jauh untuk meraih sesuatu yang kamu impikan — apa yang akan membuatmu terus berjuang?
- Menurut kamu, apa artinya setia kepada Tuhan? Bisakah kamu menceritakan satu contoh kesetiaan yang pernah kamu lihat atau rasakan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka bersama-sama.
- Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar dengan singkat.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar — satu gambar seseorang yang menyerah di tengah jalan, satu gambar seseorang yang tetap melangkah maju. Guru bertanya lisan: 'Mana yang lebih mirip dengan caramu ketika menghadapi tantangan? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan atau dengan mengacungkan tangan.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dalam bahasa yang sederhana: 'Hari ini kita akan belajar tentang Yosua, pemimpin yang berani dan setia, yang memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah yang Dijanjikan Allah.'
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk membangun rasa ingin tahu murid, kemudian mempersilakan 2-3 murid menjawab secara singkat.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru membagikan lembar teks Kitab Suci singkat: Ulangan 3:23-29 dan Yosua 24:1-6. Guru membacakannya dengan suara jelas dan ekspresif, murid mengikuti dalam hati.
- Guru menceritakan kembali kisah peralihan kepemimpinan dari Musa kepada Yosua menggunakan bahasa sederhana dan bertanya: 'Mengapa Musa tidak bisa masuk ke Kanaan? Siapa yang menggantikannya?'
- Murid menjawab pertanyaan guru secara lisan, guru menampung jawaban di papan tulis dalam bentuk poin singkat.
- Guru menjelaskan ayat kunci Ul 3:28 — 'Angkat Yosua menjadi pemimpin, semangati dia, dan kuatkan dia' — dan mengajak murid merenungkan: 'Apa pesan Allah kepada Musa tentang Yosua?' (Berkesadaran)
- Guru memutar atau menyanyikan lagu 'Waktu Tuhan' bersama murid sebagai jeda yang menyegarkan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. (Menggembirakan)
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 orang) dan membagikan lembar kerja 'Jejak Iman Yosua'.
- Lembar kerja berisi tabel dua kolom: kolom pertama berisi tantangan yang dihadapi bangsa Israel (contoh: perjalanan 40 tahun di padang gurun, ancaman bahaya, rasa putus asa), kolom kedua kosong untuk diisi murid dengan sikap yang ditunjukkan Yosua dalam menghadapinya.
- Setelah mengisi tabel, setiap kelompok diminta menuliskan satu kalimat: 'Dari kisah Yosua, aku belajar bahwa untuk meraih cita-cita aku harus ...' (Bermakna)
- Perwakilan tiap kelompok membacakan hasil kerjanya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif dan memperkuat nilai kesetiaan serta ketekunan yang ditemukan murid.
- Guru menghubungkan hasil diskusi dengan kehidupan nyata murid: 'Cita-cita kalian adalah 'tanah terjanji' kalian. Apa yang bisa kalian lakukan agar tetap setia berjuang?' (Bermakna)
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru mengajak murid duduk tenang sejenak dan menutup mata selama 30 detik sambil mengingat satu hal penting yang mereka pelajari dari kisah Yosua hari ini. (Berkesadaran)
- Setiap murid menerima selembar 'Kartu Refleksi' berbentuk tapak kaki kecil. Mereka menuliskan: (a) satu kata yang menggambarkan Yosua, dan (b) satu sikap dari Yosua yang ingin mereka tiru dalam kehidupan sehari-hari.
- Murid menempelkan kartu refleksi mereka di papan 'Jejak Imanku' yang sudah disiapkan guru di depan kelas. Beberapa murid diminta berbagi jawabannya secara lisan. (Menggembirakan)
- Guru memimpin murid melafalkan bersama-sama ayat hafalan Ul 3:28 sebagai penutup tahap inti.
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman lisan: 'Hari ini kita belajar bahwa Allah menyertai Yosua dan bangsa Israel. Yosua setia dan tekun, dan itu membawa bangsa Israel ke Tanah Kanaan.'
- Asesmen akhir: Guru meminta setiap murid menjawab satu pertanyaan tertulis singkat di buku tulis: 'Jelaskan dengan kalimatmu sendiri, apa peran Yosua dalam memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Terjanji?' (TP 4.2.6.1)
- Guru menyampaikan tugas rumah: Berdialog dengan orang tua tentang cita-cita yang dimiliki, kemudian meminta doa serta nasihat orang tua agar dapat meraih cita-cita tersebut.
- Guru menutup pertemuan dengan Doa Penutup bersama: 'Ya Yesus yang setia, Engkau telah menunjukkan ketaatan dan kesetiaan dalam menjalankan kehendak Allah, demi keselamatan kami. Ajarilah kami agar selalu taat dan setia. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.'
- Guru mengucapkan salam penutup.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan teks ringkasan kisah Yosua dalam bahasa yang lebih sederhana dan bergambar. Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan tambahan: membaca Yosua 1:1-9 secara mandiri dan menemukan 3 pesan Allah kepada Yosua.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan dapat menjawab lembar kerja secara lisan kepada guru atau teman sebangku, bukan harus tertulis. Murid yang cepat dapat memimpin diskusi kelompoknya dan membantu teman yang kesulitan memahami teks Kitab Suci.
- Produk: Murid dapat memilih cara menyampaikan refleksi: menulis di kartu tapak kaki, menggambar simbol yang mewakili Yosua, atau menceritakan secara lisan kepada guru. Murid yang ingin tantangan lebih bisa membuat komik mini 3 panel tentang perjalanan Yosua.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan dua gambar kontras (seseorang menyerah vs. seseorang tetap berjuang) dan mengajukan pertanyaan lisan: 'Mana yang lebih mencerminkan caramu menghadapi tantangan? Mengapa?' Jawaban lisan murid digunakan guru untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang ketekunan dan kesetiaan sebelum masuk ke materi.
