Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Bangsa Israel dalam Perbudakan di Mesir dan Perutusan Musa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Bangsa Israel dalam Perbudakan di Mesir dan Perutusan Musa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Bangsa Israel dalam Perbudakan di Mesir dan Perutusan Musa

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bangsa Israel dalam Perbudakan di Mesir dan Perutusan Musa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBangsa Israel dalam Perbudakan di Mesir dan Perutusan Musa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan situasi bangsa Israel yang tertindas di Mesir dan alasan Allah mengutus Musa untuk membebaskan mereka, berdasarkan kisah dalam Kitab Suci.
  2. Murid mampu menunjukkan bahwa Allah selalu hadir dan peduli terhadap penderitaan umat-Nya, sebagaimana Allah mendengar seruan bangsa Israel di Mesir.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat atau merasakan seseorang yang diperlakukan tidak adil? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Jika kamu adalah Allah dan melihat umat-Mu menderita, apa yang akan kamu lakukan?
  3. Menurutmu, mengapa Allah memilih Musa — seorang biasa — untuk membebaskan bangsa yang begitu banyak?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka bersama (2 menit).
  • Guru memperkenalkan topik hari ini: 'Hari ini kita akan mengenal kisah nyata sebuah bangsa yang menderita dan bagaimana Allah bertindak untuk mereka.'
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar sederhana — satu gambar orang bekerja keras di bawah paksaan, satu gambar orang yang bebas — lalu bertanya kepada murid: 'Gambar mana yang menurutmu menggambarkan situasi bangsa Israel dulu? Apa yang kalian sudah tahu tentang Musa?' Murid menjawab secara lisan singkat atau angkat tangan (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum menjawab (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Setelah belajar hari ini, kalian bisa menceritakan apa yang dialami bangsa Israel di Mesir dan membuktikan bahwa Allah tidak pernah diam saat umat-Nya menderita.' (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk duduk dengan tenang dan penuh perhatian. Guru membacakan atau memutar audio/video narasi singkat kisah bangsa Israel di Mesir berdasarkan Kej 46:3-7 dan Kel 6:13 (kutipan dari Buku Siswa), dengan suara ekspresif dan intonasi yang menggambarkan suasana sedih dan penuh harapan. (Berkesadaran — murid hadir penuh dalam mendengarkan kisah) (7 menit).
  • Setelah mendengar, guru memandu diskusi kelas singkat dengan pertanyaan: (1) Mengapa keluarga Yakub pindah ke Mesir? (2) Apa yang berubah setelah Yusuf meninggal? (3) Apa yang dilakukan Firaun terhadap bangsa Israel? Murid menjawab lisan secara bergiliran. (Bermakna — menghubungkan kisah dengan pengalaman ketidakadilan yang pernah mereka dengar) (5 menit).
  • Guru menjelaskan konteks: Bangsa Israel ditindas karena Firaun takut mereka semakin kuat. Allah mendengar tangisan mereka dan memutuskan untuk bertindak. Allah memilih Musa sebagai utusan-Nya. Guru menuliskan di papan tulis poin kunci: 'Israel tertindas → Allah mendengar → Allah mengutus Musa → Pembebasan.' (5 menit).
  • Murid diminta membuka Buku Siswa dan membaca ulang secara mandiri bagian kisah Musa selama 3 menit, lalu menggaris bawahi atau memberi tanda pada kalimat yang menunjukkan tindakan Allah. (Berkesadaran — membaca dengan tujuan yang jelas) (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok mendapat lembar kerja berisi 5 pertanyaan dari Buku Siswa: (1) Mengapa keluarga Yakub pindah ke Mesir? (2) Apa yang dialami keturunan Yakub setelah Yusuf meninggal? (3) Siapa yang diutus Allah? (4) Ke mana tujuan bangsa Israel? (5) Apa tanda penyertaan Tuhan di perjalanan? (Menggembirakan — bekerja bersama teman membuat suasana aktif) (8 menit).
  • Setiap kelompok mendiskusikan jawaban dan menuliskannya pada lembar kerja. Guru berkeliling, mengamati, dan memberikan umpan balik singkat kepada tiap kelompok. (Bermakna — menjawab pertanyaan bermakna dari Kitab Suci) (5 menit).
  • Satu perwakilan kelompok mempresentasikan jawaban secara singkat. Kelompok lain menanggapi atau menambahkan. Guru meluruskan jika ada yang perlu diperbaiki. (Bermakna — saling belajar dan mengkonfirmasi pemahaman) (5 menit).
  • Guru mengajak murid menghubungkan kisah ini dengan kehidupan nyata: 'Pernahkah kalian atau orang di sekitar kalian merasa Allah hadir di saat sulit? Ceritakan dalam satu kalimat.' Beberapa murid berbagi secara lisan. (Bermakna — mengaitkan iman dengan pengalaman hidup) (4 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk hening sejenak (30 detik) dan menutup mata. Guru membacakan perlahan: 'Bayangkan kamu adalah seorang anak Israel di Mesir. Kamu lelah, kamu takut. Lalu tiba-tiba ada seseorang yang datang dan berkata: Allah mengutus saya untuk membebaskanmu. Apa yang kamu rasakan?' (Berkesadaran — merasakan secara mendalam pesan kisah Kitab Suci) (3 menit).
  • Murid membuka mata dan secara mandiri menuliskan refleksi pribadi pada jurnal/lembar refleksi: 'Satu hal yang aku pelajari hari ini tentang Allah adalah… Satu hal yang ingin aku lakukan karena Allah selalu hadir bersamaku adalah…' (Bermakna — menginteriorisasi pesan iman ke dalam tindakan nyata) (5 menit).
  • Guru memandu doa syukur singkat bersama, mengucap terima kasih kepada Allah yang selalu hadir dan peduli. Guru mengutip Kel 6:13 sebagai penutup refleksi: 'TUHAN telah berfirman kepada Musa dan Harun, serta mengutus mereka kepada orang Israel… supaya orang Israel dibawa keluar dari Mesir.' (2 menit).
  • Guru bertanya lisan untuk mengecek pemahaman akhir: 'Dengan satu kata, apa yang menggambarkan Allah dalam kisah hari ini?' Murid menjawab secara serentak atau bergiliran. (2 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman bersama: 3 poin utama yang dipelajari hari ini (bangsa Israel tertindas, Allah mendengar seruan mereka, Allah mengutus Musa). (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid mengerjakan 3 soal singkat tertulis secara mandiri di lembar penilaian (lihat bagian Asesmen Akhir). (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mewawancarai satu anggota keluarga di rumah — 'Pernahkah Tuhan terasa hadir di saat keluarga kita mengalami kesulitan?' dan mencatat jawabannya untuk dibagikan di pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan refleksi singkat untuk diri sendiri (internal) dan mengajak murid menjawab satu pertanyaan refleksi murid secara lisan sebelum keluar kelas.
  • Doa penutup bersama dan salam. (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mengenal kisah Musa dapat diberikan bacaan tambahan dari Kel 3:1-10 (kisah semak yang menyala) untuk memperkaya pemahaman tentang perutusan Musa. Murid yang belum familiar dapat menggunakan ilustrasi bergambar atau komik Kitab Suci anak yang menggambarkan kisah yang sama.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat menjawab pertanyaan diskusi dengan panduan kisi-kisi jawaban yang sudah disiapkan guru. Murid yang lebih cepat diminta membuat garis waktu (timeline) sederhana: dari keluarga Yakub pindah ke Mesir hingga Allah mengutus Musa, beserta alasan tiap peristiwa.
  • Produk: Murid yang lebih cepat dapat menulis surat pendek dari sudut pandang seorang anak Israel kepada Musa, mengungkapkan perasaan dan harapan mereka. Murid yang membutuhkan dukungan cukup melengkapi kalimat rumpang pada lembar refleksi yang sudah disiapkan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (orang yang dipaksa bekerja vs orang yang bebas) dan bertanya secara lisan: 'Gambar mana yang menggambarkan situasi bangsa Israel di Mesir?' — untuk mengukur pengetahuan awal murid.
  • Guru bertanya: 'Siapa yang sudah pernah mendengar nama Musa? Apa yang kalian tahu tentang dia?' — jawaban lisan dicatat guru sebagai peta pengetahuan awal kelas.

Proses:

  • Observasi aktif guru saat diskusi kelompok — guru menggunakan daftar cek untuk menandai murid yang aktif berkontribusi, yang perlu dibimbing, dan yang sudah melampaui target.
  • Lembar kerja kelompok (5 pertanyaan berbasis Kitab Suci) dikumpulkan dan dinilai setelah presentasi kelompok — menjadi bukti proses pemahaman.
  • Pertanyaan lisan di akhir tahap Mengaplikasi: 'Pernahkah kalian merasakan Allah hadir di saat sulit?' — guru mencatat respons sebagai data ketercapaian TP 4.2.1.2.

Akhir:

  • Soal 1 (TP 4.2.1.1): Jelaskan dengan kalimatmu sendiri — mengapa Allah mengutus Musa untuk bangsa Israel?
  • Soal 2 (TP 4.2.1.1): Sebutkan dua hal yang dialami bangsa Israel selama diperbudak di Mesir.
  • Soal 3 (TP 4.2.1.2): Tulis satu bukti dari kisah Kitab Suci hari ini yang menunjukkan bahwa Allah peduli terhadap penderitaan umat-Nya.
  • Lembar refleksi pribadi: 'Satu hal yang aku pelajari tentang Allah hari ini adalah… dan satu hal yang akan aku lakukan adalah…' — dinilai dengan rubrik kedalaman refleksi.

Formatif:

  • Observasi partisipasi lisan murid selama diskusi kelas dan kelompok menggunakan catatan anekdot.
  • Lembar kerja kelompok berisi 5 pertanyaan berbasis Kitab Suci — dinilai ketepatan dan kelengkapan jawaban.
  • Umpan balik lisan guru saat berkeliling ke kelompok selama tahap Mengaplikasi.