Proses:- Tahap Memahami: Tanya jawab lisan tentang isi Ul 3:23-29 dan Yos 24:1-6 — guru memantau pemahaman dasar murid tentang kisah Yosua.
- Tahap Mengaplikasi: Observasi guru selama kerja kelompok mengisi lembar kerja 'Jejak Iman Yosua' — guru memperhatikan apakah murid dapat menghubungkan sikap Yosua dengan nilai kesetiaan dan ketekunan.
- Tahap Merefleksi: Kartu Refleksi tapak kaki — guru membaca jawaban singkat untuk menilai apakah murid mampu mengaitkan nilai Yosua dengan kehidupan nyata mereka.
Akhir:- Murid menjawab secara tertulis di buku tulis: 'Jelaskan dengan kalimatmu sendiri, apa peran Yosua dalam memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Terjanji?' Jawaban ini dinilai berdasarkan rubrik dua aspek: (1) pemahaman tentang peran Yosua (TP 4.2.6.1), dan (2) kemampuan mengaitkan nilai kesetiaan/ketekunan Yosua dengan sikap pribadi (TP 4.2.6.2).
Formatif:- Observasi lisan saat guru mengajukan pertanyaan pada tahap Memahami — guru mencatat murid yang aktif menjawab dan yang belum terlibat.
- Hasil lembar kerja 'Jejak Iman Yosua' — guru memeriksa apakah murid dapat menghubungkan tantangan bangsa Israel dengan sikap Yosua.
- Kartu Refleksi 'tapak kaki' — guru membaca jawaban singkat murid tentang satu kata untuk Yosua dan satu sikap yang ingin ditiru.
Sumatif:- Jawaban tertulis di buku tulis: 'Jelaskan dengan kalimatmu sendiri, apa peran Yosua dalam memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Terjanji?' — dinilai menggunakan rubrik aspek pemahaman.
- Kartu Refleksi yang menunjukkan kemampuan murid mengaitkan nilai kesetiaan dan ketekunan Yosua dengan kehidupan pribadi — dinilai menggunakan rubrik aspek sikap.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Peran Yosua (TP 4.2.6.1) | Murid belum dapat menjelaskan siapa Yosua atau perannya dalam memimpin bangsa Israel, meskipun sudah dibantu guru. | Murid dapat menyebutkan nama Yosua sebagai pengganti Musa, tetapi belum mampu menjelaskan perannya sebagai kelanjutan karya keselamatan Allah. | Murid dapat menjelaskan bahwa Yosua menggantikan Musa dan memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Kanaan, serta menyebutkan bahwa hal ini merupakan karya Allah. | Murid dapat menjelaskan secara runtut peran Yosua sebagai pemimpin yang dipilih Allah (Ul 3:28), melanjutkan karya keselamatan Allah setelah Musa, dan mengantarkan bangsa Israel memasuki Tanah Terjanji Kanaan. | | Sikap Kesetiaan dan Ketekunan (TP 4.2.6.2) | Murid belum dapat menunjukkan atau menyebutkan sikap kesetiaan dan ketekunan Yosua, serta belum mengaitkannya dengan kehidupan pribadi. | Murid dapat menyebutkan satu sikap positif Yosua (setia atau tekun) tetapi belum mampu mengaitkannya dengan pengalaman atau cita-cita pribadi. | Murid dapat menyebutkan sikap kesetiaan dan ketekunan Yosua serta memberikan satu contoh konkret bagaimana mereka ingin meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. | Murid dapat menjelaskan sikap kesetiaan dan ketekunan Yosua dengan tepat, mengaitkannya secara bermakna dengan perjuangan meraih cita-cita pribadi, dan menyampaikan komitmen nyata yang akan mereka lakukan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam diskusi dan kegiatan hari ini? Jika tidak, siapa yang perlu mendapat perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
- Apakah penggunaan lembar kerja 'Jejak Iman Yosua' efektif membantu murid memahami nilai kesetiaan dan ketekunan? Apa yang perlu diperbaiki?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap kegiatan inti? Tahap mana yang perlu penyesuaian waktu?
- Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangun rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke materi Kitab Suci?
Refleksi Murid:- Satu hal paling penting yang aku pelajari dari kisah Yosua hari ini adalah ...
- Sikap Yosua yang paling ingin aku tiru dalam kehidupanku sehari-hari adalah ... karena ...
- Apa yang masih ingin aku ketahui lebih lanjut tentang kisah Yosua dan bangsa Israel?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek)
- Kitab Suci: Ulangan 3:23-29 dan Yosua 24:1-6 (teks tercetak atau ditampilkan di papan/layar)
- Lagu 'Waktu Tuhan' (dapat dinyanyikan bersama atau diputar melalui perangkat audio)
- Lembar kerja 'Jejak Iman Yosua' (disiapkan guru — tabel dua kolom: tantangan bangsa Israel dan sikap Yosua)
- Kartu Refleksi berbentuk tapak kaki (disiapkan guru dari kertas warna)
- Papan 'Jejak Imanku' (kertas karton atau papan tulis yang dihias, untuk menempelkan kartu refleksi murid)
- Dua gambar kontras untuk asesmen awal (seseorang menyerah vs. seseorang berjuang — dapat berupa gambar cetak atau ditampilkan di layar projector)
|