Sumatif:

  • 3 soal tertulis singkat di akhir pembelajaran yang mengukur TP 4.2.1.1 dan 4.2.1.2.
  • Lembar refleksi pribadi murid yang memuat penghayatan iman personal berdasarkan kisah Israel di Mesir.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan situasi bangsa Israel yang tertindas di Mesir (TP 4.2.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan situasi bangsa Israel di Mesir meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan satu fakta tentang situasi bangsa Israel di Mesir (misalnya: 'mereka diperbudak') namun belum dapat menjelaskan konteksnya.Murid dapat menjelaskan situasi bangsa Israel di Mesir dengan dua atau lebih fakta yang benar (misalnya: diperbudak, dipaksa bekerja keras, Firaun takut mereka bertambah kuat) secara lisan maupun tulisan.Murid dapat menjelaskan situasi bangsa Israel di Mesir secara runtut dan lengkap — menyebutkan sebab-akibat (mengapa mereka diperbudak) dan menghubungkannya dengan alasan Allah mengutus Musa, menggunakan rujukan dari Kitab Suci.
Menjelaskan alasan Allah mengutus Musa (TP 4.2.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan alasan Allah mengutus Musa.Murid menyebutkan alasan secara sangat umum dan belum tepat, misalnya hanya menyebut 'karena Allah mau menolong' tanpa kaitan dengan kisah Kitab Suci.Murid dapat menjelaskan bahwa Allah mengutus Musa karena mendengar seruan bangsa Israel yang menderita dan ingin membebaskan mereka menuju tanah Kanaan.Murid dapat menjelaskan alasan perutusan Musa secara lengkap dan mendalam — menghubungkannya dengan janji Allah kepada Abraham dan rencana Allah menjadikan keturunan Israel sebagai bangsa besar, dengan menyebut referensi Kitab Suci yang relevan.
Menunjukkan kehadiran dan kepedulian Allah terhadap umat-Nya (TP 4.2.1.2)Murid tidak dapat menunjukkan bukti kehadiran Allah dalam kisah bangsa Israel.Murid menyebutkan satu tanda kehadiran Allah secara umum (misalnya: 'Allah ada') namun tidak dapat mengaitkannya dengan kisah Kitab Suci secara konkret.Murid dapat menyebutkan setidaknya dua bukti konkret kehadiran Allah dari kisah Kitab Suci, misalnya: Allah mendengar seruan Israel dan mengutus Musa sebagai pembebas.Murid dapat menjelaskan secara mendalam tanda-tanda kehadiran Allah (mendengar seruan, mengutus Musa, memimpin dengan tiang awan dan tiang api) dan mampu menghubungkannya dengan pengalaman hidupnya sendiri atau orang-orang di sekitarnya — menunjukkan internalisasi iman.
Kualitas refleksi pribadiRefleksi kosong atau hanya menyalin ulang teks dari buku tanpa ekspresi pribadi.Refleksi sangat singkat dan belum menunjukkan penghayatan personal — hanya mengulang informasi faktual.Refleksi menunjukkan pemahaman murid tentang pesan iman dari kisah Israel dan ada ekspresi perasaan atau niat tindakan yang tulus.Refleksi menunjukkan penghayatan yang dalam — murid mengaitkan kisah Allah yang peduli terhadap Israel dengan pengalaman pribadinya dan merumuskan niat tindakan nyata yang spesifik dalam hidupnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid memahami situasi bangsa Israel di Mesir dan peran Musa? Dari mana saya tahu?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna?
  • Apakah kegiatan kelompok berjalan efektif — apakah semua anggota berkontribusi atau ada yang pasif?
  • Apakah saya sudah memberikan diferensiasi yang cukup bagi murid yang cepat maupun yang membutuhkan dukungan?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Apa yang perlu saya sesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang Allah adalah…
  • Dari kisah bangsa Israel, apa yang membuatmu paling terkesan? Mengapa?
  • Apakah kamu percaya bahwa Allah juga hadir dan peduli dengan hidupmu sekarang? Ceritakan alasanmu.

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Buku Siswa) — halaman kisah bangsa Israel di Mesir dan Musa.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV.
  3. Alkitab/Kitab Suci: Kej 46:3-7; Kel 6:13; Kel 13:17-22.
  4. Gambar/ilustrasi visual situasi perbudakan di Mesir dan sosok Musa (dapat dicetak atau ditampilkan via proyektor).
  5. Lembar kerja kelompok berisi 5 pertanyaan berbasis Kitab Suci (disiapkan guru).
  6. Lembar refleksi pribadi murid (disiapkan guru).
  7. Lagu 'Waktu Tuhan' (tersedia di Buku Siswa) — opsional untuk pengayaan suasana refleksi.
  8. Papan tulis / whiteboard untuk menuliskan poin kunci pembelajaran.
  9. Proyektor atau layar (opsional) untuk menampilkan gambar pemantik dan kutipan Kitab Suci.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.